Don’t Trust The Liar in Apartement 13 (Part 2)

Author : Sophie Maya

Title     : Don’t Trust The Liar in Apartement 13 (Part 2)

Cast     : Yesung, Eunhyuk, Kyuhyun, and

Support Cast: Sophie Maya (-_-), and another member Super Junior

Genre  : comedy? Are you sure? Eum… Im not sure…

Rated  : PG-19+

Length: chaptered

Type    : ?

Summary         : Kim, Lee, Cho… siapa diantara kalian yang berbohong padaku?!

Aparment_door_eco123

Disclaimer       : this story is MINE.

Warning          : many SARA, discrimination, violance, sex harassment in here. So, before you read, I just wanna say… im not sorry :p

.

.

.

.

.

.

Putri Sophie dan Tiga Ksatria Pipis

[Yesung sad side story]

Manusia tidak pernah tahu kapan dia akan bertemu dengan orang yang nyaris mengubah delapan puluh tujuh persen hidup normalnya.

Kehidupankuah, tidak…, kehidupan kami bertiga maksudku—berubah total pada musim semi dua puluh empat tahun lalu. Perubahan yang sepele dan cenderung memalukan—kusebut begitu karena perubahan itu terjadi akibat satu gadis bermata bulan sabit yang bertemu dengan satu bocah polos nan misterius, satu bocah gembul nan cengeng, dan satu bocah pirang sok tahu.

“Bibi baru pindah ke apartemen 34 kemarin lusa. Kalian juga tinggal di apartemen ini?”

Mrs.Deborah memandangku dengan senyum manis di bibirnya, lalu memandang kedua temanku dengan senyum yang sama. Kami bertiga menghampiri Mrs.Deborah setelah bola yang ditendangku meleset jauh dari gang, bola itu justru menggelinding ke dekat kereta bayi berwarna merah muda dengan motif polkadot.

“Ya, kami tinggal di sini, Bibi…” ujar bocah pirang sok tahu, yang harus kusebut dirinya sebagai Eunhyuk. Si kapten bola yang doyan menyibakkan poninya dalam situasi kapan pun dan dimana pun.

“Dia tinggal di apartemen 42, aku di apartemen 55, dan si kepala besar ini di apartemen 11.” Bocah gembul di sampingku menjelaskan sambil menjilat lollipop di tangannya. Namanya Kyuhyun, panggilannya “si gembul” atau “tong sampah”, karena dia seperti tong yang mampu melahap segala jenis makanan tanpa pilih-pilih (dan aku yakin Kyuhyun juga pernah makan sampah, yeah… who knows? -_-) “Kami teman satu sekolah, satu kelas, dan satu deret barisan.”

Aku mengangguk lagi.

God, kalian benar-benar imut.” Mrs.Deborah tersenyum. “Ah, boleh kutitip anakku sebentar? Aku ingin membeli roti di sana, sepertinya Sophie kelaparan. Maukah?”

“Tentu saja kami mau, Bibi. Untuk wanita secantik anda, apapun kami lakukan,” ujar Eunhyuk menyibakkan rambutnya.

Aku dan Kyuhyun kompak saling lirik dengan wajah mau muntah. Apa ada yang lupa kujabarkan tentang Eunhyuk? Selain kapten bola dan senang menyibakkan rambut, Eunhyuk juga sudah punya DNA playboy bahkan sejak umur 9 bulan.

“Astaga, kau pintar sekali bicara.” Mrs.Deborah tersenyum. “Aku titip Sophie pada kalian, ya…” Mrs.Deborah beranjak meninggalkan kami.

Setelah itu Kyuhyun menatap sinis Eunhyuk dan mulutnya berkomat-kamit, “ kau ini… kau bilang kita mau main bola, kenapa jadinya harus menjaga bayi?”

“Ssst… diamlah! Aku yang tertua disini! Kalian berdua masih kecil dan tidak tahu apa-apa tentang kejamnya dunia. Apa kalian tidak merasa kasihan? Bibi tadi ingin membelikan roti untuk anaknya. Dan astaga… lihat, anaknya cantik sekali!” Eunhyuk melongokkan kepala ke dalam kereta, memandang bayi kecil yang sedari tadi menatap kami bertiga dengan mata seperti bulat sabit.

Harus kuakui, bayi berusia sekitar satu tahun itu menggemaskan. Dia tersenyum, membuat gusi merah mudanya terlihat, pipinya bulat seperti boneka susan, dan kulitnya halus sekali seperti boneka beruang.

“Sophie… Sophie… Sophie… you’re so cute…,” nyanyi Eunhyuk.

Kyuhyun bergumam pelan sambil menjilat lollipop,, kedua bola matanya membulat besar. “Wah, dia menggemaskan.”

Aku ikut memandang bayi itu, setuju dengan pendapat Kyuhyun.

Tapi tiba-tiba bayi itu menangis, keras sekali. kedua kaki gempalnya menghentak-hentak dinidng kereta hingga bergoyang-goyang. Aku dan Kyuhyun sontak terlonjak dan saling pandang bingung, campur ketakutan yang pasti. Kenapa bayi itu menangis? Kenapa? Apa ada sesuatu yang membuatnya terkena kontroversi hati di usia satu tahun? (-_-)

“Serahkan hal ini padaku…” kata Eunhyuk sambil mencoba menggendong Sophie. “Kalian tahu, aku sangat berpengalaman dalam hal ini. Jika bayi menangis di depan makhluk tampan sepertiku, itu tandanya dia ingin digendong…—oleh sang makhluk tampan.”

“Benarkah?” tanyaku sangsi. Setahuku tidak pernah ada bayi yang menangis karena hal itu, dan demi langit gonjang ganjing, wajah Eunhyuk jauh sekali dari garis standar “tampan” (-_-).

“Benar,” yakin Eunhyuk.

“Kurasa sebaiknya jangan menggendong Sophie, kalo dia tambah nangis bagaimana?”

Eunhyuk menggeleng, bayi Sophie sudah ditangannya dan kini diangkat tinggi-tinggi. Ajaibnya, Sophie malah berhenti menangis. Aku dan Kyuhyun mendekat dengan takjub. Eunhyuk berpaling menatap kami dengan tatapan penuh kemenangan. “Lihat, dia justru berhenti menangis. Sudah kubilang, dia menangis karena melihat makhluk tampan—“

Tahu-tahu, cairan bening merembes dari celana bayi itu dan membasahi wajah Eunhyuk. Cairan itu juga mengenai lolipop milik Kyuhyun dan sedikit rambutku.

“Lolipopku!!!” lolong Kyuhyun nanar. Dia meratapi nasib lolipopnya yang telah ternodai. “Aku benci kau, Hyung! Aku benci kau! Kau membuat lollipop tercintaku terkena pipis! Aku benci kauu!!!”

Kyuhyun mendorong tubuh Eunhyuk lalu berlari meninggalkan kami berdua sambil menangis dramatis. Eunhyuk mengusap wajahnya dengan jijik, bersumpah serapah saat menaruh Sophie itu kembali ke keranjang.

Beberapa anak datang menghampiri kami dan meledek tubuh kami berdua yang bau sekali. Suara tawa mengejek membuat telingaku benar-benar merah.

Aku menatap gamang ke arah Sophie yang sekarang tertawa-tawa dengan polosnya, sebagian bajuku bau pesing, benar-benar menyengat, sementara sang pelaku terlihat amat sangat bahagia. Bahagia sekali…. setelah mengencingi kami…

“Sudah kubilang Eunhyuk Hyung, ini bukan masalah ketampanan. Sama sekali bukan…—ah, dan satu lagi, Hyung… percayalah, kau sama sekali tidak tampan.”

Setelah hari ini, aku mulai tahu kalau bayi yang mengencingi kami itu akan menjadi salah satu bagian terpenting dari perubahan kehidupan kami.

Dan terutama, bagi kehidupanku.

.

.

.

.

.

.

tumblr_m8hx80zEAO1rwhsino1_500

Don’t Trust The Liar in Apartement 13 (Part 2)

Kyuhyun meletakkan bolpoin hitam dengan ukiran keemasan diatas tumpukan map-map berwarna oranye. Sebuah helaan napas keluar dari bibir tebalnya, diiringi dengan satu gerakan untuk merenggangkan otot-otot lehernya yang kaku. Di depannya, gadis berambut pirang jagung duduk dengan posisi siap maju ke medan perang. Mulutnya terkatup rapat dan pandangan matanya tajam menghujam Kyuhyun.

“Anda tidak bisa berbuat begini pada saya, Profesor.” Gadis itu mengeluarkan sebuah kalimat dengan nada dingin. “Ini sudah revisi kesepuluh kalinya, dan anda masih saja mencorat-coret tesis saya. Ini tesis, Profesor…, bukan buku gambar yang bisa dicoret sesuka hati.”

Kyuhyun memajukan tubuhnya dan memandang gadis di depannya lekat-lekat. “Grammar-mu masih salah, dan kamu masih belum fokus…”

“Anda selalu mengeluarkan alasan yang sama,” ujar gadis itu. “Anda tidak memberitahu mana yang benar dan hanya mengkritik, apa seperti itu pekerjaan anda?”

Gadis ini adalah salah satu mahasiswa keras kepala yang dimiliki Kyuhyun. Gadis yang tidak pernah terima dengan kesalahan. Gadis yang selalu mengkritik balik orang yang mengomentari pekerjaannya.

“Mia Narafa… kau harus tahu siapa yang lebih berpengalaman di sini.”

“Ya, aku tahu. Anda lebih berpengalaman, anda professor dan saya hanya mahasiswa.” Gadis itu, Mia Narafa, melipat kedua tangan di depan dada. “Tapi anda juga tahu, Prof… saya mengerjakan tesis ini hampir dua tahun dan selalu disuruh revisi. Jika saya tidak lulus S2 tahun ini, mau tidak mau saya harus angkat kaki dari Sungkyungkwan dan memilih ikut audisi SM Entertainment. Anda tahu, saya muak kuliah disini dan itu karena anda. Dan saya yakin saya masih cukup muda dan cukup cantik untuk bisa meluluhkan juri audisi.”

Kyuhyun menarik napas untuk kesekian kali. Kadang Kyuhyun berpikir dia terlalu memberikan hak demokrasi pada seluruh muridnya untuk bebas menyatakan pendapatnya. Akibatnya, lima dari tujuh muridnya selalu bersikap blak-blakkan padanya.

“Jadi… kau ingin melamar jadi anggota girlband di SM Entertainment jika aku tidak meluluskanmu tahun ini?” tanya Kyuhyun sambil mengambil kembali bolpoin hitamnya dan merobek selembar kertas, lalu jemarinya sibuk mencorat-coret kertas tersebut.

“Ya, tentu saja, Profesor. Pacarku selalu menawariku ikut audisi di agensinya, dia bilang aku punya bakat jadi idol. Tapi demi Tuhan, aku tidak akan satu agensi dengannya, itu akan membuatku harus bersikap hormat terus padanya dan aku benci hal itu. Jadi satu-satunya cara adalah, ikut audisi SM Entertainment. Mereka tidak buruk- buruk amat, kecuali… yah, kecuali satu boyband binaan mereka—Super Junior—jangan kau tanyakan kenapa, Profesor. Yang pasti, aku sebal sekali dengan maknae boyband itu.”

Kyuhyun melirik Mia sebentar dan mengangguk. “Setahuku, nama maknae Super Junior itu sama persis dengan namaku.”

“Ya, itu benar, Profesor. Sepertinya hidupku selalu dikelilingi orang-orang bernama ‘Kyuhyun’ dan lantas bermasalah dengan mereka,” sahut Mia ringan.

Kyuhyun terkekeh. Sebenarnya Kyuhyun kagum dengan sikap blak-blakan Mia yang benar-benar selalu kelewat batas, tapi justru itu yang membuat gadis itu mencolok diantara murid-murid Jurusan Hukum lainnya. Kyuhyun yakin jika gadis itu adalah pengacara, bisa jadi bukannya membela terdakwa, tapi malah mengata-ngatainya di depan meja hijau. Sepertinya menarik juga jika ada seseorang seperti Mia di dunia hukum.

Kyuhyun menarik bolpoin menjauh dari kertas, lalu menatap Mia. “Baiklah kalau begitu, ambil kertas ini sekarang…” tunjuk Kyuhyun ke arah kertas yang baru ditulisinya. Mia menuruti perkataan Kyuhyun.

“Ini apa, Profesor?” tanyanya bingung.

“Alamat gedung SM Entertainment yang baru dan nomor humas mereka yang biasanya jadi panitia audisi. Kau bisa datang ke sana dua bulan lagi, saat itu mereka pasti sedang mengadakan audisi musim semi. Kau juga bisa menghubungi humas itu dan bilang saja ingin mendaftar lebih awal, bilang saja Cho Kyuhyun dosen Sungkyungkwan yang merekomendasikanmu, dengan begitu mereka pasti langsung memasukkanmu ke daftar peserta,” ujar Kyuhyun.

Mia melongo menatap Kyuhyun. Nyaris tak percaya dosennya justru memberikan alamat SM Entertainment dan nomor humasnya. Oke, oke, Mia tahu dosennya satu ini memang “beda” dibanding dosen-dosen Sungkyungkwan lainnya. Kyuhyun tegas, disiplin, tapi selalu easy going saat diajak diskusi atau bicara mengenai masalah apapun. Kyuhyun galak tapi dia selalu dua langkah lebih care pada mahasiswanya dibanding dosen lain, meski dengan cara aneh dan unik. Itu yang menjadikan Kyuhyun dosen favorit di Sungkyungkwan. Dosen Maha Sempurna—itu julukan anak-anak padanya.

Mia mengerjapkan mata. “Kau… menyuruhku audisi SM Entertainment…?”

“Kau yang bilang ingin audisi disana,” kata Kyuhyun.

“Ya, itu memang benar, Profesor… tapi… kau bukannya menyuruhku merevisi tesisku lagi?”

“Kau lakukan revisi dan kau juga ikut audisi. Kita lihat bagaimana hasilnya. Apakah kau keterima di SM Entertainment duluan, atau malah lulus S2 duluan.”

Well…” Mia menarik napas panjang, masih bingung dengan jalan pikiran Kyuhyun, tapi tantangan dari dosennya cukup membuatnya bersemangat. “Baiklah, aku akan coba audisi dan kembali revisi tesis, dan aku juga ingin melihat apakah nantinya aku akan jadi hoobae dari Cho Kyuhyun Super Junior, atau malah jadi mantan mahasiswanya Cho Kyuhyun dosen Sungkyungkwan.”

Mia menunjukkan cengirannya, memasukkan kertas itu dan berkas-berkas tesis yang dibawanya, lalu pamit keluar ruangan dengan langkah jauh lebih bersemangat. Diam-diam Kyuhyun tersenyum melihat perangai mahasiswanya itu. Kyuhyun kembali menekuni map-map di atas mejanya ketika suara ketukan pintu kembali terdengar, seseorang dari bagian Tata Usaha datang dengan wajah sedikit bingung dan gerakan linglung.

“Profesor Kyuhyun, ada telepon dari pihak apartemenmu… kau disuruh ke ruang TU sekarang untuk menerima telepon mereka,” kata orang itu. “Apa ada sesuatu yang buruk terjadi di apartemenmu? Sampai-sampai orang apartemen meneleponmu?”

Kyuhyun berpikir sesaat, mengingat-ingat apakah dia sudah membayar tunggakan apartemen dan tagihan iuran gym selama setahun. Dan mengingat betapa rajinnya dia dalam urusan keuangan meski hidup satu apartemen dengan sejumput makhluk pirang super pelit bernama Eunhyuk—dia selalu membayar hal-hal seperti itu tepat waktu.

“Sebenarnya tidak—“ mendadak Kyuhyun teringat sesuatu, dan bibirnya menyunggingkan senyum lebar. “Tapi aku tahu pasti kenapa mereka meneleponku.”

.

.

.

.

.

.

Yesung baru meletakkan koper bawaannya di depan pintu apartemen yang masih tertutup, ketika terdengar derap langkah kaki mendekat. Sophie yang sedang menelepon langsung menutup flip ponsel dan menyipitkan mata, begitu melihat siapa yang datang, gadis itu langsung tersenyum lebar dan berteriak kencang.

“Cho Gembul!!!”

Kyuhyun sampai dengan rambut sedikit berantakan dan napas ngos-ngosan, tapi pemuda itu tertawa lebar dan langsung memeluk Sophie serta Yesung erat-erat.

“Aku langsung bisa menebak siapa orang pelit yang hanya mau menghabiskan pulsa staf apartemen untuk menghubungi teman dibanding memakai pulsanya sendiri! Sial kalian!” umpat Kyuhyun gemas. “Dan kau… sampai kapan kau mau memanggilku’gembul’? Bahkan setelah perutku kotak-kotak seperti nasi kotak, kau masih saja tidak mengakui betapa maskulinnya lekuk tubuhku, heh?” Kyuhyun menatap Sophie lalu menoyor kepala gadis itu. “Im Cho Kyuhyun… damn it for Cho Gembul!” tukasnya.

Sophie tertawa lebar. “Gembul, lidahku tidak bisa diajak kompromi soal namamu. Sudahlah, kubilang hentikan saja kegiatan menghabiskan waktu tiga jam untuk berlari di treadmill demi untuk mengubah nama panggilan manismu itu.”

Kyuhyun menggeleng-geleng kepala. “Manis? Are you kidding me?”

“Ya! Manhattan!!” Sophie kembali berteriak saat melihat pria berambut pirang dengan setelan rapi melenggang bak peragawan mendekati mereka. Eunhyuk menyibakkan rambut dan melepas kacamata hitam yang tadinya bertengger menutupi sebagian besar wajahnya. Dia berdada dada ria seolah ada banyak kamera menyoroti ketampannya—yang sebenarnya dibawah batas standar itu (-_-)

Yesung dan Kyuhyun ikut menoleh dan kompak menggeleng-geleng kepala melihat Eunhyuk berhenti sebentar untuk menyapa—tepatnya menggoda—cleaning service yang baru keluar dari salah satu apartemen.

“Kalian kapan tiba di Korea?” sapa Eunhyuk setelah selesai memberikan tip dan mungkin nomor ponselnya ke sang cleaning service.

“Kau kapan tobat?” tanya Sophie malas. “Apa kau sudah meniduri cleaning service itu?” ujarnya lagi.

Eunhyuk menggeleng-geleng dengan ekspresi slow motion yang sengaja sekali dibuat-buat, membuat Yesung sontak mengalihkan pandangn kea rah perut kotak-kotak Kyuhyun—dan langsung menyesal… ngapain dia ngelihatin perut “nasi kotak”-nya Kyuhyun?! Kurang kerjaan… (-_-)

Princess…, kau jangan begitu… dia itu cleaning service baru di apartemen ini. Aku sekedar memberi salam sebagai tanda persahabatan,” ujar Eunhyuk sambil mengibaskan poninya-yang-diakui-mirip-Justin-Bieber-padahal-lebih-mirip-Andhika-Kangen-Band.

“Memberi salam dan memberi nomor ponselmu? Taruhan, besok paling kau sudah menidurinya,” celetuk Sophie blak-blakan.

“Kau berbaik sangka sekali, Princess…” cengir Eunhyuk.

Yuck, berhenti memanggilku ‘Princess’ atau kubuat kau tidak bisa tidur lagi dengan wanita manapun!” umpat Sophie.

Eunhyuk malah tertawa-tawa dan merangkul pundak Sophie. “Selama kau tetap memanggilku ‘Manhattan’, dan memanggil pria perut kotak-kotak ini ‘Gembul’, selama itu aku akan memanggilmu ‘Princess’. Princess… Princess… Princess… cess… cess… cess…” Eunhyuk sengaja mendekatkan bibirnya ke telinga Sophie dan terus mengucapkan kata “Princess” berulang-ulang sembari memberi efek gaung yang gagal total.

Yesung dan Kyuhyun hanya geleng-geleng kepala melihat keduanya. Eunhyuk dan Sophie sudah digariskan memiliki hubungan frenemy sejak pertemuan pertama mereka. Meski keduanya selalu tampak tidak akur, mereka justru yang paling punya banyak kesamaan satu sama lain. Salah satunya, mereka sama-sama suka menciptakan nama-nama panggilan menjijikkan di jagat dunia, yang kalau dihitung-hitung…—ah, sudah tak terhitung lagi orang yang mereka beri nama seenak jidat… (-_-)

“Aku dapat telepon dari staf apartemen kalau ada tamu di sini… aku sudah duga, itu pasti kalian. Siapa lagi orang pelit yang hanya mau menggunakan pulsa telepon secara cuma-cuma?” rutuk Eunhyuk, kali ini menoleh kea rah Yesung dan memasang tampang sebal.

Well, Kami akan tinggal sementara di apartemen ini selama di Korea, apa boleh? Aku juga sudah menyebar undangan pesta penyambutan untuk nanti malam di apartemen ini kepada orang-orang,” ujar Sophie.

Ya! Kau menyebarkan undangan pesta bahkan sebelum aku dan Kyuhyun mengijinkan kalian tinggal disini, Princess?” Eunhyuk melongo tidak percaya.

“Gembul pasti setuju, ya kan?” Sophie tidak menghiraukan pendapat Eunhyuk dan kini berpaling pada Kyuhyun.

Kyuhyun mengerjapkan matanya. “Sebenarnya aku tidak setuju, kau tahu, hari ini aku harus mengoreksi tugas…”

“Nah, itu Gembul setuju!” seru Sophie.

YA!! KAPAN KYU BILANG SETUJU???!!!” teriak Eunhyuk dengan tatapan merana.

Tapi sepertinya Sophie tidak mendengarkan ucapan Eunhyuk dan malah meminta kunci apartemen dari Kyuhyun.

Satu rahasia Kyuhyun yang tidak semua orang tahu—selain perut gembulnya di masa kecil: Kyuhyun nyaris tidak pernah bisa menolak permintaan ketiga sahabatnya—Eunhyuk, Yesung, atau pun Sophie.

Jadi meskipun dia amat ingin sekali menolak seonggok makhluk bernama Sophie dan Yesung menjelajah seenak jidat di apartemennya, tapi tangannya tetap saja menyerahkan kunci apartemen. Meski juga pada akhirnya hal itu membuat kawan seapartemennya, Eunhyuk, mengumpat-ngumpat dengan kosa kata kebun binatang.

“Jadi aku akan tidur dimana?” tanya Sophie saat masuk ke dalam apartemen sambil menggandeng Kyuhyun

Yesung dan Eunhyuk mengikuti dari belakang sambil membawa seluruh koper. Eunhyuk terus menggerutu kenapa dia harus membawa seluruh koper itu.

Kyuhyun menatap sekeliling apartemennya dan bergumam pelan, “entahlah, Sophie… dapur mungkin?”

“Baiklah, dapur. Tapi malam hari kau tidak boleh ke dapur karena aku dan Yesung… you know what.”

Yuck!” erang Eunhyuk. “No, no, no! Don’t ever let that big head and this Princess doing something fishy at our fishy kitchen, it will become so fishy-things!” Eunhyuk menyilangkan kedua tangannya.

“Kenapa? Kami kan tunangan?” Yesung mengernyitkan dahi. “And what the hell ‘big head’ is? Crazy Manhattan.

If im Crazy Manhattan, then you are Crazy Bitchy Big Head.” Eunhyuk memelotot lebar.

Yesung berkacak pinggang dan menyipitkan matanya yang sudah sipit. “If im Crazy Bitchy Big Head, you are Crazy Pee Knight Manhattan—Ksatria pipis berambut pirang yang sok tahu.

“Ya! Kau masih menyinggung soal dua puluh empat tahun lalu?!”

Kyuhyun ikut maju dalam arena pertempuran. “Ya! Ya! Ya! Berhentilah membahas hal dua puluh empat tahun lalu, membuatku kesal! Gara-gara kalian kan, walau aku tidak terkena pipis, aku tetap diejek anak-anak. Jelas-jelas sosok gembul imutku sama sekali tidak hadir saat insiden memalukan se-kerajaan Samudera Pasai itu!”

“Salah kau sendiri pakai acara kabur! Apa kau tahu ada pepatah bilang, ‘jika temanmu terkena pipis, maka kau akan ikut tercium bau pesing’, hah?” hardik Eunhyuk.

“Ya! Lee Hyuk Jae! Mana ada pepatah seperti itu?! Yang ada ‘jika temanmu penjual minyak, maka kau akan ikut tercium bau minyak’, arra?” Kyuhyun melipat tangan di depan dada dan melayangkan tatapan lasernya.

Sejujurnya masalah pipis adalah masalah paling konyol sekaligus paling sensitif diantara ketiga pemuda berumur ini.

Mau bagaimana pun juga, si pirang yang bekerja jadi host di club—Lee Hyuk Jae, si dosen yang perutnya sudah kotak-kotak dan dijuluki Dosen Maha Sempurna oleh seluruh mahasiswa—Cho Kyuhyun, si novelis terkenal yang menjadi orang terkaya nomor sembilan di dunia—Kim Yesung… bagaimana pun orang-orang mengenal mereka, sesempurna apapun mereka terlihat dari luar, tapi jika mereka sudah berkumpul maka mereka hanyalah bocah lima tahun yang numpang hidup dalam tubuh pria paruh baya.

“Apa… kalian sudah selesai bertengkar…? Kalau sudah, bisa kalian tunjukkan dimana toiletnya? Aku kebelet pipis…,” cengir Sophie.

Eunhyuk mendelik. “Ya!! Princess!! Kau ini benar-benar tukang pipis ya!”

Yesung memicingkan mata. “Bebeb, kau bahkan baru pipis di lobby satu menit lalu!”

Kyuhyun mendesah keras. “Pakai pempers sana!”

Ya! Kalian kalau bertengkar, ya silahkan! Jangan balik marah-marahin aku! Dasar pria-pria tua kekanak-kanakkan!” Sophie menghentakkan kakinya dan memutuskan mencari toilet sendiri.

Well, gimana pun juga… semua kesensitifan tiga pemuda itu memang karena gadis ini. Jadi lebih baik dia mengalah dulu dan membiarkan ketiga ksatria tua ini bertengkar membahas masalah pipis yang tak akan pernah selesai-selesai.

 

.

.

.

.

.

.

“Hm… jadi…”

“Jadi…”

“Oppa harus pergi.”

“Paman mau pergi? Kemana?”

“Hei, berhenti memanggilku ‘paman’! sudah kubilang kau ini harus adil, sebagai fans Shinhwa… kau harus mendukung kami tanpa pilih-pilih kasih. Kau tidak boleh memanggil Andy dengan sebutan ‘Oppa’ sementara sisanya kau panggil dengan ‘paman’.”

Minwoo menundukkan kepala seraya membuka kaca jendela mobil. Ditatapnya sosok Naomi yang berdiri memegang ransel besar, gadis itu tampak kepayahan dengan ukuran ransel yang seolah  lebih besar dari tubuhnya. Diam-diam Minwoo prihatin karena gadis dua puluh tahun itu baru saja mendapati kenyataan bahwa om tampannya—Eric—menelantarkan dirinya di Korea hanya demi salon, pedicure, dan Gomdori.

“Sebentar, Paman. Kurasa kau salah paham disini.” Naomi membenarkan rambutnya dan mengerjapkan mata. “Paman, aku bukan fans Shinhwa. Dan mana mungkin aku menyukai boyband—ah, tidak, ahjussi-band maksudku. Mana mungkin aku suka dengan grup yang di dalamnya terdapat setangkai makhluk seperti Paman Eric? Apa aku gila?” Naomi mendekap kedua tangan di depan dada dan mendesah pelan, matanya berkaca-kaca. “Aku… aku… hanya menyukai Andy Oppa tulus dan apa adanya. Kami berdua telah ditakdirkan bersama oleh dewa dan dewi di surga.”

“Terserah kau saja lah, kumaklumi otakmu bergeser setelah dibuang oleh pamanmu sendiri,” sahut Minwoo.

Naomi langsung merengut.

“Paman, kau akan pergi kemana? Kau tidak menemaniku mengambil perlengkapan kuliah dan jas almameter?” tanya Naomi sambil menoleh sekilas kampus Sungkyungkwan di belakangnya. Ada banyak calon mahasiswa baru berlalu lalang dan mengantri di gedung aula kampus, semuanya mengantri ditemani orang tua masing-masing.

Naomi menundukkan kepala sedih.

Sementara dirinya? Bahkan Pamannya lebih suka ke salon dibanding menemaninya mengambil peralatan.  Padahal tidak ada orang lain yang Naomi kenal di Korea selain Eric dan anggota Shinhwa lain.

“Nak, aku ini bukan orangtuamu, dan aku bahkan belum tua,” cerocos Minwoo tak tahu umur. “Aku harus kembali ke Shinhwa Company untuk menangani beberapa berkas yang mesti ditandatangani. Kau tahu, bukan hanya kau saja yang ditelantarkan Eric karena jadwal salon sialannya itu. Bahkan Shinhwa Company pun ditelantarkan leader kurang ajar satu itu. Jadi sebagai co-CEO yang baik, aku harus menggantikan leader brengsek itu menangani semua hal yang seharusnya ditangani.”

“Wah, Paman… kau baru saja mengata-ngatai leader ahjussi-band paling tua di Korea dengan sebutan ‘kurang ajar’ dan ‘brengsek’…” Naomi menutup mulutnya, lalu tertawa lebar. “Itu umpatan yang bagus! Akan kucatat di otakku.”

“Hei, hei, hei… umpatan itu jangan kau tiru!” seru Minwoo mengacak-acak rambutnya frustasi. Bocah berusia 35 tahun itu baru ingat kalau Naomi adalah orang Jepang dan belum menguasai benar Bahasa Korea. Dan umpatann tadi pastilah jadi kosa kata yang akan sering digunakan gadis polos itu dikemudian hari.

Jika Eric tahu Minwoo yang mengajarkan umpatan itu, matilah dia.

Bahkan dia akan mati sebelum dia sempat menikah dan punya anak, benar-benar bencana.

“Ah, pokoknya begitulah.” Minwoo mengibas-ngibaskan tangan pasrah. “Kau urus semua sendirian ya. Kau bisa pulang ke rumah dan memesan makanan sendiri, kan? Aku sudah memberimu itu…” tunjuk Minwoo kea rah ransel besar yang di pegang Naomi. Ransel itu memang titipan dari Eric yang harus Minwoo berikan pada Naomi.

“Memang apa isi ransel ini, Paman?” tanya Naomi polos. Dibukanya tas itu dan melongo melihat isinya. Bertumpuk-tumpuk buku setebal catatan dosa member Shinhwa (-_-) ada di dalamnya.

“Itu… buku telepon, buku panduan naik bus, kamus Jepang-Korea, dan buku alamat rumah makan yang ada di Gangnam—dekat dengan apartemenmu. Jadi kau bisa survive di sini tanpa harus tersesat dan jadi gelandangan di Gangnam.”

Mulut Naomi terbuka lebar.

Oh-Pamannya-Eric-benar-benar-sinting.

“Jadi isi tas berat ini adalah buku-buku? Ugh!” Naomi menghentak-hentakkan kakinya, kebiasaan gadis itu jika sudah mulai kesal.

Minwoo hanya bisa nyengir tanpa dosa. Lalu kemudian menjalankan mobilnya meninggalkan Naomi sebelum gadis itu menimpakan kekesalan padanya.

Naomi menarik napas panjang dan sibuk mengumpati Eric sepanjang jalan menuju aula.

“Kuadukan semua tingkahmu pada ibuku, Paman. Jahat sekali…. hiks, hiks, hiks…” Naomi mengusap air mata yang mengalir di pipinya.

Dia sama sekali tak mengerti apapun tentang Korea, meski dengan buku-buku ini, belum tentu dia bisa survive kan? Dia baru saja lulus SMA dan masih berumur dua puluh tahun. Dia masih terlalu polos untuk bisa jalan-jalan sendiri di negara antah berantah ini.

Terlalu sibuk menangis membuat Naomi tidak lihat-lihat jalan, tanpa sengaja dia menabrak gerombolan gadis yang berjalan berlawanan arah.

“Ya!! Lihat-lihat kalau jalan, brengsek!” teriak gadis-gadis itu marah.

“Maafkan aku…” Naomi membungkukkan badan.

“Ya! Kim Yoo Jung! Lihat… kasetmu..”

Naomi menatap sebuah kaset tergeletak di atas tanah dengan kondisi parah, penutupnya pecah dan kertas sampulnya kotor terkena tanah. Kaset itu pasti terjatuh saat mereka tidak sengaja tabrakan.

“Ya! Perempuan gila! Lihat apa yang kau perbuat pada kasetku! Kau tahu kan ini Special Album The 10th Anniversary of TVXQ Deluxe Limited Edition With Autograph yang hanya ada 200 buah saja di dunia?!”

Naomi mengerjapkan mata menatap kaset dan para gadis itu bergantian. “Special… apa?”

“Kim Yoo Jung, sepertinya perempuan gila ini bukan dari Korea…,” bisik temannya pada gadis bernama Kim Yoo Jung.

Kim Yoo Jung menyipitkan mata dan melipat kedua tangan di depan dada dengan angkuh. “Kau mahasiswa baru, ya? Bukan dari Korea?”

“A-ah… iya…” Naomi membungkukkan badan. “Aku mahasiswa baru, aku dari Jepang.”

“Dari Jepang? Mahasiswa baru?” Kim Yoo Jung menyeringai lebar seraya mendekati Naomi. “Mati kau—!“

“Ya! Kim Yoo Jung angkatan 2012 Jurusan Hukum!”

Sebuah teriakan dari samping membuat Naomi menoleh.

“Kau tidak bisa melakukan kegiatan selain membully orang, heh?”

Seorang gadis berambut pirang jagung yang memegang tas selempang berjalan mendekat. Kim Yoo Jung dkk langsung memasang tampang pucat mengetahui siapa yang datang. Sementara Naomi justru melongo lebar karena dia familiar dengan wajah gadis itu.

Gadis aneh yang ditemuinya di airport tadi pagi!

“Mia Narafa…?” gumam Naomi mengingat-ingat nama gadis itu.

“Sun…sun..sunbaenim… kita tidak sedang melakukan apapun, kok…” ujar Kim Yoo Jung terbata-bata.

“Oh, ya? Kalau gitu, enyahlah kalian semua dari sini sebelum kalian menyesal,” ujar Mia.

Kim Yoo Jung dkk menuruti perintah Mia dan langsung meninggalkan tempat itu. Sementara Naomi berjalan mendekati Mia untuk mengucapkan terimakasih.

“Oh, kau gadis yang di airport, ya? Ternyata kau mahasiswa baru di Sungkyungkwan? Wah, kita jodoh sekai rupanya…” cengir Mia menyadari sosok Mia.

Naomi mungkin saja menganggap Mia tadinya adalah gadis aneh. tapi mengingat Mia lah yang menolongnya barusan, gadis itu akan berpikir ulang soal pendapatnya tentang Mia.

“Benar. Aku mahasiswa baru Jurusan Hukum,” sahut Naomi.

“Hukum? Wah, jurusan kita sama!”

“Benarkah? Kebetulan sekali.”

“Sudah kubilang kita ini jodoh!” seru Mia mengacungkan jempolnya. “Tapi… kenapa kau bisa berurusan dengan Yoo Jung?”

Naomi menggaruk-garuk kepalanya yang tak gatal. “Itu… aku tanpa sengaja merusakkan kaset album special…” Naomi berusaha mengingat-ingat nama album yag panjangnya seperti kereta express, dan menyerah di detik kelima karena nama itu begitu susah dilafalkan. “Special… TVXQ…—begitulah.”

Kedua bola mata Mia membulat lebar. “Jangan-jangan yang kau maksud itu… Special Album The 10th Anniversary of TVXQ Deluxe Limited Edition With Autograph yang hanya ada 200 buah saja di dunia?!”

Naomi mengangguk-angguk heran. Hebat sekali orang-orang bisa menghapal nama album yang seperti puisi saking panjangnya. Bahkan Mia menyebutnya persis seperti yang disebut Yoo Jung.

“Iya, judulnya begitu…”

“Astaga, kau harus hati-hati, Naomi…” wajah Mia berubah pucat. “Yoo Jung adalah adik angkatanku, dan dia kakak angkatanmu. Dia jurusan Hukum juga. Dan meskipun dia kuliah di Sungkyungkwan, jangan kau kira mentalnya seperti mahasiswa elegan atau semacamnya. Dia selalu cari gara-gara dengan semua orang jika tidak suka dengan sesuatu, dan sepertinya dia akan cari gara-gara denganmu. Kaset album yang kau rusakkan… dia itu Cassieopeia, jadi dia tentu kesal kau merusakkannya.”

“Benarkah?” Naomi kaget mendengar penjelasan dari Mia. “A-aku… aku tidak tahu kaset itu sebegitu penting.”

Mia menatap Naomi prihatin. “Begini saja, aku akan memberimu nomor ponselku. Kalau ada apa-apa, kau bisa menghubungiku. Yoo Jung itu takut padaku, jadi kau tenang saja. Bagaimana?”

Naomi memandang Mia beberapa detik, lalu mengangguk pelan.

“Nah, sekarang dimana orangtuamu? Kau tidak mungkin datang sendirian kan? Sekarang lagi pengambilan jaket almameter, kan?” tanya Mia sambil celingukan.

“Aku datang sendirian… orang yang seharusnya menemaniku…” Naomi menelan ludah. Dia tidak mungkin memberitahu orang asing seperti Mia betapa nista pamannya tersebut. “… orang yang seharusnya menemaniku sedang ada urusan penting.”

Mia semakin menatap Naomi prihatin. “Hm… bagaimana kalau aku saja yang menemanimu mengambil almameter? Anggap saja aku kakakmu. Toh hitung-hitung buat jaga-jaga kalau Yoo Jung datang kembali mengganggumu. Lagipula, aku lebih tahu seluk beluk kampus ini, jadi aku bisa mengajakmu berkeliling setelahnya. Gimana?”

“Ah, baiklah. Terimakasih, Sunbaenim.”

Naomi mengikuti langkah Mia yang berjalan duluan di depannya. Diam-diam dia merasa ketakutan tentang kebenaran ucapan Mia. Jika saja gadis-gadis yang ditemuinya tadi benar seperti apa yang diceritakan, itu berarti darurat satu.

Naomi hanya berniat kuliah dengan baik dan benar di salah satu universitas terkenal di Korea, Sungkyungkwan. Tidak lebih.

Tapi baru saja lima menit kakinya berada di sini, dia sudah mendapat musuh paling berbahaya.

.

.

.

.

.

.

“Jadi, bagaimana perkembangan SM sekarang?”

Eric menyapukan pandangan ke sekeliling apartemen dan harus menyetujui kalau pesta yang dibuat Sophie cukup sederhana namun tidak kehilangan kesan elegannya. Gadis itu cukup tahu bagaimana membuat pesta terlihat menarik. Hanya dengan musik klasik dan miniatur bar yang dipenuhi minuman yang diracik Eunhyuk, ditambah tamu-tamu orang penting yang datang, acara ini nyaris sempurna.

“Aku belum sempat kesana, kau tahu kan… aku sibuk.” Sophie menenggak wine-nya. Yesung datang menghampiri dan memberi salam pada Eric serta member Shinhwa lainnya, kemudian pemuda itu harus beranjak ke tamu-tamu lain untuk mengucapkan salam.

Kyuhyun menyelinap diantara para tamu dan berdiri di samping Sophie. Tak lupa mengucapkan salam pada seluruh member Shinhwa yang datang.

“Jadi kau akan tinggal di apartemen Kyuhyun selama di Korea?” tanya Minwoo.

Sophie mengangguk. “Aku dan Yesung akan tinggal di kamar Eunhyuk, dan untuk sementara Eunhyuk akan berimigrasi ke kamar Kyuhyun.”

“Oh, aku tahu… Eunhyuk pasti marah padamu soal itu,” celetuk Eric sambil menoleh pada Eunhyuk yang kini sedang menyiapkan bergelas-gelas margarita.

Sophie tertawa kecil. “Yup, dia amat marah sampai-sampai dia bilang akan menendangku keluar jika aku menyentuh barang-barang di kamarnya, dan dia bahkan akan langsung membunuhku jika aku membuka lemari simpanan kondom miliknya.”

“Ck, tapi kau tidak akan melakukan itu, kan? Maksudku… melihat simpanan kondom… milik Eunhyuk…” Kyuhyun memasang tampang super aneh.

“Tidaklah. Kau kira aku gila? Cukup sudah dia memberiku se-pack kondom saat aku baru kelas satu SMP.”

Kyuhyun terkekeh-kekeh mendengar ucapan Sophie. Siapa yang tidak ingat dengan kejadian nista satu itu? Eunhyuk baru pulang dari Korea dan dengan tololnya memberi oleh-oleh super duper non-mainstream pada ketiga sahabat polosnya di Manhattan. Katanya, Eunhyuk paling suka jika hadiah yang diberikannya selalu diingat oleh orang-orang sampai tua nanti. Oke, memang hadiah itu diingat… dan bahkan jadi salah satu mimpi buruk selama berhari-hari.

Eunhyuk dan Yesung datang mendekat setelah tamu pesta semakin banyak. Seiring dengan itu member Shinhwa pamit pergi karena ada acara lain yang harus dihadiri. Beberapa tamu menghampiri Sophie dan Yesung untuk mengucapkan selamat datang di Korea.

“Kau juga mengundang Yoona dan Yuri SNSD, ya? Wow… untuk yang satu ini, kuakui kau memang gadis paling hebat di dunia, Sophie. Bagaimana mungkin kau membuat dewi-dewi turun dari kahyangan?” bisik Eunhyuk melirik sosok Yoona dan Yuri yang dikelilingi tamu-tamu pria.

“Ck, kau lupa siapa aku? Aku bahkan bisa membuat Lee Soo Man datang dan memakai kostum panda kalau perlu.” Sophie menyeruput margaritanya sampai habis. “Tapi kurasa aku jelas-jelas menulis undangan hanya untuk Tiffany dan Jessica… kenapa malah dua orang itu yang datang?”

“Sepertinya seluruh member SNSD datang, Sop…” Kyuhyun melirik sudut ruangan dimana ketujuh member SNSD lainnya berkumpul dan seolah mengadakan jumpa fans dadakan.

Sophie memicingkan mata dan memasang wajah kesal. “Ck, apa mereka tahu aku sudah mencocokkan jumlah tamu dengan jumlah makanan? Jika tamu yang datang melebihi kapasitas, maka aku harus menambah makanan lagi… buang-buang duit saja!” umpatnya.

Yesung dan Kyuhyun saling pandang. Gimana pun juga, mereka harus memaklumi gadis blasteran Prancis-Padang itu memang sungguh luar biasa teramat pelit. Bahkan Sophie pun membayar jasa racikan minuman Eunhyuk dibawah standar manusiawi dengan mengatasnamakan persahabataniawi (-_-)

“Aku permisi dulu, aku ingin menyapa Yoona,” celetuk Eunhyuk sambil mengedipkan mata dan melenggang kegirangan ke arah duo SNSD itu.

Sophie menurunkan minumannya dan mengajak Yesung menghampiri beberapa wartawan yang sudah menunggu untuk wawancara. Dan Kyuhyun pamit sebentar untuk mengoreksi beberapa tugas mahasiswanya di kamar.

Mereka semua menjalankan kehidupan normal masing-masing, seolah tidak ada yang tahu… kalau dalam beberapa jam ke depan mereka akan menghadapi hal aneh yang merubah segalanya.

.

.

.

.

.

.

“Undangan pesta penyambutan… Sophie dan Yesung?” Naomi memegang undangan di tangannya, lalu seolah menyadari sesuatu, gadis itu langsung memekik kencang. “Sophie dan Yesung yang jadi orang terkaya nomor 9 di dunia itu? Apa ini orang yang sama? Mereka tinggal di apartemen 13?!”

Naomi menurunkan undangan itu dan menatap gamang ke arah lemarinya. Satu-satunya gaun yang dimiliki Naomi hanyalah gaun waktu prom perpisahan SMA kemarin. Masa iya dia mau pergi ke pesta orang kaya dengan memakai gaun berwarna pink dengan mote-mote di bagian pinggang yang mencolok mata, itu? Nanti dia malah dikira anak SD kesasar.

Naomi menghela napas panjang dan menarik gaun itu. “Tapi diantara seluruh bajuku, hanya baju ini yang pantas dibuat ke pesta… jadi mau tidak mau, aku harus memakainya.” Naomi menghela napas dan mulai mengganti bajunya.

Bagaimanapun juga tidak enak jika dia tidak datang ke pesta itu, bukan? Mereka adalah tetangga depan persis apartemen Naomi, mereka juga adalah orang terkaya nomor sembilan, tentu Naomi harus menjaga sikap di depan mereka.

Untuk menyamarkan mote-mote yang memalukan itu, Naomi menarik selembar kain dan membuatnya menyerupai semacam pita yang dililitkan sepanjang pinggang. Hasilnya tidak buruk-buruk amat. Dia tampak manis dan seperti bungkus kado valentine (-_-)

“Baiklah… mari pergi…”

Naomi menatap bayangannya di cermin, menimbang-nimbang apakah rambut bergelombangnya harus dijepit atau dibiarkan terurai, dan Naomi memilih membiarkan rambutnya polos tanpa hiasan apapun.

Saat tiba di depan pintu apartemen 13, Naomi sempat memandangi nomor itu lamat-lamat, teringat halusinasinya saat di lift tadi pagi. Kepalanya menggeleng cepat berusaha mengenyahkan hal itu.

Naomi mengetuk pintu apartemen pelan, sekali dua kali.

Lalu seorang pria berambut pirang menyembulkan kepala dan menatapnya dari atas hingga bawah.

“Maaf, aku Naomi… penghuni baru apartemen di depan…” Naomi membungkukkan kepala dengan hormat. “Aku dapat undangan pesta ini…” ujarnya sambil menunjukkan kartu berwarna keperakan.

Pria berambut pirang itu membukakan pintu lebar. Tapi saat Naomi hendak masuk, pria itu merentangkan tangan ke sisi pintu, menahan langkah Naomi.

“Kau pasti buru-buru turun dari surga… lihat, rambutmu sampai berantakan.” Pria itu menyentuh rambut Naomi dan merapikannya pelan-pelan.

Naomi tersenyum malu.

“Ah, siapa namamu tadi?” tanya pria itu.

“Na-o-mi. Naomi. Aku dari Jepang.”

“Ah, Naomi….” Pria itu mengangguk. “Kukira namamu Bidadari dan asalmu dari Surga.”

Pria itu benar-benar pintar merayu. Pipi Naomi sampai memanas dibuatnya. Dan dia benar-benar salah tingkah.

“Maaf… tapi anda…”

“Namaku Eunhyuk.” Pria pirang itu menjulurkan tangan. “Ada empat penghuni di apartemen 13 ini. Sophie, Yesung, Kyuhyun… dan aku. Selamat datang di apartemen kami.”

.

.

.

.

.

.

TO BE CONTINUED

Holaaa,,,, its me Sophie!

Im back after last weird fanfiction–why why why

i hope you can enjoy my new ff, dont trust the liar in apt 13

i really appreciate your comment and your like :3

so far, that two things makes me smile and strong

thank you thank you

remember? fanfiction is funfiction~!

56 thoughts on “Don’t Trust The Liar in Apartement 13 (Part 2)

  1. Aku GATAU harus komen apa.. tapi Princess Pipis,, ijinkan aku tertawa dulu: HAHAHAHAAAA….!!!
    Si Kepala besar, si Gembul dan Si Pirang charming… HI….?!
    Okeh random aja.. itu benernya emang Yesung’s sad story haha.. Trus, si Eunhyuk kenal Coboi Junior ya.. kok tau lagu Bidadari dari surga EYAAA.. EYAAA!!
    HAHAHA.. ya ampuun.. aku gilaa ini.. dr tadi cuma ketawa2 seorangan… aaah tolong… Sophie bikin gilaaa…!!!

  2. sophie kenapa kamu disini jadi orangkaya tp pelitnya amit2.
    pertemuan pertama mereka beneran deh absurd banget, dan itu masi berlangsung sampe sekarang kalo mereka ketemu.

  3. Gombalan hyuk nggak nahan. Nggak nahan buat nggak ketawa maksudnya… authornya jago gombal XD!!
    Sungguh deh…manusia-manusia ini kocak abis!!
    Pengobat setress…

  4. Betapa lebeh kyu balita mwahahaha. . . Sdang eunhyuk yaampun gombalisasi sekali sodara-sodara sbenarny smua tkoh dlm ff ini pd geser sih yaa😄 dan kegeseran mreka itulah yg bkin critany menarik muah muah
    terakhir saia jg mau pnya dosen maha sempurna kek kyu :3 ato novelis sekelas raditya dika mcam makhluk big head :3

  5. what? your last weird fanfiction-why why why?? no no i disagree.. the true is your last adorable fanfiction-why why why, you know?
    tadi ada satu typo kalo ngga salah thor hehe😀 yang part 2 ngga ada horornya toh?

  6. tadi udah komen, tp nggak masuk -_-
    rasanya udah seabad gk mampir ke sini. lm jg gk ke-suju-sujuan.. hampir lupa gmn menyebalkannya kyuh.. setengah inget dulu sempat kesengsem (haiah. lebay poll)

    dan intinya gue ternyata masih respek sama unyuk seberapa pelit pun dia.

    babak baru dimulai.. naomi.. asing gt.

    hauah. kayak jejak di dunia lm. bingung komen apa. yg penting bs mesem :))

    lanjut yak^^

  7. Buahahahaha huanjirr ngakak gelindingan baca ini xD
    Ya ampunn side story nya it lohh.. ksatria pipis?? hahaha xD
    Ckckk org kaya no. 9 tp pelit nya tingkat dewa -_-heol!
    eohh ap g ad side story gmna bs yesung & sophie brkhr brtunangn? aku pnasaran lohh dgn hubungan 2 org ini.. prshbtn mrk br4 jg..kyknya unik yaa prshabatan yg brawal dr pipis haha xD
    ‘jika temanmu terkena pipis, maka kau akan ikut tercium bau pesing’ ngakak lg xD bang!!! sejak kpn ad pribahasa mcm ini? hadehh xD
    Aduhhh si sophie umur 20 tp tingkh kanak2 ckck
    Dikit2 mewek dikit2 hentak2 kaki..tp ajhussi nya lbh parah lg sihh yaa -_- ponakan sendiri d.trlntarin. poor sophie..
    kirain dpart in bkln ad clue ttg siapa pmbohongnya. trnyata g ad.. aku blm ykin sihh, bnrn ad yg nidurin sophie ato mngkin bnr cm slh phm ._.
    Ahh yesungdahlah next parynya dtunggu…ehh slh part 4 mksdnya..

    • hmmm ditampung usulmu
      aku juga masih mikirin gimana bisa sophie tunangan sama yesung
      kok mau ya sophienya -_-
      hahahahaha

      makasih udah suka side (sad) story nya kekekeke
      itu yang kekanak2an bukan sophie, beb
      tapi si naomi
      coba di cek lagi hihihihi
      kalo sophie disini karakternya kubuat dewasa,,,, meski agak absurd jugaaa

      hahaha

      oke selamat menunggu
      semoga aku bisa ngerjainnya dg cepat

  8. Gila! Ini cerita parah banget
    Non mainstream
    Percakapan sophie, kyu, eunyuk, dan yesung kocak tapi berasa bgt dewasanya
    :3
    Disini naomi digambarin polos banget ya kayak masih anak kecil
    Dan itu nama albumnya tvxq beneran spanjang itu kah? Lidahku ampe belibet bacanya
    Kekekeke
    Jd mreka berempat ya penghuni apt.13
    Hm… siapa pembohongnya yaa

    Penasaran
    Lanjut lanjut

    • aaah makasihh
      iya mereka kan udah dewasa
      jadi omongannya harus “dewasa”
      *plak

      itu beneran nama album kok
      aku juga bingung kenapa nama albumnya sepanjang itu -_-a

      yup, selamat membaca next part ya

  9. Wahahahahahaha dasar hyukjae playboy!!😄 baru aja ktemu sama naomi eh udah di rayu aje -.- heran..bisa2 ga kawin2 ‘.’

    wohoooo ternyata mereka tinggal di apartemen no.13 toh..ada apa dengan apartemen itu??? Entahlah, unn gw tunggu part selanjutnya yaaaa

  10. Oh my Hyuk muncul. Karena Sophie udah sama Yesung, dan Professor Gembul itu bakal sama mahasiswanya, jadi bisakah kalah Hyuk aja yg sama Naomi? Heehehhe. Ga sabar nunggu lanjutaaan.

    Semangat^^

  11. Hhaa. Belum apa-apa sudah dirayu aja sama Eunhyuk.
    Yg kuat yaa Naomi, tahan godaan.
    Wkwk.
    Banyak ngelucunya.
    Keren thor, semangat buat bikin next chapt!!!!

  12. aaaaaa!!! sukaaaaaaaaaa~!!! ><
    kaget banget pas baca suami (re: eunhyuk) nyimpen benda itu. aaa greget!!! lanjut yayayaya

  13. Ngakak abis baca part ini sumpah😄 yesung sopie kyu hyuk bener2 4 serangkai yg karakternya ga ada yg normal, apalagi yesung nista bgt jadi org kaya tp pelit sedunia astaga -_-” sebenernya masih bingung jalan nih cerita mau di bawa kemana^^~

  14. keren ka, itu yesung dan istrinya bikin gemes aja. ngapain jadi org terkaya sedunia kalau di korea aja mereka numpang😄 gga elit~
    kemudian itu si kyuhyun kayaknya pasrah bener ya orangnya, gga bisa nolak.
    penasaran, kira2 siapa si ‘pembohong’ di apartemen 13. sejauh ini sih aku berharap si pembohongnya kyuhyun, tapi kalau eunhyuk juga gga masalah. asal jangan Onew *??*
    soalnya onew lagi cedera (gga nyambung XD)
    oke, keep writing buat next part semoga bisa lanjut tanpa ada halangan yang berarti. dan maap sebelumnya ak langsung komen di part 2, soalnya kebelet liat part 2nya yang udah nongol *alibi*😀

    • Maksudnya yesung sama aku ngegemesinn?? Ya ampun km br tau yaaa? Hihihi

      Hmmm udah ada yang mulai nebak kl pembohongnya kyu niihhh
      Atas dasar apakah kau brkt sprt ituu?

      Jeng jeng liat next part ya

  15. Ini beneran banyak sex harrashment nya ya soph…
    Fiuh banget!😀

    Si eunhyuk ini obses bgt jd cowok ganteng.
    padahal ga ada yg ngakuin dia ganteng juga. -.-!

    Terus itu om-om shinhwa nya pada gila.
    Mungkin karena kebingungan peran kali ya…
    Mau jd artis atau jd pejabat manajemen artis.
    Moga naomi nya tabah deh…

  16. Ih eonni kenapa tbc-…-
    Gila ini lucu sekali hihihi. Aku ketawa ga berhenti berhenti loh/?
    Sophie pelitnya minta ampun, jumlah tamu sama makanannya udah pas gamau rugi haha.
    Lanjut ya eon!!🙂

  17. Hahaha tambah konyol aja nih soph si kim, lee, cho, apalagi si sophie maya sama mia narafa😄
    paling geli sama si sophie yang peliiitttnyaaaa minta ampun, kamu gitu juga ya soph?😄

    naomi nasibnya kasian banget laah yaa, udah ditelantarin sm si eric, minwoo juga nelantarin dy hahaha, kali ini untung ada si mia😄
    gmna tuh nasib naomi setelah ikut pesta gajenya si sophie sm yesung??
    Lanjut yaa soph🙂

  18. Demi apa ngakak pagi2 gara2 baca sepenggal cerita gak jelas dari Putri Sophie dan Tiga ksatria pipis X’D Astogeh, Eunhyuk dikencingin, Yesung merana dan Kyuhyun nangis dramatis. Trus, sempet ngakak juga pas bagian KyuHyuk ngmg dengan seenak dewek, siapa yang akan menghabiskan pulsa ponsel untuk hal cuma2? Hanya sophie dan Yesung -_-” Oke, pas Hyuk jalan deketin ketiga manusia itu, dengan gaya lambai-lambai ala miss university itu bikin gak bisa berhenti ketawa lol. Berantemnya nggak banget deh -_- Gak boleh ke dapur… You know what (?) LOL banget -_,- Dan sungguh kasihan sekali si Naomi, hancur sudah hidup perkuliahannya (?) Eric bener2 minta di tampol -_-” tenyata ke salon buat dateng ke upacara penyambutan apa lah itu — Sophie dikasih kondom pas kls 1 SMP? Oh man, Hyuk yadongnya -___- Udah gtu ngerayu Naomi nya itu bener2 khas umur 9 tahun playboy (inget cerita diatas (?)) Sophie pelit amat, masa anak SNSD dateng semua kgk di bolehin –) #hajarsophie #dihajarbalik Btw, inikah permulaan Naomi di apartemen 13? x) akan kutunggu lanjutannya dengan setia kkk

    • Kekeke ya begitulahhh itu kehidupan normal mereka bertigaaa laldlala
      Hahaha aku juga merinding kok nulis adegan eunhyuk yang astaga naga gombal beut ampe aku mau muntah HAHAHAHAHA

      Yuuup ini permulaannyaa long way to go… kita ga tau apa yang terjadi selanjutnya hohoho

      Thx udh baca dan komen

  19. gue suka gaya lo soph……
    sumpah ini ngocol deh… keempat orang absurd tinggal di rumah yang sama belum nanti ketambahan Naomi. hahahaha
    Nggak kaget sih ada muncul penampakan disitu #read : sophie maya
    *perasaan kerjaan gue ngehujat elo mulu ya soph?*

    btw, punya temen absurd pasti nyenengin dan nggak ngebosenin. hahahaha
    Naomi juga digambarkan dengan apik. Karakternya yang polos tapi kurang ajar.
    Mia Narafa yang karakternya premanisme tapi berjiwa setia kawan. #halah
    Terus Sophie Maya yang emang absurd…. wkwkwk di gambarkan dengan cukup apik….
    tapi emang soph ayam punya sih kalo ceritanya nggak ada romancenya.. hahahaha

    • Hahahhahaa gue suka komen lo xD
      Anjir lo ngatain gue absurd

      Ehhh disini tokoh sophie maya… gw tegasin skali lagi… dewasa
      Hahaha well mgkn di part ini dia ga keliatan dewasa2 amat…
      Fufufufu

      Yup… gw berusahaa membatasi karakter mia, naomi, dan sophie biar ga keliatan samaa… hahahaha dan di part ini gue malah nge ship sophie-eunhyuk xD
      Kadang kl dua org punya sifat yang 98 persen sama,mmg sll ga akur.. tapi bs jg jd partner in crime terbaik :3

      Ini ada romancenya kok…
      Ya tapi jgn brhrp lbh deh😛

  20. ngakak deh liat 4 org absurd berantem,,g bgt berantemny..wkwkwk g berubah mpe mrk gede.
    apalg ngakak tuh pas nyeritain eunhyuk yg
    d pipisin bayi wkt kecil.

    wah..wah..kykny ini awal mula naomi k jebak ma 3 org absurd itu,dan ini slh satu awal bencana yg nimpa dia..hihihi

Just talking...

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s