Don’t Trust The Liar in Apartement 13 (Part 8—end)

Author: Sophie Maya

Title     : Don’t Trust The Liar in Apartement 13 (Part 8—end)

Cast     : Yesung, Eunhyuk, Kyuhyun, and

Support Cast: Sophie Maya (-_-), and another member Super Junior

Genre  : comedy? Are you sure? Eum… Im not sure…

Rated  : PG-19+

Length: chaptered

Type    : ?

Summary         : Kim, Lee, Cho… siapa diantara kalian yang berbohong padaku?!

12cre pic: glin @ cafeposterart

Disclaimer       : this story is MINE.

Warning           : many SARA, discrimination, violance, sex harassment in here. So, before you read, I just wanna say… im not sorry :p

 

[Eunhyuk sad side story]

Perang Saudara

Ada yang bilang aku dan Sophie tak bisa akrab sama sekali. bukan dalam artian kami berdua akan canggung bilang dikurung dalam satu ruangan, lebih tepatnya, kami akan menimbulkan perang saudara jika itu terjadi. Persahabatanku dengan Sophie, serta Kyuhyun dan Yesung telah berlangsung kian belasan tahun. Dari luar kami seperti grup band yang kompak sekali, tapi bukan berarti kami tidak pernah berantem sampai lempar-lemparan piring dapur, kan? Terutama aku dan Sophie… ugh, anak kecil satu itu benar-benar selalu membuatku kesal.

“Kau pikir move on itu susah?” Sophie mengacungkan garpu, matanya melotot lebar. Dia menunjuk-nunjuk garpu ke wajahku.

“Ya mudah. Apanya yang susah? Kau tinggal ‘pindah’ ke tempat lain, ‘pindah’ ke hati yang lain, bukannya itu artinya ‘move on’? Kau bakal terus meratapi nasib seperti perawan tua tak laku meski didiskon?”

Bisa kudengar Sophie mendengus mendengar rentetan kalimat super datarku. Yesung sudah berhenti makan dan langsung menyembunyikan piring-piring yang mungkin saja akan melayang. Kyuhyun mendongak sebentar, menggeram pelan, lalu menunduk dan kembali melanjutkan makanannya.

Aku sudah gerah dengan kegalauan Sophie. Sejak putus dari Siwon selama dua tahun, gadis itu belum juga bisa melupakan Siwon. Oke, aku tahu, Sophie memang tidak pernah punya ibu tiri jahat yang mendorongnya jatuh ke jurang sehingga kepalanya terantuk batu lalu amnesia—seperti sketsa alur opera sabun—jadi aku paham Sophie tak akan bisa melupakan sang pangeran sekolah itu. Tapi ini sudah dua tahun, ini sudah mulai berlebihan. tiap melihat mata uang korea, Sophie langsung menangis karena teringat Siwon. Setiap melihat pantai, Sophie menangis karena teringat tempat kencannya dengan Siwon. Setiap melihat kuda, Sophie menangis. Bahkan akhir-akhir ini, tiap melihat orang menangis, Sophie juga ikut menangis. Ck, Raditya Dika aja kalah galau dibanding Sophie.

“Aku bukan orang sepertimu, gila! Orang yang bahkan tidak ingat siapa saja gadis yang sudah ditiduri.”

“Setidaknya gadis yang kutiduri tidak pernah membuatku gagal move on,” sambarku cuek.

Brukk. Sophie melempar garpu kea rahku . untung meleset, dan hanya jatuh menancap di lantai. Aku menatap gadis itu dengan mata berkilat-kilat marah, dan hampir melemparkan gelas kaca padanya. Jika tidak buru-buru ditahan Yesung.

“Jangan merusak properti restoran orang, ini bukan di Manhattan!” cegahnya.

“Tapi kau kan bisa mengganti kerusakan ini, Yesung.” Aku melepaskan tangan Yesung.

“Aku memang bisa, tapi tolonglah, kita kan sedang liburan!” Yesung merampas gelas di tanganku dan memberikannya ke Kyuhyun. Pemuda itu kembali mendongakkan kepala, menerima gelas tersebut, dan langsung meneguk isinya sampai habis. Kyuhyun memang tak akan bicara sama sekali jika sudah makan, dia seperti vacuum cleaner mengerikan yang menyedot semua makanan tanpa pandang bulu.

“Eunhyuk yang mulai, dia selalu menceramahiku tentang bagaimana menjadi manusia yang baik. bah, macam dia punya agama saja!” Sophie menyipitkan mata sesipit-sipitnya.

Aku membuang wajah sebal.

“Teman-teman, kita sedang liburan di Hawaii, kalau kalian begini terus, namanya bukan liburan. Apa perlu aku balik ke Manhattan sekarang juga dan meninggalkan kalian semua?” tanya Yesung.

“Jangan!!” aku dan Sophie kompak berteriak.

“Lihat, kalian ternyata bisa kompak juga,” cengir Yesung.

Aku dan Sophie saling berpandangan lalu kembali membuang muka.

Kalau Yesung pulang sekarang, lantas siapa yang membayari biaya akomodasi dan transportasi selama di Hawaii? Yang ada kami semua bisa jadi gembel dan mengemis di sepanjang pantai supaya bisa pulang ke Manhattan. Melepaskan kantong uang berjalan seperti Yesung saat liburan adalah kesalahan besar.

“Jangan urusi masalah aku bisa move on atau tidak. Lagipula, aku berjanji kalau nanti saat umurku 23 tahun, aku pasti udah bisa move on dan nikah sama orang lain. Jadi biarin aku menikmati kegalauanku dan jangan ikut campur!” seru Sophie. “Aku pasti bisa move on, ya kan, Kyu?” tanya Sophie menoleh pada Kyuhyun.

“Hmm… mm… nyam nyam?” Kyuhyun masih asyik mengunyah.

“Tuh, Kyuhyun aja setuju,” ujar Sophie.

Aku mencibir ke arah Sophie. Kyuhyun bukan setuju, Kyuhyun mah lagi asyik makan macaroon kesukaannya. Astaga, bisa tidak sih pemuda itu berhenti makan dan sadar kalo ada perdebatan di atas meja begini?

“Kalau begitu, aku juga akan berjanji kalau aku hanya akan berkencan dengan gadis di atas 23 tahun.”

Sophie mengernyitkan kedua alisnya.

“Kenapa tiba-tiba kau berkata seperti itu?” bisik Yesung bingung.

Aku hanya menatapnya dengan sorot mata kosong, tapi akhirnya berkata, “dengan begitu aku tidak akan punya kesempatan buat berpikir bahwa Sophie adalah gadis yang harus kukencani. Kau tahu betapa buruknya jika hal itu terjadi? Ugh, aku bahkan tak bisa membayangkannya.”

“Dasar kau.” Yesung geleng-geleng kepala.

Pertentangan aku dan Sophie memang mereda sore itu. Namun bukan berarti besok-besoknya kami akur dan saling tertawa-tawa bahagia ala keluarga kaya di drama, kami tetap saja sering perang mulut, saling melontarkan sindiran dan bahkan makian. Yesung dan Kyuhyun bilang, kami berdua adalah dua orang yang punya sifat paling mirip, tapi herannya kami bahkan tak pernah akur sama sekali.

“Jangan menawarnya keterlaluan! Cukup sepuluh dolar!” rutuk Sophie sambil menarik-narik tanganku menjauh dari pedagang tas.

“Ini tuh delapan dolar. Katanya kau bisa nawar, tapi harga murah saja tak tahu.” Aku kembali menatap pedagang tas dan menawar harga serendah mungkin.

Sophie berdecak sebal. “Aku itu tidak sepelit kau.”

“Oh, ya? Masa?” Aku berbalik dan melipat tangan di depan dada. “Aku tidak sepelit kau yang tadi minta satu scoop tambahan pada tukang es krim dengan hanya membayar setengah harga saja?”

Sophie memberengut sebal. “Kau ini mau mengajakku berantem, ya?”

Aku menghela napas panjang dan berjalan meninggalkan Sophie. Minatku untuk membeli tas menguap begitu saja. Sophie mengikuti langkahku dari belakang. kami mencari-cari Kyuhyun dan Yesung yang tadi sedang menyantap es krim di dekat pohon. Mereka berdua bukan tipe orang yang suka belanja dan lebih suka duduk tenang bak suami patuh yang menunggu istrinya shopping.

“Kyuhyun mana? Yesung mana?” tanyaku mendapati tempat terakhir aku melihat dua cecunguk itu sudah kosong melompong. Aku mengedarkan pandangan kesekeliling, mencari-cari sosok berkepala besar dan pemuda yang tak henti makan, namun tak ada dimanapun. Aku menoleh ke Sophie dan gadis itu juga sedang melakukan hal sama.

“Mereka tidak ada,” ujar Sophie bingung.

“Coba kau hubungi Yesung,” perintahku.

Sophie mengeluarkan ponsel dan memencet-mencet deretan kontak. Dia menempelkan ponsel di telinga dan menunggu sampai seseorang mengangkatnya.

“Halo? Yesung? Kau dimana?” suara Sophie agak keras karena keadaan sekeliling amat ramai. Sophie menautkan kedua alis, sepertinya suara Yesung tak bisa didengarnya jelas.

“Berikan padaku.” Aku mengambil ponsel dari tangan Sophie dan bicara pada Yesung. “Yesung?”

“Oi, Hyung!” suara Yesung terdengar kresek-kresek di seberang sana.

“Kau dimana?”

“Di airport.”

“Airport?”

“Iya, Hyung. Aku dan Kyuhyun mau pulang ke Manhattan.”

“UUUAAAPAAAAAAAAA?” aku menjerit kaget. Sophie merapat kedekatku dan berbisik tanpa suara “apa yang dikatakannya?”, wajah Sophie terlihat khawatir.

“Iya, Hyung, aku dan Kyuhyun pulang duluan ke Manhattan. Kau dan Sophie nanti menyusul saja ya, kami sudah menyiapkan tiket dan biaya transportasi ke airport untuk kalian, semuanya aku taruh di laci kamar hotel. Tapi tiket dan transportasinya untuk besok pagi. Jadi hari ini kalian menginap dulu di Hawaii, ya.”

“YA!” aku menjerit marah. “Kenapa kau… kau…”

“Hyung, jaga Sophie baik-baik, ya.” Yesung hanya mengatakan itu, lalu sambungan telepon terputus. Aku berusaha menghubungi kembali nomor Yesung tapi jaringannya sibuk. Oh, sial, sial, sial!

“Apa yang dikatakan Yesung?” tanya Sophie penasaran.

Aku menatap Sophie dan menyumpah-nyumpah. “Yesung menyuruh kita tinggal di Hawaii selama sehari, dia dan Kyuhyun sudah pulang ke Manhattan.”

“APAA?” Sophie melongo lebar. Ekspresi wajahnya berubah ketakutan. “Yesung… dan.. Kyuhyun… meninggalkanku… bersamamu?” Sophie memeluk dirinya dan menggeleng-gelengkan kepala cepat

“Apa kau baru saja memikirkan yang tidak-tidak?” tuduhku cepat.

“Apa aku harus memikirkan yang iya-iya saat bersamamu?” Sophie balik bertanya.

“Kau ini benar-benar menyebalkan ya! Kau bisa tidak sih tak bersikap begini padaku? Kau selalu mendramastis segala sesuatu!” teriakku mulai marah. Emosi mendadak naik.

Sophie menatap tajam ke arahku. “Aku benci padamu,” desisnya.

Aku mendelik.

Sophie berbalik dan berlari menjauhiku, menghilang dari balik kerumunan orang-orang.

“Hei, Sophie, kembali!” teriakku. Tapi tertelan oleh suara-suara ramai. Aku menoleh kea rah ponsel Sophie yang masih kupegang dan tertegun melihat wallpaper ponselnya.

Sophie pernah bilang dia suka memasang wallpaper dirinya bersama salah satu diantara kami, entah fotonya bersama Yesung yang baru saja main basket, atau fotonya bersama Kyuhyun yang baru saja memenangkan olimpiade. Kata Sophie foto-foto itu bisa membuat saemangatnya muncul kembali.

Kali ini, wallpaper ponsel Sophie terpajang foto gadis itu saat kecil, yang tengah tersenyum lebar sambil memeluk bola dan merangkulku… yang juga ikut tersenyum lebar.

Je suis vide sans toi

Sophie menambahkan caption kecil-kecil di bawah foto. Je suis vide sans toi. Aku hampa tanpamu. Sophie selalu berkata aku seperti dople ganger-nya, alter-nya, seseorang yang selalu mengetahui dirinya lebih dari siapapun. Kami sama-sama menyukai es krim, membenci udara dingin, suka berlarian dengan baju kebesaran ketika sore hari di musim panas, kami suka mendebat tentang carut-marut politik, atau juga tentang gosip perceraian penyanyi terkenal. Kami menertawakan hal yang sama, menyipitkan mata jijik pada hal yang sama.

Je suis vide sans toi

Aku hampa tanpamu…

Aku hampa tanpamu…

“Oppa, kalau kau tak ada, aku tidak tahu harus pergi sama siapa untuk mencari baju baruku.”

“Kau kan bisa pergi sama Yesung.”

“Tidak mau. Dia tidak bisa kuajak bicara sama sekali.”

“Kyuhyun?”

“Pfft, dia hanya tahu makan, makan, dan makan. Dia tidak bisa kuandalkan.”

“Tapi aku ini laki-laki. Setidaknya kau seharusnya belanja dengan teman-teman perempuanmu.”

“Ahhh, tidak mau…” Sophie menggelayut manja. “Aku tidak mau kalau bukan bersama Oppa. Kau satu-satunya orang yang selalu jujur padaku. Tidak peduli betapa kasarnya ucapanmu, kau tetap yang terbaik.”

“Hei, kau ini sedang memujiku atau menghinaku, sih?”

“Hahaha…”

Ada yang bilang aku dan Sophie tak bisa akrab sama sekali. bukan dalam artian kami berdua akan canggung bilang dikurung dalam satu ruangan, lebih tepatnya, kami akan menimbulkan perang saudara jika itu terjadi. Tapi bagaimanapun juga, perang saudara itu selalu selesai dengan sendirinya.

Karena bagaimanapun juga, kami adalah “saudara”, hanya sedang berperang saja…

“Cih, sialan!” Aku mengacak rambut kasar, berbalik badan, dan berlari dengan kecepatan tinggi kea rah yang sama dengan kepergian Sophie tadi. Mencari-cari dimana keberadaan gadis itu. Hampir frustasi rasanya tak menemukan sosok Sophie dimana-mana meski telah menelisik ke berbagai sudut keramaian. Namun akhirnya kulihat Sophie berdiri di halte bus dengan kebingungan.

“Sophie!” aku berlari menghampirinya. Aku ingin memarahinya habis-habisan, memakinya dengan sumpah serapah karena sudah membuatku amat cemas. Tapi semuanya menguap begitu saja ketika kulihat gadis itu justru menangis menyadari kehadiranku.

“Oppa…” air mata mengaliri wajah Sophie. “Kenapa kau lama sekali menyusulku? Kukira… kukira… kukira… kau tak akan menyusulku.”

Aku terdiam.

“Aku kira aku tersasar, aku lapar, dan aku ingin ke toilet, tapi aku takut tak ingat jalan pulang…” Sophie menutup wajah dengan kedua tangannya, menangis semakin kencang. “Oppa kenapa lama sekali menyusulku? Oppa ingin meninggalkanku?”

“Aduh, dasar bodoh…” desisku pelan. “Kau ini… aku mana mungkin meninggalkanmu. Bukannya kau sendiri yang bilang, aku ini kembaranmu? Meskipun kita sama-sama keras kepala, tapi aku yang paling bisa kau andalkan? Jadi mana mungkin aku meninggalkanmu?”

Sophie menangis lebih kencang.

Aku berdecak. Kuraih tubuh gadis itu dan menenggelamkannya dalam pelukanku. “Cup… cup… cup… sudah jangan nangis, bodoh.”

“Oppa, maaf… aku pasti sudah membuatmu kesal sekali.”

“Kapan sih kau tak membuatku kesal?” Aku menghela napas panjang. “Sudah dong, jangan menangis. Nanti aku ikut nangis, nih!”

Sophie tertawa kecil mendengar celetukanku. Gadis itu membalas pelukanku dan berkata, “Oppa… jangan tinggalkan aku.”

Aku tersenyum kecil. “Iya…”

“Sampai aku move on, sampai aku melupakan semuanya, sampai aku bisa memulai hari yang lebih baik, sampai saat itu… Oppa harus disampingku.”

“Iya…”

Aku menepuk-nepuk pelan kepala Sophie. Sampo beraroma stoberi kesukaan Sophie tercium ke hidungku. Aku juga menyukai aroma stoberi. Aku menyukai aroma Sophie.

Ada yang bilang aku dan Sophie tak bisa akrab sama sekali.

Tapi, bagaimana pun juga kami selalu membutuhkan satu sama lain.

Seperti saudara, yang kadang berperang, lantas berpelukan keesokkan harinya.

.

.

.

.

.

.

Don’t Trust The Liar In Apartement 13 (Part 8-end)

201209271201319532jpgtnm

 

 

Sophie?

Sophie yang merencanakan semua ini?

Sophie yang berbohong?

Sophie yang…

“Sebenarnya aku heran kenapa kalian bisa melupakan bahwa Eric, pamannya Naomi, adalah teman dekatku, dan menjadi tamu di pesta itu. Dan kenapa aku tiba-tiba kembali mengenalkan diri pada Eric saat pagi hari ketika Naomi terbangun dan ditelepon pamannya, kalian tidak ada yang curiga?”

Eunhyuk, Yesung, dan Kyuhyun kompak berkata “ahhh….” Ketika mulai menyadari ucapan Sophie benar. Astaga, Yesung memang sempat heran saat Sophie menelepon Eric dan justru terdengar seperti sedang bicara dengan orang asing.

“Dan sebenarnya, saat itu Eric bukan sedang menanyakan keadaan Naomi. Eric sedang tertawa habis-habisan dan membayangkan bagaimana pucatnya sang keponakan setelah dikerjain habis-habisan olehku.”

“Jadi Paman Eric terlibat?” tanya Naomi kaget.

“iya, Sayang… dia justru otaknya.” Sophie tersenyum geli.

Naomi tidak bisa mengeluarkan ekspresi apapun untuk saat ini. Terlampau kaget dengan kenyataan yang baru diapatinya.

“Kenapa…?”

“Pesta kejutan dari Paman Eric, begitu katanya. Ah, dan katanya Eric akan mengadakan pesta penyambutanmu besok di Aldante.”

Oke, sekarang seseorang perlu menampar Naomi. Tidak, menampar masih terlampau baik. bunuh saja, bagaimana? Naomi benar-benar butuh disadarkan dari keadaan serba membingungkan seperti ini. Mendapati kenyataan bahwa yang berbohong selama ini adalah orang yang paling dia percayai di antara keempat penghuni apartemen 13 ini, membuatnya ingin jatuh dari Tokyo Tower berkali-kali.

“Paman Eric?” suara Naomi tersendat saat menyebut nama paman kesayangannya. Raut wajahnya menyiratkan ketidakpercayaan. Oh, oh, bahkan ternyata paman yang selama ini dia kasihi, dia cintai, dan dia puja adalah orang yang membuat hari-harinya menjadi super berantakan?

Sophie menyerahkan ponsel ke tangan Naomi dan berbisik, “Eric on the line.”

Dan kemudian Naomi mendengar suara pamannya dari speaker ponsel. “Ehem… halo Naomi…?”

“Paman!”

“Naomi Sayang… hahaha…” Eric tertawa kecil di seberang telepon membuat Naomi jadi cemberut. “Sayang, kamu pasti kaget ya, Sophie sudah ngasih tahu semua ke kamu.” Eric kembali tertawa, kali ini terbahak-bahak. “Ini sebenarnya memang rencana Paman. Paman sengaja ngejahilin kamu, well, anggap aja ini sebagai bentuk ucapan selamat datang di Korea.”

Naomi melongo sejadi-jadinya mendengar ucapan paman kesayangannya. “Semuanya… Paman? Kejadian di pesta itu… semua ide Paman?”

Eunhyuk, Kyuhyun, dan Yesung kompak memajukan tubuh mereka ke depan, ingin mendengar penjelasan dari Eric. Ketiganya sama-sama tak habis pikir dengan pengakuan yang baru keluar dari CEO Shinhwa tersebut.

“Iya, Naomi. Paman dan Sophie yang merencanakan semua. Lucu, kan?”

“Pamaaann!! Apanya yang lucuu???” teriak Naomi meradang. “Paman membuatku gila! Pamanku membuatku terbangun di kamar orang lain dengan keadaan mengenaskan dan mental yang benar-benar jatuh ke jurang! Aku harus bertemu dengan orang ini, orang ini, dan orang ini yang membuatku nyaris gila!” Naomi menunjuk Kyuhyun, Eunhyuk, dan Yesung bergantian.

“Owh, apakah itu pujian? Atau hinaan?” tanya Eunhyuk bingung. Yesung langsung menyikut lengannya.

“Sst, jangan bicara!”

“Jadi, Eric… kau mau bilang kalau semua itu memang sudah kau rencanakan bersama sahabat terkurang ajarku ini? Sophie?” Kyuhyun angkat bicara sambil sesekali melirik Sophie sebal. “Dan karena kau juga tidak memberitahu kami bertiga, itu berarti kau juga sedang menjahili kami, kan? Begitu?”

“Ya, ya, ya, betul itu Eric! Kau tahu tidak betapa bingungnya kami begitu tahu ada anak kecil tidur di apartemen dan menjerit-jerit seperti habis kehilangan keperawanan? Dan kau tahu… kau tahu… kami… kami bahkan mengira kami memang sudah terlampau kurang ajarnya sampai meniduri bocah kecil bau kencur ini?” Kyuhyun menceritakan dengan gaya dramastis.

“Ya! Profesor! Siapa yang kau katakan bocah bau kencur?” Naomi mendelik.

“Kau lah! Memang siapa lagi? Boboho? Pororo?” ujar Kyuhyun asal-asalan.

Naomi rasa-rasanya ingin menjitak kepala Kyuhyun sekarang juga kalau tidak ingat pria ini adalah professor dan dia bisa terancam mendapat nilai D di Sungkyungkwan.

“Aduh, kalau soal kalian bertiga. Aku sungguh minta maaf. Lagi pula, diantara kalian berempat, yang paling tidak bisa jaga rahasia kan… ya kalian bertiga. Oke, sebenarnya Sophie juga tidak bisa jaga rahasia, tapi dia super pikun sekali, jadi rahasia yang diceritakan pun sepertinya langsung dilupakannya,” ujar Eric.

“Yap, that’s me!” Sophie mengacungkan jari telunjuk dan tengahnya membentuk tanda peace. Wanita itu bangga sekali dinobatkan sebagai orang super pikun. “Tapi sebenarnya Eric memang akan mengatakan padamu tentang ini, Naomi. Cepat atau lambat. Pamanmu hanya ingin kau bisa bersosialisasi disini. Eric bilang, kau bukan tipe orang yang bisa cepat akrab dengan orang lain, ya kan? Makanya Eric memintaku agar bisa dekat denganmu, Eric tak bisa terus-menerus mengawasimu selama di Korea dan dia cemas padamu. Dia melakukan ini agar mau tak mau kamu akrab dengan kami.” Sophie menggenggam erat tangan Naomi. “Jangan salahkan pamanmu, ya? Dia hanya ingin yang terbaik untukmu.”

Naomi tertegun. Ditatapnya Sophie dan ponsel di atas meja bergantian.

“Ya, Naomi Sayang… Paman hanya ingin kau tak menjadi gadis kaku yang terjebak di Seoul. Paman ingin kau mengenal orang-orang hebat di Seoul… mengenal Sophie, mengenal Eunhyuk, Kyuhyun, dan Yesung… mengenal betapa banyaknya orang yang bisa peduli padamu. Meski mungkin keluargamu tak akan menaruh perhatian padamu. Masih ada… orang lain…, Sayang…”

Naomi menundukkan kepala dalam. Seharusnya, dia marah pada Eric. Seharusnya dia memaki pamannya. Seharusnya dia meninggalkan booth sekarang juga dan memutuskan untuk melupakan orang-orang yang sudah membohonginya sejak hari pertamanya di Seoul. Seharusnya dia…

Tapi dia…

Naomi mengangkat wajahnya, menatap Kyuhyun, Yesung, Eunhyuk, dan Sophie.

Empat orang yang selalu ada bersamanya meski kadang dia tidak meminta kehadiran mereka. Empat orang yang dia pikir harus dijauhinya, tapi selalu ada dimanapun dan memberikan kenyamanan tanpa pamrih.

“Paman… aku tak mungkin marah…,” Naomi mengulas senyum. “Pada orang-orang yang menyayangiku seperti mereka.”

Sophie memeluk erat-erat Naomi dan mengucapkan terimakasih. Yesung tersenyum kecil dan saling melempar pandang penuh arti pada Kyuhyun dan Eunhyuk.

Percakapan dengan Eric pun berakhir. Sophie, Kyuhyun, Yesung, dan Eunhyuk beranjak pergi meninggalkan booth. Naomi masih terduduk dan memandangi jalanan Seoul dari balik jendela. Dulu dia memang bukan gadis yang terbuka seperti sekarang. Sejak kepergian kakeknya, Naomi tak bisa percaya pada siapapun, termasuk pada kedua orang tuanya. Naomi bukan gadis yang bisa tertawa dengan gampang, bicara dengan wajah terangkat penuh percaya diri. Tapi kini Naomi rasa dia sanggup melakukannya jika ada orang-orang yang menyayanginya seperti keempat penghuni apartemen 13.

“Naom Naom, Dear… kau mau naik ke atas? Aku mau buat pancake, lho… dan susu? Mau?” tegur Sophie membuyarkan lamunan Naomi.

Naomi menoleh dan mengangguk. “Tentu saja mau, Onn…”

“Hei, Sophie… aku juga mau,” celetuk Kyuhyun.

Sophie menggeleng kepala cepat. “Tidak, tidak, tidak… kau tidak boleh. Apa kau pikir bisa berbohong padaku? Kau pasti habis makan macaroon kan? Napasmu bau macaroon, Cho Gembul! Ish, kau bilang sudah meninggalkan makanan bermonster glukosa itu!” Sophie memukul-mukul lengan Kyuhyun gemas.

Kyuhyun tertawa renyah dan berusaha menghindari pukulan-pukulan dari Sophie. Yesung dan Eunhyuk langsung menyerbu Kyuhyun dan menggelitiki pria itu sambil berteriak-teriak bahwa Kyuhyun bisa gembung lagi kalau makan makanan manis.

“Dear, mau menyerang profesormu juga tidak? Sini, sini, kupersilahkan kau untuk memukulnya. Dia patut dipukul karena sudah ingkar janji!” Sophie menarik tangan Sophie dan berlari kea rah Kyuhyun.

“Ayo, Naomi! Kau kan sudah jadi bagian dari kita! Ayo, hajar!!” Yesung tertawa-tawa.

“Iya, cantik! Kapan lagi kau bisa memukul dosenmu sendiri!?” Eunhyuk ikut memanas-manasi.

“Yakk, yak, kalau aku lecet, kalian semua harus bertanggung jawaaaabb!” teriak Kyuhyun.

Mereka berlima bercanda di sepanjang koridor apartemen.

.

.

.

.

.

.

End?

.

.

.

.

.

[Naomi sad side story]

Don’t Trust The Liar In Apartement 13

Namaku Naomi. Naomi Nishikado, itu nama lengkapnya. Umurku 20 tahun, dan aku baru saja makan pisang.

Oke, oke, aku tahu ini kedengarannya tak masuk akal. Tapi mana yang lebih tak masuk akal lagi jika kamu dihadapkan pada kondisi sepertiku? Datang ke sebuah pesta orang dewasa yang penuh dengan orang dewasa yang tak kukenal? Satu-satunya yang kutahu disini hanyalah nama Sophie dan Yesung, yang sebenarnya aku hanya mendengarnya nama mereka sekali. Tadi, di airport, diucapkan oleh gadis pirang aneh yang mengaku-ngaku kekasihnya leader Big Bang.

Dan disini, seperti orang asing. Pria dewasa di sampingku, terus menawariku minum yang bahkan tak kutahu jenis apa itu.

“Margarita? Tonic?”

“Tidak, terimakasih.”

“Oh, ayolah, Cantik… kurasa tak ada nama minuman ‘tidak’ disini.”

Aku mengerling. Menatap kosong pria berambut pirang yang kini memamerkan cengiran menggodanya, yang sama sekali tak membuatku tergoda.

“Eunhyuk-ssi! Kau disini rupanya. Kucari dari tadi!” seorang wanita berjalan sempoyongan ke arah Eunhyuk. Entah karena dia mabuk, atau karena hak sepatunya yang ketinggian.

Aku mundur selangkah agar terhindar jika saja tahu-tahu wanita itu jatuh.

“Hm, ada apa, Sooyoung-ah?”

“Kau tahu dimana Eric? Aku mencarinya dari tadi.”

Eric? Mataku mengerjap cepat. Apa yang dimaksud wanita ini Eric… Paman Eric?

“Eric? Dia bersama Sophie kurasa. Kenapa?”

“Tidak, hanya saja ingin menyapa sunbaenim.” Wanita bernama Sooyoung itu berjalan meninggalkanku. Eunhyuk menyusulnya, tepatnya, membantu Sooyoung yang berjalan sudah seperti orang mabuk.

“Apa apartemenmu berdekatan dengan apartemen ini?”

Sebuah suara terdengar dari belakangku. Saat aku berbalik, aku terkejut melihat sosok nenek yang kutemui tadi siang sudah berdiri di depanku dengan senyum manisnya.

“Nenek yang tadi kan?” tanyaku takut. Tapi kemudian aku sadar nenek itu bukan hantu. Ya, mana mungkin ada hantu memakai jubah berbulu-bulu warna ungu? “Nenek tinggal di lantai ini? Tadi di lift nenek langsung menghilang begitu saja.”

“Ya, di dekat lift,” ujar sang nenek. “Aku tadi langsung pergi karena ada yang perlu kuurus. Kenapa?”

Aku tersenyum dan menggeleng. “Tidak ada apa-apa.”

Nenek itu balas tersenyum. “Kau tinggal di depan apartemen ini, ya?”

Aku mengangguk.

Sang nenek berbisik pelan, “jangan percaya pada penghuni apartemen ini. Dia suka berbohong.”

“Bohong?”

“Ya.” Nenek itu tersenyum kecil, lalu pergi meninggalkanku.

Dan… sekarang aku kembali sendirian. Kembali merasa asing di tengah-tengah pesta orang asing. Aku mengedarkan pandangan sekeliling, terpaku pada seorang pria yang memandangiku dari kejauhan. Siapa?

Pria itu terlihat rapi, tampan, dan tersenyum dengan manisnya. Dia mengalihkan wajah dan mengambil beberapa permen cokelat yang dimasukkan ke dalam mulut cepat-cepat.

“Naomi Nishikado?”

Seseorang wanita menyapaku.

Aku menoleh. “Ya?”

“Aku Sophie. Kau yang tinggal di depan apartemen kita, kan?”

Aku tersenyum. “Ya…” aku kembali memandangi pria yang sibuk dengan cokelatnya.

“Cho Kyuhyun?” ujar Sophie begitu mengikuti arah pandangku. Wanita itu tersenyum. “Dia memang tampan, ya?”

“A-ah, tidak… bukan begitu…” aku menggeleng cepat-cepat. Merasa salah tingkah Sophie menangkap basah aku tengah melihat seorang pria.

Tapi Sophie hanya tersenyum kecil. “Kulihat tadi kau bicara dengan Nenek Choi.”

Jadi nenek tadi namanya Nenek Choi? “Ah, sepertinya begitu.”

“Dia mengatakan sesuatu yang buruk tentangku, pasti. Dia memang begitu. Selalu tak suka dengan kehadiranku.” Sophie memajukan bibirnya ke depan. “Jangan kau percaya apapun yang dikatakannya, ya. Itu hanya bohong.”

Aku mengerjapkan mata. mengingat ucapan Nenek Choi tadi, lantas mengangguk. “Beliau bilang ada pembohong…”

“Itu pasti aku,” potong Sophie cepat, wanita itu terkekeh pelan. “Aku pernah berbohong soal kucing yang suka masuk di apartemennya. Dan dia langsung kalang-kabut. Hihihi, aku hanya ingin mengerjainya. Tapi sepertinya dia dendam padaku.” Sophie menyentuh lenganku lembut. “Sejak itu dia selalu mengatakan ‘ada pembohong di apartemen 13’, jika aku ada di Korea.”

Aku mengangguk maklum dan tertawa. Sedikit merasa lega karena Sophie adalah orang yang benar-benar ramah.

“Kau mau minum, Naomi?” Sophie menyodorkan gelas yang dibawanya.

Aku mengangguk. “Apa ini memabukkan?”

“Tidak…” Sophie tersenyum.

Aku meneguk minumanku cepat. Rasanya manis, dan sedikit asam. Tapi tiba-tiba saja kepalaku berputar-putar. Aku memegangi tangan Sophie agar tak terjatuh. Sepertinya seluruh tubuhku melemas.

“Kenapa aku merasa pusing?” bisikku lirih.

“Oh, ya… minuman itu memang tidak memabukkan, hanya saja kuberi obat tidur, Naomi. Tidak apa-apa, kan?”

Kata-kata terakhir dari Sophie yang seharusnya kuingat. Tapi kata-kata terakhir itu menguap begitu saja saat kesadaranku menghilang.

Sebenarnya, aku sepatutnya memang tak mempercayai Sophie, kan?

.

.

.

.

“Boleh kutanya, kenapa kalian semua bisa lupa dengan kejadian saat pesta waktu itu?” tanya Mia bingung.

Naomi terkekeh kecil. “Entahlah, sampai saat ini aku juga masih tak mengerti bagaimana itu bisa terjadi.” Naomi memejamkan mata. Merasakan angin pelan bertiup menggoyangkan rambut bergelombangnya. “Tapi mungkin, sebenarnya kami semua memang tak ingin mengingat kejadian malam itu. Sehingga tanpa kami ketahui, alam bawah sadar mengajak ingatan itu pergi dari kepala…”

Mia memandangi Naomi dengan pandangan sulit diartikan. “Yah, walau bagaimanapun juga… kau beruntung, karena bertemu dengan mereka.”

“Ya, tentu saja.” Naomi tersenyum manis. “Mereka itu kan, sahabatku sekarang dan besok, dan lusa, dan sampai seterusnya.”

 

The End

 

 

Thanks God finally ff nista ini berakhir juga *showeran*

maap ya jadi gaje lha emang cerita gaje kok xDDD

buat yang berharap naom naom bkalan jadian sama salah satu diantara kyu, eunhyuk, atau, yesung, kayaknya kalian kudu buang jauh2 pikiran itu krn dr awal aku mmg ga bakal bikn cewek ini jadian sama siapa2 (well setidaknya buat sementara sih gitu hihihi ga tau kedepannya gimance xD itu mah urusan mreka)

Oh, ya rencananya aku mau buat ff baru dan ada polling buat nentuin cast, liat aja ya di Author’s Bank, mungkin besok baru terbit post2annya. dikomen ya disana ^^

Makasih yang udah suka sama ff ini meski endingnya apabanget-dah-yok-kita-rajam-aja-si-sophie

hihihi

love you all~

bye bye~

sampai jumpa di ff lainnya~~

 

30 thoughts on “Don’t Trust The Liar in Apartement 13 (Part 8—end)

  1. Kelarrrr!!!
    Okeh, Sophie.. kamu is the luckiest person on Earth.
    Daaan Cho Gembul.. beneran aku manggil kamu gembul ah sekarang.. kamu tuh gembul looh sekarang..
    Yesung… selamat datang lagi the weird one.. ayooo.. kapan nulis2 diary lg.. kangeen deh.. /dan peran kamu di sini tuh sebenarnya apa to..? Akomodir aka org yg menyediakan jasa layanan, dlm konteks ini secara cuma2 gtu…? Ckckck, ga Sophie yg tunangan ga Sophie yg ini kok tega yaah ama kakak satu ini.. /kakak Yesung hihihi…
    Dan Eunhyuuuuuukkk!! Love you love you love you… kereesn banget kamu di sini..!! Cerita 3 ksatria pipis, Generasi 13, Rahasia Kecantikan Wanita Asia, ampe yg terakhir ini.. kamu KEREN!
    EUNHYUK KEREN! ABIS PERKARA!

    • wakakakakakak
      yaak! sophie mmg orang paling beruntung!
      punya sahabat absurd, tunangan kaya, dan tunangan yang kaya, dan tunangan yang kaya lagi
      wkwkwkwk
      money is everything laaah hahahaha

      ituu si yesung mau nulis diary lagi
      tapi ya jangan salahkan saya kalo itu absurd
      wkwkwkwkwk

      ciee ada yg makin cinta ama eunhyuk setelah baca ff ini njirrr
      padahal kan ff ini dibuat agar semua orang tidak suka dgn eunhyuk yesung dan kyu xDDD

      eniwei thx udah baca dan nyampah gilaaaa
      *lempar eunhyuk

      • HAP *tangkap Eunhyuk /Hyuk: nangkap gw kayak nangkap nyamuk dah..
        Hihi..
        Iyee, nih meskipun telat setaon ternyata rasa2 gilanya tuh malah makin mantap haha.. udah gitu mengandung unsur yang efeknya nagih.. bener2 ga sehat inih.. tapi akhirnya the end juga.. tambah satu part lagi.. bisa2 positif.. xD
        Tengkiuu.. udah menghancurkan imej Yesung, Cho Kyu -jadi Cho Gembul, tapi mengKERENkan Eunhyuk HAHAHAAA…
        nih blog rasa2nya emang tempat asoi geboi uhui deh buat ‘nyampah’ hihi…
        Caooo… !!

        • mati dong looo ditangkap kyk gitu sama eunhyuk
          di tepok2 ampe gepeng trus di sumpit, dimasukin ke mangkok nasi *lo kata cerita kungfu -_-
          hahhaa satu part lagi lo positif hamil yak?

          ASTAGAAA
          GUE BARU TAHU FF BUKAN CUMA GENRENYA AJA YANG MPREG
          TAPI JUGA BISA BIKIN HAMIL PARA READERNYAAAA WKWWKWKWKWKWK
          *TABOK

          sip dah ini blog lama2 gue ganti judul jd tempat sampah umum para bacoters sejagad ff~

          • MANDI SOPHIEEE.. KERAMAS, biar agak beneran tuh kepala haha.. positif gila Soph.. emang yang positif udah pasti hamil *iya siih.. xD
            Ho’oh.. ganti aja judulnya (blognya ga bernama, tapi berjudul.. ckckck..) trus syukuran, tumpengan, ngundang super junior.. eh ga usah kebanyakan.. mereka kan makannya banyak, cukup duo ikan aja.. okeeh.. okeh…

            • gue udah mandiiii sama suster keramas tadiii wkwkwkwkwkwkwk
              iya orang mah positif hamiilll
              wkwkwkwk gue ga kenal positif2 yg laen xDDD

              hasyah gila, ngapain gue syukuran, nnti kalo anggota super junior pada datang ke indonesia , gue malah malu sama diri gue sndri
              kmrn liat tingkah alay yesung aja gue udah malu
              gimana liat tingkah alay2 anak suju yang lain?
              bunuh hayati aja bang di rawa2 -_-

            • Hahahaha… Kenalnya positif hamil doang.. inget Soph masih dan selalu ‘baru tunangan’ jangan positif2 dulu.. kenalin positif2 yang lain… haha..
              Emang mereka ga malu ama elu? Udah hayati nyebur ndiri dah ke rawa2.. hana,, dul,,,

  2. Allloo~ Salam kenal~
    Adohhh…
    Ini ff keerenn bbggttt~ ff yang bisa buatku senyum-senyum sendiri/? ._. ff ini pas bgt ama bias ku di SuJu: Yesung,Kyu,Hyuk ._. Ngomong-ngomong, entah kenapa aku suka karakter Eunhyuk yang berandalan/? atau apalah itu (bukan berarti suka sikap Hyuk meniduri perempuan –“), karakter Yesung yang cuek, dan Mia yang aneh/? :v

    keep writing ya mpokk~~

  3. Naomi punya paman yang baiknya, kebelenger😄
    bener deh betapa beruntungnya Naomi bisa temenan sama generasi absurd-13.
    Walaupun kedekatan mereka harus berawal dari kejadian menggerkan jantung, ckk. Nggak nyangka bakalan kayak gini endingnya, keren pokoknya!!^^

  4. sophie sableng wkwkwk! eric juga cacat, kasian amat keponakannya dikerjain sampe sgtunya ckckck. Cerita ini okee, terutama setiap sad side story yang sad tapi kocak tapi mengharukan tapi aneh, Persahabatan mereka oke banget dan aku suka sama ending.

    Good job soph! another very well written story~
    ajarin aku dong hehehe

  5. huwaaa, cerita perssahabatan yang betul2 campur aduk jadi satu… susah senang mereka selalu bersama —..— pengen punya sahabat kayak mereka ‘like this’

  6. Akhirnaa,,
    Surprise juga sama ending na. Ternyata paman eric sayang banget sama naomi. Yah..meskipun ga ada love story antara naomi sama salah satu dari 2 ajusshi itu tak apalah. Toh hidup bukan melulu tentang cinta. Persahabatan kelompok september justru bikin inspirasi. Semoga persahabatan ku bisa seperti mereka. Dan, makasih soph!! udah munculin mia di sini😀

  7. sampe jumpa di ff laen -___- dr awal tegang”an gitu, siapa yg pembohong :v taunya….. aghh :vv oke no problem. makasi udah buat saya full penasaran sampe titik terakhir (?) end nya ff ini :3 apapun itu aku suka ff mu *eaaaaa xD btw, apartemen di bhs inggris bukan kah apartment?? saya baru nyadar sekarang soalnya:/
    author, keep writing!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!

  8. Neng shopieee.. Ailapyuu dah pokoknya.. Endingnya emang sweet banget deh.. Apalagi part eunhyuk-shoppie #terharu.. Pengen banget punya sahabat kayak mereka shop.. Shoppie itu emang aneh,manja,nyebelin,pelit tp dia ituuu baik,setia,dan lucu pokoknxa TOP BGT

  9. ukm…gga ada romance antara naomi sma kyu, atw naomi-eunhyuk di akhir cerita ya?😦
    btw, sbenarnya rada gga mudeng dan kurang nge’feel sih sama bagian side story naomi —-atw mungkin sama part ini?,tp y sudahlahhh… dingerti-ngertiin aja… intinya si sophie pembohongnya, gitukan ya ka.

    ‘en di en’…keep writing selalu buat ka sophie maya, smoga ff slnjutny bisa lebih baik, dan lebih baik lagi…

  10. Lha, ini ga jd cinta-cintaannya soph?
    ah, ga seru! *plakk*
    Masa’ kyuhyun menduda seumur hidup. *plakk plakk*
    Hyukjae kembali meniduri barbie-barbie nya. *plakk plakk plakk*
    Yesung… Ya udah lah ya, dia kan dah sama siapa itu namanya? lupa saya. *plakk plakk plakk plakk*
    Terus si sophie ga jd menjomblo. Kan ga asik *kali ini dibakar*

    Walaupun cinta-cintaannya ga jd, tp ini ttp sweet lho soph…
    Persahabatan emg selalu lebih indah dr apapun.😀
    Terus ya… Enak bgt itu si naomi bisa temenan sm org2 kaya macam penghuni apatemen 13.
    Iri gue soph! -_-

  11. Huhuhu tamaaat
    Huhuhu aku suka banget sama ff iniii
    Aq ga tau lagi mau baca apa kl ff ini habis huhu

    Tapi mksh y onnie udh bikin crt sebagus ini

  12. beneran end yaa? semuany pada ketularan pikunny sophie ni:D
    cukup sedih walaupun happy ending karena gk ada pasangan baru disini, yasudahlah. ditunggu ff barunya dan ff yg msih on going. semangat terus buat kk sophie:)

  13. Ada ga sahabat beneran kyk gitu ya? Sweet banget
    Bahkan sophie sama.eunhyuk yg dr kmrn2 srg berantem aja trnyata sweet banget

  14. Sayang banget udah habis
    Ini cerita udh campur aduk
    Sgala nya ada
    Sedih kl hrus berakhir
    Smoga naomi.jadian sama.kyu dehhh
    Eunhyuk sama.jihyo aja
    Hihi

  15. Seru thor
    Keceh deh
    Makasih ya udh bikin cerita sekeceh ini
    Jd pengin punya sohib kyk kyu yesung dan eunhyuk

  16. Keren onn
    Standing applause deh buat mereka berlima
    Ini sama skali ga romance tp ttp aja menarik
    Dan prolog eunhyuk sama sophie jd prolog paling manis menurutku
    Eunhyuk trll cool bwt dilewatkan nih
    Dan ternyata ideologinya yg 23 thn itu gegara sophie
    Fufufufufu

  17. Ya ampun ceritanya tamat
    Sedih banget
    Tp y kl dilanjutin mah ini kyknya naomi bkal jadian ama kyu
    Liat aja di ff sunday monday kan mereka jadian
    Ya ga thor? Ya kan? Ya kan?

    Sedih satu lagi ff mood boaster tamat
    Semoga aja next ff bisa ngobatin kangen aku sama ff ini🙂

  18. Aga kecewa seh Naomi ga jadian sama salah satu dari mereka terutama sama Kyu supaya Kyu bisa move on, ya sutralah ya namanya juga ff terserah Authornya anyway ga nyagka ternyata biang keroknya si Shopie toh ckckckck

  19. Pertama:
    Sumpah ya ini empat sahabat kok.sosweetnya kebangetan
    Naomi beruntung bgt bisa jadi bagian dr mereka

    Kedua:
    Ff baru lagi.soph?
    Tentang apa?
    Tentang siapa?
    Kok pake polling?
    Penasaran nih

    Ketiga:
    Masih menunggu a cup of lee ~

  20. hahaha…ktauan siapa pembohongnya,,*nunjuksophie*di akhir part kmrn aj,cluenya jls sophie udh ngaku klo dia boong,,trnyata naomi kena jebakan eric ahjussi sm sophie,kshn naomi brasa kyk korban kriminal aj*pukpuknaomi*,lagian ngerjainnya agak klwt batas sih,,jdnya naomi mikir klo dia hbs d ‘apa2in’.ya tujuannya emg baik biar naomi g canggung sm lingkungan sktr,mgkn krn dia polos,g ngerti dg ap brsn dia alami bbr wkt lalu n dia g sadar klo d kerjain,,
    suka bgt prolog awal yg nyeritain knp eunhyuk sm sophie dkt bgt,bhkn mpe bilang klo kln itu kyk doppelganger,sgitu dktnya kln,,wlopun kln sering berantem,tp sbnrnya utk nunjukin kdktn kln,,
    akhirnya beres jg ni ff,wlopun sophie eon hrs bg wkt sm skripsi,,mksh bgt krn aq trhibur bgt sm ff ini
    dr awal aq bc mpe tamat,,fighting bwt project ff yg lain!!^^

    nb:ktnya mw bikin karakter baru ya eon?udh k bayang karakternya gmn?smoga g absurd kyk mia ya,hehehe

  21. Kerennn
    Akhirnya tamat
    Tema ttg persahabatan yg campur aduk
    Ada lucu romantis.gaje dan mengharukan
    Suka

Just talking...

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s