You

fotografijos-patarimai-miesto-fotografija-ii-dalis.jpg

 

“Jawab pertanyaanku,” laki-laki itu berkata.

Aku menghentikan gerakan jemariku di ponsel, menoleh, dan memandang wajahnya.

“Ya?”

“Sebegitu membosankannya kah aku?”

“Maaf?”

Terdengar desahan napas. Lalu suara rintik hujan di luar sana, yang berbenturan dengan jendela mobil. Aura dingin musim hujan lagi-lagi menusuk kulitku. Dan entah kenapa mengingatkanku bahwa sepulang dari sini nanti, sesampai di rumah nanti, masih ada segunung pekerjaan menuntut diselesaikan.

Tadi sore saja, aku begitu nekat pergi keluar sambil tutup mata dan tutup telinga akan fakta aku terlalu banyak pekerjaan dan seharusnya tak pergi jalan.

“Aku membosankan ya menurutmu?”

“Maaf?” Dadaku berdentum pelan.

Dia mendesah lagi. “Kau lebih tertarik dengan grup whats app mu dibandingkan aku. Kau lebih sering tertawa saat melihat layar ponsel dibandingkan aku.”

Aku diam.

Pandangan laki-laki ini meredup. “Ini tidak akan sukses, ya? Hubungan kita…”

“A-aku…”

“Kau terlalu punya banyak teman… ”

“Kau berharap aku jadi sunflowermu? Yang hanya melihatmu saja?” tanyaku tak terima dengan alasan ketidaksuksesan hubungan yang dikemukakannya itu hanya berdasarkan alasan sepele ini saja.

“…iya, sepertinya begitu,” jawabnya. “Sepertinya kau tak benar-benar menyukaiku.”

Aku memalingkan wajah. Menatap keluar jendela. Dan dadaku terasa sesak.

Ponselku berkedap-kedip, chat dari anggota grup Whats App mewarnai layar.

 

Kyuhyun: Jadi saking salah tingkahnya, kau tak bisa ngomong? Alah, lulusan Komunikasi… bullshit sekali kalau jadi gagu! Hahahaha

Jessica: Cari topik sana, topik politik atau ekonomi, bukannya topik apapun kau paham? Jangan jadi lemah gitu.

Kyuhyun: Dia lagi jatuh cinta, Jessica…. sangat sangat jatuh cinta. Terlalu cinta sama yang ini, sampai tidak pernah sanggup bicara panjang lebar dengan orangnya… tidak sanggup menatap wajahnya… berusaha pura-pura cuek melakukan hal lain… demi menutupi jantungnya yang berdebar-debar!

Jessica: Jangan sampai laki-laki yang kau cintai ini sampai salah paham. Malahan nanti dikiranya kau tak tertarik padanya karena bersikap aneh terus!

Seungri: Kalau itu terjadi, mau tidak mau sahabat tersayang kita harus jujur… kalau dia memang cinta dan bahkan rela meninggalkan kerjaan kantor yang menumpuk demi menemani lelai pujaannya makan! 

Jessica: Sahabat kita tak akan jujur sampai sebegitunya. Sejauh ini dia memang orang yang jujur, kecuali soal perasaan.

Kyuhyun: Hei, Hei, Hei, Sophie… kok chat kita tidak kau balas? 

 

 

 

…. dan tak kuindahkan. Chat mereka. Kamu. Ataupun perasaanku.

Yang malam ini remuk redam.

.

.

.

.

END.

.

.

.

.

 

Hi guys, have you loving someone too much and seems like you hating him/her so much?

I have.

And the feeling just so cruel. 

It’s made you think, are you a suspect or victim?

If there’s credit and debit in this relationship, you just want to know, is the result minus or surplus.

 

Advertisements

One thought on “You

  1. Salting?
    Tapi sejujurnya, aku juga ga suka kalo pas cuma berdua trus ‘pasanganku’ malah sibuk maen hape.. Ato, keliatannya sibuk maen hape..
    (Kalo gitu, aku tinggal baca aja.. ^^)

Just talking...

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s