[FF/Chapter/ S/ PG-17/Key of Heaven side story 3 (End)]

Author  : Sophie Maya

Title       : Key of Heaven side story 3 (end)

Cast       : Donghae Super Junior, Song Ji Hyo (artist), Heechul Super Junior, Junsu JYJ

Support Cast      : another member Super Junior.

Genre   : romance

Rated    : PG-17

Type      : straight

Summary         : Kali ini waktu dan perasaan berperang melawan nasib.

.

.

Disclaimer           : Super Junior, JYJ, Jihyo isnt MINE. But this story is MINE. LEE SOO MAN IS MINE, SM ENT IS MINE! HAHAHAHAHA *plak*

Warning               : do you hate the CAST? DONT READ, its simple. And one more, NO BASHING oke? Oh right, one more again I HATE SILENT READERS, so comment this story right? ^^

Note: mix and match from Key of Heart by Boa, In Heaven by JYJ, and Y by Super Junior

Cek profil pemain disini dan disini

“Kenapa tidak pernah ada satu kali saja kamu membuatku tahu, apakah perasaan yang ada itu hanya untukku. Kamu membuatku kesal, membuatku marah, dan membuatku tertekan. Andai kamu tahu, betapa aku tampak seperti orang paling tolol saat mencintaimu. Kamu tahu kenapa? Karena aku bahkan tidak bisa menemukan alasan yang tepat mengapa aku begitu saja bisa jatuh cinta padamu.”

 “Haruskah sebuah perasaan dikatakan sedemikian rupa, Lee Donghae? Apa harus aku meneriakkan pada semua orang dengan gilanya, mengatakan perasaanku sejujurnya??”

“Apa kamu malu? Merasa malu menjadi pacar seorang Lee Donghae. Aku tahu, dan bahkan aku tidak pernah pantas untukmu, Yo…”

“Seharusnya itulah yang kukatakan padamu.”

“Kamu bohong.”

“Tidak…”

“Bohong…, kamu bahkan tidak pernah melihatku, Song Jihyo! Dan bahkan kamu bisa bersikap manis di depan siapapun, kenapa tidak untukku? apa karena aku bukan seorang ‘Oppa’ bagimu?”

“Ya! Dan kamu pun sekarang menyinggung masalah umur?!!”

“Song Jihyo!!”

“Lee Donghae!!!”

.

.

.

.

Song Ji Hyo POV

Siapa yang bilang aku tidak mencintai pria pendek, cengeng, dan suka berpikir diluar batas normal itu?

Apa semua orang memang selalu menganggap bahwa seorang Song Jihyo sangat tidak manusiawi memperlakukan banyak cinta yang diberikan Lee Donghae?

Tahukah kalian, di tiap kalian berkata bahwa Song Jihyo amat sangat tidak pantas untuk Lee Donghae, di saat itu juga semua pertahananku runtuh jatuh ke tanah, tercabik-cabik desiran hujan yang datang menghujam, terkotori lumpur cokelat hingga amat mengenaskan?

Tidakkah kalian berpikir sedetik saja, bahwa akupun juga mencintai pria itu ditengah segala kekuranganku untuk mengatakan betapa aku ingin ia ada di sampingku?

Tidakkah kalian pernah menyelidiki mengapa seorang Song Jihyo sebegitu tahan bersama pria itu ditengah hujatan semua orang yang tak menginginkan hubungan ini?

Itu karena aku mencintainya. Titik.

Bagaimana bisa aku mengatakan semua ini dihadapan pria berhati malaikat itu, jika semua orang bertingkah seperti iblis jika mengetahui aku begitu amat menginginkannya.

Aku mencintainya. Titik.

Dan bahkan ketika kami harus dipisahkan dengan terhentinya waktu, dengan mata yang tertutup, dengan napas yang tak lagi berhembus,

Aku hanya akan mencintainya. Titik.

.

.

.

.

“Pemirsa, dunia K-Pop kini telah berkabung karena salah satu anggota dari boyband terkenal Super Junior mengalami kecelekaan dan tewas ditempat—“

“Ever Lasting Friends berkabung. Lee Donghae Super Junior meninggal dalam kecelakaan motor di hari ulang tahunnya—“

“Lee Donghae dikabarkan menabrak sebuah mobil saat sedang mengendarai motor diluar batas kecepatan normal.

“Ribuan fans memadati parkiran rumah sakit untuk melihat jenazah Lee Donghae untuk terakhir kalinya—“

Jihyo terpaksa harus dipapah Junsu saat melihat jenazah Donghae. Pria itu mengalami pendarahan cukup parah di bagian otak hingga tak terselamatkan, terlebih lagi setelah tubuhnya terlempar beberapa meter. Motor yang Donghae pakai hancur berkeping-keping dan sisanya terbakar bersama mobil yang menabraknya.

Donghae meninggal.

Dalam kecelakaan tadi malam.

Tepat jam 12 malam, saat ia hendak berkunjung ke rumah Jihyo. Ingin merayakan ulang tahunnya. Seperti janjinya kemarin siang pada Jihyo.

“Nanti jam 12 malam jangan tidur. Aku mau mengajakmu pergi makan malam. Eum, makan tengah malam maksudnya.”

Seharusnya Jihyo menolak ajakan Donghae waktu itu.

 

“Tidak akan. Jam 12 malam! Yo, kali ini aja kamu harus dengerin perkataanku. Ini kan ulang tahunku. Yayaya? Aku jemput pakai motor nanti. Dadahhh…”

Seharusnya Jihyo sadar, Donghae tidak bisa dan tidak akan pernah bisa menyetir.

Ya Tuhan.. seharusnya, seharusnya, dan seharusnya!

Hanya itu saja yang bisa diteriakkan Jihyo dalam hati. Tubuhnya sudah lemas dan tak bertenaga. Dan bahkan begitu jenazah Donghae diantar ke hadapannya, ia sontak menangis histeris hingga Junsu dan para member Super Junior lainnya ikut memeluknya. Menenangkannya.

Jihyo hampir saja pingsan jika Junsu tidak membisikkannya dengan kata-kata penenang. Menguatkannya dengan tepukan lembut di tangan. Merangkul tubuhnya penuh kehangatan.

Jihyo hampir saja ingin berlari pergi jika saja Heechul tidak keburu mendekapnya erat dan ikut menenangkannya. Berkata bahwa sekarang pun Jihyo tidak bisa bergerak kemanapun. Ruangan ini penuh dengan semua member agensi SM Ent, para manajer, Lee Soo Man, dan bahkan orang tua Lee Donghae. Semua kini merapat ingin melihat keadaan pria lembut itu.

Jihyo meraba wajah Donghae gemetaran. Melihat wajah pucat itu tersenyum dalam damai. Tidak ada lagi sisa-sisa darah akibat kecelakaan, sudah dibersihkan pihak rumah sakit.

Tapi tetap saja… dibersihkan atau tidak… tidak akan merubah nasib Donghae yang telah pergi dari hadapannya

“Sssshhhh… katanya gara-gara Jihyo Onnie ya, uri-oppa jadi seperti ini. ck, seharusnya Oppa tidak perlu ke apartemen Jihyo Onnie!” bisik Jessica amat pelan pada Yoona. Memang hampir tak terdengar ucapan gadis itu, tapi tetap saja bagi Jihyo, itu seperti sebuah teriakan ejekan baginya. Seperti pengkambinghitaman yang selalu ditujukan semua orang pada hubungannya.

“Kenapa sih Jihyo jadian sama Donghae? Donghae kan cakep, Jihyo kan sudah tua! Udah tante-tante!”

“Donghae mau aja ya sama Jihyo!”

“Cantikkan juga aku dibanding Jihyo Onnie!”

“ELF nggak akan setuju uri-cassanova diambil!!!”

Jihyo memejamkan matanya erat. Merasakan gemetaran yang sangat dari bibir tipisnya. Sepertinya ia akan menangis lagi.

“Onnie jangan ada kata terlambat buat membalas semua perasaan Donghae Oppa. Jangan menunggu jam 12 malam untuk mengatakan bahwa Onnie begitu mencintai Oppa, berterimakasihlah atas semua kejutan yang ia berikan. Jangan lama-lama, jangan lama-lama sebelum semua itu akan … terlambat….”

Terlambat pun tak apa. Jihyo memang tidak bisa menyatakan bagaimana perasaannya selama ini. ia lebih baik diam, menyimpannya dalam hati, dan menutupnya rapat-rapat.

.

.

.

.

Dan malaikatpun menangis mendengar berita kematian manusia berhati paling lembut di dunia ini…

.

.

.

.

“Jika Tuhan memberikan waktu tujuh hari untukmu, apa kamu akan menerimanya?” Donghae mendengar sebuah suara-suara pelan saat matanya terasa sangat lelah untuk terbuka. Donghae bingung dengan perasaaannya yang sangat hampa sekarang, seakan ia tengah hidup diantah berantah.

“Menerima apa?” Donghae mencoba mencari si sumber suara.

“Membahagiakannya. Hanya selama tujuh hari.”

“Maksudnya?”

“Bangunlah.”

“Bangun?”

“Bangunlah dan bahagiakan dia.”

Donghae tersentak. Perlahan dia bangung dan terbengong-bengong heran saat melihat motornya sudah hancur ditabrak mobil. Kebakaran terjadi di sekelilingnya dan suara sirene polisi dari kejauhan mulai terdengar. Donghae masih bingung apa yang terjadi, terlebih saat dilihat tubuhnya sendiri tengah terbaring di aspal!

Suara sirene terdengar meraung-raung. Disusul dengan derap langkah kaki puluhan, tidak, mungkin ratusan, orang yang berlari mendekat ke arahnya.

Belum sempat Donghae mencerna apa yang terjadi saat dilihatnya sebuah pemandangan mengagetkan di depannya.

Tubuhnya…

Terbujur kaku di aspal dengan darah membasahi seluruh tubuhnya…

Tubuhnya…

Tapi… bagaimana…

“Apa aku sudah mati?” Donghae merasa kepalanya pusing. Seperti tadi baru saja ada benda keras menabrak kepalanya.

Ya… ia ingat sekarang… kepalanya memang tadi membentur mobil yang tahu-tahu ada di depannya saat ia mengendarai motor… lalu ia kaget dan terpental jauh…

“Ada orang kecelakaan!!!!” orang-orang yang berlari menghampirinya berteriak ketakutan saat melihat tubuh Donghae di aspal. Mereka ramai-ramai memanggil ambulans, dan membopong tubuh kaku itu ke mobil.

Donghae hanya bisa melihat bagaimana tubuhnya diangkut. Ia tidak bisa mengeluarkan suara sedikitpun ditengah keramaian dan hiruk pikuk yang terjadi di depannya. wartawan berdatangan, polisi sigap menghampiri, warga yang berusaha menolong tubuhnya…

Semua sangat ramai.

“Ada waktu tujuh hari untuk membahagiakan orang yang sangat anda inginkan…”

Sebuah tangan mungil menyentuh roh Donghae. Pria itu berbalik badan dan berjengit kaget saat dilihatnya seorang anak kecil berdiri di hadapan sembari memasang senyum tipis.

“K…kkk…kk-kau…. siapa?!!” teriak Donghae ketakutan.

“Aku ELF…” ujar anak itu pelan.

“Bohong.” Donghae mendesis pelan.

Anak itu tertawa. “Ya, aku memang berbohong.” Ia menyerahkan sebuket mawar putih pada Donghae. “Ini… bunga yang kau bawa dari asrama mu tadi. Untung aku berbaik hati, jadi kuselamatkan saja bunga ini sebelum diinjak-injak oleh orang-orang itu…”

Donghae memandang bocah di depannya setengah tak percaya.

Bagaimana bisa…

Anak ini…

Masih memikirkan buket mawar putih?! Dan bahkan apa anak ini tidak tahu Donghae sudah mati?!

Ia sekarang hantu, mengertilah.

Bukankah anak kecil takut… hantu? Euh?

“Hei, aku hantu…” Donghae menunjuk dirinya. “Kau lihat siapa yang dibawa orang-orang itu? Itu jasadku. Dan aku sekarang sudah menjadi roh… seharusnya kau takut dan berteriak memanggil ibumu!”

Anak kecil itu menengadahkan kepala dan lalu tertawa pelan. “Bagaimana aku bisa takut padamu…, Lee Donghae…? Aku ini yang mencabut nyawamu…., aku ini malaikat kematianmu….”

.

.

.

.

Donghae awalnya tak percaya, tapi si bocah kecil yang ternyata malaikat itu menjelaskan semuanya. Semuanya secara runtut, dan terlalu runtut… hingga Donghae yang otaknya sedikit tiarap harus berkonsenterasi penuh memahami ucapan bocah itu.

Beberapa hal yang bisa ia tangkap:

Ia diberikan waktu tujuh hari untuk… bertemu…. Jihyo?

“Bukankah kau selalu ragu apakah tante itu mencintaimu atau tidak?” ucap si bocah polos.

“Ya! Dia bukan tante! Dia punya nama, Song Jihyo!” Donghae agak marah mendengar bagaimana bocah itu menyebut orang yang paling ia cintai.

Bocah itu mengkerutkan kening bentar. “Oke, terserah… yah, intinya karena kamu mati disaat hari ulang tahunmu, setidaknya aku perlu memberimu hadiah ulang tahun.” bocah itu menunjukkan cengiran, “kuberi kau hadiah hidup tambahan selama tujuh hari. Selama tujuh hari, kau bisa mencari tahu dengan sendirinya… hal yang membuatmu bertingkah amat bodoh akhir-akhir ini. Mencari tahu apakah tante itu menyayangimu atau tidak.”

Donghae terdiam. Ingin marah mendengar bocah yang ngaku-ngaku malaikat itu lagi-lagi memanggil Jihyo dengan sebutan ‘tante’, tapi Donghae urung melakukannya karena setidaknya ia penasaran dengan  ‘hadiah ulang tahun’ yang diberikan bocah itu.

“Maksudmu, aku akan hidup lagi?” Donghae menyimpulkan.

Bocah itu mengangguk

“Aku harus menemui Yo?” tebak Donghae.

Kali ini bocah itu hanya tersenyum penuh arti.

.

.

.

.

Mungkin Jihyo terlalu lelah atau jiwanya sudah capai sejak kematian Lee Donghae kemarin lusa. Dan bahkan siang kemarin ia pun tanpa sadar berjalan di sepanjang pusat pertokoan dengan pikiran kosong, hampir tertabrak mobil saat akan menyeberang jika saja Junsu tidak keburu menariknya ke pinggir.

Entah darimana Junsu bisa berada di sekitar Jihyo, di jalanan umum pula. Junsu mungkin mengikuti Jihyo karena khawatir akan terjadi apa-apa dengan gadis itu. Atau bisa saja, ia punya sejenis telepati dengan Jihyo? Entahlah.

Yang pasti kejadian kemarin sukses membuat semua orang—Junsu, Jaejoong, Yoochun, Heechul, dan lainnya—melarang Jihyo pergi kemanapun. Terutama sendirian. Jihyo bisa saja tanpa sadar mencelakai diri sendiri.

Jadilah Jihyo hanya tergeletak lemas di apartemennya. Dan bahakn saat pagi ini tahu-tahu ada orang yang mengetuk pintu apartemennya, setengah sempoyongan Jihyo menghampiri pintu itu dan membukakannya.

Ajaib, Jihyo berimajinasi melihat Donghae berdiri di depan pintu dengan senyum polos dan mata berbinar-binarnya.

“Kau seperti melihat hantu saja.” Donghae cekikikan begitu dilihatnya mata Jihyo sudah melotot kaget. “Aku Lee Donghae, pacarmu, Yo… bukan seorang maling yang ingin merampok rumahmu.” Candanya.

“Aku percaya kamu, Donghae.” Dalam hati Jihyo tertawa pelan, imajinasinya kali ini keterlaluan. Bisa-bisanya ia sampai mengkhayalkan Donghae seperti ini. Apa ini efek jiwanya yang sampai detik ini belum menerima kepergian ikan bodoh itu? “Tapi aku bingung…”

“Aku juga bingung.” Donghae menggaruk-garuk kepalanya. “Bukankah aku sudah mati, Yo?”

Jihyo mengangkat bahu. “Ya, sudah, masuk saja ke dalam dulu. Kau mau minum apa?” tawar Jihyo.

“Susu!” teriak Donghae sumringah.

Jihyo mengangguk-angguk dan berjalan menuju dapur.

“Aku tahu ini cuma imajinasi, Tuhan.. tapi aku mau bermain dengan imajinasi ini sebentar saja…” gumam Jihyo sambil menyeduhkan susu dalam mug besar dan membawanya pada Donghae yang kini sibuk mencorat-coret sesuatu.

“Aku lelah… aku mau beristirahat dulu.” Ujar Jihyo pelan. Ya, Jihyo berpikir ia harus istirahat kembali untuk menenangkan pikirannya. Agar ia tidak lagi berkhayal didatangi Donghae dan diajak ngobrol seperti ini, lama-lama ia bisa gila.

Sosok Donghae di depan Jihyo hanya tersenyum tipis dan mengangguk pelan. Jihyo mengibaskan tangannya dan masuk ke dalam kamarnya, kembali tidur dengan wajah sembab dan kepala cenat-cenut.

Mungkin sudah berjam-jam lamanya Jihyo tidur karena saat ia bangun, langit sudah gelap. Ia berjalan keluar kamar dan melangkah menuju dapur. Meskipun tidak ada sesuatu yang ingin ia makan, tapi setidaknya kerongkongannya terasa haus sehingga ia perlu minum.

“Yo, kamu tidur lama sekali!”

Deg.

Jihyo memejamkan matanya. “Ya, Tuhan… padahal aku sudah tidur cukup… kenapa masih bisa berkhayal juga?” desisnya.

“Siapa yang berkhayal, Yo?”

Suara itu lagi!

Jihyo memberanikan diri membalikkan badan dan terlihatlah Donghae… berdiri di depannya… dengan menggunakan celemek dan wajah belepotan saus…

“Kumasakkan spaghetti untukmu, mau?” tawarnya sembari menyodorkan sepiring penuh spaghetti yang asapnya masih mengepul.

“Kenapa sih aku jadi suka berimajinasi? Hahhh… terima kenyataan, Jihyo… Donghae sudah pergi….” Jihyo malah meracau sambil menggeleng-gelengkan kepalanya cepat.

Dan Donghae, yang awalnya heran melihat tingkah Jihyo perlahan jadi sadar apa yang dimaksud gadis itu.

Donghae terkikik geli. “Kau kira aku imajinasimu, heh?” dengan pelan ia letakkan piring spaghetti di atas meja dapur, ia melepas celemeknya dan melempar sembarang tempat, lalu berjalan cepat menghampiri Jihyo. Dan dengan cepat juga ia melingkarkan tangannya di pinggang Jihyo, mendekatkan tubuhnya pada gadis itu, kemudian mencium bibir Jihyo lembut.

“Aku… bukan… imajinasi…” Donghae menatap Jihyo yang terpaku melihatnya. Ia tertawa, dan kembali mencium bibir Jihyo. “Dan… jangan memandangiku… seakan-akan… aku ini… hantu….”  Donghae mencium gadisnya itu lagi. Kali ini dengan cukup lama, seperti tidak ingin melepaskannya sama sekali.

Dan Jihyo hanya bisa tersenyum. Merangkulkan tanganya di leher pria itu dan balas menciumnya.

Ini memang Donghae, Tuhan!

Dia nyata…, dan dia Donghae!!

.

.

.

.

Jihyo akhirnya tahu Donghae diberikan tujuh hari lagi untuk hidup sebagai manusia dan melaksanakan tugas ‘penting’. Well, yang terakhir ini, Jihyo kurang begitu mengerti apa maksudnya. Ia sudah mencoba menanyakan hal ini pada Donghae dan hanya dijawab pria itu dengan cengiran sok misterius. Menyebalkan sekali.

Yah tapi apapun itu, sebuah keajaiban sudah datang padanya, Donghae setidaknya… bisa bersamanya lagi, bukankah itu yang terbaik?

“Onnie!!!”

Teriakan Jessica dan Yoona menyentakkan Jihyo dari lamunannya. Kedua dongsaeng dari SNSD itu menatapnya sinis dan sedikit meremehkan.

“Hari ini kami akan menggantikan Onnie di salah satu acara yang Onnie bawakan, iya kan?” ujar Yoona. Ya, hari ini karena Jihyo sibuk syuting drama terbarunya, salah satu acara dimana ia menjadi main cast terpaksa ditangguhkan oleh kedua bocah cerewet ini.

“Onnie nggak keliatan sedih meskipun Donghae Oppa sudah pergi…” tembak Jessica.

“Jinjja?” Jihyo membulatkan matanya. Ia baru saja menerima sms dari Donghae. Bocah itu bilang ingin bertemu dengannya di taman.

“Ya! Onnie, aku sedang berbicara! Dengarkanlah!” teriak Jessica dengan suara tinggi. Merasa diacuhkan.

Jihyo menoleh dan tersenyum sekilas. “Maaf ya, Yoona… Jessica… Onnie harus pergi dulu, ada janji penting…”

Jihyo mengemas-ngemasi barangnya dan berlari meninggalkan lokasi syuting. Meminta ijin pada sutradara kalau hari ini ia tidak bisa ikut syuting.

“Ya! Onnie menyebalkan! Dia menyuruh kita menggantikannya di acara yang ia bawakan karena alasan syuting. Tapi sekarang ia malah ninggalin syuting. Oh! Menyebalkan!” jerit Jessica kesal. Yoona hanya mengangguk-angguk menyetujui.

.

.

.

.

“Kau bilang kita ingin berjalan-jalan…” Jihyo menggembungkan pipinya saat melihat penampilan Donghae. Terlebih lagi saat melihat seringai jahil di wajahnya. Ughhh…

“Memang mau jalan-jalan… tapi kan, nggak perlu pakai gaun gitu, Yo!” Donghae tertawa habis-habisan begitu dilihatnya gaun putih melekat di tubuh Jihyo. Padahal Donghae saja hanya mengenakan kaos oblong dan celana baggy. Donghae memang ingin mengajak Jihyo jalan-jalan… ke taman, ngobrol santai, ya cuma itu aja sih. kenapa Jihyo mendadak jadi super-perhatian-sama-dandanan gini? Padahal dulu kalau diajak Donghae ke restoran aja, Jihyo cuma pake kaos gombor sama celana jeans yang juga nggak kalah gombor.

Jihyo masih memasang ekspresi kesal di wajahnya. Padahal ia sudah niat-niatin bakal bikin semua momen jadi istimewa bersama Donghae. Tapi pria itu… tetap saja sense of romantic-nya nggak keluar juga.

“Habis itu kita ke bioskop deh,” kata Donghae lagi.

“Oh ya? Mau nonton film apa???”

“Film Finding Nemo. Keren deh filmnya.” Ujar Donghae bersemangat.

Jihyo cemberut lagi.

.

.

.

.

Jihyo berjanji tidak akan pernah mau mengakui perasaan sebenarnya pada Donghae. Ia masih saja merasa tidak pantas disandingkan dengan cassanova satu itu. Merasa lancang jika ia berani-beraninya membuat pengakuan bahwa ia mencintainya.

Jadi, saat malam ini, untuk kesekian kalinya, Lee Donghae menanyakan bagaimana sebenarnya perasaan Jihyo, gadis itu hanya bungkam dan tertawa keras-keras. Berusaha mengalihkan pembicaraan sensitif ini.

“Kau begitu ingin tahukah? Itu tidak penting tau.” Jihyo menepuk-nepuk bahu Donghae.

“Tidak penting ya?” Donghae tersenyum. “Padahal itulah tujuanku hidup kembali, Yo… ingin mengetahui apakah kau mencintaiku atau tidak…” kali ini perkataannya hanya diucapkan setengah berbisik. Berharap tidak ada yang mendengarnya.

.

.

.

.

THE END

.

.

.

.

Serius mau ending di sini aja???

Hahaha, cuma becanda doang tadi. Ayokk, ceritanya masih lanjut!!! xD

*plak. Author ditampol readers*

.

.

.

.

“….aku mencintaimu….”

Bisik Jihyo pelan. Amat sangat pelan. Tapi Donghae bisa mendengarnya dengan jelas, teramat jelas malah. Seperti speaker volume maksimum yang masuk ke gendang telinganya. Berputar di saluran otaknya, dicerna oleh pikirannya, hingga tercipta sebuah kesadaran tingkat tinggi yang membuatnya terlonjak tak percaya.

Malam ini tahu-tahu wajah pucat Jihyo terlihat tersenyum. Sembari menggenggam garpu dan sendoknya, ia menatap Donghae lekat. Wajah tanpa make up Jihyo dan senyumannya sejujurnya cukup membuat Donghae salah tingkah. Terlebih dengan ucapan yang keluar dari bibir tipisnya. Dan terutama, karena Donghae mendengar ada ketulusan dalam perkataan itu.

“…aku mencintaimu…” Jihyo tersenyum lemah. “Aku merasa tidak pantas bersama seseorang yang begitu baik sepertimu. Tapi apa mau dikata, aku mencintaimu. Dan bahkan… aku mencintaimu, aku mencintaimu, aku mencintaimu, dan mencintaimu. Selamanya aku mencintaimu.”

Air mata deras membasahi pipi Jihyo. “Aku tidak bisa mengatakan apapun. Aku mencintaimu, mencintaimu, mencintaimu. Setua apapun aku, seburuk apapun aku, semenyebal apapun tingkahku, aku mencintaimu, itu karena aku mencintaimu, dan hanya karena aku mencintaimu, selalu mencintaimu.”

Donghae memeluk erat Jihyo. Mencium puncak kepala gadis itu. Menghapus air mata yang bergelinangan di pipinya.

“Aku juga mencintaimu…”

“Bukankah ini malam ketujuh? Ah… waktu berlalu tanpa terasa.” Tarikan napas terdengar berat, “maka aku ingin mengatakan hal ini padamu, setidaknya…, sebelum kamu benar-benar pergi. Terimakasih sudah menemaniku melepaskanmu.”

Lama Donghae terdiam mencerna ucapan gadisnya itu. Tapi kemudian ia mengangguk mengerti.

“Sewaktu aku ingin ke apartemenmu, Yo… aku ingin menyerahkan ini… untukmu.” Donghae mengeluarkan kotak kecil dari dalam kantung celananya, membukanya pelan dan mengangsurkannya tepat ke hadapan Jihyo. Donghae menyematkan cincin itu di tangan Jihyo.

“Aku ingin menikah denganmu…” tambah Donghae. “Karena aku mencintaimu, dan bahkan tanpa alasan apapun bisa mencintaimu…”

Donghae berdiri dari duduknya. Dan melangkah mundur. Menjauh.

“Dan kuharap menikahlah dengan Junsu.” Lanjutnya lagi. Kali ini penuh pengharapan. “Dia yang mengajariku bagaimana caranya membuatmu mencintaiku. Hanya karena ia ingin orang yang ia cintai bisa mendapat cinta yang pantas…”

Jihyo terdiam. Dipandangnya Donghae nanar.

.

.

.

.

FLASBACK

15 Oktober

Junsu duduk di hadapan Donghae, di kafe dekat apartemennya. Sepagi ini. hanya untuk memenuhi panggilan telepon dari pria itu. Dua gelas kopi hangat masih mengepul di depan masing-masing. keduanya masih larut dalam pikiran sendiri.

“Hari ini kamu ulang tahun kan? Selamat ulang tahun.” ucap Junsu. Donghae mengangguk.

Hening diantara keduanya.

“Uri-Jihyo…” Junsu kembali membuka suara, “suka mabuk, suka minum… tapi dia adalah orang yang baik.”

Donghae diam

“Saat mabuk, ia akan terus meracau… kadang menangis, mungkin kita akan mengira itu efek alkohol. Tapi uri-Jihyo…menangis hanya jika ia benar-benar sedih. Dan hanya alkohol yang bisa membuat semua rasa sedihnya bisa terluapkan.”

Tangan Donghae menggapai gelas kopi dan meneguknya sedikit.

“Ketika aku melihat ia sebegitu kesalnya denganmu, aku sadar ia mencintaimu. Karena ia tidak pernah menunjukkan rasa kesal pada siapapun, termasuk pada orang yang ia benci sekalipun. Jika ia kesal dengan seseorang, tentu orang itu amat berharga baginya.” Mata Junsu menerawang jauh.

“Kau… banyak mengetahui tentang Jihyo ya?” ucap Donghae.

Junsu tersenyum. “Bukankah ini hari ulang tahunmu? Hari ini aku akan memberikan hadiah padamu….” sebuah tarikan napas terdengar panjang. Hening beberapa saat sebelum Junsu kembali membuka mulutnya,

“…aku menyukai uri-Jihyo dari dulu. Tapi aku sadar, ada orang yang lebih pantas mencintai dan dicintainya. Di hari ulang tahunmu ini, aku mengalah, Lee Donghae. Aku akan sangat senang dan lapang dada membiarkanmu menjadi pria satu-satunya yang pantas ia cintai… maka dari itu, jadikanlah hari ini hari yang paling istimewa bagimu… dan bagi Jihyo….”

FLASHBACK END

.

.

.

.

Y…

Malaikatku dari surga.

Ketika sudah tepat tujuh hari kembali ke hadapanmu, aku ingin kamu tahu tentang surat ini

Y…

Y untuk Yo, untuk Jihyo yang ingin sekali aku jadikan dongsaengku. Semua suatu saat kamu akan memanggilku ‘oppa’. Kurasa itu kewajiban! ^^

Y…

Mungkin para bidadari sedih melihat aku mati dengan cara seperti ini, euh? Haha, sampai membiarkan aku ‘hidup kembali’ untuk menemanimu.

Atau ini karena para bidadari tahu betapa kesepiannya kau jika tanpa aku, Y?

Hahaha, Y… jangan pergi ya.

Jangan pergi dari hatiku.

Meski sekarang aku sudah pergi.

Tapi kamu harus tetap tinggal… di hatiku, Y…

Atau kalau tidak, aku bisa mati, untuk kedua kalinya.


.

.

.

.

THE END ASLI!!

Halohaaaa… Sophie is back

akhirnya bisa juga nge post part terakhir

jujur ini part penuh perjuangan dan penuh kegajean tingkat akut!!!!

soalnya harus nyingkronin otakku dengan part sebelumnya, harus meredakan keinginanku untuk stop menyiksa Donghae yang sudah amat sangat terlalu tersiksa disini.

Oke, aku puas bikin Donghae galau gila2an disini.

Saya persembahkan FF ini untuk author yang telah membuat suami saya, GD,  mati *ditabok Arum onnie*

xD

adegan Junsu dan Donghae itu terinspirasi dari filmnya My Sassy Girl, yang pemerannya Cha Tae Hyun itu lohhh tau kan? bukan yang drama asia lohhh, tapi film xD, sumpah pas nntn adegan itu… yang pas Tae Hyun nyerahin ceweknya buat co lain, kata2nya bikin aku nangis hiks hiks. *curcol

mian ya kalo ada typo dan agak gaje

hihihi

oh bagi yg belum liat versi video dari ff ini *ceileh* klik disini

at last, see u at next ff!

with love, Sophie

52 thoughts on “[FF/Chapter/ S/ PG-17/Key of Heaven side story 3 (End)]

  1. yaaampun ini adalah jaman GD udah jauh2 Dari rambut andika kangen band *?? dan gue baru Baca ff ini!
    kebangetan sadnyaaaaaa
    author Karen bgt sih!
    I’m officially ur fans hahahahahahaha

  2. Sekali lagi aku ga bisa berkata apa apa..
    Sedikit mengganjal sih melepas kepergian donghae, ahh…
    Belum puas melihat kebersamaan mereka…
    Aku udah ngira sih donghae bakal nyerahin jihyo untuk bahagia bersama laki laki lain, dan aku cenderung ke heechul,hihi..dan ternyata salah ._.

  3. Akhirnya ,,
    berakhir juga penderitaan donghae🙂

    surat donghae buat jihyo menyentuh loh ,,
    gak nyangka author gaje bisa bikin ff menyentuh gini🙂

    ditunggu yaa ff selanjutnya ^^

  4. Aku sedih bacanyaaaa.. hiks, bagus-keren-jempol deh..
    aku ga nyangka Jihyo ma Donghae bsa jadi manis gni kalo jd couple.. salut-salut..
    kasian sama donghae n jihyo.a.. sdih juga inget junsu.. uhh~

  5. Ini… Ffnya… Bagus… Ngena banget… Ceritanya… Yaampun… Gak bisa komen… Bagus pokoknya…pake banget.. Dan yg terakhir, ternyata donghae udah gede yah u.u (?)

    P.s: mau request boleh gak? Berhubung aku heechul biased, mau dong buatin ff yg heechulnya tersiksa kaya gini juga hihi ^^v

  6. Aku berkca-kaca….
    Tanggung jawab lho saeng aku nangis malam-malam ampe GD bengong gitu…😦

    Sediiiiiiiiiiiiih…
    Kasian Bang Ikan ;-(
    Sumpah sengsara banget dia di FF nie…

    Tapi aku suka, beneran…
    Aku suka semua kata-kata Jihyo POV di awal, berasa banget, ngena!

    Okay, pas ada tulisan THE END di awal ntu, niatnya aku mau timpukin kamu kalo emang endingnya sampe situ, untung gak jadi😀

    Kamu tuh ya nakal, udah lagi sedih-sedihnya aku jadi malah ngakak bentar gara-gara keisengan kamu ntu…

    Okay intinya, aku suka ff ma couple ini😉

    You’ve done such a great job😉

    • GD bengongg? setau ku onn, GD lagi beromantis ria denganku malam iniii ihiiirrr xD

      yup sengsara banget kannn
      ahahaha aku gitu lohh
      xD

      kan the end di tengah biar unyu gitu onn, habis kalo sedih mulu,… ntar aku ikutan sedih hahaha

      tengkyu ya onn udah baca ff nya :3

  7. Haha.. Ini toh ff paling serius yang kamu buat? Sumpah. Sesuatu banget. Maksudnya.. bikin aku nyengir gaje kayak biasanya. Hahaha..
    Aku nggak nangis Thor, nggak cukup terharu, menurutku perasaan Key itu yang lebih ‘ngeneske’..
    Salahkan Donghae ama Jihyo di sini *plak!* Konyol banget si Donghae, belum lagi munculnya Heechul… masih ditambah malaikat pencabut nyawanya. Sukses ngekek😀

    udah tak baca partna sampe selesai, jadi komentarnya digabung di sini yo *??* Jangan marah sama aku dan nggak ngetag cerita lagi… hahaha ^^

    • lohhh kok kamu ga nangis??? hueeee
      lebih ngeneske perasaan key? ktimbang donghae? hahahaha
      ini juga ff balas dendam lohhh
      gara2 temenku bikin FF GD mati
      aku bikin ff iniiii
      dia terus bikin ff GD lagi yang tersiksa
      aku bikin FF key yang galau
      hahaha

      ehh komennya satu2!!! *digetok*

  8. Itu tulisan THE END di tengah2 bner2 yaaaa…. ahahahaha sukseiis bikin kesel.. masa gini doang??? eeh ada lamjutannya! ahahaha…..

    Baguss banget!! unsur komedinya ada unsur romance nya ada… unsue sad nya banyak!! baca 3 part ff ini easanya masih kurang lho hehehehe🙂

  9. adeeeh…author ini tega banget sieh
    kasi tulisan THE END gede2 di tengah-tengah
    hampir aq scroll ke bawah
    untung Jae nyetop (?)

    aq emang masih baru kalo main2 di bloq sophie
    dari semua ff yg pernah aq baca di blog ini
    key of heaven sukses jadi cerita paling sedih versi sky
    iyalah ff yg lain sukses mengocok perut ampe guling2
    yg ini sukses bikin aq nangis #sesenggukan hiks…(ntar aq minum dulu (?))
    dari trailer ampe ff aq suka semua
    kecelakaan donghae miris banget
    pantes aja ayoemichan balas dendam bikin GD mati #manggut2
    jadi ff yg ini toh pemicunya
    wkwkwkwk….XD
    tapi sie GD mati juga bikin miris sieh
    yg sabar y sophie,,ayoemichan,,
    bagaimana kalo key juga dibikin mati? #dihajarayoemichan
    sophie ssi,,tag lagi yg sedih2 ya ^^
    yg ngakak2 juga okay
    tapi aq lebih pengen tau sophie style untuk ff selain komedi
    ditunggu tag yang lain
    saia main ke ff shinee dulu
    annyeong ^^

    • hahahahaha ketipu ya asek asek asek
      dan berarti semua ff ku disini ga ada yang romantis ya selain ini?? u.u *ya eyalah soph, lu lwak semua!!!*

      key dibuat mati? aku pengenny dy mengalami kdrt, bukan hanya sekedar mati
      aku ingin hidupnya menderita terlebih dahulu sebelum mati mengenaskan hahaha iya ini ep ep yang dipeributkan dari dulu
      kan awlnya aku bikin ep ep ini karna arum onn bikin GD mati di ff yang sebelum2nya
      ada pas GD jadi anak nakal gitu kalo ga salah
      hueee
      oke main2 ya di blog ku
      enjoy~

  10. Ini nih bagian sedih-sedih nya…
    Mana pas ending ada lirik lagu Y lagi.
    Emang itu bener arti lagu Y ya??

    Donghae kayak Jihyun ya dikasi kesempatan untuk hidup lagi.
    Aku maunya dia ga usah hidup lagi aja. *plakk*

    Untung akhirnya dongdong meninggal, jadi Yo Onnie bisa sama Dolphinie…😀
    Jadi JunYo Couple!!😀
    Dongdong sama bidadari di surga aja… 

  11. SOPPPPP .. NOHHH SUWERRRRRRR DEH ELU SUKSES BUAT NGERUBAH IMAGE SEBAGAI AUTHOR GAJE JADI AUTHOR ROMANTIS …

    emang sih sad ending tapi feel cinta2annyaa dapet banget apalagi pas donghae bilang kalo ini hari terakhirnya dan ngasih cincin ..

    yampun endingnyaa ga kedugaaaa …
    ahhhhhh daebakkkk nihhh sopppp

  12. SOPH, SUMPAH DEMI APAPUN PAS BACA TULISAN ‘THE END’ GUE JADI BERHASRAT (?) PENGEN NIMPUK AUTHORNYA PAKE SEPATU!! ITU SUMPAHH TEGA BANGETTT!!! MASA IYA SAMPE DONGHAE UDAH NGERELAIN HIDUP LAGI, SI JIHYO MASIH AJA JAIM*AN GITU. KAN KASIAN BANG ODONG ._____.
    TAPI PAS BACA TERNYATA ADA LANJUTANNYA LAGI, GA JADI NGELEMPAR SEPATU DEH. PADAHAL UDAH BERENCANA NGELEMPARIN SEPATU REEBOKNYA DONGHAE LHOO~ *APADEHSUMPAH*

    OKE, SEKARANG KOMEN BENERAN (?),
    FF INI SUMPAH YA SESUATU BANGET. GALAU BANGET DEH LIAT NGENESNYA BANG ODONG DI SINI.
    PALING TERHARU PAS JIHYO AKHIRNYA NYATAIN CINTANYA JUGA SAMA SI ODONG.
    YAH, POKOKNYA GALAU BANGET. SEDIH BANGET. BAGUS BANGET.
    BERARTI SEKARANG KITA SATU SAMA YAK SOPH, HAHAH😄

    • hahahahha aseeekkk pada ketipu deh d bagian the end
      bakat gue
      bakat
      bakat ngibulin orang

      buahahaha

      makanya onn udh tak blg jgn macam sama gd ku
      sebg istri yg baik, aku tentu akan balas dendam melihat gd dinistakan di ep ep mu
      buahahahahahaa *ketawa jahat*

  13. Ahh sumpah eon nyesek nyesek banjir banjir satu ember!!
    Pas hae mati demi apa nyesek banget serasa beneran!!
    Sedih waktu hae nyerahin yo ke junsu..
    Yonya kasian!
    Alhamdullilah yah hae mati!! Bikin nyesek!! Kayaknya eon selalu seneng bikin orang mati, hae maksudnya!!
    Biarin dah! Tenang tenang nanti hae ama aku (?) aja dah! Nanti aku temenin hae disurga!!

  14. author..air mata menetes dari kedua pelupuk mataku *sedang galau, abaikan.*
    tumben author yg biasanya gaje ini bisa bikin ff se-so sweet dan se-tragis ini T_T
    daebak thor! jihyo sgt beruntung punya org kyk donghae❤

  15. Sophieee….. akhirna saya bisa bacaaaa…..
    tumben kamu ga gaje disini???

    sumpah soph.. ne ff dualem banget… kemaren2 masih rada ngaco,,,, begitu part 3 langsung serius…. woooaaaaaa…..

    demi baca ff kamu yang bikin aq penasaran ne aq malem ini ga jadi belajar,,,, gyahahahaha

    • eaaaaa say, aku kan aslinya emang ga gaje
      hahaha
      ff ku duallleeeemmm bgt ya? pasti kamu lagi tenggelam deh skrg
      kelelep
      hahaha
      iya part ini serius bgt ya?? kan udah ending, kalo ngocol mulu ntar jadi kayak tragedi ending ff kamu adalah member ke-16 super junior!!
      gajenya akut sekali sampai udah ending nggak berasa ending karena makin gaje -___-
      hahaha

      sumpah demi apa g belajar
      heh belajar sonnoooo
      uas noh !!!

  16. ya…ampun…mataku…berkaca kaca…
    ada dua org yg mncntai jihyo dgn tulus d sni.
    dua duanyaa bkn aq trhru.
    smph ,endingny mengharukann.,
    daebak

  17. onnie!!!!!!
    sempet2ny ngerjain org d tengah ep ep!
    apa itu the end the end sgala.
    !
    huaaa…ga nyesel nunggu lama ep ep ini.dr oneshot nya,trailerny,ampe side story nyaaa..
    BIKIN NANGIS MULU
    jd itu trnyt alsn jihyo galak mulu ama mokpo..😦
    jihyo byk dbnci gra2 jdian ama donghae..hiks
    kok kykny nyndir aq bgt ya onn … huhu
    aq emg g trm donghae ama sypapun.trmsk yg wgm itu lohhh

    • hihihihi ketipu juga kamu hehehe
      cup cup cup
      jgn nangis dong
      jadi merasa bersalah

      iyaaa ini jg sbg peringatan , kita jadi elf g blh egois ntaran oppa2 bkl milih siapa buat pendamping hidupnya ntar😦
      kan biar oppa jg bahagia

  18. kalo aku blh nebak,itu ank yg ngedatangi donghae,sma yg ngedatangi jihyo d part kmrn..ndak sma?
    sepertinya bgtu (sok nebak sndr)

    pas part ini jd brasa kyk nntn mv full version ny in heaven ya.ank kcl ny pun kbyng yg kyk d mv itu,hehe

    gak stuju ni jihyo msa ama junsu???donghae?dy bkl jd hantukah??
    argh..!endingny ttp gantung onn *mewek*

    • iyaaa emg betul tebakan kamu say
      itu anaknya
      dia itu malaikat kematian
      dan dia ngomong kao dia itu ELF
      huhuhuhuhuhu

      aku juga g tau klo ternyt sma dgn full mv in heaven
      ideku ini emg udah ad sblm mv full nya keluar
      pas udah keluar mv nya, aku agak kaget… loh kok beneran mirip sma ide ceritaku ya? hihihi
      pdhl aku g nyontek lho :p

      endingnya gantungg? wah ini udah ending paling manusiawi untung seorang donghae *plak

  19. Huweaahh KEREN!!
    Itu itu the end yg pertama bikin aq CENGE SECENGO CENGONYA (??)
    wkwkwk
    kirain the end bneran eh tw’x. . . . . u,u
    aq mewek hiks huks. . . itu pan laki gueehh. . donghae metong #guling2

    over all KEREN soph!!
    I like it like it like it!!

Just talking...

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s