A-Z : Running Man

A-Z –> Running Man

Author  : Sophie Maya

Title       : A-Z

Cast       : member Running Man

Genre   : comedy?

Rated    : PG-13

Type      : drabble, OOC

Summary             : J sampai N untuk Running Man.

Running_Man_07-940x529-2

Disclaimer           : Running Man isnt mine, but this plot is MINE. This story 100% just imagination!

Warning               : do you hate the CAST? DONT READ, its simple. And one more, NO BASHING oke? It’s OOC… Out Of Character!

Note                      : saya cuma butuh komen dan apresiasi kalian 8D

 

Baca ini juga yaaa… A sampai D untuk SHINee

Dan ini jugaa… E sampai I untuk Big Bang

.

.

 

Jihyo’s Rules

Pasal 1: Jihyo adalah gadis tercantik di kelas

Pasal 2: Jika ada yang lebih cantik dari Jihyo, lihat pasal pertama

Pasal 3: Kalau masih ada yang tidak mengerti, lihat pasal kedua

Pasal 4: Kalau masih belum mengerti juga, segera temui Jihyo sekarang juga dan baca kembali pasal 1-3.

Pasal 5: Tidak ada pasal 5, silahkan lihat pasal 4 saja!

Jihyo mengacungkan lembaran kertas kumal nan lusuh nan keramat ke depan wajah anak baru di kelasnya. Dipandanginya anak baru itu dari ujung rambut sampai ujung sepatu, dan berdecak sebal. Baru sepuluh menit sang anak baru masuk ke dalamkelas, tapi berpuluh-puluh pasang mata anak lelaki di kelasnya sudah tertuju pada sang anak baru. Bagi Jihyo, yang selama ini selalu jadi sumber spotlight di kelas, jelas ini merupakan bencana besar baginya.

Dia tidak ingin ada gadis yang membuatnya kehilangan gelar tercantik di kelas.

“Karena kau anak baru disini, kuperingatkan kau…” Jihyo mendelik sebal ketika anak baru itu mengerjapkan mata indahnya, yang entah mengapa membuat Jihyo merasa tersaingi. Sial sekali, Jihyo bahkan tidak punya mata seindah anak baru ini. “…kau harus sadar posisimu di kelas ini!”

Dengan lagak permaisuri antagonis, Jihyo menempelkan kertas itu ke jidat sang anak baru. “Jangan sampai kau bertingkah sok cantik dan melanggar sampai ke pasal 5. Aku punya teman yang bisa membuatmu terlipat-lipat dalam lima detik!”

Jihyo menahan geram ketika sang anak baru itu justru memiringkan wajahnya dengan gaya innocent yang membuah Jihyo semakin ugh, menganggap anak itu jauh lebih menarik dibanding dirinya.

“Jangan bersikap sok cantik seperti itu, dasar anak baru!” teriak Jihyo marah.

“Cantik?” anak baru itu mengerjapkan mata indahnya beberapa kali, tampak kebingungan, “aku tidak bermaksud…”

“Sudahlah, baca saja peraturanku! Peraturan immortal di kelas ini!!”

Jihyo menekankan kalimat ancaman terakhirnya pada anak baru di depannya. Sebelum akhirnya pergi melenggang—dan sengaja benar menyenggol keras bahu sang anak baru hingga terhuyung-huyung ke belakang. Jihyo bahkan tak mendengarkan teriakan sang anak baru yang memanggil-manggilnya.

Cih, sebodoh amat! Mentang saja nama anak baru itu bermarga sama dengannya, bukan berarti Jihyo harus membagi gelar kecantikkan dengannya!

Sayangnya, Jihyo tidak tahu kalau sang anak baru baru saja berteriak: “Ya! Aku ini laki-laki! Mana mungkin mengalahkan kecantikanmu, Song Ji Hyo!!” teriak Song Joong Ki, si anak baru, dengan penuh frustasi. “Aku ini laki-laki…! Sial! Sial! Sial!”

.

.

.

.

.

.

Kwang Soo On Mission

“Ingat, kalian adalah tentara-tentara terlatih yang dipilih melalui seleksi ketat dari ribuan masyarakat Korea yang ingin bergabung. Kalian adalah sumber daya yang unggul, terlatih, dan terdepan dibanding yang lain. Dibawah arahanku selaku komandan kalian, kita akan memulai segalanya. Kuperingatkan, ini misi penting, demi keadilan, perdamaian, dan permusyawaratan rakyat. Jika saja kita gagal menjalankan misi berbahaya ini, bukan hanya negara kita saja yang terancam binasa, tapi juga seluruh dunia… semua nasib penghuni bumi ada di tangan kita.” Bocah-kurus-kering-kerontang-kering-ingusan itu membungkukkan tubuh, menatap sekeliling dengan mata disipitkan, bibirnya bergerak-gerak dengan penuh dramastis. “Ini misi mematikan.”

Helaan napas berat keluar dari bibirnya, dan dengan sinar mata penuh percaya diri menatap ke arah meja. Ditangannya tergenggam  “Apa kalian siap melakukan perintah dariku? Apa kalian siap membela negara ini? Apa kalian siap mengorbankan jiwa, raga, dan bahkan harta keluarga kalian? APA KALIAN SIAP?!”

Hening sebentar.

Ketegangan menyelimuti sekitar.

Sampai sebuah suara kecil dan takut-takut bergumam.

“Si-siap… komandan…”

“KATAKAN DENGAN KERAS!”

Hening lagi. Gwangsoo menggerak-gerakkan tangannya sambil berteriak keras, “SIAP KOMANDAN GWANGSOO!!”

“YAK LEE GWANGSOO APA YANG KAU LAKUKAN DENGAN BEPE-BEPEAN KU??!!!”

Bocah-kurus-kering-kerontang-kering-ingusan itu terlonjak ketika seorang gadis berambut acak-acakkan mendobrak masuk ke dalam kelas dan langsung berkacak pinggang, mata bulatnya melotot marah, dan bibirnya maju seperti bebek jelek.

Gwangsoo, bocah-kurus-kering-kerontang-kering-ingusan itu tidak bisa berkutik, menjatuhkan mainan kertas-kertasan berbentuk wanita yang memakai gaun pesta—bepe-bepean—ke atas meja. Wajahnya pucat pasi seolah misi yang telah disusunnya selama bertahun-tahun, terkuak begitu saja di depan musuh besar.

“Ji… Ji… Jihyo Noona… ini… tidak…” Gwangsoo menelan ludah gugup. “Aku…”

“JAUHKAN TANGANMU DARI MAINANKU, GWANGSOO! KENAPA KAU TIDAK MAIN MAINAN COWOK SAJA SIH!!!” Jihyo merebut paksa bepe-bepean miliknya dari tangan Gwangsoo. Melayangkan tatapan membunuh yang mungkin saja bisa langsung mematikan Gwangsoo saat itu juga.

Gwangsoo memandangi bepe-bepean itu dengan tatapan terpukul. Bak komandan yang kehilangan tentara-tentaranya, yang diculik secara semena-mena oleh Jihyo.

Jaga diri kalian baik-baik… bepe-bepean… kita lanjutkan misi kita besok…” bisik Gwangsoo sembari menatap merana kea rah bepe-bepean yang kini dibawa pergi Jihyo keluar kelas. Kini, sang Komandan Gwangsoo kembali mencoret buku di depannya, menyiapkan skenario perdamaian dunia untuk esok hari.

Dan juga menyiapkan rencana bagaimana cara menculik bepe-bepean milik Jihyo, ehm… maksudnya, tentara-tentaranya.

.

.

.

.

.

.

Last Love

“3 kali 4 sama dengan 12.”

Penuh angkuh Haha menunjuk kalkulator baru miliknya yang baru dibelikan Appa-nya di Amerika. Sebagai anak paling kaya di sekolah paling kere, Haha pantas berbangga diri karena dia satu-satunya yang bisa membeli Kalkulator Casio sementara teman-temannya masih berkutat dengan batangan lidi sebagai alat hitung.

Gwangsoo dan Sukjin saling lirik sebal.

“Pasti kau tidak boleh kami meminjam kalkulatormu, iya kan?”

“Maaf yah, tapi aku tidak bisa membiarkan tangan kotor kalian mengenai kalkulatorku. Ya, kan… Kitty?” Haha mengelus boneka kucing Persia kesayangan miliknya.

Gwangsoo memasang wajah muak. Jika saja Haha dilahirkan kembali, ia berharap temannya ini akan bereinkarnasi menjadi penguin di kutub sana agar Gwangsoo tidak perlu bertemu lagi dengannya.

Lantas Jihyo datang, membuat seisi kelas mendadak terdiam. Sebagai kelas yang dihuni mayoritas laki-laki, kehadiran satu-satunya wanita seperti Jihyo di kelas membuat cahaya matahari lebih bersinar terang.

Haha tersenyum. Ia melompat-lompat mendekati Jihyo dan menyerahkan boneka Kitty kesayangannya pada Jihyo.

“Ya, Jihyo-ah, aku baru beli kalkulator baru dan sebagai catatan, ini amat mahal sekali. Karena kau adalah cinta terakhirku—My Last Love, kau mau coba pegang?” Tangan Haha memaksa tangan Jihyo terbuka dan diberikannya kalkulator itu ke telapak tangan Jihyo. “Hanya kamu yang kuperbolehkan memegangnya, karena kamu itu cinta terakhirku. Jadi berterimakasihlah.”

Jihyo menyeringai lebar, “terima kasih…”

Dan kemudian membuang kalkulator mahal Haha ke lantai, dengan semena-mena.

BRAAK.

“JIHYO, ANDWAEEE!!” teriak Haha histeris, menatapi kalkulatornya yang kini tergeletak di lantai kelas, rusak dan retak-retak. Kalkulator Casio mahalnya…

“Setahuku, ada kalkulator baru yang tahan banting dan harganya amat mahal. Tapi nampaknya, kalkulatormu tidak cukup mahal, Haha. Buktinya, dia langsung rusak begitu kubanting.”

Seketika Sukjin dan Gwangsoo tertawa terbahak-bahak. Haha, kalkulatornya, dan fantasi last lovenya, hancur berkeping-keping di tangan Jihyo

.

.

.

.

.

.

Multiplication Disease

Jongkook menyipitkan matanya yang sebenarnya sudah amat sipit, ketika melihat kedatangan Jaesuk di toko milik keluarganya, siang ini. Sebagai pelajar dengan peringkat 1 dari bawah, Jongkook sering sebal pada Jaesuk—si peringkat 1 dari atas. Well, bagaimanapun juga, mereka—Jongkook dan Jaesuk—sama-sama “peringkat 1”, tapi sonsaengnim selalu memperlakukan mereka semena-mena.

Bukankah itu menyebalkan sekali?

Jadi, ketika Jaesuk kini datang ke toko nya, Jongkook telah memasang tampang sejudes-judesnya, setidak ramah-ramahnya.

“Kenapa kau ke sini?” ketus Jongkook sembari memberengut kesal.

Jaesuk membetulkan kacamatanya dan berdeham canggung. Sama seperti Jongkook, Jaseuk pun merasa risih jika harus berada dalam jangkuan satu meter dengan bocah yang bercita-cita jadi superman itu.

“Kau memasuki arena perang yang salah,” ucap Jongkook sambil melipat kedua tangan di dada dan bertingkah seperti prajurit yang siap perang.

Ya! Aku kesini untuk mencetak foto! Bukan untuk bertengkar denganmu! Apa kau lupa, kalau lantai satu rumahmu ini dijadikan toko cuci foto?” cerocos Jaesuk.

Oh,iya ya… Jongkook baru ingat soal itu. Tapi demi menjaga gengsinya yang setinggi langit, bocah berbadan besar itu tetap mempertahankan pose “siap perang”-nya. “Terus, kau mau cuci foto?!” tanyanya.

“Ibuku menyuruh untuk mencuci foto untuk pas foto KTP nya.” Jaesuk menyerahkan gulungan Kodak ke tangan Jongkook. “Cetak dengan ukuran 3×4.”

“3×4…” Jongkook mengambil Kodak itu. “Berarti 12.”

“Apanya?”

“Biayanya.”

“Bukannya biasanya 500, ya?” tanya Jaesuk bingung.

“Ya! 3×4 itu 12! Kau ini bagaimana sih? Katanya kau peringkat satu di kelas, tapi masalah begitu saja tidak tahu!” Jongkook menyibakkan poninya dengan sombong. Aha, ternyata si pintar Jaesuk ini payah juga dalam perkalian. “3×4 itu 12!!”

“Tapi, Jongkook-ah…”

“Sudah kubilang 12!! Payah kali kau ini!”

Jaesuk mendesah napas. “Baiklah, 12… jadi aku hanya perlu membayar 12 won, begitu maksudmu?”

Jongkook mengangguk dengan gaya keren. “Ya. Karena 3×4 itu 12, Jaesuk… bukan 500. Jadi kau bayarnya 12 won… bukan 500 won, dasar bodoh!”

Jongkook menyeringai lebar saat mengatakan itu. Ini benar-benar hebat, akhirnya dia bisa memanggil Jaesuk dengan sebutan bodoh juga!

Ketika Jaesuk menyerahkan 12 won pada Jongkook dan akhirnya pergi dari toko, Jongkook menatap uang 12 won itu lamaaaa sekali, dengan perasaan haru, bangga, bahagia, semua campur aduk seolah-olah baru mendapat medali olimpiade matematika tingkat internasional. Dia harus segera menceritakan hal ini pada orangtuanya, kalau dia baru saja mengalahkan Jaesuk si peringkat pertama, karena perkalian.

Ya, dia harus menceritakannya sesegera mungkin!

Siapa bilang 3×4 itu 500? 3×4 itu 12!!

.

.

.

.

.

.

No comment!

“Jadi… apa misi rahasia itu sebenarnya, Lee Gwangsoo?” Gary berbisik hati-hati, sambil menatap sekeliling kelas yang sepi.

Sekarang sedang jam istirahat sehingga semua anak sedang bermain di lapangan. Tidak satupun berada di dalam kelas enam, kecuali Gary dan Gwangsoo, yang mengendap-endap bak detektif kea rah meja Song Jihyo.

“Ssst… jangan berisik!” Gwangsoo menyuruh Gary diam. “Jika kita sudah berhasil mendapatkan barang yang kita cari, baru misi ini bisa kuberitahu. Memberitahunya sekarang, sama saja membiarkan mata-mata yang mungkin mengintai kita tahu dan menggagalkan rencana besar ini!”

Gary menoleh ke kiri dan kanan. Dia berani bersumpah tak ada satu pun orang yang kemuungkinan menjadi mata-mata mereka. Namun, dirinya tetap mengikuti gerak-gerik ala Sherlock Holmes kesetrum yang dipraktekkan Gwangsoo.

Mereka tiba di meja Jihyo dan Gwangsoo mengambil sesuatu dari tas gadis yang menjadi satu-satunya murid perempuan di kelas enam ini. Sementara Gary terus memandang sekeliling, dia bertugas menjadi “mercusuar”—sang pengintai yang mengawasi keadaan.

“Dapat!” seru Gwangsoo senang. “Oh, akhirnya… kita selangkah lebih maju, Sersan Gary!”

“Sejak kapan aku jadi sersan?” tanya Gary bingung.

Tapi sepertinya Gwangsoo tak mendengar ucapan Gary. Bocah itu meletakkan barang yang diambilnya dari tas Jihyo ke atas meja.

“Bepe-bepean?” Gary mengernyit saat melihat mainan berbentuk gadis-gadis ala barbie yang dicetak dalam kertas karton itu. Mau apa Gwangsoo dengan mainan cewek seperti itu? “Sebenarnya misi kita apa sih, Gwangsoo?”

“Ssst! Diamlah! Jangan panggil aku ‘Gwangsoo’! Panggil aku ‘Komandan Gwangsoo!” Gwangsoo memandang bepe-bepean di depannya dengan mata berbinar.

“Oke… Komandan Gwangsoo…” Gary mengerling malas. “Memang apa misi kita sebenarnya?”

“Dengan bepe-bepean ini… aku punya misi penting untuk perdamaian dunia. Aku akan berlatih menjadi pangeran asia. Itu misi kita. Dan dengan bantuan bepe-bepean ini… dan dirimu, Sersan Gary… kita akan mewujudkannya—ya, ya, ya! Kau mau kemana, Gary-ah!!”

Gary melenggang malas keluar kelas. Astaga, jadi itu misi Gwangsoo? Menjadi Pangeran Asia? Demi perdamaian dunia, katanya?

“Ck, terlalu cepat seribu bagimu untuk jadi pangeran asia! Kalau kau Pangeran tampan dari asia, maka apa jadinya Jang Ge Suk dan Lee Min Hoo? Hah? Yang tampan saja seperti itu! Sudah keriting, kurus, kering, ingusan… ckckck… no comment deh!”

.

.

.

.

.

.

.

J sampai N untuk Running Man END-

p.s sebenernya drabble yg ini panjang banget dan ga cocok dibilang drabble

xD

drabble ini dibuat udah lamaaa banget dan sempet lupa naruh file nya dimana, ternyata hari ini tiba2 aja ketemu filenya xD, so kalau kalian ngerasa ada sedikit unsur Secret Couple disini, ya dimaklumi. kan waktu aku buat si Haha mah belum nikah :3

29 thoughts on “A-Z : Running Man

  1. haha ngakak sumpah! untung aku bacanya sndirian di kamar😄
    kwangsoo nya ngebet bgt lg bawa2 misi perdamaian dunia, pake bepe bepe-an pula! wkwkwk~

    pngen lagi dooong~
    cast nya CN Blue ajaa… /kedip2 imut/

  2. Bepe-Bepean? 0.0
    Gue aja udah lupa kenyataan bahwa gue pernah kenal benda itu.😀
    ketahuan yg masih sering men bepe-bepean…. *lirik cwe yg suka ngeksis d ff nya sendiri*
    Tp ideanya itu keren sekali soph!
    Jd kwangsoo itu semacam pria gagal ya soph…
    Hahaha….
    Tp aq bingung liat jihyo.
    Dia itu sebenarnya gagal jd cwe atau gagal jd cwo?😀

  3. A-Z!!! Inget bgt sama drabble collection satu ini
    Asli ya parah banget
    You.rock girl
    Sukabgt ama penjabaranny yang baku tapi ngocol gila
    Dan terutama buat gwangsoo dan bepe2annya ji hyo itu bener2 deh lucu

  4. onnie its me~~
    lambai lambai sempak yesung
    lama ga melalang buana di blog onnie
    tambah banyak banget cerita2 yg belum kubaca aduh duh duh pusing mau mulai baca dari manaaaaa
    as always a-z ga bakal pernah lupa aku sama cerita ini
    konyol banget
    nista banget
    khas onnie banget -_-
    hahahaha
    suka deh pokoknyaa

  5. Paling ngakak yg Jihyo rules sama Multiplication Disease xD
    Haha saking cantiknya jongki dikira cwe xD ahh in ngingatin sama A-D nya shinee jongki senasib sm taemin xDD

  6. akhirnya sempet juga mmpir di blogmu lg soph hehe.. tp mau baca yg oneshot dulu deh yaaa, yg dont trust ntar dulu hehe ,,,
    widiih a-z skrg castnya running man, bisa bayangin banget tampang2 oon bin unyu castnya nih.hahaha…
    paling ngakak waktu kwangsoo, dikiranya lagi menyelamatn dunia pake prajurit apaan, trnyata bepe2annya jihyo ahaha,, jihyo juga apabanget deh cemburu sama joongki gara2 joongki lebih cantik.wkwk
    yg joongkok sama si jaesuk itu juga lucu :3
    pokoknya nice ff laaah😀

    • no problem onnie ku sayag
      hahaha makasih ya udah baca dan mampir
      sumpah aku lagi males ngetik komen balasan ini entah kenapa banyak banget dan belum kubalasin
      aduh suara changmin cakep lagi *lagi dengerin duetnya tvxq*
      ah embuhlah onn aku ngomen apa ini xD

  7. Selalu ngakak dah thor ama ff nya xD sebagai runners saya sangat berterima kasih bisa membaca ff runningman walau ceritanya ngakak guling guling seperti ini wakakak
    lanjutkan thor!!

  8. ckckck..jihyo,cowok kok d cemburuin,aneh bgt.joongki g d ksh ksmptn membela diri *yg tabah ya oppa*
    kykny mentang2 cewek satu2ny jd nganggep dia yg plg cantik,jd g ad yg boleh lbh cantik dr dia.
    bnrn deh itu jongkook gengsian n ngerasa kesaing sm jaesuk,sm g mw ngalah.pas soal itung2an bwt foto ukuran 3×4 itu,jongkook brhasil ngebully jaesuk,dg bilang 3×4 itu 12.ad2 aj akalny bwt nutupin gengsiny.
    kwangsoo jg bwt ap ngambil bepe2anny jihyo,g penting bgt deh.tujuanny bwt jd prince of asia,gary aj mpe geleng2 ma tujuan gejeny kwangsoo,bhkn dia g yakin dg bepe2an itu bikin kwangsoo jd prince of asia,lol…

Just talking...

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s