He is My Brother (Part 1A)

He is My Brother (Part 1A)

Author   : Sophie Maya

Title       : He is My Brother

Cast       : Moon Chae Won (as Cho Chae Won) , Kyuhyun Super Junior

Support Cast: just wonder it…

Genre     : romance

Rated     : G

Type      : straight

Summary         : Musuh yang paling berbahaya adalah keluarga sendiri. Karena bagaimana pun kau berperang melawannya, kau akan tetap bertemu dengan wajah memuakkanya esok hari, esok hari, esok hari, dan esok harinya lagi.

moon chae won3

Disclaimer       : Super Junior isnt MINE. But this story is MINE.

Warning : do you hate the CAST? DONT READ, its simple. And one more, NO BASHING oke? Oh right, one more again I HATE SILENT READERS, so comment this story right? ^^

Sinopsis:

Cho Chae Won terbangun. Saat itu dia sadar doanya telah terkabul. Cho Kyu Hyun bukan lagi saudaranya, tapi musuh besarnya.

Dan dia harus melawan Kyu Hyun dengan segenap kemampuannya.

Jika tidak, negara Korea Selatan lah yang jadi taruhannya.

.

.

.

.

and the story begin…

.

.

.

.

              “BALIKIN SUNGLASS AKU!!” teriakan Chae Won bagai membelah langit malam itu. Chae Won tampak mengeraskan rahangnya. Tangannya dalam keadaan siap memukul dengan sebuah tongkat softball.

Kyuhyun tersenyum mengejek. Dilapnya sudut bibirnya yang berdarah terkena tonjokan Chae Won. Lalu dengan sigap pemuda itu mendorong Chae Won kebelakang hingga tubuh Chae Won membentur dinding kamar Kyuhyun.

BRUK.

“Aku udah bilang kan, ini sunglass milikku…” desah Kyuhyun sambil mendekatkan wajahnya ke wajah Chae Won.

“Kau selalu merebut apapun dariku!” jerit Chae Won parau. Ditatapnya, Kyuhyun, adiknya itu dengan tatapan penuh kebencian.

Bagaimana rasanya membenci adik sendiri? Membenci salah satu dari bagian keluargamu? Chae Won tahu benar rasanya. Setiap hari dihadapkan oleh permasalahan dari yang masuk akal hingga yang paling tidak masuk akal dalam hidupnya, hanya untuk memulai api perang dengan adiknya—Cho Kyuhyun.

Chae Won benci Kyuhyun.

Ia benar-benar sebal dengan semua hal yang dilakukan adiknya itu. Semuanya tampak salah di mata Chae Won. Semua tentang Kyuhyun, memang selalu salah di mata Chae Won…

Chae Won punya sunglass persis dengan sunglass yang sedang dipegang Kyuhyun sekarang. Sunglass itu dibelinya waktu karyawisata ke Jeju tahun lalu dan merupakan sunglass kesayangan Chae Won karena bentuknya yang unik. Dengan ukiran bunga semanggi di sudut-sudutnya. Benar-benar bagus.

Tapi belakangan Chae Won tidak pernah melihat sunglass kesayangannya lagi. Seingatnya, sunglass itu ditaruh di dalam kamarnya. Dan entah mengapa raib entah kemana.

Sebenarnya Chae Won mau merelakan sunglass itu. Meskipun barang kesayangan, sunglass itu memang udah lama sekali. Kalau ketemu pun, tidak akan Chae Won pakai buat kemana-mana. Mungkin aja sunglass itu bakal jadi barang antik di kamarnya. Dipajang di lemari kaca di kamarnya.

Tapi tadi sore sewaktu Chae Won masuk ke kamar Kyuhyun untuk meminjam Kamus Bahasa Inggris, tiba-tiba dilihatnya sunglass kesayangannya berada di atas meja belajar Kyuhyun.

Spontan kemarahan Chae Won meledak, gadis itu memaksa Kyuhyun untuk bangun dan… mereka pun bertengkar.

“Au tidak merebut apapun darimu!” tekan Kyuhyun. Pemuda itu semakin mendekatkan wajahnya ke Chae Won. Napasnya tersengal-sengal. Sementara matanya menatap tajam kakaknya yang menyipitkan mata ke arahnya.

“Aku tidak pernah percaya padamu!” jerit Chae Won keras. Dengan serta-merta gadis itu mendorong badan Kyuhyun hingga terhuyung ke belakang. Begitu melihat Kyuhyun tampak lengah, dengan segera Chae Won berlari ke meja belajar Kyuhyun dan mengambil sunglass kesayangannya secepat kilat. “PENCURI!” Chae Won menggertakkan giginya geram.

Kyuhyun menatap Chae Won dengan senyumannya yang aneh. “Noona, kenapa berkata seperti itu?” tanyanya dengan nada yang mendadak lebih kalem. Chae Won sedikit bergidik mendengarnya.

“Jangan membantah! Kamu iri karena aku berhasil mendapatkan sunglass-ku lagi, kan? Sekali pencuri, tetap pencuri!” Chae Won memutar-mutar sunglass-nya dengan penuh kemenangan. Tangannya yang satu lagi juga ikut memutar-mutar tongkat softball dengan gaya mengejek ke arah Kyuhyun.

“Aku tidak pernah mencuri. Itu sunglass-ku, Noona. Aku membeli dua hari yang lalu. Noona tidak percaya padaku?” Kyuhyun berjalan menghampiri Chae Won yang langsung memasang posisi siaga. Takut-takut Kyuhyun akan balas dendam dan bisa saja langsung mematahkan hidung Chae Won tanpa ampun. Adiknya yang satu itu sering melakukan hal-hal tak terduga.

“Jangan panggil aku ‘noona’!” desis Chae Won.

Kyuhyun menatap Chae Won dengan mata membulat. Lagi-lagi senyum anehnya terkembang. Kali ini terlihat semakin jelas dan membuat wajahnya semakin terlihat menyebalkan. “Eomma, Appa, lihat kan, Noona tetap aja gak percaya sama aku. Padahal sudah aku jelasin sunglass itu punyaku….” pandangan Kyuhyun lurus seakan menembus ke balik punggung Chae Won.

Chae Won mengernyit. Eomma? Appa? Gadis itu langsung membalikkan badannya dan sontak terkejut melihat ada dua orang yang sedari tadi berdiri di belakangnya—memandangnya dengan penuh amarah.

“Eomma… Appa?!”

.

.

.

.

“Kalian bisa tidak, tidak berantem tiap hari? Appa lihat ada-ada aja yang dibuat jadi masalah. Ada-ada aja yang bisa bikin berantem. Kalian itu sudah gede, sudah SMA, tapi kenapa kelakuannya nggak berubah dari kecil? Malah tambah jadi-jadi.” Appa menatap Chae Won dan Kyuhyun bergantian.

Chae Won mendesah pelan. Diliriknya Kyuhyun yang sibuk menyembunyikan wajah gelinya. Ya, tadi adiknya itu berhasil bertingkah laku sebagai ‘anak yang baik’ tepat saat Eomma dan Appa memergoki mereka berantem. Pantas saja mendadak cowok itu berbicara dengan lebih kalem. Ternyata dia tahu kalau di depan pintu Eomma dan Appa sedang memperhatikan mereka berdua.

Dan sialnya lagi, Chae Won malah tidak sadar dengan kehadiran kedua orangtuanya. Karena memang tadi posisinya membelakangi pintu. Chae Won malah sibuk memarah-marahi Kyuhyun dengan sumpah serapahnya. Tentu hal ini akan membuat Eomma dan Appa berpikir kalau Kyuhyun ada di pihak yang tidak bersalah. Sementara Chae Won? Seperti biasa, akan selalu disalahkan!

Sejak kedatangan kembali Cho Kyuhyun ke rumah ini sebelas tahun yang lalu, Chae Won langsung saja mengecap adik sekaligus saudara kembarnya itu sebagai musuh abadi. Menurut Chae Won sendiri, Eomma dan Appa lebih menyayangi Kyuhyun dibanding dengannya. Selalu ada Kyuhyun begini, begitu, begini, dan begitu.

Kyuhyun memang memiliki banyak prestasi. Dari kecil, Kyuhyun sudah berhasil merebut hati seluruh guru-guru di TK-nya karena bisa menghapal abjad dan angka. Kyuhyun juga tidak pemalu jika disuruh bernyanyi di depan. Sewaktu SD pun Kyuhyun selalu juara dan sejak SMP dia selalu saja memenangi lomba-lomba di sekolahnya. Kyuhyun juga seorang atlet lari yang mencetak prestasi lumayan banyak. Dia pernah menyabet medali emas dalam lari 100 meter dalam pekan olahraga di kota mereka. Dan karena prestasinya yang sedemikian cemerlang, Kyuhyun berhasil lolos dengan lancarnya di tes masuk SMA Changjo, SMA terfavorit di Busan.

“Maafkan aku, Appa.” Kyuhyun menundukkan kepalanya dalam. Tangannya sibuk memilin-milin ujung telapak meja. Wajahnya menunjukkan rasa bersalah.

Chae Won menaikkan sebelah alisnya. Diakuinya dia benar-benar kagum dengan akting innocent-nya Kyuhyun.

“Kyuhyun, Sayang… ini bukan salah kamu, Sayang…” Eomma tersenyum lembut menatap Kyuhyun.

“Tapi, Ma… aduhh…” Kyuhyun memegang bibirnya yang bengkak terkena tonjokan Chae Won. Bibir Kyuhyun yang merah tampak semakin merah karena darah yang keluar dan mengering membuat bibirnya yang tipis itu jadi terlihat tebal.

“Kamu gak apa-apa, Sayang?” Eomma berdiri dari kursi dan menghampiri Kyuhyun. Dirabanya bibir Kyuhyun perlahan.

“Aa-dduhh…,” Kyuhyun meringis pelan. “Tidak apa-apa, Eomma. Ini tidak menyakitkan,” elak Kyuhyun.

“Tidak sakit? Bibirmu sampai bengkak begitu, kamu bilang ‘tidak sakit’?!” Eomma berdecak pelan. Lalu pandangannya beralih ke arah Chae Won. “Chae Won, kamu seharusnya tidak boleh maen nonjok adik kamu. Kalau kenapa-kenapa, bagaimana? Kasihan Kyuhyun, dia tidak bersalah sama sekali,” celoteh Eomma.

Chae Won menatap Eomma kesal, “Eomma, Kyuhyun duluan yang mencari perkara. Dia nyuri sunglass aku. Pasti dia ngendap-ngendap ke kamar aku tanpa seijinku, lalu ngambil sunglass itu. Tidak mungkin kalau tiba-tiba sunglass itu ada di kamarnya kalau tidak dicuri!” bela Chae Won sambil menunjuk Kyuhyun. “Dia pantes kena tonjok!” sinisnya.

“CHAE WON!” bentak Appa keras.

Chae Won terdiam dan menatap Appanya.

Sunglass ini?” Eomma mengeluarkan sunglass yang menjadi bahan rebutan antara Chae Won dan Kyuhyun. Diletakkan sunglass itu di atas meja makan. “Ini yang bikin kalian berdua bertengkar?” tanya Eomma.

Chae Won dan Kyuhyun saling berpandangan. Lalu mata keduanya tertuju pada sunglass berwarna cokelat gelap itu.

Eomma ingat, kan? Itu sunglass yang tahun lalu aku beli di Jeju waktu karyawisata bareng teman-teman.” Chae Won memulai pembelaannya. “Jadi jangan salahkan aku kalau sunglass itu ada di kamar Kyuhyun. Eomma sendiri juga pernah bilang, kita tidak boleh mengambil barang orang tanpa seijin pemiliknya. Sekarang Kyuhyun ngambil sunglass aku TANPA seijinku.” Chae Won sengaja menekankan suaranya saat mengucapkan ‘tanpa’, dia yakin Eomma akan percaya pada perkataannya.

“Jadi, Kyuhyun, kamu mengambil sunglass kakak kamu tanpa ijin?” selidik Appa sambil menatap Kyuhyun tajam.

Chae Won tersenyum puas. Tampaknya Appa sudah mulai percaya dengannya.    Kyuhyun memicingkan mata ke arah Chae Won. Pemuda itu tampak kehilangan kata beberapa saat sampai akhirnya dia mendesah pelan, “Aku baru beli sunglass itu dua hari yang lalu. Pesan sama teman aku di Jeju, Appa. Itu bukan sunglass Chae Won Noona. Appa bisa lihat, kalau sunglass Chae Won Noona ada goresan di bagian frame. Kalau sunglass-nya Kyuhyun, karena masih baru, jelas tidak ada…” jelas Kyuhyun.

Appa mengangguk perlahan dan mengambil sunglass itu lalu mengamatinya seksama. “Chae Won, benar sunglass kamu ada goresannya?”

“Ngg…” Chae Won berusaha mengingat-ingat, “Iya, waktu itu jatuh pas Chae Won lagi jalan-jalan, terus tergores-gores…” Chae Won mengangguk-anggukkan kepalanya.

Appa menarik napas pelan. Tangannya kembali menaruh sunglass di tengah-tengah meja. Lalu Appa memandang Chae Won dan Kyuhyun bergantian. Kemudian memandang Eomma yang sibuk mengompres bibir Kyuhyun dengan handuk kecil.

“Chae Won, kamu minta maaf sama Kyuhyun.” Ujar Appa akhirnya.

“Hah?” Chae Won terlonjak kaget. Dia terlihat ingin protes dengan keputusan Appa yang menurutnya tidak masuk akal. Jelas-jelas Kyuhyun yang bersalah, kenapa harus Chae Won yang minta maaf?!

“Ini memang sunglass Kyuhyun, Chae Won. Sunglass ini tidak ada goresan sedikitpun. Sudah, kamu jangan banyak ngeyel. Sekarang minta maaf sama adik kamu. Kasihan itu, wajahnya sampe memar-memar gitu.” Appa memaksa Chae Won.

Chae Won melirik Kyuhyun yang masih sibuk mengaduh kesakitan. Dalam hati Chae Won benar-benar menyumpahi kalau rasa sakit itu bakal bertambah. Dia tahu, pasti Kyuhyun pura-pura mengaduh-ngaduh kesakitan supaya Appa menaruh kasihan padanya. Adiknya yang satu itu memang pintar berakting, apalagi kalau berakting menjadi ‘anak baik’ di depan Eomma dan Appa.

“Iya, Chae Won. Minta maaf sama Kyuhyun. Appa sendiri sudah bilang kan, itu sunglass-nya punya Kyuhyun. Eomma juga bisa lihat kalau sunglass-nya itu masih baru, nggak terlihat lama kayak sunglass punya kamu. Anggap saja masalah ini udah selesai. Oke?” Eomma ikut membenarkan. Tangannya sesekali menyeka bibir Kyuhyun dengan handuk kecil agar bengkaknya berkurang. Padahal Chae Won malah berharap kalau bengkaknya bisa bertambah parah dan terlihat seperti Donald Bebek.

“Ya udah anggap aja masalah ini selesai.” Ujar Chae Won pelan. Dia masih tidak percaya kalau itu sunglass-nya Kyuhyun. Sebenarnya masih banyak pertanyaan menyudutkan yang ingin ia lontarkan pada Kyuhyun. Tapi melihat Appa dan Eomma sepertinya sudah memberi talak kalau sunglass itu milik Kyuhyun, Chae Won terpaksa mengalah. Direlakannya sunglass itu daripada harus kena semprot Appa lebih lanjut.

Tapi Chae Won tetap tidak mau mengucapkan kata ‘maaf’ untuk Kyuhyun. Dia tidak akan membiarkan kata ‘maaf’ keluar dari bibirnya untuk si rese itu.

Eomma dan Appa tampak tersenyum puas memandang anak-anak mereka yang dianggap sudah menyelesaikan acara berantem mereka untuk hari ini.

“Ya, udah. Sekarang kita makan malam dulu. Lihat, udah jam delapan.” Appa mengakhiri pembicaraan mereka tentang sunglass itu. Begitu juga dengan Eomma. Dengan sigap Eomma mengambilkan piring dan nasi untuk Appa. Makan malam pun dimulai seperti hari biasanya. Kyuhyun memimpin doa dan mereka mulai makan dengan lahapnya.

.

.

.

.

Chae Won membereskan piring-piring di meja makan dan membawanya ke dapur. Makan malam sudah selesai dan sekarang gilirannya untuk mencuci semua piring-piring kotor. Ini memang tugas rumah yang wajib Chae Won kerjakan. Karena memang di rumah ini ada peraturan tentang pembagian tugas. Dan untuk mencuci piring merupakan tugas wajib bagi Chae Won.

Chae Won mulai menyalakan keran air dan membasuh piring-piring kotor satu-persatu. Tapi tiba-tiba saja Kyuhyun sudah berdiri di sampingnya sambil berdeham kecil.

Awalnya Chae Won tak peduli dengan tingkah laku Kyuhyun. Dia sibuk meneruskan aktivitasnya. Tapi sepertinya Kyuhyun pun tak mau menyerah, adiknya yang satu itu menggoyang-goyangkan tangan Chae Won hingga membuat cewek itu menghentikan acara menyucinya. Ditatapnya Kyuhyun penuh geram.

Wae?!”

Kyuhyun menunjukkan cengiran tak berdosanya. Meskipun cengiran itu terlihat sedikit aneh karena bibirnya yang bengkak itu belum sepenuhnya sembuh. “Noona, aku keren tidak memakai sunglass ini?” Kyuhyun menggoyang-goyangkan sunglass-nya dengan gaya konyol.

Chae Won menyipitkan matanya. Dipandangnya Kyuhyun dari ujung kepala sampai ujung kaki.

“Ti-dak,” kata Chae Won ketus. Gadis itu kembali mencuci piring. Sesekali dilihatnya Kyuhyun yang masih berdiri tegak disampingnya. Adiknya itu tampak tidak yakin dengan ucapan Chae Won barusan.

“Masa?” Kyuhyun  mencopot sunglass-nya dan menggoyang-goyangkannya perlahan. “Kenapa teman-temanku bilang, aku cocok pake sunglass ini?”

“Itu berarti teman-temanmu bodoh. Tidak bisa membedakan mana yang bagus dan yang super jelek,” ujar Chae Won asal-asalan.

“Oh, yaa…?” Kyuhyun mendekatkan wajahnya ke wajah Chae Won. “Jika teman-temanku di SMA Changjo kamu katakan bodoh, bagaimana dengan teman-temanmu yang sekolahnya di SMA Cheongsam?”

Chae Won langsung menoleh ke arah Kyuhyun. “Oh, jadi kau merasa, murid-murid di Changjo pintar sementara di Cheongsam tidak?”

Jika saja Chae Won sedang menyuci pisau, wajah tampan Kyuhyun tidak akan luput dari amarahnya. Tapi dia hanya menemukan sendok sebagai satu-satunya benda tajam yang tengah dicucinya. Maka, hanya sendok itu lah yang dilemparkan hingga mengenai Kyuhyun.

“Argh, Noona!!! Kau melemparku lagi!”

.

.

.

.

Kyuhyun duduk bersila di atas lantai kamarnya yang dingin. Meringis kesakita memegangi bibirnya. Sebenarnya, Kyuhyun ingin berteriak, tapi sudah tengah malam, dia tidak mungkin berteriak. Juga, Kyuhyun tidak mungkin berteriak dengan posisi kamarnya yang bersebelahan dengan Cho Chae Won, dia bisa-bisa membuat gadis itu mengamuk lagi.

Ponsel Kyuhyun berbunyi. Dari nomor tidak dikenalnya. Kyuhyun mengangkat dengan susah payah.

Yoboseyo?

Kyuhyun terdiam mendengar suara di seberang, matanya melirik sekilas kalendar di atas meja belajar sambil menelan ludah. Ah, benar ternyata… sudah tanggal segini. Dia sama sekali tidak sadar.

Kyuhyun memijat-mijat kepalanya. Rasa pusing bergejolak membuatnya sulit berpikir. “Ya… besok… aku akan ke sana. Tidak, mungkin bersama Eomma atau Appa.” Hening beberapa saat, terdengar suara dari seberang, lalu kembali ditimpali Kyuhyun. “…ya, tentu saja. Chae Won Noona tidak ikut. Dia belum tahu hal ini…”

.

.

.

.

              “Aku harus membuat perhitungan untuk Cho Kyuhyun.”

“Kenapa kau tidak minta maaf saja padanya? Dan mengakhiri pertengkaran kalian yang sepertinya tidak pernah berakhir ini?” Mia duduk dengan tenang di mejanya, menuliskan sesuatu pada buku catatan Kimia miliknya.

“Mungkin aja Kyuhyun itu memang beli sunglass itu. Mungkin aja dia memang pesan sunglass itu sama temannya di Jeju. Lagi pula kata sunglass Kyuhyun bebas dari segala macam goresan. Tidak seperti sunglass-mu.”

Chae Won terlihat semakin cemberut. Tapi hal itu tak membuat Mia mengubah pendapatnya. “Kurasa kamu harus minta maaf pada Kyuhyun,” tambah Mia.

Chae Won semakin memelototkan matanya. Minta maaf? Sama Kyuhyun? Buat apa?!

Mia menghela napas sebentar. “Kau sudah menuduh adikmu pencuri, itu yang pertama. Yang kedua, kau udah menonjok bibirnya sampe bengkak, kasihan wajah secakep dan sekeren Kyuhyun harus rusak gara-gara tonjokanmu. Yang ketiga, sembilan puluh sembilan persen sunglass itu memang sunglass-nya Kyuhyun, karena aku juga tahu seperti apa bentuk sunglass kau yang hilang itu. Sudah jelek sekali.”

Chae Won melirik ke arah Mia, “kau tidak tahu bagaimana Kyuhyun itu. Kalau kau sudah bertemu dengannya, kamu pasti tidak akan pernah menyebutkan tiga alasan kenapa aku harus meminta maaf padanya. Aku selalu berharap Kyuhyun hanya adik khayalan yang sama sekali tidak nyata. Tidak pernah ada. Aku selalu berharap ketika terbangun dari tidur, aku sadar kalau Kyuhyun bukan adikku. Dia hanya mimpi buruk.”

“Kau tidak boleh berkata seperti itu.” Mia menyibakkan tangannya. “Jika dia benar-benar bukan adikmu, kau akan menyesal nantinya.”

Chae Won hanya mengangkat bahu. Dia sama sekali tidak berminat membahas hal ini lagi. Dia memutuskan keluar dari perpustakaan dan berjalan-jalan di sekitar sekolah. Ada banyak anak-anak tengah bermain di lapangan basket. Chae Won berjalan memutar ke taman belakang, tempat favoritnya untuk menyendiri.

Udara sepoi-sepoi pertanda musim semi, membuat taman belakang jauh lebih indah karena ditanami bunga-bunga.

Tapi Chae Won sedikit terganggu melihat seorang pemuda tengah duduk di salah satu undakan batu yang biasanya dia duduki. Pemuda itu tampak sedang mendengarkan musik, dengan headphone di kepalanya. Chae Won tidak pernah melihat pemuda itu sebelumnya di Cheongsam, mungkin murid kelas satu, atau kelas dua.

Chae Won berpikir lebih baik dia kembali ke kelas karena tempat favoritnya telah diduduki. Tapi kemudian, pemuda itu justru melepas headphone-nya dan tersenyum tipis.

“Aku sudah menunggumu dari tadi. Darimana saja kau?”

Chae Won tertegun. “Aku?” Chae Won tidak yakin pemuda itu tengah berbicara padanya. Tapi tidak ada orang lain lagi disini. Jadi kemungkinan yang dimaksud pemuda itu memang dirinya.

Pemuda itu berdiri, menepuk-nepuk celananya yang sedikit kotor terkena pasir. Dia tersenyum lagi. “Kau tidak mengenalku, mungkin. Tapi aku mengenalmu dengan sangat baik.”

“Oh ya?” Chae Won mengernyit. “Memangnya kau siapa? Cenayang? Anggota Tata Usaha Sekolah?”

Pemuda itu terkekeh. “Bukan…” dia maju selangkah mendekat. “Cho Chae Won, kau tahu, dalam sehari, ada tujuh detik dimana setiap permintaan manusia akan dikabulkan. Sepertinya aku sekarang sedang ingin mengabulkan permintaanmu.”

Chae Won semakin mengernyit. “Kau gila, ya?” celetuknya asal.

Pemuda itu menggeleng.

Tiba-tiba saja kepala Chae Won terasa berat. Tubuhnya melemas. Ada sesuatu yang masuk ke dalam tubuh dan membuatnya terasa amat mual. Sebelum Chae Won menyadari penyebabnya, dia mendengar kata-kata pemuda yang kini berjongkok dan menjentikkan tangan.

“Tuhan mengabulkan permintaanmu, Cho Chae Won. Kau… kau tidak akan terlahir sebagai saudara Cho Kyuhyun…”

“Apa?”

Cho Chae Won tidak tahu apa-apa lagi, mendadak saja dia mendengar suara tembakan dan langkah lari yang berdebum-debum, teriakan dimana-mana. Tanpa bisa menyadari apa yang terjadi, semuanya terlanjur menggelap.

Pemuda di depan Chae Won tersenyum amat puas. Melangkah meninggalkan tubuh Chae Won seolah tidak peduli dengan keadaan gadis itu. Headphone yang tadi dilepasnya, kini dikenakan kembali. Headphone itu terus mengeluarkan suara-suara asing yang membuatnya mengulum senyum. “Siap-siap saja…,” kata pemuda itu, “…sebentar lagi perang dunia ketiga akan dimulai.”

.

.

.

.

To be continued

47 thoughts on “He is My Brother (Part 1A)

  1. Cho Kyuhyun. disetiap ff kenapa tingkahnya selalu menyebalkan u,u dan anehnya aku selalu suka karakter kyuhyun yang sepeerti itu. nakal-nakal minta dicium ahahaha😄

  2. Kyu!!km nyebelin bgt d sini!!*cubit kyu*
    bikin gregetan aj nih anak
    Evilny tingkat maximum,,
    chae won jgn nyesel ntar klo bnrn suka kyu ya hihihi.
    spt biasa sophie eon Sng nyiksa karakter ,d sini kyu jd karakter yg d benci.
    *tepuk kyu oppa*sabar y oppa

  3. aaah, kykny hubungan mereka tambah parah,..
    gk ad kemungkinan bwt memperbaikinya,..
    ehm, kyu jahil bnget sih,..
    tapi chae won kykny keras kepala jg sih,.
    i2, kykny kyu punya rencana 2h? penasaran am rencananya,.
    trs i2 malaikat siapa? yg seenak jidat ngabulin permintaan chae won,..
    perang dunia ke3 di mulai,..?
    d’tgg lanjutan sophie,.
    penasaran,..
    fighthing!!!

  4. eonni …. kyuhyunnya jahat -_-
    chaewonnya kasian sih ._.
    aku sih juga bakal sebel bgt kalo punya sodara macem kyuhyun gitu *eh*
    ayo lanjutin yaaaaa hihihi aku akan menunggunyaa

  5. kyaaa saengie >< ini mau dibikin karakter gimana uri kyuhyun sm eun gi *masih nebak2
    awalnya sedikit ada rasa kecewa *uhuk* tumben sekali sophiemaya make bahasa yang kurang formal, jadi sedikit berasa aneh..apa kejutan yang kau siapkan nak??
    tp lanjut kebawa okedeh, as usual, musti ngasi rasa penasaran gegara tebece *gigit

  6. eeoonn >.< weis ff nya daebak trus xD namja yg td ngobrol sm chae woon itu sbenernya apa?.-. malaikat?? jin??alladin? /?? entahlah…apa ntar chae woon berjodoh sm kyuhyun? {}

    dtunggu next partnya unn =3

  7. Wow wow, ga nyangka ceritanya bakalan kaya gini. Siapa sih cowok malaikat yang seenaknya ngabulin permintaannya chaewon itu?? Ah, karena mereka udah ga kakak adik, nanti mereka bakal jatuh cinta ya soph?😮
    next part please~
    yang why why why jg ditunggu bgt🙂

  8. eonni, boleh sumpah-serapah ga?
    Nyebelin amat cuma seuprit gini! *ga nyante*
    hah eon! TBC.ny ga pas tuh. . .
    Ah btw, ini msh sangaaaaat misterius.
    Itu si CKH telponan sma siapa?
    Trus jgn bilang Chae Won entar bkal suka sma CKH.
    Ah aku ga berani sotoy, kebanyakan sotoy-ku jadinya salah -_-
    dan aku msh nemu beberapa typos eon, tpi ga terlalu ganggu kok🙂
    eonni, next part-ny yaa.. (anw, aku tetep nunggu why why why) ^o^

    • boleeehhh boleh aja sumpah serapah hahahahaha
      hmm nggak mau kasih spoiler soal cerita ini ah

      xD
      iya mmg sengaja banget ini pendek karena kan masih 1A , 1B nya belum keluar

      why why why masih dalam tahap penulisan
      doain cepet kelar yaa

  9. jangan bilang nanti chae won suka n jatuh cinta mati ama kyu?
    itu kyu mau ngapain?
    hadeuh kepo…..
    kayakna ada rahasia yang disembunyiin kyu……

    well…. kau ini mau kkn malah update banyak ff… hahahaha

Just talking...

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s