Why, Why, Why?! (Part 3)

Yaaaakkk! Lee Donghae! Apa sih kurangnya aku? Song Ji Hyo! Cantik, pintar, kuat, cantik, dan cantik! Aku ini c.a.n.t.i.k! Sempurna! Idaman sejuta umat laki-laki di Anyang, bahkan Seoul! Kini kau tega-teganya mengkhianatiku dengan pria lain! Terlalu kau! Aku tidak perduli kau mengatakan dirimu gay atau apalah! Aku bersumpah akan membuatmu jatuh cinta lagi padaku, Lee Donghae bodoh! (Song Ji Hyo, ending planner, 29 tahun)

 

Kau tahu, Lee Donghae itu memang bodoh! Bodoh sekali! Kau bilang dia tampan, baik, dan menarik? Astaga, engsel-engsel di otakmu pasti sudah berkaratan semua! Kau ini gila atau apa? Atau kau ini tante-tante tua yang sudah kebelet mau nikah, sih? Pria gay seperti itu saja kau kejar-kejar seperti mengejar layangan putus yang terbang tidak ada juntrungan! (Lee Hyuk Jae, host club, 28 tahun)

 

Bukankah cinta itu tidak memandang apapun? Dan satu lagi, tidak ada yang tahu kenapa, apa, dan bagaimana semua bisa berjalan seperti ini. (Lee Dong Hae, news anchor, 28 tahun)

 

.

.

.

.

Author        : Sophie Maya

Title  : Why, Why, Why?! (Part 3)

Cast  : Song Jihyo, Lee Donghae, Lee Hyukjae, Song Joongki

Support Cast: another Super Junior member

Genre          : complicated romance, lil bit humor I think…

Rated : PG-19

Length: chaptered

Type : ?

Summary    : Why? Everything becomes crazy. Why? I must stuck in here. Why? With you, WHY?WHY? WHY?!!

song ji hyo1fghj

 

Disclaimer  : this story is MINE.

Warning      : do you hate the CAST? DONT READ, its simple. And one more, NO BASHING oke? Its just for fun! Oh right, one more again I HATE SILENT READERS, so comment this story right? ^^

 

 Seandainya memori bisa dihapus, kenangan bertemu denganmu adalah hal pertama yang akan kubersihkan dari kepalaku.

.

.

.

.

“Kapten Ji, kau benar-benar serius tidak akan mengambil eskul sepak bola? Kau tidak sedang terbentur pagar kandang kuda, kan? Kau tidak sedang mencoba mengikuti tren spiderman membuat jaring laba-laba di dinding dan akhirnya jatuh? Kau tidak sedang… gila, kan…?”

“Astaga, kalian bicara apa sih? Aku hanya ikut eskul musik saja kalian sudah heboh sekali seperti pertandingan bola dunia.”

“Kau tidak ‘hanya ikut eskul musik’, Kapten Ji! Kau IKUT ESKUL MUSIK! Kau saja tidak bisa membedakan mana not balok dan mana balok kayu buat membangun rumah, kau tidak bisa membedakan mana ‘do’ dan mana ‘re’!”

“Hei! Kau ini sedang menghinaku?!”

“Kapten Ji…”

“Kalian mengertilah, Donghae-ssi mengambil eskul musik juga. Bagaimana mungkin aku bisa tidak ikut eskul itu?!”

“….”

“Hei, kalian marah padaku…? Kenapa diam?”

“Bu-bukan begitu, Kapten Ji. Hanya saja… hanya saja… kau ini merelakan hal paling penting dalam hidupmu. Bukannya kau bilang kau ingin jadi pesepak bola wanita pertama di Korea yang masuk ke pertandingan Internasional? Kau… kau meletakkan impianmu hanya karena anak baru pindahan dari Mokpo itu? Kau yakin tidak akan menyesal?”

.

.

.

.

-Song Jihyo POV-

 

“AKU MENYESAL, EUNHYUK OPPA! AKU MENYESAAAAALLLL!!!”

Teriakan itu lagi.

Aku melirik kea rah gadis dengan rambut dicat merah dan memakai headset pink dikepalanya. Lalu mengernyit, sedikit terkesan melihat dandanan aneh gadis itu.

Eunhyuk hanya tertawa ringan dan mengacak rambut gadis itu. “Mia Narafa, kan sudah kubilang aku tidak pernah menyarankanmu mengecat rambut menjadi merah darah seperti itu. Rambutmu menyerupai rumput laut yang dikeringkan…”

Oppa!” gadis bernama Mia itu kembali merengek. “Kau ini tidak bisa mengenal ‘white lie’, ya? Berbohonglah yang manis untuk pelangganmu satu ini.”

“Eunhyuk-ssi…” aku memanggil Eunhyuk yang sedang meladeni remaja ababil berambut merah bernama Mia itu. Eunhyuk melirik sekilas ke arahku, kemudian mengetuk-ngetuk jamnya sambil tersenyum kecil. Aku mendengus. Paham maksud Eunhyuk. Dan kembali menggeluti wine di depanku tanpa minat.

“Mia Narafa, aku ini pria.” Eunhyuk menyodorkan margarita kea rah Mia. “Kamu tahu, sebenarnya yang menyukai keindahan itu adalah pria, bukan wanita. Wanita…, they put on make-up just for us… because we’re really like beautiful things. Aku heran mengapa pria-mu membiarkanmu mengecat rambut dengan warna yang sama dengan warna rambutnya? Sama sekali tidak ada indah-indahnya. Kudengar, rambut barunya yang berwarna merah itu juga tidak disukai oleh beberapa fans?”

Mia memberengut kesal. Ia membuka headset pink-nya, meletakkan di dekat gelas. “Itulah, sebenarnya aku hanya sedang berbaik hati mengikuti tren rambutnya yang selalu berubah-rubah, tapi sekarang aku menyesal. Bagaimana ini? Kuputuskan saja dirinya, bagaimana?”

“Ssst, Mia!” Eunhyuk menggeleng-gelengkan kepala.

Aku menoleh pada mereka.

Ck, gadis bernama Mia ini… umurnya berapa, sih. Tingkahnya seperti remaja kelebihan glukosa, terlalu berlebihan…, aku ikut menggeleng-gelengkan kepala.

Pintu pub terbuka.

Pria tinggi berambut cokelat bergelombang berjalan masuk lalu membanting diri di sampingku.

“BIR! CEPAT! CEPAT!” teriaknya galak.

“Sebentar,” sahut Eunhyuk beralih melayani pria itu. Ia berbalik menuju lemari kaca untuk mengambil sebuah botol.

“OPPA!” Mia merengek, lagi. “Aku belum selesai cerita, kenapa kau malah melayani orang lain?” wajahnya dibuat hampir seperti mau menangis.

“YA! AKU INI JUGA PELANGGAN DI SINI! KAU PIKIR EUNHYUK HANYA MILIKMU SEORANG?!” pria disebelahku membentak Mia tiba-tiba. Telunjuknya terarah ke wajah gadis itu. “Kau, rumput laut merah!!”

OPPA!!! CHO KYUHYUN MENGATAIKU RUMPUT LAUT!!” Mia menghentak-hentakkan kakinya ke lantai, dan tangannya sudah menggapai-gapai Eunhyuk agar tak beranjak kea rah pria tersebut.

“Hei, kau ini Cho Kyuhyun Super Junior?” tanyaku baru menyadari sosok di sampingku. Astaga, apa itu beneran Cho Kyuhyun? Wajah pucat dan rambut cokelatnya…, dia tampak lebih kurus dibanding di tivi-tivi.

(Pria yang diduga) Cho Kyuhyun menoleh dan sedikit menyeringai memandangku. “Ne, ahjumma.”

Aku mendelik. Ahjumma?!

“Kau bilang aku ahjumma?” erangku tak terima.

Kyuhyun menatapku lugu. Mungkin pura-pura lugu. Atau pria itu malah dungu. Ah, apa bedanya pria lugu, dungu, dan pura-pura lugu serta dungu?

Aduh, Song Jihyo, kenapa kau susah-susah memikirkan hal serumit aritmatika itu, sih? (-_-)

Eunhyuk melirik sekilas padaku dan menahan senyumnya. Kentara sekali pria itu ingin menertawaiku habis-habisan, tapi ditahannya mati-matian.

Aku menekan-nekan jariku pada tangkai gelas, menahan geram. Sebagai gantinya, aku memberi pelototan maut paling indah, pada laki-laki ceking bernama Eunhyuk yang kini menyibakkan poninya dan memasang wajah keren—bagiku sih, tidak keren.

“Mia…, Kyuhyun perlu minum,” lerai Eunhyuk memberi perhatian pada Mia dan Kyuhyun yang sudah saling adu pelototan.

Kyuhyun melempar senyum penuh kemenangan pada Mia. “Kau memang rumput laut! Pacarmu saja rambutnya warna-warni seperti warna es krim Paddle Pop!”

Memang siapa sih pacar Mia itu? Dia si samba, singa yang jadi ikon Paddle Pop ya? Masa remaja labil itu pacaran sama singa? Oh, tapi dipikir-pikir pantas saja Mia sedikit berlebihan. Pacarnya saja tokoh Paddle Pop.

Aku tidak bisa untuk tidak memperhatikan pertengkaran konyol antara maknae Super Junior dan remaja berambut merah itu. Dan membiarkan imajinasiku mengharapkan bahwa pacar Mia itu bisa datang ke sini untuk bertemu Shadow Master.

 

 

“Kau tahu, Shadow Master yang selama ini mencuri Kristal Lion adalah Lee Sungmin-dow Master! Dia menyamar menjadi pemilik kafe selama beribu-ribu abad lamanya dan mempelajari material art untuk menaklukan dunia dibawah genggaman tangannya!” teriak pacar Mia yang (kata Kyuhyun) punya rambut seperti es krim pelangi.

“Apa? Tidak, mana mungkin! Selama ini dia yang memberiku nafkah, cinta dan kasihnya setulus hati!” Eunhyuk berperan sebagai Rex yang ternyata adalah kakak pacar Mia. Menjerit-jerit seperti anak perempuan.

“Tidak mungkin, tidak mungkin! Sungmin adalah Ayahku, kami berpisah sejak 12 tahun lalu! Aku harus belajar banyak tentang wine di toko wine ‘Pang’ untuk bisa menemukannya!!” Song Joongki bocah bodoh tahu-tahu terbang dengan permadani menembus jendela kaca pub dengan tubuh luka-luka. “Ayah!! Ayahku Lee Sungmin! Aku anakmu! Song Tak Goo!!” jeritnya frustasi. Dan lalu cerita pertualangan Paddle Pop lagi-lagi berubah kacau karena bocah yang memiliki DNA sama denganku.

 

 

“Kau melamunkan apa, wajahmu terlihat mengerikan…” bisik Eunhyuk membuat lamunanku lenyap seketika.

Eunhyuk memasang wajah serius dengan alis mengernyit. Entah aku sedang sakit mata atau tidak, tapi kulihat sebersit kecemasan meintas di wajahnya.

“Tidak ada. Aku hanya… sedang…” aku menggegerak-gerakkan bahuku salah tingkah. “Yah, kau tahulah, kebiasaan melamun orang dewasa,” kataku tidak tahu harus berkata apa.

Eunhyuk mengangguk-angguk. “Yah, asal kau jangan sampai mimpi basah di sini.”

“Mimpi basah? Haha, mana mungkin—HEI! KAU KIRA AKU LAKI-LAKI!” teriakku memukul kepala Eunhyuk.

“Hei, ahjumma! Apa yang kau lakukan pada Eunhyuk Oppa?” protes Mia tak terima dengan perlakuanku. Gadis itu menggembungkan pipinya marah.

Ahjumma, ahjumma, ahjumma! Jaga ucapanmu dasar remaja labil!” teriakku labil. Aduh, kenapa aku ikutan labil? (-_-)

Mia memeletkan lidahnya, lalu sekilas menatap Eunhyuk. “Oppa, kau tidak apa-apa? Kau tidak amnesia, kan? Kau tidak bertukar arwah dengan Hyunbin, kan?” tanyanya, ngaco.

Eunhyuk menggeleng pelan. Tangannya justru menepuk-nepuk kepala Mia lembut. “Tidak apa-apa,” gumamnya.

Aku termenung. Sikap Eunhyuk… apa dia memang selalu bersikap seperti itu? Baik pada semua orang dan seolah tidak punya perasaan marah atau sedih.

Saat itu, mendadak Eunhyuk menatap kearahku dan lagi-lagi tersenyum. Ia mengetuk-ngetuk jam di tangannya seraya menganggukkan kepala.

“Baiklah…,” desahku menurut. Aku memilih duduk manis di atas kursi. Tapi ketika Eunhyuk berbalik untuk melayani pelanggan lain, bola mataku hanya terpaku pada punggung kurusnya dari kejauhan. Mengamati siluet rahang pipinya yang menonjol tegas dan bibir tipisnya yang selalu tersenyum pada siapa pun.

Aku tersenyum.

Sayang, ketenangan di pub terhenti saat itu juga.

Kali ini Mia kembali berkonsenterasi pada pertengkarannya dengan Kyuhyun yang tadi terlewatkan. “Ya, Cho Kyuhyun! Tarik ucapanmu atau aku akan merusak rambut cokelat-kering-meranggas-mu itu!”

“Apa kau bilang?!” Kyuhyun meringsek maju. Matanya melotot marah. Mia tak mau kalah, ia meletakkan tangan di pinggang sambil menyipitkan mata. “Seluruh ELF menyukai rambut penuh pesonaku, tahu!”

Seorang wanita berpakaian tipis dan senyum nakal masuk ke dalam pub dan langsung berlari memeluk Eunhyuk dengan manja.

“Oppa…! Aku rindu padamu!”

Aku melotot tiba-tiba. Hei, jangan sentuh

“JANGAN SENTUH EUNHYUK-KU!!” hardik Mia dan Kyuhyun, berbarengan.

 

-Song Jihyo POV end-

.

.

.

.

-Lee Hyuk Jae POV-

 

 

Kenapa sih semua orang membuatku gila malam ini? Mia Narafa, Cho Kyuhyun… dan yang baru datang, Ha Nara. Aku perlu menenangkan pikiranku yang diaduk-aduk oleh tingkah kekanak-kanakkan tiga makhluk dewasa di depanku. Yang kini memperebutkan—aku tidak mau sombong saat mengatakan ini, jadi bayangkan aku mengatakannya dengan raut menyayat penuh derita—memperebutkan aku.

Oppa itu milikku. Aku menyewanya malam ini untuk mendengar ceritaku.” Mia memukul meja penuh emosi.

“Hei, rumput laut! Aku ini pelanggan lamanya, aku mendapat prioritas tertinggi di atas segala-galanya!” seru Kyuhyun. “Aku mau membicarakan Sora padanya!”

“Aku mau membicarakan Jiyong padanya!” balas Mia tak mau kalah.

“Hei, kalian berdua! Aku ini sahabatnya Sungmin Oppa, pemilik pub ini. Aku berteman baik dengan Eunhyuk, dan aku bebas melakukan apa saja pada temanku!” gertak Nara.

“TIDAK, EUNHYUK ITU MILIKKU! MILIKKU!!”

“MILIKKU!”

“MILIKKU!”

Cukup sudah dengan tiga orang ini. Aku lelah sekali. Kubanting gelas pesanan Kyuhyun di meja dan berniat keluar dari pub.

Sudut mataku melirik Song Jihyo yang kebingungan dengan perdebatan tiga makhluk berusia dua puluhan yang labil sekali. Aku membuang napas.

Astaga, gadis ini tidak tahu apa-apa tentang semuanya…

“Ayo,” kataku menghampirinya, lalu menjulurkan tangan padanya. “Sekarang giliranku melayanimu.”

Jihyo mendongak dan menatapku dengan mata bulatnya. “Kau bilang, aku harus menunggu sampai jam sepuluh malam…”

“Tidak.” Aku meregangkan leherku. “Kau lihat? Mereka mulai ganas.” Pandanganku menyeret pada Kyuhyun, Mia, dan Nara yang kini sibuk berdebat soal “orang yang harus didahulukan oleh Eunhyuk”.

Aku tadi memang janji pada Jihyo akan menyediakan waktu untuknya setelah semua pelanggan regular kulayani, mungkin sekitar jam sepuluhan saat orang mulai banyak yang datang dan para pengunjung tak butuh host lagi untuk mendengar cerita mereka.

“Tapi…,” Jihyo tampak ragu.

Aku membuang napas lagi. Kali ini, sekaligus kutarik tangan gadis itu dan menggendongnya.

“Hei, apa yang kau lakukan Eunhyuk-ssi!”

Aku pura-pura tidak peduli. Gadis dalam gendonganku, Jihyo, berusaha memberontak sekuat tenaga dan menyuruhku menurunkannya. Tapi, sudah kubilang, aku tidak peduli.

Beberapa orang melirik ke arahku dan menjerit tak terima. Diantara semua itu, yang menjerit paling histeris adalah Kyuhyun.

Astaga, kenapa pria itu justru yang paling menderita melihatku jalan dengan gadis lain? Otaknya tidak sedang bergeser gara-gara pacarnya, Sora, kan?

Aku terus berjalan melewati orang-orang dan menuju pintu keluar.

Oppa, kau mau kemana?” teriak Mia. “Kenapa kau meninggalkanku?”

“Waktuku dengan pelanggan regular sudah habis,” kataku. “Sekarang, waktuku hanya untuk pelanggan kelas VIP.”

Mia, Kyuhyun, dan Nara mencoba menghentikanku. Tapi Sungmin mendadak muncul dari dalam dan menghadiahi ketiganya pelototan galak. “Kalian mengacau lagi di pub ku, hah? Sudah kubilang, Eunhyuk itu bukan milik siapapun! Dia itu host, dia milik semua orang! Kalian mengerti!” hardiknya. Mungkin teriakan Sungmin berhasil membuat Kyuhyun, Mia, dan Nara mengerut ketakutan dan hanya bisa memandangi kepergianku dengan nanar.

Aku melenggang meninggalkan pub dengan senyum. Udara malam Seoul dingin menusuk pori-pori kulit. Beberapa orang mempercepat langkah mereka untuk sampai ke rumah dan menyesap cokelat hangat, ketimbang berjalan di jalanan Seoul yang nyaris bersalju.

“VIP…?” tanya Jihyo ketika kami sudah jauh dari pub. Senyum tipis tersungging di bibirnya. “Kau tahu, Eunhyuk-ssi? Di pub tidak ada yang namanya pelanggan VIP, aku dikasih tahu sama Sungmin…”

“Ada,” kataku dengan pandangan lurus ke depan. “Mulai sekarang ada. Pelanggan VIP pertama adalah kau.”

Jihyo tersenyum lagi, kali ini dengan mata berkaca-kaca. Ia menundukkan kepala, lalu kudengar isak tangisnya. Gadis itu menangis di dadaku, membasahi kemejaku.

“Aku tidak tahu bagaimana aku bisa bertahan sampai malam ini tanpa mati, aku menunggu kabarmu. Menunggu kabar tentang Lee Donghae. Aku nyaris gila.”

“Aku tahu…,” kataku. Kami tetap berjalan menyusuri jalanan Seoul. Aku tetap menggendong Jihyo, menatap wajahnya yang memerah karena menangis. “Maka dari itu, maafkan aku…” ucapku pelan.

“Maaf?” Jihyo memandangku.

Aku mengangguk. Lalu meringis. “Kau bisa turun dari atas tubuhku tidak? Kau ini berat sekali ternyata, ugh…”

Pletak!

“Ya! Kau berniat mengataiku gendut?!”

Gadis itu marah-marah. Pipinya menggembung dan matanya seperti ingin mencuat keluar. Aku hanya bisa meringis.

Aku menurunkannya dan mendudukkannya di atas bangku taman.

Sungguh, maafkan aku. Sungguh… gadis ini berat sekali. Astaga, dia makan sehari berapa mangkuk sih? Sepertinya ia juga memakan mangkuk-mangkuknya sekalian. Tubuhnya berat sekali. Tanganku sampai kesemutan menggendongnya.

“Kau kan yang tadi menggendongku seperti pangeran salah periode yang nyasar di pub Seoul. Sekarang kau malah mengataiku gendut? Makanya, kau jangan sok-sokan menggendong wanita!” teriaknya marah.

Aku menggoyang-goyangkan tanganku sembari menggaruk kepala lagi. Aku mengaku salah. Tadi bersikap (sok) keren dengan menggendong gadis berusia 29 tahun yang bahkan dipanggil “ahjumma” oleh Cho Kyuhyun. Aku tidak tahu apakah kalsium di tulangku akan rontok setelah ini, dan aku akan menjadi Eunhyuk presto—Eunhyuk-tulang-lunak.

“Aku tidak mengataimu gendut, aku hanya bilang kau sedikit… berat,” tukasku.

“Itu sama saja, bodoh!” teriaknya sebal. “Kau ini tidak bisa bersikap romantis padaku, ya? Kau selalu bersikap romantis pada semua pelanggan wanita—bahkan pelanggan priamu, seperti Cho Kyuhyun itu. Dengar saja lolongannya tadi saat melihatmu pergi, seperti kekasih ditinggal mati cinta sejatinya. Tapi sepertinya kau alergi sekali bersikap sebagai host yang baik padaku,” cecarnya.

Aku mendelik. Heh? Sejak kapan aku begitu? Aku selalu bersikap adil pada semua orang dan melayani semua pelanggan sama rata. Dan… hei, hei, hei, bahkan aku malah meninggalkan semua pelangganku demi berbicara dengan gadis bernama Song Jihyo ini!

………..

…………….

……………….

Oke. Aku tertangkap basah.

Aku-mengaku.

Alasanku sebenarnya keluar dari pub bukan karena Kyuhyun, Mia, dan Nara bertengkar. Mereka bertiga itu selalu bertengkar jika bertemu, selalu mengulang drama opera sabun yang sama setiap waktu. Mereka bertiga akan selalu memperebutkanku dan bertindak seolah-olah aku hanya perlu melayani mereka. Itu sudah terjadi sejak dua tahun lalu. Jadi, aku benar-benar sudah terbiasa dengan sikap labil mereka sejak dua tahun lalu.

Tapi malam ini berbeda.

Malam ini, gadis bernama Song Jihyo itu mengisi salah satu tempat di dekat meja bartender dan terus memandangiku seolah tahu-tahu aku bisa mengubah jarum jam menjadi pukul sepuluh malam.

Bahkan ketika Mia bercerita tentang rambut merahnya (yang memang mirip sekali dengan rumput laut karena lepek dan seperti habis di perm), aku tidak bisa untuk tidak memandang Jihyo yang sedang mengaduk-aduk wine-nya. Perasaanku yang lembut berkata, bahwa gadis itu sedang sangat kesepian sekali. Dan itu membuatku semakin tak nyaman. Jihyo membayarku tinggi sekali (kata Sungmin. Walau sampai sekarang aku tidak tahu berapa jumlah pasti uang yang Jihyo keluarkan) dan aku membuatnya menunggu.

Astaga, pria tampan macam apa aku ini?

Aku memutuskan untuk mengajaknya keluar pub dan membicarakan apa saja yang kutemukan kemarin siang di kantor pacarnya yang sempurna nan baik hati itu, yang entah kenapa bawaanku ingin terus menyibakkan rambut di pria bernama Donghae itu—setelah ini aku akan memotong poniku, aku janji.

Aku menarik napas panjang-panjang. Bersikap professional, bisikku dalam hati. “Song Jihyo, rumahmu dimana? Akan kuantar kau pulang, sekaligus kita bisa membicarakan ini di jalan.”

“Anyang,” jawab Jihyo singkat.

Aku memiringkan kepalaku. Menyadari butiran-butiran salju perlahan jatuh di kepala Jihyo, menutupi puncak kepalanya. Perlahan tanganku terangkat, lalu menyibak salju-salju di atas kepala Jihyo hingga berjatuhan mengenai kerah bajunya.

“Musim salju akan datang, kau tidak ada persiapan mengenakan beanis dan baju hangat?” Aku mengeluarkan selembar sapu tangan dari dalam celana, melipatnya jadi dua hingga berbentuk segitiga. “Kesinikan kepalamu,” ujarku.

“Buat apa?” tanya Jihyo curiga. Justru menjauhkan kepalanya.

Aku mengembuskan napas. Menarik sedikit kepala Jihyo, memasangkan sapu tangan itu di kepalanya. “Sapu tangan ini memang tipis, tapi setidaknya kepalamu tak akan terkena hujan salju secara langsung. Yuk, kuantar kau dengan taksi.”

Jihyo hanya diam.

Aku membimbingnya mencari taksi. Ada banyak taksi berseliweran di jalan, tidak butuh waktu lama untuk menemukannya. Aku mempersilahkan Jihyo masuk terlebih dahulu ke dalam, lalu duduk di sampingnya.

Salju berjatuhan membentur-bentur dinding taksi, menciptakan embun putih atas jejaknya. Roda taksi berputar perlahan menyusuri jalanan yang semakin dingin.

“Kenapa kau sampai harus mengantarku pulang ke Anyang?” tanya Jihyo memecah kesunyian. Ia memandangi wajahku lekat-lekat. “Eunhyuk-ssi, apa kau melakukannya karena takut aku akan melakukan tindakan bodoh setelah mendengar cerita darimu?”

 

-Lee Hyuk Jae POV end-

.

.

.

.

-Song Ji Hyo POV-

 

Kau tidak bisa membohongiku, Lee Hyuk Jae. Kau tidak bisa membohongi gadis yang sudah 29 tahun hidup di dunia yang keras. Kau tidak bisa menutup-nutupi segala sesuatunya.

“Katakan… apa yang kau dapat dari Donghae?” desakku menarik-narik kemeja putihnya.

Pria itu, Eunhyuk, menatapku dengan sorot sulit diartikan. Saat itu juga, aku tahu, mungkin… berita yang ingin Eunhyuk sampaikan tidak akan sanggup kudengar.

“Siapa namanya laki-laki itu?” bisikku lirih.

Saat aku mengatakannya, aku tidak sadar tanganku sudah meremas lengan Eunhyuk sedemikian keras. Tapi pria itu tak menunjukkan tanda-tanda kesakitan. Ia hanya memandangiku tanpa berkata apa-apa.

Lalu ia mengeluarkan suara, “Song Ji Hyo… aku akan memberitahumu sekarang, siapa orang itu.”

Aku memejamkan mataku. Mengangguk pelan.

“Aku akan memberitahukan siapa nama pria itu, pria yang disukai oleh mantan kekasihmu.” Eunhyuk perlahan melepaskan tanganku dari kemejanya, kemudian menggenggamnya erat-erat. “Tapi aku ingin bertanya terlebih dahulu, apa yang membuatmu sebegitu ingin tahu siapa pria yang sudah mengambil priamu?”

Aku menarik napas dalam-dalam.

“Pertanyaan yang kau berikan waktu itu…, tidak semua orng akan menjawab seperti dirimu. Mereka lebih suka membuat segalanya berlalu, let it go. Berpindah ke hati yang lain. Menjalani kehidupan yang baik. Lalu kenapa, kau…?”

“Dia cinta pertamaku,” sahutku. “Dia orang pertama yang kupikir bisa menjagaku sampai aku tua nanti. Aku ingin menikah dengannya.”

“Cinta pertama?” tanya Eunhyuk.

Aku mengangguk. “Kau tahu kan, segala sesuatu yang ‘pertama’ itu selalu berkesan? Aku… jatuh cinta pada Donghae dihari pertama dia pindah ke Anyang, tempat tinggalku. Aku banyak melakukan hal-hal untuk dirinya. Seseorang pernah berkata padaku, apakah aku akan menyesal terlalu mengejar-ngejarnya, tapi sampai saat ini, aku tidak pernah menyesal…”

“Lalu apa yang akan kau lakukan jika sudah mengetahui siapa pria yang disukai Donghae?” tanya Eunhyuk lagi.

Aku meremat-remat tanganku. “Katakan terlebih dahulu siapa nama pria itu, Eunhyuk-ssi,” selorohku.

Eunhyuk melepaskan genggaman tangannya pelan-pelan. Rasa hangat yang tadi menjalar melalui tangan besarnya kini perlahan menghilang. Wajah Eunhyuk terlihat serius.

“Choi… Siwon.”

Aku memiringkan wajahku.

“Choi Siwon,” ulang Eunhyuk. “Dia lulusan dari universitas Oxford jurusan kedokteran. Dia sekarang bekerja di St. Mary’s Hospital. Tapi, aku belum yakin Choi Siwon orangnya. Kau tahu, waktu aku datang ke kantor Donghae, pada akhirnya pria itu dijemput oleh Choi Siwon dan mereka pergi ke suatu tempat. Mereka kelihatan akrab. Tapi aku tidak tahu, apakah Choi Siwon itu benar atau tidak orangnya. Hanya saja banyak pegawai disana yang bilang Donghae selalu pergi dengan pria itu.”

Eunhyuk memandangku.

Aku menggigit bibir bawahku yang bergetar. Ya Tuhan, ya Tuhan, ya Tuhan… kekasihku memang gay… Lee Donghae memang gay… dan pasangannya bernama Choi Siwon…

“Jihyo, aku ingin tanya… setelah aku berhasil memberitahumu siapa pria-nya Donghae, lantas apa yang ingin kau lakukan agar Donghae kembali normal?”

Eunhyuk menatapku dengan sorot mata cemas.

“Eunhyuk, maaf,” kataku, suaraku sedikit bergetar. “Aku mungkin belum menjelaskan tugasmu sepenuhnya. Setelah kau menyelidiki pria itu, aku ingin… aku ingin kau membantuku membunuhnya.”

 

-Song Ji Hyo POV end-

.

.

.

.

-Lee Hyuk Jae POV-

Jantungku berdetak lebih cepat mendengar penuturan Jihyo barusan. Mataku membelalak lebar. Perempuan ini tidak bercanda, kan? Engsel-engsel di otaknya sedang tidak rusak parah kan? “Membunuh…?” aku menelan ludah. “Membu… nuh…?”

“Eunhyuk-ssi, sepertinya kau tidak perlu mengantarku sampai ke Anyang. Aku bisa pulang sendiri,” tukas Jihyo. Gadis itu menghentikan taksi dan berpesan agar sopir terus menjalankan taksinya.

Gadis itu berlari menembus hujan salju yang semakin lebat. Bahkan sebelum pikiranku belum benar-benar mencerna semua ucapannya.

Sungmin tidak pernah memberitahu kalau gadis itu menyuruhku menjadi pembunuh bayaran, dan astaga, aku ini host! Aku ini tugasnya mendengarkan orang bercerita dan melayani minuman yang mereka pesan. Aku bukan orang yang memakai jas hitam, topeng hitam, dan pistol kemana-mana. Aku ini…

“Hentikan taksinya, Pak!” teriakku frustasi.

Taksi mengerem mendadak.

Aku keluar mengejar Jihyo yang sudah menyeberang jalan dan naik bus kea rah berlawanan. Hei, hei, itu bukan arah Anyang! Mau kemana gadis itu?

Apa gadis itu ingin membunuh…?

“Song Jihyo!!” teriakku keras-keras.

Tiba-tiba ponselku berbunyi. Kupikir itu Jihyo, aku langsung mengangkatnya dan bersiap memarahi tingkah konyol gadis itu. “Ya! Song Jihyo, dengar ya…!”

Oppa!

Suara di seberang membuatku tertegun. Tidak, ini bukan suara Jihyo.

“Ini aku, Song Chaerin. Siapa itu Song Jihyo?”

Ah…, Song Chaerin.

“Ada apa, Chaerin-ah?” tanyaku dengan napas tersengal-sengal.

Oppa, kau sedang melakukan apa?” Chaerin justru bertanya dengan nada curiga.

“Tidak apa-apa. Urusan orang dewasa.”

“Oh, baiklah. Tapi jangan sampai mimpi basah, ya.”

“Oke—hei, Song Chae Rin! Kau pikir aku sedang ngapain?” gerutuku shock campur kesal. Ampun, kenapa Song Chae Rin berpikiran seperti itu. Dan lagi, kenapa pertanyaannya persis seperti ledekanku pada Song Ji Hyo? Astaga. “Ada apa meneleponku?” tanyaku berusaha tenang. Tapi aku tahu, aku gagal melakukannya.

“Oppa, kau tahu kan aku akan ditunangkan dengan anak teman almarhum Papa? Tapi sepertinya aku tidak akan menyukai pria itu. Kau tahu, Oppa, aku hanya menyukaimu. Jadi maukah kau besok datang dan membantuku menggagalkan pertunanganku?” rengek Chaerin.

“Ya, tentu saja. Apa yang tidak untukmu, Chaerin,” kataku lagi.

“Kyaa…, Oppa. Gomawo, saranghae!” teriaknya kegirangan.

Ne, nado saranghae.

Aku menutup teleponku dan menatap bus yang semakin menjauh. Tetesan salju jatuh mengenai mataku, rasa dingin dan perih menyelusup jadi satu. Sebentar lagi bulan Desember berakhir. Salju bertiup dalam kuantitas tinggi.

Aku tidak bisa berpikir apapun lagi selain kembali mengejar bus. Napasku putus-putus dan uap mengepul-ngepul dari mulutku. Tapi kaki ini, kaki ini tetap saja berlari mengejar kendaraan raksasa itu.

Aku bisa saja, pada akhirnya berhenti berlari dan membiarkan bus melaju menjauh.

Aku bisa saja, pada akhirnya berteduh di halte sampai hujan salju reda.

Aku bisa saja, pada akhirnya kembali ke pub.

Tapi aku tidak bisa, membiarkan gadis yang menangis pergi entah kemana. Bukan pulang ke rumahnya di Anyang, tapi justru pergi dengan bus. Apa yang akan dilakukan Song Jihyo? Gadis itu sedang terpukul, sedang sedih. Bagaimana jika terjadi sesuatu yang buruk? Bagaimana jika…

“Bagaimana jika dia ingin bunuh diri? Astaga, bus itu kan melewati Sungai Han!” erangku panik.

Tin… tin…

Sin mobil menghentikan lariku. Taksi yang tadi kutumpangi ternyata mengejarku di belakang.

“Kalau anda ingin mengejar gadis anda, kejarlah dengan kendaraan! Bukan dengan kaki. Apalagi salju semakin lebat, anak muda.”

“Oh, ya! Taksi!” aku benar-benar lupa kalau aku tadi naik taksi. Tampaknya aku benar-benar panik sampai tak memikirkan apapun.

“Baiklah, sekarang susul bus yang sudah jauh itu, Pak,” tukasku tak sabaran.

“Baik, baik, baik… makanya jangan membuat pacarmu menangis lagi.”

“Dia bukan pacarku.”

“Oh, ya? Aduh, berarti dia calon pacarmu begitu, anak muda?” sopir taksi itu tertawa terkekeh-kekeh.

Aku mengerang. Memilih tak berkomentar. Kurapikan poniku yang basah terkena salju campur keringat. Aku berkeringat dingin. Aku khawatir membayangkan Jihyo benar-benar akan terjun dari Sungai Han.

Ketika akhirnya bus berhenti di salah satu halte, aku segera melompat keluar taksi dan mengecek keberadaan Jihyo.

“Gadis yang menangis tadi? Dia berhenti di halte sebelumnya, lalu menyeberang jalan dan mengambil bus lain,” kata sopir bus.

“Apa?” aku kehabisan kata-kata. Tubuhku terasa lemas seketika. Apa sih maksud Jihyo? Apa gadis itu tidak ingin aku tahu kemana ia akan pergi?

“Apa kau baru saja mencampakkan pacarmu, anak muda?” goda sopir bus itu dengan seringai di wajahnya.

Aku membuang napas frustasi. Lalu berbalik menuju taksi dan setengah membanting pintunya.

“Tahu gini, aku tidak akan pernah memberitahu siapa itu Choi Siwon…, sudah kubilang itu masih dugaanku juga…,” sesalku sembari mengacak-acak rambutnya.

Astaga Jihyo, kau mengatakan aku harus membantumu membunuh orang dan kau sekarang menghilang, bagaimana aku tidak amat khawatir padamu?

… kau tahu kan, seorang Lee Hyuk Jae tidak akan pernah tidak khawatir pada gadis manapun.

 

-Lee Hyuk Jae POV end-

.

.

.

.

-Song Ji Hyo POV-

 

Pada akhirnya kakiku berhenti melangkah di depan pintu apartemen Donghae. Baek Ma Apartemen nomor 502.

Tubuhku sudah menggigil kedinginan dan wajahku tak karu-karuan. Aku merapikan napasku yang berantakan, menyentuh lututku yang gemetaran sembari berdoa agar aku punya kekuatan sedikit saja untuk tetap bertahan di depan pintu ini.

“Choi Siwon,” gumamku parau. Aku tidak pernah mengenal pria bernama Siwon seumur-umur kebersamaanku dengan Donghae. Aku tidak tahu bagaimana Donghae mengenal Siwon dan bagaimana mereka bisa akrab tanpa sepengetahuanku.

Aku tidak tahu apakah pada kenyataannya Siwon memang lebih segala-galanya dariku hingga Donghae bisa mencampakkanku begitu saja. Aku tidak tahu apakah Siwon punya wajah lebih menarik, otak yang lebih pintar, dan uang yang lebih banyak dibanding diriku.

Aku tidak tahu, aku tidak tahu, aku tidak tahu! Aku tidak tahu bagaimana bisa gadis paling sempurna se-Anyang sepertiku ini, dicampakkan pria-nya, hanya karena pria lain…

Ting… tong…

Jariku memencet bel apartemen Donghae.

Donghae punya apartemen pribadi di Seoul, sehingga tak mengharuskannya repot-repot melaju Anyang-Seoul setiap hari. Pekerjaan sebagai news anchor menuntutnya untuk terus berada di Seoul setiap hari.

Terdengar bunyi langkah sandal tersaruk-saruk. Lalu disusul bunyi “biip” panjang. Aku mengerti kebiasaan Donghae. Ia jarang menyalakan interkomnya kecuali jika ada yang mengebel. Aku sengaja menggeser tubuhku menjauh dari kamera interkom agar Donghae tidak mengetahui siapa yang datang.

“Siapa diluar?” suara serak Donghae menggema.

Aku menggigit bibirku.

Lalu, bunyi pintu dibuka dan Donghae keluar dengan kemeja hijau lumutnya. Sepertinya, ia baru pulang.

“S-song Jihyo?” Donghae mengernyit sesaat, lalu menelan ludah. “Ada apa ke sini? Kan sudah kubilang kita…”

“Kau lupa dengan ucapanku,” sambarku. “Kau lupa apa yang aku ucapkan saat kau mencampakkanku begitu saja!” seruku meradang.

Donghae maju selangkah. Mata sayunya memandangi wajahku seolah ada hal yang ingin diucapkannya. Lalu, “kau memakai sapu tangan dikepalamu?” tanyanya pelan.

Aku sedikit tersentak. Oh, sapu tangan dari Eunhyuk tadi masih melekat di kepalaku. Aku menurunkannya dengan sedikit kasar.

Donghae memandangiku tanpa kata-kata.

“Kau tahu, Donghae. Kau tidak bisa pergi meninggalkanku begitu saja,” ucapku. “Dengan pria lain… yang mungkin lebih segala-galanya dariku…, kau tahu apa yang bisa terjadi jika aku mengetahui pria itu?” tanyaku dengan nada tajam.

“Kau tidak akan mengetahuinya.” Donghae menggelengkan kepala. Tangannya terangkat hendak menyentuh wajahku. “Jihyo…”

“AKU AKAN MEMBUATMU NORMAL! AKU AKAN MENYEWA ORANG UNTUK MEMBUNUH PRIA-MU!” jeritku sontak mundur selangkah. Air mata sudah membanjiri wajahku. “KAU TIDAK INGAT KATA-KATAKU SAAT KITA PUTUS WAKTU ITU?!”

Donghae terdiam menatapku. Sebentar kemudian, matanya melotot lebar.

 

“Kita memang mengenal dari kecil, Song Jihyo. Kita juga berpacaran lima tahun lamanya. Tetapi itu bukan sebuah penjamin hubungan kita akan terus berjalan lancar, bukan? Lambat laun aku merasa kau adalah gadis yang sangat baik dan pintar, dan cantik, dan aku hanyalah seorang Lee Donghae…”

“Kau tahu, aku benci dengan kata-kata basi itu. Kalau hanya alasan aku terlalu baik untukmu, itu sangat salah. Kita sudah lama bersama, kita sudah tahu kebaikan dan keburukan masing-masing. Jadi alasanmu tidak kuterima.”

“Song Jihyo…”

“APA KAU PIKIR LIMA TAHUN—TIDAK, DUA PULUH TIGA TAHUN KITA BERSAMA BUKANLAH APA-APA?”

“Lee Donghae, bicara padaku apa saja. Alasanmu memutuskanku tiba-tiba. Bukan alasan picisan seperti itu. Aku tak akan percaya. Apa yang sebenarnya terjadi? Jangan-jangan kau selingkuh dengan wanita lain?”

 “Ya. maafkan aku. Aku berselingkuh.”

 “Dengan siapa? Siapa wanita itu?”

 “Sudah kubilang, kau terlalu baik untukku. Kau pantas mendapatkan yang lebih baik. Dia bukan wanita. Dia… pria. Aku gay, Song Jihyo.”

“Kau gay? GAY? GAY?! Tidak mungkin…”

“Song Jihyo…”

“Katakan padaku! Katakan padaku, siapa pria itu!”

“Song Jihyo…”

“Aku akan membuatmu kembali normal Lee Donghae. Aku tahu kau pria baik dank kau punya keluarga, teman-teman, dan aku yang menyayangimu. Aku tidak bisa membiarkanmu gay. Tidak, kau normal, Lee Donghae! Kau normal! Pasti pria itu yang merasukimu dan merayumu! Katakan siapa dia! Katakan, biar kubunuh dia!!”

 

“Kau… tidak mungkin serius dengan ucapanmu waktu itu, kan…?” Donghae menelan ludah. Wajahnya tiba-tiba memucat.

“Kau tidak ingin memberitahuku siapa pria itu, Lee Donghae. Tapi aku tahu sekarang, siapa orangnya. Dan aku bersumpah, aku akan membunuh pria itu. Dengan begitu kau akan kembali normal Donghae…”

Donghae menggeleng-gelengkan kepala. “Jihyo, sadarlah. Hari sudah malam. Kau harus kembali ke Anyang. Lagi pula ini tidak mungkin, Song Jihyo. Kau…”

Aku tersenyum miris. Menatap wajah Donghae yang ketakutan saat menatapku jelas membuatku tersiksa. Dan disaat-saat seperti ini Donghae bahkan masih sempat-sempatnya memperhatikanku.

Aku pusing dengan perasaan Donghae. Lelaki itu tetap saja baik dan pengertian, laki-laki itu tetap saja tidak akan bisa membuatku melupakannya.

Aku tahu aku gila. Aku tahu aku sinting. Tapi aku gila karena Donghae. Aku sinting karena pria ini. Jadi, aku akan melakukan apapun untuknya.

“Kau tidak mungkin mengetahui siapa pria itu,” desis Donghae cemas.

“Aku tahu, Lee Donghae.” Aku semakin menangis keras. “Aku tahu! Aku tahu!”

Tiba-tiba seseorang muncul dari dalam apartemen dan memandangi Donghae serta aku, bergantian. “Ada apa malam-malam ramai begini, Donghae?”

Aku menengadahkan kepala.

Seorang pria tinggi dengan wajah terukir kaku sempurna dan mata tajam, berdiri di belakang Donghae. Pria itu mengenakan kaos warna putih dan celana senada.

Donghae menoleh ke belakang. “Oh, Siwon-ah…”

“Siwon?” leherku nyaris tercekik. “Jadi ini yang namanya Choi Siwon?”

Ne?” Siwon memandangku tak mengerti.

“AKU PACARNYA LEE DONGHAE! DASAR KAU LELAKI PENGGODA! ARGH, AKAN KUBUNUH KAU!!!”

.

.

.

.                                                     

To be continued

 

 

Hello its me sophie maya. Maaf lama, dan maaf ceritanya gaje. Maaf ada Mia Narafa-nya, hahahaha xD

Komen dan kritik dibuka untuk ff ini. Yang belum nonton video trailernya:

 

 

73 thoughts on “Why, Why, Why?! (Part 3)

  1. ngekkk,,,,
    ternyata oh ternyata siwon toh,,
    ya amplop,,,,
    ternyata bener kata orang-orang kalo
    orang jelek pacarnya ce cantik, nah kalo orang ganteng tuh pacarnya cowok ganteng..,
    ckckck,,,,,

    btw imajinasinya jihyo parah gila,, masa ia ampe paddle pop di bawa-bawa,,kkk,,

  2. annyeong ^^ author yg baik hati, aku reader baru disini, sukma imnida, 21yo, untuk ffnya keren banget, ga nyangka lee donghae yg polos itu gay arrgghh >////< JANGAN !!!!! Dan hyuk kenapa ga bikin dance kibasin poni aja wkwkwk

  3. Sophiiieeeeeeee…..
    Aku dataaaaannngggg~ ToT

    Aku udah baca ini Soph, tapi baru bisa komen karena baru isi modem…. Hukum aku Sophieee, hukum aku dengan ciuman bertubu” dari Donghae juga aku relaaaaa…. Eaaaaa~

    Dan disini aku cuma mau bilang kalo….

    KAYAKNYA AKU JADI KESENGSEM ULANG SAMA HYUKJAE DEH!!!!

    Sekian dan terima gaji! >_<

  4. cie.. unyuk banyak fansnya
    kenapa geli sendiri klo udah baca bagian unyuk kibasin poninya..
    ngebayanginya malah si bieber lg kibas poni😄
    ckckck, haeppa napa malah ma sesama sih..
    kira2 jihyo bakal beneran negbunuh siwon ga yah…

  5. Eh eonn, ngomong ngomong kalo bisa cepetan dikit ya part selanjutnya, ga sabar *nungguin sampe ngantuk & ngiler (plakkk)* hehehe

  6. Keren bgt min FF nya >< abis àĸü nungguin lama eh ternyata udah ada, hehehe😀 good job *dua jempol*

  7. Telaat..:(
    Waah,,keren deh ff’nya..trus baca komen2nya juga keren2.. kayaknya yg pengen diomong,udah sama ama reader di sini..
    Ini Sophie emang daebak deh..kamu yg nulis ‘Angan’ kan?
    Kenal Sophie gegara HELL-o Maknae..trs Eunhyuk is Gumiho itu… keren smua dah.. dan yg ini..krn udah lama bgt ga baca ff,yg ini tuuh bkn aku makin..makiiin jatuh cinta ama Eunhyuk… Sophie..tanggung jawab niih,, *looh?/sok akrab?*
    EUNHYUUUK…aku juga mau doong dikhawatirin ama kamuuu? Hahaha.. Trus,Kyu..olalaa..kamu,,kamuu lebay skalii..hihi,,,
    Donghae-Siwon? Lanjutkan!!!
    Hahaha…
    Aku ngedukungnya Eunhyuk-Jihyo..hihi,,,
    Beneran blm bisa nebak niih bt next partnya kayak gimana..
    Pokoke aku cinta Eunhyuk deh…
    Sophie,,himnae ya…
    того blm liat trailernya? Tar mlm deh… tapi izin bt disave yaah…
    Gomawo for a great storyna…
    Next partnya asap y… ^^

    • aduhhh komenmu panjang bener :O
      aku jawab yang mana dulu ya? kasih tau ga ya? *plak

      iya aku yang bikin Angan. *beli ya, beli dua, eh beli tiga. buat tetangga sebelah di infaq in sekalian* xDD

      makasih udah baca dan suka ff why why why
      trailernya kayaknya sedikit galau dibanding ff aslinya buahahaha

  8. ngapain Siwon di apartemennya Donghae? urusan manusia dewasa kah? hahaha….

    udah lamaaaa bgt ga mampir kesini,,dan sedikit lupa juga sebenerny yg part 2 tu critanya gmn,tp part ini kocak abis
    seharusnya pas Si Eunhyuk ngejar2 Jihyo,harusnya adegannya heroik gtu ya,tp q mlh ngebayanginnya konyol ya? wkwkwk…keren dah pokoknya,sip b^^d

    • iyaaa urusan orang dewasa
      udah kamu nggak usah ikut campur, anak kecil…
      hush hushh… udah malam
      nanti gangguin orang lagi….
      emmm…. mmm….. kasih tau ga ya? kekekeke

      dasaaaaaaaaaarrrrrrrrrrrrr kok eunhyuk nya jadi konyol di matamu??? kekeke kan itu adegan keren tauuuu

  9. Eunyuk keren sekali🙂

    haha. Choi Siwon! What the??? Keren sekali couple Donghae, pantas aja Jihyo ditinggalin. Kkkkk

    ah ya, suka mianya, jiyong dibawa-bawa sie, hidup cho kyuhyun! Hha😄

  10. bwahahah abangku di nistakan di sini [kyu}
    inget rambut gd yang di maki-maki ma temenku bwahahahaha
    mia always ada yaaa ahahahaha udahlah dari pada 22.a galau mending ma kyu aja jadian
    di taeiler kok eunhyuk mirip aming ya hahahaha #plak d hukum jewels
    sepertinya eunhyuk bad guy ,

    bentar ini pg nya 19 ???? mwooo? aku blum ampeeeeeee huft tapi untung seru dan tidak mengandung nc ato hal hal yang mencemari otak seperti otak gd #plak

    sebelumnya aku gak pernah langgar rating tapi di blog ini ratingnya tinggi tapi bagusssss sayang untuk di lewti jadiiii sesekali nakal bolehlah hehehehe

    selalu kece ^^

    • hahhaa iya ini PG19 karena melihat pekerjaan eunhyuk dan beberapa dialog yang sengaja kubuat ngejeblak tanpa tedeng aling2. yah selama ga ada nc… kekeke

      mia as always ada dong. tapi tumben banget aku bikin dia keliatan jelek di sini. dan kenapa banyak yang suka sih dia keliatan jelek? ish -_-

      eniwey
      hehehe makasih ya udah di baca

  11. hi.. pacarny joong ki dtng nih.. :p
    gk sngaja td mampir eh terbyata sdh upload why..why..why.. setelah menunggu sekian lama..😮
    hagz..hagz..hagz… /slapped/
    omo, si eunhyuk d’perebutan 4 orang sekaligus? snng 2h si monyet? /kicked/
    hihi…
    senyum mulu nih kl eunhyuk udah kibasin poni.. kkkk…
    emang susah kl kerja jd host ya? haha…🙂 d’perebutkan pelanggan…
    oh, jd jihyo pelanggan VIP nih, jgn spesial d ‘hati 2h..
    ah, ap bkl ad cinta nantiny antara eunhyuk-jihyo.
    hihi…
    n’ knpa eunhyuk jd charming bgt f’sini walaupun narsis tingkat akut.. :p
    kocak pas bag. jihyo bayangi kisah si paddle pop..
    omo, siwon? kok krng yakin kl siwon pasanganny?
    jgn2 hae cuma bertepuk sebelah tangan kl bnr2 am siwon? /sotoy/
    bnran 2h jihyo mw membunuh, nanti msk penjara lho,.. #halah

    ok, sophie d’tgg lanjutanny..
    fighthing…
    eh, saya ganti id nih, biasany pake id : kim hyura..
    pamit dlu mw dinner am joong ki dlu *bye

    • hei si pacarnya joongki! hahaha bocahmu satu itu lagi ga nongol di part ini. dia lagi dalam pembenahan sel sel otak kekeke
      hahaha masih kebayang si eunhyuk yang jadi risik gara2 sibakin poni ke donghae ya? buahahahaha

      iya dia charming… iya dia narsis buaaaanggggeeetttkekekekeke

      iya ditunggu ya kelanjutannya kekeke
      makasih ya udah baca
      *lempar lilin candle light dinner*

  12. part ini keren sekeren kerenyaaa!!!! pas eunhyuk keliatan kesal gegara ngejar2 jihyo,kenapa di kepalaku kbayang betapa kerennya dia

    aigo msh kebayang2 sma trailer videonya..
    aq ikhlas deh kl pda akhrny eunhyuk ama jihyo dan donghae ama siwon..

    aduh itu tp ngpain y donghae sma siwon d apartemen berduaan? xD

    • hahaha aku juga aku juga
      aku setuju sama kamu
      aku ngebayangin betapa cool seksi dan kerennya eunhyuk >////<
      omoo
      pria satu itu tambah dewasa saja kekkee

      eit dah, ada apa ya donghae sama siwon berduaan? lalalala~

  13. Astagadragon. . . Saia ngarep si ji hyo sm eunhyuk -_- tumben2an kan peran tu org jd prince charming n saia tetp ngakak wkt hyuk ngingat dy kibas poni di dpan donge😄

    apapula it si kyu sm mia brebut eunhyuk mna si kyu pkai teriak pling histeris, kacau ini wkekeke. . . . It bneran si donge ada main sm siwon (geleng2 kpala) atau jngn2 si donge pura2 gay gegara bntar lg dia tiwas krena sesuatu ny syahrini (?)

    daebak deh pas tau kalo si hyuk bkalan disruh main bnuh2an sm siwon😀

    • hahahahahahhaahahahhaa aku ga bisa ngomen apa2 lagi daaahh
      aduh aduh spekulasimu disimpan dulu deh, kita liat apa yang terjadi
      masih cukup cepat utk menyimpulkn sesuatu kekekkekee

      iya unyuk bunuh siwom, seru kaaaannn :3

  14. aku… speechless
    part ini lengkap lah, komedi ada, romantis ada, nyesek.ny juga ada
    huwaahhh~~~ kenapa abang si-es-dobelyu jdi kopel.ny hae ha? Aku lbih milih sm hyuk *plakk*
    engga ding, mksudku aku milih hae sm jihyo aja
    aish, moga” aja lah dugaan hyuk itu salah
    karakter hyuk bner” ga biasa, walau udh bnyak FFs yg bkin dia jdi lovable, keren, disini kerennya ga biasa
    itu 3 tamu regular hyuk juga, ckck~ kenapa dri bertiga, jstru kyu yg plg histeris? Jangan-jangan. . . *oke, lupakan*
    imajinasi jihyo juga ga karuan, bayangin sungmin jdi shadow master smpe tiba” mncul joongki jdi song tak-goo. Apaan coba hubungan paddlepop sm tak-goo?
    Eonni, next part secepatnya ya klo bisa. Ini FF moodbuster aku🙂 fighting!
    Anw, kenapa komen aku panjang banget ya?😄

    • huaaa aku seneng baca komentarmu kekeke

      aduh aduh aduh, aku pengin banget ngasih tau jihyo sama siapa akhirnya, tapi aku juga ga tau jihyo sama siapa akhirnya *plak*

      tau tuh kyu , dia lebai sih, kayaknya kyu otaknya sedikit bergeser mm…mhhh…. xD

      imajinasi jihyo mmg aneh2, padahal yg lebai kan adiknya ya. kekeke

      oke makasih
      doain part selanjutnya bisa lebih cepaaat

  15. kak sophie, jarang loh /setauku/ ff yang bikin donghae jadi gay gitu xD siwon lagi pasangannya. COCOK! Hahahahahahahahahahahaha xDxDxD
    nanti muncul yesung ga di tengah cerita ga? :>

    • hahahaha dasaaaaaaaaaaaaarrr ternyata ada shipper donghae siwon disini kekeke

      eh yesung muncul? aku terpikir makhluk planet itu menghiasi ff ini kekekeke
      tambah absurd nanti *plak

  16. EONNIEEEEE-YAAAAA!!!!!! AKU UDAH BACA INI SEMALEM. TERUS BARU COMENT SKRG ‘-‘)V

    ITU KENAPA EON HYUKJAE-NYA KEREN GANTENG COOL KEREN GANTENG COOL KEREN GANTENG COOL BERLIPAT GANDA.
    ADOH… POKOKNYA TAMPAN.
    EON PINTAR BANGET NGEGAMBARIN HYUKJAE SE-COOL MUNGKIN. AKU JADI IRI *Histeris bareng Kyuhyun*

    Wkwkwkwkw aku ngakak eon pas part di pub itu. wktu hyukjae ngegendong jihyo terus 3 makhluk itu histeris dan yang paling histeris adalah kyuhyun. oh astagaaa /ngebayangin/

    daebak lah eon… ff eonnie itu semacam moodbooster /halah/
    ada komedinya tapi tetep merhatiin alur cerita. good… gak seperti ff komedi kebanyakan. mereka lebih memetingkan komedinya sehingga ff-nya terkesan garing *no bash*

    Pokoknya daebaklah… aku tunggu next chapternya… Ji Hyo ama siwon aja. trus EunKyuHae sama aku aja /slapped/

    APAKAH NEXT PARTNYA AKAN TERJADI PERTUMPAHAN DARAH ANTARA JI HYO DAN SIWON ???? KITA TUNGGU PART SELANJUTNYA…. HAHAHAAHAHAH /?

    /kabur bareng hyukjae/

    • ahhh.. eunhyuk emang ganteng
      ganteng
      huhuhuhuhuhu suami kita tambah ganteng huhuhuhuhu

      aduh makasih dipuji jadi maluuuu kekekke
      eh kok jihyo sama siwon? kekeke maunya sama eunkyuhae, mereka kan udah ku booking *eh

      tarararara kita liat aja apa yang terjadii sama jihyo sama siwon besok kekeke

  17. kemana komen dari aku kemana???😮

    aku sukaaaaaaaa sama ff ini, udah gitu aja ah abis komen yang tadi udah panjang gak nongol😦

  18. Astaga. . . Penasaran banget sama ff ini
    Oh iya sebelumnya kenalan dulu aku ini silent readers yang tobat berkat eonnie😀 Mian ya selama ini gak pernah komen, tapi sekarang kan aku komen jadi mesti dimaafin😀

    Well, aku kagum banget sama eonnie, ffnya itu idenya seringkali simple tapi cara berceritanya ngalir banget sampe aku ngerasa ikut masuk ke dalam cerita halah😀

    aku suka banget ff eonnie yang main castnya Yesung, soalnya apapun tentang Yesung, baru baca judulnya aja udah bikin senyum2 gaje hahaha terus aku juga suka banget banget sama yang ‘mayday’ itu ceritanya complicated banget😮

    udah ah segitu aja komennya, entar ngomen lagi😀

    • kkekeke dimaafkann….

      aduh aku jadi malu gara2 komenmu
      gak tahu mesti bilang bagaimana
      makasih loh yaa….
      oi, diary yesung itu ya kekekeke

      makasih juga udah baca mayday
      lain kali dikomen aja. kalau sempat pasti aku balas deh🙂

      • aku sebenarnya udah baca semua ff oneshoot bikinan eonnie😀

        Assalamu’alaikum Kyuhyun-ah, Love Like Chicken aku sukaaaa dan aku suka banget sama Song Jihyo, jadi semua ff bercast dia aku suka juga😀

  19. ahahahaha…. ini FF romantis? #bener khan tebakanq. sejak kapan dirimu bikin ff romantis. hahahahaha

    Jihyo ini ada kelaina psikologis apa? hahahaha…. bikin ngakak mulu tingkahnya……
    ini aq masih ngeraba-raba, pasanganna JIhyo bakalan ama eunhyuk ato donghae. hahahaha
    soalna belum yakin klo si won itu pacarnya donghae…
    ditunggu lanjutannya soph ayam… :p

    • gioooo -_-
      kau ini selalu saja mendiskriminasikanku -_-
      tapi kamu mmg bener sih, aku kok ga bisa bikin ff yang romantis pake banget banget banget ya? bawaannya tuh kalo bikin ff pengin ngocol mulu
      ga pengin yang serius2 bgt
      soalnya aku kalo baca ff org juga ga suka yg serius2 bgt sih, kecuali oneshot kekekeke

      jihyo itu ga ada kelainan psikologis, sih… dia mmg yah, gimana yaa… unik aja. hahahaha

      hmmm masih belum ada yang bisa nebak kan jihyo sama siapa. kekeke
      tunggu next~

      • ahahaha,,,, ga tau kenapa kau ini selalu bikin ff yang ngocol sih… jadi persepsiq ampe sekarang kau author ff tergaje yang pernah saya kenal. #slaped

        unik? masak unik sih? soalna aku liat jihyo ini kayak obses banget untuk terus ama donghae. #readers bawel. hahahahaha

        belum bisa nebak nih saya… hahahahhaa
        siiippp… pasti ditunggu… hahaha

        • terimakasih atas pujiannya yang cetar itu xD

          iya unik. sebenarnya karakter jihyo itu mungkin kalo dituangkan di cerita2 mmg orang bakal mikirnya dia kyk karakter antagonis perebut harta orang serta pembuat amnesia anak orang (-_-)
          tapi kalo diliat di kehidupan nyata, byk bangeeeettt pasangan yg terobsesi dg pasangan masing2. temen2 kita misalnya, baru pacaran aja udah cemas sana sini cemburu sana sini. pada dasarnya itu wajar.
          karakter jihyo disini aku buat berdasarkan itu. menurutku ya unik, karena dia karakter fiksi yang manusiawi. nggak sempurna bgt dan dia punya emosi yang “manusia banget”

          yeah, walaupun dia suka ngata2in dirinya sempurna. well, bbrp org juga suka menganggp diri mereka sebagai “apa sih yg kurang dari gueeehhhh?” gitu. hehehe
          pdhl pada kenyataannya, ya “lu gak sempurna kaleeeehhh broohhh” xD

          itu yang aku tunjukin di karakter jihyo disini. kekee

          hmm mmg blm bisa ketebak karena semua kartu belum kebuka. kekeke, next part tnggu aja

          • ahhhh…. aq setuju denganmu… kadang orang yang baru pacaran emang suka terobses gitu. #kayak pernah ngalamin aje. hahaha

            dan suka menganggap diri sendiri itu sempurna…🙂
            wiwww…. suka dengan penjabaranmu. hahahahaha……

            sippp.. pasti ditunggu kok next chap-nya.🙂

  20. Haha ga tau kenapa waktu baca FF ini ak ngerasa si unyuk keren =_= mungkin gara2 ngebayangin dia diperebutin kyuhyun sama si aneh Mia + Song Chaerin *kenapa harus Chaerin juga??? =_=*

    dan FF ini seperti biasa sophie bgt, ada paddle pop shadow master laah, ada balok kayu hahaha, ak ngakak wktu bagian itu.

    Dan benar tebakanku, cowok yg disukai donghae pasti bukan si unyuk, ak malah curiga jangan2 si unyuk pemeran utamanya haha.. Lalu, apa hubungan donghae sama siwon??
    Baiklah, saya tunggu lanjutannya xD
    nice FF😀

    • song chaerin kan pernah jadi OC juga disini onn… aku make yang pernah main di sini ajaaa kekekeke

      hmm tebakanmu silahkan ditebak2 lagi onn syalalala saya mau merahasiakannya dulu

  21. alhamdulillah, akhirnya keluar…
    kyuhyun, mia ama sapa tu satu lagi, kocak disini, hahahahahaaaaa
    selingkuhanya siwon? SIWON? omegod -_-”
    nah nah, ini aku nyium” ada keterkaitan antara chaerin ntuh ama banghae, adakah? atau aku yang sok tau? ( yaudah deh emang sok tau banget)
    plis kak, jangan jadiin banghae orang jadi orang ketiga diantara hub kedua tokoh utama…. ya kak, yah, yah…(maksa)
    aku suka banget sama ff ni, lucunya itu lo gak garing dan emang lucu, gak kayak ff comedy yang dipaksain
    jadi walaupun akhirnya gak seperti yang aku pikirkan, tapi aku berharap banghae bahagia selalu disini,
    maav yah kak, aku kayak apanya banghae banget yg cerewet mntak ini itu..
    kak shop(?) fighting!!!, jangan lama-lama par 4nya

    • kyuhyun,mia, sama nara. mereka (mia sama nara) merupakan OC di blog ini. tai mgkn nara emang jarang aku tampilin kali ya karena dia cuma nongol di satu ff, dan ff nya terpaksa aku hentikan.

      hm chaerin sama banghae? benarkah sesuai dengan dugaan anda? teret toret kita lihat di part selanjutnya *ala feny rose

      aduh maksh bgt ya udah dipuji, jadi malu nih hahahaha
      hmmm banghae bakal ngasih kejutan kok, mungkin kamu bakal suka sama dia di ff ini pada akhirnya kekeke

  22. haaaa akhirnya eon….di publish juga part-3 nya ^3^
    duh itu ya bagian awal pake ngelamunin pandle pop segala si jihyo -_- semakin buat gw mkir ini si jihyo waras apa kagak ._.v

    untung…dah untung si eunhyuk sabar ngadepin ke-3 makhluk jahannam itu o.o smoga di beri hidayah ya mereka ber-3 >< gw bacain ayat kursi mereka kepanasan deh!! ~ apalagi si kyuhyun.

    ah ciyeee….eunhyuk perhatian niyeh sama jihyo :** yasudahlah jihyo sama hyuk aje lah…asal jihyo jangan sangar deh..pasti hyuk mau :333 nah siwon. wiiih ternyata siwon '-')/ eon eon..katanya part ini rada yadong? kkkk mana yadongnya? #ehh

    aaaah ditunggu aja ya part 4 nya~~~ selalu ditunggu loh ;DDD

    • iyaaa hahahahaha si jihyo waras sih, kayaknya
      aku juga bingung dia waras atau nggak ya? kasih tau ga ya? xD

      hahaha si kyu itu labil gara2 ditinggal pacarnya, sora. ya begitulah kalo pelanggan2 eunhyuk udah bertemu. kayak tante2 rebutan arisan *eh

      eh tadi rencananya mau agak yadongan… tapi aku… hapus… -_-
      *digetok
      aku ga kuat…
      sebenarnya ada banyak imajinasi jihyo yang melantur dan salah satunya agak yadong, cuma akhirnya ga kumasukin disini. karena… aku ga kuat baca ulangnya xD *sok polos* *sok innocent* *padahal langganan baca nc*
      hahaha

      ditunggu aja next part yaaa~

      • behh xD yasudahlah mau dia waras apa kagak juga gak apa apa deh..dia masuk kemana-mana sih (?)

        si Sora kejem~~ ampe kyu labil gitu hadeh…oh ya eon eon, disini jg gw kaga bisa nebak sebenernya hyuk demen sama siape~~ yahhhh knapa gak jadi u,u padahal udah nunggu2 loh /slap/ tapi bener deng….buat part2 awal jangan dlu..nanti aja di akhir biar suprise (?) yo wes eon, slalu ditunggu kok :33 selaluuuu

  23. Wahahahaha…. Maaf kalau author berniat bikin episode ini agak mellow apa gimana… Tapi buat saya ini luccccccuuuuuuuuuuuuuuu bangeeet… Saya berjuang baca ff ini sambil berusaha menyelesaikan sarapan saya yang akhirnya sarapan saya gak abis-abis… Tapi ini emang bener-bener lucu… not balok. balok kayu, paddle pop shadow master… Haha… Tapi oke, konfliknya mulai seru… Seru dan lucu… Semangat Jihyo… Hidup Mong Ji… Mong Ji… Mong Ji…

  24. hahaha…
    seru!

    AKU JATUH CINTA SAMA EUNHYUK!!
    Belum pernah aku liat dia seberharga ini di dunia – meskipun cuma di ff. *plakk*

    Si Mia! rumput laut!
    aku suka! aku suka dia jelek!😛
    hahahaha….

    Btw, yg dikata-katain shadow master itu si GD ya?
    Baiklah, kali ini dia ga berharga banget. *plakk*

    • waaaa jangan jatuh cinta sama eunhyuk!! kekekekeke
      parah, onn…. dia itu berharga kok, coba aja jual dia, lakulah berapa rupiah *dibakar jewels*

      astaga, kejamnya kau onn… seneng bgt liat Mia menderita -_-

      shadow master itu kan yang jahat, itu si sungmin
      klo GD mah si singanya lah,

      kekeke

  25. firsssssst

    pertama tuh ka dugaanku bener,eunhyuk kykny ska jihyo
    eh tapi siapa itu song chaerin? aku lupa,hehhe

    di part ini akhrnya ketauan siapa selingkuhan donghae. gasp,ssiwon!
    haaaahaha main seru nih

    oh ya yg pas adegan unyuk ngsh saputangan co cwwwwiiit bnerrrr
    dan apa pula itu mia sama kyu buahaaha

    rambut GD kyk es krim pelangi haaaha

    ini ff rekomendasi banget deh buat dibaca.lucunya ada romantis sma nyeseknya jg ada
    huhu

    • hahahaha dugaanmu benarrr kakakkaa

      iya adegan itu ,,, aku juga sukaaaa aku ngebayanginnya park shi hoo *plak*

      itu pas rambut GD yang kyk kemonceng itu loh, nah menurutku itu warnanya juga kyk es krim pelangi
      ya ga sih? *polos*

      thx udah baca kkekeke

Just talking...

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s