Don’t Trust The Liar in Apartement 13 (Part 3)

Author : Sophie Maya

Title     : Don’t Trust The Liar in Apartement 13 (Part 3)

Cast     : Yesung, Eunhyuk, Kyuhyun, and

Support Cast: Sophie Maya (-_-), and another member Super Junior

Genre  : comedy? Are you sure? Eum… Im not sure…

Rated  : PG-19+

Length: chaptered

Type    : ?

Summary         : Kim, Lee, Cho… siapa diantara kalian yang berbohong padaku?!

Aparment_door_eco123

Disclaimer       : this story is MINE.

Warning          : many SARA, discrimination, violance, sex harassment in here. So, before you read, I just wanna say… im not sorry :p

.

.

.

.

.

.

Generasi 13 September

[Kyuhyun sad side story]

Bagi sebagian besar orang 13 adalah angka sial dan keramat, untuk beberapa suku bangsa di dunia, tanggal 13 adalah saatnya untuk mengurung diri di rumah dari godaan setan-setan terkutuk. Atau mencuci keris-keris pusaka mereka, atau justru jadi ajang mencari nomor togel yang panjangnya nyaris menyerupai nomor ponsel.

Tapi bagiku, bocah yang hanya tahu jenis-jenis lollipop di dunia,  13 adalah angka yang tidak pernah bisa dilewatkan. Tepatnya, tanggal 13 September.

Bagaimana tidak, aku berulang tahun di hari ini.

13 September dua puluh tahun lalu, adalah kisah ulang tahun yang menjadi jajaran memori tak terlupakan. Karena saat itulah untuk pertama kalinya aku merayakan ulang tahun.

Itu hari yang kutunggu-tunggu. Hari dimana umur (dan berat badanku) bertambah lagi.

Tapi hal yang kulupakan adalah, bahwa tidak hanya diriku lah satu-satunya yang berulang tahun di tanggal 13 September. Setiap tahunnya, Tuhan menakdirkan ratusan bayi-bayi untuk menatap dunia di tanggal 13 September. Dan ratusan itu menjadi ribuan, ratusan ribu, dan jutaan bayi yang lahir di tanggal 13 September.

Dan diantara jutaan bayi itu, ada aku… Sophie… Eunhyuk… dan Yesung…

Uhuk…

oh…

…sial (-_-)

“Kyuhyun, bagaimana kalau pesta ulang tahunmu diundur tahun depan?” Mrs. Park, ibuku datang dengan membawa selembar amplop. “Ibu baru tahu Sophie, anaknya Mrs. Deborah juga berulang tahun di tanggal yang sama! Kau tahu kan Kyuhyun, Ibu dan Mrs. Deborah itu sahabat dekat. Kami sama-sama suka kucing dan bunga tulip, kami sering yoga bersama, dan bahkan ikut kelas masak bersama. Mrs. Deborah baru empat tahun di apartemen ini, kalau Ibu tidak datang di pestanya, tentu dia merasa diselingkuhi oleh sahabatnya sendiri.”

“Ibu…” aku merengek. “Dari kecil aku belum pernah merayakan ultah! Ibu kan janji tahun ini akan membawakan kue tart tujuh tingkat dengan diameter menyerupai roda mobil truk yang akan kuhabiskan SENDIRIAN…aku tidak mau menunggu sampai tahun depan hanya karena ulang tahun orang lain! Suruh saja Sophie yang mengundur ulang tahunnya!!”

“Kyuhyun…” Mrs. Park membelai kepalaku lembut. “Kamu harus mengalah sama Sophie, dia kan perempuan… lagipula, kamu bisa menemani Sophie ikut meniup lilin. Bagaimana? Pasti kalian serasi sekali.”

Ibuku memang selalu bersemangat menjodohkanku dengan Sophiebalita yang bicara saja masih patah-patah. Ibuku yakin jika besar nanti Sophie akan jadi gadis yang cantik dan istri yang baik. Hah, padahal sejak lollipop ku di pipisin olehnya, aku tidak yakin bisa tinggal serumah dengannya. Bagaimana kalau nanti aku sudah jadi bapak-bapak dan dia mengencingi seluruh persediaan makananku? Kalau aku tidak bisa makan lagi gimana? NANTI KALAU AKU KURUS GIMANA?!! (;;__;;)

Tapi ketika kuceritakan betapa “kejam”nya Sophie kecil terhadap lolipopku, Mrs.Park malah tertawa seraya berujar, “Kyu sayang… diantara kalian bertiga, hanya kau yang tidak dipipisi secara langsung. Itu artinya Sophie menyimpan rasa padamu.”

Sebenarnya ibuku sedikit absurd. Ini bukan soal Sophie menyimpan rasa atau bukan, lha wong Sophie masih umur 1 tahun waktu itu. Mana mikir dia mau pilah-pilih orang yang dipipisinnya.

Kalau pun Sophie sudah bisa mikir, aku yakin yang dipipisinnya hanyalah Eunhyuk Hyung. Dia memang yang paling pantas mendapatkannya. Wajah Eunhyuk Hyung memang sedikit mirip dengan jamban sih… (-_-) Sst, jangan bilang pada Eunhyuk soal hal ini. (-_-)

Aku memasang wajah masam. “Ibu… aku tidak mau ulang tahunku diundur!!”

Aku nyaris menangis ketika tiba-tiba kakak perempuanku, Cho Ahra, masuk ke dalam apartemen lalu menghampiri Mrs. Park tergesa.

“Ibu, bisa antarkan aku ke mal? Aku mau beli gaun yang cantik.”

“Gaun?” Mrs.Park mengernyit bingung. “Buat apa? Biasanya dirumah kau ini pake karung goni kan, Ahra sayang…”

“Ibu…” Ahra langsung cemberut. “Aku ingin pergi ke ulang tahun Eunhyuk… dia mengundangku… aku harus tampil cantik di depannya…” Ahra memelintir-melintir rambutnya genit.

“Eunhyuk Hyung ulang tahun? Kapan?” tanyaku bingung.

Ahra menatapku sejenak, seolah ada yang baru diingatnya, gadis itu pun kemudian menepuk jidat. “Astaga, Kyu… aku baru ingat! Eunhyuk ulangtahunnya juga tanggal 13 September. Ternyata bareng denganmu, ya. Maaf ya adikku yang gembul, sepertinya di pesta ulang tahunmu nanti… aku tidak bisa ikut hadir.”

Ahra nyengir lebar.

Aku seperti terkena serangan manusia bar bar.

“APA?” aku melolong keras. “KAKAKKU, YANG KUSAYANG DAN SERING KUCACI PENUH SUKA CITA!! BAGAIMANA MUNGKIN KAU TEGA MENINGGALKANKU DEMI EUNHYUK??!!”

Kakakku sepertinya sudah terkena pelet ikan Eunhyuk. Dasar bocah gila, pasti dia menggombali kakakku sampai dia berpaling dan melupakanku. Hidup ini tidak adil (;;__;;)

“Nah, kalau begini jadinya… lebih baik kau batalkan saja pestamu, Kyuhyun sayang… ada dua temanmu yang ulang tahun di tanggal 13 September…” lerai Mrs. Park.

Aku menggeleng keras. “Tidak, Bu! Tidak! Aku tetap akan merayakan ulang tahun! Aku pengin makan kue tart dan pakai baju spiderman! Hueee…” aku rasanya ingin menangis saja. Dunia begitu kejam pada makhluk gendut sepertiku.

“Cho Kyuhyun, sepertinya kita memang harus membatalkan pestamu.” Tiba-tiba Mr.Cho masuk ke ruang tivi sambil membawa telepon wireless. “Aku baru saja dapat kabar dari keluarga Kim, kalau mereka akan mengadakan pesta ulang tahun anak pertama mereka, Kim Yesung. Pada tanggal 13 September… kalian tahu kan, keluarga Kim pemilik seluruh komplek perumahan di sini, kalau kita tidak datang ke pesta anaknya…”

“BIARKAN AKU MATIII!! BIARKAN AKU MATII!! IBU, AYAH, DAN KAKAK!! KALIAN SEMUA JAHAT!! AKU BENCI KALIAAAAANNN!! AKU BENCI!!! PULANGKAN AKU KE KERAJAAN SAMUDERA PASAI SAJAAAAA!!!” aku menjerit histeris seperti gadis dalam masa menstruasi. Mr.Cho, Mrs.Park, dan Ahra menatapku penuh kaget.

Tapi aku tak peduli, dengan gaya ala artis opera sabun, aku berlari keluar sambil menangisdan tidak melupakan lolipopku tentunya.

Kenapa? Kenapa? Kenapa semua orang harus berulang tahun di tanggal 13 September? Kenapa mereka tidak memikirkan perutku dan perasaanku saat ingin lahir di dunia ini? (-_-)

Aku  masuk ke dalam lift dan turun ke lobby. Begitu pintu lift terbuka, kulihat Sophie, Eunhyuk, dan Yesung juga ada di lobby. Aku segera berlari mendekati mereka penuh emosi, dan…

“KALIAN MENGGAGALKAN RENCANA ULANG TAHUNKU!!”

Teriakku, Sophie, Eunhyuk, dan Yesung, bersamaan.

Kami terdiam penuh kebingungan.

“KENAPA SIH KALIAN ULANG TAHUN TANGGAL 13 SEPTEMBER??”

Jeritku, Sophie, Eunhyuk, dan Yesung, bersamaan lagi.

Kami kembali terdiam. Saling memandang satu sama lain.

Kusadari bahwa baik Sophie, Eunhyuk,maupun Yesung memiliki masalah yang sama denganku. Wajah mereka sama-sama sembab seperti habis menangis.

Lalu… seluruh amarahku seolah meluap entah kemana. Kami berempat menarik napas dalam-dalam dan merenung sebentar.

Setiap tahunnya, Tuhan menakdirkan ratusan bayi-bayi untuk menatap dunia di tanggal 13 September. Dan ratusan itu menjadi ribuan, ratusan ribu, dan jutaan bayi yang lahir di tanggal 13 September.

Dan diantara jutaan bayi itu, ada aku… Sophie… Eunhyuk… dan Yesung…

Mungkin Tuhan sengaja melakukannya agar kami bisa…

“Hei, bagaimana kalau mulai sekarang kita merayakan ulang tahun bersama-sama?”

Aku tersenyum. Ide si tua Eunhyuk terdengar menarik.

“Kita bisa mengadakan pesta di satu gedung, dengan empat kue tart berbeda…” ujarku.

“Dengan empat generasi tamu berbeda…” lanjut Yesung.

“Dengan… em..pat… ka…do… lebih banyak!” seru Sophie sedikit terbata.

Kami tersenyum lebar.

Diantara jutaan anak yang lahir tanggal 13 September, kami berpikir angka 13 itu benar-benar keren sekali.

Selamat ulang tahun Cho Kyuhyun, Sophie Maya, Lee Hyuk Jae, Kim Yesung.

Kami, bangga menjadi generasi 13 September.

.

.

.

.

.

.

201209271201319532jpgtnm

Don’t Trus The Liar in Apartement 13 (Part 3)

Seoul, Apartemen 13.

05:34 KST

Suara dering jam weker menelisik masuk ke dalam sudut-sudut ruangan sepetak bergaya minimalis dengan penataan seratus persen maskulin, menandakan setidaknya ruangan itu disemayami oleh lelaki. Keheningan masih menjadi dominan pada sepuluh detik sejak dering nyaring weker berbunyi. Namun, di detik sebelas, seseorang menggeliat keluar dari dalam gelundungan selimut yang menyelimuti tubuhnya. Sejenak, sosok itu mengernyit mendapati dirinya berada di ruangan itu, seolah asing, dengan aroma alkohol yang sama asing baginya.

Sosok itu… Naomi.

“Aku dimana?”

Naomi menyibak rambut panjangnya yang menutupi sebagian wajah. Dingin menusuk pori-pori kulitnya. Gadis itu serta-merta menarik selimutnya untuk menutupi tubuhnya yang tanpa sehelai pakaian pun.

Apa kau bilang? Tanpa sehelai pakaian pun?” Naomi tertegun sejenak, lalu sadar bahwa… ya, dia memang-tidak-sedang-memakai-apapun.

Bagaimana mungkin? Bagaimana bisa? Bagaimana?

Naomi sadar benar ruangan ini seratus persen bukan kamar tidurnya. Ruangan ini lebih mirip kamar kakeknya di Jepang. Tapi demi meteor jatuh di gedung putih, Naomi tidak pernah tidur telanjang di kamar kakeknya.

…dan dia jelas-jelas bukan di Jepang.

… dan kakeknya bahkan sudah meninggal sejak dia umur sepuluh tahun!

Jadi… yang Naomi lakukan adalah menatap sekeliling. Ini dimana?

Hal pertama yang terlihat adalah seorang pria berambut acak-acakkan, tertidur dengan posisi tengkurap.

Tidak mungkin, kan? Naomi benar-benar panik. Pikirannya sudah menjalar kemana-mana. Tidak mungkin pria di sampingnya adalah kakeknya!

Astaga Naomi, kakekmu sudah meninggal! Kenapa kau masih menyebut-nyebut kakekmu?! Tolol! Naomi mengumpat dalam hati.

Naomi menarik selimut dan melilitkannya di tubuh. Sejenak pikiran untuk membangunkan pria disampingnya terlintas di kepala, dia ingin bertanya, bahkan berteriak apa yang sedang terjadi. Namun Naomi kemudian mendapat serangan lain yang tak kalah menakutkan.

Ada sesuatu yang tidak beres di sini.

Naomi menoleh ke arah jendela dan mendapati seorang pria tertidur di bawah jendela yang terbuka. Kemeja yang dipakai pria itu acak-acakkan dan dua kancing atasnya copot, jatuh entah dimana. Sementara seorang pria tertidur di bawah kasur dengan tumpukan kertas-kertas di pangkuannya dan cerutu di tangan kanannya, mendengkur pelan nan damai.

Belum lengkap kekagetan Naomi, tahu-tahu seorang gadis yang duduk di atas kursi dekat pintu—tadi sosoknya luput dari perhatian Naomi—terbangun, lalu mengusap kelopak matanya perlahan.

“Oh, kau sudah bangun?” tanyanya ramah. Dengan setengah sempoyongan gadis itu berdiri, melangkah menuju pintu.

Naomi mengerjapkan matamu. Tanganmu meremas-remas selimut.

“Aku akan buatkan kau teh dulu. Kau jangan bergerak, nanti kau… bisa membangunkan mereka bertiga. Mereka lelah sekali gara-gara semalam….”

Semalam?

Baiklah,ini jelas-jelas bukan di Jepang dan ruangan ini bukan kamar almarhum kakeknya. Satu hal yang pasti, ini adalah kamar pria.

Dan hanya satu hal yang biasanya terjadi di sinetron, jika ada pria dan wanita asing tidur semalaman di kamar yang sama. Berdasarkan teori yang terpampang di sinetron tersebut, kini saatnya Naomi untuk berteriak seperti gadis yang baru saja kehilangan baju dan keperawanannya.

“AAAAAAAAAAAAA!!!!!!!!!!!!!!!!”

.

.

.

.

.

.

Yesung mengerjapkan matanya untuk kesekian kali. Teh hangat yang disediakan tunangannya, Sophie, tak mampu meredam rasa pusing yang merajai kepalanya. Di sampingnya, terduduk Kyuhyun masih dengan kacamata botol dan cerutunya, juga Eunhyuk yang masih mengenakan kemeja bekas pesta semalam.

Tampang kedua temannya tak jauh beda, mereka sama-sama terlihat pusing dan seolah baru saja diseret dari sel penjara di pagi hari.

Yesung menarik napas pelan. Matanya berputar-putar.

Sophie masuk dalam ruang tivi dengan membawa dua piring penuh roti bakar. Aromanya tercium ke seluruh sudut ruangan. Yesung melempar senyum pada gadis yang telah dikenalnya selama 25 tahun itu.

“Ceritakan apa yang terjadi semalam.”

Ucapan seseorang membuat Yesung terpaksa mengalihkan pandangannya dari Sophie. Seorang gadis remaja, duduk di sofa kecil di seberangnya. Menatap dirinya dengan pandangan curiga seolah Yesung adalah mata-mata Korea Utara.

“Namamu… Naomi, ya?” tanya Sophie lembut. “Kau tetangga depan apartemen kami?”

“Apa kau pikir ini konyol? Aku tahu kau ini orang kaya nomor 9 di dunia! Aku tahu kau ini tuan tanah di beberapa apartemen di dunia, ahjussi! Tapi apa begini tingkah lakumu pada wanita?”

Yesung terdiam. Gadis itu jelas-jelas menuduhnya. Yesung kebingungan setengah mati. Sebenarnya dia juga tidak tahu apa yang tengah terjadi. Saat dia terbangun tadi, Naomi sudah menjerit di sampingnya. Naomi…, ah bahkan Yesung baru pertama melihat wajah gadis itu.

Dan bicara soal semalam, hal terakhir yang diingat Yesung adalah dia baru saja selesai meneguk jahe hangat yang dibuatkan Sophie untuknya. Lalu, mereka tidur di kamar Eunhyuk. Itu saja.

“Kurasa kau salah paham, adik…”

“Aku bukan adikmu!” sembur Naomi.

Yesung terdiam. “Ya, kau bukan adikku.” Yesung memutar bola mata. “Astaga, maksudku, kurasa kau salah paham, Naomi…” Yesung berdeham pelan. Diliriknya Sophie yang memasang tampang penuh ingin tahu. Sementara Kyuhyun dan Eunhyuk sepertinya masih terkena efek blank jangka panjang. “Memangnya apa yang kau pikirkan? Aku… menidurimu? Begitu?” Yesung menggelengkan kepala. “Aku tidak mungkin melakukannya.”

“Lantas kenapa kau bisa tidur… disampingku…? Lalu aku… kenapa aku bisa tidak memakai baju sama sekali?” Naomi mulai menangis terisak. “Paman… kau sudah merusak masa depanku…”

Yesung merasa terhina sekali dipanggil “paman”. Tapi melihat betapa sikap Naomi seperti murid TK, maka pemuda bermata tajam hanya bisa menghela napas pelan. Bagi “gadis TK” itu, Yesung tentulah seorang “paman”.

Yesung merasakan tangan lembut Sophie menyentuh bahunya. Seolah ingin menekan rasa tegang dan kaget yang menghantam tubuhnya. Dan hal itu berhasil.

“Naomi Sayang…” Sophie mencoba angkat bicara. “Mungkin kau hanya salah paham…”

“Salah paham bagaimana? Bukan Paman Yesung? Lalu siapa? Salah satu diantara dua paman ini?” Naomi menunjuk Eunhyuk dan Kyuhyun, yang langsung memasang wajah terkejut.

“Tidak!” seru Kyuhyun dan Eunhyuk bersamaan.

“Aku tidak pernah meniduri seseorang di apartemenku sendiri. Dan percayalah, meski aku ini host, aku tidak pernah meniduri gadis dibawah 23 tahun. Nanti saja, dua tahun lagi, jika kau mau bersenang-senang denganku, baru kita…—yak! Princess! Kenapa kau memukulku?!”

Sophie mendengus sebal melihat tingkah Eunhyuk yang kelewatan. Ini bukan saatnya menawarkan jasa pelayanan seks, dasar pria gila. “Kau seharusnya malu dengan umurmu, Manhattan!” sinis Sophie.

Yesung masih terus menatap Naomi. Gadis itu telah memakai kembali gaunnya, namun selimut milik Kyuhyun pun masih meliliti tubuhnya. Yesung mengambil secangkir teh di atas meja lalu menyodorkannya ke Naomi. “Minumlah… lihat, bibirmu gemetaran. Kau pasti kelaparan…,” ujar Yesung.

Naomi masih memandang curiga Yesung. Namun ketika Sophie ikut membujuk Naomi, gadis itu dengan enggan mengambil gelas dan menyeruputnya. Wajah Naomi sembab dan rambutnya acak-acakkan.

“Kurasa bukan aku yang menidurimu. Aku memang tidur denganmu, gadis kecil… tapi itu karena aku punya kebiasaan tidur berpindah-pindah tempat. Lebih dari itu, kau tahu sendiri aku sudah punya tunangan,” kata Yesung.

Naomi memandang Yesung sejenak, memandang Eunhyuk dengan kesal, lalu beralih pada pria bercerutu yang juga tengah menatapnya. “Kau… Paman—”

“Bukan aku yang membuatmu seperti itu! Bukan aku, aku ini hanya makhluk tak berdosa yang kebetulan saja terjebak denganmu di dalam kamar yang sama. Oh, ya… itu memang kamarku sih, tapi, tapi… hei, kenapa kau masuk ke kamarku tanpa ijin?! Kau ini, kau mau menggodaku supaya dapat nilai A ya?!” celoteh Kyuhyun panjang lebar, memotong ucapan Naomi.

“Hah?” giliran Naomi yang melongo. “Nilai A?”

“Aku tahu kau. Mahasiswa Sungkyungkwan angkatan pertama Jurusan Hukum.” Kyuhyun mendesis sebal.

Naomi membulatkan mata. “Bagaimana kau bisa tahu?”

“Karena aku ini dosenmu!”

“KAU DOSEN?!!” jeritan Naomi terdengar melengking menusuk gendang telinga. “KAU DOSEN DAN KAU MENIDURIKU?!!”

Sontak, pandangan Yesung, Eunhyuk, dan Sophie tertuju pada Kyuhyun. “Jadi kau yang meniduri gadis ini, Gembul?” tanya mereka tak percaya. “Kau bahkan sudah tahu latar belakang gadis ini sebelumnya…”

Yesung juga ikut kaget. Mana mungkin si gembul ini…—satu-satunya yang pernah ditiduri Kyuhyun adalah sekotak es krim Walls Cornetto Mini rasa baru, itu karena dirinya tidak ingin berbagi dengan Yesung dan Eunhyuk.

Selebihnya, pria tukang makan itu tidak pernah tidur dengan yang lain-lain.

“ASTAGA, SIAPA YANG MAU MENIDURI BOCAH INGUSAN SEPERTIMU?! AKU MENGENALMU KARENA MENGHAPAL SERIBU NAMA ORANG DALAM SATU JAM ADALAH HAL YANG MUDAH, ASAL KAU TAHU!!” teriak Kyuhyun meradang. Pride nya sebagai dosen seperti dicoreng begitu saja. Pria itu meletakkan cerutunya dan menggaruk rambutnya sedikit kesal.

YA!! YANG PASTI SALAH SATU DIANTARA KALIAN SUDAH MENIDURIKU!! DAN KAU… KAU… KAU DOSENKU!!” Naomi berdiri dan menghentak-hentakkan kakinya.

Lalu, gadis itu kembali menangis kencang, persis seperti anak kecil. Hal itu membuat baik Kyuhyun, Eunhyuk, dan Yesung terdiam.

“Bagaimana ini… kalau orang tuaku tahu, aku bisa dipecat jadi anak… kalau Paman Eric tahu, aku bisa dibunuhnya… bagaimana ini…” Naomi menutup wajahnya dengan kedua tangan.

“Hei… jangan menangis…” Kyuhyun jadi serba salah.

“Aduh…, kenapa menangis?” Yesung menggaruk-garuk kepala.

“Cantik, kau bisa terlihat jelek jika menangis…” Eunhyuk mencoba menenangkan Naomi.

Tiba-tiba, suara dering ponsel di tangan Naomi berbunyi. Gadis itu menatap layar ponsel sejenak, dan wajahnya berubah pucat.

“Paman Eric…” desis Naomi. Lalu gadis itu menatap keempat sosok di depannya. “Hiks hiks… apa yang harus kukatakan pada pamanku? Aku takut sekali digantung di pohon beringin…”

Ponsel di tangan Naomi masih terus berbunyi.

Yesung, Kyuhyun, dan Eunhyuk saling berpandangan bingung.

“Sini, biar aku yang angkat,” ujar Sophie seraya mengambil ponsel di tangan Naomi dan menekan tombol “yes”. Semua orang kini memandang Sophie penuh penasaran ketika gadis itu bicara dengan Eric di ponsel. “Halo, aku Sophie, tetangga Naomi. Ah, ya… Naomi ada bersamaku… dia sedang mandi, ya… hendak siap-siap kuliah. Apa? Mau menjemput Naomi?” Sophie terdiam sebentar, “tidak perlu kesini Eric-ssi… aku punya teman, namanya Kyuhyun, dan dia yang akan mengantar Naomi ke kampus. Kebetulan mereka satu kampus. Apa? Bukan… Kyuhyun itu dosen…”

Sophie lalu mematikan ponsel dan memandang Naomi, Kyuhyun, Eunhyuk, dan Yesung bergantian. “Kenapa?” tanyanya heran.

“Pamanmu tadinya ingin menjemputmu ke sini. Dia ingin mengantarmu ke kampus,” sahut Sophie.

Kedua mata Naomi membulat lebar. “Apa?”

“Tapi sudah kusuruh dia tidak menjemputmu. Karena aku baik hati… Kyuhyun lah yang akan mengantarmu ke kampus.”

Baik Naomi dan Kyuhyun sama sekali tidak menyukai ide Sophie.

“Sophie… kau baru saja bilang, aku akan mengantar gadis ingusan ini?” delik Kyuhyun.

Onnie… kau ingin aku diantar oleh orang yang meniduriku dan tak bertanggung jawab?” Naomi merengut ingin menangis.

“Hei, aku tidak menidurimu!” teriak Kyuhyun.

“Kau mungkin saja meniduriku!” teriak Naomi sambil menghentak-hentakkan kakinya. “Mungkin saja kau bohong padaku.”

“Buat apa aku berbohong pada gadis yang masih 20 tahun dan lulus SMA kelas akselerasi sepertimu?!” erang Kyuhyun.

Naomi terdiam, lalu matanya melotot lebar. “Sepertinya aku malah yakin kau lah pelakunya, professor! Kau tahu semua tentangku!”

Yaa!!

Dear Naomi, aku rasa permasalahan ini harus dihentikan dulu, bagaimana?” usul Sophie berusaha melerai pertengkaran Kyu dan Naomi. “Kita tidak bisa menemukan jawabannya. Tidak ada seorang pun yang ingat kejadian semalam. Jadi nanti malam… setelah semuanya menjadi lebih terkendali, kita akan membicarakan ini lagi. Bagaimana? Aku akan membantumu menemukan siapa pembohongnya…” ujar Sophie menenangkan. “Sekarang kau kuliah dulu, nanti telat… kau perlu ganti baju, kan?”

Naomi sebenarnya tidak ingin kuliah. Tubuh dan perasaannya benar-benar letih dan butuh istirahat. Tapi Sophie memaksa menemani ke apartemennya dan membantu Naomi mempersiapkan peralatan kuliahnya. Kyuhyun, Eunhyuk, dan Yesung juga mengikuti Naomi dari belakang.

“Cantik, kau perlu mandi yang lama untuk membersihkan semuanya…” ujar Eunhyuk yang langsung disambut jitakan keras dari Yesung. “Ya! Memang salahku ap—“

“Kau lihat apa yang terjadi pada gadis kecil itu…” tunjuk Yesung.

Eunhyuk mengalihkan pandangannya pada Naomi yang berdiri di depan pintu kamar mandi. Sekujur tubuh gadis itu bergetar dan gadis itu kembali menangis terisak.

“Astaga! Lihat apa yang kalian lakukan padanya!” seru Sophie marah. “Sudah… kalian kembali ke apartemen sana!”

Yesung mendorong tubuh Eunhyuk dan Kyuhyun kembali ke apartemen. Sementara Sophie masih terus menemani Naomi.

Yesung tahu, pagi ini benar-benar chaos. Bukan hanya Naomi yang merasa tertampar oleh keadaan. Yesung tahu benar, baik dirinya, Eunhyuk, Kyuhyun, maupun Sophie… meski mereka berusaha bersikap dewasa dan tenang di depan Naomi… sesungguhnya kepala mereka berempat ingin meledak rasanya.

Demi Tuhan, apa sih yang sebenarnya terjadi semalam?!

.

.

.

.

.

.

Pagi ini adalah pagi terburuk bagi hidup Naomi. Wajahnya nyaris tidak bisa menunjukkan senyum sedikit pun. Rambutnya yang telah ditata sedemikian baik oleh Sophie, tidak ikut membuat perasaannya membaik.

Didunia ini, mana ada perempuan yang baru kehilangan keperawanannya secara tiba-tiba, bisa tersenyum dengan bahagia? Apalagi, perempuan itu justru harus semobil dengan orang yang kemungkinan merupakan pelaku pencurian mahkotanya.

“Kita sudah sampai, turunlah.”

Naomi mendengar suara mesin mobil Kyuhyun dimatikan. Dia sempat melirik ketika Kyuhyun mengambil berkas-berkas map berwarna merah dengan tulisan “Jurusan Hukum Universitas Sungkyungkwan”, dan itu membuat perutnya serasa bergejolak. Dia masih tidak percaya pria di sampingnya adalah seorang dosen.

Tampangnya lebih mirip om-om mesum di bar.

Lagipula, Naomi masih heran kenapa Kyu bisa mengenal dirinya. Meski Sophie sudah cerita bahwa kebiasaan Kyu adalah menghapal seluruh nama dan wajah murid baru, tapi tetap saja… Naomi tidak bisa percaya.

Saat pikiran Naomi tengah melambung kemana-mana, Kyuhyun menoleh pada gadis itu dan memajukan tubuhnya ke arah Naomi sehingga mereka amat dekat. Tangan Kyuhyun terjulur hendak menyentuh bahu Naomi.

“A-apa yang kau lakukan, Profesor?!” teriak Naomi kaget. Dia buru-buru menepis tangan Kyuhyun.

Kyuhyun mendesah keras. “Hei, anak kecil! Aku ini ingin membantumu melepas seatbelt. Sudah lebih dari lima menit kita sampai, tapi kau tidak melepasnya!” Kyuhyun menunjuk seatbelt yang melintang di bahu Naomi.

“Aku bisa melakukannya sendiri!”

“Baiklah, tapi seatbelt di mobilku sedikit susah dibuka…”

“Aku bisa melakukannya!” teriak Naomi dengan nada meninggi.

Kyuhyun terdiam. Sebenarnya dia juga ingin ikut marah melihat reaksi berlebihan Naomi. Tapi kemudian Kyuhyun menyadari tangan Naomi bergetar dan wajahnya menunjukkan ketakutan yang amat sangat padanya. Gadis itu melihatnya seperti melihat sosok monster mengerikan.

Diam-diam, Kyuhyun merasa kasihan pada Naomi.

Apalagi ketika gadis itu mencoba membuka seatbelt dan tak kunjung berhasil.

“Baiklah, kau tahu pencetan merah di bawah? Kau harus mendorongnya dulu sebelum melepaskan seatbelt nya. Kau harus menekannya sekuat tenaga karena pencetannya agak macet…”

Kyuhyun melirik jam di pergelangan tangan dan menyadari kelasnya sudah mau dimulai. “Aku akan pergi ke kelas duluan. Kalau kau sudah bisa melepas seatbelt, kau bisa menyusulku di kelas. Pagi ini kau diajar olehku, kan? Jangan tanya kenapa aku bisa tahu,” sahut Kyuhyun seraya merogoh kantung dan mengeluarkan dompetnya. Di dalam dompet itu, ada sebuah kunci. Kyuhyun menyerahkannya ke Naomi. “Ini kunci cadangan mobilku. Bawalah dulu. Kalau turun mobil nanti, jangan lupa mengunci pintunya.”

Naomi menerimanya dengan ragu-ragu.

“Ingat, jangan lupa menekan pencetan merah di sana, sekuat tenaga.” Kyuhyun menunjuk tombol berwarna merah di dekat bagian rem. “Aku pergi dulu.”

Kyuhyun mendekat berkas-berkas di tangannya dan turun dari mobil. Meninggalkan Naomi sendirian di dalam mobil. Yang Kyuhyun tidak tahu, saat itu bola mata Naomi terus mengekori sosoknya hingga menghilang di belokan tangga.

.

.

.

.

.

.

Sophie memasukkan laptop Yesung ke dalam ransel pria itu dan menutup resletingnya. Kemudian jemarinya meraih roti yang masih utuh di meja makan. Ketika dia akan berbalik, seseorang memeluknya dari belakang. Membuat Sophie menghentikan seluruh kegiatannya.

“Kau sudah mandi?” tanya Sophie pelan.

“Hm…” suara berat Yesung terdengar dekat di telinganya. Pria itu meletakkan kepalanya di pundak  Sophie lalu memejamkan mata rapat. Menarik napas perlahan-lahan.

“Kenapa? Tumben kau begini.” Sophie menyentuh puncak kepala Yesung dan mengusapnya.

“Pagi ini benar-benar berantakan, Beb.” Kedua tangan Yesung melingkar di pinggang Sophie dan memeluk tubuh gadis itu seolah tak ingin melepasnya. “Aku tidak yakin kita bisa pergi ke mal sekarang.”

“Kita harus pergi. Hari ini peresmian mal, mana mungkin kau tidak datang. Kau kan pemilik mal nya,” ujar Sophie.

“Beb…” Yesung kembali menghela napas. Menenggelamkan kepalanya di bahu Sophie. Menyesap aroma parfum yang menguar dari tubuh Sophie. “Bagaimana kalau ternyata, setelah terkumpul bukti-bukti… aku-lah yang meniduri gadis itu? Meniduri Naomi?”

Sophie terdiam.

Yesung membuka matanya, memandang ransel miliknya melalui celah bahu Sophie. “Kalau ternyata, aku benar-benar tidak sadar saat melakukannya…”

“Kalau itu benar terjadi, kau harus bertanggung jawab.” Sophie mengangguk kecil. “Kau harus menikahi gadis itu, Kim Yesung.”

Yesung terdiam sebentar. Dirinya melepas pelukannya lalu memutar tubuh Sophie hingga berhadap-hadapan dengannya. Ditatapnya kedua mata Sophie lekat-lekat. “Lantas jika aku menikahi Naomi… maka kau…”

“Aku?” Sophie tersenyum kecil. “Aku juga akan menikah denganmu.”

Yesung tertegun. “Maksudmu?”

“Kau juga harus menikahiku. Kau kan juga meniduriku. Masa kau tidak mau bertanggung jawab soal diriku?” ujar Sophie sembari pura-pura merengut.

Tawa Yesung meledak. “Ya, kau ini benar-benar ya…” Yesung menarik Sophie dalam pelukannya. “Tapi aku tidak mau poligami, kau tahu itu. Hatiku itu sempit, hanya muat untuk satu orang. Hanya dirimu, tidak lebih dan tidak kurang.”

Sophie tersenyum kecil. “Kalau soal itu, aku tahu.”

“Kau tidak akan cemburu? Pada Naomi?” tanya Yesung seraya memandang Sophie heran.

“Menurutmu?” Sophie balas menatap Yesung. Dengan pandangan sulit diartikan.

Yesung menarik napas. Entahlah, Yesung tidak pernah tahu apakah Sophie merasa cemburu atau tidak pada dirinya. Diantara banyak gadis yang ditemui Yesung, Sophie adalah gadis paling rumit yang pernah dikenalnya.

Gadis itu sempurna, hanya memilikinya dirasa menjadi hal paling lengkap di dunia. Gadis yang akan ikut berteriak saat menyaksikan pertandingan sepak bola, yang akan ikut mengumpat ketika melihat tulisan “game over” di layar laptop, tapi di sisi lain gadis itu juga yang akan menyajikan makanan lezat serta membereskan seluruh baju dengan penuh telaten.

Namun selama 25 tahun menghabiskan waktu bersama, Yesung tidak pernah tahu pasti perasaan Sophie padanya. Apa mungkin karena mereka terlalu sering bersama, sehingga semuanya terasa biasa saja bagi gadis itu? Entahlah.

“Kau pasti tidak cemburu. Kau bukan tipe pencemburu. Ck,” Yesung mengacak rambut Sophie dan mengecup bibir gadis itu sekilas. “Aku ganti baju dulu, setelah itu kita pergi ke mal.”

Sophie mengangguk kecil.

.

.

.

.

.

.

“Ya! Naomi! Berhenti kau disitu!”

Naomi mendengar namanya di panggil. Ketika dia menoleh, Kim Yoo Jung dkk sudah berdiri di belakangnya dengan ekspresi mengerikan.

Naomi sedang tidak ingin berurusan dengan siapapun hari ini, tapi tampaknya Yoo Jung tidak peduli. Gadis itu justru menarik Naomi agar mengikutinya sampai ke belakang Gedung C yang benar-benar sepi.

“Sunbaenim, aku janji akan mencarikan kaset TVXQ-mu itu ke seluruh toko di korea. Tapi kumohon tinggalkan aku sendiri, aku ingin pulang karena aku benar-benar letih sekarang.” Naomi ingin melangkah pergi, namun Yoo Jung justru mendorongnya hingga menabrak dinding.

“Kau tahu kaset itu berharga sekali untukku? Kau sudah merusak kaset Changmin dan Yunho Oppa!!” teriak Yoo Jung. “sampai mati pun aku tidak akan memaafkanmu. Sampai mati pun kau tidak akan menemukan kaset itu lagi!”

Naomi merasakan tamparan di pipinya. Sakit sekaligus panas rasanya. Kepalanya menjadi berputar-putar.

“Sunbaenim, aku minta maaf…”

“Tidak ada maaf bagimu, Naomi. Kau kira karena kau dari Jepang, kau bisa berbuat seenaknya padaku? Tidak, sama sekali tidak.” Yoo Jung menatap sinis Naomi

Ketika tubuh Naomi didorong hingga terjatuh ke tanah oleh Yoo Jung, gadis itu hanya berpikir, sebaiknya dia mati saja hari ini.

.

.

.

.

.

.

Eunhyuk menyibakkan poninya dan menatap Sungmin yang sibuk tertawa di depannya tanpa henti, sejak tiga puluh menit lalu.

Eunhyuk mendengus sebal, menyesal rasanya menceritakan kejadian di apartemen tadi pagi pada pria mucikari di depannya ini. Bukannya memberikan solusi, pria itu justru meledeknya habis-habisan.

“Aku tidak percaya kau meniduri gadis 20 tahun!” Sungmin memukul-mukul meja heboh.

“Aku tidak menidurinya!” sengit Eunhyuk.

“Kau mengingkari idealismemu sebagai host. Kau bilang hanya ingin tidur dengan gadis diatas 23 tahun.”

“Aku tidak menidurinya!”

“Apa tubuhnya benar-benar menggoda sampai kau tidak bisa menahannya?”

“ASTAGA, SUDAH KUBILANG AKU TIDAK MENIDURINYA!” Eunhyuk mengerang frustasi. Rasanya dia ingin melempar Sungmin ke tong sampah dan mengirimnya ke tengah laut, atau ke Kerajaan Kutai sekalian. Tawa sumbang Sungmin justru membuat kepalanya semakin sakit.

“Oke… oke… aku mengerti…” Sungmin berdeham berusaha meredam tawanya. “Hei, tapi kurasa pelakunya memang ada diantara kalian. Ada seseorang yang berbohong diantara kalian.” Sungmin mengaduk-aduk chocolate cake di depannya hingga terlihat tak berbentuk.

“Yang pasti orang itu bukan aku.” Eunhyuk melipat kedua tangannya.

“Apa kau yakin?” Sungmin bertanya. “Apa kau punya cukup bukti untuk memastikan kau bukan pelakunya?”

Eunhyuk terdiam. Jujur dia tak punya cukup bukti akan hal itu. Dia bahkan tak ingat apa-apa tentang kejadian semalam. Yang diingatnya terakhir kali adalah saat dia bicara dengan Kyuhyun… “aku bicara dengan Kyuhyun tentang mahasiswi-mahasiswi Hukum… apa ada yang cantik dan bisa pria itu kenalkan padaku. Itu saja.”

“Kau bicara pada Kyuhyun tentang mahasiswi Hukum?” Sungmin terdiam sebentar, lalu tawanya kembali meledak. “Kau ini tolol sekali. itu justru akan membuatmu terlihat sebagai pelaku!”

Kedua alis Eunhyuk mengernyit bingung. “Bagaimana bisa?”

“Kau bilang Naomi itu Jurusan Hukum! Dan kau ingin dikenalkan dengan mahasiswi Jurusan Hukum! Astaga, itu adalah bukti kalau kau pelakunya! Hahahaha!”

Eunhyuk melongo. Kemudian…. Damn! dia baru sadar soal itu. Bicara dengan Kyuhyun soal mahasiswi Hukum dan paginya terbangun sebagai salah satu terdakwa yang meniduri mahasiswi Hukum. What a shit coincidence!

“Aku harus menemui Kyuhyun segera untuk membicarakan hal ini.” Eunhyuk mengeluarkan uang dan meletakkannya di atas meja. Kemudian berlari keluar kafe menuju terminal bus terdekat. Dia harus segera ke Universitas Sungkyungkwan.

Butuh waktu tiga puluh menit sampai akhirnya Eunhyuk tiba di halaman parkir Sungkyungkwan. Dirinya mencoba menelepon nomor ponsel Kyu, namun tak kunjung diangkat. Mungkin Kyuhyun masih mengajar di kelas. Eunhyuk memutuskan untuk menunggu Kyuhyun di mobil kodok warna ungu milik pria itu—satu-satunya mobil berwarna norak di halaman parkir kampus ini.

Saat Eunhyuk hendak mengirimi Kyuhyun pesan, tanpa sengaja mata Eunhyuk menangkap sosok Naomi baru keluar dari gedung. Gadis itu berjalan menuju gerbang kampus. Eunhyuk memperhatikan gadis itu dari kejauhan dan mengernyit sebentar, lalu memutuskan untuk berjalan mendekatinya.

“Hai, Naomi!”

Naomi berhenti melangkah dan terkejut menatap Eunhyuk.

.

.

.

.

.

.

“Paman?”

Bertemu dengan Eunhyuk dalam kondisi baju kotor dan rambut berantakan membuat Naomi salah tingkah. Terutama mata tajam Eunhyuk terus-menerus memperhatikannya.

“Aku bukan paman, hei… umurku hanya beda sepuluh tahun denganmu!”

Naomi mundur selangkah. Berusaha menutupi bajunya dengan tumpukan buku di tangan.

“Bajumu kenapa kotor?” tanya Eunhyuk bingung.

“A…” Naomi berusaha mencari-cari alasan. “Aku tadi ada pelajaran olahraga.”

“Tapi yang kau kenakan itu bukan baju olahraga, kan?”

“I-iya… tapi saat aku ingin ganti baju, bajuku yang ini malah jatuh. Jadinya kotor.”

“Begitu, ya?”

“Iya.” Naomi semakin erat mendekap tumpukan bukunya. “Paman, apa kau menunggu Profesor?”

“Ya! Sudah kubilang jangan panggil aku ‘paman’!” Eunhyuk menggaruk kepalanya yang tak gatal. “Aku memang sedang menunggu Kyuhyun.”

“Oh, kalau begitu… aku titip kunci mobil Profesor padamu. Tadi dia memberikannya padaku.” Naomi menyerahkan kunci milik Kyuhyun pada Eunhyuk.

Eunhyuk menatap Naomi dengan pandangan sulit diartikan. “Kau tahu, merengek pun, Kyuhyun tak akan memberikan kunci mobilnya padaku,” gumam Eunhyuk.

“Apa?”

“Ah, tidak.” Eunhyuk buru-buru mengalihkan pembicaraan. “Hei, bagaimana kalau aku mengantarmu pulang dengan mobil Kyuhyun? Kau belum hapal jalanan Seoul, kan?”

Naomi ingin menolak tawaran Eunhyuk. Terutama mengingat Eunhyuk adalah salah satu orang yang membuat paginya berantakan. Tapi diingat-ingat lagi, pria itu benar, Naomi memang belum mengerti seluk beluk jalanan Seoul yang seperti labirin ini.

“Sudah, jangan banyak berpikir. Ayo, ikut!” Eunhyuk menarik Naomi dan membawanya menuju mobil Kyuhyun.

Jalanan Seoul sedikit lengang siang ini. Mobil milik Kyuhyun yang dikemudian Eunhyuk melaju pelan menyusuri gedung-gedung setinggi pencakar langit. Bersama Eunhyuk nyaris sama canggungnya ketika Naomi bersama Kyuhyun. Pria yang semalam bersikap manis padanya, kini seolah tidak tahu harus mengeluarkan kata-kata apa. Suara lantunan radio lah yang menjadi pengisi keheningan diantara keduanya.

Lalu, tiba-tiba ponsel Eunhyuk berdering. Pria itu mengangkatnya dan berbicara dalam bahasa inggris yang tak Naomi mengerti. Kemudian Eunhyuk menoleh kea rah Naomi.

“Naomi, kau mau mampir sebentar ke pub ku? Ada klien dari Manhattan yang ingin bertemu denganku. Ck, padahal perjanjiannya kita akan bertemu besok. Tapi tiba-tiba saja dimajukan hari ini.” Eunhyuk menggigit-gigit bibirnya tak nyaman. Mengajak gadis yang masih berumur 20 tahun ke pub adalah hal yang amat Eunhyuk tidak suka. Meskipun dirinya host, dia punya batasan-batasan yang dipegang dengan teguh.

Tapi kali ini keadaan sungguh mendesak. Eunhyuk tidak mungkin juga menurunkan Naomi di tengah jalan seperti ini.

Naomi mengerjapkan mata sesaat. “Pub?” kata itu asing sekali di telinganya.

Eunhyuk memutar bola mata kikuk. “Hm… bar, itu maksudku.”

“Kau pemilik bar?” mata bulat Naomi berpendar kaget.

Eunhyuk mengangguk canggung. “Ya, aku pemilik bar sekaligus host-nya.”

Naomi kembali mengerjapkan mata. Refleks, tangannya semakin erat mendekap buku-buku diktat yang dibawanya. “Apakah pertemuan itu penting?”

Eunhyuk berpikir sesaat. “Ya.”

“Baiklah, aku mau mampir ke pub.” Naomi tidak tega jika harus mengacaukan urusan bisnis orang lain hanya karena masalah sepele seperti mengantarnya pulang begini. Meski sebenarnya Naomi takut, karena dia sama sekali belum pernah pergi ke pub. Bagaimana kalau banyak orang jahat disana? Alkohol, orang mabuk, ah… Naomi benar-benar pusing. “Tapi, apakah pub itu aman?” tanyanya polos.

Eunhyuk menatap Naomi sekilas. “Aku bisa memastikannya aman untukmu, Naomi. Aku janji.”

Naomi menganggukkan kepala. Dia memperhatikan jalanan Seoul dari jendela mobil. Naomi tidak tahu kemana mereka pergi, ketika tahu-tahu mobil telah berhenti di depan sebuah bangunan bata besar yang tampak elegan.

Eunhyuk turun duluan dan membukakan pintu untuk Naomi. Lalu membimbing gadis itu masuk ke dalam pub. Keadaan pub di siang hari masih sepi, hanya ada beberapa pelayan yang membersihkan lantai dan kaca-kaca ruangan.

“Tunggu disini dulu,” ujar Eunhyuk mengkodekan Naomi untuk berdiri dekat meja kasir. Kemudian pria itu masuk ke dalam lorong kecil di samping pintu yang tampak gelap dari posisi Naomi berdiri sekarang.

Naomi memperhatikan sekeliling pub. Tidak terlalu mengerikan seperti yang ada di pikirannya. Beberapa pelayan menyapanya ramah dan mengajaknya mengobrol, juga menawarinya minum. Untuk yang terakhir, Naomi menolaknya dengan halus. Dia tidak ingin mabuk di siang bolong.

Tiba-tiba pintu kafe terbuka. Dua orang pria mengenakan coat hitam masuk dan memandang kesekeliling. Pria-pria itu berumur sekitar empat puluh tahun. Salah seorang pria menghampiri Naomi dan memandangnya dari atas hingga bawah.

“Sediakan kami minuman paling mahal disini,” ujar pria itu.

“Ah, maaf aku bukan…”

“Wow, kau cantik sekali. Setelah mengantar minuman, kau harus duduk bersama kami, ya.” Pria satunya lagi ikut menghampiri Naomi dan mengelus pipinya.

Naomi refleks menjauh. Membuat kedua pria itu saling berpandangan bingung.

“Hei, apa kau pelayan baru?” pria itu tertawa. “Bosmu pasti belum memberitahu bagaimana cara melayani pelanggan, iya kan?”

Kedua pria itu memojokkan Naomi. Saat itu tidak ada pelayan lain di ruangan ini.

Tubuh Naomi langsung menegang ketakutan. Dia harus kabur dari tempat ini sekarang juga.

“Ma-maaf… tapi aku…” Naomi berbalik hendak pergi, tapi tangannya ditahan oleh salah seorang pria.

“Hei! Kau harus menemani kami!”

Naomi menepis tangan pria itu dan berlari masuk ke dalam lorong kecil di samping pintu. Sementara kedua pria di belakangnya ikut mengejar Naomi dan berteriak menyuruhnya kembali. Naomi menggelengkan kepala, dia harus menemui Eunhyuk dan meminta pria itu mengantarnya pulang. Atau paling tidak menunjukkan jalan pulang. Naomi tidak tahan jika harus berlama-lama di pub dengan dua pria aneh di depan sana.

Naomi menemukan pintu kecil di sisi kanan lorong dan langsung masuk ke dalamnya. Ini adalah satu-satunya pintu di lorong ini, jadi kemungkinan Eunhyuk ada di sini. Langsung saja Naomi memutar kenop pintu dan masuk ke dalamnya.

“Paman Eunhyuk, aku…” Naomi terkejut melihat pemandangan di depannya. Eunhyuk dalam keadaan shirtless sedang berdiri membelakanginya, tengah membuka salah satu loker pegawai.

Eunhyuk berbalik dan terdiam melihat kehadiran Naomi.

“Ma-maaf.. aku tidak tahu ini ruang ganti…” Naomi menundukkan kepala.

“Kalau begitu, keluarlah sekarang,” ujar Eunhyuk datar.

Naomi memandang kea rah kenop pintu, teringat pada dua pria aneh di depan. Kepalanya langsung menggeleng kencang-kencang. “Aku tidak mau keluar…”

Eunhyuk menutup pintu loker dan berbalik. Otomatis Naomi langsung memejamkan mata. Dia tidak sanggup melihat kondisi shitless Eunhyuk sekarang. Naomi merasakan Eunhyuk berjalan mendekat lalu berhenti persis di depannya. Aroma maskulin menyeruak masuk ke indera penciuman Naomi. Gadis itu bahkan bisa merasakan napas Eunhyuk mengenai wajahnya.

“Buka matamu.”

“Tidak.”

“Buka, sekarang.”

Naomi membuka matanya takut-takut. Tubuh Eunhyuk benar-benar dekat dengannya. Naomi bisa melihat bagaimana otot-otot pria itu tampak begitu … tidak, apa yang tengah dipikirkannya?!

“Keluarlah, sekarang,” perintah Eunhyuk.

Naomi menggelengkan kepala.

Eunhyuk seolah mengurung Naomi, memojokkannya. Menatap kedua mata gadis itu lekat-lekat. “Aku hitung sampai tiga, kalau kau tidak keluar aku akan melakukan sesuatu yang buruk padamu.”

Naomi tersentak, tapi kemudian dirinya tetap menggelengkan kepala. “Aku tidak mau keluar,” rengeknya.

“Satu…”

Naomi bergeming.

“Dua…”

“Aku… tidak… mau…”

“…Tiga.”

Naomi merasakan poni Eunhyuk menyentuh keningnya. Deru napas Eunhyuk menerpa pipinya, kedua tangan Eunhyuk menyandar di pintu dan membuat Naomi semakin tersudut.

Naomi bisa memastikan seluruh bulu kuduknya berdiri sekarang. Terutama, ketika bibir tipis Eunhyuk berbisik pelan di dekat telinganya,

“Demi Tuhan, Naomi… kau benar-benar merusak idealismeku sebagai seorang pria.”

.

.

.

.

.

.

To be continued.

pertama, aku mau minta maaf utk part 3 yang lama banget nge postnya

soalnya bener-bener sibuk

dan… well, apa kalian sudah bisa menebak cerita ini mau dibawa kemana? mau dibawa kemanaaaaaa~~ *nyanyi*

komen dan kritik amat ditunggu

smile,

sophie maya

50 thoughts on “Don’t Trust The Liar in Apartement 13 (Part 3)

  1. The culprit is…. ‘tangtangtangtaaaang’ Sophie Maya?
    Ralat.. Generasi 13 September itu menurutku Kyuhyun’s funny story… kocaaaakkkk!! Kembalikan Cho Kyu ke Kerajaan Samudera Pasai!!!! Kkkkk…
    Waaah… last part of Hyuk is AAWW.. insyaf Hyuk.. anak kecil itu.. but, ngebayangin Hyuk shirtless itu.. jd pengen nyanyi Your body is a wonderland….
    Edisi Sherlock Holmes to be con.. cuuss next part.. swiiiiing…!

    • hahahahahaha
      parah insyaf insyaf
      huhaaaahhhh si eunhyuk mmg hot bgt yaaaa
      aku pas ngetik adegan itu juga sambil kipas2
      aaaa what the kalo aku di posisi naomi beneran? aaa bunuh hayati aja baaang~~~

      eh betewe bru tau loh kamu belum baca ff yg ini
      tak kirain udah
      habis sampahmu kan tercecer di blog ini tak terhitung banyaknya -_-

      • Ini ceritanya aku udah nunggu2 ff ini sejak keluar trailernya.. eeh.. entah kamunya kelamaan nongolin part 1 ato akunya kesibukan.. tau2 nih ff udh nyampe part berapa gitu.. /ato saat itu akunya lg selingkuh ama adek2 exo ya?/ jadinya malah ga baca..
        Tapi -akhirnya- baca juga saya hahaha.. untung saya baca.. jd kalo kamu mention2 nama Naomi si anak kecil ini, paling engga saya ngeh laah.. yg itu looh.. xD

  2. em… awalnya liat rating sedikit atut buat baca, soalnya aku baru pas 17. dan belom pernah baca yang rada” (sok polos)
    tapi berani’in aja baca ff ini… dan setelah baca keseluruhan,…. ceritanya ga parah,… menurutku aman2 saja. PG 19nya yg mana ya kak? apa yang bagian eunhyuk itu…. wkwkwwkwk

    btw, bagian awal2 ff ini alias prolognya itu…entah kenapa bikin aku ingat sama drama korea gentleman.D yang isinya persahabatan para ahjussi yang kece. bedanya ada si sophie disini, yg satu2nya bukan ahjussi tapi ahjumma.

    lanjut ke next part ka~

  3. Demi andika kangen band yang udah potong rambut…itu kenapa Mrs. Park nyeletuk ‘karung goni’ ditengah-tengah seriusnya gue mengamati kisah tragis kyuhyun…
    Kebawahnya apalagi!!! Parah ngakak cantik hahaha
    Kyuhyun ya yang nidurin naomi? Iya deh ga apa-apa kyuhyun ajahlah😄

  4. Jiahahahha…
    Lucu bgt sih si Sophie-Yesung ini,

    dan si Eric bukannya dtg ke pestanya Mereka?
    Kog bisa gak ngenalin suara Sophie?

    Eum, harusnya naomi minta tolong ya sm pamannya buat mintain kaset TVXQ,,
    hmm,,,
    makin penasaran, lanjut part 4!

  5. ngebayangin gimana si jangkung kyu make tu mobil kodok xD warna ungu lagi lol apalagi kalo yang make eunhyuk hahahahaha lol
    ngga tau thor, ngga tau mau dibawa kemana nih cerita-_- ff mu selalu bikin saya penasaran :v secepatnya lanjutin ni ff ya :3

  6. kekekekekkkk.. si i unyuk mengerikan. parah..
    ya amplop. tuh cowok bs ya kelewat pd. karena ini ff , boleh dong tersepona (lagii) dengannya. kalau di dunia nyata? woahh. bisa pingsan denger napasnya menghembus *parno

    • buaaaahhhahahaa liat komenmu mendadak aku jadi ngebayangin eunhyuk beneran ngelakuin hal itu di depan aku
      semoga aja pas saat itu datang, dia ga habis makan pete
      …. *krik*

      abaikan
      hahahaa

      tungguin aja ya next part ny

  7. ohhhh eonnnn sophieeeee apa ???? yesung udah tidur ama sophie ???? maksudnyaaaaa apa???? jelaskan sekarang! ahahaha kok ini malah keinget ff nista diary yesung ya /plak/
    daebak banget,,,, tapi kok curiga ke eunhyuk yeeee berhubung mukanya yadong /?/
    okeh gak bisa komen apapun lagi… paling request part selanjutnya lebiiiiiiiiiiiiiiiiih jelas dan CEPAT <ngek

  8. Waww o.O

    Hai haii reader br imnida(?)
    Enth gmna aku tiba2 trdampar(?) dsini.. iseng baca ff in krn judulnya mnrik prhtian..dan trnyata ff in seru bingitt xD
    yg awalnya it lucu bgt xD jd mrk(yesung,sophie,eunhyuk & kyuhyun) adlh tmn sjk kcil. dg tgl ulgthn yg sama xD
    Pnsran dgn ap yg terjdi dg naomi.. emg mlm sblmnya ad apa? koq pd g ingt ap yg trjdi? ._.
    Kayknya msti bca dr awal.-. *oke capcus kepart 1

  9. Jgn bilang ini sex harrashment lg…😀
    Kasian si naomi nya soph…
    Tp aq pengen dia sm eunhyuk deh soph…
    Hahahaha…
    Ga tau knp aq bnr2 suka eunhyuk dipasangin sm cwe manapun.
    Karena menurut otakku, cowok jelek itu biasanya manly. *plakk*
    Dan cm cowok manly yg bs jagain cwe dgn baik.
    Dan krn eunhyuk itu jelek *dibakar*, jd Naomi sm eunhyuk aja ya…
    Dia ga cocok sm kyuhyun.
    Kyu cocoknya sm aku soph…😀
    Terus si yesung jg ga cocok sm naomi.
    Dia kan udah meniduri(mu) sophie maya… *plakk*
    Yesung udah pas sm sophie. Ga bs diganggu gugat.

    • Buakakakakkk
      Para eunhyuk jelek
      Jadinya manly xD xD lol aq ngakak bca komenmu onnieee
      Hmmm kita liat aja deh nnti naomi jdnya gmn
      Saranku jgn trll brhrp dg cerita ini
      Kyknya semuanya nista
      Kalo tiba2 naomi mlh jadian ama gd… itu bs jd hahahaha

  10. baca bagian awal na ketawa ngakak gitu…
    kyu lebay amat, norak lagi selera na. ngebet banget makan kue tart pake baju spiderman
    eh…lanjut ke bawah mulai mikir sebener na apa yang terjadi
    ini beneran naomi na udah ga perawan apa cuma karena moment na yang salah ya??
    penasaran nich soph..

  11. berpikir keras kira-kira apa yang sebenarnya terjadi malam itu di apartemen Kyu.
    eh tapi waktu semalam itu emang s sophie lagi ga ada disana ya? atau sophie juga sama sekali ga ingat apapun?
    lalu kemana si mia narafa? agak curiga sama dia nih :p

    • iyaaa ada sophie
      oh kamu udah baca prolog belum?
      sophie itu punya penyakit amnesia di pagi hari…
      mia narafa?hm… liat besok deh, part besok lebih caos kok
      mgkn di part itu kamu udah bisa nebak siapa pelakunya haha

  12. Halo sophie
    Long time no see
    I actually feels hot when read this chapter
    Oh my god,this story so good also so sexy
    Your writing skills are grow up
    Yeah i know at first you are good author
    But now youre really a brilliant author
    Never feel bored read your stories

    Daebak
    Keep writing, gurl

  13. Eonni, sumpah lama banget ngepost iniii huhu aku pas baca jadi rada” lupa sama ceritanya, untunglah bisa nginget” lagi hehehe
    Mau dibawa ke mana cerita iniii oh tidak jangan bilang mau ada NC nya. Bagian akhirnya menjurus tuuh
    Kira” siapa ya pelakunya? Entah knapa feeling aku berkata Kyu pelakunya HAHAHAH KAN KYU SETAN hihi
    Next part ya eon! Fighting!

    • iya memang saeng

      soalnya aku magang
      jadinya aku sibuk banget
      ini kebetulan udah selesai magang
      hm… pada mikir NC ya? kita liat besok aja deh ya buahahahahaha
      no spoiler!
      dan kita liat pelakunya kyu atau bukan xD

  14. prolognya asyik banget. untung kamu nggak sisipin mistis di prolognya. secara tanggal 13 September biasana dikaitin ama mistis. #halah
    aku belum bisa nebak siapa yang udah tidur ama Naomi. ato jangan-jangan malah sophie yang tidur ama Naomi? secara Sophie kan absurd. #ditendang
    Soph… ga ada ensi kan? hahaha
    secara aku lagi menghindari baca ff ensi. #lol
    apalagi pas penutup part 3 ini… kesanna mau menjurus ke ensi. hahaha

  15. Onnie aku datang lagiii
    Kayaknya setelah habis demam why why why dgn sgala karakternya yg unik2, onnie ga hbis ide juga bikin crita dgn karakter keren kyk gini
    Naomi yg polos dan kekanak2an
    Kyuhyun maha sempurna, galak, tapi care
    Yesung si tuan tanah nan kaya raya *aku maudaftar jd istrinya donggg*
    Eunhyuk playboy bermuka jamban *LOL*
    Sophie yang dewasa, keibuan, tapi pelit

    Kocak bener kocak,..
    Hmm sebenarnya part ini agak serius, tapi ga tahu, efek prolognya yang lawak bgt, aku malah ketawa2 mulu baca bagian selanjut2nya.

    Kalau feelingku sih, eunhyuk g slah… antara yesung dan kyu.
    Eunhyuk kan udh ada jihyo *msh kebawa efek why why why*
    Pokoknya apapun yg trjd aq sk bgt sma ff ini
    Onnie cpet lanjutin ff nya ya
    Semangat semangat

    • halo halo halo
      welcome back
      hahaha asek banget tu demam why why why
      makasih ya udah dilbilang karakternya keren
      aku tahu, yang paling keren diantara semua karakter itu pasti… sophie maya! iya kan? iya dehhh *towe; towel* xD

      hmmm sebenarnya mmg bener katamu,part ini mmg part paling serius, tapi ternyata kalian menganggapnya sebagai lawakan! hah! dasarrrr

      hm… kita liat nanti benarkh tebakanmu itu kekeke

  16. Ceritanya lucu bangeeeeettt and sweet and sexy in same time
    Suka bagian masa kecil keempat sahabat itu
    Konyol dan ngegemesin
    Suka juga sama sifat galak tapi perhatian kyu, sifat yesung yg berasa lebih dewasa aja disini, dan eunhyuk yg so sexy

    Apalagi adegan terkhir itu loohhh
    Pas eunyuk blg

    “Demi Tuhan, Naomi… kau benar-benar merusak idealismeku sebagai seorang pria.”

    Aku ngebayangin eunhyuk shirtless dan ngomong gitu di depanku, rasa2nya lututku bs lemas.

    Blm bs nebak ini siapa yg bohong
    Penasaran bgt
    Lanjuttt

  17. Oh ini gila! Aku selalu suka diawal ceritanya. Lawak gila. Kyuhyun sad story bgt itu😄 tart setinggi 7 lapis itu gak mungkin lah diabisin sendiri😄 ini bener2 lawak. Ahjussi nya itu lucu loh! Jd Yesung udah pernah tidurin Sophie? o.O envy masa liat sophie begituan ama Yesung :< astaga Kyuhyun baik banget ya :3 Itu trakhirnya gmn si Hyuk sm Naomi?

    Yosh aku tunggu lanjutannya! ^^

    • buahahahaha heeeehhhh!! kyuhyun SIDE story
      not SAD story
      klo kyhyun tau, dia bisa ngmbek lohh hahahaha

      loh kan emang mereka tunangan so… mereka…. *calm face*
      xDDD

      hmm gimana yaa? ayo,,,, tebak apa yng bakal terjadi

      doain kelanjutannya cepet yaa

  18. yay!!i’m the 1st!!
    akhirny terbit jg nih,udh nungguin lama bgt
    duh sophie eon g tw knp prologny bikin aq ngakak..HAHAHAAA….astaga eon, my ultimate bias, kyu oppa d nistain abis2an.kasian dia ultah sama spt sahabat absurd ny..bnr2 deh nasibny apes..
    ok.back to story,udh mulai nih konflikny.antara kyu,yesung,ma eunhyuk saling bantah2an soal siapa yg nidurin naomi.blm ad clue yg jelas nih siapa pelakuny.diantara mrk ber3 emg berpeluang sih,klo menurutku mrk ber3 nyembunyin sst deh.
    ntr bkl terkuak rahasiany satu per satu d next part

    • yeayyy chukkae 1st!!!!
      iya ni emang lama banget
      soalnya aku sibuk magang kemarin
      ga sempet nulis ff siii
      ini doalin aja aku masih bisa nulis ff lagi hiihihi
      aku usahain besok2 update annya cepet

      aku senang anget kyu nista di sini
      sumpaaaahh seneng banget malaaaahhh hahahaha

      iya dong, ini emang konfliknya
      aku sengaja ga bikin trllu terburu2 soalnya ini ff bakal easy banget deh… bisa dibaca kapan aja dan ga terlalu berat gitu hahaha

      hmmm nyembunyiin sesuatu ga ya?
      kita liat next part deh xD
      makasih loh udah baca

Just talking...

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s