Don’t Trust The Liar in Apartement 13 (Part 4)

Author : Sophie Maya

Title     : Don’t Trust The Liar in Apartement 13 (Part 4)

Cast     : Yesung, Eunhyuk, Kyuhyun, and

Support Cast: Sophie Maya (-_-), and another member Super Junior

Genre  : comedy? Are you sure? Eum… Im not sure…

Rated  : PG-19+

Length: chaptered

Type    : ?

Summary         : Kim, Lee, Cho… siapa diantara kalian yang berbohong padaku?!

poster done

Disclaimer       : this story is MINE.

Warning           : many SARA, discrimination, violance, sex harassment in here. So, before you read, I just wanna say… im not sorry :p

.

.

.

.

.

.

Negara Kesatuan Republik Jamban

[Eunhyuk sad side story]

Jika seluruh capres berkata ingin menjadi pemimpin yang menginginkan adanya perubahan, maka mereka harus bisa “berubah” dulu.

Berubah menjadi power ranger, misalnya.

Jika seluruh capres berkata ingin jadi pemimpin yang membantu rakyat banyak, mereka harus bisa “membabu” dulu.

Membabu… jadi pembantu rumah tangga-nya para rakyat, misalnya.

Ada banyak capres yang mengobral janji-janji ketika kampanye, lalu cuci gudang atas janjinya ketika sudah terpilih.

Banyak orang yang ingin jadi pemimpin, tapi tidak semuanya berjiwa memimpin.

Salah satunya: aku.

Sebagai seorang yang paling tua dan dituakan, garis takdirku adalah menjadi pemimpin di antara ketiga sahabatku yang masih cecunguk; Yesung, Kyuhyun, dan Sophie.

Aku adalah presiden di tengah-tengah negara kecil yang berisi tiga rakyat jelata; Negara Kesatuan Republik Jamban.

Jamban?

Iya, jamban. Ini berawal ketika musim panas saat umurku sedang panas-panasnya: 11 tahun.

Seorang bocah botak dengan ingus meler berlari masuk ke dalam kelasku dan melolong berlebihan.

“EUNHYUK HYUUUNGG!! EUNHYUK HYUNG!!!”

Bocah itu si gembul Kyuhyun dengan seragam SD-nya. Kyuhyun menoleh ke kiri dan kanan mencari sosokku, dan ketika menemukanku diantara kerumunan gadis-gadis labil yang sibuk mengagumi ketampananku-yang-tak-terjabarkan, Kyuhyun langsung berlari mendekat.

“Eunhyuk Hyung!” teriaknya ngos-ngosan.

“Hm?”

Aku menyibakkan poni dan memandang Kyuhyun sekilas.

“Kyu, ingus mu meler…” ujarku jijik.

Hyung! Jangan pedulikan ingusku! Ingusku ini merupakan falsafah ilmiah yang tentatif!” seru Kyuhyun menggebu-gebu, seiring dengan itu, ingus Kyu juga ikut menggebu-gebu ke kiri dan ke kanan.

Aku mengernyit semakin jijik.

Kyuhyun baru sembilan tahun, tahu apa dia tentang falsafah dan tentatif? Kurasa Kyu baru saja melihat drama opera sabun di tivi semalam dan menconteknya habis-habisan.

“Ada masalah apa?”

Seorang pemimpin harus lebih pintar dari cecunguknya yang bodoh.

Seorang Eunhyuk harus lebih pintar dari Kyuhyun yang gembul dan bodoh.

“Sophie, Hyung!! Sophie! Sophie nangis di kelas! Dia dituduh nyuri bros gambar bunga matahari milik temannya!”

Aku sontak berdiri dari duduk.

“Apa? Sophie kenapa?”

“Tanpa falsafah dan atas tuduhan yang kemungkinan tentatif, Sophie disudutkan di kelasnya, Hyung!” Kyuhyun semakin bersemangat menjabarkan alur kejadian.

“Berani-beraninya ada yang melukai Sophie!” teriakku meradang. Seperti Jokowi yang ingin langsung terjun ke lokasi banjir, aku juga bertekad untuk mendatangi kelas Sophie sekarang juga.

“Eunhyuk-ssi, siapa itu Sophie?” tanya seorang teman sekelasku dengan nada cemburu. “Pacarmu?”

“Bukan…” jawabku tersengal-sengal. Aku adalah orang yang tidak bisa menahan emosi jika salah satu dari Kyu, Yesung, atau Sophie terluka. Berani menyentuh mereka sekilas saja, kupastikan tangan sang pelaku akan terbakar.

“Eunhyuk-ssi, siapa pula anak ini?” tanya seorang temanku yang lain dengan nada aneh. “Kenapa dia terus-terusan ingusan?”

Aku melirik Kyu sadis. “KYU!! BERSIHKAN INGUSMU!!”

Bertahun-tahun hidup bersama dengan Kyuhyun, Yesung, dan Sophie menyadarkanku arti pentingnya kebersamaan. Ini terdengar aneh, tapi jika Sophie sakit, maka semua akan ikut sakit. Jika Yesung lapar, maka semua akan ikut lapar. Jika aku tampan, sayangnya, mereka semua tidak tampan.

Astaga, mengertilah, ketampananku itu immortal. Dan tidak tertandingi!

Maka, dengan penuh emosi, aku melepas jaket dan melempar ke Kyuhyun. Lantas berlari penuh kecepatan tinggi ke kelas Sophie. Melompati undakan-undakan dan berjalan zig-zag melewati deretan pohon di taman. Sebenarnya aku bisa saja berjalan biasa saja, tapi jeritan histeris gadis-gadis yang melihat tingkah heroikku tidak bisa diabaikan begitu saja, bukan?

Maka, ketika berlari, aku juga menyempatkan diri untuk dadah dadah dan menebar ciuman jarak jauh pada gadis-gadis yang berlarian keluar kelas demi melihat seorang Eunhyuk.

Pemimpin juga butuh pencitraan, bung.

Karena saat dulu belum ada facebook dan twitter, belum ada pemimpin yang blusukan ke pasar, belum ada kuis interaktif dan Sinetron Tukang Bubur Naik Haji yang bisa dijadikan ajang mejeng pemimpin, maka parkour di sekolah serta bertingkah ala Leonardo De Caprio adalah bentuk alternatif pencitraan.

Sesampainya di kelas Sophie yang sudah ramai dipenuhi orang, aku melihat gadis kecil itu menangis di tengah kelas. Seorang teman sebayanya menunjuk-nunjuk Sophie dengan raut sinis.

“Kau mencuri pin-ku! Kau mencuri pin-ku!” teriak gadis berambut bob itu.

Sophie menggeleng keras. “Aku tidak mencurinya!”

Aku masuk ke dalam kelas dan langsung menarik Sophie ke belakang tubuhku. Menatap gadis berambut bob yang tersentak kaget melihat kehadiran makhluk tampan sepertiku.

“Eunhyuk Sunbaenim…” bisik gadis bob itu dengan suara cemprengnya.

“Sophie, kau tenang saja. Aku akan melindungimu. Karena aku adalah pilihan hati nuranimu,” bisikku dengan gaya pahlawan.

Oppa, kau bicara apa sih? Labil sekali…” kernyit Sophie bingung.

Aku mengabaikan Sophie dan kembali menatap gadis bob di depanku. Kusibakkan poniku sekilas dan tersenyum kecil. “Gadis kecil, kurasa Sophie-ku tidak mungkin mengambil pin mu. Sophie sendiri sudah bilang bukan dia pelakunya.”

Aku menghembuskan napas dan mencoba bersikap dewasa diantara kumpulan anak enam tahun di depanku. “Jika Sophie-ku memang mengambil pin-mu, aku akan jadi ksatria hitam untuk melakukan hukuman apapun itu.”

Duh, kata-kataku keren sekali, kan?

Ksatria hitam? Hm… sedikit teringat dengan kamen rider -_-

“Eunhyuk Sunbaenim, anda keren sekali…” bisik beberapa siswi.

Gadis bob didepanku terpaku lama, dan kentara sekali dia juga terpesona dengan ucapanku barusan. Buktinya, gadis bob itu lalu menganggukkan kepala dan tersenyum kecil. “Baiklah, Sunbaenim… aku percaya bukan Sophie yang mengambil…”

“Jika Sophie terbukti mengambil, bagaimana? Hukumannya rambut kerenmu harus dimasukkan ke jamban, Sunbaenim! Bagaimana?!” teriak seorang siswa dengan lantang.

Aku menoleh ke arahnya dan menyipitkan mata.

Jika aku Jokowi, pemuda itu pastilah Farhat Abbas. Ucapan dan tingkahnya bertentangan dengan kaidah-kaidah manusia yang berlaku di dunia.

“Baik,” ucapku penuh yakin. Aku menggenggam erat-erat jemari mungil Sophie. “Aku bersedia melakukan hal itu.”

Terdengar seruan takjub dari segala penjuru. Semua orang mengeluk-elukanku. Beberapa lama kemudian, keramaian di kelas Sophie kembali reda. Orang-orang kembali ke aktifitas masing-masing dan aku pun berpaling pada Sophie yang masih sesegukan.

“Sudah… jangan menangis… kan kau tak bersalah. Kau tidak mengambil pin itu.”

Sophie mengangguk kecil. “Iya, Oppa. Aku tidak mengambilnya. Aku kan hanya meminjamnya.”

“Nah, betul… kau hanya… APA?!”

Aku nyaris tersedak.

“Iya, Oppa. Aku hanya meminjamnya, tanpa sepengetahuan pemiliknya sih…” Sophie mengeluarkan bros matahari dari saku seragamnya dan menyodorkannya padaku.

Gadis itu tersenyum tipis seakan tannnnppaaaaaaa dosa sama sekali.

Aku.rasa.mau.mati.detik.itu.juga.

Jadi… Sophie…

Hyung! Hyung! Masalahnya udah selesai? Maaf Hyung, baru bisa datang, kelasku ada ulangan tadi.” Yesung datang terpogoh-pogoh menghampiriku dan Sophie.

Hyuuungg! Kau meninggalkanku! Tahu kan tentang falsafah hidupku, aku tak bisa lari! Aku takut lemakku hilang dan aku jadi kurus. Berat badan ini bersifat tentatif, Hyung tahu kan…” Kyuhyun menyusul di belakang Yesung.

Aku masih berdiri di tempat dalam keadaan melongo, dan tak ada yang menyadari hal itu.

Kyuhyun dan Yesung sibuk menenangkan Sophie dan menanyakan kabar gadis kecil itu.

Aku masih terus melongo. Teringat perkataan Farhat Abbas bocah kecil tadi tentang poni dan jamban.

Kau tahu?

Menjadi pemimpin itu susah.

Harus siap berubah jadi pahlawan heroik demi rakyatnya, harus jadi pembantu yang mengurusi masalah rakyatnya.

Dan kadang, rakyatnya amat tidak tahu diri macam Sophie satu ini. Yang membuat pemimpin-nya harus menelan sumpahnya sendiri.

“Hei, Kyu… kayaknya tadi pagi kamu pilek. Tapi sekarang udah sembuh, ya?” tegur Yesung.

Kyuhyun mengangguk. “Belum sembuh sih. Cuma tadi aku baru aja ngelap ingus di jaketnya Eunhyuk Hyung. Habis aku tidak bawa tissue…”

Dan kadang, rakyatnya tidak tahu diri macam Kyuhyun satu ini. Yang membuat jaket pemimpinnya penuh ingus.

“Oh, gitu… baguslah,” komentar Yesung.

Dan kadang, rakyatnya juga cuek banget macam Yesung satu ini. Yang tak peduli dengan keadaan na’as pemimpinnya.

Kau tahu?

Jadi pemimpin itu susah.

Apalagi kalau kau harus merelakan poni kerenmu masuk ke jamban!

Hyung, kok diem aja sih?”

Hyung, jangan terharu begitu…”

Oppa, Oppa, Oppa….

“DIAM KALIAN BERTIGA ATAU KUMASUKKAN KE JAMBAN SEKARANG JUGA!!!” teriakku meradang.

.

.

.

.

.

.

1339670500536Don’t Trust The Liar In Apartement 13 (Part 4)

“Ini, minumlah…”

Hye Joo—pelayan berambut sebahu bercat pirang menyerahkan segelas susu hangat pada Naomi, lalu duduk di samping gadis itu.

Suasana sekitar sepi. Para pegawai yang tadinya membersihkan pub kini sudah berpindah ke dapur untuk mempersiapkan appetizer yang akan dihidangkan pada pelanggan jika jam buka pub telah tiba. Kecuali, Hye Joo yang diperintahkan Eunhyuk untuk menemani Naomi sampai gadis itu merasa lebih baik.

“Kau sudah lebih tenang?” tanya Hye Joo hati-hati.

“Ya.”

Naomi mengangguk kecil sambil menggenggam gelas teh hangat dengan kedua tangannya. Debaran jantungnya sudah lebih normal sekarang. Matanya menatap sekilas pada kaca besar yang membatasi tempat duduknya dengan ruang di baliknya. Disana terlihat Eunhyuk sedang duduk berhadapan dengan dua lelaki yang tadi mengganggunya. Berkali-kali Eunhyuk membungkukkan badan ke arah pria itu. Sembari meringis memegangi jidatnya yang diperban.

Melihat itu, Naomi langsung menunduk penuh rasa bersalah.

“Kau sudah merusak idealisme Eunhyuk sebagai seorang pria rupanya, Naomi,” celetuk Hye Joo kemudian.

Naomi menoleh ke Hye Joo. Kata-kata yang dilontarkan gadis itu persis sama dengan yang dikatakan Eunhyuk padanya. Tadi. Di ruang ganti.

“Apa maksud perkataan Onnie?” tanya Naomi lugu.

Hye Joo terdiam sebentar kemudian tertawa kecil. “Eunhyuk itu… meski mesum, tapi dia punya idealisme.” Hye Joo mengambil sebatang rokok di atas meja dan menawarkan satu untuk Naomi, yang jelas-jelas langsung ditolak gadis itu. “Eunhyuk tidak akan pernah mengakui seorang wanita sebagai ‘wanita’ sebelum wanita itu berumur 23 tahun.”

Naomi menelengkan kepala tanda tak mengerti.

“Eunhyuk tidak pernah mau berhubungan dengan gadis dibawah 23 tahun. Dan sekarang, di depan kedua pria itu, dia mengaku kau adalah pacarnya.”

Naomi terdiam.

Hye Joo berhenti sebentar, seperti ada yang tengah dipikirkan gadis itu. Kemudian, suaranya kembali terdengar, “apa kau benar-benar pacaran dengan Eunhyuk? Kudengar umurmu baru dua puluh satu tahun.”

Naomi menundukkan kepala. Buku-buku jemarinya semakin menekan permukaan gelas. Gadis itu kembali teringat kejadian di ruang ganti tadi.

Awalnya Naomi sempat mengira Eunhyuk akan berbuat macam-macam padanya, dengan posisi dan jarak mereka yang begitu dekat, bukan tidak mungkin Eunhyuk yang sering dicap Sophie sebagai pria mesum itu dapat menerkamnya. Segala ketakutan itu membuat Naomi serta-merta mengantukkan kepalanya ke kepala Eunhyuk.

Keras sekali. sampai membuat Eunhyuk menjerit kesakitan dan keningnya benjol seketika.

“Apa yang kau lakukan?” jerit Eunhyuk kesakitan. Tangannya menutupi jidat dan ekspresi wajahnya terlihat merana.

“A-aku… kau… kau duluan yang memulai, Paman!” teriak Naomi gugup.

“Memangnya aku mau memulai apa?!”

Naomi mendekap kedua tangan di depan dada. “Kau mau macam-macam padaku!”

Eunhyuk memelototkan matanya. “Kau!”

Sebuah ketukan pintu membuat Eunhyuk berhenti. Pria itu mengintip di celah pintu dan mengerang pelan.

“Kau! Tunggu disini!” ujar Eunhyuk sambil menunjuk Naomi. Tanpa menunggu persetujuan gadis itu, Eunhyuk keluar dari ruang ganti dan menemui kedua pria yang tadi mengejar-ngejar Naomi.

Naomi mengintip dari celah pintu dan mendengar percakapan pelan Eunhyuk kepada kedua lelaki tersebut. Eunhyuk tampak memunggunginya sehingga Naomi tidak bisa melihat jelas ekspresi pria itu. Tapi walau bagaimanapun, suara rendah Eunhyuk masih dapat terdengar hingga ke lubang telinga Naomi.

“Dia bukan pelayan…”

“Kenapa bisa ada disini kalau bukan pelayan? Dia pelanggan? Jam segini pub belum buka, Eunhyuk-ssi. Jangan berbohong.”

“Maaf, tapi dia bukan pelayan… dia… kekasihku.”

“Kekasihmu?”

“Ya. Dia kekasihku. Kumohon jangan ganggu dia. Jika tidak, kupikir sebanyak apapun duit kalian, aku tidak akan mau menjadikan kalian klien-ku.”

Naomi tertegun. Eunhyuk berbohong agar Naomi aman. Bodohnya dia justru melukai Eunhyuk tadi. Astaga, pasti jidat pria itu terluka karena tingkahnya.

Naomi mendesah panjang.

“Aku tidak tahu kalau kedua lelaki itu ternyata klien yang ingin ditemuinya,” ujar Naomi pelan.

Hye Joo mengembuskan asap rokok dari mulutnya. “Ya… itu mereka. Memang sedikit mata keranjang sih, tapi duit mereka banyak sekali.”

Naomi memelintir-melintir ujung kemejanya.

“Hei, jadi kau benar atau tidak sih pacarnya Eunhyuk?” tanya Hye Joo lagi.

“Menurut Onnie?” Naomi balik bertanya.

“Kalau memang benar, kau pasti istimewa sekali.” Hye Joo mengambil kesimpulan. “Karena satu lagi, idealisme Eunhyuk sebagai seorang pria adalah, dia tidak pernah mengakui seorang pun sebagai kekasihnya. Kau yang pertama, Naomi.”

.

.

.

.

.

.

Sophie melambaikan tangan pada Naomi ketika dilihatnya gadis itu berjalan linglung memasuki kafe yang disesaki oleh orang-orang itu. Sophie sedikit menggeser tubuhnya agar Naomi bisa duduk disampingnya.

“Selamat malam, Dear. Bagaimana kuliah hari pertamamu?” tanya Sophie ramah.

“Lumayan…” Naomi memutar bola matanya. Kafe ini benar-benar dijejali berbagai manusia. Namun rata-rata dari mereka adalah gadis berpakaian sedikit seronok dan merokok. Sementara untuk pria-nya sibuk tertawa-tawa dengan suara yang kencang. Naomi tidak yakin ini adalah kafe karena benar-benar sesak penuh orang aneh. Tapi berhubung tidak ada bola disko di dalam ruangan, mungkin dirinya harus mengakui bahwa tempat ini juga bukanlah pub.“Aku baru tahu ada kafe di apartemen ini.”

“Apartemen termahal di Korea harus punya kafe, Dear.” Sophie mengedipkan mata.

“Apartemen termahal?” ulang Naomi bingung.

“Kau tidak tahu kalau ini adalah apartemen paling mewah di Seoul, Naomi?” celetuk Yesung yang baru tiba dengan dua gelas margarita-nya. Satu diberikan pada Sophie. “Banyak orang kaya berebutan hanya untuk bermalam sehari saja di apartemen ini.”

Naomi melongo sebentar. Dia baru tahu kalau apartemen ini sebegitu terkenalnya. Mengingat Paman Eric yang lebih loyal pada Gomdori dibanding padanya, rasa-rasanya sulit dipercaya Paman Eric ternyata menyediakan tempat tinggal mumpuni untuknya.

“Tapi kafe ini juga terbuka untuk umum. Sehingga pelacur seperti itu, itu, dan itu… juga bisa masuk ke sini.” Sophie menunjuk beberapa gadis yang berkumpul di sudut ruangan sambil memamerkan pose menggoda. Kentara sekali Sophie risih dengan kehadiran mereka. “Aku harus bilang pada pemilik kafe ini untuk membatasi pengunjung yang datang.”

“Nanti saja, beb. Lagipula mereka termasuk pemandangan indah yang ditawarkan disini,” sahut Yesung.

Sophie mencibir. “Indah? Apa matamu sudah ketukar dengan mata Eunhyuk?” sindirnya.

Yesung tertawa keras dan seraya mengerling pada Naomi, pria itu berkata, “Sophie tidak suka tipe bitch begitu. Tapi kau tahu, sebenarnya wanita itu lebih bitchy dibanding mereka, kalau sudah di ranjang—auu! Kenapa kau menendang tulang keringku?!”

“Diamlah atau aku akan menginap di apartemen Kris malam ini!”

“Kau ingin menginap di apartemen batu es itu?!” Yesung melotot marah.

“Setidaknya dia lebih tampan dibandingmu.”

“Astaga, kau ini…”

Mungkin ini adalah pertengkaran pasangan yang harus Naomi hindari. Dia tidak ingin terlibat adu mulut diantara dua orang dewasa di depannya ini. Naomi baru saja ingin beranjak pindah tempat, namun Sophie segera sadar dan menghentikan pertengkarannya bersama Yesung.

“Maaf, Naomi. Apa kami keterlaluan? Kau mungkin risih, ya…” Sophie seolah tahu apa yang Naomi pikirkan. Wanita itu menahan tangan Naomi dan menepuk-nepuknya lembut. “Kau mau minum?” tanya Sophie menawarkan.

“Apa ada susu hangat?” tanya Naomi.

Sophie tersenyum kecil. “Oh, Dear… kalau kau ingin susu hangat, di apartemenku saja. Di sini hanya ada minuman alkohol.”

“Kalau begitu, tidak, terimakasih.” Naomi menggeleng pelan. “Sebenarnya kenapa kalian berdua mengajakku kesini?” tanya Naomi kemudian. “Kalian menyuruhku ke sini bukan karena ingin mempertontonkan pertengkaran kalian, kan?”

“Tentu saja tidak, Naomi.” Yesung menggeleng.

Sophie menatap Yesung sekilas. “Untuk menyelesaikan masalahmu, Dear. Kau ingin tahu kan siapa yang sudah melakukan ‘itu’ padamu?”

“Ya, dan kurasa itu bukan aku.” Yesung menambahkan.

“Oh, Yesung. Diamlah. Kau belum boleh memberikan kesaksian sekarang. Ada waktunya.” Sophie menepuk lengan Yesung pelan, lalu kembali menatap Naomi.  “Sebenarnya ada hal yang ingin kutanyakan padamu…”

Ucapan Sophie terpotong karena kehadiran Kyuhyun di depan pintu kafe. Pemuda itu masih mengenakan kemeja yang dipakainya ke kampus tadi pagi. Rambut bergelombangnya terlihat kusut dan wajahnya sedikit kuyu. Kyuhyun berhenti sebentar karena dihadang oleh gadis-gadis yang mengajaknya berkenalan. Gadis-gadis itu bergelayut di lengan Kyuhyun sambil membisikkan sesuatu ke telinga Kyuhyun.

Tapi pria itu menolak dengan gelengan kecil dan tatapan dingin yang bisa saja membekukan, membuat gadis-gadis itu mengkerut ketakutan dan memilih menjauh dari Kyuhyun.

Kemudian Kyuhyun berjalan cepat menuju meja paling pojok, tempat Naomi dan yang lain duduk.

“Cho Gembul! Astaga, lihat wajahmu! Kau seharusnya mencuci wajahmu dulu sebelum kesini! Kusut sekali seperti pakaian baru diangkat dari jemuran!” protes Sophie sambil menggeleng-gelengkan kepala.

Kyuhyun mengerling malas. “Aku tidak punya tangan lebih untuk membersihkan wajah. Kedua tanganku sudah cukup sibuk untuk mengurusi paper-paper mahasiswa yang terus bertumpuk.” Kyuhyun memandang Yesung, Sophie, dan Naomi bergiliran.

Saat tatapan matanya tertuju pada Naomi, Kyuhyun merogoh kantung celananya dan mengeluarkan sekotak susu, dan meletakkannya di depan Naomi.

“Ah…” Naomi menerima susu itu dengan bingung. Dia sama sekali tidak memesan susu pada Kyuhyun.

“Kau seharusnya mempertimbangkan mengajak bocah ini ke kafe. Dia tidak bisa minum apa-apa selain susu.” Kyuhyun menghempaskan pantatnya di kursi.

“Darimana kau tahu?” tanya Naomi heran.

“Aku tahu segalanya…” Kyuhyun mengetuk-ngetuk kepalanya malas.

Naomi terdiam. Baiklah, si dosen maha sempurna itu memang punya banyak ruang di otak yang bisa digunakan untuk menyimpan biografi seluruh makhluk hidup di dunia.

Tak berapa lama, Eunhyuk masuk ke dalam kafe. Eunhyuk juga berhenti sebentar, tapi bukan karena dihadang para gadis. Melainkan dia merelakan diri menghampiri gadis-gadis itu dan saling bertukar nomor ponsel (-_-).

Setelah berbasa-basi sebentar, Eunhyuk kembali berjalan. Kali ini sambil menggeret sebuah kursi dekat kasir. Sophie berbisik pada Naomi untuk menjelaskan bahwa Eunhyuk bukan tipe orang yang suka berbagi tempat duduk. Makanya dia lebih suka duduk di kursi single dibanding sofa yang disediakan pihak kafe.

“Aku membawa orang penting, tapi dia sedang di toilet sekarang.” Eunhyuk memesan bir pada pelayan.

“Siapa? Gadis yang baru kau temui di pinggir jalan?” tanya Sophie tak tertarik.

“Bukan, bukan, bukan…” Eunhyuk tertawa.

“Gadis yang baru kau tiduri di pinggir jalan?” tebak Yesung asal.

“Bukan…” Eunhyuk menunjukkan cengirannya.

“Gadis yang sedang tidur dipinggir jalan?” Kyuhyun ikut menebak. “Pengemis?! Astaga, kau membawa pengemis ke apartemen ini untuk ditiduri?”

“Bukaaaann!” Eunhyuk menepuk jidat frustasi. “Ada apa dengan pinggir jalan dan fantasi liar kalian itu? Memangnya selama ini aku suka seenaknya menemui gadis di pinggir jalan dan menidurinya?”

“Iya!” jawab Sophie, Yesung, dan Kyuhyun kompak.

Naomi melongo tak mengerti. Astaga, bahan pembicaraan di atas meja ini terasa asing baginya. Diam-diam Naomi menggeser posisi tubuhnya gusar.

“Kenapa dengan jidatmu, Eunhyuk?” tanya Sophie menyadari jidat Eunhyuk diperban.

Ucapan Sophie membuat Yesung dan Kyuhyun sontak ikut menatap pria itu. Sementara Naomi justru mengalihkan pandangannya ke kotak susu pemberian Kyuhyun.

“Ah, tidak ada. Hanya kau tahu… luka laki-laki,” cengir Eunhyuk.

Sophie memasang wajah jijik. “Luka laki-laki? Kau terlihat seperti habis ditabrak truk besar.”

Eunhyuk tertawa sembari melirik Naomi menggoda. “Ya, mungkin memang sesuatu yang besar.”

Naomi cemberut. Jelas dia mengerti Eunhyuk tengah menyindirnya. Diam-diam Naomi meraba jidat dan mengelusnya pelan. Jidatnya tidak besar-besar amat kok.

“Oh, ya… soal gadis yang kubawa…. Dia adalah pengacaraku mulai saat ini. Semua kesaksianku akan disampaikan padanya.” Eunhyuk melipat kedua tangan di dada dan mengangguk-angguk seolah idenya memanggil pengacara amatlah hebat.

“Baiklah, kalau begitu kurasa kita bisa mulai membahas masalah ini.” Sophie menyingkirkan gelas-gelas minuman ke pinggir meja. Kemudian menatap satu persatu manusia yang duduk di meja ini. “Aku punya masalah akut soal ingatan di pagi hari, aku mengatakan ini karena mungkin saja Naomi tidak tahu.” Sophie menoleh pada Naomi. “Dan sampai saat ini pun ingatanku soal kejadian semalam masih sedikit abu-abu. Aku sudah mencocokkan ingatanku dengan Yesung tapi rasanya masih ada yang kurang. Entah apa itu.”

Naomi mendengarkan penjelasan Sophie seksama.

“Namun jauh daripada itu, aku ingin bertanya padamu, Naomi. Apa kau yakin… salah satu diantara pria ini… melakukannya?”

Naomi merasakan tatapan Kyuhyun, Eunhyuk, dan Yesung tertuju padanya.

“Aku tidak tahu, Onnie…” jawab Naomi pelan.

Kedua alis Sophie saling bertaut, wanita itu tampak berpikir sebentar. “Apa saat bangun… kau merasakan sesuatu?”

“Sesuatu?”

“Seperti…” Sophie memutar bola mata. “…yah, kau tahulah.”

Kali ini, Naomi bisa memastikan tubuh Kyuhyun, Eunhyuk, dan Yesung sudah semakin condong ke arahnya. Ketiga pria itu terlihat sangat penasaran.

“Entahlah, aku tidak tahu, Onnie.” Naomi mencoba mengingat kejadian tadi pagi, tapi dia terlampau shock sampai tidak merasakan apa-apa selain rasa kaget luar biasa.

“Kau harus menjabarkannya pada Naomi lebih detail, Princess!” seru Eunhyuk menggebu-gebu.

Sophie langsung menjitak kepala Eunhyuk, tepat di perbannya, hingga membuat pria itu mengaduh. Kemudian Sophie kembali menatap Naomi seolah ingin mengatakan ‘jangan pikirkan ucapan Eunhyuk barusan’.

Sophie mengerti, bagi Naomi, membicarakan hal ini masih terasa tabu. Beda dengan dirinya dan ketiga sahabatnya yang terlampau blak-blakkan dalam segala sesuatu, termasuk tentang seks. “Jadi, kita juga belum tahu apakah sebenarnya kau ini… ya atau tidak…?” Sophie mengangguk-angguk. “Kalau begitu, mari kita dengar kesaksian dari ketiga pria ini. Sesuatu yang ganjil mungkin bisa menentukan siapa yang berbohong padamu.”

“Baiklah, kebetulan sekali pengacaraku baru keluar dari toilet.” Eunhyuk melambai pada sesosok gadis berambut pirang yang memakai topi pedora dan memegang lutch keemasan. Gadis itu berjalan dengan dagu terangkat dan tersenyum sumringah mendapati Eunhyuk yang heboh berdadah dadah kepadanya.

Seluruh mata di meja pojok langsung terarah ke arah gadis itu. Naomi ikut menoleh dan hampir-hampir terjatuh dari kursi melihat sosok yang familiar baginya, amat familiar sampai Naomi berpikir dunia amat sangat sempit sekali. Oh tidak, mungkin Korea-lah yang terlampau sempit. Dan sebelum Naomi membuka mulut, suara berat Kyuhyun yang duduk di hadapannya sudah keburu memotong, dengan nada yang tak kalah terkejut.

“Mia Narafa?”

.

.

.

.

.

.

Kyuhyun bersumpah ingin mendorong Eunhyuk dari Seoul Tower sekarang juga. Tak peduli dengan reputasinya sebagai dosen maha sempurna, asalkan bisa memusnahkan iblis macam Eunhyuk ini dari kehidupannya, akan dilakukan Kyuhyun sekarang juga.

Damn, diantara semua pengacara berbayar dan pengacara gratis subsidi pemerintah, kenapa Crazy Manhattan itu memilih mahasiswanya yang paling rese dan tidak tahu etika hidup? Kalau pun Eunhyuk menetapkan kriteria “cantik”, “muda”, “mahasiswi”, dan “seksi” dalam memilih pengacara, kenapa pula harus memilih si pirang itu? Diantara gadis-gadis bule yang kuliah di Sungkyungkwan, tidak bisakah Eunyuk memilih yang nooorrrmaaaalll? Damn, damn, damn…

Kyuhyun terus mengumpat dalam hati dan tak bisa membiarkan kedua bola matanya kehilangan sosok Mia yang kini duduk di samping Naomi. Yang otomatis posisinya sekarang berhadap-hadapan dengan Kyuhyun.

“Halo, semua. Halo, Profesor.” Mia menyapa dengan gaya cuek khasnya.

“Hai… Kau pengacara Eunhyuk?” tanya Yesung sambil menatap Mia dari ujung kepala hingga ujung kaki. Bisa Kyuhyun tebak, Yesung sedang menerka-nerka dimanakah Eunhyuk bisa mendapatkan pengacara dengan potongan bitch seperti Mia. Gadis itu memakai gaun lateks hitam super ketat yang bisa menonjolkan bagian tubuh yang sebenarnya sudah menonjol. Bahunya yang terbuka ditutupi blazer berwarna biru donker, senada dengan boots ber heels 12 cm. Dan dompet oranye blink blink yang dipegangnya dengan gaya menggoda (nyaris seperti salesgirl yang sengaja benar ingin menunjukkan betapa mewah dompet yang dijualnya. Iya, dijual. Soalnya Kyuhyun tahu, Mia itu buka online shop dompet -_-). “Dan kau… Profesor? Kau kenal dengan Kyuhyun?” imbuh Yesung, menatap Kyuhyun dan Mia bergantian dengan tatapan ‘bagaimana bisa?’.

Kyuhyun yakin Yesung mengira Mia adalah pelacur yang ditemukan Eunhyuk dipinggir jalan dan ditawari semena-mena untuk jadi pengacara. Yup, prestasi Eunhyuk akan kemampuannya menemukan gadis menarik di bawah remang traffic light memang tak terbantahkan. Jika saja Sophie mengijinkan Eunhyuk menjadi manajer pencari bakat di SM Entertainment, yakinlah dalam waktu seminggu, Eunhyuk sudah bisa menjaring ratusan gadis cantik alami yang siap di trainee. Sayang, Sophie masih sedikit waras untuk urusan trainee. Dia lebih memilih menambal wajah artis-artisnya dengan plastik,dibanding harus menerbitkan trainee yang kemungkinan telah berlalalala ria dengan Eunhyuk…—you know what Kyuhyun mean.

“Dia muridnya Kyuhyun,” sahut Eunhyuk.

“Namanya Mia. Dia muridku,” ujar Kyuhyun.

Pria itu langsung bisa merasakan kernyitan dahi milik Yesung.

“Murid? Jadi dia bukan…”

Nope.”

Yesung melongo sebentar, memandang Mia, lalu Kyuhyun. “…Wow!” serunya tertahan.

“Benar-benar kebetulan, kan? Aku terkejut sekali karena Profesor maha sempurna di Sungkyungkwan punya skandal seperti ini.” Mia mengerling nakal “From now… I’m watching you, professor…

And I’m watching your thesis progress, Mia.”

Mia memberengut mendengar jawaban santai Kyuhyun barusan.

Kyuhyun meraih margarita milik Sophie dan menenggak isinya hingga setengah kosong. Minuman pesanannya tak kunjung datang. Nexus, waitress di kafe (Kyuhyun tidak pernah tahu siapa nama asli pria botak dengan kumis pendek yang selalu menebar senyum lebar sekali itu, tapi dia yakin pria itu berkewarganegaraan Korea sehingga nama Nexus tentulah hanya nama panggung) tidak biasanya lama menghidangkan minum, sementara tenggorokan Kyuhyun seperti terbakar melihat Mia dan kehadirannya disini.

Kyuhyun merubah posisi duduknya. Dia membiarkan Sophie mengambil alih pembicaraan dan berbasa-basi hihi haha dengan Mia. Dari situ Kyuhyun ikut mendengarkan kronologis pertemuan Eunhyuk dengan Mia. Tadi siang, sehabis dari pub bertemu klien, Eunhyuk pergi ke Sungkyungkwan (Kyuhyun masih belum tahu bagaimana bisa kodok ungu kesayangannya bisa dibawa Crazy Manhattan) dan karena Eunhyuk membawa mobil Kyu, Mia mengira makhluk di dalamnya adalah profesor yang memberinya revisi puluhan kali, sehingga Mia menghampiri mobil itu di parkiran.

Lalu semuanya terjadi begitu saja. Eunhyuk tidak bisa menemui Kyuhyun karena jadwal mengajar yang penuh, sehingga akhirnya Mia “berbaik hati” menawarkan jasa untuk “membela Eunhyuk”.

“Mia berkata dia sedang mengambil S2,tentulah dia mahasiswa yang pintar. Dia pasti sudah bisa dimintai tolong seperti ini, kan?” Eunhyuk menyibakkan poninya seolah umur yang tua mempengaruhinya untuk berpikir lebih cerdas.

“Kalau aku jadi kau, aku tidak akan memilih Mia sama sekali,” bisik Kyuhyun.

Eunhyuk menelengkan kepal tak mengerti. “Kenapa memangnya?”

“Dia gadis paling blak-blakkan dan demokratis yang pernah kukenal. Hati-hati saja, meskipun dia pengacaramu, dia bisa berbalik menyerang jika menurutnya kau yang lebih pantas jadi tersangka.”

Eunhyuk tersentak. “Sungguh?” tatapan Eunhyuk berubah ketakutan. “Astaga, dia tidak pantas jadi pengacara jika begitu. Seharusnya dia mengubah cita-citanya menjadi jaksa penuntut.”

Kyuhyun diam saja, dan kembali menikmati margarita Sophie. Gadis itu sempat melirik Kyuhyun sebal, seolah ingin berkata ‘dont drink my margarita or i’ll kill you‘. Bagi wanita sepelit Sophie, anti baginya berbagi terlalu banyak hal yang disukainya, dalam kasus ini margaritanya.

“Omong-omong, kenapa Naomi ada disini? Is she your child? Nephew?” tanya Mia heran. Sepertinya Mia sudah mengenal Naomi. Kyuhyun tidak tahu bagaimana bisa mahasiswa tipe Mia bisa kenal dengan Naomi.

Im to young to have a child,” jawab Sophie tertawa renyah. “Dia juga bukan keponakanku.”

“Lantas?”

“Aku tetangga mereka,” ucap Naomi pelan.

“Tetangga? Oh, I see…” Mia mengangguk, tapi sedetik kemudian menjerit kaget, “Wuuuuaaaaatttt? Dont tell me…” Mia menatap Eunhyuk dan Naomi bergantian. “Dia tetangga yang kau ceritakan? Dia korbannya?”

“Kau mengatakan ‘korban’, terdengar kejam untuk pria menawan sepertiku,” delik Eunhyuk. “Dia yang kuceritakan. Gadis yang tahu-tahu ada di kamar kami, maksudku kamar Kyuhyun. Dan kami lupa bagaimana bisa gadis ini ada di kamar itu. Something wrong was happened last night.”

Naomi mengangguk gugup dan meremat jemarinya. Gadis itu menjelaskan dengan wajah ingin menangis. Tanpa sadar Kyuhyun kembali menenggak margarita Sophie, bahkan sampai habis.

Kemudian satu-persatu tersangka menjelaskan alibinya. Yesung bercerita bahwa malam itu dia sibuk dengan tamu-tamu pesta dan akhirnya tertidur di kamar saat Sophie masih harus membereskan ruangan, setelah itu Sophie baru menyusul ke kamar. Dan akhirnya Sophie terbangun ketika tak lagi melihat Yesung berada di dalam kamar, melainkan di kamar Kyuhyun. Itulah sebabnya Sophie memilih tidur sambil duduk di kursi dekat pintu kamar.

Sementara Mia menerangkan kronologis Eunhyuk berada di dalam kamar Kyuhyun dan akhirnya tertidur karena mengantuk berat. Mia juga bercerita tentang percakapan Eunhyuk dan Kyuhyun soal mahasiswi hukum, tapi Eunhyuk bersumpah dia tidak melakukannya. Melihat Naomi masuk ke kamar Kyuhyun pun tidak.

Dan Kyuhyun, dia terlampau sibuk mengoreksi kerjaan mahasiswa hingga akhirnya terlelap di bawah kasurnya. Dia juga tidak melihat siapa-siapa menjamah kasurnya, kecuali ketika dia bangun. Tahu-tahu Naomi dan Yesung sudah ada di atas kasur.

“Tidak ada yang tahu bagaimana peristiwa malam itu terjadi. Kita semua sibuk dan tidak punya waktu mengecek keadaan masing-masing,” sambung Sophie dengan wajah bingung.

Tangan Mia menopang diatas dagu dan berpikir keras.

“Walaupun kami laki-laki, kurasa kami tidak akan seenaknya berlaku-kau-tahulah. Kami semua sudah dewasa untuk hal ini, jadi menyembunyikan siapa pelakunya… tidak mungkin kami lakukan,” imbuh Yesung.

Eunhyuk dan Kyuhyun mengangguk membenarkan.

Mia menarik napas panjang, meregangkan punggungnya yang terasa kelu. “Ini benar-benar rumit. Tapi aku punya skenario lain yang mungkin terjadi disini,” ujarnya.

Naomi menoleh kea rah Mia. “Skenario… lain?”

Mia mengangguk mantap. “Bagaimana jika sebenarnya…” Mia menatap satu persatu penghuni meja. “… tidak ada korban yang sebenarnya, dalam kejadian ini?”

Kyuhyun terdiam mendengar penuturan Mia. Sama dengan Sophie, Eunhyuk, Yesung, dan Naomi. Mereka semua saling pandang begitu mendengar kesimpulan lain dari Mia. Aneh, hal itu tidak terpikirkan oleh Kyuhyun sebelum ini. Sama sekali tidak. Tapi mungkin saja… mungkin saja…

“tidak ada korban?”

.

.

.

.

.

.

Yesung termenung lama mendengar penuturan pengacara Eunhyuk barusan. Mia mengusulkan untuk melakukan pengecekan tentang hal ini, demi menunjukkan bahwa skenario buatannya mungkin saja benar. Bahwa tidak pernah ada hal aneh yang terjadi malam itu.

“Bagaimana caranya?” tanya Yesung bodoh.

Mia menggoyang-goyangkan kepalanya. “Mudah, pergi ke dokter kandungan.”

Yesung langsung melihat Naomi tersedak minumannya. Naomi menepuk-nepuk dadanya heboh. Sophie ikut-ikutan panik dan memukul pelan punggung Naomi berkali-kali.

“Kau tidak apa-apa, Dear?” Sophie mengusap-usap punggung Naomi. “Jangan tergesa-gesa jika minum.”

Kyuhyun langsung berdiri dari tempat duduk dan memesankan segelas air putih pada Nexus. Tak berapa lama kemudian, pria itu sudah kembali dengan gelas air putih di tangannya.

“Minumlah,” ujarnya pelan.

“Kau harus melakukan itu, Naomi. Untuk membuktikan bahwa klienku tidak bersalah,” lanjut Mia setelah melihat Naomi agak tenang. “Bagaimana?”

Naomi tampak berpikir sebentar.

“Jangan berpikir negatif soal dokter kandungan, aku tahu apa yang kau pikirkan, Hoobae. Tapi itu sama sekali tak benar. Mitos-mitos soal mendatangi dokter kandungan… jangan kau pikirkan. Dokter kandungan bukan hanya untuk orang yang ingin memeriksa kehamilan.” Mia menepuk kepala Naomi pelan.

Naomi mengerjapkan mata. “Baiklah kalau begitu. Aku melakukannya.”

Yesung tersenyum lega, setidaknya memeriksakan Naomi seperti itu akan membuat penyelesaian masalah mereka selangkah lebih maju. Dan bukan hanya Yesung saja yang tersenyum, semua orang yang ada di meja ini juga tersenyum. Semua… ah, tidak semua. Yesung menatap ekspresi Kyuhyun yang mendadak berubah kaget campur marah.

“Kyuhyun…” Yesung menyenggol lengan Kyuhyun. Saat itu dia menyadari Kyuhyun sedang menatap layar ponselnya. Sebuah pesan dari nama yang tak asing bagi Yesung dan Kyuhyun. Mendadak perasaan Yesung jadi tidak enak. “Kyu…”

Kyuhyun mengepalkan kedua tangannya kuat-kuat. Dia mengangkat kepala dan menoleh pada Yesung.  “Aku… permisi dulu.”

Kyuhyun berdiri dan pergi keluar kafe. Tidak ada yang terlalu menyadari kepergiaan Kyuhyun. “Hei, aku permisi ke toilet sebentar ya,” ucap Yesung ikut berdiri, sambil memencet-mencet nomor Kyuhyun di ponsel. Yesung punya firasat buruk tentang pesan yang dibaca Kyuhyun barusan.

[new message to Kyuhyun]

I think I’m gonna die, Kyuhyun.

I think I should die, Kyuhyun.

What should I do? Tell me, what should I do?

Should I run from him? The one who I loved so much? This pain already kill my heart. Soon, killing all of mine.

What should I do, Kyuhyunnie?

.

.

.

.

.

.

Eunhyuk mendesah pelan. Asap rokok mengepul-ngepul keluar dari bibirnya, membentuk kumparan yang menghilang tertiup udara dingin malam. Pria itu menyenderkan punggungnya di pagar balkon ketika mendengar suara langkah kaki mendekat.

Sedikit berharap langkah kaki itu adalah milik Sophie, karena Eunhyuk sedang ingin bertengkar untuk melampiaskan kepenatannya. Tapi kemudian pria itu justru terkesiap melihat sosok Naomi, dengan balutan sweater dan jaket yang sama-sama tebal, berjalan pelan ke arahnya.

“Hai,” sapa Naomi.

“Oh, hai.” Eunhyuk mengangguk kecil.

Naomi mendekati Eunhyuk sampai ke bibir balkon. Gadis itu menatap suasana malam Seoul yang dipenuhi lampu warna-warni.

“Bagaimana kau bisa di sini?” tanya Eunhyuk. Aneh rasanya melihat Naomi berada di balkon apartemennya. Di jam dimana seharusnya gadis kecil itu tidur pulas dalam balutan selimut hangat. Apalagi setelah kejadian hectic di kafe tadi.

“Sophie bilang ingin membuatkan susu hangat untukku…” Naomi memutar bola matanya kikuk, “serta pancake, aku lapar sekali karena selain sarapan, belum ada sumber karbohidrat lain yang masuk ke perut.”

Eunhyuk mengangguk-angguk mengerti.

Hening menyelimuti keduanya. Eunhyuk kembali merokok dengan tenang, sementara Naomi mendengarkan MP3 dengan headset. Menit-menit berlalu tanpa percakapan, sampai akhirnya,

“Apa masih sakit?”

Eunhyuk dan Naomi bertanya kompak. Keduanya saling menoleh dan melempar senyum tipis.

Ladies first,” ujar Eunhyuk sambil menunjukkan cengirannya.

Naomi mengangguk. “Apa masih sakit?” ulangnya, sambil menatap plester di kening Eunhyuk.

Eunhyuk meraba jidatnya dan menggeleng. “Tidak juga.”

“Maaf… dan terimakasih… atas kejadian tadi siang,” bisik Naomi pelan.

Eunhyuk mengangguk. Lalu, “apa masih sakit?” tanyanya. “Keningmu? Kau menabrakkan jidatmu ke jidatku. Jika akhirnya jidatku harus diplester begini, jidatmu pasti juga merasakan sakit.”

“Tidak juga. Jidatku seperti yang kau bilang, sesuatu yang besaaaarrr sekali.”

Eunhyuk tertawa melihat ekspresi menggemaskan Naomi saat mengatakan hal barusan. Pria itu hampir saja refleks mencubit pipi Naomi, kalau saja tidak ingat jika Eunhyuk berlaku aneh sedikit, Naomi bisa kembali histeris seperti yang sudah-sudah. Lagipula mereka tidak cukup akrab untuk melakukan hal itu, hubungan mereka justru cukup rumit untuk diterangkan dalam istilah. Stranger? Friend? Uncle-nephew? Suspect-victim?

“Boleh aku bertanya sesuatu, Paman?” tanya Naomi.

“Ya?”

“Idealisme Paman… kudengar, kau melanggarnya hari ini. Para pegawai di pub membicarakan hal itu.”

Eunhyuk terdiam sebentar. “Ah, idealisme itu.” Eunhyuk terkekeh pelan. “Yah, mau bagaimana lagi?”

Naomi menghembuskan napas panjang. “Apa benar, aku yang merusak idealismemu itu, Paman?”

Eunhyuk menoleh dan bertepatan dengan itu, bola matanya menangkap sinar kepolosan yang nyaris tidak pernah Eunhyuk temui di mata gadis-gadis yang dikenalnya selama ini. Sinar mata yang begitu lugu dan seolah tampak rapuh, namun begitu menenangkan di satu sisi. Eunhyuk baru tahu, jika mata gadis bernama Naomi seindah ini.

Eunhyuk memalingkan wajah, kembali menghembuskan asap rokok.

“Menurutmu sendiri bagaimana, Naomi? Apakah kau berpikir mampu merusak idealismeku atau tidak?”

“Tidak mungkin,” jawab Naomi pelan. “Mengingat cerita dari Sophie—dan semua orang tentang Paman—sepertinya itu tidak bisa terjadi. Paman hanya ingin membuatku merasa bersalah dengan mengatakan perihal idealisme itu, iya kan?”

Eunhyuk terkekeh pelan. “Ya, anggap saja begitu Naomi.”

Anggap saja begitu. Karena Eunhyuk tidak ingin membenarkan bahwa sesungguhnya idealisme yang dipegangnya memang telah rusak… gara-gara gadis polos ini.

.

.

.

.

.

.

“Kau bisa mencarikan Kyuhyun? Aku membuatkan banana pancake kesukaannya. Dari tadi dia tidak ada dimanapun.”

Sophie menaruh piring-piring kecil berisi pancake yang tampak manis hanya dalam sekali pandang. Tak bisa dicegah, Naomi meneguk ludah sendiri menyaksikan asap yang mengepul-ngepul di atas pancake. Perutnya bergejolak minta diisi.

“Baiklah.” Naomi bersiap akan pergi diiringi teriakan Sophie yang mengusulkan mencari Kyuhyun di pusat gym, tempat biasanya pria itu menghabiskan waktu.

Naomi pun mencari ke sana, namun tak tampak batang hidung Kyuhyun. Naomi berusaha mencari Kyuhyun ke segala tempat di apartemen, namun tidak ada Kyuhyun dimana-mana. Gadis itu berdiri di ruang tunggu di lobi apartemen sambil mengutak-atik ponselnya. Berharap Kyuhyun akan muncul dan dia bisa segera menyantap pancake.

Kemudian, dilihatnya mobil kodok warna ungu berhenti di depan lobi. Kyuhyun menitipkan kunci pada satpam untuk membawa mobilnya ke parkiran.

Naomi segera berdiri hendak menyambut Kyuhyun, tapi tubuhnya seperti dipaku di tempat ketika melihat Kyuhyun berjalan sempoyongan, wajahnya terlihat pucat dan bahkan wajahnya lebam seperti habis terkena benda tumpul. Beberapa kali pria itu terbatuk keras dan membuat bola mata Naomi semakin membulat tatkala melihat darah mengalir dari sudut bibir Kyuhyun.

Apa yang…

Sebelum Naomi sempat memanggil Kyuhyun, tahu-tahu terdengar derap langkah dari belakang. Yesung, Sophie, dan Eunhyuk berlari menyongsong Kyuhyun dengan wajah penuh cemas.

“Kyuhyun!” teriak Sophie.

Kyuhyun menegakkan kepalanya, terseok mendekati ketiga sahabatnya. Saat Sophie berhasil meraih lengan Kyuhyun, tahu-tahu pria itu terjatuh pingsan.

“Kyuhyun!!!”

Profesor!!!

.

.

.

.

.

.

To be continued

*bow* maaf ya updatenya lamaaa

huahahahahahahaha

komen, bash, flame war, ayo tumpahin semua ke sini xD

52 thoughts on “Don’t Trust The Liar in Apartement 13 (Part 4)

  1. Waah.. tambah complicated..
    Misteri Kyuhyun…?
    Ada cinta.. yang Hyuk rasakan.. duuh,, jiwa pedofil Eunhyuk bangkit lagi.. kkk.. semoga cinta sesaat ajaah.. ya Hyuk ya.. kan casanova kamuuh..
    Yesung ga lebay ah ga asyiik..
    Sophie was so wise.. itu pic’nya siapa siih.. aktris kan dia.. duuh.. nugu?
    Mia as detektif Conan.. bambambaammm…
    Eeh.. Vote Hyuk as president.. Its nice to have a leader like him, hihi.. rakyat jelatamu (yang cuma 3 pieces) bener2 yaaah.. satunya sok2 innocent, satunya gembul ingusan, satunya ga pedulian.. ckckck.. but, hidup Negara Kesatuan Republik Jamban!!
    Apapun itu, sejauh ini Hyuk keren banget hihi..

  2. ajib… keren ^^d
    bikin ngakak bagian yang pinggir jalan itu. comedynya.. enak dinikmati, seperti pancake buatan mba sophie , : D
    dan udah baca 4part ini entah kenapa aku suka setiap momen naomi sama eunhyuk,,,,
    mereka berdua jadian aja dehhh. itung2 tanggung jawab si naomi krn merusak idealisme nya si eunhyuk.
    klo yesung smoga hidup bahagia sama sophie selama-lamanya aja😀
    dan buat kyu, sama mia aja deh hahaha

  3. Ya ampun soooooooooooooooph!
    Aq jd jatuh cinta bgt sama eunhyuk!
    Knp dia d sini begitu pervert manly abis??😀
    Aq sukaaaaaaa………..
    Udah, dia aja yg bertanggung jawab deh.
    yah yah…😀

    Btw, kyu kenapa???

  4. hi sophie🙂
    aku baru pertama kali baca FF ini dan langsung ke part ini, jadi sebenarnya rada2 ga ngerti sama plotnya ehehe. Aniwei, aku suka banget Eunhyuk sad side story-nya, kocak bangeet!!! aku sampe ketawa ngakak sendiri haha. Duuh itu mereka temenan udah sejak Kyu masih ingusan ya, so sweet deh hha
    baiklah, aku harus ngubek2 library dulu buat part sebelumnyaa
    see yaa🙂

  5. Prolognya nggk nahan, hahaha. Y ampn enek iy, kesian iya sama presiden hyuk… Wah jd pnasaran ni sypa yg bhong. A nebakny yesung tp sophie gmana? Jangan deh, mending kyu r hyuk aj..

  6. ITU WAAAAAA!! MASA KYUHYUN INGUSAN SIK??Ngakak kejang-kejang..ga tanggung2 bangaet sih ka bikin orang ketawa.

    Keluh kesah hyuk jdi pemimpin itu pesannya ngena banget ka…kereeeeeeeeeen ><!!

  7. Baru tau ada update an baru dan ff baru *lirik a cup of lee
    Bener2 tergoda bwt baca a cup of lee
    Tapi poster dont trust the liar kali ini benar2 mengganggu konsenterasi
    Ga tau knp wajahnya yg berpern sbg naomi cocok bgt jdi naomi…
    Itu syp ya? Mirip moon chae won
    Bener moon chae won nggak ?

    Dan yang jadi sophie itu…. setuju sma komentar sebelumnya!!! Cocok.bgt! Rada2 manja, tapi dewasa, dan absurd
    Well….
    Meskipun konten ff ini mature *the most cool-dorky-mature-ff-ever* tapi persahbatan yg ditonjolkan bnr2 mengharukan
    Menurutku itu nambah poin bwt ff ini
    Selain ceritanya yg unik dan bahasanya yang super duper blak2an hahaha
    Aq ngerasa karakter naomi jg bikin keempat sahabat absurd itu jd seimbang. Thanks god, ada org yang “waras”di ff ini! Hahaha

    Kalau soal mau bagaimana klanjutan ff ini dan apa yg terjadi pada kyuhyun, sya mmg penasaran
    Tapi sya lebih penasaran lagi dgn prolog next part #okesalahfokus

    Cepetan update yaa, soph
    Ff mu bner2 lucu
    Gak bosan bacanya
    Hwaiting girl

  8. Huahhhhh
    Iseng2 berhadiah bgt kl k blog ini….
    Sophie onn… kemarin2 update an mu emang lama benerrrr
    Sumpah deh
    Aku ngecekin blog kamu saban hari dan ga ada update an mulu
    Syukurlah ada next part nya
    Akhirnyaaaa
    Entah knp selalu aja suka baca cerita yang ada d blog ini
    Fanfiction d sni ide ceritanya menarik dan nggak ngebosenin
    Jujur aku bukan tipe orang yang suka baca cerita2 serius kalo panjang2
    Buatku cerita2 d blog y sebaiknya kyk gni
    Bikin moodbooster bnget
    Lucu…
    Aku suka sama kyuhyun, yesung, eunhyuk dan sophie. Iri sama persahabatan mrk yang bertahan ampe dua puluh tahun lebih
    Seandainya aja ad yang kyk gituuu

    Btw aku kok nge feel apa yg mia narafa itu blg, bner yaaa?
    Hm,,,, ga boleh nebak sembarangan kalo ff yang dikau buat onn
    So, aku ngikut aja cerita ini mau d bwa kmn…. ~
    Ttp keren kok

    • bener juga sih
      aku setuju sama kamu
      aku juga kurang begitu suka baca cerita yang serius panjang2
      karena itu pula lah, aku bertekad buat bikin cerita yang ga serius2 amat… so kalo updateannya agak lama juga ya sebenernya ga masalah,hehehehe *digetok

      samaaa
      aku iri sama persahabatan mereka jugaaa
      xD
      aku pengin deh punya sahabat kayak kyu, yesung sama eunhyuk
      oke deh, you know my style bangeet
      diikutin aja ceritanya
      ga usah nebak hahaha

  9. well sad storynya as always selalu bikin ngakak😄 dan aku suka dengan selipan opini eonnir tentang om FA yang senantiasa membuat sensasi haha
    ceritanya rasa-rasanya makin rumit ya, itu s kyuhyun kenapa dan siapa yg udah sms dia? ga rela nih dosen seganteng itu sampe lebam :p

  10. Huahahaha seperti biasa Side alias SAD story nya sllu bikin ngakak xD mangkanya bang g usah sok2an dehh kena getah sendiri kn wkwkwkkkk
    Nahh ini nihh yg aku pikirin dr awal gmna klo sbnernya emg g ad korban. Gmna klo kjdiannya emg cmn slh paham. G trjdi apa2. Tp mslhnya knp g ada 1 pun yg ingt kejadian malam itu?!! atau mngkin d.antra mrk emg ad yg boong?? ihh gregetan dehhh..
    Si Kyu knp pula itu?! yg ngirim pesan td siapa? psti ad hubungannya kn? yesung aj smpai panik td._.

    Btw aku tau yg jd sophie xD cocokkkkk bgt buat karakter sophie haha

    • Emang… si kunyuk ga usah sok2an deh
      Playboy bermuka jamban gitu mah xD

      Yg pasti… ada yg bohong kok d antara mereka
      Namanya jg dont trust the liar… xD

      Iyaaa cocok bgt kan jd sophie
      Unyu2 tapi sedikit absurd, tapi dewasa kok buahaha

    • Ayooo jadi pelanggan
      Kalo km mw follow blog sophiemorore bs kok
      Tgl klik tombol follow (cari aja di bagian samping yang sederet dg ff fav,komen trkhr,dll) nnti kl udh d klik,cm butuh email km aja bwt acc

  11. Yayaya,, bener tuh, harusnya Naomi periksa ke dokter Obsgyn, supaya tau, Himennya rusak/tidak, atau brgkali mencocokkan sperma’?’ yg mungkin tertinggal
    /makinngaco/
    xD

  12. Aduh sophie, untung ya aq buka blog km. Awal na cuma coba2 eh berhadiah. Eka nie, pake id baru.
    Side story na hyuk absrud sekali. Kl punya rakyat macam mereka bertiga makan ati mulu. Pengen cepet2 lengser kayak na. Rada enek baca tingkah na hyuk. Alay na ga ketulungan…
    Hyuk sama kyu sepertina mencurigakan. Tp biasana orang yg ga terlalu d curigai adalah pelakunya. Dan dia yesung..
    Hehehe
    Kl yesung pelaku na nasib na sophie gmn ya? Masak yesung poligami?

    • fuffuffufu maaf deh atas keterlambatan updatenya
      iyaaa eka
      tau kok

      betull enhyuk anak alay
      dia kan anak layangan~~~ *nyanyi dangdut
      hmm
      kita liat aja deh tebakanmu di part2 selanjutnya yaaa

  13. soph.. ini lama banget updatenya…. beneran lho….
    aku lupa sama jalan ceritanya. hahahaha
    aku nggak mau nebak ah. secara kalo ditebak kamu malah bikin ceritanya berubah. hahaha

    kasihan naomi disini…. aku hanya merasa dia satu-satunya orang yang waras disini. sisanya absurd semua terutama mia sama sophie. hahahah
    yang lainnya no comment ah… wkwkw

    • iyaaa iyaaa
      emang lama
      huhuhu maaf yaa
      kekekekekeke
      aduh ditebak aja ditebak
      aku ga ngubah cerita sama sekali kok
      dari awal memang ada yang bohong di sini
      fufufufufufu
      sudah ditetapkan pelakunya dari awal kekekekeke
      yaaahhh kalau ada yang teliti sih, di part awal2 aja udah ketahuan kok xD

      ehhh sophie itu waras tahu :3

  14. Kalo punya temen macam kyu, eunhyuk, yesung, dan sophie, kyknya ga bkal bosen deh ya.secara mrk absurd dan ada2 aja tingkahnya. Aq bs ngebayangin, meski prolognya lol bgt, tp persahabatan mrk manis bgt

    Dan catatan bwt eunhyuk, makin kesini dy makin tampan dg segala tingkah bad boy nya wkwkwkwwk
    Kurasa eunhyuk mulai suka sama naomi,

    Dan kehadiran mia as always sll menghebohkan
    Bayangin dy dndan ala pecun gtu… ampe bkin kyu malu punya mahasiswa macam gitu wkwkwwkwk

    Tapi aneh ya… knp ga ada yg curiga ama yesung disini? Aq lyt komen2nya malah mikir antara kyu atau eunhyuk, padahaaaaallll…yg tdur d smpg naomi jelas2 yesung!!
    Aq mnntikan next part
    Pnsrn knp kyu plg2 bonyok

    Semangat onn.

    • bener banget
      aku juga ngerasa gitu
      pasti asyik banget punya temen kayak mereka
      yah tapi yang namanya kalau udah kenal dari kecil, sahabatan pula, kayaknya mmg udah blak2an akan segala sesyatu
      ya kan?

      hmmm jadi kamu curiga sama yesung ini ceritanya?
      baiklah baiklah… kita liat saja nanti
      apakah tebakan kamu benar kekekekeke

  15. satu komentar untuk side storyny eunhyuk, kasian banget yaa nasibny, itu tu akibatnya berbuat baik bukan pada tempatnyXD
    penasaran sma yg sms sama yg bikin abang kyu pulang pulang bonyok..
    kk sophie jgn lama lama ya updateny, hehe

    • banget banget BANGET BANGET
      kasian banget emang monyet satu itu
      aduh bener banget komentarmu
      berbuat baik tidak pada tempatnya xD
      amin
      doain ya sayang, semoga akunya cepet updatenya🙂

  16. Kayaknya emang ga ada korban yah ?????? Tp kalo salah satu dari yekyuhyuk ada yg boong kalo dari karakter mereka di sini itu kyu soalnya dia yg paling waras di antara mereka ber 3 #plak *apa hubngannya coba ? Haha tp bagian prolognya itu lho bener2 bikin ngakak guling2 wkwkwk next part jangan lama2 ya neng #hope

    • hmmmm
      kita liat aja dulu bakal ada korban atau nggak
      hihihi
      yang curiga sama kyu bertambah
      yang curiga sama eunhyuk jg bertambah
      kok g ada yang curiga sama yesung ya? *plak
      padahal dia juga trmsk tersangka loh
      dia yag tidur disamping naomi malah! hahahaha

      prolognya emang nista
      sengaja dibuat nista
      kekekkee
      doain aja cepet nulisnya yaa

  17. KYUHYUN KENAPA? DIA KENAPA? OMG KYUHYUN KENAPA UNNIE, Serius dia kenapaaaaaaaaaaaaaaaaa ;w;
    Dan jadi sebenernya siapa sih yang tersangkanya
    Sumpah ngakak banget un xDDDDDD
    Eunhyuk itu asdfghjkl aku suka banget kalo tingkah Eunhyuk kayak gitu/? melt me down like ice cream aaaaaaaaaaaaaaaa❤ Eunhyuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuk
    Lanjut yang cepet unnie pleaseeeeeeeeeeee

    • KASIH TAU GAK YAAAA?
      HAHHAA NEXT PART KITA LIAT NEXT PART

      eunhyuk itu emang asdfghjk banget tingkahnya
      aku ampe malu punya karakter ff kok ya kayak gitu
      *dibakar jewels
      oke oke, ditunggu aja yaa~

  18. BWAHAHAAAHAA..ngakak bgt pas bagian prologny,sumpah eunhyuk pd sejagad bgt dia plg ganteng,n sikapny yg gentlemen(?)mlh bikin dia keseret masalah.pas nolongin sophie d tuduh nyuri bros tmnny ,dia relain rambut keren(?)ny d mskin jamban sbg taruhan klo sophie g nyuri.apeslah nasib rambut keren(?)ny eunhyuk yg d banggain itu msk jamban,pas tw bnrn sophie yg nyuri.

    wh dh mulai nih konflikny,kyuhyun,eunhyuk,yesung slg beralibi soal kjdn pesta smlm.awalny aq curiga kyuhyun yg lakuin soalny pas dtg k kafe tuh dg pnampilan kusut n brantakan itu.tp kok jd bingung pas muncul nama yesung d pnjlsn mia,’ap dia tmsk terduga plaku jg?’aq smpet mikir gt..msh ragu siapa d antara mrk ber3 yg boong.
    blm jls nih..sophie eon bnrn deh aq msh bingung.
    skln tmbhn lg makin k sini makin blak2an soal’gituan.emg yg udh gede pmikiranny beda(?)
    uhuy..

    • siiipp setuju
      eunhyuk mah nggak usah sok gentle gitu sama sahabt2nya
      apalagi sama sophie
      begitu deh jadinya *pasang tampang innosen*
      xD

      wah, sebenernya clue nya udah ketemu lho, tapi kayaknya ga ada yang nyadar fufufufu

      yesung nggak muncul di penjelasan mia kok, itu kyu yg jelasin, dear🙂
      fufufufu mmg, namanya cuma rating ff nya udah beda
      di warningnya jg udah ditulis, disini bertebaran banyak banget kata2 kasar, vulgar, dan … yeah, tahu sendirilah tanpa perlu dijelasin lagi

      mereka udah dewasa siii
      kalo yg nulis mah, masih kecil imut2 *dilarang muntah!! awas loh kalo muntahh!!

  19. Profesor Kyupedia kenapa? Kenapa? Siapa pula yg sms dia ampe babak belur begitu ._. Eunhyuk suka naomi kah, setelah idealisme-nya sbg pria berponi terenggut secara paksa😮
    dan krn saia baca marathon jd saia tdk ngerasa ini lama update mwahahaha. . .😀 jd siapapun pelakunya pastilah bkan si blasteran pdang-prancis -_-
    smangat bkin part 5 ny (“o”)9

    • kenapa ya? kita liat di next part
      hm… i felt something fishy too about eunhyuk, kita liat aja gmn kelanjutannya🙂
      iya ya, itu keuntungannya baca marathon kekekeke
      sip sip
      doain aja part 5 nya bisa cepat dibikin :3

  20. aww kalo ngga ada korban kaya yg di bilang mia gimana?? aduhh jamban -_- apalagi remang traffic light lol xD kyu kenapa? dapet sms dari siapa?? dia dari mana??? dia kenapa???? *banyakan nanya* ck aku selalu ngga bisa nebak chapter selanjutnya ff buatanmu thor -,- btw, kalo author publishnya lama sih ngga papa.. asal jangan sampe aja aku lupa sama jalan cerita chapter sebelumnya aja xD
    Keep writing!!!!!!!

Just talking...

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s