HELL-o MAKNAE! (Part 2)

Eunhyuk tahun ini didaulat jadi leader baru Super Junior yang menggantikan Leeteuk karena angel without wings itu harus mendekam di asrama wajib militernya. Jadi leader itu ternyata susah, amat susah malah! Masalahnya dengan anggota Super Junior yang cukup banyak, cukup absurd, dan cukup tidak taat aturan, dan cukup berkelakuan empat dimensi, semua serba rumit!

Belum lagi saat genap seminggu Eunhyuk jadi leader Super Junior, tahu-tahu sebuah kejadian mengerikan menimpa Super Junior!

KYUHYUN, SI MAKNAE BERWAJAH IBLIS ITU MENDADAK BERUBAH JADI ANAK BAYI SETELAH MINUM CAIRAN ANEH!

SERIUS!!! ANAK BAYI!! BAYI BERUMUR 2 TAHUN YANG NGGAK BISA NGOMONG APA-APA KECUALI MENAMBAH RUMIT MASALAH!

Sumpah demi Bumi gonjang-ganjing!

Si Kyuhyun yang udah berubah wujud itu disangka para ELF sebagai anak dari Eunhyuk—dan karena Eunhyuk dulunya playboy, entah anak dari siapa -_-

Rumor berkembang dimana-mana membuat Eunhyuk frustasi. Belum lagi masalah KRY yang lagi gencar-gencarnya diidolain para ELF. Gimana jadinya jika Sub unit KRY tanpa Kyuhyun?! Masa iya dia mau nge-daulat Siwon yang cuma doyan nebarin abs buat gantiin Kyuhyun? Atau Sungmin yang keburu DILEMA ngelihat Kyuhyun berubah jadi anak bayi? Atau dia harus minta tolong Henry yang nggak bisa bahasa Korea dengan fasih? MASA IYA DIA YANG HARUS GANTIIN KYUHYUN? DIA KAN LEAD DANCE, BUKAN LEAD VOCAL!

Eunhyuk nggak tahu gimana caranya ngurusin bayi, gak tahu caranya bikin susu, gak tahu caranya ganti popok. Terus si Kyuhyun gimana cara ngurusinnya? Apa dibuang ke tong sampah terdekat aja?

Satu lagi yang bikin Eunhyuk keki, pacarnya sekarang, ngira si Eunhyuk benar-benar udah punya anak dengan salah satu mantan pacarnya! Dan Manajer Lee yang udah wanti-wanti Eunhyuk untuk menjaga image leader Super Junior yang sepertinya akan-amat-rusak-dan-kacau di tangan Eunhyuk.

Grrr… ini gara-gara Kyuhyun sih! Pake acara berubah jadi anak bayi -_________-

.
.
.
.
Author : Sophie Maya
Title : HELL-o MAKNAE! (Part 2)
Cast : Member Super Junior ++
Genre : nggak jelas
Rated : General
Length: chaptered
Type : straight
Summary : Hello Baby nya Eunhyuk
Disclaimer : this story is MINE. Lee Soo Man is MINE. SM Ent is MINE.😄


Warning : do you hate the CAST? DONT READ, its simple. And one more, NO BASHING oke? Its just for fun! Oh right, one more again I HATE SILENT READERS, so comment this story right? ^^
.
.
.
.
Tuhan, kenapa kau mengutus setan hadir dalam hidupku?

Kenapa tidak langsung masukkan saja aku ke neraka?

Apa aku memang terlalu berdosa, bahkan untuk sekedar langsung masuk ke neraka?

Tuhan, apa di neraka… semua setan memang se-iblis dia?

Kalau iya, ijinkan aku dengan amat sangat… masuk ke surga. Amin.
.
.
.
.
Krieeettt…

Pintu apartemen lantai sebelas terbuka perlahan.

Eunhyuk berjalan terseok-seok menghampiri Donghae yang sibuk mengunyah kentang crispy miliknya. Tak mengindahkan leader mereka itu baru datang. Bahkan tak mengindahkan betapa pucatnya wajah monyet itu kali ini.
Donghae berlalu masuk ke dalam kamar tepat saat Eunhyuk menghempaskan tubuh ke sofa.

Ikan itu merasa amis sekarang. Baru sadar, di saat jam sudah menunjukkan pukul sepuluh pagi, ia belum mandi juga.
Jadi tanpa babibu, tanpa melihat tatapan merana Eunhyuk yang sedari tadi berusaha menyerobot saluran telepati di otaknya, Donghae buru-buru berdiri dan setengah berlari masuk ke kamar mandi.

“Arraseo… arraseo… aku akan mandi. Sebelum kau sok cerewet menasehatiku ‘ikan, kau harus mandi. Tahukah kau, para ikan dilautan pun sering mandi tiap detik. Kau malah malas mandi. Tidak bersyukur!’… aku tidak ingin kau menasehatiku seperti itu lagi, leader yang terhormat. Maka aku akan mandi.” Repet Donghae tanpa sedetikpun menatap wajah Eunhyuk yang megap-megap meminta perhatian.

“Donghae-ya…”

“Arraseo… arraseo… aku mandi sekarang.” Donghae menyambar handuknya dan kali ini masuk beneran ke kamar mandi.
Blam. Pintu itu tertutup keras.

“Donghae-ya… aniyo… naega… naega…” Eunhyuk melambai-lambaikan tangan kirinya dengan lemas. Meminta Donghae kembali dan melihat keadaannya sebentar saja.

“Tuhan… Tuhan… aku butuh P3K…” Eunhyuk merasa napasnya sesak.

Diliriknya plastik di tangan kanannya. Plastik itu bergerak-gerak perlahan. Makin lama ritme gerakannya semakin cepat.

Kresekkk….

Kresekkk….

“Tuhan…”

“Kau kenapa, Hyuk?” Sungmin tahu-tahu muncul dari dalam dapur dengan kedua tangan membawa piring-piring berisi lauk makan pagi ini. Memang sudah telat dikategorikan sebagai sarapan, tapi makanan yang biasa disajikan jam sepuluh ke atas di asrama super junior, memang biasa disebut sebagai sarapan.

Wajah Eunhyuk memucat.

Orang pertama yang paling tidak ingin dilihatnya sekarang justru muncul.

“Itu apa?”

Tepat sasaran.

Kenapa mata si kepala labu ini tidak bisa dibohongi sih?

Sungmin menatap curiga bungkusan plastik yang terus bergerak-gerak di tangan Eunhyuk. Bungkusan itu cukup besar. Seperti bungkusan plastik tempat sampah.

Err… sejujurnya itu memang bungkusan plastik tempat sampah yang Eunhyuk temukan di basement apartement tadi. Yang saking paniknya, bungkusan itu ia gunakan untuk memasukkan sesuatu ke dalam bungkusan itu.

“Kau beli ikan di pasar?” Sungmin beringsut mendekati Eunhyuk. Kontan membuat Eunhyuk melompat mundur.

“Ani!”

Kresek…

Kresek…

Kresekkk….

Bisakah makhluk di dalam ini berdiam diri sebentar saja?! Apa dia terlalu hiperaktif menikmati keadaannya di dalam plastik sampah?!

Eunhyuk terus merutuk dalam hati.

“Pagi-pagi ribut apa sih?”

Kali ini Siwon dan Ryeowook yang muncul dari dalam kamar dan ikutan menatap plastik yang terus bergerak.

Eunhyuk semakin tersudut. Wajahnya semakin pucat.

Niat awal dia tadi sebegitu tiba di apartemen adalah menemui Donghae dan menceritakan segalanya. Setidaknya berharap Donghae bisa memberikan solusi terbaik untuk menyembunyikan masalah ini dari para member lainnya sebelum mereka sadar.

Tapi sialnya, dan karena Eunhyuk memang selalu sial, dan karena author selalu menginginkan Eunhyuk sial, si bodoh Donghae dengan lugunya melenggang masuk ke kamar mandi tanpa peduli padanya sedikitpun.

“Ini…” Eunhyuk melirik plastik hitam yang perlahan mulai bergerak semakin anarki. Makhluk yang berada lama di plastik ini pasti sudah sangat kepanasan sehingga meronta-ronta marah.

“Baaa….”

“Kumohon jangan sekarang…” ringis Eunhyuk pucat.

“Baaa!!!!!”

BRETTT.

BRUK.

PRANG.

KLONTANG

KLING KLING KLING…

“………”

Hening.

“……….”

“APPA!!!!”

Makhluk pengganggu yang sedari tadi ingin Eunhyuk sembunyikan keberadaannya terjatuh menggelinding bersama tumpukan sampah-sampah lainnya yang ikut berserakan.

Eunhyuk lupa, ternyata plastik sampah yang ia bawa itu masih ada sampahnyaaa….

TUHAN MAAFIN EUNHYUK

I LOVE YOU TUHAN. YOU ARE MY EVERYTHING… *sindrom bebelac star*

“MWOO???!!! ANAK BAYI???!!!”

“Baaa… baaa… hihihiihihi…. baaa….”

“Kenapa ada anak bayi di dalam plastik?!” Siwon menjerit kaget. Menangkupkan kedua tangan di pipi. Meniru gaya aegyo milik pacarnya Eunhyuk—jangan tanya kenapa tiba-tiba Siwon melakukan itu, mungkin hanya sekedar ingin menaikkan rating FF ini -_-

“Kenapa kau bawa-bawa plastik berisi sampah ke dalam apartemen, hyung?!!” Wookie menjerit tak kalah hebohnya. Ia tidak memikirkan bagaimana seorang bayi ada di plastik. Dia lebih memikirkan bagaimana bisa ia membersihkan ruang tivi yang kini dipenuhi sampah-sampah busuk akibat plastik yang dirobek paksa oleh sang bayi.

Masalahnya: hari ini jadwal Wookie piket apartemen. Kenapa sih semua nggak pernah adil sama Wookie? Apa dunia memang kejam padanya? Bahkan Pak Prabu pun sudah punya pacar!!! *ketahuan Wookie fanboy nya Pak Prabu ternyataaa

“A-aku… ini… bisa… aku bisa..” Eunhyuk menggaruk-garuk rambutnya pening.

“Aigo, yeppuda…!! nuguseyo?”

Tanpa babibu, Sungmin justru berlari ke arah makhluk berjenis bayi yang kini hampir saja menelan sampah kulit pisang. Bayi yang sedari tadi Eunhyuk sembunyiin di plastik itu kini tampak kumal, tanpa baju, dan rambut yang awut-awutan, serta bau tak sedap dari tubuhnya.

SPARKYU MAAFIN EUNHYUK YA.

EUNHYUK NGGAK SENGAJA.

EH, SENGAJA DING.

TAPI DIKIT DOANG KOK.

“Ini siapa Eunhyuk? Kenapa kau membawa seekor bayi ke dalam apartemen kita?” tanya Siwon agak aneh.

“Seorang, Won. Bukan seekor.” Ralat Wookie.

“Ah, ya… seorang.” Siwon menepuk jidatnya. “Ya apapun itu. Siapa dia?”

.
.
.
.

Tadinya Eunhyuk mau ngebuang Kyuhyun ke tong sampah.

Kan biasanya banyak orang ngebuang bayi pada tempat yang tidak semestinya *ajaran sesat*

Tapi mengingat ELF dan Sparkyu yang akan menghabisinya sampai habis tak bersisa, alangkah lebih baik jika Eunhyuk mengurungkan niatnya itu di kandang sapi dan memilih cara lebih halus untuk menyembunyikan kenyataan pahit yang kini sedang dihadapi Super Junior: KYUHYUN JADI BAYI.

Tadinya Eunhyuk juga mau naruh Kyuhyun di panti asuhan.

Tapi Eunhyuk ingat ELF sama Sparkyu lagi yang bisa saja marah padanya dan memanggangnya di perapian karena menelantarkan idola mereka di panti asuhan, niat mulia terselubung ide jahat itu terpaksa dibatalkan.
Eunhyuk sampai detik ini masih tak percaya bahwa bayi yang ia bawa di plastik sampah itu adalah Kyuhyun yang berubah jadi bayi.

Rasanya separuh nyawa Eunhyuk sudah hilang ditelan ombak pantai, diobrak-abrik kapal pesiar, ditenggelamin ke dasar laut.

Bisa nggak sih membayangkan betapa gamangnya seekor Eunhyuk yang seminggu aja belum genap jadi leader Super Junior, eh tahu-tahu maknae ter-setan-nya itu berubah jadi bayi setan?

Kyuhyun habis ngapain aja sih tadi pagi? Apa ada salah makan? Perasaan Kyu cuma makan rendang satu rantang ditambah wedang jahe lima puluh gelas, tapi tapi tapi… sejauh ini nggak ada yang salah.

Itu kan cemilan pagi-nya Kyu tiap hari?

Lantas apa yang membuatnya berubah menjadi bayi tanpa ijin terlebih dahulu?

Ya Tuhan Kyuhyun…. apa benar kamu berubah jadi bayi????

Ya Tuhan… kenapa Kyu nggak berubah jadi setan aja sekalian? Lebih berasa sense nya kannn??

Sudah satu jam berlalu sejak kedatangan Kyuhyun dan Eunhyuk ke apartemen. Sungmin baru saja keluar kamar membopong Kyuhyun bayi yang memakai baju berwarna pink-polkadot-berpita.

“Taraaaaa…. lihat, bayi ini jadi lucu kan? Aigo… dia seperti boneka…” Sungmin memutar-mutar tubuh Kyuhyun bayi dan mendudukkannya di sebelah Henry yang menyambutnya dengan ci-luk-ba.

“HYUNG, APA KAU TIDAK MELIHAT JENIS KELAMIN BAYI INI?” pekik Wookie frustasi melihat hyung berkepala labu itu amat sangat bangga dengan hasil riasannya pada sang bayi yang kini mengerjap-erjap menatap seluruh member Super Junior dengan lugu.

“APA KAU TIDAK MELIHAT SESUATU ‘MENEMPEL’ PADA JENIS KELAMINNYA???”

Jujur, tanpa bermaksud menyinggung dan berbau SARA, apalagi berbau amis juga berbau gosong, Zhoumi ikut menjerit melihat penampakan si bayi.

Sungmin memasang wajah polos. “Maksudnya?”

“DIA PRIA HYUNG! KAU MERENDAHKAN MARTABAT BAYI INI!!!” cerocos Wookie sok tahu.

Jelas aja sok tahu.

Wookie aja masih bingung bedain martabat sama martabak,.. eh sekarang sok-sok bilang merendahkan martabat segala…

Mau ditaruh dimana martabak iniii…

“Merendahkan bagaimana?” Sungmin masih tak mengerti.

“Kenapa kau memakaikannya baju pink? Dan modelnya…” Wookie menatap baju baby-doll mode itu. Si bayi tampak kesenangan dengan pita yang diikat dilehernya dengan lonceng yang berbunyi saat bayi itu bergerak-gerak. Persis kayak kucing perliharaan. “Ya Tuhan… kau gila.”

“Dia manis seperti itu.” Sungmin mengibaskan tangannya. Tanda tak perduli dengan ucapan Wookie dan protesan Zhoumi. “Hei, kalian sedari tadi belum makan? Ayolah, biasanya lima menit kutaruh makanan di meja, sudah pada habis.” Sungmin menggeleng-geleng heran melihat meja makan yang masih penuh dengan makanan yang tadi ia sajikan.

“Kami masih mau mendengar penjelasan dari uri-leader.” Siwon melipat kedua tangannya dan memasang wajah serius.
Member Super Junior lainnya mengangguk dan ikut pasang gaya seperti Siwon. Semua mata kini tertuju pada Eunhyuk. Ini bukan karena Eunhyuk rajin pake ponds yang model iklannya afgan, tapi memang kali ini semua mata sedang memusatkan diri pada seekor makhluk yadong yang sedari tadi merapatkan tubuh di pojokan tembok sembari menghela napas berkali-kali.

Tidak ada satu katapun keluar dari bibir Eunhyuk selama sejam lebih ini.

Leader mereka itu hanya berdiri mematung dan membiarkan semua member Super Junior mati penasaran dengan identitas sang bayi. Hanya Eunhyuk yang bisa menjelaskan.

Jelas. Mereka tidak bisa menanyakan langsung pada si bayi kan?

“Kalian pengin aku jawab jujur atau bohong?” tawar Eunhyuk ketakutan.

“Jujurlah!” jawab Siwon galak.

“Bohong dikit juga boleh sih, buat have fun.” Gumam Yesung entah-apa-maksudnya.

Eunhyuk menahan napasnya.

Masa iya Eunhyuk harus jujur?

“Dia…”

Ting Tong…

Bel apartemen berbunyi. Tanda ada tamu.

Wookie buru-buru membereskan sisa-sisa sampah yang nyaris sudah ia bersihkan, lalu beranjak membukakakan pintu.

“Hei, aku baru sadar… mana Kyuhyun?” bisik Yesung celingak-celinguk.

Wookie yang membukakan pintu apartemen menjerit senang. Suaranya kedengaran sampai ke ruang tivi. “Tumben ahjumma memberikan kami banyak kue. Mwo? Untuk anaknya Eunhyuk? Mwo? Appa? Bayi itu menyebutnya… appa? Mwo? Ah, ne, ne, ne, kamsahamnida ahjumma… neomu kamsahaeyo…”

HEI

KALAU

KALIAN

JADI

EUNHYUK

DAN

MENDENGAR

UCAPAN WOOKIE BARUSAN,

APA YANG…

AKAN

KALIAN

LAKUKAN???

JDERRR….

JDERRR…

JDERRR….

*mendadak petir yang suka nongol di tiap ff super junior kali ini ikut nongol lagi*

“Ada petir!!! Selamatkan anak-cucu kalian!!” teriak Yesung kalang-kabut.

Wookie berjalan memasuki ruang tivi dengan tangan memegang banyak sekali kotak-kotak bertuliskan toko kue tersohor di daerah sini. Eunhyuk sejujurnya pengin melonjak kegirangan melihat ada barang gratisan nongol di apartemen mereka. Tapi telinganya udah keburu menangkap sesuatu nggak enak dari percakapan Wookie yang sayup-sayup didengarnya.

“Hyung, ini maksudnya apa?”

Wookie menyodorkan banyak sekali kotak kue ke arah Eunhyuk. Kotak itu rata-rata bertuliskan ucapan selamat sudah menempuh hidup baru, selamat sudah punya momongan, selamat atas kelahiran anaknya, selamat hari ibu, dan selamat hari pahlawan nasional.

Ekspresi Wookie jangan ditanya kayak gimana. Ia sudah menatap tajam Eunhyuk sedari tadi.

“Ada banyak ahjumma datang tadi… membawa semua ini…” ia menunjuk kotak itu satu persatu. “Mengatakan bahwa hyung sudah punya anak. Hyung, jangan bilang ini anakmu?!”

“Aniyo!” Seru Eunhyuk cepat. “Dia bukan anakku.” Eunhyuk menunjuk Kyuhyun dengan tatapan keras. “Kau tak lihat, sama sekali tak mirip!”

Kyuhyun bayi kini sibuk menggigit-gigit topi hip-hop milik Henry. Mulutnya penuh air liur yang tumpah ruah ke topi. Tertawa puas melihat hasil ‘karya’ air liurnya itu.

“Baaaa…”

“Lantas dia siapa? Kenapa kau membawanya? Kau ingin membuangnya untuk menutupi aksi bejatmu???!!!” eaaaa…. kalimat Siwon yahud bener deh. Ketahuan habis nonton sinetron Empu Tantular kemarin.

Semua member Super Junior kini menuding Eunhyuk dengan tatapan tajam dan telunjuk yang terarah tepat ke wajahnya.

Eunhyuk semakin mengkeret. Ia terus menggelengkan kepala.

“Dia… dia.. dia bukan anakku. Kumohon kalian percayalah.”

“Kau tega sekali, hyung. Kau ini leader! Aku tahu kau ingin menjaga image Super Junior. Tapi tidak dengan cara menyembunyikan… bahkan membuang anakmu ke plastik sampah!!!” jerit Wookie sok frustasi.

“Tidak, Wookie-ah, tenanglah!! Ini salah paham!” Eunhyuk mencoba menjelaskan.

“Jujur, Hyuk! Siapa dia? Siapa bayi ini? dengan siapa kau melakukannya?” tanya Siwon menginterogasi.

Eunhyuk masih terus menggelengkan kepala.

“Kukira kau cuma yadong, tapi ternyata tingkahmu sudah kelewatan.” Tambah Donghae gamang.

“Tidak, ya Tuhan… teman-teman… kalian…”

“Tidak mungkin dengan pacarmu, kan? Apa dengan dia? Atau mantanmu? Oh….”

“Mantan Eunhyuk begitu banyak, apa mungkin…”

“Maldo andwae. Aku tak percaya jika Ji Eun melakukan dengan… ah… tidak, tidak… lantas.. ah, masa? Masa dia? Tapi…”

“Mungkin…”

Tanpa memberi kesempatan Eunhyuk menjelaskan sepatah katapun, mereka sibuk berdebat sendiri. menciptakan spekulasi-spekulasi yang mungkin saja dilakukan Eunhyuk.

Tak menyadari bahwa si bayi kini tengah merangkak turun dari sofa dan berjalan menghampiri kaki Eunhyuk. Bayi itu dengan amat lembut menyentuh kaki bau Eunhyuk dengan jemari mungilnya.

“Appa…”

Srek… srekk… Kyuhyun bayi mencakar-cakar kaki Eunhyuk dengan kuku-kukunya. Sembari tertawa-tawa kecil.

“YA! CHO KYUHYUN!!! APA YANG KAU LAKUKAN DENGAN KAKIKU!!!”

BRAK.

Tanpa belas kasihan Eunhyuk menendang Kyuhyun hingga ia terjungkal di karpet. Badannya berputar tiga kali sebelum akhirnya terduduk dan terantuk meja kecil.

“Huaaaaa……!!!!!”

“EUNHYUK KAU APAKAN ANAKMU??!!” Teriak Siwon kaget.

“Huaaaaaa….!!!” tangisan semakin terdengar. Apartemen semakin gaduh.

“Eunhyuk-ah, neo… jeongmal….” Siwon menahan rasa geram. Ia berlari mendekati sang bayi yang kini sudah berguling-guling tak keruan. Menangis kesakitan karena ditendang begiru saja oleh Eunhyuk, plus terantuk meja kayu yang amat keras itu.

“Obat merah! Balpirik! Paramex! Apalah itu, bawa semua kemari!” seru Yesung heboh. Suara gradak-gruduk memenuhi dinding apartemen. Semua member berlarian mencari obat. Kepala sang bayi kini sudah benjol dan menampakkan warna biru keunguan.

“Cho Kyuhyun…?” Sungmin menahan napas. Memandang Eunhyuk tajam. “Kenapa namanya Cho Kyuhyun?”

Eunhyuk menelan ludah. Tangan para member yang mengobati si bayi ikut-ikutan terhenti.

“Dari tadi aku tidak melihat Kyuhyun….” gumam Yesung pelan.

Eunhyuk menggigit bibir bawahnya.

“..percaya tidak jika kubilang, bayi ini benar-benar bukan anakku? Dia… dia… dia Cho Kyuhyun… maknae kita…, maknae Super Junior…”
.
.
.
.

LEADER SUPER JUNIOR EUNHYUK PUNYA ANAK?

Seoul, Korea Selatan. Kabar heboh baru-baru ini berkembang di kalangan netizen. Beberapa orang mengakui melihat Lee Hyuk Jae a.k.a Eunhyuk Super Junior tengah menggendong seorang bayi kemanapun. Disinyalir bahwa bayi itu adalah anak kandungnya. Begitu pengakuan yang didapatkan dari salah seorang tetangga apartemen mereka.
Kabar ini sontak membuat para ELF jadi heboh dan kaget. Tidak percaya bahwa leader baru di Super Junior itu ternyata sudah memiliki anak. Setahu mereka, Eunhyuk bahkan belum menikah.
Kabar kembali berkembang, menyebutkan bahwa bayi itu adalah hasil hubungan Eunhyuk dengan salah satu wanita yang dekat dengannya. Apakah itu pacarnya? Atau mantan pacarnya? Atau siapa? Masih belum bisa dipastikan. Pihak SM Ent masih bungkam perihal masalah ini.
.
.
.
.
IU meletakkan jari jemari mungilnya di atas gitar miliknya. Perlahan dengan lembut menyentuh satu persatu senar gitar itu dengan tarikan napas teratur dari bibir mungilnya. Mata hitam lecinya berpendar menatap penjuru ruangan dengan sekilas pandang, lalu kembali lagi menekuni senar gitarnya.

“Aku tahu apa yang kau pikirkan, Ji Eun bodoh.”

Suara Sunny lagi-lagi mengganggu konsenterasi melamunnya. Membuyarkan ketenangan yang berusaha ia cari sedari tadi.

“Lantas…” IU sengaja menggantungkan ucapannya. Nadanya terdengar amat datar.

“Lihat bagaimana wartawan mengemas berita itu menjadi sesuatu yang menghebohkan?” Sunny berdecak pelan. Memainkan ujung rambutnya dengan bosan.

“Lantas…” IU masih saja memandangi senar gitarnya.

“Kau tidak marah? Padanya? Pada… Lee Hyuk Jae?” Sunny berkoar lagi. Kali ini membuat IU menoleh padanya.

“Jelas marah, bagaimana tidak…” kata-katanya tergantung di udara. “Tapi aku… aku kan…”

“Bingung dengan siapa ia melakukan hal itu? Oh IU sadarlah…” Sunny mulai kehilangan kesabaran. “Kau habis acara Music Bank, mau pulang bareng siapa?” tanyanya tiba-tiba.

“Eum?”

“Aku sudah bilang pada manajermu, kau hari ini ingin pulang sendiri. Bagaimana kalau Seulong Oppa saja yang mengantarkanmu pulang?” kerling Sunny jahil.

“Tidak lagi, Sunny. Nanti Eunhyuk marah…” IU bergumam kecil.

“Nanti Eunhyuk marah,” Sunny menirukan ucapan IU dengan nada mencibir. “Oh ayolah, bahkan sudah tiga hari ini ia tidak menghubungimu kan? Semenjak gosip di… di mana-mana, yang menyebar cepat itu.. tidak sekalipun ia menghubungimu kan? Hah, pacar macam apa dia?!”

IU terdiam.

“Seulong Oppa orang yang baik.” Sunny kembali meracau. “Mau kau diantar dengannya? Aku sudah mengirimkan sms padanya agar mengantarmu pulang. Ia pasti senang.”

IU berdecak pelan. “Baiklah, kurasa aku memang tidak bisa pulang sendiri.”

“Bagus.”

Sunny menyerahkan hapenya ke tangan IU dan berbisik pelan.

“Ini… telepon dari Seulong Oppa, berbicaralah yang ramah dengannya. Aku pulang dulu. Dadah…” Sunny berlari keluar ruangan. Meninggalkan IU yang terpaku menatap hape di tangannya.

“Halo? IU?” terdengar suara merdu di seberang. Sedikit membuat IU tersenyum setelah akhir-akhir ini kepalanya penat dipenuhi berbagai pertanyaan tak masuk akal tentang berita skandal yang baru saja terjadi.

“Oppa…”

“Kau mau pulang bersamaku nanti?”

“Iya…”

“Hahaha, baguslah, tuan puteri. Aku jemput jam sembilan, oke?”

“Oke.”

“Err.. kalau kau tidak mau langsung pulang, aku bisa mengantarmu ke manapun kau mau.”

“Oke.” IU tersenyum tipis. “Oppa berarti bisa antarkan aku ke tukang minyak? Aku perlu membeli beberapa liter minyak dan korek api sepertinya.” Ujar IU sambil melirik koran yang tergeletak di salah satu meja di ruangan ini. Ia membaca tagline koran itu sebentar dan menarik napas lagi.

LEADER SUPER JUNIOR EUNHYUK PUNYA ANAK?

“Baiklah, boleh. Tentu saja.” Ujar Seulong senang. “Tapi, buat apa minyak itu? Kau mau berkemah?”

“Tidak, Oppa. Aku ingin membakar…” IU menatap foto yang terpajang dibawah tagline koran itu. Meski jaraknya cukup jauh, ia amat hapal dengan teksture wajah di foto itu. “…aku ingin membakar asrama Super Junior malam ini…”.

 

.

.

.

.

To be continued

Halooo… Sophie balik lagi dengan part 2 nya

jangan mengharap cerita lucu ya. saya lagi buat cerita serius ini, awas kalo pada ketawa! saya bakar kalian *dibakar balik readers*
hahahaha eniwei, mian kalo ada typo dan gaje sana sini maklumi saja yaaaa -___-thx bgt buat loud readers yang udah nyempet2in komen n like ini FF.

terima kasih yaaa

you re my everything *gejala bebelac star melanda saya juga trnyt*

well, sama seperti part seblmnya, ga bakal lanjut kalo g ampe 15 org loud readers.

so LOUD OUT YOUR VOICE!!!! *gaje*

xD

118 thoughts on “HELL-o MAKNAE! (Part 2)

Just talking...

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s