Angel’s Call (020)

Untitled-1d

“When I see my own reflection in their eyes, I see yours too.”

-Bae Suzy-

Mokpo, when Suzy turned 15 years old

Dari kamar tidurnya, bahkan dengan pintu tertutup, Suzy bisa mencium bau sapi panggang yang sedang dimasak Bibi Hwang, ibunya Dong Hae. Aroma daging dicampur kimchi dan bawang merah tercium begitu jelas, aroma yang disukainya.

“Su Jieeee-nieee!” seru Bibi Hwang dari dapur. “Dimana kau! Semua orang sudah di sini!”

Dia turun dari pembaringan dan menaruh buku cerita yang sedang dibacanya. Hari ini dia berusia 15 tahun, hari ini ada pesta di rumah, semua keluarganya datang merayakan, baik itu keluarga Suzy maupun keluarga Dong Hae. Beberapa jam lalu, Dong Hae sibuk bolak-balik ke dermaga untuk menjemput mereka-mereka yang terus berdatangan dari luar daerah. Suzy dibiarkan—sebenarnya, malah setengah dipaksa—berdiam diri di kamar dan dilarang membantu persiapan pesta. Bibi Hwang bilang, menantunya hari ini hanya boleh duduk cantik, makan cantik, dan menari dengan cantik. Karena hari ini adalah ulang tahunnya.

Suzy selalu menyukai acara kumpul-kumpul, ramai dan menyenangkan. Tapi dari sepulang sekolah tadi, Suzy merasa badannya lelah dan dia tidak bersemangat menyambut segala jenis keramaian apapun di depan mata. Suzy ingin terus menyendiri, ingin terus menyepi, dan sedari tadi matanya terus-menerus terasa panas. Suzy heran dengan perilaku tubuhnya hari ini. Meski begitu dirinya terus terbawa dengan sensitifitasnya sendiri dan membuatnya merasa semakin terpuruk—entah karena apa.

“Ini dia si anak perempuan yang berulang tahun,” Bibi Hwang menyambut lembut ketika Suzy masuk ke ruangan.

Pakaian Suzy sangat rapi, hanbok berwarna kuning-ungu muda dan rambut dikepang satu yang tergerai hingga mengenai punggung. Ucapan selamat dan gelas-gelas minuman yang diangkat tinggi-tinggi datang dari para tamu, kerabat, teman-teman, dan para tetua desa. Ayah Suzy dan Paman Lee sedang bermain Yut Nori di sudut, sembari berbincang, hanya menoleh sekilas dan menyeringai melihat penampilan rapi Suzy.

Suzy duduk di tengah ruangan dan mengucapkan terimakasih dengan nada sopan. Bibi Hwang mengambil alih jalannya acara dengan meminta seluruh tamu untuk mulai mencicipi hidangan tradisional yang sudah dipersiapkan sejak semalaman. Keramaian terjadi begitu saja, jauh lebih riuh, semua orang terlihat senang dengan pesta.

Kemudian Suzy sibuk meladeni obrolan dari Bibi Hwang dan ibu kandungnya, yang turut hadir di pesta. Mereka memberi wejangan-wejangan agar Suzy menjadi anak yang patuh, taat agama, dan membanggakan keluarga.

Kala itu Suzy sempat bertemu pandang dengan Dong Hae yang duduk agak jauh darinya, Dong Hae pun ternyata tengah memandanginya, tapi tanpa ekspresi.

Lalu, tahu-tahu Ma Ri, sepupu Dong Hae, datang menyeruak dan duduk diantara Suzy dan Bibi Hwang. Ma Ri adalah teman satu sekolah Suzy di SMA, tapi mereka tidak sekelas.

“Bibi Hwang, Bibi Han, tahu tidak?” Ma Ri berseru. “Suzy bertengkar dengan seorang pemuda tadi di sekolah.”

“Oooh. Betul?”

Bibi Hwang dan Ibu menatap Suzy.

Mendadak, Suzy merasa wajahnya panas.

“Ya. Namanya Kim Soo Hyun, dia baru saja punya kekasih dan Suzy malah mengejek kekasihnya, sampai mereka berdua beradu mulut di kantin, heboh sekali kejadiannya. Guru-guru sampai datang melerai!”

“Tutup mulutmu,” kata Suzy pada Ma Ri, dengan nada lembut namun tegas.

Ma Ri tidak memedulikannya. “Kata anak-anak, Suzy dan Soo Hyun selalu tidak akur. Mereka selalu bertengkar di kelas, sampai jambak-jambakkan segala! Seperti kucing dan anjing!”

Tanpa sadar Suzy menggertakkan gigi. “Ma Ri, aku bilang tutup mulutmu.” Nada suara Suzy mulai mengeras.

“Kau biasanya jarang bertengkar dengan temanmu, Suzy?” tanya Bibi Hwang.

“Suzy tidak pernah cari masalah sebelum ini.” Ibu menambahkan. “Apa anak yang bernama Soo Hyun itu benar-benar nakal?”

“Kenapa kau mengejek kekasihnya, Suzy?” tanya Bibi Hwang lagi.

Suzy melayangkan tatapan kesal pada Ma Ri. Entah kenapa, mendadak Suzy ingin menyeret Ma Ri menjauh. Tapi tak mungkin dilakukan, itu tidak sopan. Ibu dan Bibi Hwang pasti tidak akan suka dengan tindakannya.

“Aku tidak mengejek…” Suzy menyipitkan mata dan mengisyaratkan Ma Ri tak bercerita lebih banyak. “Aku hanya…”

“Sepertinya waktu upacara penyambutan murid baru, Soo Hyun dan Suzy sangat dekat! Aku ingat mereka dinobatkan jadi siswa-siswi baru terbaik!”

“Ma Ri!! Hentikan!”

“Dan mereka dekat seperti sepasang…”

Buk.

Tiba-tiba Suzy memukul lengan Ma Ri, tidak begitu keras, tapi membuat Bibi Hwang, Ibunya, dan bahkan Ma Ri sendiri terkaget-kaget.

Suzy juga, dia kaget melihat tindakannya sendiri.

“O-oh… maaf, aku minta maaf, maaf…” ekspresi Suzy berubah penuh penyesalan. Dia menyentuh lengan Ma Ri hati-hati. “A-aku tidak bermaksud…”

“Suzy-ah…” Ma Ri memanggil Suzy dengan nada lemah. “Kenapa memukulku? Apa salahku?”

Suzy menelan ludah gugup.

Beberapa tamu melihat ke arah Suzy dan Ma Ri, namun sedetik kemudian kembali sibuk dengan acara pesta. Bagi mereka, dua gadis remaja yang saling bertengkar adalah hal biasa. Dua jam kemudian pasti akur kembali.

Tapi tidak bagi Bibi Hwang dan Ibu.

“Suzy, kau tidak boleh memukul Ma Ri. Itu tidak baik,” nasehat Ibu.

Bibi Hwang mengelus kepala Suzy penuh perhatian. “Suzy yang cantik, ada apa dengan kamu hari ini, Sayang?”

“Iya, kau kenapa hari ini, Suzy-ah? Di sekolah dan di pesta, kau jadi agak menyebalkan! Seperti bukan Suzy yang kukenal!” Ma Ri menggembungkan pipi.

Suzy menatap Ma Ri dengan pandangan bersalah. Dirinya juga tidak mengerti kenapa perilakunya seharian ini jadi aneh. “A-aku..”

Tiba-tiba terdengar suara intro lagu dari radio yang dihidupkan. Suzy, Ma Ri, Bibi Hwang, dan Ibu serempak menoleh mencari siapa yang menyalakan lagu di tengah pesta. Pun dengan para tamu, mencari-cari sumber suara.

(please play this song when you read next paragraph)

 

Keudae moseumeun,

Boratbitcheoram

(kehadiranmu,

Seperti cahaya ungu)

Dan mereka… menemukan Dong Hae.

Berdiri di sudut ruangan, tengah memutar tombol pencari gelombang sampai lagu yang tadinya terdengar kresek-kresek kini melantun dengan jelas. Satu tangan Dong Hae dimasukkan ke dalam saku, kepalanya terangguk-angguk menikmati lagu Violet Fragrance yang terdengar dari radio.

Dong Hae lalu menoleh dan tersenyum pada seluruh tamu yang memandangi aksinya dengan tatapan tak mengerti.

Musik akhirnya terdengar sangat jernih tepat di lirik lagu “yeppeun du neune… (mata yang indah…)”, dan Dong Hae pun berjalan perlahan mendatangi Suzy yang masih duduk di kursi. Dong Hae menggulung lengan kemeja hingga ke siku, bahunya bergerak-gerak naik turun, tubuhnya mulai bergoyang, dan tangannya terulur ke depan wajah Suzy.

“Kang Su Ji sedang bernyanyi, kenapa Bae Su Ji tidak menari?” katanya sambil tersenyum lebar.

“Aw, Dong Hae…” Bibi Hwang terkekeh melihat tingkah anaknya. Beliau pun mendorong pelan bahu Suzy agar bangkit berdiri. “Menarilah bersama Dong Hae, Sayang…”

“Ayo, menari bersama Dong Hae,” ibu menimpali dengan semangat.

“Ayo, Suzy.. ayo…” Ma Ri yang tadi agak marah, kini ikut mendorong-dorong Suzy senang.

Suzy berdiri, agak ragu-ragu dan agak geli melihat goyangan Dong Hae yang begitu lucu di matanya. Tapi demi melihat semua orang seperti ingin melihatnya menari, Suzy pun meraih tangan Dong Hae dan mengikuti langkah pemuda itu ke tengah ruangan. Semua orang spontan bertepuk tangan.

Lagu Violet Fragrance yang dinyanyikan penyanyi veteran Kang Su Ji, terus melantun dengan riang, memenuhi nuansa ruangan dengan keceriaan. Dong Hae, dengan mata teduh, senyum lebar terkembang di bibir, terus menggumamkan lagu itu dan melangkah maju-mundur, sampai akhirnya Suzy mengikuti irama langkah kakinya.

“Oeroumi… tagawado…keudae seulpeohajima… (jika rasa sepi datang menghampiri, janganlah bersedih),” Dong Hae bernyanyi bersama musik dari radio, “…dabdabhan nae mami… teo… apaojana… (karena hatiku akan ikut merasa sedih)”

Mereka berputar-putar mengelilingi ruangan sampai Suzy melumer dan tertawa. Dong Hae terus bergerak dengan gaya lucu dan memutar-mutar tubuh Suzy dengan mudah. Tepuk tangan para tamu mengiringi gerakan mereka, seolah semua orang ikut larut pada musik, tarian, dan tawa sepasang insan itu.

“Jadi,” celetuk Dong Hae, “kau suka pada pemuda bernama Soo Hyun itu?”

Suzy kehilangan satu langkah.

“A-apa?” Dia menatap cemas ke arah Dong Hae.

“Terlihat sekali dari wajahmu, Suzy. Seharian ini kau tampak tak bersemangat.” kata Dong Hae. “Dan aku jadi tahu penyebabnya saat memperhatikan ekspresimu yang tengah bercerita tentang pemuda itu. Kau suka pada teman sekelasmu itu.”

Mereka berputar ke meja, ke deretan para tetua. Hanbok biru muda Suzy mengembang lembut dan bergerak menyapu lantai.

Suzy terdiam, tidak menyangka Dong Hae memperhatikan dirinya dari tadi. Suzy menundukkan kepala, merasa bersalah karena perasaannya ketahuan dengan mudah oleh Dong Hae.

Suzy memang menyukai Soo Hyun, tertarik tepatnya.

Hal itu tidak dibenarkan, bukan?

Suzy sudah menikah. Meski setelah dua tahun menikah, Suzy belum merasakan “rasa” apapun pada Dong Hae. Penyebabnya karena Suzy memang masih berumur 12 tahun saat menikah, dan dia tak tahu perasaan semacam itu. Yang Suzy tahu, berdasarkan tradisi, dia akan hidup sampai tua bersama Lee Dong Hae.

Karena itu Suzy yakin, suatu saat dia akan mencintai Dong Hae, suaminya, tapi dia tidak tahu kapan perasaan itu akan dimulai.

Hingga akhirnya Suzy bertemu sosok Kim Soo Hyun saat penerimaan murid baru di SMA. Suzy merasa tertarik pada Soo Hyun, dan ketika tahu Soo Hyun punya kekasih, Suzy marah dan hilang kendali.

Oh, Tuhan… Suzy tahu ini tidak benar.

Tetapi, dia merasakan ini. Dia mulai jatuh cinta, untuk pertama kalinya…

bukan pada suaminya, melainkan pada teman sekelasnya.

“Tidak apa-apa,” ujar Dong Hae. “Aku ikut bahagia jika kau sudah bisa merasakan jatuh cinta dan patah hati.”

Suzy memandangi Dong Hae tak mengerti. Suzy tidak mengira Dong Hae justru berkata seperti itu. Seharusnya Dong Hae marah… seharusnya Dong Hae tidak terima karena Suzy suka dengan orang lain… seharusnya…

Dong Hae tersenyum.

“Jika kau sudah pernah jatuh cinta dan patah hati, maka kau akan siap untuk merasakan cinta yang lebih dalam.” Dong Hae memutar tubuh Suzy. “Kau siap untuk mencintaiku.”

Suzy terdiam, gerakannya terhenti.

Tepat di lirik lagu “eonjena uri, useul su inneun, areumdaun yaegideureul… (mari kita membuat kenangan yang indah…)”. Dan Suzy merasa bulu kuduknya meremang. Terutama saat ditatapnya sosok berambut hitam kelam, bermata teduh, dan senyum penuh kasih di depannya.

Sosok itu, dengan segala kedewasaannya, mulai tampak mempesona di mata Suzy. Sosok itu mungkin sudah lebih dulu mencintainya, dan sosok itu menunggu dirinya untuk membalas cinta itu.

Suzy merasakan dadanya menghangat.

Sosok itu… suaminya.

Beberapa tamu yang tadinya duduk melihat tarian, kini ikut berdiri dan menari. Mereka larut dalam kebahagiaan. Dan Suzy larut dalam pikirannya tentang Dong Hae.

“Mau menari lagi…?” ujar Dong Hae kembali mengulurkan tangan, saat dilihatnya Suzy hanya terdiam di tempat. “… Istriku?”

Mata Suzy berkaca-kaca. Dia menyambut uluran tangan Dong Hae dengan gemetaran.

“Ya, tentu…” Kemudian Suzy merasakan hal luar biasa terjadi. Ketika jemarinya menyentuh jemari Dong Hae, mendadak saja, Soo Hyun tak lagi berarti apa-apa di hatinya. “… Suamiku.”

Mereka saling berpegangan tangan. Bersama para tamu yang lain, ikut bergerak berputar-putar dengan gerakan dilebih-lebihkan, berputar-putar mengelilingi meja, membuat semua orang yang melihat menjadi senang, sementara melodi terus berputar melalu radio, para tetua bertepuk tangan meriah, dan aroma sapi panggang memenuhi udara pesta ulang tahun.

Suzy yakin, suatu saat dia akan mencintai Dong Hae, suaminya, dan dia tahu, sekaranglah perasaan itu akan dimulai.

 

“Selamat ulang tahun yang kelima belas, Bae Suzy. Semoga kita hidup bahagia sampai kakek nenek kelak, sampai anak-anak kita tumbuh dewasa, sampai cucu-cucu kita berlarian di taman rumah, sampai kita… sampai hanya kematian yang bisa memisahkan kita. Aku, Lee Dong Hae, menyayangimu.”

.

.

.

.

.

.

“Suzy-ah, Suzy-ah, bangun, Sayang…”

Suzy tersentak, mendadak merasa kakinya kebas, seperti ditarik paksa dari alam mimpi. Matanya terbuka begitu saja dan seberkas cahaya seketika menyambar retina mata.

Di pinggir ranjang, Ibu menatapnya cemas.

Suzy menguap, dia masih merasa mengantuk. Tapi tatapan Ibu membuat keningnya berkerut bingung.

“Ada apa, Bu?” tanya Suzy.

Ibu duduk di pinggir ranjang dan langsung memeluknya.

“Ibu…?” panggil Suzy, makin bingung dengan tingkah Ibu.

“Kau… tidur sambil menangis, Nak.”

Tangan Suzy meraba wajah dan merasakan sisa-sisa air mata di pipi. Suzy langsung tertegun.

Suara Ibu terdengar bergetar. “Suzy…. anakku… kau mimpi apa sampai menangis?”

Suzy mimpi tentang…. harum sapi panggang, suara tawa, pertengkaran kecilnya dengan Ma Ri, nasehat Bibi Hwang, lagu Violet Fragrance, tari-tarian…

…Suzy bermimpi soal pesta ulang tahun kelima belasnya.

“A-aku… a-aku…” Suzy merasakan kakinya terasa sangat sakit, dan hatinya seperti tertusuk-tusuk. “Aku bermimpi… tentang Lee Dong Hae, Bu…”

Suzy bisa merasakan Ibunya terisak mendengar nama itu disebut. Dan Suzy tidak bisa mencegah tangisannya kembali pecah.

Lee Dong Hae. Suzy memimpikan pemuda itu lagi. Suaminya. Suzy rindu padanya. Suami yang selalu mencintainya, suami yang selalu membuatnya tertawa, suami yang mengenal dirinya, suami yang…

Suami yang tak pernah lagi bisa ditemuinya.

“Oh Tuhan… Oh Tuhan… kasihan anakku, kasihan anakku…” Ibu terisak-isak.

Suzy hanya bisa terus menangis, dan membasahi daster Ibu.

“Maaf, Bu…” Suzy terus menangis, “aku… aku tidak bisa berhenti memikirkannya… maaf, maaf, aku benar-benar minta maaf…”

Ibu memeluk Suzy makin erat. “Tidak apa-apa, Sayang. Ibu mengerti. Ibu juga rindu… dengan ayahmu. Tapi bagaimana pun juga, kita harus memulai hidup baru yang lebih baik, kita harus melupakan apa yang sudah menjadi masa lalu, jika itu hanya membuat kita semakin lemah.”

Suzy geleng-geleng kepala. Suzy menepuk-nepuk dada untuk menenangkan dirinya. Kecelakaan dahsyat itu kembali membentur ingatannya. Kecelakaan yang menghilangkan dua orang paling disayanginya di dunia, Lee Dong Hae dan ayahnya. Tepat di depan matanya.

Kecelakaan itu telah memutar balik kehidupannya.

Sejak kecelakan itu terjadi, berbondong-bondong orang selalu datang padanya untuk menghibur. Namun Suzy selalu mengindar. Suzy tahu, tiap kali dirinya berbicara dengan orang-orang, pantulan kebersamaan Suzy dan Dong Hae selalu terpancar di mata orang-orang itu. Orang-orang seolah menganggap Suzy adalah ‘sepaket’ dengan Dong Hae.

Namun ketika pemuda itu sudah tidak ada, mata mereka seolah berbicara ‘kami selalu melihatmu berdampingan Dong Hae, sekarang saat melihat posisi di sampingmu kosong… itu terasa aneh, Bae Suzy’. Pandangan itu membuat Suzy terluka.

Seringkali Suzy seolah selalu melihat sosok Dong Hae di mana pun. Seperti hari-hari dulu, saat pemuda itu selalu disampingnya, selalu mendampinginya. Tapi saat Suzy berkaca, ternyata hal itu adalah ilusi.

Seperti kali ini, Suzy seolah melihat Dong Hae lagi.

“Ibu…” Suzy memelankan suaranya. “Apa itu Lee Dong Hae? Dia sedang berdiri di depan pintu… dia tersenyum padaku…”

Memakai kemeja kotak-kotak yang dilipat sampai ke siku, serta tersenyum lebar, Dong Hae terlihat bersandar di depan pintu kamar.

Suzy sadar itu hanya ilusi, karena kemudian sosok Dong Hae itu menghilang begitu saja bagai asap yang membubung lalu lenyap di telan udara ruangan.

“Kau harus mulai berhenti memikirkan Lee Dong Hae, Suzy-ah,” ujar Ibu.

Suzy tersenyum sedih. “Ibu, ada Lee Dong Hae lagi… dia duduk di meja belajarku.”

Dan tangisan Ibu kembali pecah.

.

.

.

.

.

.

Suzy menerima amplop dari Siwon senja itu.

“Sebenarnya Bibi dan aku ingin menyerahkan amplop ini setelah pertemuanmu dengan calon suamimu nanti. Tapi kupikir ini saat yang tepat untuk memberikannya. Kau mungkin perlu melihat wajah calon suamimu,” ujar Siwon.

Suzy menerima amplop itu. Sebenarnya dia tidak ada minat sama sekali dengan perjodohan ini.

“Suzy mau kan, bertemu dengan calon suami Suzy besok?” tanya Ibu memastikan.

Suzy mengangguk lemah. “Ya.”

“Aku sudah mendengar soal mimpimu dari Bibi.” Siwon menatap Suzy simpati. “Aku rasa ini memang waktunya kau melupakan segalanya dan mulai dari awal, Suzy-ah.”

“Apa kau sudah melihat isi amplop ini, Siwon-ah?” tanya Suzy tiba-tiba.

Siwon mengangguk kecil. “Sudah.”

“Isinya foto calon suamiku?”

“Iya.” Siwon melirik Bibi Han sejenak, sebelum akhirnya balik memandang Suzy. “Bukalah.”

Suzy menatap amplop itu. “Benar boleh kubuka?”

“Ya.” Kali ini Ibu yang menjawab. “Ibu tahu tak sebaiknya melakukan ini, tapi Ibu hanya ingin kau tahu, di dalam amplop itu, kemungkinan… akan ada pemuda yang membuat kesedihanmu menghilang.”

Suzy melayangkan tatapa terima kasih pada Ibu, kemudian menatap amplop itu lagi. Lalu balik menatap Siwon. “Apa menurutmu aku pantas bersanding dengan calon suamiku, Sepupu?”

“Kalau dilihat dari wajah sih tidak,” jawab Siwon. Tapi Ibu langsung menyenggol lengan Siwon hingga pemuda itu buru-buru menambahka, “apalah arti penampilan?”

“Ya. Apalah arti penampilan.” Suzy mengulang ucapan Siwon dengan nada pelan.

Suzy mulai membuka amplop itu perlahan-lahan.

Siwon terus menatapnya lurus-lurus.

Ibu juga ikut menatapnya, menunggu reaksinya.

Selembar foto ditarik keluar oleh Suzy. Gadis itu menatap wajah di dalam foto itu sejenak, sebelum akhirnya terkejut, dan tanpa sadar menjatuhkan foto ke lantai.

Ibu menatap Suzy bingung.

Seluruh wajah Suzy pucat pasi. Tubuhnya gemetaran. Dan Suzy mulai menangis, awalnya pelan, dan lama-lama menjadi keras.

Siwon menghampiri Suzy dan merengkuh tubuh sepupunya dalam pelukan. “Ada apa, Suzy? Ada apa?” tanyanya khawatir.

Suzy menangis terisak-isak. Air matanya tumpah ruah.

Tidak mungkin.

Tidak mungkin.

Tidak mungkin!

Foto itu… foto itu mirip dengan Lee Dong Hae.

.

.

.

.

.

.

Kyuhyun mendapat telepon dari Siwon sore tadi, dan pemuda itu bilang begini, “bisa ajak sepupuku makan es krim?”

“Tumben?” Kyuhyun yang tengah mempersiapkan diri untuk tawuran dengan sekolah sebelah seketika merasa tertarik dengan tawaran itu.

“Aku baru mau akan ke rumah Suzy, tadi Ibunya telepon, katanya Suzy… ada masalah.”

Kyuhyun menyimak baik-baik.

“Nanti, setelah agak malaman, kalau aku sudah selesai urusannya dengan Suzy, kau mau kan antar Suzy makan es krim?”

“Boleh, boleh, boleh sekali!” Kyuhyun mengangguk-angguk bagai burung pelatuk.

“Kalau dia tidak mau es krim, ya bisa ke tempat lain, yang penting ajak jalan-jalan. Tampaknya dia butuh hiburan.”

“Baiklah, siaaaap!” Kyuhyun senang luar biasa akhirnya dia akan jalan-jalan dengan Suzy, dan bahkan Siwon yang menyuruh pula! Tumben sekali, kan?

Kyuhyun melompat-lompat riang saat menutup ponsel dan dia tidak peduli meski Sungmin, Henry, dan Zhoumi menatap tingkahnya dengan geli, meski tak mengerti apa yang tengah dialami Kyuhyun.

“Kenapa?” tanya Henry penasaran. “Apa kita dapat amunisi senjata buat menyerang SMA sebelah?” katanya.

Kyuhyun menggeleng.

“Kita dapat tambahan pasukan?” tebak Zhoumi.

Kyuhyun menggeleng lagi.

“SMA sebelah mengundurkan diri dari arena tawuran?” Sungmin ikut menebak.

Kyuhyun tetap menggeleng.

“Akuu…. mau jalan-jalaaaan! Makan es kriiimmm!” nyanyinya dengan suara keras-keras.

Sungmin, Henry, dan Zhoumi spontan melongo.

“Hah? Es krim?” sebelah alis Henry terangkat.

“Iya, mau makaan es kriim…” Kyuhyun berputar-putar senang.

“Hei, Bos… malu sama tato-mu. Preman kok makan es krim!” Zhoumi geleng-geleng kepala.

Kyuhyun tidak peduli. Dia tetap berputar-putar dan sangat senang sekali. Dia membayangkan malam ini akan indah karena bisa bersama Suzy.

“Kapan makan es krimnya?” tanya Sungmin.

“Nanti malam.”

“Lho, nanti malam itu jadwal tawuran kita, Kyu!”

“Oh ya?” Kyuhyu tampak cuek. “Tawurannya ditunda saja.”

“UAAAPAAAA?”

Sontak Sungmin, Henry, dan Zhoumi berteriak penuh protes. Dari siang sampai sore mereka sudah menyusun rencana tawuran masak-masak, mulai dari senjata seperti ikat pinggang bergerigi, pemukul bisbol, sampai pisau. Anak-anak yang akan ikut berpartisipasi juga sebentar lagi akan menyusul ke sini. Tapi Kyuhyun malah membatalkan tawuran?!

“Oh ayolah, sekali ini saja.” Kyuhyun merapikan isi tasnya dan bersiap-siap pergi. “Duluan ya!”

“Bos!”

“Kyu!”

“Booos!”

Teriakan Henry, Sungmin, dan Zhoumi tak dipedulikan. Kyuhyun kadung melenggang keluar lapangan. Dia harus siap-siap untuk nanti malam, mandi, pakai parfum, makan secukupnya, dan… oh iya, minta uang jajan tambahan pada Ibu. Haha, Kyuhyun masih kelas 2 SMA, dia tidak mungkin punya uang pribadi untuk mentraktir Suzy, kan?

Kyuhyun tiba di depan rumah Suzy tepat pukul setengah delapan. Siwon baru saja keluar dari rumah bersama Suzy. Tampaknya perbincangan Siwon dengan Suzy sudah selesai.

Suzy agak kaget melihat kedatangan Kyuhyun yang tiba-tiba, berbeda dengan Siwon yang agak “berlebihan” senang melihat sosok Kyuhyun.

“Oi!! Kyuhyun!” Siwon menyeringai lebar, melambaikan tangan.

Kyuhyun tersenyum kecil, berjalan mendekati keduanya.

Siwon menatap Kyuhyun dan Suzy bergantian, lalu nyengir lebar sekali. Jarang sekali Kyuhyun lihat ekspresi Siwon yang satu itu, bikin merinding jadinya.

“Kenapa ke sini malam-malam?” tanya Suzy heran.

Kyuhyun memutar bola mata. “Siwon menyuruhku mengajakmu jalan-jalan.”

Suzy tersenyum. “Baiklah, aku ambil jaket dulu.” Suzy kembali masuk ke dalam rumah.

“Kau ke sini naik apa?” tanya Siwon melirik ke kiri dan ke kanan. Dia tidak melihat tanda-tanda Kyuhyun bawa kendaraan.

“Suzy kan tidak bisa naik motor, jadi tadi pas berangkat ke sini aku naik bus. Rencananya nanti ke tempat es krim naik taksi saja.”

“Naik taksi?” Kedua alis Siwon terangkat tinggi-tinggi. “Tarifnya pasti mahal, Kyuhyun!”

“Iya, mahal. Makanya tadi aku merengek ke Ibu juga lama. Minta uang jajan tambahan.”

Siwon tertawa berderai-derai mendengar penjelasan Kyuhyun. “Astaga, ternyata preman sekolah juga masih minta uang jajan!”

Kyuhyun cengar-cengir.

“Hm, begini… pakai mobilku saja,” usul Siwon.

“Hah?”

“Sudah… pakai saja. Aku tidak ingin sepupuku kenapa-kenapa kalau kalian jalan pakai taksi.” Siwon menyerahkan kunci mobil ke tangan Kyuhyun dan setengah memaksa Kyuhyuhyun agar tak menolak kebaikannya.

Kyuhyun mengucapkan terimakasih. Dia masih agak terkejut melihat kebaikan Siwon yang terlampau baik malam ini.

“Sebenarnya ada apa? Sepertinya kau agak beda malam ini, Siwon…” ujar Kyuhyun.

Siwon angkat bahu. “Entahlah, mungkin karena masalah yang baru saja aku bicarakan degan Suzy cukup berat.”

Kyuhyun teringat dengan ucapan Siwon di telepon tadi sore. Karena terlalu senang bisa jalan-jalan dengan Suzy, Kyuhyun tidak terlalu perhatian dengan masalah yang katanya ingin Siwon bicarakan di rumah Suzy.

“Suzy kenapa, Siwon?”

“Dia bermimpi lagi… tentang Dong Hae.” Siwon menghela napas.

Pergerakan tangan Kyuhyun terhenti mendengar nama yang tercetus dari bibir Siwon itu.

“Tapi syukurlah, Suzy sudah agak baikan. Suzy juga bilang, dia akan berusaha melupakan Dong Hae. Oh ya, tadi, dia sudah melihat foto calon suami yang akan dijodohkan dengannya besok. Dia menangis saat melihat foto itu, entah kenapa. Tapi ajaibnya, setelah itu Suzy bilang dia tidak sabar ingin bertemu dengan calon suaminya itu. Kukira untuk perjodohan yang kali ini, akan berhasil.”

Kyuhyun tersentak. Tubuhnya mendadak kaku. “Perjodohan?”

“Ya…” Siwon menyeringai.

Tiba-tiba Suzy kembali keluar rumah, kali ini dengan pakaian lengkap bak siap pergi jalan. Suzy tersenyum pada Kyuhyun, namun entah kenapa, Kyuhyun tidak bisa membalas senyuman itu.

Perjodohan? Kata-kata itu terngiang di kepala Kyuhyun. Suzy akan dijodohkan lagi? Kyuhyun tahu soal tradisi di keluarga Suzy itu. Tapi Kyuhyun tidak mengira, setelah perjodohan terakhir yang diketahuinya gagal, Suzy masih akan menghadapi perjodohan baru. Apalagi kata Siwon tadi, Suzy bilang tidak sabar ingin bertemu dengan lelaki itu?!

Diam-diam perasaan Kyuhyun campur aduk. Dia tidak menyukai gagasan soal friends on the phone-nya akan bertemu dengan laki-laki asing.

Oh! Kyuhyun harap Suzy tidak datang ke perjodohan itu!

Kyuhyun… tidak ikhlas.

“Hai… jadi pergi, kan?” tanya Suzy melambaikan tangan ke depan Kyuhyun.

Kyuhyun tersentak dari lamunan. “Oh, ya…” Kyuhyun gugup.

Siwon terkekeh. “Pergilah kalian… biar aku pulang naik bus.”

“Oh, kau pinjam mobil Siwon?” tanya Suzy pada Kyuhyun.

“Dipinjamkan,” ralat Kyuhyun.

Suzy melirik Siwon bingung. “Tumben, Sepupu.”

“Tidak boleh ya, sekali-kali aku merestui Malaikat dan Bidadari saling bersama?” cengir Siwon.

Suzy ikut menyeringai.

Dan Kyuhyun tetap tak bisa tersenyum.

Luapan kegembiraan yang dirasakannya, mendadak hilang tak berbekas akibat materi pembicaraan dengan Siwon barusan.

Perjodohan… Suzy…?

Kepala Kyuhyun tahu-tahu terasa berat.

.

.

.

.

.

.

“Selamat datang di Creamy!” seorang pelayan perempuan membukakan pintu dan membungkuk penuh hormat.

“Terimakasih, Ji Won-ssi,” ucap Suzy pada pelayan itu.

“Kau tahu namanya?” bisik Kyuhyun.

“Tidak, aku tahu namanya dari name tag di bajunya.” Suzy balas berbisik.

Kyuhyun mengernyit bingung.

“Seseorang akan merasa senang saat kau mengenalnya sebagai ‘manusia’, bukan ‘sesuatu’,” kedip Suzy.

Kyuhyun masih tak mengerti maksud Suzy.

Tapi kemudian, pelayan perempuan bernama Ji Won itu mengantarkan mereka sampai ke kursi dan berkata sangat ramah pada Suzy, “akan aku ambilkan menu, ya.”

Kyuhyun mengernyit. Biasanya pengunjung mengambil sendiri menu di dekat kasir. Kenapa pelayan ini malah menawari mengambilkan menu?

“Aku bisa ambil sendiri, Ji Won-ssi,” kata Suzy ramah.

Perempuan itu tersenyum sangat manis. “Tidak perlu, akan aku ambilkan… oh ya, namamu siapa?”

“Panggil saja Suzy.”

“Iya, akan aku ambilkan, Suzy-ssi. Sebantar, ya. Eh, jaketmu bagus sekali, cocok dipakai untukmu,” puji pelayan itu, Ji Won, dengan tulus.

Suzy terkekeh renyah. “Masa? Terimakasih, ya, Ji Won-ssi.”

Ji Won mengedipkan mata, lalu dia melesat cepat mengambilkan menu.

Kyuhyun masih terperangah dengan kejadian barusan. “Kalian terlihat sangat akrab,” komentar pemuda itu tak percaya.

Wajar saja dia tak percaya, Kyuhyun yakin Suzy tak pernah bertemu dengan pelayan bernama Ji Won itu sebelumnya, dan jelas-jelas Suzy baru tahu nama gadis itu dua menit lalu. Tapi mereka sudah seperti teman lama. Bahkan Ji Won sampai memuji-muji jaket Suzy segala.

“Itu ‘hadiah’ kalau kau menganggap mereka sebagai manusia, bukan sesuatu,” ujar Suzy mengulang ucapannya.

Kyuhyun menyimak.

“Mereka adalah pelayan restoran atau kedai-kedai makan. Seringkali orang hanya menganggap mereka sebagai properti; mereka dianggap membungkuk sesuai aturan yang diharuskan, melayani bagai robot, dan tidak boleh ada yang salah. Padahal, mereka juga manusia. Apalagi, kebanyakan pelayan restoran adalah part timer, anak sekolahan yang seumur dengan kita. Dibanding kita yang bisa bermain di luar tiap waktu, mereka menghabiskan waktu di dalam toko untuk mendapat uang tambahan demi kebutuhan mereka. Aku berani jamin, terkadang pun, mereka pasti ingin bermain, menghabiskan waktu bersama teman-teman terdekat mereka. Kadang, ketika kedai sepi, mereka hanya bisa termenung, berdiri di dekat pintu, dan tidak bisa curhat pada siapapun. Jadi, jika kita menyapa dan menganggap keberadaan mereka, mereka tentu akan senang, karena mereka ‘bisa bicara’ dengan kita, tidak melulu hanya melayani kita.” Suzy tersenyum tipis. “Aku sering melakukan itu dan bukankah menyenangkan kalau kita makan pergi ke tempat makan yang pegawainya kita kenal, jadi seperti pergi ke rumah teman sendiri? Seperti dengan Ji Won misalnya, dia pasti juga merasa kita seperti bermain ke ‘rumahnya’.”

Tiba-tiba Ji Won datang membawa buku menu. “Suzy-ssi, kau masih SMA juga kan? Aku belum pernah melihatmu di daerah sini,” ujarnya.

“Aku SMA Chungsam. Agak jauh dari lingkungan di sini. Aku baru pertama kali ke sini,” jawab Suzy.

“Wah, Chungsam ya? Aku punya sahabat waktu SMP yang sekolah di Chungsam. Namanya Ha Na Ra. Kau kenal? Dia kelas 2-1.”

“Tidak mungkin!” jerit Suzy senang. “Na Ra itu teman sebangkuku! Aku kelas 2-1 juga, sekelas dengannya!”

“Benar? Wah, dunia itu sempit sekali!” Ji Won tertawa berderai-derai.

Kyuhyun terperangah mendengar percakapan itu. Dia takjub melihat betapa Suzy dengan mudah membuat Ji Won, sang pelayan yang baru mereka kenal lima menit lalu, kini sudah luar biasa akrab dengannya. Dan keduanya bahkan janjian akan pergi ke pantai akhir pekan nanti! Bersama dengan gadis bernama Ha Na Ra itu!

Kyuhyun geleng-geleng kepala, tak henti-hentinya merasa kagum. Oh, Suzy benar-benar bagai Bidadari. Dia punya kekuatan magis menarik siapa pun mendekat padanya.

Suzy dan Kyuhyun memesan es krim. Atas saran Ji Won, mereka mendapat rekomendasi es krim terbaik di kedai. Ji Won bilang lima belas menit lagi pesanan akan tiba dan berharap keduanya sabar menunggu. Dan Ji Won menyelipkan kalimat, “hari ini pasti hari keberuntunganku, aku bertemu dengan orang sebaik kau, Suzy-ssi.”

Suzy hanya terkekeh.

“Setiap kali aku bertemu atau menelepon dirimu, aku selalu belajar hal-hal baru,” ujar Kyuhyun saat Ji Won meninggalkan keduanya.

“Benarkah?”

Kyuhyun mengangguk. “Ya.”

Suzy melepaskan jaket dan menaruhnya di meja.

Kyuhyun teringat soal masalah yang menimpa Suzy, yang tadi diceritakan Siwon. Dan mendadak Kyuhyun juga ingat soal… perjodohan itu.

“Bidadari…”

“Hm?”

“Kudengar, besok kau akan dijodohkan?”

Suzy mengangkat kepala, menatap Kyuhyun. Lalu, “ya…” jawabnya.

“Kudengar kau sudah melihat foto calon suamimu dan kau menyukainya?”

“Bukan menyukainya,” sergah Suzy. “Hanya… penasaran… dan harus memastikan lebih lanjut…”

“Memastikan?” Kyuhyun memiringkan kepala tak mengerti.

Pandangan Suzy meredup sesaat. “Foto yang kulihat itu… wajah calon suamiku itu… mirip dengan Lee Dong Hae.”

Kyuhyun terkesiap. Tenggorokannya tercekat. “A-apa?”

Suzy geleng-geleng kepala. “Entahlah, aku juga tidak mengerti kenapa bisa mirip… atau ini hanya bagian dari ilusiku.. atau ini sungguhan.. atau ini…” Suzy menarik napas panjang. “Yang terlihat dimataku, calon suamiku benar-benar mirip dengan Lee Dong Hae.”

Sejenak, Kyuhyun seperti kehilangan kata-kata. Dia memandangi Suzy dengan tatapan syok. “Apa… Ibumu dan Siwon… sudah melihat foto itu?”

Suzy mengangguk. “Sudah. Siwon bilang dia sudah lihat. Itu berarti, dia tahu kalau calon suamiku mirip dengan Lee Dong Hae. Selama ini Siwon selalu overprotektif, tapi sekali ini, kulihat dia sangat merestuiku.”

Kyuhyun termenung.

“Dan Ibu juga sangat ingin aku benar-benar berjodoh dengan calon suamiku yang ini. Kupikir, mereka begitu karena wajah pemuda itu memang mirip Lee Dong Hae.”

“Jadi kau akan menerimanya jadi suamimu kalau dia mirip Lee Dong Hae beneran?” tanya Kyuhyun dengan suara parau.

Suzy memandang Kyuhyun lekat. “Tadi siang, aku bermimpi tentang pesta ulang tahun kelima belasku. Saat pesta itu berlangsung, aku baru saja patah hati karena teman sekelasku punya kekasih baru. Ya, saat itu aku baru saja sadar kalau aku mengalami cinta pertamaku, dan orang itu bukan Dong Hae. Namun, sebagai seorang suami, bukannya marah, Dong Hae justru mengajakku menari dan mengatakan dirinya bahagia karena pada akhirnya aku tahu rasanya jatuh cinta.” Pandangan Suzy melembut saat bercerita soal sosok Dong Hae. “Lee Dong Hae bilang, jika pernah merasakan jatuh cinta dan patah hati, maka selanjutkan aku bisa belajar mencintai seseorang dengan begitu dalam.”

Pintu kedai terbuka. Dua remaja perempuan masuk dengan gaya angkuh, Ji Won membungkuk sopan menyambut mereka, seperti biasa. Remaja itu berlalu dan tak menyapa Ji Won sama sekali. Pun dengan Ji Won yang tak mengantar mereka sampai ke kursi, tidak seperti yang dilakukan gadis itu pada Suzy dan Kyuhyun tadi.

“Saat kulihat wajah mirip Lee Dong Hae ada di foto itu, aku merasa ini seperti bisikan dari Dong Hae. Mungkin… aku bisa mulai mencintai orang lain lagi, selain suamiku.”

“Jadi, kau akan menerima calon suamimu jika dia benar-benar mirip Dong Hae?” Kyuhyun masih mengulang pertanyaan yang sama, sebab dia merasa tidak terima dengan pertimbangan Suzy yang agak tidak rasional itu.

Suzy tersenyum. “Dia mungkin tidak mirip Dong Hae, tapi di mataku, dia mirip Dong Hae.”

Kyuhyun bergerak-gerak resah di kursinya. “Jadi kau akan menerimanya?” Kyuhyun seperti haus jawaban pasti dari Suzy.

Suzy menatap Kyuhyun lekat, dan seulas senyum hambar terpatri di bibirnya. “Kalau dia menerimaku, aku akan menerimanya.”

Bahu Kyuhyun melorot. “Kenapa feelingku berkata, dia akan menerimamu?”

“Kau juga berpikir begitu?” Suzy balik bertanya.

Kyuhyun tersenyum kecut. Dan kepalanya terpaksa mengangguk. Sejak mendengar bahwa Suzy tidak sabar ingin bertemu dengan sang calon suami, dan mendengar cerita Suzy soal betapa miripnya sang calon suami dengan Lee Dong Hae, ada sekelumit keyakinan tumbuh di dada Kyuhyun. Bahwa ini memang akan jadi akhir perjalanan Suzy mencari pengganti Lee Dong Hae.

“Benarkah? Bukankah itu bagus?” ujar Suzy.

“Yeah… kau akan menikah dengan pemuda yang mirip almarhum suamimu.”

“Iya.”

Seorang pelayan pria mendatangi mereka dengan membawa nampan berisi pesanan. Kyuhyun berniat untuk menerapkan cara Suzy menganggap ‘manusia’ kepada pelayan ini. Jadi ketika sang pelayan sudah menaruh seluruh pesanan di meja, Kyuhyun segera mengangkat kepala lalu berkata, “Terimakasih ya…” dan mencoba membaca name tag pelayan itu, namun Kyuhyun tertegun saat membaca sebaris nama yang terbordir di sana. “… Lee Dong Hae?”

Suzy ikut mengangkat wajahnya.

Sang pelayan itu tersenyum ramah. “Sama-sama, selamat menikmati.”

Suzy menatap Kyuhyun

Kyuhyun menatap Suzy

“Nama pelayan itu Lee Dong Hae,” ujar Kyuhyun, dengan nada suara tak nyaman.

Suzy mematung

“Apa di matamu, pelayan itu mirip Lee Dong Hae?” tanya Kyuhyun.

Suzy mengusap mata lalu menyipitkannya. “Oh… astaga…”

“Kenapa?”

“Dia mirip Lee Dong Hae.”

Kyuhyun mendengus. “Berarti mungkin saja foto calon suami yang kau lihat itu, yang mirip Lee dong Hae itu, memang benar hanya ilusi. Sebab, kupikir pelayan barusan tidak mirip Lee Dong Hae. Jadi semuanya hanya ilusi, Bidadari.”

Suzy tergugu ragu. “Ya… mungkin…”

Kyuhyun meletakkan sendok di meja, lalu mendesah panjang. “Apa aku mirip dengan Lee Dong Hae?” tanyanya tiba-tiba.

“Apa?”

“Mungkin saja kau bisa berilusi kalau wajahku mirip Lee Dong Hae.” Kyuhyun mengambil wafer di atas es krimnya, lalu mengunyahnya.

Suzy termenung sesaat. “Oh… ya, benar, kau sedikit mirip dengan Lee Dong Hae.”

Kyuhyun berhenti mengunyah wafer. “Kalau begitu, menikah saja denganku.”

“Apa?”

“Menikah denganku, Bae Suzy.”

“A-apa?” Suzy tersedak.

Kyuhyun tersenyum. “Aku… bercanda.”

Aku tidak bercanda.

“Tadi tidak serius, kok, Bidadari.”

Tadi aku sungguh-sungguh serius.

Suzy tersenyum geli. “Fiuh… kukira… hehehe.”

Kyuhyun mengambil wafernya, dan mengunyahnya lagi.

Dia membalas senyum Suzy.

Tapi dadanya terasa sakit.

.

.

.

.

.

.

To be continued

.

.

.

.

Haloo pasti pada kaget lihat ini FF nggak di password? iya kaan? hahaha sengaja nih, buat godain kalian2 aja xD

*plak*

tapi tenang aja part besok tetap di password kok, karena besok adalah part ending!!! *nari nari*

ayo yang selama ini jadi sider, dan penasaran apa yg terjadi dipart2 sebelumnya dan part ending nanti, cukup komen sesuai ketentuan ya sayaangs :* nanti pasti dikasih passwordnya kok

Karena berhubung *kemungkinan* part besok udah mau habis, hahh… aku mau ngucapin banyak banyak terimakasih buat kalian yang udah support ff ini, baik dari awal2 atau dari pertengahan mana aja aku ucapin makasih! yang tahu sejarah FF ini, setahun lalu, yng bikin aku ampe nangis2 pas ngerjain ff ini aku juga makasih sama kalian karena bikin aku bangkit dari keterpurukan gara2 insiden di kampus dan amazing banget, komen2 kalian bikin aku nulis dan semangat lagi *eitdah nostalgia akunyaa*

Did you know, bulan ini, TEPAT SETAHUN ff Angel’s Call terbit! Dulu, FF ini kan mulai di post tgl 21 September 2014. Semoga saja bisa selesai di bulan yang sama! Amin! Amin doakan ya!

Part ini aku terbantu sekali dengan lagu Kang Sujie, itu aku ada kasih lagunya, didengerin ya! bayangin aja Suzy sama Donghae dansa pake lagu itu xD dan Donghae jogetnya ala bapak-bapak yang nggak bisa joget gitu, cuma tahu manggut2 sama goyang2 bahu doang xD thaaats so cuuuteeee :3

Dan bayangin Suzy pake hanbok ini:

SAMSUNG

dan Donghae pake kemeja ini:

Lee_Dong-Hae-p2

*Song Ji Hyo, I’m sorry, I stole your forever partner and put him with Suzy and suddenly become Donghae-Suzy bias! xD*

Aku nggak nyangka part ini bisa ampe 20-an lebih, sungguh, benar2 diluar dugaan aku.

Aku harap sejauh ini, cerita ini membuat kalian senang

kritik komen saran silahkan layangkan!

sampai jumpa next part!

silahkan tebak mau dibawa kemanakah ending iniii~ syalalala~

 

82 thoughts on “Angel’s Call (020)

  1. memang agak merepotkan ya kalau hidup di suatu tempat yang masih memegang erat tradisi seperti pernikahan dini. kasihan Suzy, diumur yang masih muda sudah menjadi ‘janda’ duhhhh T^T

    hahaha setuju sama Zhoumi, malu dong Kyu sama tato😄 kelakuan kayak anak kecil hahahaha. eh tapi wajar deh soalnya kan makan es krimnya sama bidadari cantik😄

    Suzy benar-benar malaikat, ahhh jadi tambah kagum deh sama Suzy yang baik hati dan ramah ^^. penasaran sama calon suami Suzy huweeeee, maunya Kyuhyun aja yang jadi calon suami Suzy T^T

  2. Please give me someone like lee dong hae 😆 aduh pantes suzy masih gak bisa ngelepas suaminya… Suaminya Top banget 😉
    Dan Kyu , nikah itu kata kata sakral lho buat Suzy…. Harus hati hati kalau mau ngakak
    Dan kak gmn cara minta pw nya 😆 aku udah lulus kualifikasi dapet pw gak ?

  3. Pingback: Trailer: Angel’s Call (Link 1-?) | sophiemorore

  4. Ya ampun knpa donghae romantis nyankaga ketulungannnnnnn
    Kyu, harusnya bilang lbih serius ke suzy. Hiaaaaaaaaaa gregerttttttttt
    Ngak sabal nunggu endingnya bidadari

  5. Yaampun happy annive yaa buat angel’s call ama sophie moga langgeng*eh adduh kyu langsung tembak aja nape si suzy keburu janur kuning melengkung loooh entar baru nyesel -_- ditunggu next chapnya

  6. aku loncat dr part 16 ke part 20 karna pw’a blum di kasih, kasihan kyuhyun patah hati, apa bakal sad ending atau happy ending

  7. ya ampun ya ampun. aku mau komennnnn. kakak sofi tau gak sih cuman ff ini ff yg castnya kyuhyun tp gak alay😦 salah satu hal yg kurindukan dari dunia per ff an. maafkan selama ini aku sider karna baru sekarang aku punya smartphone, klo jaman dulu pake hp nokia cucah bgt kak😦 tp janji deh mulai sekarang bakal ninggalib jejak di semua part. gak berasa aja loh setahun yg lalu waktu baper baca ff ini aku masih di asrama tp ehh sekarang udah kuliah aja😦 hiks feelingnya masih ada. tetep semangat ya kak!!! oh iya apa kabar tuh kak dosen atheis nya? bikin lagi dong ff based on true storynya hehe

    • masa? ya ampunn makasih buat pujiannyaa
      iya kalau bisa diusahain komen yaa
      biar memancing reader lain buat komen nanti jadinya bakal kayak efek domino gitu deh hehehehe

      aduhh dosen ku? sssttt udh lama nggak ketemu udah lupa xD aku udah ada gebetan baru nihhh orangnya jutek dan cuma bisanya hadir di imajinasiku doang gimana nihhh wkwkkw

  8. Kyuhyun merana banget ya di part ini…

    Penasaran juga sama calon jodohnya suzy.. Tapi kalo part akhir aku nebak.. Donghae yg itu hanya sekedar penambah tokoh aja.. Biar konfliknya slese.. Hehe..

    Walau gitu aku nunggu happy endnya.. Passwordnya masih sama apa beda sama yg part sbelumnya? Kalo beda kasih tau ya.. Akibat sibuk jadi wkt luang buat baca pun kelupain.. :p

  9. sebenarnya suzy cinta ama donghae atau gimana?
    Udh dh hnya author dan Tuhan yg tau.
    Cie, si kyuhyun cemburu,jealousnya minta ampun.. Pke” bercanda lagi ngga taunya memang tulus dri hati.. Next chap udh mau ending.. Hmm… Cepat bgt sih thor endingnya tapi ngga apalah. Ngga sbr next chap. Jgn lama” yah thor tkutnya pingsan/? sking pnasarannya

  10. Aq berharap semoga foto yg dilihat suzy foto kyuhyun
    Part awal bikin aq mewek,, cz aq ngebayangin gmn lw aq yg kehilanga kya suzy.
    Semoga happy ending utk kyuzy

  11. aigooo, udah mau end… donghae – suzy sweet… tapi aku lebih suka kyuzy. kayanya emang suzy berilusi terus deh, masa semua dibilang mirip donghae sihh… kyu nggak gentle ih, malah ngeles pas ngajak nikah suzy… ditunggu lanjutannya eonni🙂

  12. smga z suzy cuma berhalusinasi saat liat foto itu yg dy kira itu adl org yg mirip sm donghae padahal itu foto kyuhyun,hihihihi
    kyuhyun knp blg becanda si ???
    bilang z klo serius,kali z suzy jd batalin prjodohan itu klo emng calon suami’a itu bukan kyuhyun, (ˇ_ˇ’!l)
    jd mikirin kyuhyun nari” krn mau makan es krim smpe2 mnta diundur tawurannya,
    ada gtu ya tawuran d’undur bwd makan es krim,😀
    nd gak bsa berenti ketawa pas ngebayangin seorang preman yg jago berantem ngerengek mnta uang jajan tambahan buat traktir cwe makan es krim,😀
    biasanya kan klo preman banyak duit hasil palakan ????
    oh iya lupa,kyuhyun kan preman pembela kebenaran nd keadilan ya ???,
    smga z calon suaminya suzy itu kyuhyun beneran sprti yg q harapkan,soalnya siwon z tumben2an nawarin nd ngizinin kyuhyun ngajak suzy makan es krim smpe minjemin mobilnya sgla,
    Buat apa coba siwon mnta kyuhyun ajak suzy jalan2 nd makan es krim klo cuma bikin kyuhyun patah hati,
    Klo feeling q si foto itu foto kyuhyun,makanya siwon baik sm kyuhyun,😀
    Hahaha sok tau bgt ya ???

    Tp sedih bgt pas awalnya,smpe sedihnya itu pake BANGET bacanya,😥
    Gak bsa ngebayangin diusia muda udh jadi janda,ditambah lagi suzy udh mulai suka sm donghae nd donghae meninggal dlm kecelakaan didepan matanya sndri,tragis bgt,

    Dari tadi berharap mulu ya q ??? Hahaha😀 Maklum lah,,, akhr2 ini q lg phobia sm sad ending,
    Klo ktmu ff yg sad ending pasti lgsung bengong nd dada jadi nyesek seolah2 q sendiri yg ngalamin patah hati itu,,

    WADUH,,,,!!! Kenapa jadi curhat gini ya ???
    Hahaha😀 #abaikan

    Commentnya panjang bener ya thor ???
    Kaya org lagi bikin tugas mengarang z.😀

    Pokoknya buat author semangat 45 buat bikin part slanjutnya,
    Smoga mood authornya lg baik2 z jadi part selanjutnya bsa jadi besok malem
    Hahahaha😀

    Next next next next
    Fighting !!!

    • wow
      komen kamu panjang banget
      hahaha kita doakan saja yang terbaik untuk ff ini
      aku nggak bisa janjiin banyak hal
      karena aku juga nyadar ini ff sempat pending lama banget
      tapi aku harap endingnya nanti akan jadi ending terbaik

  13. bingung mau komen apa, cerita suzy-donghae sweet binggo. apa emg donghae pas banget ama karakter kyk gini yaa, cakep, baik, perhatian tp sayang pendek umur,huhu. smoga d ff terbaru donghaeny gk d bikin mati ama kk sophie, hehe..
    msih ngarep banget si suzy d jodohinny ama kyuhyun, ayoo dong kk sophie buat itu jd kyuhyun. tapi suzyny gk boleh nganggap itu donghae lg yaa, kasihan ntr uri kyukyu.
    aku harap ff angel call ini berakhir happy ending. dtggu part endny kk sophie secepatny klo bsa. hehe

  14. Dan aq belum baca part 19.. 😢😢😢
    Yang paling bikin ngakak itu, waktu kyu and the gank mau tawuran tapi ga jadi soal na kyu mau mimik ice cream. Wkwkwk… kasian sungmin, henry sama zhoumi…

  15. Happy ending dong eon.. tapi kurang panjang ah masa cuma 21 part. panjangin lagi dong.. ntar bakalan kangen sama malaikat dan bidadari.
    kasian sama kyuhyun, apa foto calon suami suzy kyuhyun? *ngaco* semoga bisa publish bulan ini amiin..
    btw awalnyakan hanbok suzy kuning ungu muda terus kok tiba tiba biru muda ya eon pas nari sama donghae?

    • kita liat aja nantii
      eh itu typo
      nggak apa2 aku bukan bidadari sih, jadi nnggak sempurna. ngetikku makanya salah2. kalau bener, nanti kalian ngira aku ini yang selama ini ditelepon kyu xD

  16. Huaaaaaaaaa…….
    Sakiiiiit kyuuu, sakiiiiiit….
    Aku nyangkanya org ato mungkin berharap org yg dijodohin sama suzy itu emng kyu hyun….
    Skrng suzy lg ada di kondisi inget donghae kali ya, jdi liat cwo2 itu pasti smua mirip donghae…
    Siwon aja sadar, klo kyu bisa menemani suzy dgn baik….
    Tinggal kamu sop, yg bisa mempersatukan mereka…hihihi
    Ditunggu bangeeeet last partnya….
    Usul nih ya, biar ceritanya sesuatu gtu, endingnya juga di tanggal yg sama.. kan sweeet….hihihi
    Semangat lanjutinnya sop…

  17. udah setahun ya? gak kerasa ya.(kerasa banget deng. kalo lagi nungguin terbit, ealah curcol)…hehehehe

    geli bayangin kyu nari2 kegirangan krn mau makan es krim, geli juga ngebayangin gimana cowok yg sekarang bertubuh melar itu merengek ke ibunya minta uang tambahan…hahahahaha…dn ada gitu yaaa istilah tawuran ditunda dl? dasar preman saklek dia mah…wkwkwkwk

    scene donghae sm suzie naripun ya ampuuun, kebayang gimana menyilaukannya seorang lee donghae dgn segala pesonanya…jdi ngayal pengen punya suami kayak dongek..hihihihi

    soal perjodohan, entah kenapa aq kok masih punya keyakinan kalo calon suaminya suzie itu sebenernya kyu??? iya kaaaan? ah jadi gk sabar nunggu part selanjutnya ^^

    semangat yaaa jeng sophie :))

    • halooo ya ampun , dan aku balas komen kamu ini tahun depan loh! wkwkwkkw
      hmmm kita liat aja apakah keyakinan kamu itu terbukti benar atau tidaaaak wkwkwkwk
      semangat semangat
      semoga bisa nyelesain part2 ending

  18. Uwaaaaaaaaaaaaaah
    besok itu part ending ?? SERIUS ?? kyaaaaaa senangnyaaaaaaa

    eiiiiiiiiiii
    aku masih penasaran siapa calon suami Suzy ituuuu
    okeh ternyata semua yg dia lihat mirip Dongek oppa ckckckck

    ouuuh Kyuhyun gak bercanda soal dia mau ngajakin Suzy menikah huh
    tapi karena reaksi Suzy si Kyukyu jadi gak semangat
    ckckckck sabar ya Kyu #pelukKyu

    aaaaaah gak sabar nunggu part terakhirnyaaaa kyaaaaa
    jgan lama2 ya chingu ^^

  19. Udah ada aja ni part 20 nya… Aku ketinggalan baru baca sekarang 😥
    Emang sih ya kalo kita kehilangan orang yg kita sayank emang susah move on nya…. Aku denger tu lagu nya sambil baca.. Jadi ngebeyangin gmana si tampan dongek nari2 bareng suzy yg pake hanbook.. Tapi seriusan wajah calonnya suzy mirip dong hae… Gmana sih ini kak sophie, sisuzy sama kyuhyun kan ntar???? 😮
    Aku males nebak2 aahh… Ntar salah, kayak part yg sebelum2 nya, nebak2 malah di luar dugaan noh si suzy seorang janda.. Aku nunggu lanjutannya aja deh… Semoga mood kak sophie baek2 aje biar ni epep cepat selesainya… Amiinn 😘😘

    • ini juga baru terbit kok rahmi hehehe

      bener kalo kehilangan org yg kita sayang itu mmg kenangan buruk dan susah buat move apalagi kehilangannya di depan mata sendiri huhuhu

      aaaahh donghae mmg tampaan entahlah aku jg galau nnti akhirnya gmn wkwkwkw
      *ditampol

  20. Kyu kapan serius nya sih?? Klo dia gk bercanda mungkin suzy mau nikah sama dia
    Aduh, preman galau akut nih kyu.

    Next terakhir y? Jdi Suzy sama siapa? Kyu ato pria yg mirip donghae??

  21. Lee donghae itu sosok yg dewasa dan pengertian padahal suzy jatuh cinta sama orang lain tapi dia malah ngasih nasihat buat suzy.
    Jadi penasaran sama foto calon suami suzy, itu beneran mirip lee donghae atau cuma ilusi suzy aja, berharapnya kalo itu fotonya kyuhyun.
    Begitu mau jalan suzy, kyuhyun langsung semangat dan langsung ngebatalin acara tawurannya ckckck
    Ngga biasanya siwon bersikap baik ke kyuhyun apalagi sampe minjemin mobil, gara-gara sikap baik siwon ke kyuhyun jadi beneran berharap kalo calon suaminya suzy itu kyuhyun.
    Harusnya kyuhyun jujur aja kalo beneran mau ngajak suzy nikah ngga usah bilang bercanda dan ngga serius sama ucapannya.

    • bener bangeeet dia dewasa
      padahal jarak mereka cuma 1 kelas loh hhehe
      pas suzy kelas 1 sma, donghae kelas 2 sma.
      kyuhyun kan masih umur 16… dia kan anak kota… pasti canggunglah tahu2 ngajak nikah xD

  22. Eonniii aq blm baca smpai part sblmnya baru ampe part 10 itu jg krna wakty yg sempit (miss busy) ..dan skrang udh muncul part ini d saat aq blm baca part yg d pasword oke mlm ini aq bkl bca part2 sblm.a biar d kasih pasword.a..huhuh crita.a bikin pnasaran oke cukup cuap2. Sy mw lnjut krjain tugas dlu biar cpt klar abis tuh mw borong ff angels call part2 sblum.a…wkwkwk🙂😀 ….kamsahamida eonni :* hahaha

  23. demi apa udh setaun!! dan demi apa NEXT PART ITU ENDING ANGEL’S CALL???? *.* UWAAAAAAAAAA😄
    I can’t I can’t I can’t, ㅠㅠㅠㅠㅠㅠㅠㅠㅠ
    pas scene nari-nari kenapa suwwiiittt banget soph ㅠ_ㅠ
    kyuhyun lu frontal bgt ngajakin suzy nikahnya wkwkwkwk

    • IYAAAA UDAAAH SETAHUUUNNN
      AKU JUGA GA NYANGKAAA
      kemarin pas ngecek tanggalan,aku emang ingat aku nerbitinnya bulan september
      dan pas aku hitung2 aku kaget, karena kemungkinan estimasi ini tamat tepat setahun banget! wuaaaaaa
      amazing bangetttt

      hiksss aku juga suka scene nari2 ituu…
      udah denger lagunya?
      lagunya itu, polos banget artinya lohh…
      musiknya juga ceria
      tapi adegan dongha dan suzy pas nari dgn lagu itu, penuh makna bgt :’)

      hahaha kyuhyun frontaaal emangg
      haaaa kyuhyun mulai ada rasa kayakknyaa
      aduhhh preman sekolaaah
      yang mau kencan masih minta duit jajan ke emaaak
      dan lalu ngajak kawin anak oraaaang
      imut banget kaaaan? xD

      • daku malahan tak merasa project angels call udh setaun wkwkwkwk😀
        nah itu dia sophie daku belum download lagunya,udh nyoba cari kemaren” tapi ga ketemu soph boleh lah bagi link hihihi

  24. jika rasa sepi datang menghampiri, janganlah bersedih
    karena hatiku akan ikut merasa sedih…. ini kata kata ngefeel banget :v :v

    huhu…
    Sosok itu, dengan segala kedewasaannya, mulai tampak mempesona di mata Suzy. Sosok itu mungkin sudah lebih dulu mencintainya, dan sosok itu menunggu dirinya untuk membalas cinta itu….
    ampun kak kata kata itu..
    huaa senpai notice me please !!

    btw ya kak,, kyuhyun itu… imuttnya kebangetan :v #diamya

    • hueee iyaaa samaaa
      aku juga suka sama kata2 itu
      apalagi adegannya itu pas donghae ngajak dansa
      hiks hiks hiks
      astagaaa aku baper sendiri bayanginnya😦

      donghae itu kan awalnya udah merhatiin suzy dari pas suzy masuk ruangan. dan dia sengaja ngajak suzy dansa supaya istrinya nggak sedih. dan dia tahu, suzy itu sedih gara2 patah hati… sama cowok lain😦
      hueee
      tisu mana tisu *sumpah gue jadi cengeng begini pas part ini

      dan kyuhyunn dia preman imut banget emaaang
      sayang bgt pas bagian ending hiks hiks
      jadi merana gitu hueee
      kenapa aku bikin cerita begini???? *nah lho nyesal sendiri malahan xD

  25. First!!!! (Lagi)

    Bagian2 awal nyesek gilaa thor… Ga kebayang deh pokoknya… Kesian kyuhyun. Udh seneng2 mau kencan ma Suzy, eeeeh gataunya Suzy dijodohin… Tadinya aku kira calonnya si kyu… Tp kok ktnya mirip LDH yah?? Jd ambigu.. Tp kok ngarahnya ke kyu juga? Aku jadi binguuuung

    Btw, chukkae thor, ini ff dg part terpanjang yg author buat.. Part end buruan yah. Kalo bisa ntar mlm wkwk bercanda.. Ga ding aku serius.. Wkwk daaaah ~ *biar authornya bingung wkwkwk

    • wuaaaah first muluuu! chukkae
      apa sih rahasianya? aku penasaraaan kamu first melulu xDD

      iyaaa bagian awal itu, aku bikinnya ampe nangis. apalagi pas adegan dansa itu, aku sambil dengerin lagu aslinya, bayangin donghae deketin suzy, senyum ke suzy, tapi tahu kalo istrinya itu baru aja patah hati gara2 orang lain
      awwww what an irony!

      hahaha iyaa fix ini ff terpanjaaaang
      aku kayaknya ga bakal bisa bikin ff sepanjang ini lagii
      hehehehe
      aduhhh jangan ntar maleeem
      gila aku masih baper ini gara2 donghae
      seriusan,malem tadi pas lagi briefing bareng otaku *eitdah istilahnya* , aku bayangin part ini, aku nangis2 sendiri
      dan ini baca ulang, nangis lagi
      ya ampun…
      kayaknya aku memag harus jauhin donghae dari karakter semacam ini
      makan tumbal sendiri
      aku sendiri yg malah nangis😦
      dan kyuu
      aku juga ga tahu kenapa dia jadi nelangsa bgt di sini😦
      hueee

Just talking...

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s