Why, Why, Why?! (Part 6)

Yaaaakkk! Lee Donghae! Apa sih kurangnya aku? Song Ji Hyo! Cantik, pintar, kuat, cantik, dan cantik! Aku ini c.a.n.t.i.k! Sempurna! Idaman sejuta umat laki-laki di Anyang, bahkan Seoul! Kini kau tega-teganya mengkhianatiku dengan pria lain! Terlalu kau! Aku tidak perduli kau mengatakan dirimu gay atau apalah! Aku bersumpah akan membuatmu jatuh cinta lagi padaku, Lee Donghae bodoh! (Song Ji Hyo, ending planner, 29 tahun)

Kau tahu, Lee Donghae itu memang bodoh! Bodoh sekali! Kau bilang dia tampan, baik, dan menarik? Astaga, engsel-engsel di otakmu pasti sudah berkaratan semua! Kau ini gila atau apa? Atau kau ini tante-tante tua yang sudah kebelet mau nikah, sih? Pria gay seperti itu saja kau kejar-kejar seperti mengejar layangan putus yang terbang tidak ada juntrungan! (Lee Hyuk Jae, host club, 28 tahun)

Bukankah cinta itu tidak memandang apapun? Dan satu lagi, tidak ada yang tahu kenapa, apa, dan bagaimana semua bisa berjalan seperti ini. (Lee Dong Hae, news anchor, 28 tahun)

.

.

.

.

Author                                   : Sophie Maya

Title                                       : Why, Why, Why?! (Part 6)

Cast                                       : Song Jihyo, Lee Donghae, Lee Hyukjae, Song Joongki

Support Cast                          : another Super Junior member, Mia Narafa

Genre                                     : complicated romance, lil bit humor I think

Rated                                     : PG-19

Length                                   : chaptered

Type                                       : ?

Summary                               : Why? Everything becomes crazy. Why? I must stuck in here. Why? With you, WHY?WHY? WHY?!!

why why why 6

Disclaimer                              : this story is MINE.

Warning                                 : do you hate the CAST? DONT READ, its simple. And one more, NO BASHING oke? Its just for fun! Oh right, one more again I HATE SILENT READERS, so comment this story right? ^^

Hal yang menyakitkan… ketika kau dan aku mengeluarkan kata-kata yang tidak sama dengan yang ada dipikiran kita. Bukankah itu terasa benar-benar menyesakkan?

.

.

.

.

 “Hei, Song Joongki… apa jatuh cinta itu rasanya sakit?”

“Kenapa tiba-tiba kau bertanya seperti itu?”

“Aku hanya ingin memastikan aku tidak mengalami lecet atau luka apa pun ketika aku jatuh…” aku mengembuskan napas panjang, ”—cinta…”

Joongki menatapku dengan keda bola mata hitam jernihnya. Bibirnya bergerak-gerak tanpa suara. Bocah kecil itu sedang berpikir keras maksud kalimat dewasa yang didengarnya diumur empat tahunnya.

Noona, kau sedang jatuh cinta, ya?” tembaknya beberapa saat kemudian.

Aku membiarkan angin sore Anyang menggoyang-goyangkan rambutku. Bau kotoran kuda masih menyelimuti helai rambutku dan sepertinya tidak akan hilang dalam waktu cepat. Eomma sudah menyiapkan rendaman bunga mawar untuk pewangi rambutku, tapi nampaknya tidak terlalu berpengaruh.

Kejadian tadi sore di lapangan benar-benar memalukan. Untuk pertamakalinya dalam sepak terjang kehidupan Song Jihyo, kapten sepak bola dari Anyang dikalahkan dengan pemuda dari Seoul. Dan disiram kotoran kuda pula. Banyak orang yang tidak percaya dengan peristiwa itu, semua orang membicarakan kekalahanku sekarang.

Bocah-bocah rese semacam Hyunseung dan dedengkotnya itu, tertawa sepuas-puasnya ketika melihat kotoran kuda di sekujur tubuhku tadi. Mereka menari kesetanan melihat kekalahanku.

Benar-benar mimpi buruk.

“Jika saja tidak ada bocah yang membantuku berdiri tadi, aku tidak tahu apakah aku punya muka untuk pulang kerumah,” gerutuku sambil menendang-nendang kaki di lantai. Tapi kemudian, aku justru tersenyum ketika mengingat wajah putih polos yang berjalan menghampiri dan membersihkan tubuhku. “Bocah yang dilapangan tadi… dia lucu, ah, dia tetangga baru kita sepertinya,” lanjutku lagi.

Joongki kembali menggerak-gerakkan bibir. Berpikir. “Kau suka pada bocah dari Mokpo itu?”

“Apa?”

Suka? Bocah yang menolongku itu memang tampan, tampan sekali. Hatinya juga baik. Tutur katanya saat memperkenalkan diri juga amat sopan. Gerak-geriknya lembut penuh perhatian. Namanya Lee Donghae. Suka? Sepertinya…

“Mungkin,” jawabku mengangkat bahu. Lalu kembali tersenyum-senyum.

.

.

.

.

Bagaimanapun juga, “jatuh” selalu terasa sakit. Jatuh dari pohon, jatuh dari tempat tidur, jatuh dari gedung beratap seratus—jatuh selalu membuat terluka.

Dan bagaimanapun juga, jatuh cinta juga terasa sakit.

“Maafkan aku…”

Kau bersusah-susah memanjat hingga ke titik tertinggi, tapi cinta itu membuatmu terluka dan lecet begitu tubuhmu terhempas ke kenyataan pahit.

“Siwon bukan seperti yang kau pikir, dan Donghae bukan seperti yang kau duga…”

Jatuh cinta itu melelahkan, menyakitkan, membuat segalanya berdarah-darah. Hatiku, hatiku berdarah-darah sekarang.

“Song Jihyo-ssi…”

Jatuh cinta membuat bekas luka yang tidak akan hilang. Semakin besar rasa cinta kau pada seseorang, maka semakin besar luka yang akan ditinggalkan. Mungkin, bisa sebesar lubang di lautan lepas.

Aku menutup kedua wajahku. “Kenapa… kenapa… kenapa…” kedua tanganku bergetar hebat, nyaris tidak bisa kudiamkan. Tubuhku ikut bergetar, sampai-sampai aku tidak lagi bisa berdiri dengan baik. Aku terduduk di lantai rumah sakit yang dingin. Di hadapan Lee Hyukjae dan Choi Siwon yang memandangiku penuh prihatin.

“Song Jihyo-ssi…” Eunhyuk mencoba membantuku berdiri. Tapi aku menepis tangannya sedikit kasar.

“Kalian tidak memberitahu padaku dari awal!” teriakku parau. Lalu berpaling kea rah Siwon. “Kau… kau bukannya dokter, Choi Siwon-ssi? Tapi kau malah membuat orang sakit—kau membuatku sakit memikirkan Donghae!”

Siwon memandangiku penuh rasa bersalah. “A-aku… Nona, maafkan aku… ini atas permintaan Donghae… aku tidak bisa menolaknya.”

Aku menggelengkan kepala berkali-kali. Kepalaku terasa panas. Kakiku terasa perih. Tapi lebih dari itu, hatiku terasa berdarah-darah—begitu hebat—sampai kukira aku akan mati sebentar lagi.

Aku berdiri dengan susah payah. Air mata membasahi pipiku dan kuseka beberapa kali. Pandanganku beralih pada ruangan disamping yang hanya dibatasi dengan kaca tebal. Seketika, aku kembali merasa sesak.

Lee Donghae terbaring di sana. Dengan wajah pucat. Selang infus melilit di sekujur tubuhnya, membuatnya seperti mayat hidup.

Aku memejamkan mata. Merasakan deru napasku semakin berat.

Siwon berkata bahwa semalam kondisi Donghae drop sehingga pemuda itu pingsan dan harus dilarikan ke rumah sakit. Bahkan pihak rumah sakit menyatakan pemuda itu dalam keadaan koma. Donghae akan dirawat intensif di rumah sakit karena kondisinya semakin lemah dari hari ke hari.

Aku tidak pernah tahu Donghae punya penyakit kanker hati. Sungguh, aku sama sekali tidak menyangka pemuda dengan senyum manis dan tutur kata yang penuh perhatian itu bisa mengidap penyakit mematikan seperti itu. Kemanakah aku selama ini ditengah kondisi gawat Donghae? Kemanakah aku saat Donghae mati-matian berusaha melawan kankernya? Kemanakah aku… sampai-sampai tidak menyadari bahwa kekasihku tengah dalam keadaan antara hidup dan mati?

Jatuh cinta itu sungguh menyakitkan, sungguh…

“Song Jihyo-ssi, kau akan kemana?”

Eunhyuk mencoba menahan tangangku saat aku ingin berjalan masuk. Aku menggeleng kuat-kuat dan kembali menepis tangannya. Kali ini dengan amat kasar sampai pemuda itu terdorong ke belakang. Eunhyuk menatapku setengah takut, setengah tidak percaya, setengah… entahlah, matanya nyalang seolah menyiratkan banyak luka yang tidak kutahu.

“Keadaaan Donghae sedang tidak stabil, aku tidak bisa mengijinkan siapapun untuk masuk. Dia sedang mengalami masa-masa kritis,” ucap Siwon menghadang langkahku.

Aku terdiam mendengar ucapan Siwon. Sebuah dentuman keras seolah mengenai kepalaku. Aku menahan napas. Meremat-remat jemariku yang bergetar. Menahan air mata yang menggunung di pelupuk mata.

“Apa kalian tega membiarkanku melihat orang yang kucintai terbaring tidak berdaya di depan mataku?” Aku menatap Siwon dan Eunhyuk bergantian. Aku tidak yakin apakah aku sudah menangis sekarang. Apakah aku terlihat begitu bodoh di mata kedua pria ini. Tapi aku ingin ada di samping Donghae. Sesakit apapun kenyataan yang kuhadapi, aku ingin ada di sisi Donghae. Entah sekedar menggenggam tangannya, membisikkan kata-kata padanya, atau justru menangis di dekatnya. “Kumohon… biarkan aku masuk, a-aku… aku… ingin melihat Donghae-ku.”

-Song Ji Hyo POV end-

.

.

.

.

-Lee Hyuk Jae POV-

Jatuh cinta itu sakit.

—astaga…. demi Tuhan, apa yang kupikirkan?

Tidak, tidak, tidak, ini bukan sesuatu yang biasa kupikirkan.

Bagaimana bisa definisi jatuh cinta kembali keluar dari bibir seorang Lee Hyuk Jae? Kata-kata asing yang telah lama tak kuucapkan—yang pemahamannya pun telah terkubur dalam-dalam di dadaku.

Tetapi rasa sakit itu hadir kembali saat melihat wajah sembab Jihyo yang memaksa masuk ke ruang rawat Donghae…—rasa sakit itu sama dengan saat melihat Kapten Ji tersiram kotoran kuda dan diselamatkan oleh pemuda pindahan dari Mokpo.

Rasa sakit “itu” masih sama, ternyata…

Semalam tanpa sengaja aku mendapat kabar dari Song Chae Rin kalau pasien Siwon yang berpura-pura gay itu masuk ke rumah sakit karena kambuh. Song Chae Rin sedang bersama Siwon saat itu. Kupikir, Tuhan tengah menunjukkan satu jalan lain untuk mengakhiri kisah cinta pertamaku yang terhenti sekian lama tanpa ada akhir. Kupikir, Tuhan tengah memberi jawaban bagaimana seorang Lee Hyuk Jae harus bertingkah ketika melihat cinta pertamanya hadir kembali.

Donghae terbatuk-batuk keras selama seharian, hingga batuk darah. Pemuda itu lalu pingsan tidak sadarkan diri. Siwon yang kebetulan mengunjungi Donghae tahu apa yang terjadi dan segera membawa Donghae ke rumah sakit. Selama berjam-jam Donghae tidak sadarkan diri dan denyut nadinya lemah sekali. Kemungkinan Donghae terlalu lelah atau stress sampai membuat penyakitnya kambuh.

“Maafkan aku, maafkan aku, maafkan aku, Sayangku… sungguh, jika aku tahu kau seperti ini, aku akan mengambil setengah dari rasa sakit yang kau derita untuk kupangku dan kubawa kemanapun. Sungguh, kau tidak perlu melakukan banyak hal untuk membuatku bahagia. Kau hanya perlu membagi susahmu, membagi tangismu, membagi kesakitanmu….”

Aku menatap Song Jihyo yang duduk di samping ranjang, menggenggam erat tangan pucat Donghae. Gadis itu menangis pelan, isakannya terdengar seperti bisikan memilukan.

“…sungguh, Lee Dong Hae, jika aku tahu New Zealand yang kau maksud adalah tempat paling mengerikan… aku tidak akan membiarkanmu pergi seorang diri…”

Aku memegang dadaku. Memejamkan mataku. Merasakan dentuman yang menjalar di seluruh tubuhku.

Jihyo mengecup punggung tangan Donghae hati-hati. Membenarkan selang-selang infus yang tertata sedikit berantakan hingga membelit pergelangan tangan pria itu. Lalu mengusap pelan rambut Donghae, wajah Donghae, dan bahu Donghae.

Tuhan, jatuh cinta itu… benar-benar menyakitkan…

Aku tidak ingin… jatuh cinta lagi… pada orang yang sama lagi… orang yang memiliki pria lain di sisinya… orang yang bersedih bukan karenaku…—yang bagaimana pun juga membuatku ikut bersedih…

Aku berbalik dan hendak melangkah pergi. Ketika tahu-tahu Siwon berujar memecah keheningan, otomatis menghentikan langkahku.

“Sudah kukatakan padamu, jangan biarkan Jihyo tahu apa yang terjadi sebenarnya. Sekarang kau lihat, gadis yang Donghae cintai menangis seperti orang kehilangan separuh nyawanya.”

“Aku justru tidak bisa membiarkan Jihyo untuk tidak mengetahui apa yang sebenarnya terjadi pada orang yang dicintainya. Bagaimana bisa aku berbohong mengatakan semua baik-baik saja disaat Jihyo nyaris gila mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi?”

“Kupikir kau hanya host.” Siwon maju selangkah mendekatiku. Memasukkan kedua tangan ke dalam saku jasnya. “Sebuah kesalahan menceritakan peristiwa ini pada Song Chae Rin. Aku tidak menyangka dia akan memberitahumu.”

Aku mengembuskan napas. Udara di sekeliling koridor rumah sakit terasa dingin menyesakkan. “Aku justru senang Chae Rin bisa menceritakan semua hal—termasuk hal-hal besar seperti ini.”

“Kau ini…,” Siwon tampak kehilangan kata-kata. Pemuda itu memiringkan kepala, memandangiku dari atas hingga bawah. “…kau ini pacarnya Song Chae Rin atau Song Ji Hyo, sih?”

Aku tersenyum miris. “Menurutmu bagaimana?”

.

.

Siwon memencet tombol mesin kopi, lalu memberikannya kepadaku. Kami duduk di koridor sepi yang berada di sudut rumah sakit, dekat pantry. Siwon menatap gelasnya dengan pandangan kosong, lalu helaan napas panjang keluar dari bibirnya.

“Aku tidak tahu apa hubunganmu denganmu dengan Song Ji Hyo, karena jika aku memikirkannya, aku akan teringat Song Chae Rin. Bagaimanapun juga, Song Chae Rin akan menjadi tunanganku. Tapi yang kutahu, kau adalah pacarnya.”

“Aku…”

“Aku tidak bisa menebak apakah kau menyukai Song Chae Rin atau tidak.”

Membicarakan soal Song Chae Rin dalam keadaan begini bukanlah ide baik. Namun aku tidak bisa mengelak ketika Siwon memintaku mengikuti langkahnya sampai ke tempat ini. Lalu membicarakan masalah pribadi kami yang belum selesai. Oh, sebenarnya itu bukan masalahku. Bagaimanapun juga, aku hanya membantu Chae Rin menghindari rencana pertunangannya.

Aku menatap Siwon lurus. Dilihat dari dekat, wajah maskulin itu terlihat lelah dengan guratan kusut di dahinya. Entah karena masalah pekerjaan atau bukan.

“Kau… apa kau mencintai Song Chae Rin?” tanyaku.

Siwon memutar gelasnya lesu. Menarik napas sebentar. “Aku harus jujur atau bohong?” tanyanya.

Aku mengangkat bahu. “Terserah mana yang baik.”

“Aku mencintainya.”

Aku terdiam.

Siwon menarik napas, lebih berat dari yang tadi. “Aku mencintainya, tulus. Aku mencintai sikap kekanak-kanakkannya, aku mencintai sikap juteknya padaku, aku mencintai caranya membuatku jatuh cinta padanya.” Siwon memberi jeda beberapa saat. “Aku tahu, aku bukan pria baik yang akan ada 24 jam untuknya ketika kami menikah nanti. Maka, aku sadar seberapa besar aku mencintai Song Chae Rin, rasa-rasanya dunia terlalu baik jika aku berharap gadis itu membalas cintaku.”

“Kenapa kau tidak mengatakan langsung pada Song Chae Rin tentang perasaanmu? Kau tahu, Song Chae Rin pikir kau sama tersiksanya dengan pertunangan ini.”

“Entahlah, Lee Hyuk Jae… menurutku Song Chae Rin mencintamu. Bukan aku.”

Aku ingin mengatakan yang sebenarnya. Bahwa Chae Rin hanya memintaku berpura-pura jadi pacarnya. Tapi mulutku tetap saja terkunci.

“Kalau memang kau yang bisa membuat Chae Rin bahagia, mau bagaimana lagi.” Siwon tersenyum kecil.

Bunyi kereta besi berisi makanan bergerak terdengar mendekat. Beberapa karyawan rumah sakit masuk ke dalam pantry. Sepeninggalannya, menciptakan keheningan di sepanjang koridor.

“Kalau aku bilang, aku tidak mencintai Song Chae Rin…” aku menyeruput minumanku. “apa yang akan kau lakukan?”

“Aku akan membunuhmu.”

Aku tertawa sumbang. Terlampau sering mendengar kata “bunuh” akhir-akhir ini membuat kepalaku pusing. “Kau bercanda.”

Siwon terkekeh kecil. “Setidaknya, aku akan membuatmu menyesal karena melakukan hal itu—tidak membalas cinta Chae Rin, maksudku.”

“Bagaimana kalau aku dan Chae Rin tidak saling cinta?” pancingku. “Bagaimana kalau hubunganku dan Song Chae Rin tidak seperti yang kau kira?”

Kadang kita tidak perlu mendengar kata-kata keluar dari mulut seseorang untuk mengetahui perasaannya. Hanya lewat tatapan matanya, lewat gerak-geriknya, kita bisa memastikan seluruh perasaan orang tersebut. Saat aku melihat pupil mata Siwon melebar dan gerakan pemuda itu berubah kaku, aku tahu, Siwon sangat kaget pada penuturanku.

“Kau… bercanda?” tanyanya gusar.

Aku tidak menjawab dan kembali menenggak minumanku.

Siwon menundukkan kepala.

“Kalau kau tidak mencintainya, lalu siapa yang kau cintai, Lee Hyuk Jae?”

“Itu pertanyaan retoris. Tidak bisa dijawab,” kataku datar.

Siwon terdiam lama dengan wajah berkerut-kerut. Aku kembali meneguk kopi, menunggu ucapan dari pemuda itu.

“Sepuluh dari seratus,” ucapnya.

Aku menoleh. “Apa?”

“Sepuluh dari seratus…” Siwon mengangkat kepala dan memandangiku lurus. “itu persentase harapan hidup Dong Hae. 10% dari 100%.”

Tanpa sadar aku meremat gelas di tanganku. “Oh, sial. Kenapa kau memberitahukannya kepadaku?”

“Karena aku tahu kau akan memberitahu Jihyo soal ini.” Siwon menyandarkan punggungnya di sandaran kursi kayu. “Kau bisa menemukan kata-kata yang tepat untuk mengatakan pada gadis itu.”

“Kau…”

Siwon berdiri tegak, menepuk ujung jasnya  yang tidak kotor. Menoleh padaku yang masih duduk. Sorot matanya sulit kuartikan. “Terimakasih sudah menjaga Song Ji Hyo selama ini. Terimakasih sudah ada disampingnya selama Dong Hae sakit.”

“Kenapa kau yang berterimakasih padaku?” aku menggertakkan gigiku. Mengatup rahangku rapat-rapat.

Siwon tersenyum samar-samar. Matanya berkilat sedih. “Karena… mungkin saja Dong Hae katidak sempat mengucapkan terimakasih padamu.”

Aku mengerang. “Kau…”

Siwon mengembuskan napas panjang. “Benar, ternyata… kau memang tidak menyukai Song Chae Rin ya, Lee Hyuk Jae. Kau… kau menyukai Song Ji Hyo. Iya, kan? Tebakanku benar, kan?”

-Lee Hyuk Jae POV-

.

.

.

.

-Song Ji Hyo POV-

Memandang wajah tenang Lee Dong Hae yang tengah terlelap. Kapan terakhir kali aku melakukannya? Tiga bulan lalu? Enam bulan lalu? Satu tahun lalu? Entahlah. Rasa-rasanya sudah lama sekali aku tidak bertemu  dengan Dong Hae, hingga aku menyadari ada banyak perubahan di wajah Dong Hae. Aku tidak bisa menyebutkan perubahan itu, aku hanya bisa merasakan. Bagaimana Dong Hae tampak berbeda dari hari ke hari.

Genap lima hari semenjak Dong Hae koma di rumah sakit. Tidak ada tanda-tanda signifikan yang menunjukkan peningkatan pada kesehatannya. Kedua orang tua Dong Hae telah datang kemarin lusa, sama sepertiku, mereka baru tahu soal kesehatan Dong Hae. Ibunya Dong Hae pingsan berulang kali ketika pertama melihat wajah anak bungsunya terbaring tak berdaya di ranjang rumah sakit. Siwon terpaksa menyuruh Tuan Lee—ayahnya Dong Hae—untuk membawa pulang istrinya karena jika dibiarkan di rumah sakit, bisa histeris dan membahayakan keselamatan sendiri.

Song Joong Ki ikut datang ke rumah sakit membawakan apel kesayangan Dong Hae. Pemuda itu melempar pandangan simpati yang jarang sekali kulihat. Tidak ada kudengar ledekan dan rengekan dari bibir bocah berusia satu tahun di bawahku itu. Dia hanya mengulurkan tangannya untuk menepuk bahuku, seolah ingin berkata semua akan baik-baik saja.

“Kau kuat, Noona. Kau wanita yang kuat. Makanya Dong Hae Hyung amat mencintaimu. Jadi jangan kecewakan Dong Hae Hyung, Noona… kau tidak boleh menangis dan terlihat lemah, mengerti?” ucap Joong Ki.

Aku mengangguk tanpa kekuatan. Sebenarnya, sesungguhnya, dari hati yang amat dalam, aku ingin berlari memeluk Joong Ki lalu menangis sepuas-puasnya di bahu adikku itu. Aku ingin mengatakan padanya, aku bukan perempuan kuat, aku bukan perempuan yang tegar menghadapi kondisi Dong Hae, aku ingin mati saja karena kupikir separuh diriku pun telah mati melihat keadaan Dong Hae saat ini.

Tapi aku tahu aku hanya akan membuat semua keluargaku semakin bersedih. Satu-satunya jalan adalah dengan tetap tersenyum ketika keluargaku berkunjung, kemudian setelah mereka pergi, aku akan menyelinap ke toilet dan menangis sendirian di sana.

“Kau tahu, Dong Hae… kadang aku berharap kau tidak menolongku waktu kecil dulu. Apa jadinya kita sekarang jika tanpa kejadian di lapangan itu?” bisikku pelan.

Dong Hae masih terbaring di ranjang dengan mata tertutup. Suara-suara peralatan medis mengisi keheningan di dalam ruangan.

Aku menyenderkan kepalaku di lengan Dong Hae. Menyesap aroma tubuh Dong Hae yang tetap memabukkan meski pemuda itu dalam keadaan koma. Sungguh, Dong Hae sendiri seperti zat adiktif yang membuatku terus kecanduan.

“Kupikir kalau kau tidak menolongku saat di lapangan dulu… aku pasti akan tetap jatuh cinta padamu, dengan caraku sendiri.”

Tangan Dong Hae benar-benar dingin seperti salju putih yang turun di luar jendela. Aku mengusap punggung tangan Dong Hae hati-hati, memperhatikan selang infusnya.

Tiba-tiba pintu kamar diketuk, disusul dengan suara kenop diputar. Aku mengangkat kepalaku untuk melihat siapa yang datang. Dan mengernyitkan alis saat menyadari sosok Sungmin berdiri dengan ransel hitam di punggungnya. Sungmin menunjukkan wajah simpati ketika menatap ranjang Dong Hae, tapi kemudian pemuda itu membungkuk hormat menyapaku.

“Kau ingin menjenguk Dong Hae, Sungmin-ah?” tanyaku dengan suara serak. Aku menarik sudut-sudut bibirku membentuk senyuman. Setidaknya aku berusaha tidak tampil lelah di hadapan para pembesuk Dong Hae.

“Ya, aku bawakan bunga lotus untuknya.” Sungmin berjalan menuju meja kecil di samping ranjang, mengeluarkan sebuah pot berwarna lembayung dengan bunga lotus pink yang mekar cerah di atasnya.

“Bunga? Kau membawakan orang yang baru kau kenal sebuah bunga?” Jihyo tersenyum kecil. “Aku yang kekasihnya saja tidak pernah memberikannya bunga.”

“Ini karena aku bingung mau membawakan apa,” gerutu Sungmin. “Sebenarnya, berhubung aku adalah pemilik bar, aku ingin membawakan wine…”

Aku mendelik mendengar ucapan Sungmin.

“…tapi aku tahu kau akan melemparku ke tong sampah jika aku lancang membawakan wine untuk seorang pasien…”

“Itu kau tahu,” sambarku sedikit kesal. Orang gila mana yang membesuk pasien dengan membawakan wine?

“Dan aku yakin banyak orang membawakan roti, buah, dan sebagainya… kurasa itu terlalu mainstream. Kau tahu, aku tipe pria yang tidak mainstream…” Sungmin sedikit membanggakan dirinya, membuatku ingin menendangnya ke dalam mesin kopi. “Jadi, kubawakan saja bunga untuk kekasihmu,” lanjutnya.

“Baiklah, terimakasih.” Aku menganggukkan kepala. “Ini benar-benar tidak mainstream. Aku harus bilang ‘wow’ sepertinya, tapi aku tidak akan koprol… berhubung ini di rumah sakit.”

Sungmin tertawa. Dia duduk di sampingku hingga bahu kami bersentuhan. Sungmin terus memandang ke arah ranjang selama beberapa menit, lalu bersuara pelan, “sudah berapa lama kau dirumah sakit?”

“Empat hari.”

“Kau tidak pulang ke rumah? Kau tidak kerja?”

“Aku tidak bisa pulang dalam kondisi begini. Untungnya untuk sementara waktu, pegawaiku bisa memback up semua tugas dengan baik.”

Sungmin mengangguk-angguk, lalu kembali memandang Dong Hae. “Kau… pulang lah dulu, wajahmu benar-benar jelek. Katamu, kau wanita paling cantik di Anyang? Melihat kondisimu sekarang, aku yakin jika Anyang bisa bicara, dia akan mengatakan menyesal menjadi kota kelahiranmu.”

Aku menundukkan kepala, tetap tersenyum kecil. “Aku… sudah kubilang aku tidak ingin pulang. Aku ingin disini sampai Dong Hae sadar, Ketika Dong Hae sadar, aku ingin jadi orang pertama yang memberikannya makan dan minum…”

“Tapi sebelum itu terjadi, sebaiknya kau memberi makan dan minum untuk dirimu sendiri, Song Ji Hyo…”

Ucapan Sungmin seolah menyindirku. Berada di sisi Dong Hae selama berhari-hari memang hampir membuatku lupa mengurus diriku sendiri. Rambutku sudah acak-acakkan tidak karuan, wajahku sembab, dan aku jarang menyantap makanan meski sudah ditawari Siwon yang beberapa kali mengecek keadaan Dong Hae.

“Sungmin-ssi …” aku menoleh dan memandang Sungmin lekat-lekat. Sungmin membalas tatapanku. “Maaf…, sepertinya aku tidak jadi membunuh Siwon.”

Aku menundukkan kepala.

“Tidak masalah…” ucap Sungmin. “Mendengar maafmu, membuatku berpikir untuk minta maaf juga pada Eunhyuk. Dia tidak tahu apa-apa soal surat perjanjian kita.”

Aku teringat pada Eunhyuk. Host yang tidak kusangka-sangka memiliki hati tulus. Aku mengangguk membenarkan perkataan Sungmin. Eunhyuk tidak tahu apa-apa soal surat perjanjianku dan Sungmin. Surat perjanjian… kalau sebenarnya Eunhyuk bukan membantu membuat Dong Hae kembali padaku, tapi… dari awal, pemuda itu memang ditugaskan untuk membantuku… membunuh selingkuhan Dong Hae, siapapun orangnya.

.

.

(flashback)

“Kau bilang namamu Song Ji Hyo?”

Aku mengangguk.

“Dari Anyang?”

Aku mengangguk lagi.

Pria bernama Sungmin di depanku mengetikkan sesuatu di depan laptopnya, wajahnya berkerut-kerut serius.

“Ah, apa perlu kusebutkan tanggal lahir, alamat rumah lengkap, dan nomor telepon?” tanyaku berinisiatif.

“Tidak perlu. Aku lebih jenius dari cenayang…” Sungmin mengetuk-ngetuk laptopnya. “Aku punya koneksi luas soal informasi setiap warga di Korea. Hanya dengan satu nama, aku bisa tahu semuanya tentangmu.”

“Benarkah?” aku sedikit mencebik tak percaya. Tapi jika kupikir lagi, Sungmin memang jenius. Aku mengenalnya atas rekomendasi Gary, dia bilang Sungmin adalah hacker terhebat di Korea Selatan. Diumur lima tahun, bocah itu sudah berhasil membobol sistem komputer pemerintahan di Rusia. Akhirnya Sungmin bekerja untuk pemerintah Korea Selatan mengakses setiap jaringan web yang berisi data-data rahasia. Meski dari luar pemuda itu terlihat seperti om-om mucikari di klub remang-remang (-_-), tapi sebenarnya dia setara dengan agen-agen intel berbasis FBI.

“Jadi ada yang perlu kubantu?”

“Ini…” aku menyerahkan selembar kertas pada Sungmin.

 

Task:

What do you think if your boyfriend broke you up and told that he is a GAY?

a.I will runaway and scream out loud in the beach

b.I must know who are his lover and came with knife in my hand.

c.Im crying hard and spell magic karma for him. Did I do something wrong? Is he (another guy) more interest than me? God must be angry, babe!

d.I will find another man. Im still young and beauty, so what?

e.Ok, we are still be friends. You know, im kind-hearted girl.

f.I must back for him and make him love me again, not the boy/man! You can’t be a gay, youre my boyfriend! damn!

 

 

“Kalau kau jadi aku, apa yang akan kau pilih?” tanyaku.

Sungmin mengamati kertas itu dengan pandangan sedikit takjub. Entah kenapa. Kemudian pemuda itu mengangkat kepala dan tersenyum manis, “karena kau Song Ji Hyo yang lahir di Anyang 15 Agustus 1981 dan kekasihmu adalah Lee Dong Hae yang lahir di Mokpo 15 Oktober 1980… hm… dan kalian sudah mengenal sejak kecil… lalu… hmm…” Sungmin memperhatikan laptopnya dengan ekspresi serius, lalu pemuda itu memandangku lagi. “Kau pasti memilih B—I must know who are his lover and came with knife in my hand.”

Aku tersenyum kecil. “Jadi bagaimana? Kau bisa bantu aku temukan selingkuhan Dong Hae?”

“Bisa…” Sungmin menutup laptopnya. “Tapi dengan satu syarat.”

“Apa?”

Sungmin tersenyum penuh rahasia. “Kau harus bilang pada orang suruhanku nanti, kalau kau memilih F.”

(flashback end)

.

.

“Aku berbohong pada Eunhyuk, jika pemuda itu tahu, aku bisa dipanggangnya di kompor sekarang juga.” Sungmin tertawa kecil.

“Sampai saat ini aku tidak mengerti mengapa kau menyuruhku bohong pada pemuda itu.”

“Jika mendadak aku menyuruhnya membunuh orang, aku yakin dia justru akan membunuhku terlebih dahulu. Karena itu kupikir dia harus mengenalmu terlebih dahulu, baru setelah itu aku yakin dia akan mau melakukan apa saja yang kau mau.” Sungmin menepuk-nepuk kakinya. “Dia harus tahu dulu, siapa itu Song Ji Hyo…”

“Jadi menurutmu kalau dia sudah mengenalku, dia akan membantuku?” tanya Jihyo.

“Membantumu, apapun.” Sungmin mengedipkan mata. “Karena bagaimanapun dia itu… Lee Hyuk Jae…” suara Sungmin mendadak hilang, pemuda itu terlihat melamun tiba-tiba. Matanya tampak kosong.

Aku menyentuh lengan Sungmin. “Kenapa?”

Sungmin menggeleng lemah. “Tidak ada, hanya saja… selain minta maaf kepada Lee Hyuk Jae, tampaknya aku juga perlu minta maaf padamu.”

Aku memandang Sungmin tidak mengerti. Pemuda itu membuka resleting ransel yang dibawanya, lalu mengeluarkan selembar kertas tipis berwarna kecokelatan menyerupai kertas koran. Sungmin memandangiku tiga detik sebelum menyerahkan kertas itu ke tanganku.

Jeongmal mianhae, Song Ji Hyo-ssi…” katanya.

-Song Ji Hyo POV end-

.

.

.

.

-Lee Hyuk Jae POV-

Mia mendorong pintu kaca bar dan melangkah lebar-lebar menuju meja bartender. Gadis itu menyeringai lebar, menampakkan deretan gigi putihnya. Kedua tangannya terlipat di depan dada sementara bola matanya menyusuri sekeliling pub.

Aku menghampiri dan mengucapkan selamat datang pada gadis itu, yang tumben-tumbenan sekali tidak dibalas dengan antusias. Biasanya Mia selalu kagum dengan ketampananku dalam siatuasi apapun dan dimanapun.

“Eunhyuk Oppa, kau tahu dimana ‘si rambut meranggas’?” tanyanya tanpa menoleh.

“Siapa?” aku mengernyit sebentar. “Sungmin?”

“Bukaaann… astaga, Oppa… rambut Sungmin itu klimis seperti kakek-kakek puber, ish…, dimana letak meranggasnya?”

Aku menghela napas. “Kau mau minum apa?” tanyaku mengalihkan topik.

Pinot Noir.”

Aku mengangguk dan mulai sibuk membuatkan minuman untuk Mia.

Oppa…, kau lihat tidak si? ‘Si rambut meranggas’?” Mia lagi-lagi menanyaiku dengan nada manja.

“Aku bahkan tidak tahu siapa yang kau bicarakan, Mia Narafa.”

“Ish, Oppa. Itu… si bungsu dari Super Junior yang jeleknya amit-amit.”

Oh, jadi Mia menciptakan julukan baru bagi Kyuhyun. Si rambut meranggas. Ide yang lumayan brilian.

“Paling sebentar lagi dia datang. Memang kenapa sih? Kau merindukannya, ya?” tanyaku asal.

“Ish, Oppa!” Mia terlihat ingin muntah. “Botakin saja rambutku kalau ada kata ‘rindu’ keluar dari mulutku untuk si rambut meranggas itu!”

Aku terkekeh. Kusodorkan segelas Pinot Noir pada Mia, beserta botolnya. Gadis itu peminum yang baik untuk seusianya. Walau Mia selalu menghabiskan berbotol-botol minuman, dia tidak bisa mabuk. Kupikir hanya meminum obat nyamuk saja yang bisa membuatnya mabuk (-_-)

Oppa, kau tahu… aku baru saja mendapat foto ‘si rambut meranggas’ dengan kondisi rambut menyedihkan sepanjang abad ke-21. Astaga, kucing di rumahku saja jerit melihatnya.” Mia mengeluarkan selembar foto dan menunjukkan padaku. Disitu, terpampang foto Kyuhyun berambut… astaga, berambut merah… bergelombang dan dibuat acak-acakan. Benar-benar seperti Tao Kae Noi rasa pedas.

“Ini…”

“Hahaha, kau juga terkejut melihatnya kan, Oppa? Tuh, ternyata Kyuhyun juga pernah berambut merah dan tampak jelek. Hahaha, aku akan sebar foto ini di internet, disetiap situs antifans Super Junior. Hahahaha!”

Astaga, aku baru tahu hanya karena masalah rambut, Mia bahkan rela menyebar aib rambut nista Kyuhyun ke antifans Super Junior.

Aku melirik foto itu sekali lagi. Tapi, omong-omong… Kyuhyun memang jelek sekali disini.

“Oh, ya Oppa… aku juga akan mengecat rambutku lagi. Si pendek baru saja ganti warna rambut jadi warna barbie, pirang-pirang-jagung-gosong-gitu.”

Aku mengernyit sebentar mencerna ucapan Mia. ‘Si Pendek’…  maksudnya Kwon Ji Yong? Ck, gadis itu apa selalu menjuluki tiap pria dengan julukan nista? Kyuhyun ‘si rambut meranggas’, GD ‘si pendek’, aku jadi penasaran jika gadis itu memberiku julukan, jadinya bagaimana? Eunhyuk ‘si tampan’? Eunhyuk ‘si kharismatik’? Eunhyuk ‘si-yang-tanpa-melakukan-apapun-sudah-amat-mempesona-sekali’?

Cukup, Lee Hyuk Jae. Simpan imajinasimu untuk investasi masa tua.

Aku berdeham dan kembali sibuk meracik minuman. “GD baru ganti rambut? Aku baru tahu. Oh, sebenarnya kau tidak perlu mengikuti gaya rambut GD terus, kan? Walau GD meminta, kau bisa menolaknya, kan? Kurasa hitam adalah warna yang paling cocok untuk rambutmu. Black always look beauty for pure girl like you.”

Oppa…” Mia menatapku dengan terpesona. Gadis itu memegang pipinya yang merona sambil tersenyum lebar. “Terimakasih buat pujiannya. Tapi kau tahu kan, walau aku selalu mencerca pacarku yang super pendek seperti pedagang aksesoris berjalan dan memiliki gaya aneh, aku tetap menyukainya. Aku tidak bisa menolak permintaannya, bahkan untuk mengecat rambutku.” Mia mencomot buah strawberry yang baru kuletakkan di atas meja. “Mungkin karena aku mencintainya, maka aku akan melakukan apapun untuknya. Bukan begitu, Oppa?”

Aku tertegun mendengar perkataan Mia. Karena mencintai, maka akan melakukan apapun. Benarkah? Aku biasanya ahli dalam hal begini, namun untuk kali ini bibirku justru terkunci rapat, rasanya sulit menjawab pertanyaan Mia.

Benarkah? Jika kita mencintai seseorang, kita bahkan rela melakukan hal yang tidak kita suka hanya demi dirinya?

“Entahlah, Mia. Aku tidak tahu…” jawabku ragu.

Mia memanyunkan bibir. “Masa kau tidak tahu, Oppa? Kau kan ahli dibidang ini. Ck, jangan bilang kau belum pernah merasa rela melakukan apapun demi seseorang?” tebaknya.

Aku menatap Mia dengan sorot menerawang.

Aku pernah… rela melakukan apapun untuk seseorang.

Aku pernah… rela berlarian saat hujan salju, pergi dari rumah sakit sebelum sembuh, kabur dari acara makan malam dengan Chae Rin… hanya demi seorang gadis.

Hanya demi…

“Benar, ternyata… kau memang tidak menyukai Song Chae Rin ya, Lee Hyuk Jae. Kau… kau menyukai Song Ji Hyo. Iya, kan? Tebakanku benar, kan?”

Tahu-tahu tubuhku melemas, hingga terjatuh dan membuat beberapa gelas berjatuhan. Mia menjerit kaget dan berteriak memanggil host lainnya untuk menolongku. Kulihat beberapa pengunjung menarikku berdiri dan menanyakan apa aku baik-baik saja. Napasku terasa sesak dan pandanganku berkunang-kunang. Mia berteriak menyuruh seseorang memanggilkan ambulans untukku. Tidak, aku yakin aku tidak sakit dan aku dalam keadaan sehat sekarang.

Hanya saja, mendadak aku merasa dadaku sakit. Teramat sakit. Seperti ada lubang besar menganga di dalamnya. Rasanya ingin berguling dan jatuh ke jurang.

Lagi-lagi, kalimat dari Siwon menggaung di kepalaku. Kalimat yang sempat kuacuhkan dan kuanggap remeh, kini seolah balas mengejek padaku.

“Benar, ternyata… kau memang tidak menyukai Song Chae Rin ya, Lee Hyuk Jae. Kau… kau menyukai Song Ji Hyo. Iya, kan? Tebakanku benar, kan?”

Aku… suka… Song Ji Hyo…?

…………..

………………….

……………………………

……Tuhan, tolong aku.

-Lee Hyuk Jae POV end-

.

.

.

.

-Song Ji Hyo POV-

“Sebenarnya aku ingin memberitahumu dari dulu. Tapi aku belum menemukan waktu yang tepat. Mungkin, sekarang adalah waktu yang tepat. Kau… harus mengetahui segalanya, Song Ji Hyo-ssi.”

Kupikir, Tuhan benar-benar usil padaku.

Dia mempermainkan takdirku sedemikian rupa, mungkin Dia sedang tertawa melihat makhluk-makhluknya saling dihubungkan dengan benang merah yang ironi.

“Kenapa kau lakukan ini padaku, Tuhan?” tanyaku dengan suara parau.

Kuraba kertas kumal di tanganku. Kertas yang diberikan Sungmin padaku tadi siang, yang ternyata merupakan potongan koran belasan tahun lalu. Inilah alasan yang membuat Sungmin meminta maaf padaku.

LEE HYUK JAE, SI KECIL YANG JENIUS SEPAK BOLA

Seoul – Lee Hyuk Jae merupakan salah satu anggota tim sepakbola junior yang termuda, memutuskan keluar dari tim karena masalah pendidikan yang lebih diutamakan oleh kedua orangtuanya…

“Jadi… namamu adalah Lee Hyuk Jae?” aku meraba foto besar yang terpampang di tengah-tengah halaman koran. Foto yang sudah kumal termakan waktu, namun tetap saja kukenali. Rambut pirang itu, tubuh kurus ceking itu, seringai lebar yang jahil itu…. Aku tidak bisa melupakan sedetik pun orang yang melemparku dengan kotoran kuda ketika aku masih kecil. “… atau, aku harus memanggilmu Eunhyuk?” kataku lagi, kali ini dengan suara bergetar.

Aku tidak menyangka Tuhan benar-benar usil. Dia senang bermain-main dengan jalan hidupku. Dia membuatku kembali bertemu dengan orang yang dulu membuatku malu seumur hidup, yang membuatku disoraki dan diejek selama tiga bulan lebih. Dia membuatku bertemu dengan orang tersebut dalam keadaan serba tak menentu.

Orang yang selama ini bersamaku, yang selalu membantuku, yang selalu ada di setiap kesulitanku, adalah orang yang membuatku malu.

Jari-jariku meremas kertas tersebut dan menjadikannya gumpalan. Perasaanku sungguh campur aduk. Aku tidak tahu apa yang harus kulakukan sekarang. Semua terasa abu-abu.

“Entahlah… ini memusingkan…” gumamku parau. Aku ingin istirahat, aku lelah sekali.

Tiba-tiba terdengar suara berderak dari arah ranjang. Membuyarkan lamunanku. Aku melompat berdiri dengan mata terbuka lebar. Seluruh jarum jam seperti berhenti berdetak saat kulihat Dong Hae… tengah duduk di tepi ranjang… sambil tersenyum amat manis…

“Ji Hyo-ya… hei, kenapa wajahmu pucat begitu?”

-to be continued-

bonus track *?*

Kyuhyun Tao Kae Noi versi rasa pedas…

A3cvzyiCIAIbnup.jpg large

… is he hot?

.

.

Tao Kae Noi versi pedas yang asli…

8857107231781

Kenapa gue jadi promosi coba? -_-”

Gak apalah, otak lagi geser, dimaapin ya readers~

 

feel free for follow sophiemorore at twitter

87 thoughts on “Why, Why, Why?! (Part 6)

  1. Ya..ya…ya…
    Itu D0nghae bneran bngun ??

    Qu srasa hdup kmbaLi !!
    Hehe…

    Tp spertinya F0kus’nya Lbh k Eunhyuk yaa..
    Dan knp itu td ?? Knp Eunhyuk tb2 jtuh ??
    Tdk mngkin kan dia…

    Aish…
    FF ini bner2 bnyk kjutan🙂

  2. Sophieeee…. Masak si Kyu kayak Tao Kae Noi? Sungguh terlalu…
    Jujur aja, untuk sementara ini, part 6 yg bikin terharu, gatau ntar part berikutnya bikin nangis bombay ato gimana
    Yg pasti, q pengen ending yg ga biasa, ga kyk ftv2 yg gampang ketebak, hehe
    Ijin lanjut baca ya Sop…😄

    • Iyaaaa
      Kyi tao kei noiiii
      Dia makhluk rumput laut meraaahh,sumpah aku seneng bgt loh waktu keinget kl kyu rambutnya jg pernah di cat merah

      Hahahahaha
      Dia senjata makan tuan tuhhh

      Tenang aja endingnya ga akan ke tebak kok
      Hoho
      Selamat membaca

  3. Makin seru, makin bikin gregetan dan makin bikin penasaran. Huwaaaa~ Hae jangan sampai meninggal. Meskipun Hyuk biasku, tp aku lebih suka Ji Hyo sama Hae. *Plakk *Abaikan

  4. ih baru ingat buat baca lanjutan ff ini
    ahahaha, itu si evil disamain ma tao kae noi😄
    nah lo jihyo udah tahu, gimana eunhyk nantinya yah
    plis, donghae oppa jangan dibikin meninggal yah.

  5. haaaa skian lama gw ga mampir kesini..dan akhirnya gw ketinggalan jauh +-+ donghae sadar?alhamdulillah…taoi gimana nasib si tampan lee hyukjae? masa dia sakit hati trus unn? ayolaah buat eunhae bahagia..gw siap dicouplelin sm mrk ko haha eh ga deng..jd couple si rambut meranggas aja B-)

    hiehehe

  6. Salam kenal! Masuk ke sini gara2 googling song ji hyo and heechul! Ceritanya bagus2 banget! Tapi ada beberapa yang protected, itu gimana cara dapet passwordnya? btw, thanks for your beautiful words, keep writing!

  7. aakhhh unnie kerennnnnnnnnnnnnn aku udah nungguin lama banget ini akhirnya keluar!!! yeay penasaran sama ceritanya nanti jihyo bakal sama eunhyuk kagak yak😄
    pasti dah comedy ceritanya selalu dapet meski udah mulai masuk masa masa sedih hehehhe
    lanjut yaaa unnie!!

    • hahahahaha maaf deh lama banget yaaa
      part ini emang bikinnya paling lama dibanding part2 lainnya
      masa ini lucu? ini sedih tahu *garuk2 kepala*
      kekekeke
      ayo lanjut next part udah terbit~

  8. Aaaaaaaaaaaa…………
    Kyu nya ganteng banget!!
    Ga jelek! Mia aja sirik!
    Btw, Tao Kae Noi itu nama yg jelek. Aku pikir malah Tao ming tse. *slap*

    Harusnya mia nyoba rambut GD di Coup D Etat. Pasti cantik.😛
    Ini knp jd bahas mia?

    Itu knp Donghae nya bangun?
    Pasti mau kayak yg di sinetron2 kan?
    Bangun dulu sebelum meninggal, kata-kata terakhir, nangis-nangis, abis itu mati dgn tenang di tangan ceweknya. Iya kan?? Pasti gitu…

    udah, donghae nya meninggal aja. Biar jihyo sama Hyukjae.
    Udah pas itu. sekali-sekali kek Eunhyuk sama cewek cantik. Kasian, ga pernah.😛

    • eiii kyu jelek disitu maahhh

      hahahaha mia ga sirik dia cuma seneng aja nemuin foto kyu rambut merah kekekeke

      yup kayaknya kalo ada mia langsung heboh banget yaaa

      aduh gimana ya? kasih tahu ga ya?
      liat aja deh next part udah terbit loh
      next part adalah last part
      cekidot ya onn xD

      anjir parah komen terakhir lo onn
      unyuk kan udah pernah gue pasangin sama IU jugaaa biasanya gue pasangiin sama dora dia *eh

  9. hoolaaaa ~ aaaaa ini part syudah keluar ternyata. yaaaahh itu donghae nya koma ya ? eh tapi udah sadar ya. ehhhh mendadak kepikiran sama nasib hyuk kalo hae sembuh. kesian juga ya si hyuk, mana jihyo nya cinta banget sama donghae. aaaaaaaa jihyo ~ jangan marah sama eunhyuk ya setelah tau kenyataan nya, hyuk kan sudah membantumu. dia kan baik hati dan tampan kekekeke next pan ditunggu yaaaa🙂

  10. Mian eonn baru kasi comment *gembungin pipi*
    Parti inii…. Ahhhh melow bgt!
    Jgn bunuh Haeeee T_T Kasian Jihyo
    Àĸü undur diri dulu ya eonn
    Jangan lama-lama buat next part nya yahh >< Nanti àĸü karaten (?)

    Ok itu aja Annyeong eonn^^

    • iyaa nggak apa2
      kan yang penting dikomen
      aku malah makasih banget loh kamu selalu jadi loud readers selama ini

      hmmm bunuh ga ya? mati ga ya??
      kekeke oke doain aja next part nya bisa cepet yaa

  11. Tambahan comment eonn *apaan ₰ɑgï ini* *disaster lagi*
    Firasatku kok Donghaenya bakalan ——————————— *bukan isian* *trus apa* *heartbeat Donghae* *terserah-_-*
    Ahh Siwon cinta Chaerin eonn *death glare ke Chaerin eonn* haha *abaikan* Kenapa nggak àĸü (바넸트)? *ngarep*

    Kesan(?) Dan Pesan kpd Author tercinta :
    • Jangan buat Hae mati yahh nanti àĸü ngga bisa liat mukanya ₰ɑgï *apaan*
    • Comeback story nya jgn lama-lama yahh nanti àĸü mabuk *apa hubungannya* nanti àĸü pusing ngeloyor ke FF orang lain -_-

    SEKIAN COMEBACK MINGGU INI
    -vanesst.바넸트!-

    • hahaa emang dasar tukang nyampah ya haha
      hmm aku ga mau ngasih spoiler apapun maaf yaaa kekeke
      ditunggu aja tuh next part jadinya gimance kekeke

      hm kok disini banyak pro dan kontra ya
      aduh aku nya jadi bingung
      kenapa ada yang mau ji sama donge, ji sama unyuk
      kekeke

      pokoknya ditunggu aja
      semoga tidak membuat kesal kekeke

  12. Ya ampun…setelah bolak balik cek og km akhir na nongol juga sop..
    Sumpah yah…part ini galau abis. Andai ga ada part na ji hyo sama sungmin pasti makin ga karuan galau na.
    Tuch kenapa donghae na bangun ya? Jangan2 kena gejala lazarus lagi…
    Eka kok jadi simpati ya sama hyuk. Kasian dia..

    Sop, dari pada harus milih antara hyuk sama donghae mending ji hyo sama gery aja dech. Monday couple Jjang!!

  13. hi aku kombek buat komen hihihi omg kenapa ff nya jadi nyeseg bgt begini😦 semuanya mulai kebongkar yah di part ini?kena bgt ceritanya jd ikut2 ngerasain apa yg ji hyo rasain masa :”( dan ming oppa disini bener2 sweet but still cool abeeess haha wah disini bakal ada cerita jg selain triangle love eunhae dan ji hyo, *lirik siwon, kyu* hahaha pokoknya part ini best bgt deh… semakin nyeseg banget dan aaa meluluhlantahkan hatiku juga T.T ditunggu part berikutnya ^^

    • hai juga makasih ya udah baca dan komen
      part ini emang dibikin begini
      loh aslinya kan cerita why why why itu emang serius bin nyesek *meski 5 part sebelumnya gaje -_-*
      ahahaha
      dan yaaahhhh soal kyu dia ga bakal cinlok sama mia, tenang aja
      ya cuma siwon aja tuh yang jadinya beneran sama chaerin
      kekekekkee

      makasih ya sekali lagi
      next part doain aja cepet~

  14. KENAPA PART INI MELLOW ABIS KAK?:-(
    PLEASE KAK BIKIN DONGEK MATI AJALAH /plak .-. BIAR JIHYO SAMA EUNHYUK :’)

    PART SELANJUTNYA JGN LAMA2 KAK GUE LUMUTAN NUNGGUIN NYA -___-

    • KENAPA YA KENAPA
      YA AMPUN SOALNYA INI AWALNYA MEMANG CERITA SERIUS NENG
      CERITA SERIUS YANG DITULIS OLEH AUTHOR YANG OTAKNYA GESER
      JADILAH BEGINI HAHAHH

      ya ampun ada yang minta Donghae mati ya oloh~ hahaha

  15. Akhirnya setelah menunggu cukup lama part ini publish juga, seSuju ama komenan yg lain ini part sedih bikin aku nangis tp tiba2 ketawa gara2 banyolan neng sopie walah walah ane jadi kaya orang gila tengah malem ketawa + nangis di saat yg sama -_- protes neng sopie itu baby ming umur 5th uda bisa bobol sistem komputer pemerintah rusia apa ga imposible ??! Oh ya donghae oppa jangan bikin mati dong, aku tau hyuk uda baik banget tapi donghaelah yg dari awal menjaga jihyo, dan aku maunya hae-yo couple happi end ok ??!

    • akhirnya ya akhirnyaaa
      aahahaha
      maaf deh
      nggak bisa lepas dari jiwa gaje
      aduh gimana dongg hahaha

      hmmm aku ga bisa janjiin apa2 nih
      hahahaha
      kita liat next part aja deh gimana jadinya
      anyway makasih banget loh udah baca

  16. kenapa jadi haru biru gini seeeehhhh, ah eunhyuk tuh cowo baik-baik ato cowo belian?#plak
    ada typo dikit eon, tadi ada kata-kata “keda mata” tapi gak ganngu banget sih yaaa gak apa-apa ,#yaudah napa dibahas?
    trus…. jongki mana kelebayanmu nak? ahaha ada kang gary… dia kan mantanya jihyo#oke jadi gosip
    tapi buat endingnya ada firasat hae gak bakal lama T.T
    tapi kurang rela juga jihyo sama eunhyuk….. gimana kalo eunhyuk ama siwon? ato mia ama jihyo dan kyu sama aku ? ahahahah #plak
    keren seperti biasa
    oh tahu gak eon ini pulsa terakhirku harusnya buat tugas eh malah manteng di ff eon ahahaha ffnya selalu menggoda seh #plak

    • plak plak plak
      GUE TROLL banget liat komen lo!
      dia itu sejenis ergg ga bisa dideteksi lahhh
      masa? emang ada typo
      tapi kok males ya benerinnya? *ditendang
      nanti deh aku benerin
      kekekeke
      joongki lagi insyaf
      jadi dia ga lebai
      hahahaha

      ini anak satu otaknya aga geser kayak aku sepertinya
      what a brilliant idea! dan ini ff jadi unknown gender
      ckckckckkck
      hahahaha
      turut berduka cita yah atas pulsamu kekkee

  17. Hampir tiap hari cek blog ini, dan cmn buat nunggu ff yg judulnya, mengapa 3x… Akhirnya dtng juga…..
    Realy complicated iiihhh,,jd lee hyuk jae itu suka ya sama jihyo… (ʃ_⌣̀ )
    Donghaenya sembuh yaaa,,,ak g rela jihyo sma eunhyuk…
    Akhirnya itu looohhhh,,,gantung… Ahli bgt sih thor gantungin perasaan reader…

    • masa sampai sebegitunya?
      wah aku jadi terharu
      aku juga minta maaf ya, bkin nunggu lamaaa

      iyaaa hyukjae suka sama ji
      kekekkee
      sengaja dong aku kan tipe orang yang suka ngegantungin orang lain di tiang jemuran *ga gitu soph*

      next part aku janji ga bakal terlalu lama deh🙂

  18. Sebenernya part ini galau soph, tapi kenapa jihyo juga sempet ngebanyol jadi ngakak akunya hehe..
    Ooh jadi selama ini sungmin udah tau ya kalo eunhyuk itu temen masa kecilnya jihyo. Keren euy si sungmin hancker handal hahaha xD
    bersambungnya galau banget lahh soph, itu si donghae beneran sadar apa cuma imajinasi? Tapi kok firasatku buruk yaah:/
    si jihyo kayanya sama si unyuk deh.
    Dan siwon makasih banget lho udah mencintai aku (?) sampai segitunya xD
    bonusnyaa well, bikin pengen makan tao kae noi versi pedas hahaha
    lanjut soph😀

    • hahaha kenapa komenmu hampir sama dengan yang lain? kekekeke

      dan plis sebenarnya aku agak gak setuju itu siwon kok bisa cinta sebegitunya sama elo, onn? hahaha padahal lo kan termasuk jajaran sekasta dengan mia. sama2 weirdo hahaha

      hmm masalah donghae iat next part aja ya

  19. Sophiiiiiiiieee……kenapa tubikontinyu-nya nongol sih? Lagi seru itu naah -__-”

    Siwon oke deh bisa nebak hati seorang lee hyukjae, cenayang berkedok dokter tampan *digaplok siwon*
    Lee hyukjae ga berubah yah, dia tetap memikat hatiku agar tak berpaling *lebay mode on*
    Eh tapi sungmin juga tetep yah cool disini *kemudian digampol eunhyuk*
    Ituuuuuu hyukjae aku kenapa pingsan? Pasti kurang asupan cinta dari aku *nyosor cium eunhyuk | hyuk: bukan muhrim wey -_- | eish oppa malu malu ga mau* #tolongabaikansaja

    Tunggu tunggu, itu donghae-nya sadar? Tapi kok feeling ku ga enak deh ke donghae. Jangan2 donghae…………*silahkan isi sendiri* #plak

    Part 7 cepatlah publish!!!! Sekalian sampe end deh biar ga kepo *nyengir tanpa dosa*

    • hahahahaa maap maap aye janji deh part selanjutnya ga akan selama nunggu 2 bulan lebih
      kekekekeke

      aduh pada suka umin deh
      nih makan nih umin
      labu lagi diskon lohh *bukan umin yang ituuuu -_-*

      anjir, gue ngakak sama kalimat lo
      kekurangan asupan cinta? buahahahaha

      hmmm donghae gimana ya? kasih tahu ga ya?
      besok aja deh, next part

  20. wuuuuaaahhhh akhirnya, keluar juga. setelah penantian panjang… ya ampun, benar khongspirasi ya hahahhaha… penasaran sama lanjutannya. lanjut thor!!!

  21. eonni, aduh TBC.ny –”
    T.T
    menyedihkan banget part ini
    everything has been revealed
    I think I found no typo😀

    next part scepatnya ya eon
    makacih :*

    NB : maaf ya aku komen ga mutu. Msih speechless -.-

  22. jihyo galau amat yaaa,,,,

    kasiannn selingkuhan saya “si ikan mokpo” di hampur rata2 ff nya sophie di tindas muluuuuu…
    yg mati, yg penyakitan, yg diselingkuhin…. hadeuuhhh apa siiy salahnya dong hae??? *drama queen*

    endingnya ji hyo sama hyuk jae kan?
    trus mokpo sama aku…
    wkwkwwk

    author yg baik, cantik, istrinya yesung minta PW ff kamu member ke 16 suju dong……

    niiy email aku
    lenymanik.capricon@gmail.com

    • asek asek galauuu kan
      donghae mmg spesialis bikin galau di sophiemorore~
      donghae ga salah apa2
      dia cuma salah aja udah bikin sophie terpesona
      dengan tampangnya yang pantas untuk ditindas *dirajam* xD

      endingnya kasih tahu ga ya?
      pengin banget tahu ya? ya ampunnn

      eh minta pw di twitter official sophiemorore @sophiemorore

  23. Itu donghae mati terus arwahnya nemuin jihyo ato cuma imajinasi Jihyo aja?
    Ancur bener deh ntu perasaannya Jihyo. Semoga dia ga berbalik nyerang Eunhyuk. wkwkwkw
    ini FF udah mau ending? Cuma kau selalu begini. saat aku lagi baca serius mendadak ngakak karena banyolanmu di dialog ‘Wow! tapi aku nggak akan koprol karena ini rumah sakit’. Yang ada aku malah ngakak.

    Ada typo tuh soph. #ditampol.

    Aku nantangin kamu bikin FF NC bisa ngga? #ditampol

    • hm apa ya?
      kasih tahu ga ya?
      pengin banget banget tau ya?
      xD *digorok gio

      hm … jangan berpikir yang iya iya dulu soal eunhyuk
      belum semua rahasia kebongkar~ syalalalala

      iya nih aku juga ngerasa loh, aku ngantuk bgt klo bikin ff sedih2 panjang lagi… pasti ujung2nya iseng nyelipin banyolan
      aduhhh penyakitku kalo bikin ff mesti begini
      kayaknya aku udah kena kutukan gaje gara2 kalian selalu ngatain aku gaje!
      huh, ini salah kalian! kalian harus bertanggung jawab! ini anak siaaapaaaaa????
      *plak

      *abaikan* xD

      emang ada typo
      syalalala
      sengaja
      supaya ada yang ngeritik *alah, bilang aja emang males ngedit sop*

      buhahaha ff NC
      ga bisa bayangin
      serius
      belum bisa bikin yang gitu
      aku polos soalnya,
      otokke~~~ >,<

  24. hello kak yg punya blog xD reader baru ni :3
    udah kek lumuten nunggunya ._.V donghae nya jgn di bikin mati ya^^ ‘si rambut meranggas’ salah pilih cat, ngga cocok sama muka >.<
    i need next part u.u

    • haloo anna
      selamat datang di blog nista berisi cerita nista dan cast2 nista yang semakin nista karena selalu dinistakan xD
      memang tuh si kyu salah pilih cat hahahahahaa
      puas banget aku nemuin foto dia yang begtu hahahahaha

      next part kapan2 yaa *plak

  25. kayaknya udah seabad aj nunggu lanjutan ff ini
    kykny kpendekan dehhh…pngin tahu ni kelanjutannyya gimana
    ji sma syp,i dont have a clue
    cm berhrp donghae g mati aa
    waau jatah dialognya dikit, tp berasa bgt donghae itu sbenrnya cinta ama ji

    siwnnya jg trnyt ska ma chaerin
    aduh eunhyuk sma syp kl gni caranya😦

    pokoknya part slnjty jgn lma2….

  26. part yg ini galau bgt
    tapii aq ska adegan jihyo sma sungmin ngobrol.
    kyknya aq jd ngelirik umin nih,dy cool bgt disini
    meski dikatain om2 mucikari lah, kakek2 puberlahhh
    ttp sukaaa
    eh mlh tmbh suka

    tp eunhyuk ttp kren . bkin geregetan pas dy g mw ngaku dy suka ji.wah gmn part bsk yaa? apa mrk bkal brntem? nasib donghae gmn donk?
    dy udh sadar,artinya dy bkal sembuh ga sih?
    penasarannn

  27. waaaaaahhhh akhirnya www part 6 terbit jg
    onnie knp kao lm sekli nerbitin ffnya?
    tp ga papa
    part ini keren
    aku nagis pas bag jihyo marah2 ama siwon.ceritanya penuh emosi pas part ini.dan ehm..knp sungmin trlht tampan ya? trnyt dy hacker,trrjwb sdh knp dy bs tw smwnya….
    dan trnyt dr awal jihyo itu mmg mw bnuh siwon
    omg…

    ah,aq jg suka sedikit komedi yg diselipin d tengah crt.khas onnie bgt deh. mia sama kyu ngegemesin.

    dan itu bonus tracknya the best! bisa kepikiran kyuhyun tae kae noi. lol
    oh, i think im fallin love with the poster too. fotonya jihyo sama donghae lucu bgt.aq ngefans bgt ama couple ini

    fighting onnie.part 7 jgn lm2 y

    • aduh maaf ya
      aku emang awalnya stuck banget pas part ini
      aku buatnya pas lagi kkn dan mendadak ngeblank -_-

      kok malah jadi suka sungmin nih? ah reader ga fokus lo! *lempar kemenyan* xD
      *dilempar balik* xDDD

      aduh sebenarnya pas adegan kyu sama mia itu ngga sengaja banget
      ya berhubung aku pengin banget masukin foto kyu bermbut merah disini
      mirip tao kae noi kan? hahahaha

      dan itu fotonya aku emang ngubek2 inet buat nyari foto mereka yang samaan.
      hahaha demi apa coba -_-

      doain aja ya part 7 nyaaa
      amin

Just talking...

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s