Angel’s Call (021)

Untitled-1d

“Let me see your happiness, Bae Suzy. Goodbye.”

-Cho Kyuhyun-

 

Bae Suzy menarik napas panjang.

Lalu menghembuskannya.

Gadis itu menatap pantulan diri lewat cermin wastafel. Tetes-tetes air berjatuhan dari ujung poninya―dirinya tadi sengaja membasahi wajah dengan air dingin, berharap pikirannya bisa sedikit saja lebih jernih.

Buku-buku jarinya menekan kuat di pinggiran wastafel hingga jemari lentik itu tampak putih pucat.

Suzy melayangkan pandangan ke arah pintu toilet yang tertutup, sorot matanya meredup sesaat di kala bibirnya bergumam kecil, “hatiku, jangan terlalu terkejut… itu tadi hanya candaan…”

Kembali Suzy menatap pantulan dirinya di cermin. Kali ini agak lama. Hingga dia bisa mendengar suara debaran jantungnya, jauh lebih cepat dari biasa.

 

“Kalau begitu, menikah saja denganku.”

 

Dua puluh menit lalu, saat Kyuhyun mengucapkan hal itu, Suzy nyaris menjatuhkan sendok.

 

“Menikah denganku, Bae Suzy.”

 

Suara itu… bolehkah Suzy mengakuinya?

Ya, dia akan mengakuinya.

―suara itu… sempat mematikan seluruh fungsi tubuhnya.

Selama sepersekian detik, Suzy terpaku dan hanya menatap wajah Kyuhyun yang waktu itu benar-benar serius. Benar-benar seolah sedang mengatakan hal yang sesungguhnya. Dan boleh kah Suzy kembali mengakui satu hal? Suzy… sebenarnya… ingin menjawab seperti ini saat Kyuhyun mengatakan hal gila seperti itu:

“Baiklah, tawaranmu kupertimbangkan sungguh-sungguh. Anggap saja aku sudah mengatakan 80 persen setuju akan ajakanmu. 10 persennya lagi akan menyusul jika aku sudah tidak sedih hati, sedang 10 persen sisanya juga akan menyusul tapi itu berdasarkan pada pendapat Ibu dan Siwon. Tetapi intinya, aku ingin berterima kasih kau mengajakku menikah dan tawaranmu sunguh… sungguh-sungguh akan kupertimbangkan. Apa kau mau tambahan es krim?”

 

Ya, percayalah… Suzy akan menjawab seperti itu.

Dan soal kalimat ‘apa kau mau tambahan es krim?’ yang diucapkan di akhir rentetan ocehannya hanya sebagai pemanis karena wajah Suzy tentu akan memerah bagai kepiting rebus.

Sebab, kalau boleh jujur kembali… Suzy merasa agak tertarik pada Kyuhyun. Entah sejak kapan. Mungkin sejak Kyuhyun pertama kali menyelamatkannya dari aksi bunuh diri, atau sejak pemuda itu mengajaknya bermain tebak-tebakkan, atau sejak memainkan harmonika… bentuk ketertarikan itu berkembang― agak lambat, karena Suzy masih memikirkan banyak hal, terutama tentang almarhum suaminya. Namun Suzy tak bisa memungkiri, waktu-waktu kebersamaan dengan Kyuhyun adalah waktu terbaik yang pernah dimilikinya.

Dan Suzy tak akan pernah keberatan jika waktu itu dapat dimiliki selamanya. Tetapi  Suzy sadar dia telah bermimpi terlampau jauh, tepat ketika Kyuhyun tiba-tiba mengatakan:

 

“Aku… bercanda.”

 

Suzy merasa saat itu, isi kepalanya kosong. Ya ampun, Kyuhyun… kau bercanda?! Suzy menjerit dalam hati.

 

“Tadi tidak serius, kok, Bidadari.”

Dan setelah itu, semua rentetan kalimat jawaban yang sudah disiapkan Suzy berhamburan pergi dari otak. Bersamaan dengan itu sebuah rasa sedih muncul di hatinya.

Namun Suzy tidak ingin menunjukkannya. Dia hanya bisa mengerjapkan mata, dan berkata sembari tersenyum,

 

“Fiuh… kukira… hehehe.”

 

Bagaimana pun juga Suzy mengerti, Kyuhyun memang tidak mungkin beneran mengajaknya menikah. Kyuhyun itu normal, otaknya masih belum bergeser, dan dia cukup tampan.

Jadi, untuk ukuran pemuda senormal Kyuhyun, menikahi janda seperti Suzy jelas adalah keputusan paling konyol. Kyuhyun masih punya hidup, masa depan, dan dia masih jelas bisa menarik perhatian jutaan gadis “normal” lain di luar sana.

Apa yang bisa diharapkan dari sosok Suzy? Dia hanya perempuan yang berada di bawah garis biasa-biasa saja. Dia penuh kekurangan, dan kekurangan itu sulit ditutupi. Suzy mengerti benar, dia paham sekali, dan dia tak mau berharap lebih atas segala kekurangannya.

Suzy menundukkan kepala, memandangi lubang wastafel yang telah menelan habis seluruh air keran yang tadi sengaja diisi Suzy hingga penuh.

Status Suzy dan kondisi tubuhnya semacam lubang wastafel, sedangkan seluruh tingkah Suzy adalah semacam keran air. Tak peduli seberapa banyak Suzy melakukan sesuatu yang positif, status dan kondisi tubuhnya akan membuat orang-orang tak mampu menerima dirinya… sepenuhnya.

Suzy boleh jadi sempat merasa senang saat Kyuhyun mengatakan ingin menerima dirinya sebagai teman. Dan, Suzy memang harus berpuas diri karena hanya itu lah pencapaian terbaik yang bisa dimilikinya.

“Bae Suzy?” suara seseorang mengagetkan Suzy. Suzy berbalik, dan menatap Ji Won yang tengah merapikan seragam kerjanya. Ji Won memandangi Suzy dari atas hingga bawah. “Hai… kau terlihat seperti… habis tersedak cherry―maksudku, wajahmu benar-benar terlihat kaget. Ada apa?”

Suzy tersenyum tipis. “Aku memang kaget.”

“Bukan karena kedatanganku yang tiba-tiba, kan? Aku tidak menganggumu, kan?” tanya Ji Won berentetan.

Suzy menggeleng. “Sama sekali tidak. Ini toilet kedai, tempat umum, jelas aku tidak merasa terganggu kalau ada seseorang yang tiba-tiba masuk ke sini.”

Ji Won tersenyum. Gadis itu berjalan mendekat. Dia hendak mencuci tangan rupanya. “Lalu… kau kaget karena apa? Karena pemuda yang masih menunggumu di meja di luar sana… mengatakan sesuatu yang mengejutkan?” tanya sambil mengerling menggoda.

Suzy mengerjapkan mata.

“Aduh, tak perlu kau jelaskan… semua orang bisa mengetahui… kalian sepasang kekasih. Ya, kan? Kalian terlihat sangat manis bersama.”

“Tidak.” Suzy nyaris tersedak karena tawa. “Dia bukan kekasihku. Dan… kurasa kami terlihat manis karena sedang memakan banyak glukosa―es krim di kedai ini benar-benar manis.”

Mata Ji Won membulat lucu. “Es krim di sini memang manis, dan itu lah yang terbaik. Oke, kalau dia bukan kekasihmu.. lantas… gebetanmu?”

Suzy memandang pantulan dirinya lagi. Dan dia tersenyum pahit. “Kami ini friends on the phone.”

Alis Ji Won bertaut. “Friends… apa?”

Friends on the phone. Hanya teman, Ji Won-ah.”

“Oh, hanya teman. Maaf sudah menduga yang aneh-aneh, Suzy-ah.” Ji Won membuka keran dan mencuci tangannya dengan sabun cair. “Lalu, apa yang dikatakan temanmu sampai kau kaget begitu?”

“Dia mengajakku menikah.”

Ji Won tersedak. “APA?”

“Tapi itu hanya bercanda.”

“O-oh… oh…” tangan Ji Won berhenti di udara. Gadis itu membuang napas kaget. “Wow… itu… memang benar-benar mengagetkan… bercandaan temanmu itu tidak lucu, Suzy-ah.” Ji Won memanyunkan bibirnya.

Suzy tersenyum. “Memang.”

“Kau harus mengatakan padanya, tak boleh begitu lain kali. Kecil-kecil sudah ngajak nikah. Untungnya hanya bercanda, hihihi.” Ji Won terkikik-kikik, tak menyadari senyuman di bibir Suzy menghilang.

“Ya… untung hanya bercanda…” Suzy menatap ke arah pintu toilet yang kini terbuka dan menunjukkan punggung Kyuhyun yang masih duduk di tempatnya. Air matanya seperti ingin jatuh. “Mana mungkin beneran?”

.

.

.

.

.

.

Pikiran Kyuhyun melalang buana.

Dia sama sekali tak fokus dengan sisa es krim di piringnya.

Bahkan dia sama sekali tak fokus dengan kepergian Suzy ke toilet yang memakan waktu nyaris dua puluh menit lamanya―Kyuhyun tidak akan protes hendak selama apa Suzy di dalam toilet, dia yakin benar perempuan dan toilet adalah saudara sepupuan yang terpisah jutaan tahun lamanya. Maka, ketika perempuan bertemu toilet, bisa memakan waktu “silahturahmi” yang lama sekali.

Kyuhyun tengah sibuk dengan pikirannya, dengan kebodohannya dua puluh menit lalu.

Bukan kebodohan tentang mengajak Suzy menikah, itu sama sekali tak bodoh dan tak ada salahnya bagi Kyuhyun yang sudah jatuh cinta pada Suzy sampai terbawa dalam mimpi.

Tetapi Kyuhyun merasa bodoh karena dia mengimbuhi kalimat “aku hanya bercanda” sedetik setelah ajakan nikah itu tercetus.

OH, ASTAGA! BODOH SEKALI KAN?!

Kenapa Kyuhyun mengatakan itu? Padahal dia tahu bahwa semua ajakannya sungguh-sungguh, dari hati?

Untuk sekali ini, Kyuhyun merasa gagal menjadi lelaki yang pemberani. Dia lebih mirip seperti tentara pengecut yang tidak mau diajak perang.

Kenapa dia mengatakan hanya bercanda?

Mengapa dia tidak langsung saja berlutut dan mengakui semuanya… lalu memberikan gelang yang sudah disiapkannya untuk Suzy?

Kyuhyun mengeluarkan kotak berlapis beludru yang disiapkannya di balik jaket. Kotak itu diputar-putarnya dengan lemas. Isinya gelang yang pernah dipesannya di Busan dulu, yang belum sempat dikasih ke Suzy dan memang rencananya akan diberikan malam ini.

Gelang memang tak seromantis cincin, tetapi Kyuhyun yakin Suzy akan menyukai gelang ini.

Tetapi, tetapi, tetapi, tetapi, tetapi… kenapa mulut bodohnya mengatakan hal yang tidak-tidak? Kenapaaa?!

Kyuhyun mengembuskan nafas frustrasi. Matanya menatap nanar ke arah kotak beludru di tangannya. Keadaan akan jadi begitu canggung jika Kyuhyun memberikan gelang ini sekarang. Kyuhyun memutuskan menyelipkan kotak itu ke dalam tas Suzy. Berharap jika Suzy menyadari kotak itu, membukanya, dan…

“Maaf aku lama.” Suzy muncul di hadapan Kyuhyun dengan seulas senyum. Membuat Kyuhyun buru-buru memperbaiki posisi dan memasang senyum tanpa dosa.

“Lama sekali di toilet?” tanya Kyuhyun basa-basi.

“Biasa.” Suzy mengedipkan mata.

Kyuhyun tersenyum. Iya, dirinya tahu kok. Suzy pasti sibuk “bersilaturahmi” dengan toilet.

“Kita pulang sekarang?” tanya Kyuhyun.

Suzy mengangguk. “Ya.”

Kyuhyun mengajak Suzy keluar kedai dan mereka naik mobil. Sepanjang perjalanan Kyuhyun sengaja memutar radio dan bersorak dalam hati saat mendengar suara N.CA mengalun pelan di dalam mobil.

“Ini lagu kita,” celetuk Suzy sembari menunjuk ke arah radio. Lagu “Hello Baby” terdengar begitu merdu.

“Iya, ini lagu kita.” Kyuhyun memandangi jalanan Seoul yang dibasahi hujan. Dia sengaja memelankan laju mobil dan lebih berhati-hati dalam berkendara.

“Mau bernyanyi bersama?” tawar Suzy. “Aku sudah hapal liriknya, …‘apa kamu mendengarkanku? Aku berbicara tepat di sampingmu’…” Suzy mulai bernyanyi lirik demi lirik.

’Apa kamu mengkhawatirkan sesuatu? Sepertinya ada yang tak beres’…” Kyuhyun ikut menimpali. Keduanya saling perpandangan, tersenyum penuh arti, dan kemudian kembali menyanyi bersama-sama:

 

Halo, lihatlah aku. Halo, tersenyumlah…

Berhenti melangkah secepat itu

Aku kehabisan nafas, air mataku meluncur turun

Kamu tampak seperti orang yang melarikan diri

 

Aku ingin menggenggam tanganmu, merangkul lenganmu, dan berjalan bersamamu

Aku memanggilmu namun kamu tak menjawab

Kenapa kamu melakukan ini?

 

 

.

.

.

.

.

.

“Sudah sampai.”

Kyuhyun menghentikan mobil tepat di depan rumah Suzy. “Aku akan ke rumah Siwon setelah ini, lalu pulang naik bus. Kau tidurlah, sudah malam.”

Suzy mengangguk. “Terima kasih untuk malam ini.”

“Sama-sama.” Kyuhyun tersenyum.

Keduanya saling berpandangan, sebelum akhirnya Suzy memutuskan untuk berpaling dan keluar dari mobil. Dan Kyuhyun hanya bisa menghela napas.

“Masuklah ke rumah, aku akan meneleponmu nanti,” kata Kyuhyun.

“Oke. Setelah sampai rumah kau akan meneleponku?” tanya Suzy memastikan.

“Tidak, setelah lima menit kau masuk rumah.”

Kedua alis Suzy bertaut. Kebingungan. “Lima menit…?”

Kyuhyun memandangi wajah Suzy. Dia mengangguk kecil. “Lima menit.”

Suzy masih terlihat bingung. “Berarti kau ingin meneleponku sambil melajukan mobil? Itu tidak boleh, Kyuhyun. Nanti kau kecelakaan.”

Kyuhyun terkekeh. “Tidak, bukan begitu. Aku akan tetap di sini. Ada sesuatu yang ingin kubicarakan padamu, tapi kurasa aku tak akan sanggup membicarakannya secara langsung.”

“Kenapa?” Suzy bertanya.

Kyuhyun terdiam sejenak. Pandangannya meredup. Namun kemudian dia tetap tersenyum. “Karena kita kan… friends on the phone.

Suzy ikut terdiam. Kyuhyun sempat mengira Suzy akan menolak usul itu, terlebih karena alasan Kyuhyun terdengar tak masuk akal, namun ternyata Suzy mengangguk dan mengatakan dia akan masuk ke rumah sekarang juga. Dan benar saja, setelah itu Suzy segera berbalik, membuka payung lipat, melangkah masuk pagar, dan menghilang dari pandangan.

Sementara Kyuhyun langsung melirik ke jam di pergelangan, menghitung detik demi detik yang berlalu begitu cepat. Kyuhyun menghela napas berkali-kali, kecemasan dan kegugupan melanda dirinya, namun dia tahu harus melakukan ini pada akhirnya.

Dua menit…

Kyuhyun bisa melihat lampu kamar Suzy menyala. Mungkin gadis itu langsung masuk ke dalam kamar, meletakkan tas, lalu merapikan rambutnya.

Empat menit…

Sebuah sms masuk, dari Suzy. Isinya:

 

Kau mau bilang apa, my friend on the phone?

 

Kyuhyun tersenyum. Dia hampir saja akan membalas sms itu, jika saja pertahanan dirinya tak begitu kuat.

Kyuhyun masih terus menghitung detik demi detik yang berlalu. Hingga akhirnya sampai pada hitungan menit kelima, Kyuhyun langsung meraih ponsel dan menekan tombol speed dial 1, nomor Bae Suzy.

“Hai, Bidadari… tebak-tebak…”

 

.

.

.

.

.

.

“Hai, Bidadari… tebak-tebak…”

Suzy bisa mendengar suara Kyuhyun begitu lemah. Dia agak curiga dengan itu, namun diabaikannya karena terlampau penasaran dengan apa yang hendak Kyuhyun katakan.

Sejak masuk ke rumah tadi, Suzy hanya bisa mondar-mandir di dalam kamar dan menghitung detik demi detik yang berlalu. Perhitungan waktu mendadak terasa lambat hingga Suzy sempat tak sabar dan mengirimkan pesan pada Kyuhyun. Sayangnya, Kyuhyun tak membalas pesan tersebut. Hal itu sukses membuat Suzy makin kelimpungan.

“Ya?” Suzy berusaha menenteramkan desiran di dadanya.

“Benda apakah yang ada di tas mu?” tanya Kyuhyun lagi.

“Tas ku?” Suzy meraih tasnya dan membukanya. “Tidak ada apa… eh?” tangan Suzy menyentuh sebuah benda halus berbentuk kotak. Dia tidak tahu sejak kapan benda itu masuk ke tas.

Suzy menariknya keluar, membuka kotaknya, dan tertegun saat melihat sebuah untaian gelang yang indah. Gelang itu berwarna cokelat keemasan dan ada banyak sekali gantungan berbentuk balon yang melekat di tiap celah rantainya.

“Dariku, untukmu,” ujar Kyuhyun. Seolah tahu bahwa Suzy tengah memegang gelang itu.

Suzy menggenggam erat gelang itu. “Jadi ini yang ingin kau katakan lewat telepon? Kau memberikanku hadiah?”

“Hadiah perpisahan.”

“Hadiah… apa?” Suzy tercekat. “Apa maksudmu?”

Kyuhyun terkekeh parau. “Kau ingat tidak, aku pernah bilang ingin membantumu mencarikan kebahagiaan karena kau sudah banyak membantuku agar bahagia? Kau membuatku memaafkan ayahku, kau membantuku membentuk kembali keluargaku. Kau… aku berhutang banyak padamu.”

Suzy mendekat ke arah jendela dan menyibak sedikit tirainya. Di luar sana, mobil yang dikendarai Kyuhyun masih terparkir. Namun karena kaca mobil gelap, dia tak bisa melihat sosok Kyuhyun di dalam sana.

“Aku masih tak mengerti maksudmu.”

“Aku sudah menemukan caranya agar membuatmu bahagia,” ujar Kyuhyun lagi. “Aku rasa… kita hanya perlu jadi teman friends on the phone. Kita tidak boleh bertemu lagi. Kita hanya boleh berteman ditelepon saja.”

“Kenapa kau mengatakan hal itu? Kenapa kita tidak boleh bertemu lagi?”

“Sebab kau akan menikah dengan orang yang sudah dijodohkan denganmu…”

Suzy mendengarkan ucapan Kyuhyun dengan tak mengerti.

“Dan aku, jika bertemu terus denganmu, aku bisa berpotensi merusak perjodohan itu.” Terdengar hembusan nafas Kyuhyun dari seberang sambungan.

“Kenapa bisa?”

“Karena aku…. sungguhan menyukaimu.”

Suzy tersentak mendengar ucapan Kyuhyun.

“Aku sangat…menyukaimu, Bae Suzy.”

“A-apa…?”

“Aku sangat menyukaimu. Aku menyukaimu luar dan dalam. Aku menyukai segala kelebihan dan kekuranganmu. Aku tidak peduli dengan statusmu, aku hanya peduli dengan hatiku yang terus meneriakkan betapa aku menyukaimu. Tapi aku sadar diri… aku tidak akan pantas bersanding denganmu. Aku selalu membuatmu kesusahan, aku tak bisa melindungimu, dan aku tak akan pernah sepadan dengan derajat semua pemuda yang dijodohkan padamu. Maafkan aku, tapi aku harus menjauhimu sebelum aku benar-benar menculikmu dan memaksamu menikahi pemuda sepertiku. Di kedai tadi, aku hampir hilang akal, mengajakmu menikah. Tapi lalu aku berkaca, perbuatanku sangat tidak pantas. Aku menarik kata-kata itu, namun yang sesungguhnya memang aku sangat menyukaimu dan nyaris gila karenamu.”

“Kyuhyun…” dada Suzy berdesir mendengar ucapan Kyuhyun. Matanya berkaca-kaca. Hatinya dipenuhi aneka rasa yang menggetarkan. Jadi, tadi… ucapan di kedai tentang pernikahan itu… tidak bercanda? Itu sungguhan?

“Maaf, maaf, maaf. Kau pasti anggap aku sinting sekarang. Aku bahkan mungkin tak pantas berteman denganmu… maaf, maaf, maaf…”

Air mata Suzy berjatuhan mendengar penuturan tulus Kyuhyun. Ada rasa putus asa dalam suara Kyuhyun, emosi yang menggelegak bercampur kesedihan. Permintaan maaf yang disebutkan berulang-ulang membuat perasaan Suzy tercabik-cabik. Suzy terus melihat ke luar jendela dengan pandangan nanar.

Oh, Tuhan… lihat pemuda ini… betapa tulusnya Kyuhyun menyukai dirinya… dan sungguh, kita tidak perlu meminta maaf jika menyukai seseorang, bukan? Oh, Tuhan… Suzy harus bagaimana?

“Makanya, kupikir, Bae Suzy… kita lebih baik jadi Friends on the phone saja…”

“Tidak, Kyu!” Suzy tersentak mendengar keputusan Kyuhyun. “Kyu, tunggu…”

Kyuhyun sepertinya tidak mendengar panggilan Suzy, pemuda itu terus melanjutkan ucapannya. “Biarkan aku melihatmu bahagia, Bae Suzy.”

Suzy segera berlari melesat keluar kamar, pandangannya sempat tertancap pada amplop di atas meja, Suzy meraih amplop itu sebelum akhirnya kembali berlari keluar rumah.

“Kyuhyun, dengarkan aku sebentar.” Suzy meminta perhatian Kyuhyun. Namun sia-sia, Kyuhyun tampaknya masih tetap tak mendengarkan. Dengan penuh putus asa Suzy menerjang udara dingin di luar, hujan masih turun rintik-rintik membasahi kepala Suzy, namun gadis itu tak peduli. Dia membuka pagar dan berlari ke arah mobil yang masih terparkir di tempatnya. “Kyuhyun―”

“Selamat tinggal.”

Klik.

Sambungan terputus.                    

“Tidak, Kyu! Dengarkan aku duluuu!!” Suzy menjerit, dia langsung menggedor-gedor jendela mobil. Berniat mencegah mobil itu pergi yang juga akan membawa Kyuhyun pergi selama-lamanya dari hadapannya. Namun alangkah terkejutnya Suzy saat tiba-tiba jendela mobil terbuka dan justru kepala Siwon-lah yang muncul.

“Wooow, Suzy! Kenapa kau malam-malam keluar rumah?” ujar Siwon cemas.

“Sepupu…?” Suzy bingung bercampur kaget, bola matanya berpendar menyisiri isi mobil namun tak ada tanda-tanda kehadiran Kyuhyun di situ. “Kenapa kau ada di mobil ini? Kyuhyun mana?!”

Siwon malah kelihatan bingung. “Lho, Kyuhyun tak bilang padamu ya? Dia tadi mengirimiku pesan agar menjemput mobilku di rumahmu. Aku setuju-setuju saja. Oh, ya, aku juga tadi papasan dengan Kyuhyun di depan gang, dia mau pulang naik bus―hei, Suzy! Kau mau ke mana?!” Siwon keluar dari mobil begitu melihat Suzy berlari kesetanan menuju gang rumah. “Suzy! Ini hujan! Kembali ke rumaaaah!! Kau bisa sakittt!!”

Teriakan Siwon tak dipedulikan Suzy. Dia terus berlari meski hujan mendera tubuhnya. Wajahnya basah, tubuhnya gemetar, dan kakinya terasa ngilu. Suzy merasakan rasa sakit yang luar biasa di sekujur tubuh. Namun satu hal yang terus menggerakkan tubuh Suzy tanpa henti, yaitu dia harus mencegah kepergian Kyuhyun dari hidupnya!

“Kyuhyun!” Suzy berteriak, memanggil Kyuhyun. Kepalanya menoleh ke kiri dan ke kanan. Sepanjang jalan hanya ada sepi dan hujan yang berkeliaran. Tak dilihatnya sosok Kyuhyun di mana pun. Suzy terus melanjutkan larinya, terus mencari-cari Kyuhyun. “Kyuhyun! Kyuhyun!”

Sia-sia. Kyuhyun tetap saja tak ada di mana pun.

Suzy mulai menangis, awalnya hanya isakan, namun lama-lama jadi besar. Mata Suzy terasa perih, sebab air hujan masuk ke matanya dan bercampur dengan air mata. Dada Suzy naik turun tak beraturan. Tubuhnya menggigil. Dan kakinya… Suzy bisa merasakan kakinya berdenyut-denyut nyeri.

Dia tahu dia tak boleh berlari, dan dia tetap memaksakan diri untuk berlari.

Dan entah kenapa kenangan terakhirnya bersama Kyuhyun kembali terputar di kepala. Saat keduanya bernyanyi lagu, lagu yang menjadi kenangan mereka sejak awal berkenalan.

 

Halo, lihatlah aku. Halo, tersenyumlah…

Berhenti melangkah secepat itu

Aku kehabisan nafas, air mataku meluncur turun

Kamu tampak seperti orang yang melarikan diri

 

“Kyuhyun… Kyuhyun…” Suzy bagai orang kehilangan arah. Dia menggigit ujung kukunya, matanya berpendar panik, dan ekspresinya tampak sangat kalut. Hanya ada hujan di mana-mana. Dan tetap tidak ada Kyuhyun. “Kyuhyun… huhuhu… Kyuhyun…” Suzy menutup wajah dengan kedua tangannya. Dia berhenti sejenak sebab tangisannya mulai mengaburkan penglihatannya. “Aku tidak ingin… aku tidak ingin semua berakhir seperti ini…” Suzy terisak-isak. “Sungguh, tidak… tidak… mau…”

 

Aku ingin menggenggam tanganmu, merangkul lenganmu, dan berjalan bersamamu

Aku memanggilmu namun kamu tak menjawab

Kenapa kamu melakukan ini?

 

Perlahan-lahan, bagai mesin penghapus otomatis, ingatan terakhirnya bersama Kyuhyun memudar. Memburam. Dan menghilang…

Suzy merasa jiwanya kosong.

Menyadari bahwa mungkin inilah, akhir dari segalanya.

 

 

rainy-night-20737-1366x768

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

“Suzy?”

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Suzy mengangkat kepala. Hujan sudah berhenti?

Tidak, hujan belum berhenti.

Hujan masih turun dengan deras. Namun tidak mengenai tubuhnya.

Seseorang melindungi dirinya dari hujan.

 

 

dream04-00375edit2

 

 

 

 

 

“Kyuhyun?” Suzy mengerjapkan mata. Melihat sosok yang memegangi payung untuknya. Dan mendadak, keterkejutan menguasai dirinya.

KYUHYUN? Dia di sini?!

 

 

 

 

 

 

 

“Kenapa hujan-hujanan?!! KALAU KENAPA-KENAPA GIMANA? KALAU SAKIT GIMANA?!” Kyuhyun berteriak, suaranya benar-benar kencang bagai membelah hujan.

Suzy terdiam, antara kaget dan agak takut dibentak seperti itu. Sebelum ini Kyuhyun tak pernah berteriak begini padanya. Apa ini hanya khayalannya? Tak mungkin Kyuhyun sungguhan ada di sini, kan?

Mata Suzy mengerjap, napasnya naik turun tak beraturan. Dipandanginya Kyuhyun seksama. Sungguh dia masih meragu sosok Kyuhyun nyata atau hanya fiksi.

Kaos hitam yang Kyuhyun kenakan tampak basah, dan mata Suzy mampu menangkap momen-momen ketika bahu Kyuhyun bergidik kecil, seolah ingin melepaskan rasa dingin yang menusuk-nusuk. Air jatuh terjun bebas di rambut Kyuhyun, membuat pemuda itu tampak seperti terkena siraman air bah. Meski Kyuhyun memegang payung, namun seluruh fungsi benda itu hanya dipergunakan untuk memayungi Suzy. Sementara Kyuhyun membiarkan dirinya terkena hujan.

Kyuhyun yang begini, terlihat sungguh kacau dan berantakan. Beda dengan yang terakhir kali dilihatnya. Suzy jelas masih tak yakin ini Kyuhyun sungguhan atau bukan.

“Kau nyata?”

Suzy berucap dengan nada paling tak yakin yang pernah dicetuskannya. Pelupuk matanya masih tergenang oleh tangisan yang tak kunjung reda, bercampur dengan rintik-rintik hujan hingga menjadikannya tak terlihat dengan jelas. Namun sosok Kyuhyun―yang masih diragukan nyata atau tidak―seolah menyadari tangisan Suzy dan wajahnya berubah sedemikian khawatir.

“Kenapa? Ada apa? Kenapa menangis? Apa kau sakit?” Kyuhyun memeriksa kaki Suzy dan air mukanya berubah keruh. “Kakimu bengkak, Bidadari. Kakimu―”

Suzy memeluk Kyuhyun. Tiba-tiba. Hingga membuat ucapan Kyuhyun terhenti. Hingga membuat tubuh pemuda itu menegang kaku.

“Kau nyata…” bisik Suzy lega. “Kukira hanya khayalan…”

Kyuhyun tercenung sesaat, pandangannya meredup. Dia menghela napas sebentar sebelum akhirnya membuka mulut, “aku nyata, Bae Suzy. Tapi seharusnya kita tak bertemu lagi. Kenapa kau ada di sini? Kau bisa sakit. Lihat kakimu membengkak.”

“Aku menyusulmu. Aku ingin mengatakan bahwa tak seharusnya kita tak bertemu lagi. Aku tak peduli dengan kakiku. Aku lebih peduli dengan kepergianmu.” Suzy menggigit bibir bawahnya. “Yang seharusnya minta maaf itu aku, bukan kau, Kyuhyun. Aku masih belum bisa melupakan Donghae. Aku masih terus memikirkan almarhum suamiku. Namun bodohnya, aku juga jatuh cinta padamu.”

Kyuhyun terkaget mendengar ucapan Suzy. “Kau… apa?”

Suzy tersenyum, melepaskan pelukannya. “Aku juga menyukaimu, Cho Kyuhyun. Sangat menyukaimu. Baik kelebihanmu maupun kekuranganmu.”

Suzy menyukai perubahan wajah yang terjadi di wajah Kyuhyun. Wajah tampan itu kini terlihat bagai orang linglung saking kagetnya. Mata cokelat itu terus mengerjap beberapa kali bagai orang bodoh. Dan wajah itu… juga memerah… membuat Suzy semakin tersenyum lebar. Aduh, sesungguhnya Suzy juga malu saat mengakui perasaannya. Namun Suzy tidak tahu lagi harus bagaimana agar Kyuhyun tak menghilang dari pandangannya. Ucapan itu lantas tercetus begitu saja dari bibirnya.

“Terimakasih sudah menyukaiku yang apa adanya. Sungguh, perasaanmu yang begitu sangat kuhargai. Aku merasa luar biasa saat menyadari ada orang yang menyukaiku meski telah tahu diriku yang sebenarnya.”

“Hanya orang-orang bodoh yang kabur karena melihat sedikit keburukan manusia.” Kyuhyun menyentuh wajah Suzy hati-hati. Mengusap lembut air mata yang mengalir membasahi pipi bulat gadis itu. “Terimakasih sudah balik menyukaiku.” Kyuhyun menarik napas panjang. Sepertinya ini saat yang tepat mengungkapkan seluruh isi hatinya. “Bae Suzy, aku tahu umur kita masih enam belas tahun, dan aku tahu diriku tak sepadan dengan pemuda lain, tapi apa kau mau… jika bersama-sama dengan diriku terus… hingga nanti, hingga rambut kita memutih?”

Suzy tersenyum tipis. “Mau. Aku mau.”

“Aku tahu ini kedengarannya konyol, tapi apa kau mau menikah dengan pemuda yang suka tawuran dan tubuhnya dipenuhi tato?”

Suzy menundukkan wajah. Pipinya memerah, dan dirinya tersenyum makin lebar. “Mau. Aku mau.”

Kyuhyun ikut tersenyum melihat ekspresi Suzy. “Dan dia tidak bisa bermain piano?”

Suzy terkekeh. “Mau. Aku mau.”

Kyuhyun agak membungkuk, hingga wajahnya sejajar dengan wajah Suzy. Agar dia bisa melihat wajah yang membuatnya tergila-gila itu dari jarak dekat. “Dan mungkin bakal dimarahi orang tuanya saat besok membujuk mereka untuk melamarmu langsung?”

“Hahaha, tentu saja aku tetap mau.” Suzy mulai tertawa renyah. Di pikirannya terbayang bahwa Kyuhyun akan dipukuli Ayah dan Ibunya karena tahu-tahu berkata, “Ayah, Ibu… aku jatuh cinta pada seorang gadis. Aku ingin menikahinya. Aku tahu aku belum lulus sekolah. Aku tahu, aku tahu, aku masih belum bisa menyetrika baju sendiri. Aku tahu, Ayah… Ibu… jangan disebutkan aib-ku yang lain! Aku hanya ingin meminta satu hal, bisakah kalian melamarkan dirinya untukku?”

Suzy tahu perjalanan kisah mereka akan sulit. Namun Suzy percaya, Kyuhyun akan mengatasinya.

Karena…

tidak ada karena-karena an.

Suzy hanya punya firasat seperti itu.

Suzy percaya sepenuhnya pada Kyuhyun.

Kyuhyun tersenyum. Suzy ikut tersenyum. Keduanya saling bertatapan dalam jarak kurang dari sejengkal. Hujan agak mereda. Dan samar-samar terdengar lagu Hello Baby dari radio di dekat supermarket. Lagu itu membuat keduanya luruh dengan perasaan masing-masing.

Dan Kyuhyun, dengan suara amat pelan nan lirih, berbisik pada Suzy, “maaf ya, Suzy…”

“Maaf?” Suzy mengerjapkan mata tak mengerti. “Maaf untuk apa?”

“Untuk…” Kyuhyun tersenyum, tak melanjutkan ucapannya, melainkan tubuhnya bergerak ke arah Suzy. Tangannya melepaskan pegangan pada gagang payung, hingga benda itu terjatuh di aspal. Membiarkan tubuhnya dan Suzy terkena rintik-rintik gerimis. Kyuhyun masih terus menatap wajah indah Suzy. Hingga kemudian, dengan perlahan, Kyuhyun mendekatkan wajahnya dan mengecup lembut bibir gadis itu. “…untuk ini.”

 

yellow-umbrella-rain-2560x1600edit1

.

.

.

.

.

.

“Kyuhyun, apa kau mau… merobek foto ini untukku?”

Suzy menyerahkan selembar amplop itu.

Mereka duduk di bangku halte, dalam keadaan basah kuyup dan menggigil kedinginan. Suzy bersikeras menemani Kyuhyun menunggu hingga bus tiba. Tak peduli dengan kakinya yang membengkak. Tak peduli dengan protes yang diajukan Kyuhyun. Suzy hanya berkata pada Kyuhyun, ‘kaki ini akan sembuh jika dikompres. Jangan terlihat mengkhawatirkanku begitu dong, ini peristiwa yang biasa untukku’.

Mendengar ucapan Suzy membuat Kyuhyun berhenti protes, tapi tak berhenti mengkhawatirkan Suzy. Maka, Kyuhyun membelikan cold pack untuk Suzy.

“Foto mantan calon suamiku. Orang yang akan dijodohkan padaku besok.” Suzy tersenyum tipis. “Anggap saja, sekarang aku sudah jadi calon istri orang. Aku tidak menerima perjodohan lagi.”

Kyuhyun terkekeh “Baiklah, dengan senang hati akan kuenyahkan foto ini.” Kyuhyun mengeluarkan foto dari amplop, meliriknya sekilas, dan alisnya seketika bertaut. “Suzy-ah? Ini yang akan dijodohkan padamu?”

“Iya.”

“Sungguh?”

“Iya, sungguh.”

“Kau tidak bohong?”

“Tidak, Kyuhyun. Aku tak bohong.”

“Kau sudah melihatnya?”

“Sudah.”

“Dan menurutmu dia mirip Lee Dong Hae?”

“Iya…” Suzy menatap Kyuhyun. “Memangnya kenapa?”

Sebuah mobil sedan melintas di depan mereka. Sorotan lampunya mengenai belakang kepala Kyuhyun. Membuat efek aura berwarna keemasan.

“Bae Suzy, lihat baik-baik…” Kyuhyun mengangkat foto itu tinggi-tinggi. Alisnya berkerut-kerut dan ekspresi wajahnya tampak tak percaya bercampur geli. “Ini kan… fotoku.”

.

.

.

.

.

.

To be continued

 

.

.

.

Hai semuaaa…

Pertama-tama mau minta maaf karena selama 3 bulan ini menghilang nggak ada kabar kayak Bang Toyib. Aku sibuk bgt kemarin-kemarin, sibuk sesibuk-sibuknya. Sampai2 nggak bisa lanjutin Angel’s Call. Kuberitahu satu hal, untuk nulis satu part AC ini aku butuh waktu jumpalitan sekitar semingguan. Bisa dibayangkan kan berapa minggu yang aku butuhin buat menyelesaikan AC sampai part 21 ini? Hehehe

Yang kedua, aku mohon maaf karena part ini nggak end ternyata HAHAHA. masih ada satu atau dua adegan lagi yang bersisa. sebenernya mau aku terjang aja, tapi aku lebih suka ngasih tanda to be continue di bagian atas sanaa ituuuuu dibanding tanda END *plak* xD sabar yaaa… doain semoga besok beneran END kekeke

Yang ketiga, aku mau negasin buat kalian yang sudah dikasih password tp baca tp mendadak jadi sider, plis jgn gitu yaaa. Aku tahu baca blog ini mmg free, tapi aku butuh komentar dan kritik kalian supaya tulisanku lebih bagus lagi. Kedengarannya sepele, tapi tahukah kalian komentar kalian itu seenggaknya udah bikin aku semangat buat ningkatin penulisanku🙂

Yang keempat, part ini sengaja nggak ku protek, iyaa.. wujud rasa salahku karena udah biarin kalian nunggu 3 bulan ampe aku diteror lewat email, twitter, dan inbox fb sgala hahaha. love u all!

p.s. kalo part ini cheesy gombal dan bikin muntah maapin otak saya yaa xD gara2 liat GIF nya kyu mendadak jai gombal begini daaah xD

regards,

Sophie M

 

pic spam: 

waktu Kyuhyun dan Suzy pelukan, bayangin aja begini xDD

dream06-00450edit1

dan wajah Kyuhyun yang ujan-ujanan be like:

tumblr_m9j1fmpwdQ1qf49rf

Tuhaaan kenapa mendadak Kyuhyun seksi bangeeet? *plak, abaikan* ini nih GIF yang bikin aku jadi gombal jijay mendadak xD

dan terakhir song spam, dengerin yaaa… ini lagu kenangan Suzy dan Kyuhyun di FF ini ^^

 

 

 

64 thoughts on “Angel’s Call (021)

  1. Annyeong q mungkin riders baru disini tapi qw udah baca ff ini tapi waktu nyari part 18, kepassword. Waktu q cek ternyata blognya beda. Gimana dong mau dapet passwordnya???

  2. aish aishhhhh part yang bikin hati jumpalitan tak karuan >.<

    padahal tadi udah merasa kasihan sama Kyuhyun karena udah gagal duluan sebelum menyatakan perasaanya sama Suzy, merasa sedih waktu Kyuhyun mengatakan maaf dan bilang tidak perlu bertemu lagi ahhh tambah sedih pas Suzy maksain keluar dan berlari-lari di tengah hujan buat ngejar Kyuhyun tapi eh tapi ternyata benar-benar ga diduga. ternyata tanpa harus merengek manja, kyuhyun sebenarnya sudah dijodohkan sama Suzy hahahahaha 😂 makin seneng pas Kyu mencium Suzy ahh pokoknya seneng banget.

    Suzy benar-benar lagi rindu sama Donghae sampai" bilang Kyu mirip Donghae 😂😂 gak sabar sama ending cerita ini 😄

  3. Jadi calon suaminya Suzy emang Kyu
    Ampun…. Nah itu adegan hujan hujanannya bikin hati ikutan basah juga 😆
    Kyu gk romantis tapi sumpah ini manis masa kekekeke

  4. Akhirnyaaa, Angel’s Call COMEBACK !!😀 Waktu baca ini agak nggak ngeh sama awalnya, soalnya lupa eps kemarin ceritanya gimana, akhirnya baca ulang lagi deh eps sebelumnya *curcol* Setelah nunggu sekian lama kok part kiss nya cuma segitu sih? kurang greget atuh😦 wkwkwkkwk

  5. Aku baca nih part sambil dengerin lagu NC.A hello baby, jadi lebih ngeresep thor dihati kyaaaaa!!! Sampe2 aku dengerin melulu, padahal dulu aku biasa2 aja sma lagu ini tapi gara2 ff ini malah jadi suka, soalnya emang sih lagu ini gambarin kyuhyun sma suzy (aku kyuzy shipper soalnya)
    Haaaah tinggal satu part lagi ya thor, gak sabar pengen tau klanjutannya + gk rela ff ini udah selesai huhuhu
    Yang penting author semangat ya nulisnya ^-^ karangan author yang satu ini bagus bgt kok, KEEP WRITING!!!

  6. huwaaa akhirnyaa yg dinanti2kn keluar jugak, smpai terharuu liat kk sophie punya postingan baru d blok, angel call pulak setelah hmpir tiap hari ngecek blokny kk sophie rasaanyaa ituh tidak tergambarkan wkwk.
    dan akhirnyaa kyu and suzy bersatu, yeay gk sad ending dan udh duga klo yg terakhir d jodohin sma suzy itu udh so pasti kyuhyun. mungkin matany si suzy lg silap ngeliat klo itu mirip donghae haha tp kdg mreka emg mirip sih aplg. klo kyuny lg gk gembul kkkk. btw foto kyuhyun yg ujan2an d atas emg bikin khilaf sih hihi

  7. Ternyata benar. Itu foto Kyuhyun😀
    yah si Suzy salpok jadi serasa liat Donghae. Ini pasti karna masih kena efek mimpi itu kali.
    Tapi sekarang mereka udah nyatain perasaan masing masing. Dan mereka, ya ampun mereka begitu manis. Mereka gemesin.
    Yah si Kyuhyun main nyosor nyosor aja, masih kecil juga.

  8. Akhirnya yang ditunggu2 nongol juga
    Udah lama nunggu2 lanjutannya akhirnya gak patah hati lagi deh
    Kmren2 setiap aku liat dan belum ada lanjutannya pasti langsung patah hati.

    Aku sedih banget pas kyuhyun bilang ke suzy kalau gelang itu adalah hadiah perpisahan karena mereka gak akan pernah ketemu lagi,
    Saking gak rela nya suzy kehilangan kyuhyun sampe2 suzy lari menerjang hujan dan mengesampingkan rasa sakit dikakinya,tapi akhirnya mereka ketemu dan suzy bisa ngungkapin perasaannya ke kyuhyun,
    Kyuhyun sampe kaget gitu pas tau kalau cowok yang akan dijodohin sama suzy itu ternyata adalaah kyuhyun sendiri yng awalnya dikira mirip donghae.

    Ditunggu lanjutanya yah
    Semangatt

  9. Alhamdulillah akhirnya rilis juga part ini. hehehe. ah kamu jahat Jeng Sofi, karena lebih seneng membubuhkan “to be continue” ketimbang “the end” :))

    Feelnya dapet banget. Kebayang gimana kecewanya Suzy ketika tiba2 Kyu ngajak nikah, tapi ujung2nya bilang cuma becanda. Rasanya pengen ngegorok si Kyupil. Terus kekagetan lainnya yg terasa nyata adalah ketika Suzy nerima telepon Kyu dan mendengar semua pengakuan Kyu. Oh god asdgfvayqgydh banget.
    Lalu, aku serasa merasakan langsung keputusasaan Suzy ketika berlari di gang rumahnya, menembus hujan, gak meduliin sakit di kakinya, buat nyari Kyuhyun. Gimana nyeseknya dia, karena Kyu seolah-olah cepet bener ngilangnya. Ya ampuuuuunnnnnn.

    Insya Alloh aku bakal komen terus, Sof (eaaa “sok kenal” alert), di semua ff-mu yg kebetulan aku ikutin. Cumaaa, rasanya aku gak bakal ngasih kritikan, karena sejauh ini aku selalu nikmatin karyamu, tata bahasanya pun enak. Ah. aku mulai bingunh harus ngomong apa lagi. Hehehe. pokoknya semamgat yaaa!

  10. Pingback: Trailer: Angel’s Call (Link 1-?) | sophiemorore

  11. Awal-awal aku baca aku mikir dlu, krena udh lama bngt ceritanya jadi aku lupa cerita sebelumnya…hehehe
    Aku suka bngt chap ini, Kyu-Suzy nya romantis, kekeke…
    Dan bkin aku ngakak pas mau tbc..
    Aigoo, ternyata itu ftonya kyuhyun…haduh ngebayangin ekspresi suzy kayanya lucu…

  12. Kakaaakkk hallooo…
    Aku ketinggalan huhu..

    Yadah gapapa sih :v.
    Kak tau gak.. ini tuh ini tuh ah kyuhyun tuh jadi kyuhyun ituu.. nah kan aku gatau mau ngomong apa. Kyuhyun sih. Ngganteng sih :v. Apaan sih :v..

    Hayolohh.. jadi selama ini kyuhyun sama donghae kembar ? :v .. :v..
    Hayoloh..:v.

    Apapun itu yang penting mereka udah tau kalo sama sama suka *eh :v..

    Btw ya..
    Kemarin aku beli remember winter lhoo.. :v astagah betapa aku membayangkan memiliki senior seperti ituu..
    Eh.. ada sih tapi..
    Loh kok jadi bahas yang lain :v..

    Wkwk..
    Udah ah. Nyampah:v

  13. Aduuuuuuuh….. itu pikiran suzy kenapa yaaaa…. ko jadi ribet ceritanya….hahahahah
    Ini mah emng ceritanya mereka harus mengungkapkan perasaannya masing masing yah….
    Wow… wow… wow…..
    So sweeet…..

    Sop, ak mah emng blm baca cerita yg baru di sni… baru ini ajaa….

  14. semirip apaan itu foto kyuhyun ampe dibilang mirip donghae ya ampun… :”D
    AAAKHH ROMANTIS BANGET SIH SUZY KYUHYUN, BISA AJAA AHH, PADAHAL MASIH BOCAH>< dan paling ngakak waktu ngebayangin kyuhyun minta izin ke ortunya…"dan jangan disebarkan aib lainnya" wkwkwk segitu banyaknya aib :"D

    SEMANGAT YAA SOPHIE UNNIEE SEMOGA BISA BACA KELANJUTANNYA TERUS😉

  15. yaelah akhirnya stlah skian lma akhirnya author nongol lgi ke permukaan…
    Kirain part ini udh mau ending tpi nyatanya blum. Next nya jan kelamaan dng pnasaran gmana ekspresi/? si suzy

  16. aaaaa plis ini dijadiin drama aja bisa gak sih?? yuk kita print terus kita amplopin ke sbs :'((((
    hiks berasa kaya lagi nonton drama deh
    walau rada ketebak kyuhyun ujung ujungnya sama suji tapi tetep aja, aku butuh fic ini untuk menuntaskan kegalauanku asli mennn
    btw, buat author, sophie semangat!!! lanjutkan terus mengasah bakat lewat fic2 kece badai kaya gini

  17. Tuh kan beneeeeeer kalau calon suaminya itu si Kyu Hyun. Tapi koq Suzy waktu liat fotonya malah bilang mirip Dong Hae? Mirip darimananya? Ah, sudahlah! Yang penting dilanjut ff-nya xD oia, aku bkn reader bru loh ya, cm ganti ID, yg dlu Ayunie CLOUDsweetJEWEL *GakAdaYgNanya😄

  18. (Mian, ga komen storynya because you know what hihi… just wanna say… –>>) Haiii.. welcome back… Bae Suzy… Happy new year 2016… selamat buat (soon) novel barunya…
    Jangan ngilang-ngilang lagi yuaaa.. hihi..

  19. Akhirnya dipost juga part 21, seneng banget baca part ini karna akhirnya kyuhyun bisa nyampein perasaan dia yg sesungguhnya ke suzy walaupun harus jujur lewat telpon. Aksi suzy menerjang hujan buat nemuin kyuhyun juga ngga sia-sia karna akhirnya perasaan kyuhyun terbalaskan.
    Ngga nyangka kalo ternyata yg dijodohin sama suzy itu kyuhyun.

  20. demi apa😦 gue begadang lagiii wkwkkwkwkw , thanks bangeetttt udahh update :’)))))))))) tengah malam baru buka email and ada post nya sophie angel call omg tanpa babibu mikirin jam langsung buka saking senang nya😀 kyu >< kalian baru 16 loh hahhaaduh udah mikirn nikah , gue aja 17 masih menjomblo wkwk , yakkk dari awal pas suzy di jodohkan emang udah ser kalau itu tuh si kyuhyun , soalnya si siwon ngode ngode gitu , tapi malah jadi bingung karna si suzy bilang mirip si dongek yakkk haha , tenyarta benar si bang cho. selamat deh buat kalian ,kkkk semangat juga sophiee ,… keep writing and figthing !!!!!!!!!!!!!

  21. Balik komen lagi…. hahah maafkan..
    Td komen blm puas tp tkut kpanjanga hahahah…
    AiAihhihihihi
    Ciyaa kyuhyun jd sweeet gini…. duhh ko ane jd ngarep ini ff d jadiin filem y eon…seru kya.a… tbakan q bener euyyy yg mw d jodohin sma suzy itu kyuhyun *^O^*…uudah ah jan pnjang2 sian yg baca komen ane takut mual….wkwkwk fighting eon *^O^*

    • nggak apa2 komen lagi
      komen yang panjang jg nggak apa2 wkwkwk

      hmmm iya deh kayaknya asyik dbikin film pendek yang durasinya cm 10 menitan per epi kekeke

      makasih ya sekali lagi, udah mau baca ff ini😀

  22. HUAAAAHHHH AKHIRNYAAA NIH FF NONGOL FF FAVORIT YG TIAP BUKA EMAIL PALING ANE CARI…THANXZ EON MSH D LANJUT NIH FF RADA TAKUT JUGA NUNGU AMPE 3 BLN KGA ADA KABAR/ASLI LOH ~^O^~
    ..TDI PAS CEK EMAIL ADA NOTIP DR NIH BLOG LNSUNG CUZZZ PAS BGT LGI CPE BRU SLSAI KRJAAN hahaha

    Btw maafkan capslock jbol wkkwkwk
    D tungu sangat lanjutan ff ini & ff mu yg lain…..fighting shoppie eonni…love u ^^ *^O^*

  23. Jum’at yang indah.. setengah ga yakin buka blog kamu ternyata ada kejutanna.
    Makasih sophie 😘😘😘

    Chap ini manis na melimpah ruah. Kyuhyun gentle banget. Kata2 na waktu ngelamar suzy bikin baper. Jadi ikut deg2an , padahal bukan aq yg dilamar.. hihihihi. Dan saya sudah curiga kalo yg mau dijodohin sama suzy itu kyuhyun. Soal na siwon na setuju2 aja. Malah kayak na ngatur supaya suzy sama kyuhyun bisa berduaan. Ahh…ga sabar nunggu kelanjutan na. Semoga chap berikut na belum end. Rasa na belum rela berpisah dengan couple ini… fighting sophie!!!

    P.s : shop, boleh minta pass yg chap 19 ga? 😊

    • iyaaasama sama ekaa
      kekeke
      si kyu emang bikin bapeerrr pas yg dia nelepon itu jg bikin baper xD
      dan pas dia nyium suzy awsdfghjk banget xD
      hihihihi makasih udah suka couple ini
      semoga bisa berakhir dengan baik

      p.s minta di password ka…😀 sertain email muuuu

  24. Setelah nunggu berapa bulan…
    Wah… Bittersweet bgt ceritanya :’)
    Awalx sempat ragu yg dijodohin dgn suzy kyuhyun atau bukan, ternyata kyuhyun memang hanya untuk suzy seorang.
    Semangat utk chapter berikutx onni!
    P. S. Jujur sya msh gak rela kalau ff ini end di chapter depan

  25. Yeay.. Sekian lama dan hampir setiap hari saya buka tutup blog ini untuk liat update-an terbaru AC akhirnya muncul juga sekarang..

    Walaupun diawal2 baca agak lupa sama cerita kemarin gimana dan maksudnya apa, akibat kelamaan update pasti gitu lah ya..

    Kyuhyun tuh gimana sih, mungkin masih belia kali ya.. Jadi agak plin plan buat keputusan tepat apalagi soal nikah.. Aku aja yg 18 thn gk bisa ngomong apapun klo di ajak nikah, pasti bakal nolak.. Kkkk~

    emg part selanjutnya bakal di post bsk?? Gk kecepatan?? Atau cuma istilah doang?? #apadah intinya saya lebih suka kalimat ‘Lebih Cepat Lebih Baik’ untuk jadwal postnya #nyengir

    pas bagian akhir menuju TBC juga saya langsung nggk ngeh mendadak kehilangan fokus, apa Donghae dan Kyuhyun itu org yg sama..??

    Hanya itu, sekian^^

    • Ya kamu benar, salah satu yang bikin kyuhyun plin plan itu karena pernikahan di umur 16 itu… masih cukup asing baginya. meski dia nerima status suzy sebagai janda, tapi dia ttp aja bingung gimana harus memulai ngobrol soal nikah. apalagi suzy kan keliatan pasrah bgt sama calon yg udh dipilihn buat dia.

      hahaha nggak… nggak besok juga… doain aja secepatnya.

      suzy itu salah lihat, kan semua orang dilihatnya kayak donghae gara2 mimpiin waktu masa2 dia masih sama donghae🙂

  26. suprise pas liat email masuk dari blog sophiemorore
    seriusss akhirnya update lagi
    kmn aja neng? sibuk bener ampe 3 bln ga muncul2?
    tp gpp laaah yg pnting dilanjut ff nya
    aku suka bgt part ini
    akhirnya yaaa
    kayaknya bakal happy ending
    ayoo buruan publish next part yaa, ga sabar ini dapat penjelasan knp bisa kyu yg jd calon suaminya keke

    • iya sibuk bgt ayeee
      ada proyek lah hehehehe
      makasih ya udah nungguin ff ini meski ga update2 hehehehe
      doain aja biar cepet dipublish next nya aye udah sangat muak ini bkin ep ep nya akang kyu mulu wkwkwk

  27. TUH KAN BENAR!!!!!!!!!!!!
    yang dipoto itu si Kyuhyun HAHAHAHAHAHA #ngakakLaknat
    aigoooooooooooooo
    yang sama2 ngakuin perasaan cuit cuit
    akhirnya setelah sekian lama jadi friends on the phone sekrng jadi calon suami
    nyahahahahahahaha ><

    semangat terus ya ^^~~~~

  28. lagu Hello Baby nya bagus ya trnyataaa langsung kudonlot loh
    dan kyuhyunnya kelihatannya awww bgt xD
    aku suka kata2 yg kamu pake soph
    kamu mmg jago bikin orang melting lewat ff ini
    sumpah pengin bgt kayak suzy dan kyuhyun!

  29. merinding, melting, nangis haru, jerit2
    semua campur aduk
    ini ff keren bgt
    plis jangan cepet2 endingnyaaa
    masih nggak rela pisah sama kyu dan suzy!

  30. nggak masalah ini nunggu 3 bulan kalau hasilnya gini author-nim
    sweet bgt!
    asyiiikkk
    tadinya udahhopeless bakal happy ending, mesti sad nih… mesti… udh ngira gitu. apalagi hawa2nya suzy dan kyu buntu banget buat saling nyatain perasaan mereka
    tapi pas endingnyaaa aaaa pas kyu nyium suzy dan twist yang nggak terdugaa
    bikin jerit2
    ini pasti bakal happy! yakin deh!

        • apaa? seo kangjoon?! ya ampon kenapa malah nyasar ke anak satu ituuu??? wkwkwkwkkwk
          paraaaahhh

          sebenarnya bkin part ini bikin perut mules,wkwkwkwk
          dan sempet agak drop pas kyu terlibat skandal gara2 mulutnya yang suka nggak dikontrol kalo ngomenin orang begitu
          baca skandal itu bikin agak blank pas ngetik part ini,
          untunglah lancar2 aja dengan memperbanyak asupan melototin wajah sok cakepnya kyu xD

Just talking...

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s