[FF/ One Shot/ G/ How I Meet Your Kyuhyun]

Author        : Sophie Maya

Title            : How I Meet Your Kyuhyun

Cast            : Cho Kyuhyun, Moon Chae Won

Support Cast       : Lee Sungmin

Genre          : romance

Rated : PG-19

Type : –

Summary    : Jangan katakan kau menyukaiku, jika pada akhirnya aku hanya dapat melihat kau menjauh dariku.

cho kyuhyun1

.

.

MoonChaeWoninShiningInheritance

Disclaimer  : Super Junior  isnt MINE. But this story is MINE.

Warning      : do you hate the CAST? DONT READ, its simple. And one more, NO BASHING oke? Oh right, one more again I HATE SILENT READERS, so comment this story right? ^^

.

.

.

.

.

Bagaimana aku bertemu dengan Kyuhyun-mu?

Butiran salju yang jatuh menari di langit-langit senja, pada akhirnya menemukan titik pemberhentiannya di atas dedaunan pohon. Mobil pengeruk salju berjalan tersaruk-saruk di sepanjang aspal yang telah tertutup selimut putih dingin. Udara dingin menyelusup masuk dalam pori-pori, memucatkan warna kulit.

Aku menundukkan kepala.

“Kau baru saja menanyakan bagaimana pertemuanku dengan pemuda paling berharga di dunia—di duniaku,” desahku panjang. “Aku bertemu dengan Cho Kyuhyun ketika dia nyaris mati kedinginan di tengah salju, bertahun-tahun lalu. Kau ingin tahu satu hal, dia pria paling bodoh. Dia peringkat satu pararel di sekolah, dia pemenang lomba matematika se-nasional, dia… dia ketua kelas di kelasnya. Tapi hari itu, ketika dia mendengar berita akan ada hujan salju, dia sama sekali tak membawa coat. Dia benar-benar akan mati di umur delapan belas tahun.”

Aku memejamkan mataku. Itulah pertemuan pertamaku dengan Kyuhyun-mu….

Jika saja kaki ringkihku ini tidak memilih jalan memutar untuk membeli roti hangat pesanan ibu, tentu aku tidak akan sampai di taman, di mana Cho Kyuhyun terbaring dengan tubuh menggigil. Lalu memberikan coat-ku untuknya, dan membopong tubuh besarnya.

Aku tidak pernah bermaksud membuat Cho Kyuhyun pada akhirnya mengucapkan kata terimakasih padaku, lalu memberikan senyum terbaiknya pada gadis biasa yang dua tahun lebih muda darinya, gadis yang hanya melihat foto Cho Kyuhyun terpajang di mading setiap harinya.

“Aku Cho Kyuhyun,” katanya, menyibak rambut cokelat hazelnutnya, lalu tersenyum lebar. Dia mengembalikan coatku yang telah disetrika dan dibungkus plastik rapi. “Kau Moon Chae Won?”

Sunbaenim tahu namaku?” tanyaku tak percaya.

“Aku bisa mengingat semua wajah dan nama murid sekolah ini.”

Aku memberengut kecil, “tapi kau tidak bisa mengingat bahwa tempo hari hujan salju akan turun sampai lupa membawa coat, sunbaenim?”

Pemuda itu, Cho Kyuhyun, tertawa berderai-derai. Saat itu, bunga perlambang musim semi—bunga lili—seperti tumbuh diantara tumpukan selimut salju yang membeku. Bunga teratai seolah menggoyang-goyangkan akarnya, mengintip melalui kuncupnya dalam Sungai Han.

Kau tahu rasanya bertemu dengan seseorang… yang kau tahu, kau akan jatuh cinta padanya saat itu juga?

Pada akhirnya Cho Kyuhyun tidak lagi lupa membawa coat, aku pikir pemuda itu tak akan lagi sudi melihatku dalam jangkauan mata indahnya.

Hingga semua berubah ketika akhirnya aku melihat pemuda itu dengan payung merah besar di teras sekolah, saat jam pulang sekolah telah berdentang sekian lama, memulangkan berondongan kaki-kaki yang ingin menghangatkan diri di rumah. Pemuda itu tetap berdiri tegap dalam kebisuan.

“Aku menunggumu,” katanya tersenyum ketika aku berjalan mendekat. “…hoobae.”

Sunbaenim…” aku melihatnya membuka payung merah besar yang tampaknya benar-benar besar.

“Apa kau lupa? Hari ini, kemungkinan ada badai salju. Coat saja tidak cukup melindungi dirimu. Aku akan memayungimu sampai ke rumahmu, bagaimana?”

Aku nyaris tersenyum melihat tubuh Kyuhyun yang sedikit sempoyongan saat memegang payung besar itu. Tubuhnya oleng ke kiri dan ke kanan dipermainkan angin. Aku mengerjapkan mata. Pandanganku dan Kyuhyun akhirnya bertemu. Pemuda itu langsung tertawa lebar, berusaha menutupi salah tingkahnya.

“Oh, ya? Bagaimana aku bisa melupakan hal itu?”

“Kau pasti ketularan penyakit lupaku,” seloroh Kyuhyun. Ia tidak meminta persetujuanku, untuk menarik tanganku, dan membawanya di bawah naungan payung besarnya.

Dan aku? Aku tidak pernah menolak bagaimana tangan hangat itu merengkuhku dengan lembutnya. Aku sangat menikmatinya.

.

.

Bagaimana aku mulai merasa nyaman dengan Kyuhyun-mu?

Dia yang mengatakannya terlebih dahulu, maksudku, Kyuhyun-mu… dia yang mengakui kalau dia senang menghabiskan tiap detiknya bersama wanita yang membuat setiap tarikan di sudut bibirnya semakin tinggi.

“Aku bisa tersenyum bersamamu, aku bisa tertawa bersamamu, dan aku merasa nyaman padamu. Apa kau merasakan hal yang sama, Chae Won-ssi?” tanya Kyuhyun.

Aku tersenyum kecil. “Jika sunbaenim merasa nyaman padaku, cobalah… cobalah memanggilku ‘Chae Won-ah’. Dengan begitu, aku juga akan merasa lebih nyaman padamu, sunbaenim.

Dahi Kyuhyun berlipat-lipat sesaat. Kemudian ia mengangguk. “Chae Won-ah? Nae dongsaeng?”

Aku tertawa, lalu mengangguk. “Ne, Kyuhyun Oppa.”

“Kau memanggilku ‘Oppa’!” serunya bersorak heboh. “Berarti kita telah benar-benar akrab, bukan?”

Aku tertawa lagi. “Ne, Oppa.

Saat itu musim semi telah benar-benar datang. Bunga lili telah tumbuh semarak di sepanjang jalan, warnanya putih bersih dan menakjubkan. Tapi untuk musim semi tahun ini, seluruh bunga di Korea akan kalah indah dibanding kenangan hari ini.

.

.

Bagaimana aku mencintai Kyuhyun-mu?

“Kau memberikan pertanyaan sulit untukku…” aku menarik napas panjang-panjang. “Aku mencintainya, apa adanya… aku mencintai Cho Kyuhyun-mu ketika aku ada di sampingnya, bahkan ketika aku tidak ada disampingnya. Aku mencintai Cho Kyuhyun-mu ketika dia menatapku, ataupun memalingkan wajah dariku. Aku mencintainya sampai di titik tergilaku.”

Aku tahu mustahil mencintai pria seperti Kyuhyun-mu itu. Ia pada akhirnya mengatakan semua padaku, dengan wajah pias dan bibir bergetar. Tangannya sedingin salju, ah, tidak, lebih dingin dari itu…

Cho Kyuhyun berbisik pelan, “aku menyukaimu, Moon Chae Won…, tapi…”

Aku memejamkan mataku.

Aku tahu, aku merasa sakit pada kata-kata “tapi” dan seterusnya, dan seterusnya, dan seterusnya, yang diucapkan oleh pemuda yang sudah mencuri kunci hatiku. Aku terduduk lemas di lantai koridor, lalu terisak-isak keras saat menyadari punggung Kyuhyun mulai menjauh dari pandanganku.

Oppa, Jangan katakan kau menyukaiku, jika pada akhirnya aku hanya dapat melihat kau menjauh dariku,” kataku dengan bibir gemetar. Aku menutup wajahku dengan kedua tangan, terus menangis tanpa henti, tanpa mempedulikan tatapan heran seluruh orang yang melihatku.

Cho Kyuhyun-mu, pergi dari hadapanku tepat dihari ia menyatakan rasa sukanya padaku.

Tidak ada yang lebih menyakitkan dibanding menyadari bahwa aku begitu menerima Cho Kyuhyun apa adanya, tapi bahkan Cho Kyuhyun tidak pernah menerima dirinya sendiri, apa adanya.

Cho Kyuhyun-mu, dia pemuda paling bodoh di dunia. Dia melepas semua perasaannya karena tahu ia tidak bisa mempertahankan perasaannya. Dia melepas keinginannya karena tahu ia tidak bisa lagi mewujudkan keinginannya.

Cho Kyuhyun-mu…, telah tahu bahwa dia akan bersamamu, menghabiskan detik demi detik denganmu—bukan dengan adik kelas yang pernah memberikan coat padanya di musim salju.

.

.

“Bagaimana aku bertemu dengan Cho Kyuhyun-mu, memanglah seperti itu. Menyakitkan, karena pada akhirnya dia mundur tanpa menerima jawaban dariku. Dia membalikkan tubuhnya dan menjauh, bahkan sebelum aku mencerna seluruh kalimat yang dikatakannya. Sekarang, kau yang akan menjaga Cho Kyuhyun, yang ada di sisinya, yang menemani hari-hari sepinya. Kumohon, titipkan salamku pada Cho Kyuhyun-mu, katakan padanya… bahwa Moon Chae Won telah suka padanya sejak pertama bertemu.”

Aku mengusap air mataku yang kesekian kali. Mendongakkan kepalaku ke atas, lalu tersadar bahwa langit telah berubah menjadi sedemikian gelap.

“Satu lagi, katakan pada Cho Kyuhyun-mu, aku tidak menyangka kalau alasannya meninggalkanku karena dia tidak punya banyak waktu di dunia lagi. Aku ingin mengatakan, separah apapun penyakit yang dideritanya dulu, aku tak akan meninggalkannya. Seharusnya, dia bisa menerima dirinya apa adanya. Seharusnya, seharusnya, dia tidak pergi menjauh dariku, lalu membiarkan detik-detik terakhir di hidupnya berada dalam kesendirian.”

 

“Aku menyukaimu, Moon Chae Won…, tapi… tapi aku tidak punya waktu lama untuk hidup. Kau tahu apa itu Human Immuno Deficiency Virus? Kau tahu apa itu Acquired Immuno Deficiency Syndrome? Aku tahu, kau pasti tahu, Chae Won-ah. Aku tahu, kau akan menjauh dariku setelah mengetahui aku salah satu dari pasien yang terjangkit itu. Aku tahu, kau mungkin akan mendesakku menceritakan penyebabnya, yang membuatku semakin tersiksa jika menceritakannya. Aku tahu, kau mungkin akan menjauhiku dan menganggapku tidak benar. Aku tahu, mungkin bisa saja pikiranku salah, tapi aku tidak ingin mengambil resiko jika ternyata pikiranku malah benar. Jadi…, aku menyukaimu, tapi kau sekarang kau tahu… aku ini bagaimana. Aku menyukaimu, dan aku tidak ingin membuatmu terbebani. Mulai hari ini, kita bisa mengambil jalan kita sendiri-sendiri.”

 

“Seharusnya, seharusnya…, dia tahu kalau ketika kita mencintai seseorang, kita menerima orang itu apa adanya. Bahkan, ketika orang yang kita cintai, tengah didekati oleh kematian, kita akan tetap menerimanya. Seharusnya dia tahu, aku akan terus bersamanya sebisaku. Seharusnya, seharusnya dia membiarkanku bersamanya sebelum dia bersamamu, Tuhan.”

Cho Kyuhyun-mu, Tuhan… dia adalah pemuda paling bodoh di dunia. Dia tidak bisa mengambil resiko untuk mencintai gadis yang ia cintai hanya karena penyakitnya. Ia tidak bisa mengambil resiko untuk mengetahui dunia yang lebih indah. Ia tidak bisa mengambil resiko untuk menjadi bunga lili di musim salju untuk diriku. Ia tidak sanggup menjadi musim semi untukku.

“Moon Chae Won, waktunya pulang!”

Seseorang berteriak memanggilku seraya berjalan mendekat. “Hei, Chae Won-ah, sampai kapan kau mau menangisi makam Cho Kyuhyun terus? Dan kenapa sejak tadi kau berbicara seorang diri?”

“Aku tidak berbicara seorang diri, Sungmin-ah. Aku berbicara dengan Tuhan. Dan aku sedang menitipkan Cho Kyuhyun pada Tuhan.”

Sungmin menggeleng-geleng kepala tak mengerti. “Kau berlebihan sekali. Dia kan cuma sunbae di sekolahmu, kan?”

Aku menggeleng. “Dia bukan hanya sunbaeku, Sungmin-ah… bukan hanya…”

Kutatap kuburan di depanku, kuburan Cho Kyuhyun.

Nisannya yang ditumpuki butiran-butiran salju. Nisannya yang seperti dirinya, saat kutemukan di taman beberapa tahun lalu…, dingin dan kesepian…

“Kau, tidak pernah tahu bagaimana aku bertemu dengan Cho Kyuhyun, kan, Sungmin-ah?”

.

.

.

END

Holaaa kaget liat sophie bikin 2 ff dlm waktu berdekatan *plak* hahaha, ga tau, ini ff buat refreshing aja, cuma buat iseng2 dan selingan belaka *dihajar sparkyu*

Alasan knp aku pilih pemerannya Moon Chae Won: dia artis (kalo ga tau,anggap aja OC), dia mirip bgt sama Song Jihyo *plak*. sebenrnya tdinya ce-nya mau Mia Narafa… *krik krik*

aku minta maaf ga aku jelasin secara rinci kenapa Kyu bisa mengidap penyakit itu., aduh.. tapi jgn berpikir karena free sex ya, kan penyakit AIDS bukan cuma dari free sex doang. Ya, tapi, seharusnya Kyu bersyukur, meski dia mengidap penyakit itu, toh nyatanya Moon Chae Won ttp mencintainya kan? makanya, jgn kabur duluan, Kyu….! *julurin lidah ke Kyu*

ff ini sebenarnya aku tujukan utk orang2 yg tdk berani mencoba utk mencintai seseorang karena nggak pede sama dirinya sendiri *nyindir diri sendiri juga ceritanya nih*, dan pada akhirnya memilih mundur, kabur, sebelum memastikan apakah perasaannya terbalas.😦

141 thoughts on “[FF/ One Shot/ G/ How I Meet Your Kyuhyun]

  1. noona …. ini bagus loh,
    jadi ngerti maksud dari ‘your kyuhyun’😀
    dan menurutku yang genre kaya gini emang cocok kok buat Kyuhyun #ditampolKyuhyun

  2. awalnya bingung krna daritadi nyebutnya kyuhyunmu terus. ehh ternyata lagi curhat sama tuhan. ceritanya bikin terharu dan aq punya pertanyaan. sungmiin itu siapanua chaewon? pacar? suami? family? tebakanku sih… husband?

  3. Annyeong! Aku udah lama baca ff ini tapi baru smpet coment sekarang😦 mian.. but, over all ceritanya bener” oke bnget thor! Aku seneng sama ff yang sering nyiksa pemeran utama cowoknya apa lagi kyuhyun *eh😀 hehehe the best lah, keep writing thor!

  4. Hmmm tadinya bingung juga kok banyak kalimat yang manggil ” kyuhyun-mu” ternyata makin ketengah mulai paham yang dimaksud “Mu ” disini siapa , trenyuh juga baca kisah mereka , kesan yang disampaikannya pun baik pula ! Ah iya aku juga suka ma ni artis , dia itu seorang artis yang misterius dan kelihatan tangguh sama halnya song jiyo ya ? Mereka sekilas memang mirip … Oh iya salam kenal ya !😀

  5. Thor aku reader baru..
    Tadi udh keselip sakit Aids eh ternyta bener.. Haha kaget juga sii
    tebkn ternyta bener..
    (y)

  6. Hey thor gue reader baru!

    Ini ceritanya menye- WELL GUE SUKA MENYE SIH. Ini menye tapi suka, suka banget cerita-cerita yg temanya Almost Is Never Enough gini, sakitnya tuh nyesek.

    Ini komen pertama thor heheheheheheh3h3

  7. Kisah ini begitu menyentuh…..(-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩__-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩) semoga tidak ada lagi korban2 dr penyakit pembunuh itu……….

  8. Kirain kutitipkan pada ‘mu’ itu nitip sama aku, ternyata sama sang pencipta T.T, padahal aku udah pede banget hehe
    Padahal pertemuannya mereka udah manis banget, tpi sayang harus aaaa aku tak sanggup mengatakannya *alay sekali gue*
    Tpi aku ngefans sama bahasa kamu, nyaman banget buat dibaca.
    Penyuka(?) sad ending kah ?

Just talking...

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s