Don’t Trust The Liar in Apartement 13 (Part 5)

Author : Sophie Maya

Title     : Don’t Trust The Liar in Apartement 13 (Part 5)

Cast     : Yesung, Eunhyuk, Kyuhyun, and

Support Cast: Sophie Maya (-_-), and another member Super Junior

Genre  : comedy? Are you sure? Eum… Im not sure…

Rated  : PG-19+

Length: chaptered

Type    : ?

Summary         : Kim, Lee, Cho… siapa diantara kalian yang berbohong padaku?!

PhotoGrid_1392289522552

Disclaimer       : this story is MINE.

Warning           : many SARA, discrimination, violance, sex harassment in here. So, before you read, I just wanna say… im not sorry :p

.

.

.

.

.

.

[Sophie Sad Side Story]

Rahasia Kecantikan Wanita Asia

Cinta pertama itu memang tidak pernah bisa dilupakan. Kau tidak akan pernah bisa melupakannya, jika kau punya tiga sahabat laki-laki seperti Eunhyuk, Kyuhyun, dan Yesung.

“Karena nanti malam adalah kencan pertamamu dengan pria… siapa namanya? Siwon? Ah, Siwon… astaga, namanya jelek sekali, seperti nama mata uang. Apa setelah ini nama pacar keduamu adalah Sidollar? Sieuro? Sirupee?” Eunhyuk tertawa-tawa mendengar leluconnya yang bagiku tidak lucu sama sekali.

“Oppa… kau mau kutenggelamkan di dermaga atau aku jatuhkan dari tebing? Mau pilih yang mana?” tanyaku sebal.

“Maaf, maaf, maaf… aduh Princess Sophie kita bisa marah juga…” Eunhyuk mencubit pipiku gemas.

Aku memberengut kesal.

“Oppa, aku tahu kedua orangtua ku sedang liburan musim panas, aku tahu aku baru saja punya pacar super duper ganteng dan jadi rebutan gadis sesekolahan, dan aku juga tahu kalau mala mini aku akan kencan dengannya…” aku menarik napas panjang-panjang, “tapi penting banget ya, sampai oppa-oppa sekalian ini datang ke rumahku di siang bolong begini? Aku mau siap-siap kencan… jangan menggangguku!”

Kutatap Eunhyuk, Kyuhyun, dan Yesung bergantian. Ketiga sahabatku (yang lebih tua dariku tentunya) muncul seenak udel di siang bolong yang seharusnya bisa kuhabiskan dengan memaskeri wajahku dengan mentimun segar.

Gara-gara mereka, aku terpaksa duduk manis di atas kasur dan memandangi tingkah mereka yang bak professor salah tempat, apalagi ketika Kyuhyun berkata.

“Atas usul Eunhyuk, kami akan membuatmu siap menghadapi kencan pertamamu.”

“Ini pengalaman pertama, akan jadi yang paling berharga, harus yang paing berkesan karena akan terus teringat sampai kau nenek-nenek nanti,” sahut Eunhyuk.

Yesung si pendiam hanya menimpali dengan anggukan kecil.

“Maksud kalian apa?” tanyaku.

“Kami ingin menunjukkan padamu, rahasia kecantikkan wanita asia.” Eunhyuk membuat efek dramatis saat mengatakannya dengan menggerak-gerakkan kesepuluh jari tangannya ke segala arah, mirip penari bali salah tempat.

“Aku bukan wanita asia. Aku kelahiran Perancis,” ujarku.

“Tapi kau ada darah Padang, Sophie Sayang…” ujar Kyuhyun.

“Iya, memang ada. Terus kenapa? Kalian ingin memberikanku jam gadang? Rumah makan padang? Rendang?” tanyaku. “Atau kalian ingin memberikanku songket dan menyuruhku memakai itu saat kencan?”

“Kami ingin mengajarimu menjadi gadis yang cantik, baik, manis, dan sesuai dengan Pacar Yang Disempurnakan,” ujar Eunhyuk berapi-api.

“Setahuku, yang ada hanya Ejaan Yang Disempurnakan. Bukan Pacar Yang Disempurnakan,” rutukku.

Tapi tampaknya ketiga sahabatku sama sekali tak peduli dengan gerutuan dan penolakanku. Mereka, bak guru tanpa tanda tangan jasa, mengatakan akan memberikan kelas privat (yang super duper aneh bin ajaib). Dimulai dari Kyuhyun. Dengan otaknya yang nyaris menyerupai otak Einstein (Kapasitas otak Kyuhyun sama besar dengan kapasitas perutnya), memberiku teori-teori dasar menjadi pacar yang baik, cara berjalan yang baik, cara makan yang baik, dan—aku baru tahu hal ini selama tiga belas tahun hidup di dunia—cara memanggil pelayan restoran yang baik di depan pacar yang baik (what the hell is this -_-)

“Pria itu suka jika kau bersikap jaim, tapi jangan terlalu jaim. Bersikap santai, tapi jangan terlalu santai. Bersikap malu-malu, tapi jangan malu-maluin…” Kyuhyun menjelaskan panjang lebar.

“Jadi intinya aku so so aja, begitu?” tanyaku mulai tertarik dengan ajaran mahabrata Kyuhyun.

“Boleh biasa-biasa aja, tapi jangan biasa-biasa banget…” ujar Kyuhyun lagi.

“Aduh, itu gimana maksudnya? Kok kesannya jadi galau gitu? Tidak berpendirian. Boleh jaim, tapi jangan terlalu jaim. Boleh biasa-biasa aja, tapi jangan biasa-biasa banget…”

“Memang begitu…” Kyuhyun mengangguk meyakinkan. “Cowok itu suka cewek galau, yang plin plan gitu. Pada dasarnya, semua cowok suka main game. Nah, kalau si cewek plin plan, punya alur twist, susah ditebak, nah bakal betah ditongkrongin berjam-jam.”

Aku menggaruk-garuk kepala gatal. Penjelasan Kyuhyun sedikit nyeleneh, tapi kalau dipikir, ada benarnya. “Tapi bisa tidak, bahasanya jangan pakai ‘ditongkrongin’? berasa kayak dudukan toilet, tau, Oppa!” seruku.

Kyuhyun tergelak. “Yah, pokoknya lebih lengkapnya kamu baca buku ini, ya… ‘All About Romance’, ‘How To Make Your First Date Awesome’, ‘First Love’, ‘How To Find Your Partner Favorites’….”

Kyuhyun mengeluarkan satu-dua-tiga… LIMA PULUH TUMPUK BUKU dari dalam kardus yang dibawanya. Astaga, pantas saja Kyuhyun bawa-bawa kardus -_-

“Pelajari ini semua sebelum kamu kencan dengan Siwon,” perintah Kyuhyun.

“Apa? Semua??” jeritku kaget. Buku setumpuk gunungan sampah itu nyaris membuatku muntah dan sahabat gembulku menyuruhku membacanya?! (-_-)

Setelah pelajaran pertama dari Kyuhyun yang membuatku ingin gantung diri, giliran Yesung yang memberikan kelas privat. Tidak seperti Kyuhyun yang membawa kardus berisi tumpukan sampah buku ke dalam kamar, Yesung justru membawa belasan tiang hanger (yang dibawa oleh beberapa wanita berseragam ala SPG). Tidak cukup sampai disitu, seorang bencong dengan kostum bulu-bulu ayam ikut masuk. Menambah sesak kamar.

“Ini… apa… Oppa?” tanyaku bingung.

“Kelas privat selanjutnya. Memilih baju dan dandanan terbaik untuk kencan nanti.”

Okeh, orangh kayah memangh bedah yahhh…

Yesung membawakan baju-baju dan make-up mahal bermerk. Baju berbagai jenis dari t-shirt, gaun, coat, dan lain-lain semua terpajang lengkap di tiang hanger yang dibawanya. Dan bencong dengan kostum bulu-bulu ayam yang dibawanya, ternyata adalah tata rias taraf internasional yang biasanya mendandani Christina Aguilera.

Yesung menyiapkan semuanya… untukku…

“Cepat, coba baju-baju ini dan kita lihat mana yang cocok kau pakai,” ucap Yesung sambil mengedipkan mata.

Aku melompat kegirangan. Uang memang yang terbaik, eh, maksudku, Yesung memang yang terbaik. xD

Aku segera mengambil beberapa baju dan mencobanya di kamar mandi, lalu keluar beberapa menit kemudian untuk menunjukkannya pada Yesung yang duduk dengan gaya bossy di atas meja belajarku.

“Itu tidak cocok…”

“Itu tidak cocok…”

“Kependekan….”

“Bahunya terlalu terbuka.”

“Kalau itu ada yang warna pink lebih bagus.”

“Ah, nah! Itu saja.”

Aku berputar-putar senang ketika akhirnya Yesung menyetujui gaun warna putih selutut dengan pita pink di bagian dada, setelah hampir puluhan baju dijawab dengan gelengan kepala oleh pemuda itu.

Yesung berjalan mendekat, meraih pedora putih di gantungan, lalu memakaikannya di kepalaku.

“Sekarang, baru sempurna.”

Aku tersenyum lebar. “Terimakasih, Oppa.”

Kelas privat Yesung berakhir dan berganti dengan kelas privat Eunhyuk. Pemuda pirang itu membawa sebuah kotak beludru biru dan memberikannya padaku.

“Ini… apa?” tanyaku bingung.

“Rahasia kecantikkan wanita asia yang sesungguhnya.” Eunhyuk menatapku lekat. “Sophie sudah besar sekarang, sudah berumur tiga belas tahun, ya… tanpa terasa…”

Aku balik menatap Eunhyuk. “Oppa…”

“Rasa-rasanya baru kemarin melihatmu di kereta bayi, sekarang tahu-tahu sudah punya pacar saja…”

Aku menundukkan kepala. Suara Eunhyuk terdengar dalam dan lembut, penuh ketulusan. Kusentuh punggung tangan Eunhyuk dan mengusapnya pelan. “Kalian bertiga amat berharga bagiku. Kalian sudah seperti keluargaku. Meskipun kadang kau menyebalkan, Kyuhyun sering merebut jatah makanku, dan Yesung hanya bicara padaku melalui ‘uangnya’, tapi aku tahu kalian menyayangiku.”

Eunhyuk menepuk pipiku, mendesah pelan sembari berkata, “jika si-mata-uang-korea itu menyakitimu, bilang pada kami… maka akan kami pastikan dia menangis meraung seperti anak perawan telat datang bulan.”

Aku terkekeh. “Oppa…” Aku berusaha menahan tangis, demi tidak melunturkan make-up ku. Kupeluk erat Kyuhyun. Aroma matahari yang menguar dari tubuh Eunhyuk entah mengapa membuatku nyaman. Dan ketika akhirnya Kyuhyun serta Yesung ikut menyusul ke dalam kamar dan memelukku.

“Kurasa sekarang kami bisa pergi ke kemah musim panas dan meninggalkanmu disini. Sudah sedikit terlambat, tapi tak apalah. Kami bisa mengejar ketinggalan kereta,” ujar Kyuhyun.

Aku mengangguk. Liburan kali ini ketiga sahabatku memang berencana menghabiskannya di perkemahan.

“Jangan bilang kalian sengaja terlambat untuk memberikan kelas privat absurd ini untukku?” tanyaku.

Eunhyuk, Kyuhyun, dan Yesung saling berpandangan, lalu cengar-cengir bodoh.

Dan aku langsung tahu jawabannya adalah “ya.”. Aku kembali memeluk ketiganya erat-erat. Rasa-rasanya aku tidak ingin melepas pelukan ini

Siwon datang tak berapa lama kemudian, menyambutku di depan pintu rumah dengan pandangan takjub.

“Kau cantik,” katanya.

Aku tersenyum malu. Menundukkan kepalaku, menyembunyikan semburat merah di pipi.

“Kita pergi sekarang?” tanya Siwon sambil mengulurkan tangannya.

Aku mengangguk. “Ah, sebentar… aku mau buka ini dulu…” kugoyangkan kotak biru beludru pemberian Eunhyuk tadi.

Begitu kubuka, sebuah kertas dan liontin menyembul dari dalamnya. Liontin itu berbentuk bandul yang bisa menyimpan foto. Ketika kubuka bandulnya, sekujur tubuhku merinding melihat foto aku dan ketiga sahabatku terpampang di sana. Dengan sebuah goresan tulisan kecil-kecil di bawahnya.

Generasi Terbaik, Generasi 13.

Dan kertas kecil yang terselip disana merupakan surat yang kutahu benar ditulis oleh Yesung (satu-satunya yang bisa menulis dengan rapi diantara mereka):

 

Rahasia Kecantikan Wanita Asia adalah… orang-orang yang menyayanginya dan membuatnya selalu tampak bahagia.

Jadi, berbahagialah, Sophie Sayang…

 

Tangisku pecah seketika.

Tak kutahu sebabnya, tapi itu adalah hadiah terindah yang pernah kuterima. Aku menutup kotak itu, sekujur tanganku bergetar saat kugenggam liontin itu. Dan bahkan, aku sudah tak peduli dengan make-up ku yang luntur.

“Hei… Sophie, ada apa?” tanya Siwon bingung melihat tingkahku.

Aku mengangkat wajahku, memandang pemuda paling tampan di sekolahku. Seulas senyum manis tersungging di bibirku.

Rahasia Kecantikan Wanita Asia adalah… orang-orang yang menyayanginya dan membuatnya selalu tampak bahagia.

Rahasia Kecantikanku… adalah sahabat-sahabatku, yang menyayangiku dan selalu membuatku bahagia.

 “Maafkan aku, Choi Siwon. Kurasa kencan kita batal. Aku… aku harus menyusul sahabat-sahabatku ke perkemahan musim panas.”

.

.

.

.

.

.

.

Don’t Trust The Liar In Apartement 13 (Part 5)

120817-yesung-kyuhyun-eunhyuk-at-kbs-1-babyjelly-on-twitpic-489554

Dua garis pada pita yang melekat di lengan kiri seorang pria, menunjukkan bahwa dirinya merupakan bagian keluarga dari almarhum yang akan dimakamkan. Paman Eric pernah menjelaskan hal itu pada Naomi di telepon ketika pria itu menelepon di tengah-tengah jam pelajaran saat Naomi masih duduk di bangku SMA di Jepang dulu.

“Mendadak, Paman merindukanmu, Naomi…” ucap Paman Eric dengan suara beratnya.

Naomi terdiam dan bersandar di sudut koridor, mendengarkan cerita Paman Eric dengan seksama.

Seorang aktor korea yang merupakan sahabat dekat Paman Eric bunuh diri akibat depresi yang berlebihan. Dan hari itu, Paman Eric datang ke pemakamannya. Paman Eric bercerita ada banyak anggota keluarga berdiri di dekat peti pemakaman dan menangisi almarhum. Seorang anak kecil yang merupakan puteri kandung sang aktor, menangis meronta-ronta dan tidak ingin memakai hanbok hitam. Berkata bahwa ayahnya tidak meninggal, ayahnya masih hidup dan akan kembali padanya.

“Aku… menenangkan gadis kecil itu, Naomi…—gadis itu, mirip sekali denganmu,” cerita Paman Eric kemudian. Naomi tetap tak bergerak dalam diamnya, mendengar penuh perhatian cerita dari Paman Eric yang beralih pada kebiasaan-kebiasaan pemakaman di Korea.

Kini, Naomi dapat melihat secara langsung bagaimana adat pemakaman di Korea. Bukan pemakaman secara tradisional, namun setidaknya cerita-cerita Paman Eric tentang riuhnya suasana rumah duka di Korea yang disengaja agar almarhum (konon) dapat meninggalkan dunia dengan tenang, tentang angka ganjil yang dipergunakan sebagai sumbangan kepada pihak keluarga, juga tentang pakaian gelap yang wajib dikenakan saat menghadiri pemakaman.

Namun, hanya ada satu pria yang mengenakan pita dua garis di lengan kirinya di sini. Pria itu berdiri dengan kepala tertunduk di samping peti, menyambut beberapa pelayat yang datang.

 

Dua garis pada pita yang melekat di lengan kiri seorang pria, menunjukkan bahwa dirinya merupakan bagian keluarga dari almarhum yang akan dimakamkan…—dan hanya ada satu anggota keluarga dari almarhumah satu ini…

“Kau sudah memberikan peringatan terakhir?”

Naomi menoleh ketika mendapati Sophie dengan gaun hitam panjang berdiri di sampingnya. Pandangannya terarah pada sebuah bingkai foto sederhana yang berdiri tak jauh dari mereka.

Naomi menganggukkan kepala. “Ya, Onnie.”

“Kalau begitu, kau mau menemani Kyuhyun? Kurasa dia sudah tidak sanggup lagi berdiri…” Sophie menggeser pandangannya pada pria yang sedari tadi berdiri di samping peti—Cho Kyuhyun. “…sepertinya, dia bisa pingsan lagi jika dibiarkan terus-terusan berada disana.”

Naomi merasakan suara Sophie bergetar. Wanita itu jelas berusaha mati-matian menahan tangis. Berusaha terlihat tegar, berusaha untuk tidak melihat betapa menderitanya ekspresi yang ditunjukkan Kyuhyun saat ini.

Naomi menatap Kyuhyun.

Satu-satunya pria yang mengenakan pita dua garis di rumah duka ini. Hanya Kyuhyun satu-satunya anggota keluarga dari sang almarhumah, Cho Ahra, kakaknya Kyuhyun.

Semalam Kyuhyun pulang dalam keadaan lebam-lebam penuh luka dan pingsan begitu mencapai lobi apartemen. Sophie, Eunhyuk, Yesung, dan Naomi panik dan segera melarikan Kyuhyun ke rumah sakit. Tak berapa lama kemudian, Sophie mendapat telepon dari pihak polisi yang mencari keberadaan Kyuhyun.

Lalu, semua kejadian semalam menjadi jelas.

Kyuhyun mendapat pesan aneh dari Cho Ahra. Selama ini, sejak sembilan tahun Cho Ahra tidak pernah menghubungi Kyuhyun sama sekali. Bahkan cenderung menjaga jarak dari adik semata wayangnya tersebut. Meski Kyuhyun berkali-kali mencoba menghubungi Ahra, tapi tak pernah dianggap. Kyuhyun beberapa kali mendatangi Ahra di apartemen kakaknya itu, namun pintunya selalu tertutup. Bahkan Ahra tak segan-segan mengirim satpam untuk mengusir Kyuhyun.

Hubungan kedua saudara itu amat tidak baik.

Sampai akhirnya pesan singkat yang penuh depresi itu datang ke ponsel Kyuhyun,  di malam ketika Kyuhyun berada di kafe untuk membahas masalah Naomi, pria itu seketika keluar dari kafe untuk menemui Ahra.

Ahra yang tidak pernah menghubungi Kyuhyun… mendadak menghubunginya…

Ahra sudah menikah dengan seorang pria keturunan Korea dua tahun silam. Sebenarnya Kyuhyun tidak setuju dengan pernikahan itu, menurut Kyuhyun sang pria bukanlah orang yang baik. selama pacaran,bukan sekali dua kali Kyuhyun menangkap basah memar-memar di dahi Ahra. Meski dengan judesnya Ahra berkata luka itu bekas terjatuh dan sebaiknya Kyuhyun tidak mengurusi hubungannya, namun tetap saja Kyuhyun bersikeras menolak pernikahan Ahra dengan pria itu.

Dugaan Kyuhyun benar, malam itu, suami Ahra melakukan tindak kekerasan. Memukul Ahra dengan tongkat bisbol karena Ahra mendapati sang suami baru saja menggadaikan apartemen mereka demi taruhan judi yang diikutinya. Ahra marah bukan kepalang, namun bukannya menyesal, sang suami justru memukul Ahra berkali-kali dan mengurung Ahra di kamar mandi tanpa mematikan pendingin hingga Ahra mengigil dan seluruh tubuhnya kaku.

Saat itulah, Ahra mengetik pesan pada Kyuhyun. Sebelum akhirnya pingsan di kamar mandi karena kedinginan dan mengeluarkan banyak darah. Ahra meninggal tak berapa lama kemudian, selisih berapa menit sebelum kedatangan Kyuhyun.

Kyuhyun yang menemukan Ahra dengan kondisi seperti itu, tidak bisa menahan emosi. Dia mencari suami Ahra dan mereka berkelahi hebat. Kyuhyun bukan petarung yang tangguh, hingga beberapa kali pemuda itu dengan mudahnya tersungkur ke lantai. Namun Kyuhyun tak menyerah. Dia berhasil menghajar suami Ahra, membuat apartemen Ahra berantakan bak kapal pecah, lalu pergi dengan terhuyung-huyung sambil berlari menggendong jenazah Ahra.

Memanggil-manggil nama kakaknya berkali-kali,namun tak terdengar jawaban. Kyuhyun mengantarkan jenazah Ahra ke rumah sakit, meninggalkan jenazah kakaknya tanpa kata-kata. Hanya menyuruh sang dokter mengurusi mayat kakak tercintanya. Sebelum akhirnya kembali pulang ke apartemen… dan akhirnya pingsan di lobi.

Suami Ahra akhirnya ditangkap dan dijebloskan ke penjara setelah polisi berhasil menemukan Kyuhyun untuk meminta penjelasan. Saat itu, Naomi ada di sana. Naomi menyaksikan, pria yang selalu disebut-sebut sebagai dosen Maha Sempurna oleh segenap masyarakat Sungkyungkwan, menangis tersedu-sedu seperti bocah yang kehilangan mainan berharganya. Wajah Kyuhyun benar-benar kuyu dan tampak tak bertenaga. Bahunya naik turun dengan cepat dan perlu ditenangkan oleh Yesung saat menjelaskan kronologis kejadian kematian kakak perempuan satu-satunya.

“Kyuhyun amat… sangat…menyayangi Ahra. Aku yakin, Ahra tahu itu. Namun kejadian sembilan tahun silam, benar-benar memukul telak mental Ahra. Membuat wanita itu ingin memeluk Kyuhyun namun sekaligus ingin menendang adiknya jauh-jauh dari kehidupannya.”

Naomi menoleh ke arah Sophie dengan pandangan penuh tanya, namun bibirnya tak mengeluarkan sepatah kalimat pertanyaan pun. Dia tidak ingin memaksa Sophie untuk menceritakan lebih jauh kehidupan Kyuhyun yang tampaknya begitu rumit.

Namun Sophie seolah tahu apa yang dipikirkan Naomi, ikut menoleh dan memandang lekat kedua bola mata polos di hadapannya itu seraya berkata, “aku akan menceritakannya padamu, karena kupikir aku menyukaimu. Maksudku, kau ini gadis yang cocok berada di lingkaran persahabatan kami. Feelingku berkata begitu.”

Sophie tersenyum tulus. Naomi ikut tersenyum.

“Sebenarnya apa yang terjadi pada Professor dan kakaknya?” tanya Naomi.

Seorang panitia ending planner berjalan mendekati Sophie dan menawarkan teh padanya. Sophie menggeleng dan mengucapkan terimakasih. Memandangi panitia itu sampai benar-benar menghilang dari pandangan, baru akhirnya memulai cerita.

“Kau tahu… Kyuhyun… pernah menikah.”

“Menikah?” Naomi memastikan dengan wajah tak percaya. “Profesor…?”

Sophie mengangguk. “Menikah muda tepatnya. Saat usianya masih sembilan belas tahun dan istrinya berusia tujuh belas tahun.”

Naomi terdiam. Sungguh, dia berani bertaruh tidak ada satu pun mahasiswi Sungkyungkwan yang tahu soal pernikahan professor yang digadang-gadang menjadi pria bujang dambaan sejagat wanita itu.

“Namanya… Anabelle Adrin. Seperti namanya, dia gadis yang benar-benar cantik, pandai memasak, dan pintar menari. Dan sepertinya seluruh kesempurnaan ada pada Anabelle.”Mata Sophie menerawang jauh, seolah tengah memutar kembali rekaman saat-saat yang membahagiakan antara Kyuhyun dan Anabelle. “Kyuhyun mencintai Anabelle. Keluarga Kyuhyun juga mencintai Anabelle. Dan baik Anabelle maupun keluarganya, juga mencintai Kyuhyun. Mereka tidak mempermasalahkan pernikahan muda antara kedua insan yang tengah jatuh cinta itu. Saat itu Kyuhyun menjadi guru di SMA di Manhattan dan Anabelle baru saja lulus SMA. Semua berjalan semestinya, pernikahan, bulan madu, rencana membeli rumah baru, dan lain-lain. Namun ternyata Tuhan hanya menakdirkan pernikahan bahagia itu bertahan setahun saja. Saat itu, Kyuhyun ingin menunjukkan rumah yang baru dibelinya untuk ditempati bersama Anabelle. Bersama kedua orang tua Kyuhyun, Cho Ahra, Anabelle,dan Kyuhyun sendiri… mereka berlima pergi ke bagian barat Manhattan.

Disana mereka harus melewati dataran tinggi yang berkelok-kelok dan sedikit licin karena saat itu musim hujan. Perjalanan terasa menyenangkan. Sampai ketika sebuah truk muncul dari belokan dari ngebut tak keruan. Kyuhyun berusaha menghindari truk tersebut, namun karena jalanan licin, mobil yang dikendalikannya justru tergelincir… menabrak pembatas jalan… dan… dan… terlempar masuk ke jurang.”

Cerita Sophie membuat Naomi tanpa sadar menahan napas.

“Keadaan mobil sebelah kanan baik-baik saja. Sementara bagian sebelah kiri mobil ringsek terkena batu-batu besar yang ada di dasar jurang. Dalam kecelakaan itu… Kyuhun dan Ahra berada di sebelah kanan, sehingga mereka selamat…. Namun Anabelle dan kedua orang tua Kyuhyun yang berada di sebelah kiri mobil… sama sekali… tak tertolong…”

Naomi menutup mulut dengan kedua tangannya. Kini, bulu kuduknya meremang dan matanya berkaca-kaca. Astaga, astaga, astaga… dia tidak tahu profesornya pernah mengalami kejadian semengerikan itu. Kini Naomi mengerti kenapa Ahra begitu membenci Kyuhyun. Mungkin Ahra menganggap Kyuhyun adalah penyebab kematian kedua orangtua mereka.

Tapi bagi Naomi, itu tidak adil. Kyuhyun juga merasa kehilangan. Orangtua… dan istrinya sekaligus…

Dan kini….

“Dan kini…” Naomi memandang peti mati Ahra, memandang foto Ahra yang menampilkan senyum lebar dan sumringah. Wajah cantik Ahra mirip sekali dengan wajah tampan Kyuhyun. Naomi mengusap wajahnya perlahan, air mata telah benar-benar membasahi pipi. “Profesor harus kehilangan kakaknya…”

“Satu-satunya anggota keluarganya yang tersisa, kini juga pergi…” bisik Sophie lirih.

Dada Naomi terasa sesak. Menatap Kyuhyun yang terus menundukkan kepala membuat dadanya seperti dihantam palu besar. Ingin rasanya Naomi berlari dan memeluk Kyuhyun saat ini juga.

Bahkan manusia sesempurna Kyuhyun pun, ternyata punya sisi yang benar-benar kelam.

“Bisa kau bantu aku, Naomi?” tanya Sophie kemudian.

“Bantu?”

“Bantu aku, bawa Kyuhyun ke ruang tunggu. Kurasa dia sudah tidak tahan lagi berdiri di samping peti mati kakaknya. Eunhyuk akan menggantikan Kyuhyun menerima tamu, aku dan Yesung juga akan membantunya. Tapi aku tidak terlalu yakin, Yesung punya sedikit masalah dengan ‘upacara pemakaman’.” Sophie menggunakan kata kutip saat mengucapkan ‘upacara pemakaman’. Naomi tak tahu apa maksud Sophie, tapi dia tahu tak bisa menolak permintaan Sophie untuk membawa Kyuhyun menjauh dari peti kakaknya untuk sementara waktu.

Jadi, Naomi mendekati Kyuhyun dan mengajak Kyuhyun pergi ke tempat lain. Anehnya, tanpa banyak protes, Kyuhyun mengangguk dan mengikuti langkah Naomi. Sekilas, Naomi melihat Eunhyuk berbicara dengan panitia ending planner sambil menunjuk Yesung yang terlihat celingak-celinguk seperti orang hilang di tengah ruang duka.

Lalu, Naomi kembali memusatkan perhatiannya pada langkah kaki yang kini membawanya ke ruang tunggu.

.

.

.

.

.

.

 “Biarkan aku sendiri.”

Itulah hal yang Kyuhyun ucapkan ketika mereka tiba di ruang tunggu. Sebenarnya ruangan yang lebih tepat disebut ruang ganti, tempat baju-baju dan perlengkapan acara disimpan. Kyuhyun menghempaskan pantat di sebuah kursi busa sembari mengendurkan ikatan dasinya.

Melirik sekilas ke arah Naomi dan gadis itu masih tak bergerak, tak beranjak dari tempatnya.

Kyuhyun memejamkan matanya sesaat. Kepalanya terasa pusing dan dirinya masih merasakan sulit bernapas. Bahkan Kyuhyun tidak yakin bisa bernapas dengan baik setelah kejadian ini.

Cho Ahra sudah pergi, menyusul ayah dan ibunya.

Cho Ahra… kakaknya itu, selalu berteriak dan mencaci Kyuhyun dengan hal yang sama selama sembilan tahun ini. “Kenapa hanya aku yang kau buat hidup, Kyuhyun?! Kenapa tak kau matikan saja aku, Kyuhyun! Kenapa kau tak buat aku pergi bersama ayah, ibu, dan Anabelle?!”

Kyuhyun selalu terluka mendengar teriakan Ahra yang seperti itu. Cho Ahra pikir Kyuhyun adalah malaikat kematian. Yang dengan mudahnya mencabut nyawa orang-orang semudah membalikkan telapak tangan. Jika pun Kyuhyun adalah malaikat kematian, orang pertama yang ingin Kyuhyun cabut nyawanya adalah dirinya sendiri.

Jika bukan karena dirinya, Ayah, Ibu, bahkan Anabelle… masih bisa tersenyum dan menemani hari-harinya.

Tapi kini, Kyuhyun amat rindu mendengar teriakan kakak perempuannya. Kyuhyun rela mendengar teriakan seperti itu, asal Ahra tetap ada disini… didunia ini… menemaninya yang selalu dipenuhi rasa bersalah.

Kenapa Ahra pergi secepat ini?

Kenapa Ahra tidak membiarkan Kyuhyun saja yang pergi duluan?

Kyuhyun kembali membuka layar ponselnya. Menatap pesan terakhir yang masuk di ponsel, pesan terakhir dari Ahra. Pesan pertama dan terakhir yang dikirimkan kakaknya, untuknya.

I think I’m gonna die, Kyuhyun.

I think I should die, Kyuhyun.

What should I do? Tell me, what should I do?

Should I run from him? The one who I loved so much? This pain already kill my heart. Soon, killing all of mine.

What should I do, Kyuhyunnie?

Ibu jari Kyuhyun menyentuh layar ponsel, tepat di kata terakhir dalam pesan itu.

Kyuhyunnie…

Kyuhyunnie…

Kyuhyunnie…

Kapan terakhir kali Ahra memanggilnya “Kyuhyunnie”? Panggilan sayang Ahra padanya. Ahra bilang, Kyuhyun yang saat itu masih gembul menyerupai boneka beruang imut yang dipajang di etalase pertokoan. Saking imutnya Kyuhyun, Ahra pun bilang nama “Kyuhyunnie” lebih cocok, karena terdengar imut seperti Kyuhyun.

“Kyuhyunnie… karena adikku satu ini amat sangat imut…” Ahra mencubit pipi gembil Kyuhyun.

Noona! Kalau kau cubit pipiku, nanti semakin melar…” rengek Kyuhyun.

“Biarkan saja… biar pipi imut ini melar. Biar tetap imut, ya? Hihihi… jangan pernah jadi kurus, Kyuhyunnie… nanti kamu tidak imut lagi… nanti Noona-mu ini bisa sedih… karena tidak ada yang bisa dicubit lagi…”

“Noona… kenapa keinginanmu ini jelek sekali? aku sudah besar, harus kurus lah.” Kyuhyun mengeluarkan gerutuan manjanya. Sementara Ahra tertawa-tawa geli melihat ekspresi adik kesayangannya.

Kyuhyun memejamkan mata. Bulir-bulir air mata turun membasahi pipinya. Dia menangis tanpa suara, namun lama-lama tangisannya semakin keras, menjadi terisak-isak penuh sesak. Kyuhyun memeluk ponsel, mendekapnya di depan dada. Bayangan Ahra, Anabelle, Ayah, Ibu, semua seolah-olah memanggil Kyuhyun.

Kyuhyun melupakan kehadiran Naomi yang masih berdiri dalam satu ruangan dengannya. Dia terus menangis terisak-isak. Wajah pucat nan lebamnya terlihat amat lelah dan napasnya tersendat-sendat. Jika seorang pria menangis, itu buka berarti dia lemah. Itu karena dia merasa terlalu banyak orang yang melemah karena berada di sisinya.

Kyuhyun mungkin menangis berjam-jam lamanya, hingga dia tertidur dalam posisi duduk dan terlihat kecapaian. Kyuhyun tidak menyadari selama berjam-jam dirinya meluapkan emosi, Naomi terus berada di sisinya. Memandanginya tanpa suara, menangkupkan kedua tangan di depan dada berdoa demi ketabahan hati Kyuhyun, dan ketika pria itu jatuh tertidur, perlahan Naomi mengambil selembar jaket dari tumpukan pakaian, kemudian menyelimuti tubuh Kyuhyun.

“Aku sudah membiarkanmu sendiri—aku membiarkanmu menangis seorang diri selama berjam-jam. Jadi, mulai kini… aku tidak ingin membiarkanmu sendiri lagi…” Naomi memandangi wajah terlelap Kyuhyun. “Bolehkan, Profesor?”

.

.

.

.

.

.

“Biarkan saja dia, biarkan saja dia. Dia bukan orang gila, dia itu sahabatku. Jadi jangan usir dia.” Eunhyuk menunjuk Yesung dengan mata disipitkan. “Dia itu… mengidap penyakit ‘anti-depresi’, entah istilah kedokterannya apa, tapi begitulah dia. Tidak bisa berada pada suasana tertekan seperti ini, jadi pahamilah saja dia…”

Panitia ending planner yang Eunhyuk ajak bicara ikut menoleh pada Yesung. Sekilas pemuda itu tampak normal, tapi kalau diperhatikan lebih lama, Yesung terlihat seperti orang yang kehilangan fokus. Ransel yang dibawanya terlihat lebih berat dibanding hari-hari biasa. Karena Eunhyuk sudah lama mengenal Yesung, dia tahu benar apa yang ada di dalam ransel itu: APA SAJA.

Yesung punya penyakit membawa hampir seluruh barang penting yang menurutnya dibutuhkan selama menghadiri pemakaman. Dan sederet barang penting itu sebenarnya amat sangat tidak penting, jika dirunut lagi. Yesung selalu membawa: mp3, headset, laptop, charger, ponsel, tab, whiskey, kaos kaki, mariyuana (terkejutlah, karena Yesung memang benar-benar membawa barang ini disaat akan pergi ke pemakaman), spidol broadmarker, time table, setandan pisang, pistol (O.O) , dongkrak (-_-), pembalut (-_-), dan… masih banyak lagi benda-benda absurd lain di ransel besarnya itu.

“Kenapa dia melakukan hal itu?” tanya sang panitia bingung.

“Diumur Yesung yang baru lima tahun, dia sudah menghadiri dua ribu dua puluh pemakaman dari rekan-rekan kerja ayahnya.  Kau bisa bayangkan? Diumur seharusnya seorang anak bermain perosotan dan jungkat-jungkit di taman, dia justru melihat ribuan tangisan setiap hari. Mungkin itu takdir orang super duper kaya… kau tahu sendiri orang tua Yesung adalah tuan tanah yang kalau dihitung-hitung ada sepuluh persen tanah di bumi ini atas nama ayahnya Yesung… dan karena itulah ada adat di keluarga Kim untuk mengharuskan datang ke berbagai pemakaman demi menjalin relasi sialan apalah itu. Dan seiring berjalannya waktu, pria itu justru punya fobia sendiri terhadap suasana mencekam seperti pemakaman ini. Dia selalu membawa banyak barang yang dia pikir mampu mengatasi rasa mencekam seperti ini. Makanya, tiap datang ke pemakaman, ransel bawaannya amat penuh. Kau bisa mencari apa saja yang kau inginkan disana. Bahkan jika kau ingin baju renang one piece, aku yakin ada di dalam ranselnya.”

Sang panitia mengangguk-angguk mengerti. “Ah, penyakit orang kaya memang aneh ya.”

“Yah, makanya… kau jangan pedekate dengan orang kaya. Diluarnya saja mereka terlihat sempurna, tapi asal kau tahu… kehidupan mereka tidak seperti chitato, flat dan bahkan suram…” Eunhyuk mengusap-usap dagunya. “Lebih baik, kau itu dekatnya dengan pria biasa. Seperti… pemilik pub dan keturunan asli Manhattan… mungkin?” kali ini Eunhyuk pasang wajah menggoda khas playboynya.

“Yang benar saja!” panitia itu tertawa kecil. Namun kemudian kembali memasang “Tapi, bahaya sekali kan kalau sahabatmu punya penyakit seperti itu? Apa tidak ada obatnya?”

“Pastinya ada. Itu obatnya!” seru Eunhyuk sambil menunjuk seorang wanita yang kini berjalan kea rah Yesung, menepuk pelan bahu pria itu, kemudian mengajaknya untuk duduk bergabung bersama pelayat lain. “Obat satu-satunya untuk fobia Yesung. Dan sebenarnya jadi obat seluruh penyakit yang ada pada pria itu, siapa lagi kalau bukan tunangannya, Sophie Maya?”

Sophie menyadari kehadiran Eunhyuk beberapa menit kemudian dan menghampiri pria itu dengan wajah geram.

“Kucari kau kemana-mana, ternyata justru menggoda seorang gadis! Ini pemakaman, sadarlah Crazy Manhattan!” dengus Sophie.

Eunhyuk tergelak sesaat. “Aku dari tadi terus disini, Sophie… dan disampingku ini bukan gadis, kau tahu? Dia ini malaikat yang baru mendarat dari surga.”

Sophie memasang wajah ingin muntah. Uh oh, demi Tuhan, sempat-sempatnya Eunhyuk mengeluarkan rayuan tua nya disaat seperti ini.

“Aku panitia pemakaman disini. Namaku Song Ji Hyo…” sang panitia itu membungkuk penuh hormat. “Aku akan kembali kerja, kalian bisa mengobrol lagi.”

“Oke, pergilah kembali kerja,” ujar Sophie tak peduli.

“Astaga, Princess… kau tak boleh kasar pada malaikat. Kau tahu kan, Tuhan menyuruh kita menyayangi sesama?” delik Eunhyuk dengan ekspresi yang minta ditendang ke neraka.

“Kau ini…” Sophie menarik napas berkali-kali. “Eunhyuk, kau gantikan Cho Gembul menerima tamu. Aku menyuruhnya beristirahat, dia sepertinya akan pingsan jika terus berdiri di samping Cho Ahra.”

Ekspresi Eunhyuk berubah serius seketika ketika mendengar ucapan Sophie. “O-oke, baiklah. Kyuhyun sedang istirahat?”

“Ya. Bersama Naomi.”

“Naomi?”

“Ya.”

“Oh.”

Eunhyuk mengangguk pelan dan hendak berbalik menuju peti, namun kemudian berhenti sebentar. “Kenapa harus Naomi?” tanyanya.

“Apa?”

“A-ah, tidak.” Eunhyuk menggeleng pelan. “Baiklah, aku akan gantikan Kyuhyun. Kau sebaiknya jaga Yesung sebelum dia menyebarkan mariyuana ke para pelayat.”

“Ya, baiklah. Sebenarnya, Yesung sudah memberikan barang itu ke beberapa pelayat.”

“Uh oh, astaga…” Eunhyuk geleng-geleng kepala.

“Dia bahkan memberikan pembalut pada…”

“Berhenti! Berhenti! Berhenti! Jangan ceritakan padaku tentang tunanganmu dan barang-barang anehnya! Dan siapa-siapa saja yang memakai barang-barang anehnya!” seru Eunhyuk sambil menutup kedua telinga dan segera berlari menjauh.

Fobia Yesung itu… benar-benar deh.

Eunhyuk perlu memberi standing applause pada siapapun yang tahan bersama pria kaya raya tapi aneh seperti Yesung itu.

Dan mengingat orang yang selalu bersama Yesung adalah dirinya, Kyuhyun, dan Sophie… ugh, Eunhyuk jadi tidak minat memberi standing applause.

.

.

.

.

.

.

Ini sudah dua hari sejak Kyuhyun mengambil cuti mengajar. Pria itu merasa sedikit baikan dan pagi ini berniat untuk berbelanja ke supermarket (Eunhyuk tidak akan pernah mau mengeluarkan duit secuil pun demi sekerat roti murahan sekalipun), persediaan kulkas mulai menipis dan Kyuhyun ingin membeli keju parut dan pisang kesukaannya yang habis dipakai Sophie membuat pancake tempo hari.

Pria itu baru saja hendak mengunci pintu apartemen dari luar ketika terdengar suara kenop pintu dibuka dan penghuni apartemen di depannya keluar.

“Pagi, Profesor!”

“Uhm, pagi Naomi.” Kyuhyun memasukkan kunci apartemen ke saku celana dan membalikkan tubuh, menatap Naomi dengan kening berkerut.

Gadis itu memakai topi berwarna merah dan kaos oblong berwarna senada. Di tangannya menenteng kotak besar serta alat pancingan.

“Mau pergi memancing?” tanya Kyuhyun.

“Iya,” jawab Naomi penuh semangat.

Kyuhyun tersenyum kecil mendengar nada suara Naomi yang tak biasanya amat ceria seperti ini. “Sendirian?”

“Tidak, berdua.”

“Oh, ya?” Kyuhyun mensejajari langkah Naomi menuju lift. “Sama siapa?”

“Sama professor!”

“Apa?” Kyuhyun menoleh kaget campur bingung. Tapi Naomi justru tersenyum lebar.

“Aku sudah minta ijin Sophie Onnie untuk membawa Profesor memancing. Aku baru saja akan menjemput Profesor di apartemen, tapi ternyata Profesor sudah keluar duluan.”

“Iyalah, aku kan mau ke supermarket,” ujar Kyuhyun.

Naomi menggeleng. “Tidak, tidak, tidak… Profesor tidak bisa ke supermarket. Profesor harus memancing bersamaku.”

“Hei, bocah kecil… aku harus ke supermarket. Kalau mau memancing, mancing saja sendiri.” Kyuhyun menggeleng-gelengkan kepala.

Naomi berdecak pelan. “Kalau Profesor tidak mau memancing, terpaksa… kunci mobil Profesor kusita!”

Kyuhyun melongo saat Naomi mengeluarkan dua buah kunci dari saku dan menggoyang-goyangkannya di depan Kyuhyun. Menyadari itu adalah kunci mobil Kyuhyun, buru-buru Kyuh mengecek dompetnya. Benar, itu memang kunci mobilnya!

“Kunci mobil Profesor beserta kunci cadangannya ada di tanganku. Kalau Profesor tidak mau pergi memancing bersamaku, kunci ini akan aku buang ke Sungai Han.”

Kedua bola mata Kyuhyun melotot lebar. “Ya!

.

.

.

.

.

.

Jadi disinilah Kyuhyun sekarang, di kolam pemancingan yang teduh, bersama salah satu mahasiswinya, yang sekaligus menjadi tetangga apartemennya. Naomi Nishikado.

Ancaman kunci mobil itu benar-benar ampuh untuk membuat Kyuhyun menyetujui ide aneh Naomi pergi ke pemancingan (Kyuhyun bisa menebak darimana Naomi mendapatkan kunci itu, siapa lagi kalau bukan dari Sophie? Atau Yesung? Atau Eunhyuk? Tiga makhluk yang bersemayam di apartemennya dan mengetahui tempat-tempat Kyuhyun menaruh suatu barang). Kyuhyun duduk di bawah sebuah pohon rindang, di atas kursi kecil yang sudah di siapkan Naomi. Sementara gadis itu duduk di sampingnya, memandang jauh kea rah kolam di depan mereka.

Keheningan menerpa keduanya selama beberapa saat.

Kyuhyun sibuk dengan pancingannya, dan Naomi sibuk dengan kegiatan melamunnya.

Tapi kemudian Kyuhyun berdeham pelan, membuat Naomi menoleh.

“Ada apa, Professor?” tanya gadis itu pelan.

“Perihal tempo hari…” Kyuhyun sengaja menggantungkan ucapannya. “Saat aku memintamu membiarkanku sendiri, tapi kau tetap tidak beranjak kemanapun… dan melihatku menangis…” Kyuhyun menghela napas sebentar. “aku ingin mengucapkan terimakasih. Karena kau tetap tidak kemana-mana, kau tetap menemaniku. Terimakasih banyak.”

Naomi mengulas senyum di bibirnya. “Aku diajarkan seseorang untuk tidak meninggalkan orang yang sedang bersedih sendirian, meskipun orang itu meneriakimu untuk meninggalkannya.”

Kyuhyun menoleh kea rah Naomi.

“Aku diajarkan oleh Paman Eric soal hal itu,” lanjut Naomi dengan kepala tertunduk. “Apa yang kulakukan pada Profesor tempo hari, sama dengan apa yang dilakukan Paman Eric padaku, bertahun-tahun lalu, saat kematian almarhum kakekku.”

“Kakekmu?”

Naomi mengangguk. “Dari kecil aku tinggal dan dibesarkan penuh kasih sayang oleh kakekku. Aku lebih dekat dengan kakek dibanding kedua orangtuaku. Maka, saat kakek pergi untuk selama-lamanya, aku adalah orang yang paling merasa terpukul. Saat itu Paman Eric datang untuk menemaniku. Aku menyuruh Paman Eric pergi, tapi Paman Eric justru tak bergeming, namun juga tak mengatakan apapun. Dibiarkannya aku menangis sesegukan sampai sepuas-puasnya. Paman Eric tidak pernah membiarkanku sendiri, meski aku meminta untuk ditinggalkan seorang diri.” Tanpa sadar Naomi bercerita sambil tersenyum, seolah kejadian itu kembali hadir di depan matanya. “Tapi itulah yang akhirnya membuatku jauh lebih kuat. Aku menyadari, ‘ah… ada orang yang selalu bersamaku’. Hal itu lah yang membuatku jadi tenang dan perlahan melupakan kesedihanku.”

“Sepertinya itu pula lah yang membuat kau dekat dengan pamanmu itu.”

“Benar sekali. Dibalik sikap kekanak-kanakkan Paman Eric, dia adalah orang paling perhatian yang pernah kukenal. Aku mengagumi kehangatan yang mampu ditularkannya ada orang lain. Itu pula lah yang membuatku setuju untuk sekolah di Korea, agar aku bisa dekat dengan Paman Eric.”

Kyuhyun mengangguk-angguk mengerti.

Hening kembali. Lalu,

“Tapi sebenarnya kenapa kau mengajakku ke sini, Naomi?” tanya Kyuhyun kemudian. “Aku payah sekali dalam memancing. Dan dari tadi, tak kulihat kau memegang alat pancing.”

“Aku kesini bukan ingin mengajak Profesor memancing.”

Kyuhyun jadi bingung. “Lantas?”

“Untuk berteriak, dan membuat ikan-ikan lari ketakutan.”

Kyuhyun menelengkan kepala tak mengerti.

Naomi berdiri dari duduk, menepuk-nepuk celana selututnya yang sedikit kotor terkena tanah. “Profesor harus menganggap ikan-ikan di kolam ini adalah keresahan, kekalutan, kesedihan, dan hal-hal buruk yang terus bergumul dalam pikiran Profesor. Dan Profesor tahu kan, kalau berteriak itu dapat membuat beban pikiran sedikit menghilang? Jadi, Professor harus berteriak sekencang-kencangnya agar ikan-ikan ini lari kocar-kacir ke segala arah. Agar keresahan, kekalutan, kesedihan, dan yang lain-lain juga ikut kocar-kacir, pergi meninggalkan Profesor.”

Kyuhyun mendongakkan wajah, menatap muka bulat Naomi yang tampak polos. Tangan gadis itu terjulur ke arahnya, seolah mengisyaratkan Kyuhyun untuk bangun. “Profesor bisa memegang tanganku, dan aku akan memegangi Profesor supaya tidak jatuh ke kolam,” ucap Naomi lugu.

“Bukannya kau bilang aku tidak boleh menyentuhmu? Kau bilang kau takut padaku?”

“Kurasa Profesor bukan orang yang berbahaya, jadi aku tidak takut lagi.”

“Begitukah? Sebenarnya kau tidak perlu memegangiku karena aku tidak akan jatuh—“

“Profesor, ayolah…” ujar Naomi setengah merengek. Membuat Kyuhyun menghentikan ucapannya, dan terhipnosis untuk meraih tangan Naomi dan berdiri dari duduknya.

Keduanya berdiri sejajar menghadap kolam ikan. Kyuhyun sedikit canggung harus mengikuti saran Naomi. Namun gadis itu terus menatapnya penuh harap, dan Kyuhyun perlahan-lahan merasa… tidak ada baiknya mencoba untuk berteriak… dan membuat ikan-ikan di kolam kocar-kacir.

Kyuhyun menarik napas dalam-dalam, lalu berteriak sangat keras.

“AAAAAAAAAAAAAAA!!!!!”

.

.

.

.

.

.

.

.

“Naomi pergi sama Kyuhyun?”

“Iya…”

“Kemana?”

“Ke kolam pemancingan, setahuku.”

“Hanya berdua?”

“Iya.”

“Kenapa kau tidak ikut?”

“Kenapa pula aku harus ikut?”

Eunhyuk mendadak tidak napsu makan. Diletakkannya garpu serta sendok ke piring. Mengelap sisa-sisa makanan di sudut bibir menggunakan tissue. Sophie mendongak dan mengernyit memandangi tingkah aneh Eunhyuk.

“Kenapa?”

“Kau membuat Naomi dan Kyuhyun pergi berdua,” sahut Eunhyuk tanpa bisa menutupi rasa kesalnya.

Sophie menelengkan kepala, dahinya berkedut-kedut bingung. “Memang ada yang salah dengan hal itu?”

“Tentu saja salah!” sembur Eunhyuk. “Bagaimana kau yakin untuk membiarkan mereka berduaan? Ingat, Naomi itu masih trauma dengan kejadian di apartemen kita… dan bagaimana kalau ternyata Kyuhyun adalah pelakunya?”

“Manhattan…, itu tidak mungkin…” Sophie meraih es jeruk miliknya dan menenggaknya pelan. “Lagipula, Cho Gembul sedang dalam masa berduka.”

“Tapi tetap saja…” Eunhyuk tidak bisa menemukan kata-kata yang tepat untuk mengekspresikan kekesalannya. Sebenarnya, Eunhyuk juga bingung kenapa pula dirinya harus merasa sekesal ini? Tapi yang pasti, Eunhyuk merasa dia harus menyusul Kyuhyun dan Naomi sekarang juga. “Aku selesai makan. Aku pergi duluan, Princess… Yesung…”

Eunhyuk menarik jaketnya dan menepuk kepala Sophie lembut, sebelum akhirnya melenggang pergi diiringi tatapan bingung Sophie dan Yesung di meja makan.

Butuh waktu lima belas menit untuk sampai ke kolam pemancingan. Saat tiba disana, Eunhyuk melihat Kyuhyun dan Naomi sudah selesai dengan kegiatan memancing mereka (Eunhyuk tidak yakin kedua orang itu memancing karena tidak mendapat ikan satu pun, terlebih Kyuhyun dan Naomi mendadak saja terlihat akrab). Eunhyuk melambaikan tangan kea rah keduanya.

“Paman Eunhyuk, kau kenapa ke sini?” tanya Naomi senang campur bingung melihat kehadiran Eunhyuk.

“Menjemput kalian,” jawab Eunhyuk pendek.

“Kau kan tidak bawa mobil. Menjemput bagaimana?” sindir Kyuhyun.

Eunhyuk tertawa salah tingkah. “Ya, pakai mobilmu. Kau ke sini bawa mobil, kan?”

Kyuhyun mengangguk.

Ketiganya masuk ke dalam mobil. Tiba-tiba saja Naomi mengajukan diri untuk menyetir mobil.

“Aku bisa melakukannya,” ucap Naomi penuh yakin. “Aku sudah mendapat SIM A saat di Jepang.”

Eunhyuk menepuk bahu Naomi. “Naomi Cantik, kau tahu kan… Kyuhyun itu paling tidak suka mobil ungu kesayangannya ini dikemudikan orang…”

“Kau boleh menyetir mobilku,” potong Kyuhyun.

Eunhyuk melongo sejadi-jadinya. A-apa tadi? Kyuhyun baru bilang apa? Seumur-umur, Eunhyuk tahu Kyuhyun amat sangat mencintai mobil kodok ungu-nya. Eunhyuk yang tinggal se-apartemen dengan Kyuhyun selama bertahun-tahun saja tidak diperbolehkan menyetir mobil Kyuhyun. Kenapa tiba-tiba…?

“Ya! Katakana padaku, apa yang terjadi pada kalian berdua di kolam pemancingan tadi?!” todong Eunhyuk curiga. Tidak mungkin Kyuhyun berubah sedrastis ini dalam beberapa jam. “Katakan padaku!”

“Omonganmu absurd sekali, Crazy Manhattan!” Kyuhyun menoyor kepala Eunhyuk sambil geleng-geleng kepala.

Naomi tertawa kecil. Gadis itu sudah siap di bangku kemudi dan menjalankan mobilnya. Kyuhyun duduk di sebelah Naomi, sementara Eunhyuk duduk di bangku belakang. Tapi seharusnya, Kyuhyun memang tidak memperbolehkan siapapun menyetir mobilnya, terutama Naomi. Gadis itu masih amat payah untuk menyetir. Dia baru saja mendapat SIM A di Jepang seminggu sebelum pindah ke Korea,dan belum sama sekali mencoba menyetir diluar arena les mobil.

Dan hal itu diketahui baik Eunhyuk maupun Kyuhyun saat Naomi melontarkan pertanyaan super duper teramat bodoh sekali:

“Se-sebentar, Paman… pedal gas disebelah mana, ya?”

“ASTAGA, NAOMI!!!”

Naomi nyengir sejadi-jadinya. Kyuhyun dan Eunhyuk segera mempersiapkan jantung masing-masing yang kemungkinan akan copot sewaktu-waktu.

.

.

.

.

.

.

.

“Berapa biayanya?”

Yesung mengeluarkan ponselnya dan mengetik sesuatu dengan cepat.

“Dua juta lima ratus ribu won. Itu mobil keluaran terbaru dan masih langka, hanya ada tiga orang di Korea yang memilikinya,” ujar pria berkemeja biru laut di hadapan Yesung, sembari memasang wajah kusut.

“Aku tahu. Berapa nomor rekeningmu? Akan kutransfer biayanya.”

Pria itu menyebutkan beberapa digit angka yang langsung dimasukkan Yesung ke dalam ponselnya. Beberapa saat kemudian, transaksi melalui e-banking yang dilakukannya pun berhasil. Yesung menunjukkan bukti transfer pada pria di depannya.

“Segini saja cukup, kan?” tanya Yesung.

Pria itu melongo sebentar, lalu mengangguk cepat-cepat. “Ya, ya, ya, itu cukup. Terimakasih, Tuan Yesung,” ujarnya sambil membungkukkan badan berkali-kali.

“Jangan berterimakasih, aku justru yang terimakasih karena kau tidak melaporkan ketiga orang ini ke polisi karena sudah menabrak bemper belakang mobil mahalmu.” Yesung melirik ketiga orang dibelakangnya—Kyuhyun, Eunhyuk, dan Naomi—yang ketiganya sama-sama menundukkan kepala, mengheningkan cipta penuh rasa bersalah.

Membiarkan Naomi mengemudikan mobil di sepanjang jalan di Seoul memang amat berbahaya, dimulai dari tidak bisa menemukan pedal gas yang tepat, Naomi terus-menerus membuat perjalanan pulang dari kolam pemancingan seolah menjadi perjalanan ke dunia akhirat. Kyuhyun dan Eunhyuk tidak berhenti menjerit-jerit histeris ketika mobil kodok ungu Kyuhyun meliuk-liuk tak teratur di jalan, gas rem gas rem gas rem yang selalu diinjak Naomi tidak sesuai kondisi, menerobos traffic light (beruntung tidak ada polisi yang tengah berjaga), dan berakhir dengan menabrak mobil milik pengusaha SE Telcom di kawasan Cheongdam.

Sang pemilik mobil marah besar dan menuntut ganti dengan bilangan won yang tak terhitung meskipun rekening Kyuhyun, Eunhyuk, dan Naomi disatukan. Sehingga satu-satunya cara adalah memanggil pria maha kaya, Kim Yesung ke tempat kejadian untuk meminta bantuan.

Setelah pemilik mobil yang ditabrak Naomi itu pergi dari tempat, Yesung langsung membalikkan badan dan menatap ketiga manusia di depannya satu-persatu. “Apa sih yang kalian pikirkan saat membiarkan Naomi mengendarai mobil?”

Kyuhyun dan Eunhyuk masih mengheningkan cipta. Sementara Naomi mengangkat kepala dan mengucapkan permintaan maaf berkali-kali.

“Ma-maafkan kami, Paman Yesung… aku… aku berjanji akan membayar biaya yang tadi. Anggap saja itu hutang,” ujar Naomi.

Yesung menggeleng. “Aku tentu tidak bisa menganggapnya hutang, Naomi. Anggap saja aku sedang membayarimu cemilan. Aku tidak ingin kau hidup dipenuhi depresi karena hutang yang tidak akan pernah bisa kau lunasi.”

Memang benar apa yang Yesung katakan, biaya ganti rugi tadi amat sangat mahal. Naomi saja hampir kehabisan napas saat Yesung dengan entengnya mentransfer uang segitu banyaknya dengan sikap santai. Dan apa tadi kata Yesung? Anggap sedang membayari cemilan? Cemilan? Ce-mi-lan? CEMILAN?!

MANA ADA CEMILAN HARGANYA DUA JUTA WON LEBIH???

Oke, orang kaya memang beda sih…

Yesung mengibaskan tangan santai. “Ya sudah, sekarang mending kita telepon mobil derek untuk membawa mobil Kyuhyun ke bengkel. Setelah itu kita berempat naik taksi saja. Aku yang bayar, tenang saja.”

Jika malaikat itu bisa terlihat, mungkin mirip dengan Yesung. Dia benar-benar malaikat… berkantong tebal…

Naomi mengikuti langkah Yesung ke dalam kafe, pria itu bilang akan menelepon taksi dan sebelum taksinya datang mereka akan menghabiskan waktu di restoran bintang lima. Diikuti Kyuhyun dan Eunhyuk yang masih terus mengheningkan cipta, entah sampai kapan.

.

.

.

.

.

.

.

Naomi memegang kartu pasiennya, mengikuti langkah Kyuhyun yang berada di depannya. Sesuai saran dari pengacara Eunhyuk, hari ini dia akan memeriksakan diri ke dokter kandungan. Sophie dan Yesung ada acara pemakaman pemilik perusahaan furniture di Anyang sehingga tidak bisa menemani, dan Eunhyuk harus mengurusi beberapa perjanjian dengan kliennya. Sehingga satu-satunya orang yang menganggur saat ini hanyalah Kyuhyun (Kyuhyun masih dalam masa cuti berkabungnya).

Sebenarnya Naomi ingin pergi sendiri, tapi mendadak saja Kyuhyun memaksa ikut.

“Aku ingin tahu perkembangan mahasiswiku,” alasannya.

Naomi mengernyit bingung. Dia baru tahu, mengetahui perkembangan kehidupan pribadi mahasiswi termasuk tugas dosen juga.

Mereka mendapat nomor urut empat. Naomi sedikit risih karena rata-rata pasiennya adalah ibu-ibu berperut besar dan ditemani suaminya. Sementara Naomi? Mahasiswi dua puluh tahun yang ditemani dosennya (-_-)

“Naomi Nishikado.”

Terdengar nama Naomi dipanggil oleh suster jaga. Naomi berdiri, sedikit kepayahan karena mendadak kakinya kesemutan. Kyuhyun segera menarik tangan Naomi dan memapahnya.

“Profesor, kau tidak perlu memapahku! Aku kan bukan ibu hamil!” protes Naomi sambil menggembungkan pipinya.

“Kau mungkin saja hamil,” ujar Kyuhyun seenaknya.

Naomi semakin cemberut. Ingin rasanya menggetok kepala profesornya satu ini, jika saja…

“Naomi? Kau kenapa disini?”

Sebuah suara menghentikan niat buruk Naomi terhadap Kyuhyun. Saat Naomi menoleh, alangkah terkejutnya gadis itu mendapati sosok Eric dan Andy berdiri di depannya, dengan pandangan bergantian antara palang ruangan bertuliskan ‘Poli Kebidanan dan Kandungan’, wajah Naomi, dan sosok Kyuhyun, dan kembali lagi ke palang ruangan…

Poli Kebidanan dan Kandungan…

Seketika ekspresi Eric berubah jadi horor. “Na-Naomi… kau… hamil?!”

ASTAGAAAAAAAA

.

.

.

.

.

.

.

To be continued

52 thoughts on “Don’t Trust The Liar in Apartement 13 (Part 5)

  1. Rahasia kecantikan wanita Asia itu sweet banget Soph..
    Aaah.. siWon jadi cameo.. untung jd normal2 aj dia..
    Dan Song Jihyo.. haiii..
    Nah.. ini Kyu kok jd care gini ama Naomi.. aah, lama2 ngiri nih ama si Naomi..
    Yesuuung.. temenan yuuuk. Kamu rada2 aneh gpp deh.. aku berusaha ngerti kok.. kali aj aku bs ditraktir cemilan kayak Naomi jg.. hahaha… /mata duitan../
    Part ini sediih bt Kyu.. tapi persahabatan mereka tuuh daebak bangetss..

    • iyaa sweet kan? GUE GITU
      GUE KAN EMANG SO SWEEET AMPE OBESITAS WKWKWK
      hahaha oke lo blh jadi temen yesung asal tahan sama kepelitan tunangannya kekekeke

      yuup genk mereka mmg is the best
      aku yg nulis aja iri sama mereka wkwkwkw

  2. ceritanya cmpur aduj dlm satu part ya, terharu sm persahabatanny, sedih sm masa laluny, phobia yesung jg aneh + kasian jg sprt orng yg gmn gtu, eunhyuk yg ttp bkin ngakak walau lg sedih, yesung yg kaya bngt…

    oiy author ad g y part knp yesung bs sm sophie akhirny…pengen ad kisah yg fokus k ‘yeso’, hehehe
    smpai d part ni cerita mereka kurang y

  3. keeeerenn….
    baca part ini jd plin plan.
    smula aku duga liarny itu kyu, tp dpart 4 ak suka naomi sma eunhyuk….dan part ini ko… kmbali k kyu ya.
    lanjut sjlah….

  4. ya ampuuun, ku tak tahu kalau kyuhyun sedang berduka, tiba2 awal part ini jadi mellow soph #lap-air-mata
    daan jreeng jreeng ke absurdan yesung tiada tanding deh, untung kaya, kalau ga tau deh yang mau temenan siapa (eh kok kesannya eunhyuk kyuhyun jadi mata duitan). btw sophie di sini dewasa banget, sosok unnie2 yang melindungi naomi yang kelewat polos
    ngakak parah di bagian terakhir pas ke poli kandungan, smoga kyuhyun ga diapa2in sama paman eric kita yang cakep. amiin. lol

    • iyaaa itu masa lalu kyuhyun dan keabsurdan yesung cmpur2 jadi satu macam gado2

      hahhaa sebenernya aslinya kyu sama eunhyuk emng mata duitan
      tapi si yesungnya juga merasa tidk keberatan tuh kekekekeke

  5. Andai syariat mengijinkan, akan ku gunakan nama Eunhyuk utk berzikir.
    Ah, sph! kau bener2 bikin aq jatuh cinta sm si yadong ga tau diri itu!
    knp makin manly aja soph?

    btw, phobia nya si yesung aneh ya. Tp kasian jg sih.

    Kyu punya masa lalu kelam, yesung jg, naomi jg.
    Yg belum tinggal eunyuk & sophie.
    aq tunggu masa lalu kelam mereka berdua ya soph…

    • kekekeke suka banget ya sama eunhyuk? iya ga tau ni kenapa aku akhir2 ini jadi suka bikin ff eunhyuk yang dia kelihatan ya-oloh-keren-banget-si-ceking-satu-itu

      iyaaa phobia nya orang kayaaahhh
      eunhyuk itu punya masa lalu kelam
      dia itu anak broken home ceritanyaa~

  6. Kyuhyun duda sodara2….
    Dan yesung kaya raya sekaliiiii
    Whoaaa ff ini makin absurd, makin kocak,makin gaje,dan hawa2nya kol bakal end ya? ;;___;;
    Jgn buru2 end gitu loh
    Suka bgt ama ff ini
    Hihihi

  7. Kelupaan ngomen part yg ini
    Ini part highlight nya ada dua
    Yg.pertama pas bagian kyuhyun dan masa lalunya yg menyedihkan bgt
    Itu aq ampe nangis loh ampe segitunya trnyata kyu dan ahra
    Bener2 kasihan
    Dan kyu.duda ya oloh
    Demi apa duda keren … hoho
    Yang kedua highlightnya d bagian yesung ngasih cemilan
    Itu anak kaya bgt yaaa
    Ga nyangka
    Emang sih, mrk masuk daftar org terkaya tpi ngelihat yesung dgn mudahnya ngeluarin duit…
    Keren gilaaa aku jg mau d beliin cemilan
    Rasanya ga pengin ff ini cepet habis
    Nanti ga ada lagi yg bsa kubaca dong huhu

  8. oh my to the gad
    ini part sumfeh deh campur2 tumpeh2
    ada mengharukannya
    sedihnya
    lucunya
    gilaaaa the best part of dont trust, kalo kataku sih gitu onn
    udah deh aku sebodo ah sama siapa yang nidurin naomi
    soalnya aku belajar satu hal kalo baca blog sophie maya: jangan sok2 an nebak, soalnya otak sophie maya nggak pernah ketebak apa isinya. kadang isinya keju, kadang blueberry, kadang mocca (nggak gitu ) hahaha intinya… idemu itu sll unik aneh dibanding yg lain, jadi cukup duduk manis dan biarkan menggalau nungguin next part xD

  9. Dimulai dr sad story yg tmben agk serius, masuk bagian awal yg super melo, sampai crita lucu hyuk ttg pobia yeye. Rasanya naik turun, tp sedap bnget..

  10. Hai, hai.. Annyeong! Saiia reader bru dr sjff dan melancong k sini gara2 pnsrn sm ending why, why, why😀 dan gilaaa, ini cerita menghibur banget soph.. Brasa lg nntn drama comedy. Sorry bru bs comment d part ini ^^v semangat yah soph, ini ff menghibur banget! *_*

  11. part ini lumayan normal soph. nggak normalnya di bagian sophie nya sebenernya. #ditabok
    flashbacknya ngena bener soph…. untung pas flashback ntu kau nggak merusuh. hahaha
    bagian endingnya nggak pas bener deh. hahaha
    komen apalagi ya soph? aku bingung jadinya. wkwkwk
    udahlah. cukup segitu.hahaha

  12. Bahagia sama sedih ternyata jaraknya deket banget yaaa. Dibalik masa kecilnya yang ingusan, Masa lalu kyuhyun ternyata sungguh kelam.
    Keingetan terus sama ingus kyuhyun -________-haha.

    Waaaaaaaaaah ini kayaknya bakalan ada cinta segi tiga yaa??!! Pokoknya fighting untuk part selanjutnya~~~

  13. tumben banget ya side storynya normal😄
    dan Yesung, 2 juta won disamakan dengan cemilan? tapi dia kok loyal bgt sih bukannya sophie-yesung itu pasangan pelit pecinta gratisan?😄

  14. Part ini jadi semakun serius ya..
    Kasian banget profesor cho.. T.T
    Ternyata hidup na tragis juga. Jadi pengen nangis waktu pemakaman ahra. Mana ji hyo na juga ikut nyempil lagi…
    Seperti na eunhyuk cembokur nich. Mau di buat cinta segi tiga nich sop?
    Tp chemistri na lebih kena waktu sama kyu dech….
    Cie…cie…bang encung. Duit segitu ibarat cemilan. Mau donk di jajanin…
    Minta pin ATM na donk…

    Side stori na bener2 bikin terharu. Sophie beruntung banget punya sahabat seperti mereka. Tumben otak sama kelakuana bener…
    Oh bang siwon dirimu harus rela kalah sama cowok2 yg peringkat ketampanan na di bawah mu..

    • iya dong harus serius
      kan mau ending kekeke
      hmmm cinta segitiga atau segiempat ya? atau segilima ya?? liat aja nanti gimana deh kekeke

      iya aku beruntung bgt punya sahabat kayak mereka *cough

  15. omg yesung bawa narkoba.. #pingsan naomi itu sudah jadi mahasiswi neng shopie -_-” oh ya aku juga lg suka dengerin lagu yesung blind ( i was greedy ) kayaknya bagus tuh neng shop kalo di jadikan ff..

  16. ini part gado-gado iya neng shop.. Mulai dari prolognya yg romantis n bikin haru, aku setuju dgn rahasia kecantikan asia adalah org2 yg menyayangi kita n slalu membuat kita bahagia, kecantikan yg berbeda dan bisa bikin awet muda haha oh ya mariyuana itu apa ya neng shop ?? Sumpah aku ga tau itu apa #plakk kalo soal penyakitnya yesung aku no komen deh, orang aslinya yesung emang absurd -_- dan anehnya ni ff ada sedihnya juga *poor kyu* mungkin karna ini dia lebih waras di banding yg lain #loh? Aku yg ga terima itu kenapa naomi panggil eunyekyu paman yak.. Jadi berasa naomi anak sd aja -_- dan satu lg bilangin yesung please, kasih cemilan aku juga donk, nanti aku panggil paman juga hihi

    • iyaaap gado2
      sengaja dibikin gitu biar ga galau mulu atau komedi mulu hahahaha
      hmmm mariyuana itu narkoba neng xD astaga tapi diem2 aja ya
      kalau ketauan yesung bawa begituan, dia bisa masuk kantor polisi xDDD

      naomi kan mmg masih keciiilll
      masih imut2 xD

      aku mah juga mau dikasih cemilan dua juta won ama yesung xDD nyookk kita samperin yesungnyaa

  17. bawa mariyuana -_- dan si JiHyo si ending planner :3 si kyu cian dehh.. oh iya, foto si ‘crazy manhattan’ rambutnya ngga pirang :v btw, kok dia kayak ngga mau si naomi deketan sama kyuhyun ya.. lanjutannya gimana yah, aku ngga sabar ><
    Keep writing author!!!!!!!

  18. ya ampun itu prologny ..masa sophie mw kencan aj hrs dpt kuliah absurd dr shbt2ny..aplg,kyuhyun oppa pke bw2 buku soal gmn jd pacar yg baik lol..
    tp pas ngasih kado k sophie,trnyata sbuah foto mrk br4 yg bikin sophie trsentuh..wlopun mrk shbt2 yg absurd tp mrk perhatian jg
    d part rasany campur2 kyk gado2(?) awal d part nyeritain knp kyuhyun babak belur,trnyata hbs berantem sm kakak iparny yg bikin kakakny mati.pas bgn tgh2 yg plg bikin sedih,nyeritain knp ahra benci bgt sm kyuhyun krn ahra nganggep kyuhyun yg bkin k2 ortuny mati krn kclakaan yg menimpa mrk n annable ,istri kyuhyun.trs gmn g akurny mrk sjk itu,bnr2 bkin kyuhyun galau.

    aq jd mikir mkin k sini kok plakuny ngarah k kyuhyun oppa*smogaaj gak*
    ayo cpt2 publikasikan siapa plakuny,sophie eon..
    biar g bikin pnsrn,nih

    • iya donggg
      mereka itu kan udah bareng2 dari kecil dari sejak si sophie lahir dan pipisin mereka -_-
      itu adalah waktu yang cukup lama kan xD

      hmmm… kyuhyun oppa? kita simpan tebakanmu untuk part terakhir yang masih berapa part lagi ini kekeke

  19. Huahahahahaha xD *ngakak gelindingan*
    Pdhl sempet sedih td krn kjadian yg mnimpa kyuhyun..
    Tp gara2 Yesung g jd sedih masa xD phobia yg aneh ckckckk..
    Tp daebak yaa duit segitu d.anggap pmbeli cemilan? yaahh holang kayahh emg beda syg yesung dpt nya sophie yg super pelit jdnya yesung ikutan pelit jg ╮(ˇωˇ)╭ *ditendang sophie

    Eohh… jgn2 Eunhyuk suka lg sama naomi, dia kesel krn cmburu naomi jd dekat dg kyuhyun. wah wahhh..
    Dan waduhhhh profesor kyaknya bkln kena masalah nihh.. psti dia dikira ngehamilin naomi. Klo kyak gni mahh kyaknya g ad pilihan slain nyeritain yg sebenernya tp Eric ajhussi psti bkln marah.. haduhh eottokhae??
    Next part ditunggu ^^)/

    • Yaaahhh begitulah… mau gimana lagi, kalo dua orang dari karakter ini ngumpul aja, pasti alurnya mendadak jadi gajeee hahahaha

      Aduhhh kepelitan sophie itu kan yg membuat eksistensi mereka sbg org kayak no 9 di dunia ttp brrtahan
      Pelit itu pangkal kaya :3

      Hmmm kita liat aja nnti
      Yah sepertinya sudah saatnya ada ff yang menistakan kyuhyun *ketawa ala nenek shir

  20. kasian kyuhyun udh jd duda d usia muda,
    astaga si yesung super duper kayaa dan royal gitu kok di awal” part kesanny pelit banget yaa dan emgny penyakit absurd kyk yesung tu emg ada ya kk?😀
    huaa paman ericny naomi tau..
    bisa bonyok lagi ni abang kyu, apes dah apes…

    • Iyaaa huhuhu
      Duren
      Duda keren
      Ciaaaatt ciaaat ciaaattt

      Yesung itu aslinya royal
      Yang pelit kan sophie
      Makanya kalau bareng sophie, yesung ikut2an pelit
      Tp sebenernya dia mah ngeluarin duit kayak nyiram tanaman aja gitu…tinggal ngucur aja ,,, hahaha

      Dan yap yap yap, kita ga tau deh apa yg bakal terjadi selanjutny

    • Oh ya penyakit kyk yesung itu ada kok, semacam ketakutan dgn hal2 serius,mencekam,.dan suram. Lupa istilahnya apa,tp ada kok…
      Biasanya org2 yg kyk gitu menghindari pembicaraan serius dan cenderung sedih

  21. whoaaah! aku komentar yang pertama ya? seneng banget tau ini udah rilis /?

    hampir nangis di bagian atas ngakak kecil /? di bagian akhir. bener bener bisa bikin perasaan campur aduk~

    sophie eonni, JJANG!
    jangan lupa lanjutin ya~

    • Iyaaa kamu yang pertamaaaa
      Selamat yaaa *tumpengan

      Iyaaaa mmg sengaja dibikin gitu
      Biar ga sedih mulu
      Pssst, aq aja nangis pas bikin adegan kyu itu… huhuhu

      Makasih yaaa
      Semoga next part lebih cepat🙂

      • yay yay yay~ /ambil tumpengannya/ /bagi dua sama eunhyuk/?

        tapi sukses kok. seriusan ‘-‘ walah, authornya juga kebawa suasana /?

        ya sama sama~ ditunggu part 6 ya ><

        • cieee suka eunhyuk yaaa
          cieee cieeee
          suka ama monyet muka jamban
          cieee cieee *lari sebelum dilempar hape evercross

          iya kebawa suasana deehh
          pas ngetik itu kebetulan nyetel lagu SM Galau, eh, SM Ballad maksudnya xD

          oke deh
          ditunggu aja
          wani piroooo? *pletak

          • monyet manhattan cieee ;_; kalo dilempar bibir banci mau ga unn? eh ralat deng. bibir sooman /? :3

            lagunya breath ato blind syalalala~

            wani piro? jambannya kyuhyun mau ga? >//<

Just talking...

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s