♔STAR♔ (Prolog 4 : Guess Who)

Author  : Sophie Maya

Title       : STAR

Cast       : IU, ….?, ….?

Support Cast: ….?

Genre   : complicated

Rated    : PG-15

Type      : straight

Summary             : Mari bermain petak umpet. Aku bersembunyi, dan kau harus mencari tahu keberadaanku. Mencari tahu siapa aku.

read it first: Prolog 1 | Prolog 2 | Prolog 3

.

.

.

.

And the real prolog begin….

.

.

.

.

BUMM

BUMM

TIIITTT

BUUMMM

BUMM

BRAK.

Kyuhyun memukul kesal papan permainan smack boxing di depannya hingga menimbulkan suara cukup keras—meski tidak terlalu keras untuk ukuran Myeongdeong yang cukup ramai dengan pelancong dimalam hari seperti ini. Musik yang berdentum-dentum dari segala arah sukses membuat suara sekeras apapun terdengar rancu dan berbaur satu sama lain.

Ia tidak perlu takut mengganggu orang lain, bahkan tidak perlu takut jikalau ada fans nya disini. Tidak ada yang mengenali dandanan kucel dengan coat buluk yang tersampir di tubuhnya. Terlebih dengan topi bisbol berwarna hitam yang hampir menutupi seluruh wajahnya. Di tempat ini, Kyu terlihat seperti orang biasa lainnya.

Kyu mundur beberapa langkah untuk melihat hasil skor terakhirnya.

653

Buruk sekali. Apa kekuatan tangannya sudah menghilang karena akhir-akhir ini jarang membuat ulah lagi?

Kyuhyun membuang napas sebal. Dengan acuh merogoh kantung coat hitamnya dan mengeluarkan dua buah koin dengan ukiran nama tempat permainan ini, La Trustee. Ia ingin mencoba permainan ini lagi.

“Kapan kau akan selesai memainkan permainan itu?”

Seseorang menegurnya dengan nada tak bersahabat. Kyu menoleh ke samping dan mendapati seorang gadis dengan pakaian hitam-hitam glamour dan eyeliner tebal serta pewarna bibir yang cukup mencolok, tengah berdiri di depannya, sambil melipat kedua tangan di depan dada. Gadis itu memiringkan kepalanya.

“Aku ingin memainkan permainan ini.” dagunya terangkat keatas dan matanya melirik ke arah papan permainan yang tengah Kyu ‘kuasai’.

“Ck, tunggu skor di papan permainan ini menunjukkan angka seribu. Setelah itu baru aku akan pergi.” Ujar Kyu kasar. Ia tidak suka gadis yang tidak dikenalnya ini mengganggu keasyikkannya. Dan entah kenapa ia juga tidak suka dengan tatapan tajam gadis itu. Angkuh dan amat tidak bersahabat.

“Seegois itukah kau tidak akan bergeming? Kau tidak melihat bahwa aku bahkan lebih butuh permainan ini dibanding kau!”

Butuh? Kyu mencibir. Memangnya permainan ini sudah seperti makanan pokok apa, sampai masuk dalam kategori butuh?

“Tunggulah beberapa saat lagi. kalau tidak, cari saja game lainnya.” Kyu mengerling menahan kesal.

“Aku mau main yang ini!” gadis itu bersikeras.

Kyu mencibir dan dengan cueknya memasukkan kedua koin ke mesin permainan. Ia mengambil ancang-ancang untuk meninju bantalan berwarna merah di depannya. Jika pukulannya keras, akan tinggi pula ia mendapatkan skor.

Ya!! Neo…!!!”  Tiba-tiba gadis itu maju ke depan dan memukul bantalan tinju sekuat tenaga.

BUMMMMMM!!!!

TINGG

Your score is 1000!! Congratulation~!!

Kyu terperangah melihat gadis itu mengambil jatah permainannya dan mencetak skor persis di angka seribu. Bagaimana…?

“YA!! Kau mengambil giliran permainanku!” pekik Kyu kesal.

“Sekarang sudah seribu. Kau bisa pergi.”

Gadis itu tidak mendengarkan ucapan Kyu dan malah mendorong tubuhnya hinga terhuyung ke belakang. Kyu langsung memelotot tajam. Kedua tangannya terkepal keras.

“Kau ini…”

Kyuhyun tahu disaat ia emosi, tanggannya acap kali tidak bisa dicegah untuk melakukan kekerasan. Ia ingin meninju gadis dengan dandanan aneh di depannya ini, tidak perduli dengan jenis kelaminnya sekalipun! Ia tidak perduli ia tidak mengetahui siapa gadis ini!

Tapi sayang, tangan Kyu tergantung di udara saat melihat bibir berpoles lipstik merah menor itu menyunggingkan senyum riangnya. Gadis di depannya memasukkan dua buah koin ke dalam mesin permainan dengan mata berbinar. Tangan mungilnya menyusuri tombol demi tombol yang mengaktifkan permainan.

Kyuhyun terdiam.

Bahkan dengan eyeliner sepekat itu dan perona pink yang menyapu seluruh wajah gadis itu, Kyuhyun sadar ada sesuatu yang salah, dan ia menyadarinya… sedikit. Itupun jika ia tidak salah lihat…

.

.

.

.

“Kau sudah lihat daftar guru yang akan mengajari kita?” Minah berjalan mensejajari langkah Jiyeon dan berusaha menahan langkah kaki gadis itu agar tidak menabrak tiga gadis yang mendadak muncul di depan mereka dengan memasang pose angkuh-menyebalkan-sedikit-aneh. Minah menahan tawa sekuat tenaga untuk tidak menyemburkan kata-kata cacian pada tiga gadis di depannya itu.

“Oh, minggir. Aku mau jalan.”

Seohyun-Taeyon-Hyoyeon.

Jiyeon segera menundukkan kepala dan sedikit mundur ke belakang, merapat hingga ke koridor.

“Bagus.”

Seohyun-Taeyon-Hyoyeon—ketiga gadis itu, menyibakkan rambut dengan gaya menyebalkan dan berjalan melewati mereka dengan dagu terangkat tinggi-tinggi.

Baik Minah maupun Jiyeon hanya bisa memandang sosok itu dengan menahan napas.

“Kita tiga bulan akan bersama tiga makhluk menyeramkan dari SM itu, mereka terlihat menyebalkan sekali.” Bisik Jiyeon parau. Matanya mengerling pada Minah yang disambut dengan anggukan setuju.

“Kurasa jika kita ingin terpilih oleh AVEX, setidaknya kita harus bertahan dengan sikap menyebalkan tiga gadis itu.” Minah terkikik geli. Meskipun ia tahu, itu tidak akan menutupi kegugupannya menjalani hari-hari trainee dengan banyak idol dari berbagai agensi seperti ini.

Sebenarnya menyenangkan sekali menjalani hari-hari penuh pengalaman baru seperti ini. mereka berlima belas akan belajar kembali dalam satu gedung, akan bersama-sama dalam satu waktu. Tapi ibaratnya sekolah pada umumnya, kau tahu kan, akan ada winner and loser. Akan ada genk-genk aneh yang sengaja atau tidak sengaja tercipta oleh keadaan. Sama seperti di sini.

Winner and loser.

Loser? Tidak ada yang tahu pasti siapa yang akan menjadi pecundang di tempat ini.

Winner?

Minah menarik napas panjang. Menatap punggung ketiga gadis yang kini menjauh dari hadapannya. Bahkan dari jarak sejauh ini, ia masih bisa mendengar hentakan heels mereka.

Mereka—yang menyimbolkan dirinya sebagai sang winner—di tempat ini.

Seohyun, Taeyon, dan Hyoyeon.

.

.

.

.

Seohyun berdiri dari duduknya dan menatap Lee Soo Man dengan tatapan tak percaya. Sama halnya dengan kedua onnienya. Meski mereka tidak bertingkah berlebihan seperti dirinya, tapi ia yakin mereka pun sama kagetnya.

“IU tetap akan masuk dalam daftar trainee? Kenapa, ahjussi? Ini tidak adil. Kami sudah menghabiskan banyak waktu disini, selama dua minggu lebih, untuk terus latihan dan memperbaiki diri. Tapi kenapa gadis itu, yang lusa baru keluar dari rumah sakit, bisa tetap diterima? Kenapa ia tidak digugurkan saja? Tereliminasi? Didiskualifikasi? Atau apalah itu?”

“Ahjussi, Seohyun benar… bukankah ini namanya terlalu memanjakan IU. Aku tahu suaranya bagus, tapi ia kan baru kecelakaan… kita tidak tahu ia masih pantas disebut sebagai idol apa tidak.” Taeyon melipat kedua tangannya sambil mendengus pelan.

“Taeyon-ssi, jaga mulut anda.” Kecam Lee Soo Man dengan nada tinggi. Ditatapnya tiga murid didik kebanggaannya yang kini serempak memasang wajah tidak suka. Kompak membuang wajah dan tidak ingin menatapnya. Status sebagai idol tidak membuat mereka bisa bersikap lebih baik, itu sangat Lee Soo Man sayangkan sejauh ini.

“Saya dan agensi lain sudah memutuskan IU tetap akan masuk trainee, kalian tidak bisa menolak.”

Seohyun, Hyoyeon, dan Taeyon saling bertatapan. Saling melihat kobaran emosi melingkupi hinga ke ubun-ubun mereka.

Jika IU tetap ikut trainee, setidaknya mereka tahu AVEX akan mempertahankan gadis itu. Bukan rahasia lagi, baik JYP bahkan SM Ent pun pernah menolak gadis itu dulu, bertahun-tahun lalu. Dan mungkin sekarang, bukan tidak mungkin agensi-agensi itu akan mempertahankan IU sekuat mungkin. Tidak ingin kejadian beberapa tahun lalu membuat agensi itu merasa bersalah, menolak gadis bersuara emas dan berpotensial seperti dirinya.

Dan jelas, ini ancaman bagi para trainee lainnya.

Bagi Seohyun, Taeyon, dan Hyoyeon—terutama.

.

.

.

.

이지은(lily199iu)

Terbangun dan sadar berada di kafe dan memesan America Cappucino. Sejak kapan aku memesannya? Aku tdk mengingatnya sama sekali. Haha, kurasa aku tidak suka kopi eurgh?😀

.

.

Bola mata IU berpendar-pendar, antara ketakutan, kaget, takjub dan tidak percaya dengan apa yang ada di hadapannya.

Sejak kapan ia meminum kopi? Dua, tiga, ani… enam cangkir sekaligus? Ini gila.

“Apa yang terjadi…?” IU menggigit kecil bibirnya yang gemetaran, mengkeret bangun dan menjauhi meja dengan gugup. Seingatnya ia masih berada di ruang pasien… ergh, dua jam yang lalu? Tiga jam? Empat? Atau sepuluh?

Kali ini pikiran IU tidak bisa diajak berkompromi. Ingatannya sama sekali kosong, tidak bersisa satu celah pun yang bisa ia masuki untuk menemukan kepingan-kepingan memori yang jatuh berceceran.

Ada apa ini?

Jari-jemari IU menyisir rambutnya dengan penuh ketakutan. Ia mundur beberapa langkah dan sedetik kemudian memutar balik tubuhnya, dan berlari meninggalkan kafe itu secepat kilat. Menyusuri jalanan yang tampak ramai di pagi hari, orang-orang berlalu-lalang di depannya, berkejaran dengan waktu, saling bersenggolan saking terburu-burunya. Riuh.

Langkah IU terhenti. Kepalanya terasa benar-benar pusing. Dan matanya terasa perih.

Tuhan… ia ingin menangis bahkan dengan tanpa alasan yang jelas…

Seseorang menepuk pundaknya saat ia hampir kehilangan keseimbangan. IU berbalik dan berjengit waspada.

“Ada apa, IU…?”

IU mundur ketakutan. “N-nu…gu…nuguseyo…?” bisiknya parau.

Seorang pria memakai baju training merah dengan poni menutupi sebagian wajahnya, tersenyum lembut dan hendak menyentuh pundaknya, tapi IU langsung bergidik membuat pria itu sedikit kaget.

“Ah, aku… fansmu.” Ada nada aneh dalam suara pria itu. Membuat IU semakin ragu dia bukan pria baik-baik. Dan bahkan IU merasa dunia disekelilingnya sekarang bukanlah lagi sesuatu yang baik.

“Aku dimana?” tanya IU pelan.

“Kau?” pria itu memandang sekeliling. “Daerah dekat rumah sakit tempat kau dirawat. Tidak ingat, ya?” pria itu kembali tersenyum.

“Ah, kurasa aku ingat.” IU memutar bola matanya dan mulai menyadari ia memang mengenali tempat ini. Hahh, otaknya benar-benar buruk untuk diajak berpikir. “Aku harus kembali.”

“Baiklah.” Pria itu masih tersenyum.

“Terima kasih,” IU bingung harus mengatakan apa pada pria ini.

“Sama-sama. Aku duluan.” Pria itu menepuk lembut kepala IU, tapi sesaat kemudian seakan tersadar sesuatu, ia buru-buru menjauhkan tangannya. “Maaf, sudah lancang menyentuhmu…”

IU mengangguk gugup.

Pria itu berbalik dan kembali berlari, meninggalkannya. IU terus mengamati punggung pria itu dengan sebuah senyuman tipis terukir dibibirnya. Setidaknya pria itu tidak jahat seperti perkiraan awalnya. Lagi pula pria itu…

IU tertegun melihat hal ganjil pada pria yang sudah semakin menjauh itu.

Dan kembali merasa bersalah karena sudah berpikiran buruk.

Pria itu… tidak memiliki sebelah kakinya.

Pria itu pincang.

.

.

이지은(lily199iu)

Berjalan ke taman dan bertemu seorang fans luar biasa. Aku jadi bersemangat kembali ke aktivitasku!!

.

.

.

.

To Be Continued

Bingung? tebak saja

hahaha

disini IU saya buat sebagai gadis yang pernah ditolak banyak agensi ya :p hehee, mianhae xD

31 thoughts on “♔STAR♔ (Prolog 4 : Guess Who)

  1. errr ini masih prolog teman-teman….

    jangan-jangan maincast couo-nya si kyu yah???
    aku bingung ama prolog ini *pegangan ke L*
    terlalu banyak pertanyaan sampe bingung mau nanya apa(?)

    IU otaknya jadi ngehang gegara kecelakaan yaa…
    omoo… trio taehyoseo jadi antagonis…
    woaaahh daebak…
    siapakah pria pincang itu?? apakah dia akan muncul di prolog/chapter berikutnya?
    siapa pula cewe tangguh itu?? ga mungkin IU kan ya?? secara dia baru kecelakaan.. kuat amat udah bisa main smack boxing ampe dapet skor seribu…

    aku makin penasaran…. >_<

  2. Jangan bilang kalau cowok itu Eunhyuk..
    hheee.. Gak terima unyuk pincang!!!!! Hwaaaaa *bwagolok*
    -____________________-

    ini kayaknya episode bakal panjang yah? cepetan update dong. penasaran tingkat dewa ^_^

  3. Pingback: ♔STAR♔ (Sinopsis, Cast) « sophiemorore

  4. heii~ ini jangan bilang kalo main castnya kyu yaa?
    siapa itu cewe yang ketemu sama kyu, yang pake eyeliner tebel itu lhoo?

    IU kayanya rada mengalami kerusakan otak gara-gara kecelakaan itu, iya ga sih? kok dia sampe lupa-lupa gitu? terus siapa cowo pincang yang ketemu dia? jangan bilang dy yang nabrak IU sampe masuk rumah sakit .__.
    masih banyak pertanyaan nih,
    lanjut ajalah soph,
    aku bahkan belum bikin yang lizzy hahaha…

    • main cast nya………………
      liat next part aja ah
      aku kan suka bikin orang penasaran

      banyak penasaran akan bener2 terjawab di bagian selanjutya
      ayo semangat, jangan bikin ff sungyeol gaje itu mulu!!! *ditabok

  5. waaaaaaaaaa~~~~
    akhirnya rada lbh panjanggg..
    tapi..
    tetep aja prolog lagi, prolog lagi.
    cepetan sih mbak sophie~~~
    udh ga sabar pngn tw..
    btw, taeyeon,hyoyon, ama seohyunnya nyebelin bgt yak?
    truz tu cwe perkasa yg nyrobot kyu siapa??
    aaaaaaaaaaaaaaa………
    pokoknya cepetan sih chap 1 nyaa~~~
    #maksa

    XP

  6. first????

    huaaaaa…..
    kapan selesenya sih prolognya???
    dari kemaren prolog mulu…..

    oke…. saya sudah ada gambaran… wkwkkwkw
    kemaren2 buntu gambaran soalna. hahahaha

    lanjut sophieeee
    panjangin dikit lagiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiii

Just talking...

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s