[FF/ Oneshot/ G / Up To You]

originalnn

-It’s up to you, Baby-

Lee Dong Hae adalah pemuda yang payah membuat keputusan.

Aku sudah tahu itu,

Dari dulu-dulu,

Sebelum negara api menyerang

Sebelum Katara bertemu Avatar

Sebelum Avatar beku di bongkahan es

Sebelum,

Ah sudahlah,

Aku sedang menyaksikan brosur iklan restoran steak kenapa yang kubahas malah Avatar berkepala pelontos?

“Jadi, Sayang, kita mau makan siang di mana?” tanyaku sambil mengibas-ngibaskan brosur di tangan. “Aldante buka cabang dekat sini. Mau coba?”

“Terserah.”

Dong Hae melirik ke arahku, tersenyum manis, dan balik fokus pada jalanan di depan.

Aku melirik lengan Dong Hae, kebiasaan yang sering kulakukan kalau mulai muak melihat wajah-selalu-tersenyum-menyebalkan khas nya.

“Kalau bosan dengan Aldante, kita bisa coba makan steak di O’steak,” kataku pada lengan Dong Hae.

“Terserah.”

Dong Hae melirikku lagi, agak mengernyit, dan bibirnya mengerucut. “Kau bicara dengan lenganku?”

“Iya.” Aku menengadahkan kepala. “Kecuali kalau kau mau bicara padaku selain kata ‘terserah’.” Kusindir dirinya dengan terang-terangan. Berharap dirinya akan sadar wajah tampan itu tak akan lebih enak dipandang dibanding lengan berotot, kalau hanya dipakai buat senyam-senyum bodoh saja.

Aku benci kata ‘terserah’.

Sungguh, benci sekali.

Kata itu terdengar feminin

Kata itu terdengar lemah, melambai, gemulai.

Kata itu keperempuan-perempuanan

Kata itu tak pernah kuharap keluar dari bibir Lee Dong Hae,

Yang jenis kelaminnya lelaki

Yang anehnya, selalu menyebut kata itu, layaknya sudah lupa kodratnya sebagai lelaki.

Oh, apa perlu kuingatkan saja?

Kali saja… dia beneran lupa

“Sayang, kau punya penis, kan?” tanyaku mendadak.

Dong Hae tersedak, nyaris menabrak pantat mobil di depan, dan buru-buru menginjak pedal rem.

Ckittt!

Mobil kami berhenti di tengah jalan.

“A-apa?!” dia agak gugup.

Aku mengernyit curiga. Kenapa dia gugup? Apa dia menyembunyikan sesuatu? Apa dia… “Jadi selama ini kau punya vagina, bukannya penis?”

“Kau… hei…” Dong Hae melongo. “Kau ini bicara apa sih, Ji Hyo?”

“Aku cuma ingin bilang, aku tidak suka kau mengatakan kata ‘terserah’ lagi.”

“Kenapa sampai bawa-bawa penis segala, Sayang? Apa hubungannya?”

“Entahlah, mungkin mereka saudara sepupu.”

“Astaga, Sayangku…”

Aku mengetuk-ngetuk jendela dengan ujung kuku. “Aku hanya ingin memastikan apa kau ini lelaki atau perempuan, soalnya ucapanmu selalu gemulai begitu. Terutama dengan kata ‘terserah’ yang sering kau ucapkan itu. Tiap aku bertanya, tiap aku minta kau memutuskan sesuatu, selalu kata itu yang keluar. Seolah-olah kau tak punya pendirian. Aku kan jadi curiga…”

Dong Hae menjalankan mobil lagi, setelah dia menghela napas berkali-kali. “Baiklah, kau memangnya mau aku jawab apa?”

“Jawab apa saja, asal jangan kata itu. Jangan kata yang lembek begitu, yang maskulin-lah. Tunjukkan kalau kau ini lelaki, bukan perempuan. Aku tidak mau jadi lesbi. Aku tidak mau pacaran dengan perempuan, atau pacaran dengan lelaki yang hatinya kayak perempuan.”

Dong Hae menghela napas lagi, kali ini lebih keras. “Baik. Fine. Aku tidak akan jawab pertanyaanmu dengan kata ‘terserah’ lagi.”

Aku menjentikkan jari. “Asyik.”

“Tapi janji, jika aku menjawab selain kata ‘terserah’, kau akan berhenti menatap lengan ku? Aku tidak mau punya ide gila untuk memindahkan mata dan mulutku ke lengan karena kau terus-terusan bicara sambil menatapnya.”

“Oke.” Aku tersenyum lebar. Kukibas-kibaskan lagi brosur iklan di tanganku. “Jadi, Sayang… siang ini kita mau makan di mana?”

Dong Hae diam sebentar.

Aku menunggu dengan berdebar-debar.

Ayo… katakan sesuatu selain kata ‘terserah’… katakan sesuatu selain kata ‘terserah’…

“Suka-suka kamu, Sayang.”

Gubrak!

“YAAAA!!! LEE DONG HAE!!!!”

Aku langsung menjitaknya gemas. Dong Hae berusaha menghindar, dia terkekeh-kekeh. Dan memasang wajah sok imut,

sengaja sepertinya.

Ingin membuatku mual dan muntah darah.

Sepertinya masih akan lama untuk membuat Dong Hae bisa memutuskan segala sesuatu dalam hubungan kami.

Masih lama dia lupa akan kodratnya sebagai lelaki maskulin.

Masih akan lama…

Sangat lama…

Oh…

Apa aku pergi saja ke jaman Avatar?

Minta ikut dibekukan di balok es.

Ide brilian.

.

.

.

.

.

.

.

“Serius nih, Sayangku…, kita mau makan siang di mana?”

“Di Kantor Catatan Sipil gimana? Sekalian nikah…”

.

.

.

.

.

END

47 thoughts on “[FF/ Oneshot/ G / Up To You]

  1. kkk ngakak banget pas bagian jihyo nanya ke donghae “sayang, kau punya penis, kan?” kkk iya nih kadang yah donghae itu orangnya emang kaya gabisa ngambil keputusan, keliatan kalo lagi di varietyshow

  2. haha,, ngakak bacanya,, karakter ji hyo di ffmu memang selalu begitu ya,, aneh tp lucu,, dr mana kata ‘terserah’ ada hubungan sama ‘p*nis’?? haha,, singkat tp bikin ngakak,,

  3. Aduh telat bacanya…
    Iya bner, dia mah kali kali harus digituin. Maueun geura dia diajam makan di kua mah….
    Kayanya ini curcol deh… #justfeeling…hihi
    Yakaleee

  4. yeaaaay kangennya aku sama tulisan ka sophiiiii huaaaaaaaaaaaaa readers lama nih :’) masih inget gak? gak usah di ingetlah ya wkwkwkwk

    selalu manis dengan jihyo dan haenya
    lup lup couple ini :3

  5. Sophiiiieeee… Aku kangen baca fic kamu sumpah….
    Dan selalu ya.. Pairing jihyo dan donghae itu sesuatu… Bikin senyam senyum terus… Keke.
    Tapi di fic ini kalimatnya donghae kan udah bener kan. Jawab selain kata terserah. Keke
    Sophie sekarang frontal ya kata-katanya. Kekeke

  6. Ini ff kocak bgt. Pas buat yg lagi galau2 gitu, hahahaha..
    Bikin senyum mengembang dan semangat lagi.
    Buat lagi ff yg kayak gini ya ka..

  7. Nah loh…kata2 terakhir na bikin semaput 😂
    Kalo jawab cuma seiprit tapi kalo ngegombal juara

    Oneshit na keren, simple, realita banget 👍

  8. Ntah siapa yg pe aakk…. Tapi biasanya iya sih.. Kata terserah itu perempuan yg biasa blang… Tapi bagaimana pun kamu mas aku tetap kesemse sama kamuu… Tapi setelah hyukjae yaaa 😆😆😆

      • Ga asiik ah replynya.. *swear, ini awakward banget cuma komen pendek2 gini*
        Bilang kek tereakk: KOMENNYA GINI DOAAANG? SUSAH LOOH INI BIKINNYA!! ato yang lebih dramatis melankolis apalah apalah gitu…

        • hahahhahaa sorry sorry lagi sibuk ini soalnya wkwkwkwkwk

          sini deeeh aku komen yang panjang:
          panjang panjang panjang panjang panjang panjang panjang panjang panjang panjang panjang panjang panjang panjang panjang panjang panjang panjang panjang panjang panjang panjang panjang panjang panjang panjang panjang panjang panjang panjang panjang panjang panjang panjang panjang panjang panjang panjang panjang panjang panjang panjang panjang panjang panjang panjang panjang panjang panjang panjang panjang panjang panjang panjang panjang panjang panjang panjang panjang panjang panjang panjang panjang panjang panjang panjang panjang panjang panjang panjang panjang panjang panjang panjang panjang panjang panjang panjang panjang panjang panjang panjang panjang panjang panjang panjang panjang panjang panjang panjang panjang panjang panjang panjang panjang panjang panjaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaannnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnngggggggggggggggggggggggggggggggggggggggggggggggggggggggggggggggggggggggggggggggggggggggggggggggggggggggggg

          gila komenku panjang bgt kan?

          • Sophie gilaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa…. swear dah ini mah choki choki (wa wa) juga kalah panjang.. hahahaaaa…. thank you darling… ini tuh bikin ngakak…. taruhan kamu pasti ngakak juga pas ngetik ini hahahahahahahahahaaaaaaaaaaaaaa……

Just talking...

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s