Angel’s Call (011)

angels call

“A friend in Busan”

-Cho Kyuhyun-

 

Sungmin melempar puntung rokoknya ke lantai bersemen dengan penuh emosi. Dia hampir saja ikut membanting ponsel, jika tidak ingat kalau itu bukan ponselnya, melainkan ponsel Henry.

“Sialan! Sialan! Sialan!” umpat Sungmin, emosinya menggelegak. Sepatu ketsnya menendang-nendang pohon beringin tak bersalah yang tumbuh di dekatnya. “Setan kau! sialan kau, Kangin! Sialan!”

Henry dan Zhoumi saling pandang ngeri.

Sungmin adalah pemuda yang paling sabar di kelompok mereka. Sungmin jarang terpancing emosi, maka itu Sungmin yang paling sering mengalah atau tidak terlibat dalam perkelahian. Kesabaran Sungmin berada di tingkat delapan sementara kesabaran Henry, Kyuhyun, dan Zhoumi berada di tingkat minus seratus dua puluh tiga.

Tapi bedanya, ketika Sungmin benar-benar marah, maka lebih mengerikan daripada monster sekalipun. Logikanya sudah tak lagi dikedepankan. Pemuda itu seperti binatang buas kelaparan yang bisa menyerang apapun.

Henry baru saja menunjukkan pesan yang dikirimkan Kangin, si pemuda badan gede tak berotak yang pernah mereka serang beberapa hari lalu. Kangin mengirimkan pesan kalau Kyuhyun baru saja mereka kalahkan. Bahkan, Kangin dengan penuh soknya mengirimkan foto sebelah sepatu kets. Sungmin tahu benar sepatu itu milik Kyuhyun. Sepatu butut yang enggan diganti oleh sahabatnya meski tahun lalu Sungmin sudah menghadiahkan sepatu buatan Itali saat Kyuhyun ulang tahun.

“Bajingaaaannn!! Akan kubunuh Kangin!” teriak Sungmin mengepalkan tangan kuat-kuat.

Henry segera menahan tubuh Sungmin yang berniat berlari keluar sekolah. Zhoumi membantu Henry. Sungmin meronta-ronta kesetanan. Berusaha melepaskan diri.

“Sungmin, berpikir yang jernih!”

“Sungmin, tenanglah!”

Mata Sungmin melotot lebar-lebar. Napasnya tersengal-sengal tak beraturan. Dadanya berdebar kencang. Kyuhyun dalam bahaya, dia tahu itu. Kyuhyun sedang dalam bahaya! Dan Sungmin sama sekali tidak bisa tenang!

“Aku harus memberitahu Ayah Kyuhyun secepatnya! Aku harus memberitahunya! Aku harus membunuh Kangin! Lepaskan aku!! Sialaaann!!!” Sungmin menyerapah. Menyumpah-nyumpah dengan kosa kata kasar yang jarang dikeluarkannya.

Henry dan Zhoumi saling pandang cemas. Mereka juga emosi, marah, dan khawatir. Apa yang terjadi dengan Kyuhyun? Benarkan Kangin sudah menumbangkan Kyuhyun? Benarkah sahabat mereka itu sedang ada dalam masalah?

Henry dan Zhoumi melirik ponsel di tangan Sungmin. Busan… apa yang sedang terjadi di Busan?

 

.

.

.

.

.

.

Changmin memandangi wajah Suzy yang duduk di depannya. Tidak ada reaksi yang ditunjukkan gadis dari Mokpo itu. Changmin melirik ke arah Chansung dan Minho, seolah meminta bala bantuan dari duo flamboyan yang biasanya lihai dalam menghadapi wanita. Namun para sahabatnya itu, menunjukkan air muka pias, tanda mereka juga tidak tahu harus berbuat apa.

Sekarang jam istirahat dan mereka sedang berada di kantin. Changmin tadi langsung berlari ke kelas Suzy dan mengajak gadis itu ke kantin. Seperti biasa, Changmin tidak membiarkan Suzy menolak permintaannya, jadi tanpa basa-basi, Changmin langsung menarik tangan gadis itu dan setengah menyeretnya ke kantin.

Suzy hanya diam. Awalnya Changmin kira itu normal. Gadis itu tidak banyak bicara seperti gadis-gadis lain di sekolah ini.

Gadis itu tidak pernah histeris jika melihat sosoknya, tidak seperti para anggota fanclubnya. Jadi, diamnya Suzy merupakan hal yang dikira Changmin normal.

Namun ketika mereka sudah sampai di kantin dan Changmin sudah memesankan dua piring spaghetti untuk mereka, Suzy tetap saja diam. Changmin mengajaknya bicara dan melontarkan lelucon-lelocon terkonyol yang pernah didengarnya, namun Suzy tetap diam. Sampai akhirnya Minho dan Chansung datang, bergabung bersama mereka, dan mengajak Suzy ber-high five, namun Suzy lagi-lagi tetap diam.

Barulah, Changmin merasa ada yang tidak beres pada Suzy.

“Suzy-ah, kau kenapa?” Changmin menggeser piring spaghetti yang terlanjur dingin. Changmin tidak akan membiarkan Suzy menyentuh makanan yang sudah tidak layak santap.

“Sesuatu telah terjadi?” tanya Minho hati-hati.

“Suzy…” Chansung menyentuh lengan Suzy perlahan-lahan.

Tiba-tiba, Siwon muncul di kantin. Pemuda itu berlari ke meja Changmin dengan tergesa sampai-sampai napasnya seperti habis tak bersisa.

“Suzy, kau kenapa keluar kelas? Tadi katanya mau menyendiri dulu…” Siwon melirik ke arah Changmin, Chansung, dan Minho dengan wajah tak bersahabat. “Kalian tadi membawa paksa Suzy ke sini, ya?” tuduhnya.

“Wohooo… bukan kami…” Minho dan Chansung kompak menggelengkan kepala. Ketakutan melihat wajah Siwon yang sudah seperti drakula penghisap darah.

“Aku yang membawanya,” ujar Changmin tenang. “Kenapa?”

“Kau…” Siwon hampir-hampir melayangkan tinjuan jika tidak melihat Suzy tahu-tahu menoleh ke kiri dan ke kanan dengan wajah bingung.

“Lho, kenapa aku di sini?” Suzy tampak kebingungan.

Changmin, Chansung, dan Minho saling pandang heran.

Siwon mengembuskan napas panjang. “Tadi Changmin membawamu ke sini. Kau tidak sadar?”

“Changmin?” Suzy seperti orang yang baru sadar dari pingsan. Dia memandangi Changmin lekat-lekat, wajahnya terlihat tidak yakin.

“Mm… maaf membawamu kesini tanpa ijin. Habis tadi kau mau-mau saja aku tarik ke kantin…” Changmin menggaruk-garuk kepala yang tidak gatal. Sebenarnya agak aneh kenapa Suzy bisa-bisanya tidak sadar sama sekali kalau dibawa ke kantin? Apa ada hal yang sedang mengganggu pikirannya? Changmin sibuk bertanya-tanya. Tapi melihat wajah Suzy yang benar-benar linglung, Changmin memutuskan untuk tak membicarakannya.

“Oh, tidak apa-apa, Changmin. Aku hanya… mm sedang butuh waktu sendiri sebenarnya.” Suzy tersenyum kecil. “Aku sedang melamun.”

Melamun sampai tidak sadar dibawa kemana-mana? Changmin melongo sesaat. Tapi demi melihat senyum di bibir Suzy, pemuda itu langsung membalas senyuman Suzy tak kalah manisnya.

“Tidak masalah. Aku senang sekali kalau kau tidak apa-apa.”

“Tentu saja aku tidak apa-apa.” Suzy menggerak-gerakkan kepalanya. Rambutnya ikut bergoyang-goyang.

Siwon menarik Suzy berdiri dan menggenggam tangan sepupunya erat-erat. “Ayo kita pergi, Suzy,” ujarnya.

Suzy mengangguk pelan.

Kedua mata elang Siwon memandangi ketiga pemuda di depannya dengan tajam. “Untuk sementara waktu, kuharap jangan ada yang mengganggu Suzy,” bisiknya pelan, namun menusuk.

“Hei, dia bilang dia tidak apa-apa!” sergah Changmin.

Siwon melirik Suzy yang tengah mengedarkan pandangan ke sepenjuru kantin. Suzy tidak sedang mengawasi mereka, jadi Siwon kembali melanjutkan ucapannya.

“Kalian… tidak pernah merasakan trauma sampai melamun bagai orang mati suri, kan?”

“Ma-mati… suri…?” Minho mengerjapkan mata kaget.

“Suzy trauma?” tanya Changmin dengan suara pelan. “Apa yang membuatnya trauma?”

Siwon menjauhkan tubuhnya. Dia tidak menjawab tatapan penuh tanya yang dilayangkan tiga pemuda paling terkenal di sekolah ini. Dia hanya mengembuskan napas panjang dan segera menyeret Suzy keluar dari kantin, secepat-cepatnya.

.

.

.

.

.

.

Suzy tiba di rumah dan langsung berlari masuk ke kamar. Kakinya terpincang-pincang namun tetap dipaksa berjalan. Ibu Suzy belum pulang kantor sehingga keadaan rumah sepi. Siwon mengikutinya dan menahan pintu kuat-kuat saat gadis itu hendak menutup pintu kamarnya.

Saat itu, Siwon akhirnya melihat pertahanan Suzy telah runtuh. Sorot mata gadis itu terlihat lelah, amat sangat lelah. Sampai-sampai Siwon merasa umur Suzy bertambah sepuluh tahun lebih tua.

Suzy membanting tubuhnya di atas kasur dan menutupi wajahnya dengan kedua tangan. Gadis itu tidak menangis. Hanya saja Siwon melihat sekujur tubuhnya gemetaran menahan emosi.

“Biarkan aku sendiri, aku butuh sendiri…” Suzy menaruh tasnya sembarangan.

“Aku akan tetap disini sampai ibumu pulang.”

“Aku butuh sendiri.” Suara Suzy kali ini terdengar sedikit merengek.

“Ayolah, aku tidak bisa memastikan segalanya baik-baik saja jika kau kutinggal sendirian. Siapa yang tahu kalau setelah aku pergi, kau akan berlari menyusul teman yang tadi meneleponmu itu ke Busan sekarang juga? Kau gadis yang pintar, tapi kau sedang rentan. Aku yakin kau bisa melakukan hal gila apapun yang terlintas di otakmu, Suzy.”

Siwon bersandar di depan

Siwon sudah mendengar cerita telepon dari Busan melalui mulut Suzy. Suzy berkata, temannya yang kini sedang berada di Busan, mengalami kejadian mengerikan. Suzy tidak tahu kejadian apa itu, tapi yang pasti temannya sedang ada dalam bahaya. Dan Suzy harus melakukan sesuatu sebelum semuanya terlambat.

Siwon ingat dengan jelas saat Suzy akhirnya menemukan kode telepon Busan dan terburu-buru menelepon sebuah nomor, Suzy menyebutkan kalimat seperti, “saya teman anak anda, Nyonya. Saya baru saja mendapat telepon dari anak anda…”

Selanjutnya Siwon tidak bisa mendengar apapun dengan jelas. Sampai akhirnya Suzy menutup telepon dan bersandar di dinding koridor dengan wajah kacau balau. Siwon berjalan mendekati Suzy dan memeluk tubuh Suzy erat-erat. Siwon tidak peduli pada tatapan beberapa murid yang sengaja melongokkan kepala ke jendela dan kebingungan dengan apa yang terjadi pada keduanya. Siwon tidak peduli dengan tatapan bersalah Park Seonsaengnim yang berpikir kalau penyebab tangisan Suzy adalah dirinya. Siwon tak peduli dengan segalanya. Dia hanya peduli satu hal, ucapan yang sempat Suzy lontarkan padanya ketika Siwon memeluk tubuh kecil itu:

“Kenapa semua orang yang akan dihadapkan oleh maut, selalu teringat dengan nomor telepon ibunya? Kenapa, Siwon-ah?”

Siwon menciumi puncak kepala Suzy dan menepuk-nepuk punggung gadis itu. Bahu Suzy berguncang pelan. Gadis itu memukul-mukul dadanya sembari terbatuk, seolah rasa sesak amat sangat mengambil alih tubuhnya.

“… seperti Lee Dong Hae.”

Siwon memejamkan mata saat akhirnya nama itu keluar dari bibir mungil Suzy.

Nama itu… nama yang sudah lama berusaha Siwon pendam dalam kuburan otaknya.

Nama itu sudah susah payah Siwon isolasi dalam ruangan khusus agar tak lagi muncul ke permukaan.

Nama itu bagai sebuah trauma yang membuat Suzy mati suri jika didendangkan kembali.

Dan nama itu akhirnya terlontar lagi. Dari bibir Suzy.

Seperti Lee Dong Hae….

Kenapa semua orang yang akan dihadapkan maut selalu teringat dengan nomor telepon Ibunya? Seperti Lee Dong Hae…

….Lee Dong Hae….

 

Siwon mengerjapkan mata saat menyadari dia masih memandangi Suzy yang terbaring dalam keadaan tertelungkup. Suzy memukul-mukul kasur. Tangan Suzy tampak lemah tanpa tenaga. Dan Siwon merasa kejamnya dunia terkadang suka kelewatan.

.

.

.

.

.

.

See you next part~

79 thoughts on “Angel’s Call (011)

  1. Huhh ampun kayaknya apa yang suzy alami di masa lampau benar benar berat … Duh bang Changmin anak gadis orang jangan ditarik tarik
    Dan ahh betapa perhatiannya bang Siwon 😆

  2. semoga Kyuhyun baik-baik saja ;______;

    Suzy pernah mengalami trauma? karena apa? Lee Donghae siapanya Suzy? teman atau kekasih? ok makin bingung, makin bikin penasaran sama cerita mereka berdua 【o´゚□゚`o】

  3. Donghae? Apa dia meninggal? Karna kecelakaan kah?
    Kasihan Suzy. Hidup yang dia jalani begitu sulit. Hidup setelah adanya trauma itu.
    Semoga semuanya kembali berjalan dengan baik.

  4. Setiap part banyak kejutan..
    “Kenapa semua orang yang akan dihadapkan oleh maut, selalu teringat dengan nomor telepon ibunya? Kenapa, Siwon-ah
    Teka teki baruu niihh.
    Apa maksud kata2 suzy ini yah
    Next chapter ajah dlu heehehe

  5. donghae ? lee donghaee ? si ikan mokpo itu kan ? kkkkkkkk apa donghae udh meninggal ? berarti suzy trauma karna donghae ? eh ? tambah penasaraaaaaaaaannnnn kkkwkwkww

  6. wow
    saya awalnya bingung waktu kyuhyun menyebut deretan nomor pas ditelpon.
    ternyata … #mangap
    jadi suzy panik segera nelpon ibu kyuhyun.
    kenapa lama lama ff ini semalin amazing nggak ketulungan TT
    terus, siapa itu Lee Donghae? suamiku kan wkwk
    jangan bilang dia ada kaitannya dengan masa lalu suzy serta kaki suzy yang gampang sakit itu?

  7. Suzy ngelamun mpe kya mati suri.. hubungan suzy m donghae ap y? Eonno slalu bikin penasaran di tiap partny nich
    Nex chap dulu y eonn

  8. Wehh apa itu.. unyuu sekali masa.. dibawa ke kantin tapi ga sadar..

    Heyy!!! Lee donghae!! Apa apaan ikan itu!!!
    Aku bersumpah akan membunuhmu, ikan!! Kau selalu merebut eunhyuk dariku.. ish.. kwkwkwk

  9. tuh kan dari awal aku udah nebak pasti suzy ada hubungannya sama Donghae, dia kan tinggal di mokpo
    suzy parah yah ngelamun sampe kayak mati suri😦

  10. Pingback: Trailer: Angel’s Call | sophiemorore

  11. Omaygad… Omaygad…
    Jadi yg membuat suzy berubah jadi pendiam selama itu akibat Lee donghae. Aku yg lupa ato apa emng blm di ceritain ya.. Siapa Lee donghae? Bias. Aku? Sepertinya selain spesial buat aku, donghae juga spesial buat suzy, sampe dia trauma kaya gtu. Tapi apa yg terjadi sama donghae. Dan selain bias aku, donghae siapnya suzy, ko aku g tau… #ngawur #abaikan
    Asli asli.. Jadi yg disebutin di telfon itu no ibunya, bukan ngitung preman… Dan apa yg terjadi sama ibunya pas di telfon suzy.. Sophie yg baik hatinya… Banyak penasaran yg ada dikepala… Ditunggu part selanjutnya..
    Menunggu dalam penasaran. Untung bukan mati penasaran.. Wkwkw

  12. wah nggak nyangka suzy punya trauma entah apa yang bisa ngebuat dia kaya mati suri. Jadi penasaran apa yang sebenernya terjadi sama lee donghae yang ngingetin suzy sama keadaannya kyuhyun sekarang. next part ditunggu yaaaa😀

  13. gak ada scene kyu sama sekali,,huihuuhhuu!!berharap dia gak knpa2 dan hubungannya dg ibunya akann baik n bisa ketemu suzy…
    terusss donghae itu siapa??orang dimasa lalu suzy??di mokpo kah??

  14. waaaaaa eonnnnnniiiiiiiii kenapa ada tbc disituuuuuuuu???? aaaaaa bikin frustrasi aja.., itu kenapa tiba” ada donghae disitu? kenapa? terus gimana sama kyuhyunnya??? aaaaa eonni chapter selanjutnya jangan nanggung gini eon bikin penasarin…

  15. aduh greget deh pengen tau kyuny selamat ato gk. itu dongdonghae walopun cuman nyempil nasibny kok tetep tragis ya. kk sophie kykny punya dendam pribadi nih sma si ikan amis, haha..
    d tggu next part nya kakaakk..

  16. jahaaaat!!!!
    kenapa udah tbc lagi?
    aq bakal lapor ke yesung utk mengeliminasi namamu dr daftar kandidat bini mudanya karena udah bikin aku kecewa dgn 3 huruf menyebalkan “tbc”
    huwaaa, jd kyu apa kabarnya coba?

  17. Lee donghae??? Ada pa ni sebenarnya? #mikir
    Apa dia pacarnya Suzy yg udah meninggal sampe ngebuat Suzy sok dan mati suri?? #syok dan bingung
    Apa Siwon juga sayang (‘cinta) sama Suzy??

Just talking...

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s