[FF/Chapter/ S/ PG-17/Key of Heaven side story 2]

Author  : Sophie Maya

Title       : Key of Heaven side story 2

Cast       : Donghae Super Junior, Song Ji Hyo (artist), Heechul Super Junior, Junsu JYJ

Support Cast      : another member Super Junior.

Genre   : romance

Rated    : PG-17

Type      : straight

Summary         : Selalu ada kata terlambat untuk sesuatu yang paling tidak kita inginkan menghilang.

.

.

.

.

.

.

 

 

.

.

.

.


.

.

.

Disclaimer           : Super Junior, JYJ, Jihyo isnt MINE. But this story is MINE. LEE SOO MAN IS MINE, SM ENT IS MINE! HAHAHAHAHA *plak*

Warning               : do you hate the CAST? DONT READ, its simple. And one more, NO BASHING oke? Oh right, one more again I HATE SILENT READERS, so comment this story right? ^^

Note: mix and match from Key of Heart by Boa, In Heaven by JYJ, and Y by Super Junior.

Cek profil pemain disini dan disini

Key of Heaven’s before story.

Cassanova berwajah polos itu memang benar seorang perencana kejutan yang buruk.

Sejuta umat ELF tidak akan percaya ini jika tidak melihat langsung apa yang biasa dilakukan mokpo bodoh itu setiap harinya, dengan tanpa tahu malu, dengan tanpa menyadari statusnya sebagai Donghae Super Junior, si perebut hati wanita seluruh dunia.

Dan bahkan Heechul saja membuang wajahnya, pura-pura tidak tahu ada seorang member Super Junior di sekitar sini selain dirinya—jika bisa, Heechul bahkan ingin punya pintu kemana saja saat ini, ia ingin pergi dari tempat ini.

Jihyo apalagi. Perasaan muak dan bosan dicampur rasa kesal yang membuncah membuat dadanya penuh akan caci maki yang ingin ia tumpahkan di depan wajah pria polos yang sekarang tengah melepas kostum badutnya, merapikan rambutnya yang sedikit berantakan dan basah keringat. Pria itu lalu memamerkan senyum mematikan yang membuat Jihyo enek setengah mati.

“Apa yang kau lakukan, Donghae?!”

Jihyo menatap kostum badut yang Donghae kenakan, pandangannya beralih ke arah kue tart berbentuk bundar dengan hiasan bunga warna-warni, tart itu diambil Donghae dari atas meja dan diserahkan pada Jihyo.

“Yo…” Donghae tersenyum lebar, masih dengan napas ngos-ngosan, dan keringat yang membasahi kemeja putihnya. “Selamat ya, sudah jadi model di MV nya JYJ! Chukkae~!!”

Donghae meniup terompet keras-keras, lalu menari-nari mengitari Jihyo. Sebelah tangan Donghae masih memegang kue tart.

Donghae tidak perduli dengan pandangan orang-orangsepanjang jalan Gwangju Street, yang terus memandanginya aneh, melihat seorang idol memakai baju badut dan menari-nari seperti orang gila. Jihyo sampai menutup matanya dan berbalik badan. Malu.

“Ini kejutan buat kamu, Yo!” teriak Donghae keras-keras. Urat malunya mungkin sudah putus, atau otaknya sudah terbentur batu pantai, hingga tingkahnya semakin sulit dihentikan.

“Kejutan yang memalukan.” Ujar Jihyo singkat.

Tapi Donghae, sayangnya, tidak mendengar. Jadi pria itu tetap saja menari-nari bahagia dengan tart di tangannya.

“Bukankah kamu seharusnya senang, bisa jadi model MV JYJ?” tanya Donghae menghentikan tariannya, ia menyodorkan kue tart ke depan wajah Jihyo. “Kok nggak suka gitu? Nggak seneng gitu?”

“Aku senenglah jadi model penyanyi yang aku suka.” Jihyo memandang Heechul yang kini malah beringsut mundur. Heechul kadung tidak tahan menanggung rasa malu sebagai member Super Junior yang melihat Donghae menari-nari seperti orang gila.

“Tapi aku nggak suka kamu ngasih aku kejutan seperti ini.” Lanjut Jihyo.

Donghae mengerjap bingung. “Lho kenapa?”

“Karena kamu nggak membuatku TERKEJUT dengan KEJUTAN INI.”

Jihyo berdecak pelan sebelum akhirnya meninggalkan Donghae yang terpaku mendengar ucapannya.

.

.

.

.

Bukannya Jihyo tidak suka dengan kejutan.

Wanita mana sih yang tidak suka diperlakukan istimewa oleh seorang pria, terlebih lagi pria itu cukup tampan, cukup baik, cukup menarik, cukup… cukup Jihyo sukai. Ya Jihyo memang menyukai Donghae, si pendek dari mokpo, member Super Junior dengan followers twitter terbanyak—yang mayoritasnya tentulah wanita.

Bukannya Jihyo tidak suka dengan kejutan.

Terutama jika kejutan itu dari Donghae. Dengan imajinasi kurang waras dipadu kepercayaan diri yang diluar batas normal, Donghae hampir selalu membuat Jihyo terkaget-kaget dengan semua kejutannya.

Jadi, bukannya Jihyo tidak suka dengan kejutan.

Hanya saja, Jihyo merasa semua kejutan yang Donghae berikan, bukanlah sesuatu yang ingin ia dapat.

Oke, oke, Jihyo yakin semua ELF akan marah mengetahui statement ini.

Menolak dan bahkan merasa tidak perlu menerima segala sesuatu yang diberikan Donghae Super Junior?—apa belum tahu rasanya mati dikeroyok ELF?

Tapi mau bagaimana, inilah yang Jihyo rasakan. Semua kejutan Donghae, bukanlah sesuatu yang Jihyo ingin Donghae melakukannya.

Ingin sekali mengatakan hal itu langsung, tapi Jihyo merasa tidak pantas mengatakannya. Hah, bagaimana mau pantas? Semua fans si pendek itu saja selalu bilang kalau seorang Song Jihyo tidak akan pantas dengan Lee Donghae! ‘Tidak pantas’ adalah nama tengah hubungan antara Song Jihyo dan Lee Donghae.

“Cincin…” Jihyo meraba etalase kaca dan melihat pantulan cincin permata yang terpajang anggun dibaliknya. Manik mata Jihyo berpendar penuh harap melihat setiap kilau permata yang memantul di wajahnya dan membuat mata sedikit silau. Jari jemari Jihyo menyusuri kaca etalase dan meresapi kesempurnaan yang terukir pada cincin itu, tanpa berani mendekat, sekedar masuk ke toko, atau berjalan-jalan melihat semua koleksi cincin.

“Bagus ya?” Junsu mendekatkan wajahnya ke kaca etalase, ikut meraba kaca itu, sembari sesekali melihat wajah jutek Jihyo yang kini berubah menjadi wajah penuh harap. Junsu tersenyum kecil tatkala dilihatnya gadis cerewet itu melebarkan senyum manis di bibirnya.

“Mahal tapi.” Jihyo melirik harga yang tertera. Menjauhkan wajahnya dari kaca.

Junsu mengangguk tolol. Ia bergumam tak jelas.

“Ayo pergi. Jaejoong dan Yoochun sudah menunggu kita di tempat pemotretan kan?” tanya Jihyo lagi. Semenjak Jihyo masuk dalam agensi yang sama dengan agensi JYJ, semua aktifitasnya selalu berhubungan dengan tiga laki-laki paling tampan di korea itu: Junsu, Yoochun, dan Jaejoong.

Ya, mereka bertiga bahkan lebih tampan dibanding Donghae. Itu menurut Jihyo.

Hahaha, ELF! Proteslah! Cassanova kalian dibilang kurang tampan oleh pacarnya sendiri!

Hari ini ada pemotretan majalah bersama JYJ, besok kampanye pendidikan bersama JYJ karena Jihyo bersama JYJ jadi duta pendidikan Korea, besok juga ada jumpa pers bersama JYJ, dan blablablablabla…bersama JYJ. Semua dengan ketiga cowok itu, kurang beruntung apa coba Jihyo?

“Kalau aku membelikanmu cincin itu, mau?” Junsu menahan tangan Jihyo yang hendak beranjak pergi.

“Euh?”

Junsu menatap Jihyo lekat-lekat. “Bayarnya boleh nyicil sih—auhhh!!” Junsu menjerit kecil saat Jihyo justru menendang kakinya. Sakit sekali. “Ya! Kenapa menendangku?!”

Jihyo melotot lebar. “Nyicil? Kalau mau ngasih, yang ikhlas dong!” gertak Jihyo lagi.

Junsu tertawa. “Nanti kalau aku kasih beneran, Donghae malah marah! Bisa hancur asrama Suju kalau dia marah. Mengerikan.”

Jihyo cemberut. “Dia tidak akan bisa membelikanku cincin, percayalah.”

“Oh ya?” Junsu tertawa kecil. “Dia kan romantis. Seorang cowok romantis tentu akan memberikan hadiah cincin pada kekasihnya.”

Jihyo tertawa mendengar ucapan Junsu. “Ya, tapi sayangnya Donghae itu bukan orang yang romantis.”

.

.

.

.

Semua orang tahu, di kepala Donghae penuh dengan kejutan-kejutan tak terpikirkan. Tapi sayangnya tidak semua orang tahu, bahwa Donghae tidaklah seromantis yang semua orang kira.

Donghae itu…. hm, bagaimana menjelaskannya ya?

Dia… tidak bisa merencanakan segala sesuatu dengan baik. Apa yang ia anggap kejutan, ternyata justru hal yang memalukan terjadi -_-

Dia tidak bisa membedakan mana hadiah yang lebih baik, seikat balon atau sebuket bunga mawar.

Dia tidak bisa menyetir! Oh bodohnya pria ini. dan bahkan semua anggota super junior bersikeras jika Jihyo dan Donghae yang berkencan, jangan biarkan Donghae yang menyetir! Atau nyawa Jihyo akan melayang dengan amat tidak terhormat, akibat tertabrak gerobak siomay—siapa tahu?

Dia tidak bisa membuat nama panggilan yang baik untuk Jihyo. Tahukah kalian lagu ciptaan Donghae yang berjudul ‘Y’? tololnya semua orang menganggap lagu itu untuk Yoona, bukannya untuk ‘Yo’ si Jihyo.

Waktu itu Sungmin sampai geleng-geleng kepala dan bilang, seharusnya judul lagu itu Donghae tulis saja ‘J’. Biar jelas! Biar nggak ada SONE dan ELF yang berantem cuma gara-gara lagu orang patah hati itu. Aneh.

Dan gara-gara lagu itu pula, Jihyo dan Donghae sempat bertengkar. Bukan masalah Yoona dan gosip tentang lagu itu. Tapi lebih ke… kenapa lagu itu tentang orang yang patah hati?! Kenapa nggak orang yang patah tulang?! Seingat Jihyo, ia tidak pernah membuat Donghae patah hati. Patah tulang sih pernah. Waktu pas Jihyo menendang kaki Donghae karena cowok itu bertingkah memalukan. Dan berhubung Donghae itu lemah, ditendang dikit aja, kakinya udah patah. Menyebalkan sekali bukan?

Sejak saat itu Jihyo lebih suka menempeleng kepala Donghae dibanding menendang kakinya. -_-

Malam ini Donghae menjemput Jihyo di lokasi pemotretan. Jangan tanya siapa yang bawa mobil, pastilah manajernya Donghae.

Jangan tanya kenapa.Kalau masih juga nanya, mending kalian pikirkan saja apa yang terjadi jika Donghae sendiri yang menyetir mobil.

“Aku punya sesuatu.” Donghae menggenggam tangan Jihyo yang dingin, menatap mata bulat Jihyo, tersenyum memandangi bibir Jihyo yang sudah cemberut sejak melihat wajah Donghae.

Hah, sejak kapan sih Jihyo menunjukkan wajah senang jika berada dekat-dekat dengan Donghae?

Donghae mengeluarkan kotak merah kecil dari balik saku jeansnya, dengan senyum amat manis meletakkan kotak itu di genggaman tangan Jihyo. Kalian mau tahu bagaimana rasanya digenggam Donghae? Hangat. Sangat hangat. Donghae selalu menggenggam tangan Jihyo erat dan membuat sensasi hangat tersendiri.

“Apa ini?”

Jihyo berusaha menyembunyikan wajah penasarannya. Kotak merah kecil ini, seperti kotak… kalian tahu kan? Kotak cincin!

Apa ikan bodoh ini sudah berubah menjadi romantis rupanya?

Jihyo membukanya perlahan. Mengernyitkan dahi.

Be-bentar… ini….?

Jihyo mengangkat benda di dalam kotak cincin itu.

????

APA-APAAN INI??!!

“Kunci mobil?!” jerit Jihyo.

“Sudah kuduga kamu akan kaget, Yo. Senang kan dikasih kejutan kunci mobil?! Hehehehe.” Donghae tertawa kecil. Mengacak-acak rambut Jihyo yang sudah acak-acakkan dari tadi.

Jihyo menengadahkan kepalanya. Matanya menyipit dan ia mendengus kesal. “AKU SAMA SEKALI NGGAK SENANG!!!” teriak Jihyo keras. Kunci itu dilemparnya sembarangan. Dan ia berlari meninggalkan Donghae yang terbengong-bengong melihat tingkahnya.

“Hei, bukankah seharusnya seorang wanita sangat senang dikasih barang mahal seperti mobil?” gumam Donghae kebingungan. Ia mulai gamang lagi. Apalagi waktu Junsu ikut berjalan melewatinya sambil berbisik pelan,

“kamu memang sama sekali nggak romantis ya, Hae. Ck.”

.

.

.

.

Bagaimana menjadi pria yang romantis?

Donghae manyun.

Tidak napsu makan. Tidak napsu berbicara. Tidak napsu nonton. Tidak napsu ngapa-ngapain.

Jika Junsu bilang ia tidak romantis, mungkin itu juga lah yang ada di pikiran Jihyo. Donghae sama-sekali-tidak-romantis.

Pantas saja Jihyo tidak pernah senang dengan semua kejutan yang Donghae berikan.

“Kau kenapa?” Heechul bertanya heran.

“Aku mau mati, hyung.” Desah Donghae putus asa.

Heechul beranjak berdiri, pergi kedapur dan balik lagi ke ruang tivi. Ia duduk bersebelahan dengan Donghae. “Nih,” celetuk Heechul menyerahkan… pisau?

“Pisau, Hyung? Buat apa?” Donghae kaget.

“Katanya mau mati. Mati gih sana. Nih pake pisau biar cepat.” Cerocos hyungnya blak-blakkan.

Donghae melongo. Menatap Heechul tak percaya.

“Hyung… aku cassanova-nya Super Junior…”

“Terus kenapa?”

“Kalau aku mati, siapa pengganti cassanova berikutnya?”

“Yesung.” Jawab Heechul cuek. Donghae tambah melongo.

“Kepala gede itu? Andwae, andwae, andwae, reputasi Super Junior akan rusak jika cassanovanya dia.”

Donghae yang tadinya berniat mau mati, mendadak mengurungkannya karena ia lebih sayang dengan predikat cassanova yang nantinya jatuh ke Yesung. *??*

Dan bersyukurlah, Donghae tidak jadi mati, ELF!

“Aku nggak romantis ya, Hyung?” tanya Donghae lagi.

“Siapa bilang?”

“Orang-orang.”

“Wah, akhirnya orang-orang nyadar juga kamu nggak romantis.”

PLETAK.

Kesal Donghaae melempar bantal ke arah Eunhyuk yang baru masuk ruang tivi. Ia nggak berani ngelempar bantal ke Heechul. Yang ada ia bisa di sarden ntar sama hyung sadisnya itu. Bisa bayangin nggak begitu kalian buka kaleng sarden, yang keluar itu malah Donghae? Hiiii….

“Tapi ya nggak gitu juga kali, Dong. Masa aku yang dilempar?!” bentak Eunhyuk kesal.

Donghae nyengir.

“Hei, kamu besok ulang tahun lho, Dong!” seru Eunhyuk lagi. “Makan-makan ya. Jangan di warteg lagi, di warung padang aja gimana?” tawar Eunhyuk pada penjual di pasar Donghae.

“Ulang tahun? masa?” Donghae melirik kalender. Dan taraaa!!! Lampu di otaknya menyala lagi. “I will doing something romantic… HAHAHAHAHAHA.”

“Kita mau makan di restoran romantis gitu maksudnya?” tanya Eunhyuk bingung.

“Apa sih.” Donghae melirik Eunhyuk kesal. Tapi tak ayal senyuman lebar terkembang di bibirnya. Sekarang ia tahu, apa yang harus ia lakukan agar Jihyo menyukai kejutannya.

Sekarang ia pun bisa membuktikan pada Junsu, atau pada siapapun yang mengatainya tidak romantis… bahwa ia adalah orang paling romantis untuk Jihyo! Hanya untuk Yo yang ia sayang itu!

.

.

.

.

Tuhan…

Namaku Lee Donghae

Banyak orang memanggilku Donghae

Mungkin aku tidak banyak mengingat kebaikan-Mu, Tuhan.

Tapi aku yakin dengan kuasa-Mu, Engkau mengingat semua perbuatanku

Tuhan…

Aku tahu Engkau mengetahui ada banyak hal di dunia ini yang aku sayangi

Aku tahu Engkau mengerti betapa banyak peluh yang harus dikorbankan untuk membuat semua yang aku sayangi balik menyayangiku

Terkadang bahkan aku harus menyadari, tidak semua yang aku sayangi akan berbalik menyayangiku

Tuhan…

Aku ingat kata-kataMu

Dunia hanyalah persinggahan sementara, kehidupan kekal adalah di atas sana

Tuhan…

Maka jika nanti aku sudah pergi dari tempat persinggahan sementara ini, bisakah aku tetap membawa hal yang aku sayangi di dunia? Paling tidak, aku membawa ingatan indah yang pernah dialami di dunia ini?

.

.

.

.

“Kau ulang tahun? kapan? Hari ini? aku lupa!” jerit Jihyo kalang kabut. Donghae meneleponnya pagi ini dan memberitahukan pada Jihyo mengenai hari penting ini. Hari ulang tahun si maskot Super Junior nomor dua setelah Siwon! *pletak*

“Nanti jam 12 malam jangan tidur. Aku mau mengajakmu pergi makan malam. Eum, makan tengah malam maksudnya.” Suara Donghae terdengar parau dan penuh semangat.

“Ya! Jam 12 malam itu sudah larut malam! Aku ingin tidur! Kenapa tidak kita rayakan siang hari ini saja?” tanya Jihyo kesal.

“Tidak akan. Jam 12 malam! Yo, kali ini aja kamu harus dengerin perkataanku. Ini kan ulang tahunku. Yayaya? Aku jemput pakai motor nanti. Dadahhh…”

KLIK.

Sambungan diputus Donghae. Jihyo yang masih setengah sadar dari tidurnya hanya mengerjap-erjap mata dan menguap lebar.

“Bodoh, apa dia tidak tahu kalau keluar jam segitu amat berbahaya?” Jihyo menggaruk kepalanya. Beranjak malas-malasan ke dapur. Betapa pikunnya ia melupakan ulang tahun Donghae. Hari ini? ya Tuhan, mau dikasih apa ikan nemo itu? Sekaleng sarden dan seperangkat alat bakar ikan?

“Dan sejak kapan dia bisa mengendarai kendaraan?” decak Jihyo lagi.

.

.

.

.

Seorang ELF berjalan tertatih menghampiri Jihyo. Tangannya menggenggam sebuket bunga mawar merah. Mata ELF itu tampak sembab, dan wajahnya pucat.

“Onnie… hari ini Donghae Oppa…ulang… tahun… hiks,”

ELF itu menangis sesegukan. Bahunya terguncang hebat.

Jihyo mengerjapkan matanya kebingungan. “Iya, hari ini si bodoh itu memang ulang tahun. Hei, kenapa kau menangis? Menangis bahagia ya?” Jihyo tertawa pelan. Meski agak bingung dengan sikap ELF itu.

“Onnie… Onnie… Donghae Oppa… sangat menyayangi Onnie, euh?”

ELF itu menyerahkan sebuket bunga mawar merah pada Jihyo. “Onnie jangan ada kata terlambat buat membalas semua perasaan Donghae Oppa. Jangan menunggu jam 12 malam untuk mengatakan bahwa Onnie begitu mencintai Oppa, berterimakasihlah atas semua kejutan yang ia berikan. Jangan lama-lama, jangan lama-lama sebelum semua itu akan … terlambat….”

Jihyo menerima mawar itu dengan senyum dan kebingungan yang amat sangat.

Dan ELF itu kembali menangis.

“Ada apa sebenarnya sih?” Jihyo menatap lekat mawar merah itu lalu menoleh pada ELF yang sekarang sudah menghilang entah kemana.

.

.

.

.

Tuhan…

Aku Lee Donghae.

MakhlukMu yang kadang lupa, kadang malas, kadang terlampau sibuk untuk memikirkanmu.

Tapi Tuhan memikirkanku, memberiku napas, memberiku kehidupan.

Tuhan…

Terima kasih atas hidup yang Engkau berikan.

Dan terima kasih atas kematian yang Engkau sampaikan.

.

.

.

.

“Donghae kecelakaan!”

Junsu berteriak membangunkan Jihyo yang tengah terlelap di apartemen miliknya. Jihyo yang masih setengah mengantuk langsung terlonjak bangun dan berlari keluar apartemen menemui Junsu. Jihyo terkejut dan lebih terkejut lagi saat mengetahui bahwa Donghae kecelakaan ketika mau pergi ke apartemennya sebagai kejutan ulang tahun? Donghae bodoh!

Jihyo tahu ini adalah hari terburuknya, tepat di hari ulang tahunnya Donghae, ia kecelakaan dan tewas di tempat. Pihak kepolisian mengatakan bahwa Donghae mengendarai motor dengan kecepatan tinggi dan tidak melihat mobil yang melintas dari arah tikungan sebelah kanan. Motornya menabrak mobil dan sukses membuat tubuh Donghae terpelanting sejauh lima meter sebelum akhirnya kepalanya membentur aspal hingga mengalami pendarahan yang cukup parah.

“Donghae…” Jihyo merasa kepalanya pusing dan tubuhnya tidak bertenaga. Lalu semua tampak gelap.

Hei, jangan suruh Donghae menyetir sendirian kan?!!! Jihyo baru ingat mengapa tadi pagi ia merasa heran Donghae mau pergi sendirian ke apartemennya.

“Onnie jangan ada kata terlambat buat membalas semua perasaan Donghae Oppa. Jangan menunggu jam 12 malam untuk mengatakan bahwa Onnie begitu mencintai Oppa, berterimakasihlah atas semua kejutan yang ia berikan. Jangan lama-lama, jangan lama-lama sebelum semua itu akan … terlambat….”

 

 

-To be continued-

trailer Key of Heaven klik disini

Akhirnya Sophie bisa juga nge publish part 2 nya setelah bersusah payah mikir ide

emang kalau orang ga bakat bikin cerita romantis ya gini, aku kan sama kayak odong, ga romantis :p

aniwei, typo dan salah2 kata dan salah2 apapun dimaafkan lah ya. hehehehe

ayo dikomen dikritik ya. see u🙂

with love,

sophie

 

56 thoughts on “[FF/Chapter/ S/ PG-17/Key of Heaven side story 2]

  1. Aku harus ngomong apa coba ini?
    Padahal udah baca oneshotnya dan tau bakalan kaya gini jadinya, tapi kok tetep ya ini hati nyesek.. OMG, ga bisa ngebayangin kalo ini bener2 terjadi pada biasku, huaaaaaa !!!
    Awalnya aku ketawa tawa pas baca part 2 ini, apalagi pas donghae ngasih kotak kecil merah yang isinya kunci mobil, DUAARRR.. Ngakak aku jadinya…
    Tapi pas kesini sini kok aku mulai agak ga enak ya, apalagi pas ada seorang ELF yang nemuin Jihyo , lagi lagi meskipun aku tau donghae akan mati tapi tetep aja nyesekk nya luar biasa. . .
    Akhir kata, Daebak lah !!!
    Wassalam🙂

  2. Huaaaaaaa….. ;(
    donghae meninggal😦

    kenapa harus donghae????
    Kenapa gak nyuk aja??? *digetok jewels*

    penasaran part 3 ….

  3. Mwo?? Dikasi mobil?!
    Ya jelaslah si onnie kagak mau!
    Dia juga bisa beli kale’!!
    Onnie tuh maunya bunga semobil, Hae~~😀

    Baru tau aku kalo lagu Y itu diciptain untuk Yo Onnie.
    Kasian YoonA jadi korban fitnah. Kekeke…

    Tapi apa yang akan terjadi dengan dongdong???
    Kok firasatku mengatakan bakal ada yang meninggal ya…

  4. hay hay *lambai tangan*
    gak napas bacanya lol…..
    tapi ngakak gaje pas hae dikasi piso kekekkee….
    wawawawa pasti pasti uda ada next pastnya kan yah?
    setdahh pasrt 1 aja belom dibaca langsung cuss ke sini hihihihi🙂

  5. maaaffffff baru bisa RCL
    *deep bow*
    sibuk dan gada pulsa modem nihh , huhuhuhhu

    langsung ahh komen dulu yahh ,
    pi ..ini ff romantis tapi tetep yah ada unsur gajenya dikit khas tulisanmu ..
    mas ikan itu sebenernya romantis cuma jihyo unnienya yang belum bisa ngertiin .
    aku suka bagian puisinya .. so sweeet ..

    ini masih to be continue yahh … lanjut soppp ..

  6. yaa ampunnnn, masa ntar aku harus nyetirin dia ??
    #ngayal tingkat dewaaa😀

    tpi so sweet bnget si donghae relain nyetir sndiri gra” jihyo unnie :))

    jihyooo unniee !!!!
    tau gak donge suka kamuu bgt -.-

  7. aaahh donghae kasianlah sophh, baru mau romantis eh malah mati, ckckckckckck TT
    btw, aku suka banget kata-katamu yangg :
    “Tuhan…
    Aku ingat kata-kataMu
    Dunia hanyalah persinggahan sementara, kehidupan kekal adalah di atas sana”
    rasanya gimanaaa gituu, bikin saya jadi sadar diri (?) hahahah X)

    anyway, ini masih TBC?? ntar cerita selanjutnya ndag donghae idup lagi?? *sotoy*
    lanjutlah soph, jangan terus menerus menyiksa suami sayaaa *apabanget* eh, gag ding, siksa aja deh, hahaha..
    bagusss^^b

    • HAHAHA IYAAAAAAAAAAAA
      KAN UNYU

      EH PUISI ITU KU BIKIN DADAKAN
      GAJE AH ONN GA BAGUS MALAH MENURUTKU
      TAPI SYUKURLAH KALAU ONN BERTOBAT GARA2 PUISI ITU
      *GUYUR ONN PAKE KEMBANG ANTI BADAI TSUNAMI*

      CERITA BESOK TTG APA YAAA??? TUNGGU AJA YAA

  8. dikira sekarang tamat ternyata masih tbc o.o
    kasiaaan donghae ikan mujaerkuuuuu(-_-?~~~
    gak bisa komen apapa lagi deh, Po to the Kok nya Sophie eonni daebaaaaaaaaak!! (^__^)9
    lanjut yaa eon! ;;)

  9. Akh nyesek bacanya..
    Nyesek banget..
    Aduh aduh itu si dongo dongdongnya kagak ketulungan lah itu dia terlalu polos atau memang dongdong yah ==
    udah bisa romantis malah kecelakaan emang nasib nasib..

  10. Donghe mati???
    ckckckckc….
    berasa nonton mv key of heart-nya BoA. ahahaha…
    sayangna di sana Donghe idup lagi…. ga tau kalo FF mu ini, donghe idup lagi ato nggak. ahahahhaha

  11. NYESEK!! #ngekk =.=
    ikan gue kok kesan’x nista bgt yakk, ga bsa nyetir ga romantis mati pula’ =.=
    malah bersambung, lanjut donkk #maksanarekdastersophie XDD

  12. baru nemuin blog ini
    dan baru baca part ini
    tapi udah langsung ngerti
    gak kuat sama foto donghae nya yang paling bawah
    nangis -_-

  13. hello~
    sophie your story is awesome
    im crying so hard when read this story

    bagi saya donghae tetap manusia romantis, sebanyak apapun orang bilang ia tak romantis

    donghae mati ya ceritanya?
    oh ya ini side story nya ya?
    erhhh,,, tinggal satu part lagi kan?
    ditunggu~

Just talking...

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s