Why, Why, Why?! (Part 2)

Yaaaakkk! Lee Donghae! Apa sih kurangnya aku? Song Ji Hyo! Cantik, pintar, kuat, cantik, dan cantik! Aku ini c.a.n.t.i.k! Sempurna! Idaman sejuta umat laki-laki di Anyang, bahkan Seoul! Kini kau tega-teganya mengkhianatiku dengan pria lain! Terlalu kau! Aku tidak perduli kau mengatakan dirimu gay atau apalah! Aku bersumpah akan membuatmu jatuh cinta lagi padaku, Lee Donghae bodoh! (Song Ji Hyo, ending planner, 29 tahun)

 

Kau tahu, Lee Donghae itu memang bodoh! Bodoh sekali! Kau bilang dia tampan, baik, dan menarik? Astaga, engsel-engsel di otakmu pasti sudah berkaratan semua! Kau ini gila atau apa? Atau kau ini tante-tante tua yang sudah kebelet mau nikah, sih? Pria gay seperti itu saja kau kejar-kejar seperti mengejar layangan putus yang terbang tidak ada juntrungan! (Lee Hyuk Jae, host club, 28 tahun)

 

Bukankah cinta itu tidak memandang apapun? Dan satu lagi, tidak ada yang tahu kenapa, apa, dan bagaimana semua bisa berjalan seperti ini. (Lee Dong Hae, news anchor, 28 tahun)

.

.

.

.

Author        : Sophie Maya

Title  : Why, Why, Why?! (Part 2)

Cast  : Song Jihyo, Lee Donghae, Lee Hyukjae, Song Joongki

Support Cast: another Super Junior member

Genre          : complicated romance, lil bit humor I think…

Rated : PG-19

Length: chaptered

Type : ?

Summary    : Why? Everything becomes crazy. Why? I must stuck in here. Why? With you, WHY?WHY? WHY?!!

Picturesedit 1

Disclaimer  : this story is MINE.

Warning      : do you hate the CAST? DONT READ, its simple. And one more, NO BASHING oke? Its just for fun! Oh right, one more again I HATE SILENT READERS, so comment this story right? ^^

 Once again, im falling in love with you..

.

.

.

.

-Song Jihyo POV-

Jam enam kurang sepuluh menit, alarm ponselku berbunyi, menyentak-nyentak kesunyian di sudut-sudut ruangan. Aku membuka mata setengah, lalu menguap lebar. Interior ruangan yang dengan aksen eropa serba putih-abu-abu-an gkuh. Basi. Ada lampu tidur bergaya Victoria di sebelah kasur. Basi. Pilar-pilar tinggi di setiap sudut. Basi sekali, ya ampun.

Aku menggeliat masuk ke dalam selimut tebal berbulu berwarna cokelat. Hangat. dan menjadi satu-satunya hal menyenangkan di kamar asing ini. Hm…

….

….

Apa? apa tadi? Kamar asing?!

Mataku membelalak seketika. Tubuhku menegang. Aku terlonjak bangun sembari menyentakkan selimut cokelat hingga jatuh ke lantai marmer berwarna gading.

Apa yang terjadi? Apa? San bagaimana?

Well, selamat pagi. Akhirnya kau terbangun juga.”

Sebuah suara menyentakku. Seorang pria kurus dengan rambut hitam pekat dan bermata sipit, mengalungkan handuk di lehernya sembari mengeringkan rambut hitam pekatnya yang basah. Ia berjalan dari ruangan yang kuramal sebagai kamar mandi—ramal? Oke maafkan otakku yang lagi rusak—lalu melintasi kamar dari satu sudut ke sudut lainnya dengan gaya sengaja dibuat ala pria tampan, keren, yang biasa memerankan iklan susu berotot—padahal ya ampun, mana otot pria itu? Yang kulihat hanya tubuh dengan koleksi tulang keringnya. (-_-)

Ia sekilas melirik padaku dan mengedikkan kepala sembari membenarkan poni depannya. Ia tidak memakai kaos dan hanya mengenakan celana jins hitam. Oh, ia juga tidak memakai sandal ataupun sepatu, yang artinya dia memang baru saja mandi…

Well, ada aku; wanita asing di kamar asing, dan pria asing bertulang kering dengan tubuh topless, dan kami di kamar asing…

Hm, kau akan berpikiran sama dengan apa yang kupikirkan bukan?

Jadi mari kita berteriak untuk memperjelas suasana. Satu, dua, tiga….

“TOLONG! TOLONG! TOLONG! ASTAGA SIAPAPUN! FBI! CIA! POLISI! KANG MAROO—ASTAGA, JANGAN KANG MAROO! SIAPAPUN! SIAPAPUN—BRAD PITT JUGA BOLEH!—SIAPAPUN TOLONG AKU! AKU DIPERKOSA!!!!”

Aku berteriak histeris dengan wajah ala pemeran Final Destination yang tengah menemui ajalnya. Aku melempar bantal ke arah pria itu dengan beringas dan kalang kabut. Aku panik, benar-benar panik. Kusambar seprai yang melilit kasur hingga dan menggunakannya untuk menutupi tubuhku, walau sebenarnya aku masih pakai baju sih, tapi siapa yang tahu hati pria? Mereka kan, punya mata yang bisa menelanjangi semua wanita walau wanita itu memakai baju berbahan wol berlapis-lapis.

Pria tulang kering itu terlihat kebingungan dengan kepanikanku. “Hei, Song Jihyo,” katanya sambil maju selangkah mendekatiku. “Kau ini kenapa sih?”

“AAA! KAU! KAU KENAPA TAHU NAMAKU?!!” mataku membulat panik. Astaga, aku tahu siapa pria tulang kering ini: ia pasti secret admirerku yang berhasil meniduriku! Sialan!

Aku menggelengkan kepala frustasi. Rasa pusing berputar-putar menghantuiku. Astaga, kenapa aku bisa tidur dengan pria ini? astaga, otakku ditinggalkan dimana sampai se bodoh ini? Astaga, apa pria ini meracuniku dengan kokain atau apa, sampai aku bisa terlena padanya? Astaga, Astaga, Song Jihyo! Kau ini peringkat satu waktu SMP dulu, kok bisa bodoh sih?!

Aku masih dalam keadaan galau tingkat akut saat pria tulang kering itu mencoba meraih tanganku.

“Hei, Song Jihyo…” katanya.

Otomatis aku menepisnya dengan kasar. Mataku penuh siaga menatapnya, dan sudah kupastikan mataku sekarang berkaca-kaca menahan rasa marah. “Kau! Semalam kau apakan aku? Kau pasti mencegatku… di tengah jalan… lalu menutup mulutku dengan sapu tangan… membawaku ke sini… dank au memperkosaku… kau… kau…”

“Jihyo, coba dengar…”

“Jangan sentuh aku!” Aku semakin berteriak heboh. ASTAGA BRAD PITT KEMANA? MANA POLISI? MANA? MANAA???

Pria itu memandangku lekat-lekat dan ia terus mendekat.

“Jangan mendekat,” larangku. “Jangan mendekat atau aku—“

Pria itu hampir mencapai posisiku. “Jihyo, sadarlah…”

Mataku berputar nyalang kesekeliling, melihat apapun yang bisa kulempar, dan menemukan lampu tidur bergaya Victoria di area mataku.

“Jihyo, aku akan jelaskan semua—“

Kusambar lampu itu dan melempar sekuat tenaga ke arahnya.

PRANG!

-Song Ji Hyo POV end-

.

.

.

.

-Lee Hyuk Jae POV-

PRANG!

“AAAHHHH!!!” Aku menjerit keras saat sebuah benda mengenaiku dengan sukses, membuatku jatuh terjungkal di lantai.

YAK, APA YANG WANITA TUA ITU LAKUKAN PADAKU???!!!

APA DIA GILA? DIA BARU SAJA MELEMPAR MANUSIA DENGAN LAMPU TIDUR SEHARGA 2 JUTA WON HINGGA MENGENAI WAJAH TAMPANKU!

DAN APA YANG HARUS KUJELASKAN PADA PIHAK HOTEL SOAL LAMPU ITU? DAN APA YANG HARUS KUJELASKAN PADA SUNGMIN JIKA HOST CLUB KESAYANGANNYA–INVESTASINYA– PUNYA WAJAH TERCELA OLEH GORESAN BARET GARA-GARA WANITA TUA ITU???

Hhh…. hh… hhh… Lee Hyuk Jae, tenanglah. Tenang. Tenang. Exhale, inhale. Jangan panik. bersikap yang profesional, oke? Yang terpenting, jangan sakiti wanita manapun walaupun wanita di depanmu ini diragukan kewanitaannya.

Aku berdiri tertatih-tatih sembari menyentuh pipiku yang berdarah. Lemparan lampu tidur itu mengenai kepalaku dengan sukses. Aku meringis menahan sakit.

“Hei, Song Jihyo. Lampu ini mahal tahu…” aku menunjuk lampu yang hancur berkeping-keping. Berusaha meraih handuk yang terhempas ke pinggir ranjang dan kembali mengeringkan rambutku.

Sebenarnya aku juga mau bilang, “biaya perawatan wajahku juga mahal tahu!” tapi tidak jadi begitu melihat wajah wanita di depanku benar-benar ketakutan. Tubuhnya bergetar hebat dan mata bulatnya memelototiku penuh siaga, seakan-akan mampu melayangkan palu 1 ton jika aku berani menyentuhnya seinchi saja.

Aku berjalan menuju sofa kecil di sudut ruangan lain, lalu menghempaskan tubuh di atasnya. Tangan kananku menekan-nekan luka di pipi agar pendarahannya berhenti.  Kubiarkan saja Jihyo masih pada posisinya di sudut lain kamar, setidaknya aku sempat melihat tatapannya melunak melihatku menjauh.

“Oke. Maafkan aku. 7 dari 9 wanita yang terbangun setelah pingsan karena mabuk berat, mereka bertindak anarkis dan menganggap segala hal skeptis. Ditambah mereka juga sering melupakan semua kejadian semalam yang membuat mereka bisa berada di tempat mereka sekarang.”  Aku menarik napas pelan-pelan. “Jadi, sebelum kau meminta maaf. Aku sudah memaafkan perlakuanmu pada wajahku. Tapi sungguh, aku tidak bisa memaafkanmu jika kau tidak mengganti lampu ini. Aku tidak punya cukup uang menggantinya, kau tahu, kan?” Aku memejamkan mata rapat selama beberapa menit. Lalu kembali membukanya.

Kulihat Jihyo masih memasang wajah waspada.

“Kau tidak mengingatku? Aku Lee Hyuk Jae, host club yang semalam kau datangi.” Aku mencoba mengingatkannya kembali.

Jihyo mengerut-ngerutkan alisnya. Kemudian menggelengkan kepala.

“Lee Hyuk Jae. Aku yang mengantarkan wine padamu. Aku juga yang mendengar semua cerita tentangmu, tentang Lee Donghae, tentang anniversary kalian, tentang ketidaknormalan seksual Lee Donghae…,” aku mengambil jeda. “Dan aku tidak menidurimu.”

“Ah, kau Lee Hyuk Jae.” kali ini raut Jihyo terlihat lebih santai di banding tadi.

Sepertinya efek kalimat “aku tidak menidurimu”, membangunkan ingatannya secara pulih. Kini ia mengangguk sopan padaku. Dan asal tahu saja, aku diam-diam tidak terima dengan ekspresi kelegaannya yang kentara sekali. Ck, apa wanita itu tidak menyesal aku tidak melakukan apa-apa padanya? Dia kan tahu… aku host club… ya kau tahu kan, maksudku dengan host club?

Jihyo menurunkan tangannya, mengibaskan seprai hati-hati. Mata bulat besarnya memandangiku lekat. “Tetapi kenapa kita bisa berada di—”

“Kamar hotel?” pastiku

Jihyo mengangguk. “Dan kenapa kau—” ia menunjuk tubuh topless ku.

“Telanjang?” Aku menunduk menatap tubuhku dan segera mengalihkannya sebelum jatuh cinta pada diriku sendiri—well, aku memang tipe narcissus yang mudah jatuh cinta pada diriku sendiri. Oke, siapa sih yang tidak akan jatuh cinta pada Lee Hyuk Jae yang tampan dan lebih semua-muanya? (-_-)

Aku memandangi Jihyo dengan tatapan setengah bangga, setengah kesal, dan setengah… menggoda.

“Kan kau sendiri yang membuatku telanjang!”

“AKU?” pekik Jihyo.

Aku mengangguk. “Yes, Miss, you did.

.

.

(flashback)

“Namaku Lee Hyuk Jae.”

Aku menaruh dua gelas wine di atas meja gadis berjaket denim dengan rambut pirangnya yang mencuat-cuat keluar. Dia, gadis itu, mengangkat kepalanya dan memicingkan mata.

“Oh, tadi Sungmin bilang dia akan membawakanku kembaran actor terkenal Kim Jae Won…”

Hah? Aku melongo sebentar. Kim Jae Won? Ck, Sungmin Hyung… kau ini terlalu sekali. Sungmin memang sering bilang aku mirip Kim Jae Won, tapi yang benar saja. Kim Jae Won kan sudah tua. (-_-)

“Ya,” aku menelan ludah tidak enak. “Kukira itu aku.”

Gadis dengan jaket denim itu memandangiku dari atas hingga bawah. Lalu mencebik. “Ah, pub ini tidak bisa dipercaya,” katanya dengan nada malas. “Kalian bilang pria ini mirip Kim Jae Won! Hah hah? Astaga, berikan saja aku pria yang mirip Cho Kyuhyun Super Junior sekalian sepertinya pria yang disana itu mirip sekali dengan Cho Kyuhyun.”

Gadis itu menunjuk Kyuhyun yang sedang mengobrol dengan Mia. Aku memicingkan mata. Itu kan, pria itu, dia kan memang Cho Kyuhyun Super Junior beneran…, gimana sih. (-_-)

“Dia pelanggan disini.” Aku mengambil tempat duduk di depan gadis itu. “Sungmin Hyung bilang, kamu butuh bantuan? Kamu datang ke tempat yang tepat, dan kamu bertemu dengan orang yang tepat sekali.” Aku merapikan poni depanku. “Aku Lee Hyuk Jae, host club di sini. Sebelum kita mengobrol jauh, aku boleh tahu kan, siapa namamu?”

“Song Jihyo.” Gadis itu memutar bola mata. Tangannya meraih segelas wine dan menenggaknya. Ia lalu menatapku dalam. “Kau serius bisa memecahkan semua masalah?”

“Selama menyangkut wanita, dan asal tidak menyuruhku bertanggung jawab atas kehamilan mereka, aku bisa.”

Jihyo menggeram pelan. “Ternyata kau sadis juga.” Ia mengambil jatah wine ku. “Kau kan sering melakukannya, masa tidak mau tanggung jawab?” tanyanya.

Aku tersenyum samar lalu mendekatkan wajahku ke arahnya. “Memang kau tahu, aku sering melakukannya? Kita… baru pertama bertemu, lho.” Aku melihat Jihyo menatapku dengan mata bulatnya, dan nyaris tanpa ekspresi.

Tidak ada yang salah dengan tatapan Jihyo sebenarnya. Hanya saja entah mengapa aku merasa harus menjauhkan diri dari gadis ini sebelum sesuatu menyerangku.

“Ehm, jadi apa masalahmu? Just tell me your wish, because im your genie for now…

Jihyo mengaduk-aduk tasnya lalu mengeluarkan selembar kertas yang disodorkan padaku. “Bacalah dan menurutmu, apa yang harus kupilih.” Katanya. “Inilah masalahku…”

Aku menatap kertas lusuh di atas meja dan membacanya dalam hati.

 

Task:

What do you think if your boyfriend broke you up and told that he is a GAY?

a.I will runaway and scream out loud in the beach

b.I must know who are his lover and came with knife in my hand.

c.Im crying hard and spell magic karma for him. Did I do something wrong? Is he (another guy) more interest than me? God must be angry, babe!

d.I will find another man. Im still young and beauty, so what?

e.Ok, we are still be friends. You know, im kind-hearted girl.

f.I must back for him and make him love me again, not the boy/man! You can’t be a gay, youre my boyfriend! damn!

Aku menelan ludah.

Ini tidak mungkin, kan? Maksudku, jadi masalah gadis ini, Song Jihyo, dia punya pacar seorang gay yang akhirnya memutuskan dia?

Aku menarik napas dalam-dalam, memandang wajah penasaran Jihyo yang mulai memerah karena wine. “So… I prefer you, choose E.”

Mata Jihyo terpicing dan sudut bibirnya tertarik ke atas. “Bagaimana mungkin aku memilih E? Aku tidak akan datang ke sini jika begitu.”

Oh, jangan-jangan jIhyo marah dan ingin balas dendam? Lalu dia meminta bantuanku begitu? Jangan bilang profesiku berubah jadi pembunuh bayaran sekarang. Aku memutar kepala ke belakang dan memandang Sungmin yang menatapku dengan senyum lebar sembar menggesek-gesekkan jempol dan telunjuknya. Mengingatkanku kalau Jihyo sudah membayar tinggi. Dasar pria mata duitan.

Aku kembali menoleh ke Jihyo. “Lantas kau mau balas dendam? Kau ingin membunuhnya? Kau memilih pilihan B? Asal kau tahu, aku bukan pembunuh bayaran!” Aku menarik napas panjang dan menyibakkan rambutku.

Jihyo mengibaskan tangan kesal. Tangannya terjulur pada jawaban di baris terakhir.

“I MUST BACK FOR HIM AND MAKE HIM LOVE ME AGAIN, NOT THE BOY/MAN! YOU CAN’T BE A GAY, YOURE MY BOYFRIEND! DAMN!” Jihyo tertawa keras. “Astaga, aku tidak akan pernah melepaskan lelaki sesempurna dia demi lelaki lain! Masa kau tidak menangkap maksudku dari tadi? Aku datang ke sini… agar kau membantuku menyatukan pacar bodohku—yang baru saja mengakui dirinya gay—agar ia bisa kembali normal dan kembali padaku. Mengerti?!”

Aku terdiam saking terkejutnya. Hampir-hampir terjatuh dari kursi.

“Namanya Lee Donghae.” Telunjuk Jihyo bermain-main di bibir gelas. Matanya tampak kosong. Jihyo bercerita tentang siapa Donghae, sahabat kecil yang menjadi pacarnya hingga sekarang hubungan mereka beranjak lima tahun. Tapi Jihyo tidak mengerti kenapa tiba-tiba Donghae memutuskannya, dan dengan alasan seperti itu.

“Kamu tahu, Donghae begitu sempurna dan hubungan kami juga sempurna. Lantas sekarang kenapa ada pria lain yang merebut priaku?” bibir Jihyo sediki bergetar. “Aku… aku tidak ingin Donghae jadi gay. Tidak. Aku ingin dia normal dan mencintaiku, apa kau bisa melakukannya untukku?”

Tangan Jihyo memegang lenganku, meremasnya lembut dan penuh kepasrahan. Ada gurat luka disana, aku bisa melihatnya. Sekali lagi, masalah cinta yang kompleks. Dan aku bukan tipe pria yang bisa melihat gadis sekosong ini hanya karena cinta.

Aku mengusap pipi Jihyo, beralih merapikan rambutnya hati-hati. Merasakan luka yang dideritanya, perih yang dirasakan, sesak yang menghantam-hantam tiap sendi tubuhnya. Kau perlu kuberitahu sebuah rahasia besar dari Lee Hyuk Jae: aku tidak akan bisa mengatakan ‘tidak’…

“Aku akan membantumu mendapatkan Donghae kembali, Song Jihyo…”

Jihyo memandangiku lama. Lalu kemudian, senyuman manis tersungging diwajahnya. Dia, Song Jihyo, ternyata cukup manis jika tersenyum. Cukup cantik dengan mata bulat, hidung mancung, dan bibir tipisnya. Cukup…

“HUEEEK!!”

“Yak!! Kau memuntahiku!” seruku kaget, saat Jihyo, memuntahiku dengan segala jenis cairan bau yang menyengat. Lalu pingsan setelah melakukan aksinya itu dengan wajah tanpa dosa sama sekali.

(flashback end)

.

.

“Aku membawamu ke hotel dekat pub dan membiarkanmu tidur karena aku tidak tahu dimana rumahmu. Aku terpaksa membuka bajuku dan mencucinya karena baunya menyengat sekali—kau makan apa sih kemarin itu? Bajuku kelihatannya tidak akan hilang baunya berminggu-minggu.”

Aku masih terus berceloteh saat kudengar Jihyo justru tertawa. Gadis itu tertawa dengan renyahnya sampai-sampai mata bulatnya ikut tenggelam di balik pipi bulatnya. Aku menghentikan celotehanku dan tersenyum. Salah satu hal indah adalah melihat seorang gadis tertawa, walau wajahnya masih terlihat sembab habis tidur.

Aku beranjak dari sofa dan mendekatinya. “Kau pikir itu lucu?” aku terkekeh sambil menjentikkan jari di dahi Jihyo. Gadis itu masih tertawa dengan bebas. Imut sekali.

Aniya… keunyang…” Jihyo mengusap matanya lalu tersenyum. Wajahnya tidak seberingas saat dia melempar lampu seharga 2 juta won tadi. “Kau ternyata pria yang menyenangkan Lee Hyuk Jae. Senang bisa bertemu denganmu. Dan senang kau ternyata bukan secret admirer yang mencoba memperkosaku.”

“Ampun, kau masih berpikir aneh seperti itu? Imajinasimu dapat pelatihan di bimbingan mana sih, kok liar sekali?” aku menggeleng-gelengkan kepala. “Ya sudah, sekarang kita sarapan dulu di kafetaria setelah itu kau pulang, sementara aku akan melakukan misiku untuk mengembalikan Donghae padamu. Adil, kan?” Aku mengulurkan tangan dan membantunya berdiri.

“Hei, tapi kau tidak akan berkeliaran keluar dengan keadaan topless begitu kan?” Jihyo menghentikan langkahku.

Oh, ya. Aku hampir lupa. Aku kan lagi setengah telanjang…

“Akan kutelepon Sungmin agar membawakan baju padaku.”

“Jangan,” cegah Jihyo. “Kau pakai saja jaketku.” Jihyo melepas jaket denimnya lalu memberikan padaku. Kuterima dengan senang hati.

Aku menarik tangan Jihyo dan membimbingnya keluar kamar hotel menuju kafetaria.

“Hei, apa kita perlu ganti rugi soal lampu hotel yang kulempar padamu?”

“Tentu saja!” erangku. “Harganya 2 juta won!”

“Apa?! Kau kenapa tidak memberitahuku kalau harganya semahal itu? Jadi aku tidak perlu melemparmu dengan lampu itu!!”

-Lee Hyuk Jae POV end-

.

.

.

.

-Song Ji Hyo POV-

“Noona~”

Aku mengunyah brokoliku dengan fokus.

“Noona…”

Kunyah. Kunyah. Kunyah.

“Kau sudah tumbuh dewasa ya, Noona. Semalam bagaimana, Noona? Apa Donghae Hyung jago sekali di kasur?”

UHUK!

Aku tersedak. Buru-buru mengambil segelas air dan menenggaknya cepat. “Kau ini bicara apa sih?” tanyaku sebal.

Joongki memandangku seolah aku ini anak lima tahun yang berusaha membohongi pria (sok) dewasa sepertinya. Dia memasang tampang ala Magisterate Kim di drama hantu Arang, seolah dia sudah berhasil menemukan kasus paling hebat di wilayah pemerintahannya, sejenis dengan kasus iblis yang menguasai pulau tak berpenghuni.

“Kemarin kan kalian anniversary yang kelima tahun, dan kemarin kau tidak pulang, tahu-tahu pagi ini kau pulang hanya dengan kaos oblong seperti itu. Oh, aku tahu, kau pasti sengaja mencopot jaketmu supaya kau merasa kedinginan… lalu Donghae Hyung datang untuk menghangatkanmu… oh, romantic sekali…” Joongki memeluk tubuhnya sendiri dengan gaya super memuakkan.

Aku sontak meraih gelas plastik dan melemparnya ke Joongki, tepat mengenai kepalanya.

“Noona!!! Kau melukai otakku yang berharga!” jeritnya berlebihan. “Eomma! Noona membuat otak seorang Magisterate Kim terluka!! Kau!! Jika saja ada Arang disini, akan kupanggil dia dan menghantuimu seumur hidup!” geramnya.

“Panggil saja! Panggil saja! Dasar adik sinting! Kau ini terlalu banyak menonton drama korea! Kau itu sudah tua, cari istri saja sana, jangan cari perkara melulu!” aku memeletkan lidah kearahnya.

Joongki kembali meraung-raung. Menimbulkan kegaduhan di pagi hari seperti biasa. Kali ini aku benar-benar malas meladeninya. Aku masuk ke kamar sebelum Ibu datang dan membentakku karena mengasari Joongki lagi. Aku lagi lelah, aku ingin istirahat.

Aku tahu kemarin memang ulang tahun hubunganku dengan Donghae. Tapi kami kandas, jadi aku tidak tahu bagaimana menjawab ledekan Joongki selain melemparnya dengan gelas plastik yang dibeli diskon tahun lalu (-_-).

Aku tidak tahu bagaimana menjelaskan pada semua orang jika kemarin aku tidak bersama Donghae.

Donghae memutuskanku. Donghae mencampakkanku. Donghae mengkhianati Jihyo, teman kecilnya, hanya karena pria lain…

Aku ingin mati saja. Arang mana Arang? Ambil nyawaku sekarang saja, Arang… astaga, aku terpengaruh Magisterate Kim Wannabe-nya Joongki bodoh…

.

.

.

.

Aku merapikan dokumen-dokumen di kantor ketika Lee Kwang Soo masuk ke dalam kantor dan menyerahkan setumpuk dokumen lainnya.

“Akhir-akhir ini jasa ending planner kita semakin banyak digunakan orang.” Lee Kwang Soo tersenyum lebar dengan senangnya.

“Ya. Sampai aku sempat terpikir, jika aku mati, apakah salah satu sari kalian akan mengurusi upacara kematianku?” tanyaku.

“Noona! Jangan berkata yang tidak-tidak, anda tidak akan mati dalam waktu dekat. Anda itu punya nyawa Sembilan seperti kucing.”

Aku tertawa kecil mendengar lelucon Kwang Soo. Kematian ya… kadang aku berpikir pekerjaan ini memang terlalu gelap, seperti yang Joongki katakana padaku. Setiap hari berhubungan dengan kematian, kematian, dan kematian. Mengurusi orang-orang yang sudah tidak hidup lagi. Jika tidak tahan, maka kau bisa gila.

Lee Kwang Soo pun kadang sering mengeluh betapa ia sering terbangun malam-malam karena mengingat upacara kematian tertentu. Sampai tidak bisa tidur lagi.

“Kita mengurusi kedukaan orang lain, bukan kebahagiaan mereka. Kita seperti memakan rejeki dari rasa sedih mereka, Noona.” Lee Kwang Soo bercerita pada Jihyo esok harinya, dan Jihyo hanya tertawa mendengar cerita pria itu.

Tapi terkadang Jihyo juga memikirkan hal itu. Ia juga sering terbangun hanya karena mengingat tangisan-tangisan keluarga yang ditinggalkan, wajah-wajah mendung, dan tubuh terbujur kaku dalam peti.

“Noona, ada telepon dari Song Chaerin!” Lee Kwang Soo menyambungkan line telepon ke telepon Jihyo.

Jihyo mengangkatnya. “Song Chae Rin?”

“Onnie, aku yang kemarin… yang ayahku baru meninggal…” Chaerin terisak. “Aku tidak tahu harus bercerita pada siapa, pria yang kemarin bersamaku saat pemakaman sedang sibuk katanya, tidak bisa menemaniku. Aku tidak punya siapa-siapa, Onnie. Aku tidak tahu harus menghubungi siapa lagi selain kau, Onnie.”

Jihyo menganggukkan kepala. Ia sudah sering mendapat telepon seperti ini. “Ya, Song Chaerin. Tenanglah… tidak apa-apa. Ceritakan saja padaku, ada apa. Aku disini mendengarkanmu…”

“Onnie… a-aku… aku merindukan Ayah, Onnie…” Chaerin kembali terisak.

Jihyo tetap memasang telepon di telinganya. Dan terus berusaha mendengarkan Chaerin walau pikiran dan hatinya lelah. Jihyo sadar, pekerjaan sebagai ending planner berat sekali. Terkadang keluarga yang ditinggalkan butuh kawan bicara dan sering menelepon Jihyo untuk sekedar bercerita soal kerinduan mereka. Dan Jihyo, harus menyiapkan hal itu sebaik mungkin.

Walau sebenarnya dia juga sedang berduka cita, atas kematian hubungannya dengan Lee Donghae…

-Song Ji Hyo POV end-

.

.

.

.

-Lee Hyuk Jae POV-

“Ini kasus yang menarik, Lee Hyuk Jae.” Sungmin mengetik sesuatu di komputernya, lalu beberapa detik kemudian layar computer itu sudah penuh dengan gambar dan tulisan kecil-kecil yang hanya kutatap dengan kosong tanpa berniat mendekati.

“Lee Dong Hae. Sempat tinggal di Mokpo sebelum pindah ke Anyang. Menyelesaikan studi terakhir di Universitas Seoul enam tahun lalu, bekerja jadi kontributor majalah Seoul Times selama satu tahun sebelum keterima menjadi presenter di SBS News. IPKnya… waw, Lee Donghae adalah salah satu lulusan terbaik di universitasnya. Dia juga sering memenangi lomba citizen journalism saat masih kuliah, menarik sekali ya?”

Aku mengangguk-angguk malas.

Tiba-tiba pintu kamar terbuka. Nara muncul dan langsung berlari memelukku. “Oppa, aku merindukanmu!”

Aku menoleh cepat ke wajah Nara dan tersenyum. “Hei, kau datang tidak bilang-bilang. Kaget aku,” ujarku sembari menepuk pipinya.

Nara tampil cantik dengan white coat dan skinny jeans-nya. Ia tersenyum dan berputar di dalam ruangan. “Ingin membuat kejutan. Aku yakin jam segini kau memang masih di dalam flatmu, bersama Sungmin Oppa… iya, kan?”

Aku tertawa. Nara salah satu gadis dari sedikit sekali gadis yang mengetahui tempat tinggalku. Mungkin itu karena Sungmin adalah sahabat Nara, jadi Sungmin membiarkan Nara mengetahui dimana tempat tinggalku.

“Kau sedang apa, Sungmin Oppa?” Nara mengalihkan pandanganya.

“Memeriksa biodata pelanggan baru. Namanya Song Jihyo.” Sungmin mengklik beberapa link. “Lee Donghae pernah masuk dalam eskul musik bersama Song Jihyo, lho. Lihat foto mereka dulu, ih lucu sekali ya. Aku tidak menyangka Jihyo cukup imut saat masih sekolah dulu.” Sungmin menunjuk-nunjuk layar computer.

Aku tidak memperhatikannya karena sekarang Nara sedang mencium bibirku dengan gaya menggemaskannya.

“Oppa, jalan-jalan yuk…” bujuknya.

“Aku harus kerja, Nara.” Aku tersenyum dan mengacak rambutnya.

Nara terlihat merajuk, jadi kukecup ringan bibirnya dan memasang wajah bersalah. “Nanti ya, aku pasti akan jalan-jalan denganmu kalau aku punya waktu luang sedikit saja. Aku juga ingin bersenang-senang dengamu, sungguh.”

“Ehem.”

Sungmin nampaknya terganggu dengan aktivitasku. Dia memutar kursinya dan memandangiku lekat-lekat. Sesaat, kupikir Sungmin akan marah dan menendangku keluar seraya berkata “kalian kalau mau cium-ciuman di luar saja! Jangan di dalam flatku!”, tapi ternyata Sungmin malah lanjut bercerita.

“Song Jihyo memegang suling di eskul musiknya. Sementara Donghae memegang piano.” Sungmin mengangkat alisnya tinggi-tinggi. “Kau tahu apa maksudku bukan?”

Aku mengangguk. “Donghae tipe pria sempurna, dan piano… alat musik itu tipe-tipe alat musik yang akan dipilih seorang cassanova.”

Sungmin tersenyum. “Donghae sudah bisa main piano dari umur tiga tahun…”

“Pria yang cerdas. Jenius, umurnya menguasai piano hampir sama dengan umur Mozart,” kataku.

“Mengagumi Fredric Chopin…”

Aku tersenyum. “Chopin yang sering dibandingkan dengan Mozart itu, kan? Well, kukira Donghae memang anak yang jenius, tekun, penurut, dan sempurna. Melihat dari track record pendidikan maupun kegemarannya.”

“Kalian membicarakan siapa sih? Kelihatannya menarik sekali.” Nara memandang Sungmin dan aku bergantian. “Dan Oppa, sejak kapan kau mengerti soal piano? Kau bilang kan kau bisa tertidur kalau mendengar resital piano…”

“Aku memang tidak suka mendengar piano. Tapi kalo komposer-komposer hebat dunia, masa sih aku tidak tahu?” Aku berjalan menuju lemari baju dan membukanya. “It’s show time,” kataku meraih jaket tebal dan sepatu kets yang masih bersih. Aku memakainya cepat-cepat, sekilas melirik bayanganku di cermin dan tersenyum puas. “Pertama-tama, kita akan cari tahu siapa pria yang disukai Lee Donghae sekaligus mencari tahu, apa arti penting Song Jihyo bagi Donghae.”

“Betul.” Sungmin memandangku dari atas sampai bawah. Kedua alisnya berkerut. “Dan kau… kenapa berpakaian seperti anak muda begitu? Memang kau mau ngapain?”

Aku merapikan jaketku seraya mengambil notes kecil di atas meja. “Mendekati wartawan senior, bagaimana kalau aku menyamar jadi wartawan pemula?”

.

.

.

.

Jadi disinilah aku sekarang, di dalam gedung SBS News, dihadapan Lee Donghae. Pria itu mengenakan setelan abu-abu dengan rambut belah pinggir yang disisir rapi, khas reporter kebanyakan. Ini pertama kalinya aku bertemu dengan Donghae, dia terlihat seperti foto yang diberikan Sungmin padaku. Tampan, tinggi, senyum menawan, baju tersetrika rapi, serta kelihatan pintar.

Pantas saja Song Jihyo benar-benar ingin mendapatkan Donghae kembali. Dia sempurna sekali.

Aku saja kalau jadi Jihyo, mugkin akan melakukan hal sama. Dan mendadak aku merinding sendiri dengan kata hatiku. Aku mendadak terlihat seperti pria yang terpesona pada pria ini. Tidak, tidak, tidak.

“Siapa tadi namamu” Donghae memecah lamunanku. Ia tersenyum ramah memandangiku.

“Lee Hyuk Jae dari majalah Seoul Times,” kataku dengan kedikan kepala yang terlihat pintar. “Anda pernah menjadi kontributor di majalah ini selama setahun, kan?”

Lee Donghae menatapku beberapa detik, lalu tersenyum lebar. “Kau mencari tahu tentangku, bagus sekali. Begitulah seharusnya wartawan jika ingin mewawancarai orang kan? Kau bilang kau wartawan pemula, tapi perhatianmu pada hal kecil ini akan bermanfaat buat karirmu nantinya, Lee Hyuk Jae. Ingat itu.”

Aku mengangguk-anggukkan kepala. “Saya tidak ingin kita seperti dua orang asing yang berbicara, jadi saya mencari tahu sedikit tentang anda.” Aku menyibakkan poniku dengan gaya keren, lalu menyesal mengapa aku melakukan hal sok keren ini (menyibakkan rambut maksudku) di depan pria. (-_-)

“Katakan apa lagi yang anda tahu?”

“Dengan mengundang anda ke resital piano, begitu?” pancingku.

Donghae tertawa takjub. “Kau tidak akan menemukan informasi itu di naver maupun google. Dari mana kau menyelidikiku… sampai tahu segala aku suka bermain piano?”

Aku ikut tertawa. “Aku mungkin terlahir sebagai wartawan berjiwa FBI?” candaku.

Donghae kembali tertawa. Ia duduk dengan rileks di sofa merah di lobby gedung SBS sembari menyeruput teh hangatnya. Aku mulai membuka notes kecilku dan mengeluarkan pena dari dalam ransel. Oh, jangan lupa tape recorder. Aku meletakkannya di atas meja dan menekan tombol play.

Donghae terus memandangi gerakanku seakan mengabsen apakah tata cara mewawancaraiku sudah benar atau belum. Dan pria itu tampak tersenyum lagi ketika aku melakukan semua dengan sempurna. Oh, terimakasih lah pada kursus kilat menjadi wartawan yang kudapat dari naver. Setidaknya tak terlihat mencurigakan di depan wartawan senior seperti Lee Donghae.

Aku menatap bola mata hitam Donghae lurus dan mengatur posisi dudukku senyaman mungkin. “Baiklah, Lee Donghae-ssi… kita mulai wawancaranya sekarang.”

.

.

.

.

To be continued.

halo its me sophie ! huahaha aku ampe diteror buat ngelanjutin ff ini kekeke. oke maaf ya typo bertebaran, aku bener ga ada edit sama sekali. kekeke

tapi kalo emang ada kesalahan yg fatal dibilang ya, biar kuedit

thx buat yg udah apresiasi ini ff

jgn lupa dikomen dan dikritik ya. oke? xD

p.s ada yang suka poster ff nya ga? aku kok suka bgt ya… (narcissus detected) aaargh jihyo-donghae I love you! xD

73 thoughts on “Why, Why, Why?! (Part 2)

  1. jihyo galak banget yahh busyet dah,,
    lampu mahal gitu diancurin,, keruan mah buat gue,,,*ngarep*
    dan ya ampun, tega banget bilang enyuk si tulang kering,,
    padahal kalo gw yg jadi jihyoo bukannya jejeritan minta tolong sma bratt pittt, malah jejeritan buka lagi dong wkkkkk,,,,,*gelo*

    • emang dia galaaaak
      tante tante galaaaakk
      tante tante stressss hihihihihihih
      eaaa pikiranmu nak, kayaknya harus dicuci pake sabun colek iniii xD
      but i like your sexy imagination xDD

  2. trnyata unyuk pinter juga wkwk *digetok centong
    kalo kata aku knp sih sophie pake genre komedi? padahal kalo di recycle ke ff bergenre yg lebih negangin dan lbh serius malah keren loh! dan usahain ya walaupun bergenre komedi penggunaan kosakata, eyd plus tanda bacanya (harus)tetep dipake.. walaupun genre komedi harus tetep keren😀 soalnya aku nemuin kata kata yg ga enak di denger tapi nyempil di story kamu.. thanks shop :))

    • karena aku memang selalu nulis dengan genre komedi, dear
      kalau kamu perhatiin rata2 tulisanku mmg pake genre komedi
      krn aku berpendapat ff itu buat fun fun ja
      fun di aku…. fun di reader nya juga
      kecuali buat one shot, aku jarang sekali pake genre sad🙂

  3. ckckckck ngapain hyukjae tebar pesona ama donghae ._.
    joongki kayaknya cocok dipanggil drama king…apa2 dibikin drama ^

  4. Hyukjae kasian bgt hahahah…
    Dan knp hyukjae disini tu narsis bgt kan makin cinta sama abg monyet ♥♥
    Jongki parah imajinasinya parah kkk~
    Qahh aku suka ceritanya :*

  5. unyuk.. unyuk… udah jangan sok keren deh *dibakar jewels
    parah banget jihyo masa si unyuk dilempar lampu, klo mati gimana…
    dan si joongki semakin abstrak aja di sini..

  6. ITU NGAPAIN NAMA” LAKI GUE (Read: Kang Maroo) dibawa” hah???
    Oke Soph, ini makin ngaco aja… Ini ngapa si Joongki makin 4L4Y aja… Dan si Hyukjae makin keren aja coba???
    Ntar aku jadi kesengsem Hyukjae lagi gimana? Eeeeeaaaaa~ >_<

  7. buahahahaha absurd bgt.
    tp ga tw knp eunhyuk smkn keren ya
    hawa2nya aku bkal suka eunhyuk ni lama2 bca ini
    rekues partny yg pnjang ya,hehe

  8. buset, ckck~ itu jihyo anarkis amat ya sampe lempar lampu 2 jt won ke muka abang teri
    mana abis gitu jejeritannya dia ga karuan pula
    part 1 joongki jdi kang maroo, skrg jdi magistrate kim
    aish, ksian banget sih ni org imut eonni nistakan terus? *pukpuk joongki*
    si umin juga, kenapa dia jdi mata duitan? -__-
    heishh, aku penasaran akut sm selingkuhannya LDH, trus perasaannya LHJ yg agak ser-ser sm donghae
    go to next part ^^

    • aduh jangan kasian sama joongki dong
      dia kan aku bayar mahal di ff ini khusus untuk mengalami adegan2 nista yang tak tergantikan, yang biasanya jadi jatah buat eunhyuk. berhubung peran eunhyuk naik tingkat ke yg lebih baik, aku trpaksa nyari peran nista pengganti *slapped* xD

      aduh masa LHJ suka sama LDH? kekeke liat next~

  9. onnie..ff nya bgus skaalii aq ampe ngakak2 bcanya,tp knp ini unyuk ganteng sekali
    huhuhu
    good job onnie
    always like your ff

  10. eonniiiii!!!! /jungkir balik sambil kibas poni(?)/

    Akhirnya bisa baca FF lagi setelah berjuang menjawab soal UN yang sempat ditunda beberapa hari dengan LJUN yang tipis, dan soal fotocopyan *curcol*

    Ahhh ternyata pria bertulang kering itu adalah Lee Hyukjae yang sok keren dan tampan (memang sih dia tampan-_-)

    Nggak koment banyak2 sih eon, itu Eunhyuk hati-hati aja dia kepincut dengan Donghae. wkwkwk

    Ditunggu part selanjutnya yah’-‘)b

    • iyeee hahaha aduh uan mu bermasalah ya? semoga nilainya ga bermasalah

      aminnnn

      aduh jgn smpe eunhyuk sama donghae kekekeke
      sip ditunggu next part~

      eh eh cek trailernya juga ya :3

  11. Hahaha… Lucu banget… Eunhyuk narsis gila… Eh,, jangan-jangan si Donghae suka Eunhyuk ya?! Ya Allooohhh………….

  12. huwaaa keren ^-^
    konfliknya belum ke baca tapi udah seru >.<
    eunhyuk keren banget di sini, penggambarannya lain dari ff biasanya xD
    suka sama karakter jihyo di sini, lucu. tapi dia beringas banget di part ini -__-
    typonya emang ada beberapa un kaya yang di bagian awal 'san bagaimana?' hehe
    tapi overall bagus ^-^ past 3 nya ditunggu yaaa~

    • iyaaa dalam rangka membuat eunhyuk tampil keren, aku bikin cerita kayak gini. ga tau deh ntar akhirnya ttp jadi keren atau ngga xD

      oke makasih buat sarannya
      tunggu next part ya~

  13. joongki….joongki kenapa kau imut sekali di sini. biarpun rada odong tapi tetep cute.
    jadi tambah penasaran sapa sih selingkuhan na donghae..
    di tunggu lanjutan na…

  14. aah hyuk kece bgt duh terbayang sudah sosok hyukjae topless abis mandi ;A; kuat ye si jihyo ga kegoda sama hyuk wk xD

    ….ngarep smoga si hyukjae suka sama jihyo.. part 3 nya dtunggu loh~~

  15. part 2,..
    kkkk,..

    hyukjae sialny dirimu ketika ktmu jihyo,..
    kena hantam lampu kamar seharga 2 juta won,..
    hahahaha,….
    tapi hyukjae baik jg mw bantui jihyo, gra2 liat tatapan jihyo,.
    awas jgn ampe jatuh cinta am jihyo lho,.. *warning*

    ya, my joong ki,.. T,T >>> nistanya
    drama addict bgt qm,..
    n’ d’sini dy jd hakim d’drama arang,..
    gk ap2 deh, kan d’bayar mahal nih,.. “walaupundalamttpgkikhlas’
    yah, ad si jerapah jg ikutan andil d’sini,..
    jgn2 nanti bakal bermunculan klwrga RM yg lain,..
    kkkkk,…

    si hyukjae ini, narsis tingkat akut,..
    cocok bgt kerjasama am sungmin,..
    eits, ad nara,..
    i2 siapa hyukjae, pacarnya atw salah satu customerny?
    asyik dpt cipok dr nara,..
    awas lho kena bunuh shindong nanti? <<< ini nara yg laen,..
    hihi,..

    berpura jd wartaman pemula, bwt mata2 donghae,..
    ngakak parah pas hyukjae ngibasi rambut dpn donghae,..
    kwkwkwkwkw,..
    narsis kumat,… -__-"
    jgn terlalu tebar pesona am hae nanti malah d'taksir,..
    kkkkkk,..
    aduh, siapa nih pasangan gay hae?
    b'hasilkah misi hyukjae?
    ok, d'tgg lanjutanny,..
    fighting sophie,..🙂

    eh, sob infinite comeback 2h? Si L cakep abis? gk ad niat bwt ffny nih,..
    kkkk,..
    ok, bye..

    • iya aku juga membayangkan hyukjae mengibaskan rambut dan aaaa apa itu? menyesal dianya BUAHAHAHAHA
      aduh joongki emang edisi nista disini
      maap maap nih buat penggemarnya joongki
      kekeke
      habisnya kalau nggak ada kambing nista *?? di tiap ff, kayaknya kurang seru aja *ditimpukin pake panci*

  16. “Walau sebenarnya dia juga sedang berduka cita, atas kematian hubungannya dengan Lee Donghae…”
    The most “lebay” words deh…😀

    Joongki, joongki, joongki…
    Maniac drama yg amit2 kayak bayi yah..
    Dipukul noona ngadu sama emak. ditendang noona ngadu sama emak, dilempar gelas sama noona ngadu sama emak. sekali2 ngadu sama aku donk…😀

    Btw, demi apah lee hyuk jae mempesona sekali di sini? yah, walaupun adegan ciumannya itu menjijaykan. ga bisa di skip ya? aku kan msh under age. *plakk*

    jd kalo bukan hyuk jae, trus siapa donk pasangan gay si donghae??
    siwon? *plakk* atau shindong?? *double plakk*

    Next part nya agak cepat yah soph…🙂

    • “Walau sebenarnya dia juga sedang berduka cita, atas kematian hubungannya dengan Lee Donghae…”

      sebenarnya itu mau bikin puitis gitu
      kok malah dikatain lebai? *garuk garuk aspal* xD

      aduh kok jadi pada nge pans sama hyukjae sih, saya kan jadi merasa bersalah
      dia ngga pantas dapat pans banyak2 *ditendang ELF*

      oke doain aja ya cepet *padahal belum buat sama sekali*
      lagi sibuk ngejar deadline dari editor ku, jadi blm sempet ngetiknya hehe

  17. author daebak!!!!
    baca FF ini berasa nonton drama korea atau baca novel-_-
    ckck thor keren banget selalu bisa bikin ngakak dan yang paling aku suka itu penempatan dan pemilihan kata-katanya yang formal tapi gaul #apaini-_-
    lanjut thor lanjuttttttt

  18. pemisiii,reader baru eon ^^

    jarang bgt ada ff genre komedi yg -bahasanya oke punya,hehe ^^v

    plg ngakak pas hyukjae sibak poni di dpan donghae,tp langsung nyesel berat,wkwk😄

  19. mbak, ceritanya seperti biasa menarik!!!
    maaf komen chapter 1 ama 2 kugabung di sini..
    ceritanya konyol deh~
    karakter si eunhyuk ama jihyonya pas..
    donghae nya masih kurang begitu banyak dibahas jadi aku masih ga gitu paham..
    emang cowok yang disukain ama donghae-nya siapaaa?
    sakyuw penasaraaann~~~
    ><

    ah..
    mbak, aku mau ngasih ralat sedikit..
    setauku…
    'host club' itu nama tempatnya mbak..
    macem bar nya gitu..
    kalo pekerjanya (kaya eunhyuk gitu) disebutnya cuma 'host'..
    ^^

    gitu aja sih mbak..
    cepet dilanjut yah mbak!
    penasaran banget nih ama lanjutanny!!
    XDDDD

  20. Si hyuk masyaAllah *kibas poni* hobi amat kibas2 gtu. Aigoo~ ini kocak parah aplgi wktu klmt “Aku
    menyibakkan poniku dengan
    gaya keren, lalu menyesal
    mengapa aku melakukan hal sok
    keren ini (menyibakkan rambut
    maksudku) di depan pria. (-_-) ”
    wkekeke. . .😄 ad adgan cium2anny pula :333 *mulai yadong*

  21. kak ini seru kocak juga sih kekeke
    jangan bilang nanti donghae jatuh hati ama hyuki atau jihyo nya nanti bakal ama
    hyuki waduhhhh

  22. welll…… beberapa typo emang bertebaran. ekekekkkeke

    jihyo pasti frustasi banget tuh ditinggal Donghae….
    cuma kalo donghae beneran gay seharusnya dia ngerespon gerakan eunhyuk khan ya?
    jadi curiga donghae ini beneran gay ato ga….

    ngocolmu makin menjadi soph… katanya beneran romance. aahahahaha

  23. Kak sophie, aku bsa nxempatkan diri dari aktifitas xiapin un aku, akhirxa,.., niatxa si aku mau bca ff kak yg smpat trtunda(yg bxak itu), tpi pas brkunjung ada ff bru trxata, dan itu banghae!, itu bneran bang hae kan?! Dan ngeliat cast yg lain, ok ! Kyuhyun xa gak ada(bkan krna aku antifans, tpi biasaxa klo ada kyu ada hae akhirxa malah si hae jdi org ke 3)!!! Dan aku lngsung bca dri prolog ke part 2 ini, gapapakan kak?, dan pas bca gay, aaa…aku langsung lempar hp ku ke kasur, disini hae psti ama jinhyo kan? Gk saingan ama bngxuk kan,?! Gemes bgt ama critaxa, bhasaxa kak sophie ttp top, dan ktwa2i ngebyangin bg joong ki yg jdi ibu peri
    Kak sophie!!! Lanjut…

    • hahaha aduh untung kyu cuma jadi cameo disini kekekeke

      aduh hae sama jihyo ga ya? aduh kasih tau ga yaa? kekekekekeke

      makasih ya udah baca
      tunggu aja next partnya yaa

  24. Iyaa soph ada beberapa typo sih, tp it’s okay laaah ga terlalu keliatan juga kok typonya😀

    huahaha si joongki paling bikin ngakak, dy kenapa jd maniak drama gitu xDD
    si unyuk tau drmana semua biodatanya donghae? Dr jihyo kah?
    Oiyaa btw, di sini donghae tinggi yak? Ak baca deskripsi donghae yg jenius pinter ganteng *okelah* tp tinggi?? Blm bisa bayangin /slap/ haha pisss xD
    okelah lanjut, penasaran siapa cowo yang disukai sama si donghae *kayany bukan unyuk soalnya hehe..
    Nice😀

    • oke sip
      aduh tinggi nya donghae itu typi paling parah! wahaha dia mmg pendek kok bisa2nya aku tulis tingi ya? otakku udah rusak nih
      kekekkekee

      thx onnie udah baca
      liat next part aja yaa

Just talking...

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s