[FF/One Shoot/ S/ G/ A Little GAJE thing called Yesung]

[FF/One Shoot/ S/ G/A Little GAJE thing called Yesung]

Author  : Sophie Maya

Title       : A Little GAJE Thing Called Yesung

Cast       : Gyuri KARA, Yesung Super Junior, TOP Big Bang.

Support Cast: Goo Hara KARA, Kibum Suju, Daesung BigBang, Siwon Suju, Victoria f(x)

Genre   : romance/?

Rated    : G

Type      : straight

Summary             : Kadang seseorang yang cantik itu bisa berubah jadi jelek karena satu kata: Cinta.

Disclaimer           : KARA, Super Junior, BIG BANG isnt mine, but this plot is MINE. This story 100% just imagination!

Warning               : do you hate the CAST? DONT READ, its simple. And one more, NO BASHING oke?

Note                      : Ini bisa dibilang sekuel dari Fanfiction Jangan Bilang Gyuri Tidak Cantik. Tapi nggak nyambung2 amat sih, jadi kalo mau baca langsung ff yang ini ga masalah. nih aku kasih sinopsis FF ‘Jangan Bilang Gyuri Tidak Cantik’=

Gyuri adalah anak baru, yang cantik, dan merasa cantik, dan selalu ingin dianggap cantik. Tapi hal itu berubah semenjak ia duduk sebangku dengan Yesung, cowok aneh yang menganggap ddangkoma jauhhhh lebih cantik dibanding Gyuri! Jelas itu bikin Gyuri keki dan melakukan apapun supaya Yesung mau mengakui kecantikkannya. Kadang Gyuri bingung, hanya karena ingin diakui ‘cantik’ oleh Yesung… tingkahnya sekarang seperti cewek yang benar-benar sudah gila.

Udah ku kasih sinopsisnya, so… silahkan baca kelanjutannya ini!😀

Cek profil disini dan disini dan disini

.

.

.

.

“Kau menyukai Yesung?”

Hara membulatkan mata besarnya dan menyibakkan rambut panjangnya dengan gaya berlebihan. Ditatapnya Gyuri yang tengah menyapukan spons bedak ke wajah dengan ekspresi aneh.

“Tidak. Mana mungkin.” Gyuri balas menatap Hara kesal. “Memang salah kalau aku dekat dengan teman sebangkuku sendiri?”

“Kau…” Hara tak meneruskan perkataannya. Ia menghela napas panjang dan mengutak-atik hapenya sesaat. “Lihat ini, kau pasti terkejut!”

Hara menyodorkan hapenya pada Gyuri dan menyeringai lebar.

“Ini apa?” Gyuri menyambar hape itu dan menatap layarnya lekat-lekat. Seketika itu juga matanya membelalak lebar.

Kalian tahu, di layar hape Hara ada foto Gyuri saat berada di halaman belakang sekolah… tengah membakar foto ddangkoma! Foto itu diambil dengan di zoom beberapa kali, sehingga wajah Gyuri tampak buram. Tapi bando pita biru yang dipakai gadis di foto itu jelas memperlihatkan bahwa itu adalah Gyuri.

Kejadian itu… bahkan Gyuri sudah hampir lupa dengan kejadian beberapa bulan lalu itu, kejadian di hari pertamanya masuk sekolah. Saking cemburunya dengan ddangkoma yang selalu diagung-agunkan cowok bernama Yesung, Gyuri diam-diam mengambil foto ddangkoma dan membakarnya hingga habis. Gyuri pikir tidak ada yang melihat kejadian itu, jadi ia aman.

“Kau memfoto kejadian itu? Kau melihatnya? YAAA!!!!” Gyuri setengah membanting hape Hara ke meja.

“Hahahaha!! Kau ini benar-benar jahat sekali, Gyuri!” Hara tertawa puas. Tak peduli dengan hapenya yang sudah seenak jidat dibanting Gyuri.

“Aku hanya… iseng melakukannya kok!” sambar Gyuri buru-buru. Ia memalingkan wajahnya dan menatap seisi kantin yang ramai. Berharap tidak ada seorang pun yang mendengar percakapannya dengan Hara barusan. Bisa gawat kalau kejahatan yang selama ini tersimpan rapi, akhirnya terbongkar.

Hara mengerling nakal. “Masa…. hanya iseng….?” godanya.

Gyuri berdecak sebal. “Iyalah! Iseng! Anggap aja aku lagi ngerjain Yesung!” Gyuri mengibaskan tangannya dengan angkuh. “Cowok aneh berkepala besar itu memang enak dijadikan umpan untuk dijahili. Kau tidak lihat sikapnya sehari-hari? Hanya menyendiri di kelas dan meracau yang aneh-aneh, pandangan nggak fokus, juga baju yang nggak pernah rapi. Ck, cowok seperti itu sama sekali tidak level duduk denganku, aku kesal dengan sonsaengnim yang menyuruhku duduk dengannya. Makanya aku bakar saja foto hewan kesayangannya itu!” ucap Gyuri cepat. Meski jelas ceritanya itu bohong, dusta, tidak yang sebenarnya.

Kan tidak mungkin Gyuri ngaku ke Hara kalau ia cemburu pada si cowok aneh itu?! Bisa hancur martabatnya berkeping-keping, tidak bersisa lagi. Diantara pria cakep sejenis TOP, Siwon, dan Kibum yang gentayangan di kelasnya, kenapa ia malah milih Yesung? Bahkan Daesung yang wajahnya selalu tersenyum itu jauhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhh lebih baik dibanding Yesung!!

Hara menatapnya dalam diam. Tak berkutik sedikitpun.

“Mana ada cowok yang tertarik sama kura-kura tua, bau amis dan jelek seperti ddangkoma itu? Yesung punya selera aneh, juga benda-benda aneh. Untuk mengembalikan Yesung ke jalan yang benar, bukankah aku itu sudah baik banget mau membakar foto kenangan yang lusuh itu? Kalau perlu, aku bisa menggantinya dengan foto kura-kura mahal dari Persia!” racau Gyuri random.

“Tapi…” Hara mencoba menghentikan Gyuri. “Itu keterlaluan…”

“Hahaha. Kan udah aku bilang iseng, masa iseng gitu dianggap keterlaluan?? Ck.” Gyuri tertawa terbahak. Hara hanya menatapnya aneh.

“Itu memang keterlaluan.”

Gyuri mendengar seseorang berbicara di belakangnya. Ia langsung menoleh ke belakang dan kaget saat mendapati Yesung tengah berdiri di belakangnya dengan ekspresi dingin.

“Ye-Yesung?!”

“Ternyata itu yang terjadi dengan foto ddangkoma-ku.” Suara Yesung terdengar datar, tanpa nada dan tanpa ekspresi saat mengucapkannya. Tapi Gyuri jelas bisa melihat kilat kemarahan dalam mata cowok aneh itu.

Gyuri menggelengkan kepala cepat. “A-aku…”

“Kau bisa pindah tempat duduk di sebelah TOP atau Daesung, aku lagi ingin duduk sendiri.” ucap Yesung membuat Gyuri terdiam.

Gadis itu menatap Yesung nanar, tapi Yesung hanya menggerakkan kepalanya sedikit sebelum berbalik dan pergi meninggalkan kantin.

.

.

.

.

“Ada apa, Gyuri-ah? Wajahmu pucat…” TOP menepuk pelan pipi Gyuri dan menatapnya lekat-lekat. Sayang Gyuri hanya mengibaskan tangan kesal seraya menghempaskan tubuhnya di samping TOP.

“Mulai hari ini aku duduk disebelahmu, ketua kelas.” Ucap Gyuri cuek.

TOP tertegun sesaat sebelum akhirnya memasang senyum sumringah. “Dengan senang hati saya menerima gadis secantik anda duduk bersama saya…” cengir TOP.

Gyuri hanya mengangguk malas.

TOP berlari ke belakang kelas dan mengambil kemonceng yang tergantung disana. Kemudian kembali lagi ke mejanya dan membersihkan meja tersebut penuh hati-hati.

Gyuri langsung menatapnya aneh.

“Mejaku harus bersih, soalnya sekarang kan ada gadis cantik disebelahku.” Cengir TOP.

Gyuri hanya diam. Jika ini dalam keadaan normal, tentu ia sudah melayang hingga kelangit-langit kelas *??* mendengar pujian yang paling sering ingin ia dengar, apalagi pujian itu berasal dari cowok cakep sejenis TOP.

Sayang sekali, ia sama sekali tak berminat untuk tersenyum sekarang.

“Yesung-ssi, nanti pulang anterin aku ke toko buku, ya!”

Sebuah suara menyentakkan Gyuri. Ia menoleh dan melihat Victoria, anak kelas sebelah sedang melambaikan tangannya ke arah Yesung yang ditanggapi cowok itu dengan senyuman. Victoria berdiri di depan pintu kelas sambil membawa buku-buku tebal.

“Sip!!” Yesung mengacungkan jempolnya dan tertawa lebar.

Gyuri langsung membuang wajahnya. Ia baru tahu kalau Yesung bisa tersenyum seperti itu, bahkan pada seorang cewek. Bahkan ia tidak tahu siapa itu Victoria sampai bisa berbicara seakrab itu dengan Yesung.

“Victoria sama Yesung memang dekat sekali.” Bisik TOP seakan tahu apa yang dipikirkan Gyuri.

Gyuri menoleh dan menatap TOP datar. “Aku tidak perduli.”

“Syukurlah. Aku senang kau tidak perduli padanya.”

Harusnya Gyuri senang mendengar ucapan TOP barusan. Harusnya ia senang mendapat perhatian sebegitu banyaknya dari ketua kelas nan tampan itu. Seharusnya ia bahkan sudah memikirkan rencana untuk mendapatkan TOP, seperti janjinya sewaktu pertama kali masuk ke dalam kelas ini: ia ingin punya cowok yang tampannya seperti wajah Se7en ditambah Donghae dikali Yoochun, alias tampan sekaliiiiiiiii.

.

.

.

.

“Kau masih marah padaku?”

Gyuri mencegat Yesung saat cowok itu hendak keluar kelas. Yesung mendongakkan kepala dan menatapnya datar.

“Aku minta maaf sudah membakar foto itu. Waktu itu aku… hanya kesal…” Gyuri menundukkan kepalanya bersalah.

“Kata kau, kau hanya iseng, bukan kesal?” Yesung menarik sudut bibirnya ke atas dan menatap Gyuri sinis. Gadis itu semakin merasa bersalah. “Sudahlah, jangan berpura-pura baik lagi. Kau sama sekali tidak baik dimataku.”

Gyuri terdiam.

“Apa kura-kura itu begitu cantik dibandingkan aku? Kamu hanya bercanda kan?”

“Aku sudah menyumbangkannya untuk acara charity, sekarang hanya karena dia… banyak orang-orang tertolong. Aku senang. Dia baik, dan itu yang membuatku mengatakannya cantik.”

 “Jadi karena dia baik, kamu mengatakannya cantik?”

Yesung mengangguk.

Gyuri mengerti benar maksud ucapan Yesung barusan. Ia ingat definisi ‘cantik’ yang pernah Yesung ucapkan dihari pertama ia masuk sekolah. Cantik itu baik, baik itu cantik.

Dan sekarang Yesung justru mengatakannya tidak baik… apa itu berarti Gyuri tidak cantik dimata Yesung…?

.

.

.

.

Hari ini Gyuri melangkahkan kaki masuk ke dalam kelas dengan lesu. Pagi ini ia sama sekali tidak bernapsu untuk tersenyum atau bahkan menatap apapun. Ia bahkan tidak sempat berbedak tadi pagi, ini adalah rekor terbaru darinya. Selama ini Gyuri tidak pernah bisa lepas dari hal-hal bernama make-up dan sebangsanya.

“PAGIIIII GYURRRRIIII~” sapa Daesung sambil tersenyum lebar.

“Oh, pagi Daesung…” Gyuri mengangguk pelan sambil berjalan terseok-seok ke meja barunya, disebelah TOP.

Gyuri sempat melirik bangku Yesung dan melihat cowok itu tengah mengobrol akrab dengan Victoria.

“Anak kelas sebelah itu suka sekali main ke kelas ini, akhir-akhir ini.” gerutu Gyuri menghempaskan tubuhnya di atas kursi. Matanya awas menatap Victoria. Victoria lumayan sih, rambutnya lurus panjang, matanya gede, senyumnya manis, dan suaranya terdengar lembut.

“GYURRIIIIII MAU KE KANTIN ENGGAKKKKKKK????” teriak Daesung bersemangat. Cowok itu meloncat-loncat kegirangan mendekati meja Gyuri.

“Ke kantin? Sepagi ini?”

Daesung mengangguk. “YUUUKKKKKK… ADA HARA SAMA TOP DI KANTTTIIIIINNNNNN~”

Gyuri tersenyum kecil. Ia baru sadar kalau Daesung itu suaranya amat sangat cempreng sekali. Pantas saja waktu Daesung pernah cerita ia ingin jadi main vocal di grup boyband kalo udah gede nanti, si TOP sama Siwon langsung beristighfar dan berjanji nggak akan satu grup boyband bareng Daesung.

Gyuri melirik Yesung yang asyik mengobrol sama Victoria. Tidak terusik dengan suara Daesung. Gyuri mencibir dalam hati.

“Ya udah yuk, Daesung. Ke kantin deh…”

.

.

.

.

“Masa Cuma gara-gara aku ketahuan bakar foto mantan hewan kesayangannya, dia marah sih? aneh banget kan? Aneh nggak sih?? aneh dehhh!!”

Hari ini sepulang sekolah, Gyuri pergi ke rumah teman satu tempat les, Nicole. Nicole itu sejenis Gyuri, cewek yang selalu menyelipkan kata-kata ‘cantik’ dihampir semua ucapan yang ia lontarkan. Nicole juga sama-sama terobsesi menjadi tetap cantik dalam keadaan apapun, dimanapun, sampai kapanpun, sama seperti Gyuri.

“Nggak perlu ngurusin kelakuan cowok yang amat tidak tampan itu deh…” Nicole mengernyit jijik saat berusaha menyebut nama Yesung, rasanya lidahnya nggak tega ngucapin nama itu, sehingga wajar saja nama Yesung berubah jadi ‘cowok yang amat tidak tampan’.

“Aku diusir dari mejanya!” gerutu Gyuri lagi.

“Tapi kan sekarang kamu duduk sama TOP yang tampan itu, kan? Itu berjuta kali lebih bagus…”

“Aku dicuekkin sama cowok itu!”

“Tapi kan kamu masih punya banyak teman-teman yang cantik dan tampan yang beredar disekitarmu, kan? Itu lebih baik dibanding kamu selalu berduaan sama cowok yang amat tidak tampan itu….”

“Tapi dia sekarang malah sok-sok deket sama Victoria anak kelas sebelah!”

“Victoria nggak lebih cantik dibanding kamu, kan??”

“KENAPA SIH KAU INI HANYA MEMIKIRKAN CANTIK TIDAKNYA SESEORANG????!!!!” seru Gyuri marah. Nicole terlonjak diam. “AKU BENCI DENGAN KATA ‘CANTIK’!! AKU BENCI TOP SELALU MENYEBUTKU CANTIK, HARA SELALU INGIN TAHU TENTANG HAL-HAL YANG MEMBUATKU CANTIK, ATAU SEMUA ORANG YANG BERPIKIR BAHWA BERTEMAN DENGAN GYURI YANG CANTIK ITU MENYENANGKAN!!! AKU BENCI ITUUUU!!! AKU BENCI JADI CANTIKKKK!!!!!”

“Kau ini kesurupan, ya?!” desis Nicole kesal.

“Aku ini ke rumahmu karena ingin mencari solusi, aku harus bagaimana! Kenapa kau malah selalu menyebutkan kata-kata ‘cantik’, ‘tampan’, dan sebangsanya??! Aku sudah muak, Cole!”

“HAHAHAHA… bercanda kau! Mana mungkin seorang Gyuri maupun Nicole tidak menyebutkan kata itu satu detik pun!” Nicole menganggap ucapan Gyuri tak serius. “Kita ini ditakdirkan hidup dengan kata-kata itu.”

Kali ini Gyuri terdiam.

Memang sih, awalnya… dulu… ia amat terobsesi dengan cantik, menjadi cantik, dan selalu cantik. Tapi entahlah, beberapa bulan belakangan ini semenjak ia duduk dengan Yesung, ia justru lupa bagaimana seharusnya tampil sebagai gadis yang cantik. Ia jauh lebih sering memikirkan tempat-tempat yang harus didatanginya bersama Yesung begitu pulang sekolah, hal-hal apa saja yang akan mereka lakukan disaat libur sekolah, atau kadang mendiskusikan bagaimana bisa Hyun Sonsaengnim tampak begitu tua diumurnya yang baru 30 tahun.

Sejak ia duduk dengan Yesung, ia bahkan mengikuti apa yang dikatakan Yesung tentang definisi ‘cantik’, menjadi gadis yang baik dan penuh perhatian.

Sejujurnya Gyuri merasa bersalah karena kejadian membakar foto ddangkoma itu harus kembali diingatnya, terutama Yesung malah jadi tahu kejadian itu.

Gyuri masih tidak bisa terima kenapa Yesung bisa sampai sebegitu marah padanya.

Itu kan kejadian udah lamaaaaaaa sekali. Ddangkoma juga udah disumbangin ke orang lain kan? Beberapa bulan ini Yesung nggak pernah nyinggung ddangkoma lagi, malah.

.

.

.

.

“Kudengar Yesung dan Victoria jadian!”

“Eh, masa?”

“Kok diam-diam aja gitu?”

“Yeee.. Yesung kan emang pendiam!”

“Iyaa… tapi kan seharusnya cerita, eh eh.. tapi pantesan ya Victoria suka main ke kelas kita. Ternyata ia lagi pedekate tuh sama Yesung…”

Rambut Gyuri tampak acak-acakan, tidak disisirnya, tidak dirapikannya, bahkan tadi pagi ia tidak shampo-an. Wajahnya terlihat kucel dan lingkaran hitam gede menghiasi kantung matanya. TOP sampai mengernyit heran begitu melihat sosok Gyuri masuk ke kelas.

“Whooooaaaaaa… kukira kau kuntilanak salah jam terbang, Gyu! Pagi-pagi sudah gentayangan.” Cengir TOP takjub melihat penampilan Gyuri.

“Aku semalaman browsing internet… lupa tidur… huaaammm….” Gyuri menguap lebar. Membuat TOP berjengit kaget.

“Heh, cewek cantik nggak boleh nguap sembarangan!”

Gyuri hanya ber-‘he eh’ ria mendengar ucapan TOP.

“Kau benar-benar berantakan, Gyu. Tumben sekali…” Kibum menoleh ke belakang dan menatap Gyuri setengah prihatin setengah geli.

Gyuri hanya diam karena saat itu dilihatnya Yesung juga menatapnya. Baru kali ini dalam beberapa hari belakangan, cowok itu menatapnya. Gyuri sampai jadi gugup sendiri.

“Memang semalam browsing apa? Film porno ya? Hahaha…” Siwon dan Kibum tertawa renyah.

“Ishhh… mana mungkinlah…” Gyuri merengut kesal. Ia mengaduk-aduk tasnya dan mengeluarkan selembar amplop cokelat dari dalamnya. Lalu ia berjalan menuju meja Yesung. Cowok itu kini tengah tekun mendengarkan headset dan tak memperhatikan kedatangan Gyuri.

“Yesung-ah, semalama aku mencari foto ddangkoma-mu di internet… di Yayasan tempat kau menyumbangkan kura-kura bodoh, eh imut milikmu itu…” Gyuri meletakkan amplop itu dimeja. “Nih, aku udah dapat foto ddangkoma. Memang nggak sebagus foto asli punyamu itu.. tapi ini foto terbaru ddangkoma yang diambil sebelum akhirnya dibeli sama pengusaha. Err… maaf…”

Gyuri nyaris berbisik saat mengucapkan kata ‘maaf’. Tapi sebenarnya, ia ingin sekali berteriak meminta maaf pada Yesung. Beberapa hari ini, ia jadi sadar bahwa mungkin tindakannya membakar foto ddangkoma itu salah. Jelas Yesung marah padanya. Ia merasa sangat bersalah dan meski ditutupi oleh sikap angkuhnya, sejujurnya Gyuri selalu ingin melakukan apapun agar Yesung memaafkannya. Ini aneh.

Yesung terdiam. Diambilnya amplop cokelat itu dan dibukanya. Dua buah foto ddangkoma muncul dari dalamnya. Kura-kura itu tampak sedang tidur-tiduran dan memakan makanannya.

“Aku rasa hanya itu yang bisa kuberikan.” Gyuri tertunduk sedih dan merasa harga dirinya jatuh seketika, meski entah mengapa ia tidak merasa takut menghadapi hal ini. Melihat teman-teman sekelasnya kini menatapnya dengan pandangan merendah dan mengejek. Jelas saja, tentu mereka berpikir sebegitu anehnya Gyuri selalu memberikan perhatian pada cowok absurd bernama Yesung itu. Bahkan TOP, Siwon, dan Kibum sampai terlongo bingung melihat tingkahnya.

Gyuri menarik napas dalam-dalam.

Ia sekarang tahu, ia tidak peduli dengan anggapan semua orang-orang….

Mungkin, selama Yesung tetap bisa berada di sampingnya dan tersenyum padanya… ledekan dari orang-orangpun bisa diatasinya…

Mungkin… ini…

Namanya… cin…

“Aku memaafkanmu.” Yesung berdiri dari duduknya dan tersenyum. “Aku melihat akhir-akhir ini kau kacau sekali, lama-lama aku berpikir ini karena aku. Dan ternyata itu benar. Maaf juga sudah membuatmu seperti ini.”

Gyuri terdiam. Matanya tampak berkaca-kaca.

“Aku tidak bisa melihatmu marah padaku, Yesung… aku tidak bisa melihatmu jauh dariku…” bisik Gyuri lirih.

Yesung tersenyum dan menganggukkan kepala. “Apa itu karena kau mencintaiku?” tebaknya. Gyuri terdiam.

Masa Gyuri suka sama Yesung? Masa cinta?

Gyuri mendongakkan kepalanya dan tertegun. Lihatlah mata bulat Yesung, bola matanya yang hitam jernih itu kini memandangnya begitu teduh. Lihat juga senyumannya yang aneh, yang tampak nggak jelas, tapi tetap saja… tampak indah dimata Gyuri.

Masa Gyuri suka sama Yesung? Masa cinta?

Dengan makhluk tidak gelas itu?

Gyuri menarik napas dalam-dalam. “A-aku…” Gyuri kembali menarik napas. Kini bisa dirasakannya debaran pelan jantungnya, dan napasnya yang terasa sesak, juga pipinya yang menjadi panas. Diliriknya TOP menggeleng tak percaya, Kibum dan Siwon berangkulan sedih, dan Daesung tetap saja tersenyum—oke, yang terakhir ini emang mutlak, wajah Daesung MUTLAK selalu tersenyum.

“Kalau kau menyukaiku, bangunlah sekarang juga!”

Yesung tertawa dan mengambil sebotol air yang entah mengapa tiba-tiba bisa berada di tangan cowok itu. Dibukanya tutup botol itu dan disiramnya air botol itu ke wajah Gyuri.

Byur!!

.

.

Byur!!

“BANGUUUUUNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNN!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!”

Teriakan Yesung yang membahana seantero jagat raya, seluas samudra hindia, sedalam samudra pasifik, hampir-hampir saja memecah gendang telinga Gyuri.

Gadis itu terlonjak kaget, dan langsung terbangun.

Wajahnya basah terkena siraman air dari Yesung. Untung Cuma wajah, bukan seragamnya!

“SETAN LU SUNG, LU KATA GUA ITU TANAMAN MERAMBAT APA!!! PAKE DISIRAM-SIRAM SEGALAAA???!!!” Gyuri menjambak rambut Yesung kesal, menarik rambut cowok itu sekuat tenaga.

Yesung mengaduh kesakitan dan berusaha melepaskan tangan Gyuri. “WOI, WOI, WOI!!! NANTI RAMBUT GUE BOTAK, GYURIIII!!!”

“BIARIN BOTAK! GUE BERSYUKUR!!” Gyuri mendengus kesal. “NGAPAIN SIH LU NYIRAM-NYIRAM GUE SEGALA??!!! BASAH KAN WAJAH GUE!!!”

“EH, ELU ITU TIDUR DI KELAS NONA GYURI!!! NGOROK LAGI!!! MANA NGOROKNYA MANGGIL-MANGGIL NAMA GUE SEGALA!! LU MIMPI NABOK GUE YA? SIALAN LU!” cerocos Yesung galak.

Gyuri mendengus.

Ah, ia baru ingat. Tadi ia mimpi ternyata. Mimpi Yesung tahu kalau Gyuri sudah ngebakar foto si ddangkoma tua bin jelek itu, sampai si Yesung marah dan ngambek sama Gyuri. Sampai Gyuri frustasi dan jadi jelek,… hiii…

Gyuri merinding membayangkan ia bisa-bisanya jadi jelek cuma gara-gara makhluk gaje.

Untung cuma mimpi, dikira beneran tadi! Kan gila aja Gyuri bisa jadi frustasi dan nggak pernah dandan lagi hanya gara-gara kegajean kecil yang disebut Yesung! A little gaje thing called Yesung!!

Hiii… bisa pingsan terkapar di aspal panas dia nantinya!

“Iya!! Gue mimpi nabokin elu sampe PUASS!!!” teriak Gyuri, jelas berbohong. Mana mau ia ngaku mimpi menye-menye sama si Yesung. Bisa tambah gede tuh si kepala gede. Ntar nggak ada helm motor yang muat lagi dikepalanya, kan bisa berabe. Hahaha.

“Sial banget sih ni cewek!” Yesung mengetuk kepala Gyuri geram.

“Lagian lu bangunin gue pake siram-siram segala!!” bentak Gyuri tajam. “Gue kan nggak cantik lagi deh jadinya! Make-up gue luntur nihhh!!”

“Yeee… gue kan disuruh sama Hyun Sonsaengnim! Nohhh!!!” Yesung mengarahkan telunjuknya ke depan kelas.

Deg.

Gyuri langsung melongokkan kepalanya ke arah yang ditunjuk Yesung dan melotot kaget.

Di depan kelas Hyun Sonsaengnim sudah berkacak pinggang sambil menatapnya garang.

“GYURIIII!!!! SIAPA SURUH KAMU TIDUR PAS PELAJARAN SAYA???!!! SEKARANG KAMU CEPAT KE DEPAN KELAS!!! BERDIRI KAMU DI DEPAN!!!” teriak Hyun Sonsaengnim keras. Gyuri sampai mengkeret ketakutan.

“I-iya, Sonsaengnim…” Gyuri berdiri takut-takut dan berjalan ke depan kelas. Beberapa anak cekikikan melihatnya. Gyuri melirik TOP yang menatapnya prihatin dan Daesung yang…argh, sial! tuh anak senyum melulu bawaannya!

“Cepat!! Jalannya jangan lelet gitu deh!” repet sonsaengnim.

“I-iya…” Gyuri mempercepat langkahnya.

Yesung tertawa renyah melihat tingkah Gyuri sampai-sampai perutnya kesakitan. Ia lalu menatap sekilas ke arah Victoria yang tengah berjalan melintasi kelas mereka. Victoria itu anak kelas sebelah, ia tetangga sebelah rumah Yesung. Anaknya baik dan pintar.

“Yesung!! Lu jangan lihat-lihat Victoria dong!” bisik Gyuri dari depan. Gyuri melotot tajam ke arahnya. Hyun Sonsaengnim tengah kembali menulis materi di papan tulis, tidak mendengar ucapan Gyuri barusan.

“Loh, kenapa?” Yesung balas berbisik, bingung.

“Victoria kan jelek.” Gyuri melirik ke luar kelas. Victoria asyik berbicara dengan teman-temannya sambil tertawa riang.

“Siapa bilang dia jelek?” Yesung tidak terima Gyuri mengata-ngatai tetangganya itu.

“Cantikkan gue. Lu lihat gue aja.” Gyuri melotot, setengah mengancam.

“Idiiihhh… emang lu siapa gue coba?” Yesung nyengir aneh.

“EHEM, YESUNG!!! KALAU KAMU AJAK NGOBROL GYURI TERUS, KAMU AKAN NEMANIN DIA BERDIRI DI DEPAN KELAS!!! MAU????” bentak Hyun Sonsaengnim.

“Iya, sonsaengnim…” Yesung langsung menundukkan kepala dan tersenyum lebar. Ia hampir saja tertawa begitu keras melihat teman sebangkunya si Gyuri dihukum di depan kelas, dan Yesung benar-benar ingin tertawa sekencang-kencangnya saat mengingat apa yang diucapkan Gyuri saat gadis itu tengah mendengkur pelan dalam mimpinya.

“Aku tidak bisa melihatmu marah padaku, Yesung… aku tidak bisa melihatmu jauh dariku…”

Memang cuma itu sih yang Yesung dengar dari mulut Gyuri pas gadis itu tertidur tadi. Entah apa yang dimimpikan gadis itu sampai suaranya terdengar sedih dan meminta-minta Yesung tidak meninggalkannya? Memang Yesung mau pergi ke manas coba? Ke planet Mars?

“Apa jangan-jangan dia mimpi aku marah sama dia? Hahaha, dasar Gyuri aneh…” Yesung menggeleng-gelengkan kepala. “Apa nanti aku perlu bertanya pada Gyuri mimpi apa gadis itu tadi? Hahaha.”

Yesung melanjutkan aktivitas menulisnya. Sambil sesekali menatap jahil ke arah Gyuri yang masih terus dihukum berdiri di depan kelas. Yesung sama sekali nggak tahu, dan semoga nggak tahu, mimpi apa yang terjadi pada Gyuri barusan. Soalnya kalau Yesung tahu, kemungkinan besar, mimpi Gyuri barusan bakal bisa jadi kenyataan!

Hiii… bisa bayangin Gyuri jadi kelabakan dan nggak cantik sama sekali??

Ini bener-bener bisa jadi a little GAJE thing called Yesung!! Jangan sampai dehhh!!

.

.

.

.

END

Hahahaha halooo sophie disini, wuaahh akhir2 ini aku banyak dapat protes karena nulis cerita galau~ eciiieee kalian merindukan cerita gaje ku kan??? hahaha *ditabok*

makasih ya buat readers yg udah mention2 aku supaya bikin cerita gaje lagi hahaha

sumpah aku terharuuu~

oke jadi, ini aku buatin ff gaje,.. mian kalau gaje namanya juga ff gaje xDDD

oh ya aku juga punya pngumuman bagus nihh!! berdasarkan byk bgt permintaan readers supaya ff ‘kamu adalah member ke-16 super junior’, dibagiin paswordnya atau dijadiin public, nih aku kabulin! *readers: serius sophh??*

iyaaa.. serius. ff itu udah ga ku password, tapi tapi tapi,,,, cuma part 1 nya doang! hehehe

kenapa?

soalnya berdasrkan site stat sampai saat ini, ff itu adalah ff dgn view terbanyak woowww *keprok2*, tapi yg loud readers cuma dkit -_-

so, aku netapin peraturan: part dua ff itu akan aku cabut passwordnya kalau part 1 nya mendapat 100+ respon! haha, hayoo aku mau liat apakah masih ada siders, kalo ada… ya terpaksa saya password lagi :p

maaf ya… aku habisnya sayang banget ama ff hancur itu. meski hancur, itu ttp ff pertamaku di blog ini.. huhuhu

yg mau baca part satu ff kamu adalah member ke-16 super junior bisa klik disini.

makasihhh

149 thoughts on “[FF/One Shoot/ S/ G/ A Little GAJE thing called Yesung]

  1. setuju sama gyuri …
    namanya juga yesung, segala bentuk hal yang berbau ANEH pastilah melekat dengan erat padanya -_-

  2. Benar-benar bisa buat senyum-senyum gaje ini ff nya, lucu sama gemes. Perhatiin aja deh ya, gyuri-yesung kan crack banget tapi mereka jadi bisa kelihatan manis gini. Jempol deh buat author

  3. sebenernya critanya bgus, lucu jg ma mreka, cma skdar saran ja klo bisa bhasanya lebih formal, mnurut E.Y.D jdi bcanya lbih enak, tpi itu cma skdar saran ja ya..
    keep writting, ditunggu krya lainnya ya..

Just talking...

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s