Missing

photo-1478737270239-2f02b77fc618

 

“Boleh diulangi kenapa kau melepasku?”

Aku tertawa terbahak-bahak dan menepuk bahunya. “Karena cinta itu tak harus memiliki.”

“Hahaha,” dia tertawa. “Bohong.”

“Serius.”

“Kau tak pernah serius denganku, dari awal begitu, Sophie. Dari awal aku serius mencintaimu, dan kau tak pernah begitu. Kau justru selalu tertawa mendengar pengakuanku.”

“Karena memang lucu, pengakuanmu.”

“Bagaimana sih? Masa malah lucu?”

“Karena….” Aku memutar jemariku di depan wajahnya. “… semua, tentangmu, itu, lucu.”

“Kau saja yang terlalu happy jadi orang,” rutuknya.

Aku menyeringai.

“Gadis paling ceria yang pernah kukenal,” tegasnya lagi.

Aku kembali menyeringai.

“Makanya kupikir aku bakal ikutan bahagia jika bisa bersamamu. Terbukti aku selalu merasa senang disampingmu.”

Tanganku meraih gelas ice tea dan menenggaknya.

“Hehehe… makanya, lebih baik tak mencintaiku dan tak memilikiku. Ini tentang aku… soalnya kalau aku bersamamu sampai tua, kayaknya aku tak akan jadi orang yang happy lagi. Hahahaha.”

Mau tak mau dia melotot dan kemudian tertawa. “Astaga, memangnya aku akan membuat hidupmu menderita?”

Aku membalas tawanya dengan tawa yang lebih keras.

ya, memang begitu. Jawabku dalam hati. Kau akan membuatku, menderita, dengan, amat, sangat.

Jika aku bersamamu, aku yakin aku akan sedih. Karena aku akan jadi gadis menyebalkan saking pencemburunya, aku akan jadi gadis protektif saking cintanya, aku akan jadi pengambekan saat kau menghilang sedikit saja.

Dan aku tak ingin jika kau tidak bahagia karena melihatku tak bahagia.

Sesimpel itu, alasanku tak ingin kau mencintaiku.

 

 

.

.

.

.

.

Have you said, ‘I will let you go because I loved you’ to someone?

When you said that, trust me, you actually wanna say this: “because I am a burdensome to you, because I don’t wanna look bad to you, because I think you just happy without me… and because I am too overthinking when it comes to loving you. Yeah, I’m stupid and overthinking, I am not a pleasant girl like you thought.”.

Advertisements

One thought on “Missing

  1. Dan kamu, pada akhirnya, jadi orang yang egois.
    Hmm.. bener ga tuh?
    If you care so much about that person, the first thing to think is what to make her/him happy. If he/she happy with you, then go for it.
    Karena kata pepatah, penyesalan datang belakangan.. So, if your feel same with his, give yourself (and he) a chance.

Just talking...

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s