Mr.Headstone (Track 07)

Author : Sophie Maya

Title     : Mr.Headstone (Track 07)

Cast     : Cho Kyuhyun, Choi Siwon, Lee Sungmin, Kim Ryeowook, Lee Hyuk Jae, Mia

Support Cast: Park Jungsoo

Genre  : romance

Rated  : G/AU

Length: chaptered

Type    : ?

Summary         : The one that had head like a stone

mr-headstone-copy

poster thx to springsabila@cafeposterart

Disclaimer       : this story is MINE.

 

Track 07 : Frozen Winter Inst.

 

”Setahu saya, tadi pagi Mrs.Risa pergi bersama Mister Alex.”

Badan Mia terasa lemas begitu mendengar ucapan satpam apartemen. Ia sudah ingat semuanya sekarang, ia sudah kembali tahu banyak kejadian yang dulu pernah menimpanya. Sekarang ia ingin bertemu dengan Ibu dan menjelaskan hal itu. Dan bahkan ia bersumpah, keadaan Ibu gawat sekali. Ia tidak bisa membayangkan apa yang bisa dilakukan Mister Alex pada wanita itu.

”Kemana?” Mia menggigit bibir bawahnya. Mendadak pikiran buruk menerpa otaknya.

”Mt. Buller, mereka berangkat satu jam lalu.”

Mia buru-buru mengangguk dan mengucapkan terima kasih, lalu keluar dari apartemen itu dengan linglung, menyetop taksi dan pergi menuju Mt. Buller. Setelah hampir satu setengah jam kemudian Mia tiba di Mt. Buller. Langsung saja ia mencari-cari Ibu, menanyakan pada orang yang ia temui di sepanjang arena ski maupun pegawai di pintu masuk.

Ibu ternyata duduk di salah satu teras cottage bertingkat dua yang menghadap arena ski. Mungkin Ibu menyewa cottage itu. Perlahan Mia mendekati Ibu yang duduk membelakanginya dan terus menatap ke arah luar melalui kaca nako.

Tapi Mia menghentikan langkahnya saat melihat Mister Alex menghampiri Ibu sambil membawakan gelas berisi minuman. Gadis itu memakai sunglasses-nya sambil terus menatap Ibu dan Mister Alex. Pria itu tidak berlama-lama di tempat ini, ia berbicara sebentar dengan Ibu sebelum akhirnya pergi lagi. Mia membuang mukanya saat Mister Alex berjalan melewatinya.

Tiba-tiba saja perutnya kembali melilit. Rasanya sakit sekali seperti ditusuk benda tajam. Akhir-akhir ini ia sering sekali merasa perutnya perih seperti ini. Dan ia selalu lupa menanyakan pada Siwon, apakah sebenarnya hantu itu bisa merasakan sakit seperti ini atau tidak.

Mia menutup mata sebentar dan menarik napas berkali-lagi, lalu menaiki tangga dan berjalan mendekati Ibu. Tangannya menggenggam erat diary kesayangannya. Mia memaksa sebuah senyuman tersungging di bibirnya. ”Bibi ada di sini juga?”

Ibu menoleh ke belakang dan tampak terkejut, ”… Yui?”

Mia mengangguk kencang dan menunjukkan cengiran. ”Apa Bibi baik-baik saja? Apa ada… kejadian buruk yang menimpa Bibi?” Mia menelan ludah susah payah.

”Tidak ada. Bibi baik-baik saja. Memangnya kenapa?”

”Akhirnya ketemu juga.” Kyuhyun tahu-tahu muncul dan melambaikan tangannya dari bawah. Kyuhyun mengisyaratkan akan naik ke teras atas. Wajah Kyuhyun tampak pucat seperti kapas dan napasnya terdengar putus nyambung.

”Kenapa kau ada di sini?” bisik Mia heran. Kyuhyun hanya menatap Mia datar.

”Kau sudah menemukan diary itu? Ah, bagus,” bisik Kyuhyun pelan.

”Kyuhyun Mr.Headstone? Oh, ini benar-benar Anda?” Ibu terlihat kaget Kyuhyun berada di sini. Buru-buru Ibu berdiri dari duduknya dan menyalami Kyuhyun. ”Kenapa seorang Kyuhyun Mr.Headstone bisa ada di sini? Ada acara di sini ya?” tanya Ibu ramah. ”Senang sekali kalian berdua mengunjungi cottage-ku.”

”Ah, tidak juga,” balas Kyuhyun tak kalah ramah. Kyuhyun sekilas melirik Mia yang masih tenggelam dalam kebingungan kenapa pria itu bisa disini. ”Bagaimana keadaan Nyonya?”

”Baik-baik saja. Ah, Kyuhyun, Yui, kalian mau minumkah? Biar dipesankan,” tawar Ibu.

”Yui?” Kyuhyun mengernyit dan mengerlingkan mata pada Mia yang cuma dibalas dengan senyuman tipis. Mm, iya, Mia lupa bilang ke Kyuhyun kalau di depan Ibu, nama dia adalah Yui dan dia adalah sahabat baik Mia Narafa, sebuah identitas yang sengaja diciptakan agar Ibu tidak histeris melihatnya.

Ibu tersenyum pelan dan mengambil gelas. ”Ini tadi dipesan suamiku, kurasa minuman ini sudah dingin. Lebih baik kuminum dulu, baru kita bareng-bareng pesan minuman lagi. Gimana? Setuju?”

”Setuju,” angguk Mia cepat.

Ibu tertawa kecil dan mendekatkan gelasnya ke bibir. Tapi mendadak Kyuhyun malah mengambil gelas itu tanpa permisi dan mengendusnya.

”Kyuhyun, itu tidak sopan!” protes Mia saat melihat apa yang Kyuhyun lakukan. Kepanikan melanda Mia, apalagi saat gadis itu melihat Ibu keheranan dengan tingkah Kyuhyun.

Kyuhyun tampaknya tidak peduli dan terus mengendus gelas itu lalu mengernyit aneh. ”Nyonya, minuman ini ada racunnya.” Dengan kalem Kyuhyun memberikan gelas itu kembali pada Ibu.

”Racun?” Ibu terkaget-kaget.

”Ini baunya… bukan bau jus. Semacam bau racun, Bibi. Coba cium deh.”

Ibu menuruti kata-kata Kyuhyun dan mencium gelas itu sebentar lalu wajah Ibu berubah aneh. ”Ini?! Bagaimana bisa…?!”

”Ada semacam zat kimia yang kalau terminum bisa membuat pendarahan di dalam dan ujung-ujungnya bisa menyebabkan kematian. Kalau terminum, sudah bisa dibayangkan? Jadi harus hati-hati, racun ini aksinya lambat. Jadi tidak akan ada efeknya sekarang, kemungkinan setelah satu jam sesudah minum,” jelas Kyuhyun panjang lebar.

”Maaf, tapi ini minuman dari suami saya, jadi…”

”Nyonya, Anda harus percaya pada saya.” Kyuhyun masih menggenggam gelas itu sampai akhirnya Mister Alex kembali masuk ke cottage dan terkejut melihat kedatangan orang asing—Mia dan Kyuhyun—yang berdiri mengelilingi Ibu.

Mister Alex datang bersama beberapa orang berjas hitam yang berjalan beriringan di belakangnya. Orang-orang itu mempunyai postur tubuh yang tinggi dan besar, serta mempunyai gerak-gerik tidak enak dipandang, begitu pikir Mia. Bagaimana tidak, melihat Mister Alex berjalan seorang diri saja sudah membuat mood-nya down, ditambah dengan orang berjas hitam aneh dan terkesan mengerikan. Mia tidak pernah melihat semua pria itu semasa hidupnya dahulu, jadi dia tidak yakin kalau mereka adalah teman Ibu, jadi itu pasti teman Mister Alex.

”Ini ada apa?” tanya Mister Alex garang menunjuk Kyuhyun dan Mia.

Mia langsung gugup dan pura-pura membenarkan letak sunglasses-nya. Kyuhyun yang dari tadi memegang gelas sekarang meletakkan gelas itu ke meja dan menatap Mister Alex tajam.

”Mister Alex, Anda kenal saya? Yang tempo hari datang ke kantor Anda dan mengajak Anda minum?” alis Kyuhyun terangkat tinggi.

Mister Alex mengernyit sebentar lalu berdecak pelan. ”Lantas ada apa ini?”

Pandangan Mister Alex terarah ke Kyuhyun. Mia merasakan hawa tidak enak meliputi mereka, seperti bukan hal yang baik. Ditambah orang-orang yang berdiri di belakang Mister Alex sangat mencurigakan.

Kyuhyun sepertinya sama sekali tidak gentar dengan tatapan Mister Alex, ia justru menarik diary yang dipegang Mia dan ke arah Mister Alex, seulas senyum tipis tapi menyebalkan memenuhi wajahnya. ”Kita sudah menemukan kunci yang membuat Anda tidak bisa menguasai harta kekayaan Nyonya Risa. Bahkan berniat membunuh istri anda sendiri.”

Ibu tampaknya juga sangat terkejut hingga tidak bisa berkata apa-apa.

”Apa maksudmu?” Mister Alex terlihat gusar.

”Anda tahu apa yang saya maksud,” kata Kyuhyun cepat. ”Saya rasa saya harus membawa Mrs.Risa ini jauh dari Anda.” Kyuhyun menarik tangan Ibu turun ke undakan, tapi langkahnya segera ditahan Mister Alex dan pria-pria yang mengikutinya.

Mia tidak tahu perdebatan apa yang terjadi antara Mister Alex dan Kyuhyun, dia ketakutan sampai-sampai tidak berani mendekat dan memilih bersembunyi di balik sofa dekat pintu masuk, sebelum ada yang menyadarinya. Mister Alex memang selalu menakutkan bagi Mia dari sejak dulu.

Gadis itu tidak bisa mendengar suara mereka, tetapi Mister Alex sepertinya bersikeras agar Kyuhyun tidak pergi dan mau melepas tangan Ibu. Dan Kyuhyun bersikukuh, dia terus saja menggelengkan kepalanya berkali-kali.

Lalu tidak jelas apa yang tengah terjadi, tahu-tahu saja Mister Alex menarik kerah Kyuhyun dan memukul tepat di pelipisnya!

BUGH.

Semua begitu cepat. Kyuhyun jatuh tersungkur dan menabrak beberapa kursi hingga kursi itu ikut terjatuh.

”Apa yang kamu lakukan, Alex?” Ibu berteriak marah.

”Tembak dia.” Mister Alex mengacuhkan Ibu dan menyuruh tiga orang pria membawa Ibu turun dari cottage dengan paksa, Ibu memberontak tapi tidak bisa melakukan apapun. Mia bisa melihat wanita itu diseret keluar sambil terus berteriak-teriak. Mia mengkerut ke belakang. Mister Alex mengkodekan pria-pria yang tersisa di belakangnya mendekati Kyuhyun. ”Buang jasadnya jauh dari Melbourne. Ambil buku itu.”

Tembak? Kyuhyun mau ditembak? Dibunuh?

Seorang pria berbadan kekar maju dan mengacungkan pistol ke arah Kyuhyun. Kyuhyun masih tersungkur menabrak meja dan tidak bergerak sedikitpun.

Wajah Mia pucat. Dadanya berdebar-debar keras.

Kyuhyun… mau diapakan?

Pria itu mengacungkan pistol ke arah Kyuhyun, menarik pelatuknya sambil menyeringai aneh.

”Aku tidak peduli kau idol atau apa, kau mengacaukan rencana bosku.”

Kyuhyun terbatuk-batuk, tubuhnya berusaha berdiri tegak meski gagal.

Mia menggeleng kuat-kuat. ”Tidak, tidak akan ada orang yang boleh membunuh Kyuhyun apapun yang terjadi!”

Pria bersenjata itu tertawa. ”Bersiaplah untuk ma—”

”Tidaaaakkkkkk!!!”

Doorrr!!

Tepat ketika pria itu melepas pelurunya, Mia berlari dari tempatnya dan menghalangi tubuh Kyuhyun. Ia merentangkan tangan lebar-lebar dan membiarkan peluru itu menembus perutnya.

Rasa perih di perutnya kembali kambuh, kali ini jauh seribu kali lipat lebih menyakitkan.

Ia merasa pandangannya berkunang-kunang dan…

Bruk.

”Miaaa!” Kyuhyun berteriak histeris.

”Siapa gadis itu?” Mister Alex tampak kaget melihat sosok Mia yang ambruk ke lantai dengan badan tertelungkup. Ia tadi tidak melihat gadis itu bersembunyi di balik sofa. ”Hei, kau salah menembak orang!!” Mister Alex melihat keadaan cottage, memastikan tidak ada yang mendengar suara tembakan barusan.

”Kau membuatnya mati!” seru Kyuhyun penuh amarah. Sekuat tenaga ia bangun dan langsung menubruk Mister Alex, ”KAU MEMBUATNYA MATI! KAU MENEMBAKNYA!”

BUKK.

Suara pukulan terdengar keras. Diiringi tembakan-tembakan dari pistol, membuat suasana cottage tampak gaduh. Kyuhyun menendang kaki Mister Alex sekuat tenaga, dan membuatnya langsung dihajar habis-habisan oleh orang suruhan Mister Alex. Mereka mengepung dan meninju Kyuhyun berkali-kali.

Kyuhyun mengerang kesakitan begitu salah seorang pria sukses menonjok pelipisnya hingga berdarah. ”Kalian sudah berbuat jahat! Perbuatan kalian tidak bisa dimaafkan!!” Kyuhyun melirik tubuh Mia yang tertelungkup tidak berdaya beberapa meter di sebelahnya. Amarahnya seketika kembali memuncak. ”Kalian membunuhnya!”

”Ck, jaga bicaramu, bocah kecil.” Mister Alex mengusap bibirnya yang berdarah dan menatap tajam Kyuhyun. ”Kau ini sok tahu sekali.”

”Cih,” Kyuhyun memasang tampak kesal.

”Kau membuat keputusan yang salah dengan terlibat dalam urusan ini.” Mister Alex tertawa keras.

Kyuhyun menggelengkan kepala.”Aku tidak pernah membuat keputusan yang salah, kau tahu.”

”Sombong sekali kau!!” Mister Alex tampak berang dan beringsut maju hendak memukul wajah Kyuhyun, tapi tangannya ditahan seseorang.

Mister Alex menoleh dan wajahnya berubah pucat seketika. Seseorang itu… gadis itu. Gadis… yang tadi ditembak itu… masih hidup…?

”Kau yang sombong, Daddy….”

Kyuhyun membelalak kaget menatap gadis yang berdiri membelakanginya sembari menahan tangan Mister Alex. Kyuhyun bisa melihat Mister Alex dan pria-pria lainnya berjengit ketakutan melihat sosok yang tadinya mereka kira sudah mati, kini kembali berdiri menantang.

”K-kau…” Mister Alex mundur beberapa langkah. ”…siapa…?”

Kyuhyun bisa merasakan Mia tersenyum mendengar pertanyaan itu. Perlahan dibukanya sunglasses yang dari kemarin menutupi wajahnya. Mia mendongakkan wajahnya dan menatap Mister Alex lekat.

”Gadis kecil yang selalu Daddy pukul dan Daddy marahi… atau juga tidak jarang Daddy kurung di gudang sampai malam tiba. Daddy tidak ingat aku? Aku… Mia Narafa…”

Mister Alex berjengit. Mengkodekan pria-pria di sekitarnya membuat barikade untuk melindunginya dari Mia.

”Kau… kau bukannya sudah mati?!”

Mia tertawa. ”Memang sudah, dan kau tadi sempat membuatku mati dua kali.” Mia menatap pria yang tadi menembaknya. Pria itu tampak gentar.

Mister Alex memandangi Mia tak percaya. Jadi sosok di depannya ini hantu? Arwah? Iblis? Atau apa? Jika Mia sudah mati, kenapa bisa ada di sini???

Mia mengeluarkan peluru yang tadi masuk ke perutnya dengan mudah dan menyodorkan pada Mister Alex. Tidak ada darah menetes dari tubuhnya. ”Kau ingin membunuh Ibu dengan racun di minuman itu atau dengan peluru ini? Benar-benar keterlaluan…”

”Tembak gadis itu, cepat!” seru Mister Alex marah. Mendorong pria-pria di sekitarnya untuk mengeluarkan pistol.

”Hahaha, kan sudah kubilang, Daddy. Aku sudah mati, kau ingin menembakiku berapa kali pun… aku tidak akan tumbang lagi… tidak akan menangis lagi, seperti saat kau menyiksaku dulu…”

.

.

.

.

.

.

Melbourne, 13 Juli 2009

Jaksa memukulkan palunya ke meja pertanda sidang perceraian berakhir dan tuntutan Ibu dikabulkan. Ibu telah membaca diary Mia yang berisi cerita bagaimana Mister Alex berlaku kasar pada puterinya. Dan kejadian kemarin menambah berat tuntutan Mister Alex di pengadilan, ia terjerat kasus hukum karena percobaan pembunuhan yang dilakukan. Beruntung tempo hari, polisi datang tepat pada waktunya. Telepon dari pemilik cottage yang mendengar suara berisik membuat semuanya tidak terlambat. Kyuhyun dibawa ke rumah sakit karena mengalami beberapa luka ringan, dan Ibu yang ternyata di sekap dalam mobil ikut dibawa untuk pengecekan lebih lanjut.

Pembelaan Mister Alex, baik itu cerita tentang ”hidup kembali” Mia tak dipercaya polisi. Hakim pengadilan justru mempertimbangkan kejiwaan pria itu. Mia tak peduli, yang dia syukuri saat ini adalah Ibu dapat terbebas dari pria itu. Ternyata ini lah yang selam ini Mia lupakan. Trauma karena kekerasan yang dilakukan Mister Alex tanpa sadar membuat Mia membenci pria itu. Namun semasa Mia hidup, tak sekali pun ia berani mengakui hal itu pada ibunya.

Sidang ramai dikunjungi para wartawan yang ingin meliput atau penduduk Melbourne yang berdiri di luar ruang sidang sedari tadi, itu karena anggota Mr.Headstone hadir sebagai saksi dalam sidang itu. Berita mengenai Kyuhyun yang dipukul oleh Mister Alex dan usaha Kyuhyun membantu pihak kepolisian mengungkap kejahatan menyebar dengan cepat hingga semua orang berusaha mencari tahu secara langsung.

Kyuhyun masih terlihat lemas dan pucat saat memberikan kesaksian, bahkan ia tidak bisa berbicara cukup banyak.

Sidang baru saja selesai. Mia beranjak meninggalkan ruang sidang dan tidak peduli dengan orang-orang yang masih berdesakan ingin melihat keadaan anggota Mr.Headstone. Mia takut bertemu dengan Mr.Headstone, apalagi setelah membuat Kyuhyun babak belur dan jadi sakit beberapa hati ini. Perasaan bersalah benar-benar menyelimuti dirinya.

Babo!

Mia mendengar seseorang berbicara di depannya. Sebuah bayangan pria yang cukup tinggi menghalangi jalannya, membuat Mia mendongakkan kepala dan kaget melihat Kyuhyun berdiri di depannya. Kyuhyun memakai topi bisbol berwarna merah tua dan masker berwarna putih, wajahnya hampir tak terlihat.

”Sudah kubilang kamu itu memang bodoh. Kenapa menghindariku?” tanya Kyuhyun memiringkan kepalanya dan menatap Mia lekat-lekat. ”Benar-benar Stone yang aneh. Kukira seorang Stone tentu tidak akan mau pergi sedetikpun dari idolanya,” terdengar nada angkuh dari Kyuhyun. Membuat Mia mendengus kesal.

”Kau tahu aku… Stone?” Mia membulatkan mata tak percaya.

”Tentu saja! Dari awal aku tahu segalanya. Termasuk tahu betapa kau mengidolakan pria tampan bernama Cho Kyuhyun,” dengusnya bangga. Mia segera memberikan tatapan membunuh pada Kyuhyun. Jadi buat apa kemarin-kemarin Kyuhyun mengatainya anti-fans? Membuat Mia merasa benar-benar tersiksa dipandangi dengan sorot mata benci dari Kyuhyun.

”Percaya dirimu itu benar-benar keterlaluan.”

”Biarkan saja.” Kyuhyun melipat kedua tangannya. ”Bukankah seharusnya kau berterimakasih karena Mr.Headstone—idolamu—membantumu menyelesaikan urusanmu?”

Mia menahan napas. Berusaha menahan tangannya untuk tidak melepas sunglasses yang dia kenakan untuk bisa menatap Kyuhyun dengan tatapan super tajam lalu menendangnya ke Seoul. ”Lantas?”

”Kau harus datang ke konser Mr.Headstone.” Kyuhyun agak sedikit menyembunyikan kepalanya saat orang-orang sibuk melewatinya. Ruang sidang masih tetap ramai, tidak ada yang menyadari Kyuhyun tengah berada di depan pintu ruang sidang dan menahan seorang gadis untuk tidak meninggalkan ruangan. Padahal sedari tadi kerumunan itu fokus untuk mencari keberadaan Kyuhyun yang mendadak hilang dari meja saksi.

”Aku? Datang?” Mia tertawa miris. ”Tapi a—”

Kyuhyun mengeluarkan selembar tiket berwarna keemasan dan memberikannya tepat di depan wajah Mia. ”Tiket Backstage dan juga bisa berfungsi sebagai tiket VIP, berdiri tepat di depan panggung. Gratis. Jangan lupa datang ke konser Mr.Headstone besok ya. Kurasa kau masih punya sisa waktu di dunia ini kan?”

Mia tertegun. Matanya membulat saat pantulan cahaya berwarna emas dari tiket konser itu mengenai wajahnya.

Kyuhyun tersenyum sekilas dan berbalik badan meninggalkan Mia sebelum ada orang yang menyadari kehadirannya.

”Tunggu!” teriak Mia saat melihat punggung Kyuhyun mulai menjauh. Tapi sayang Kyuhyun sepertinya tak mendengar suara Mia, dia terus saja berjalan semakin menjauh, membuat Mia terpaksa memperkeras teriakannya. ”Jamkkanman!” Mia berlari menyusul Kyuhyun, menarik tangan leader itu dan memeluknya erat. Sangat erat. ”Kamsahamnida, Kyuhyun Oppa. Kamsahamnida… kamsahamnida…

Kyuhyun tertawa geli dan membalas pelukan Mia tak kalah erat.

.

.

.

.

.

.

Melbourne Town Hall, 14 Juli 2009.

 

At backstage…

Kyuhyun beranjak dari duduknya dan berjalan mengikuti Ryeowook yang sudah terlebih dahulu keluar ruangan. Sejenak ia memutar tubuhnya untuk melihat anggota lain yang masih sibuk didandani, ia lalu berteriak, ”Cepatlah bersiap-siap! Konser kita akan dimulai!!”

”Oke!!!”

Eunhyuk dan Sungmin mengacungkan jempol ke arahnya.

Ya, hari ini mereka akan konser. Semua sudah disiapkan dengan sempurna, tinggal waktunya tampil di depan semua fans yang menunggu mereka di luar sana.

Kyuhyun memasang cengiran lebar sekali. Ia berbalik dan melangkah penuh pasti menyusuri koridor di depannya. Ia merapikan sekilas rambut mohawk-nya, jas hitam dengan kemeja putih yang tak berantakan, jam tangan yang menunjukkan pukul tujuh kurang lima menit.

Ah, ada yang lupa!

Kyuhyun mengeluarkan kalung dengan bandul batu yang tadi disimpannya di saku jas. Bandulnya tampak bersinar terang tertimpa cahaya temaram di sisi-sisi koridor.

 

”Aku menemukan ini di dalam diary-ku.” Mia mengeluarkan sebuah kalung berbandul batu didalamnya. ”Ini kalung kesayanganku, ini batu sapphire. Ibu membelikannya saat aku berusia tujuh tahun. ”Aku mau kau menjaga kalung ini. Kalung kesayanganku… dan sekarang aku berikan pada idola kesayanganku…”

 

Dikalungkannya benda itu di leher dan Kyuhyun tersenyum puas. Ingatannya seakan kembali pada tujuh hari lalu saat serentetan kejadian tak terduga mengisi kehidupannya.

Kalung itu terasa hangat di lehernya. Dan tanpa sadar Kyuhyun mulai bersenandung pelan.

Twinkle-twinkle little Stonetwinkle-twinkle little Stone… twinkle little Stone….” Kyuhyun terdiam, lalu tertawa kecil saat menyadari kebodohannya terulang lagi. Memalukan. ”Aku yakin kau itu pasti lupa sudah diberikan Tiket Backstage. Pikun sekali. Tapi awas saja kalau kau tidak ada di barisan penonton nanti,” bisik Kyuhyun sembari mempercepat langkahnya menuju panggung konser.

Lagu ’twinkle-twinkle little star’ yang diplesetkan Kyuhyun terasa menggema di setiap sudut koridor, mengiringi langkah Kyuhyun. Lagu itu terasa seperti lagu paling manis yang pernah didengarnya.

Tapi beberapa langkah sebelum menuju belakang panggung, langkah pria itu terhenti begitu melihat sesosok gadis berdiri di depannya. Memakai gaun hitam tipis tanpa alas kaki, tengah tersenyum ke arahnya. Kyuhyun menahan nafas melihat sosok itu.

”Suaramu jelek sekali menyanyikan lagu anak-anak itu. Kalau tidak hapal, jangan dinyanyikan!” suaranya terdengar menggema di ruangan yang sepi ini.

Kyuhyun hanya tersenyum. ”Kukira kau tidak datang…,” bisiknya pelan.

”Hihihi, aku tadinya lupa, untung diingatkan Siwon,” cengir gadis itu, Mia, maju beberapa langkah ke arah Kyuhyun. Betul tebakan Kyuhyun, pikunnya Mia belum sembuh juga.

”Kau sakit?” Kyuhyun menepuk pipi Mia khawatir. Gadis itu tampak pucat sekali.

”Tidak.” Mia menggelengkan kepala. ”Hantu tidak akan pernah sakit.”

Kyuhyun tersenyum. Tubuhnya bergetar hebat mendengar ucapan Mia barusan.

Ya, hantu… Mia memang bukan lagi seorang manusia.

”Kukira kau sudah pergi ke duniamu.” Kyuhyun bersumpah bahwa tangannya sekarang terasa bergetar hebat saat menyentuh lekuk wajah Mia, saat tangannya menyusuri rambut panjang gadis itu dengan perlahan. Ia menelan ludah susah payah.

”Berjanjilah,” Mia memiringkan wajahnya. ”Untuk memberikan senyummu seperti ini pada seluruh fans di luar sana. Kau tahu, kau tampan jika tersenyum,” puji Mia tulus.

Kyuhyun mengangguk. ”Aku tahu, aku tampan.”

Mia mencibir.

”Terima kasih sudah membuatku berpikir bahwa fans itu… tidak seburuk yang kukira. Kau tahu, sejak bersamamu… kupikir fans memang selalu mendukungku dan aku sudah seharusnya berterima kasih pada mereka, terbuka terhadap mereka. Mereka telah banyak mencemaskanku.”

”Kau memang mencemaskan.”

”Aish, kau ini…” Kyuhyun hendak menjitak kepala Mia, namun diurungkannya. Kyuhyun justru menarik Mia ke dalam pelukannya. Mendekat tubuh kecil itu erat-erat. ”Tidak bisakah kau tidak pergi dan tetap disisiku? Menjadi fans-ku?”

”Katamu aku ini anti-fans?” Mia tersenyum tipis, menghalau perasaan haru yang menjalar di dadanya. ”Aku ini selalu jadi pendukungmu, Kyuhyun…”

Kyuhyun mengangguk lagi, dan kembali mempererat pelukannya. Kyuhyun juga merasa berterima kasih karena Mia mampu membuatnya melupakan kegagalannya saat menolong ayahnya dulu. Inilah imbalan yang dijanjikan Siwon, kebebasan dari rasa bersalah Kyuhyun yang ditebus melalui Mia.

”Selamat tinggal, Mia…”

”Selamat…,” Mia menghela napas berat, dadanya bergemuruh cepat dan rasanya seluruh tubuhnya bergetar hebat. ”Kumohon, jangan ucapkan selamat tinggal seolah-olah kita tak akan bertemu… lagi…”

Kyuhyun mendekap Mia semakin erat. Kyuhyun bisa merasakan air mata Mia jatuh membasahi kostumnya. Gadis itu menangis sesegukan.

”Kyuhyun… Kyuhyun…”

”Ya…?”

Kyuhyun juga ingin menangis, sebenarnya. Ia tidak ingin waktu berjalan, dia ingin memprotes Tuhan yang menciptakan detik dan jam yang berlalu sedemikian cepat. Ia ingin tetap begini, bersama Mia, menatap senyumannya tiap hari, memandang wajah bersinarnya tanpa lelah.

”Kyuyun… kau tahu, aku ini mengidolakanmu dibanding Ryeowook?” tanya Mia.

Kyuhyun tersenyum. ”Tahu, kok. Siwon yang bilang.”

”Ugh, malaikat berotot sialan,” umpat Mia.

Kyuhyun terkekeh kecil.

”Aku mau mengucapkan terima kasih padamu karena telah banyak membantuku selama di Melbourne. Jika mengingat pertemuan kita waktu itu, sungguh sebuah takdir yang hebat hingga aku bisa melewati waktu tujuh hari di Melbourne ini dengan bantuanmu. Aku senang sudah mengenalmu, mengenal Mr.Headstone, membuatku bersyukur menjadi bagian dari Stone. Mungkin jika aku masih hidup, dua puluh atau tiga puluh tahun yang akan datang… aku sudah melihat nama kalian dipajang sebagai penerima penghargaan tertinggi dan terus menciptakan karya-karya terbaik.”

Mia menarik napas sebentar, dan kembali melanjutkan ucapannya,

”Mungkin seandainya aku terlahir kembali, aku juga tetap mengidolakan kalian kah? Ya kurasa begitu. Dan aku akan tetap mengidolakanmu. Mungkin… aku akan sangat sangat sangat menyukaimu, Kyuhyun! Meskipun kamu sudah jadi bapak-bapak atau kakek-kakek. Dan jika itu terjadi, mungkin aku akan bilang dengan suara lantang bahwa yang paling kuidolakan itu kamu! Bukan Ryeowook, Sungmin, atau Eunhyuk. Jadi jangan lagi mengataiku bahwa Ryeowook yang kuidolakan. Tiap kau mengatakan itu, kau tahu, aku rasanya ingin menangis. Kau tahu, sekasar dan semenyebalkannya dirimu, kau ini masih punya banyak fans royal di luar sana.”

Kyuhyun tertawa kecil. ”Iya, iya, maafkan aku. Lain kali, jika bertemu lagi denganmu, entah di dunia mana, aku tidak akan menuduhmu sembarangan…” Kyuhyun melepaskan pelukannya. Menatap Mia dalam-dalam. ”Aku juga mengucapkan terimakasih atas semuanya, Mia. Meski aku tak tahu kenapa aku harus mengucapkan terimakasih, tapi rasanya kata itu pantas ditujukan untukmu.”

”Oh, ya, memang begitu seharusnya…” Mia tersenyum jahil.

Kyuhyun kembali memeluk gadis itu, erat, amat sangat erat.

Tuhan… jika kau memang ingin mengambil fansku dari sisiku, ambillah. Tapi kumohon buatlah dia bahagia karena dia telah membuat banyak orang merasa begitu.

.

.

.

.

.

.

Konser Mr.Headstone di Melbourne dipenuhi para Stone. Berbagai banner sibuk digotong untuk menyemangati Mr.Headstone, juga teriakan-teriakan Stone yang membuat Melbourne Town Hall semakin marak. Perlahan semua lampu di gedung dimatikan dan muncullah gambar keempat anggota Stone di dinding-dinding dan langit-langit gedung. Gambar-gambar itu berputar seperti sebuah video perkenalan yang biasanya memang diadakan di awal konser Mr.Headstone.

Pertama muncul gambar Kyuhyun yang tersenyum lebar dan melambaikan tangannya, Mengenakan sunglasses hitam yang lalu dibukanya. Lalu gambar beralih ke Ryeowook yang tengah berjalan melintasi jalanan Melbourne dan bermain di taman, kemudian Ryeowook melambaikan tangannya ke arah kamera. Selanjutnya muncul gambar Sungmin yang sedang berski di Mt.Buller dan juga melambaikan tangannya, dan yang terakhir Eunhyuk yang sibuk memfoto jalanan Melbourne dan tersenyum ke arah kamera. Selesai semua gambar dimunculkan, semua lampu kembali nyala dan masuklah keempat anggota Mr.Headstone ke panggung disambut penuh sorak gemuruh dari para Stone, mereka menyalakan lightstick dan mengacung-acungkan sambil terus berteriak memanggil nama idola mereka.

”Melbourne, Annyeong!!!” teriak Ryeowook semangat.

Annyeongggggg!!” balas para Stone tak kalah semangat.

Ahh… Thank’s for coming, Stone!” teriak Sungmin.

Keempat anggota Mr.Headstone tidak bergeming dari tempat mereka. Mereka berbaris sejajar dan menatap para penonton sambil menggenggam mikrofon.

Eunhyuk maju beberapa langkah ke depan dan menatap lautan Mr.Headstone di depannya. Ia lalu membuka sebuah catatan kecil di tangannya dengan nada terbata, ”Thank you for letting these four fools to stand on this stage and sing for you. Without your undying support, we won’t be able to make it. Thank you, thank you, thanks for all of you.

We’ve been through thick and thin. With your support, all the hardships we’ve been through will only make us even stronger than before. Thank you.” Sungmin melanjutkan ucapan Eunhyuk.

We will sing like an MP3 for you, We will dan like an MP4 for you, you, you, JUST YOU.” Ryeowook tersenyum menatap kerumunan penonton yang kini berteriak-teriak histeris mendengar perkataan mereka.

You, just you, alright, it’s you. Thank you. Thank you. Thank you Mr.Headstone.” Kyuhyun berjalan maju ke bibir panggung dan menundukkan badannya dengan tangan terjulur ke arah penonton. Cahaya lampu menyorot wajah Kyuhyun, menampakkan senyuman penuh ketulusan. ”Stone… will you be my one of a kind?

Yes!

OPPA!!!

KYUHYUN OPPA!!

Kyuhyun menatap lautan manusia di depannya. Tanpa sadar Kyuhyun menitikkan air matanya. Perasaan haru begitu membuncah di dadanya, melesak masuk hingga membuat sekujur tubuhnya gemetar.

”Apa ini rasanya ditinggalkan fans? Benar-benar menyakitkan sekali…” Kyuhyun menarik napas dalam-dalam.

”Ayah… kini aku benar-benar tahu mengapa dulu kau ingin melakukan apapun demi fans-mu. Fans itu… benar-benar berharga, Yah…”

.

.

.

.

.

.

Siwon memeluk Mia dan membiarkan gadis itu menangis keras.

“Siwon… aku tak ingin pergi…”

“Kau harus pergi…” Siwon mendesah pelan. “Kau harus.”

“Aku takut, aku akan merasa kesepian tanpa Kyuhyun.”

Siwon memandangi puncak kepala Mia. Malaikat itu menyentuh pipi Mia dan mengusapnya lembut. “Kalau begitu, biarkan aku yang membantumu mengusir rasa kesepian itu.”

Mia mengangkat wajahnya dan memandangi Siwon lekat-lekat.

“Benarkah?”

“Ya, benar.” Siwon tersenyum amat lembut. “Aku berjanji, akan membantumu mengusir rasa kesepian itu sampai kapan pun. Biarkan aku berada di sisimu ketika kita sudah di surga nanti, dan aku akan…” Siwon membuat jeda sejenak, “membuatmu jadi titik terpentingku.”

 

 

SELESAI

 

20 thoughts on “Mr.Headstone (Track 07)

  1. WHAT THE HELL IS THIS, HUH?!
    Dan ini kedua kalinya kuterjengkg dr kursi sialan itu*crap
    Ya ampun sungguh ya ampun, aku terjatuh….aku terjatuh lagi dipesona kak sophiee*nadanya ancur nggk pas -_-
    So, yeah……gue suka gaya elo, kak

  2. waaah finally its happy ending..
    tapi akhirnya masih gantung eon, penasaran sama siwonnya hehehehe.., tapi ff ini keren banget eon, pkoknya keep writing sophie eonni..

  3. Yes!! Akhirnya Si-Mia bersatu!😀
    Chapter yg ini keren.
    Kyuhyun nya jadi dewasa. Jd lebih bisa menghargai orang.

    Kepergian Mia itu serasa drama banget ya. Pergi ketika semua hal indah baru saja dirasa. Sakitnya tuh di mana-mana.😀

    Part ketika Kyu & mia di back stage itu bagus soph.
    Suasananya intimnya dapet. Terasa banget pertemuan private antara idol & fans nya. Tanpa mata kamera. Pribadi banget. Ga terlalu hot (kayak ketemu pacar) tp juga ga terlalu biasa (kayak ketemu orang ga kenal). Lebih kayak ketemu sama sahabat, Hangat.😀

    Nice soph. :Kutunggu LAst part nya yah…😀

    • sebenarnya mau aku bikin hot *digetok onnie
      tapi ini mmg ff paling waras ku diantara ff lainnya *ketawa gaje

      yuup ditunggu aja last part
      agak gaje kok last partnya
      kayaknya yang nulis last part bukan aku tapi yesung hahaha

  4. kayanya aku beneran kangen baca fanfiction sampai aku baca 2 series langsung sepagian ini xD
    maaf lagi yaa, komennya aku rapel hehehe,
    pertama kali baca cerita ini, aku inget dulu waktu kita pernah punya project novel bareng, cerita ini kan yaa yang kamu bikin buat novelnya?
    Aku suka banget perkembangan karakternya Kyuhyun di sini, dari yang awalnya benci sama fans sampe akhirnya jadi sayang sama fansnya gara-gara Mia.
    Dan Mia ya ampyun kamu pikun banget nak xD well, mungkin kalo Mia ga pelupa dia ga bakal mengalami semua petualangan ini. Ga bakal ketemu sama si keras kepala Kyuhyun.
    Dan tentang Mr Alex tega-teganya dia mau meracuni ibu Mia demi hartanya
    Siwon si malaikat kayanya suka sama Mia yaaa? trus apa bisa hantu sama malaikat bersatu?
    masih ada satu part lagi kan yaa? aku tungguuu xD
    super nice😄

    • oke onnn
      kekekekeke
      deng ding dongggggggg
      bener bangt onnn
      ini yang waktu itu
      udh kubuat sampai habis
      cuma emang pas karaakter kyu agak kupaksain xD dia kan ga kurus kayak karakter aslinya xDDD

      okee ditunggu aja onn

  5. hallo, new reader nih
    Seru banget bacanya sampe di liatin orang seperpus
    Lanjut next part secepatnya y…….tambah in love = Kyuhyun forever

  6. wwwuuuuuaaaahhhh daebak…
    keerreeenn sekaalliiii..
    ak trharu lhooo bca ny…😥
    keep writing yaaas…
    dtggu klnjutnny…
    fightiiiiiiing….

  7. Udah end yaa? Ini happy ending juga sad ending juga, huaa kyukyu tidak berakhir bersama mia, walaupun udh tau dri part awal tp ttep ikut bersedih buat abg kyu. Jd mia ama siwon nih ceritany, walaupun kurng sreg tp gpp deh. Semangat trus buat kk sophie

  8. ini beneran abis, sedih banget deh, disaat ky gni harusnya penyakit pikunya mia lupa aja deh, biar dia ga jd hantu galau gara2 berpisah sm kyuhyun. tp untungnya ada si malaikat berotot menyebalkan.

Just talking...

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s