[FF/Oneshot/ S/ G/ Taemin = “Noona, Im your loverhollic.. robotronic.. loverhollic.. robotronic..”]

Author  : Sophie Maya

Title       : Taemin = “Noona, Im your loverhollic..robotronic..loverhollic..robotronic..”

Cast       : Mia Narafa (OC), Taemin SHINee

Support Cast: Jonghyun SHINee, Park Hye Jin (OC).

Genre   : romance/ comedy/?

Rated    : G

Type      : straight

Summary             : Cerita cinta maknae kita, Taemin SHINee.

Disclaimer           : SHINee isnt MINE. But this story is MINE.

Warning               : do you hate the CAST? DONT READ, its simple. And one more, NO BASHING oke? Oh right, one more again I HATE SILENT READERS, so comment this story right? ^^

cek profil pemain disini


“Hai, kami dari perusahaan LuciferHollic Inc. Menawarkan sebuah produk yang sangat menarik buat para yeoja di seluruh Korea. Dengan produk ini dijamin semua masalah kamu akan bisa terselesaikan, dan kamu akan mempunyai waktu-waktu yang indah yang dibuat bersama dengan produk kami. Belilah sekarang karena ada diskon 30% untuk lima pembeli pertama. Ayo daftarkan diri anda sekarang juga dan jadilah orang yang takjub akan produk cemerlang kami!”

Taemin Love Story : Noona, Im your loverhollic..robotronic..loverhollic..robotronic..

Mia menatap kotak gede didepannya dengan perasaan super duper bingung. Kotak itu lebarnya sekitar setengah meter dan tingginya mencapai dua meter, dan juga terbungkus sampul cokelat yang tebal.

“Paket kiriman untuk Nona Mia Narafa dari Perusahaan LuciferHollic?” Mia mengeja alamat yang tertempel di kotak itu. “LuciferHollic Inc itu perusahaan apa ya? Eletronik?” gumam Mia bingung. “Apa aku ada mesan kulkas baru?” Mia semakin heran menatap kotak yang super gede itu. setau dia, dia kayaknya nggak pernah mesan barang apapun yang kotaknya ampe segede gini.

Dengan perlahan Mia membuka kotak itu penuh penasaran. Meski rada ragu, tapi Mia yakin kiriman itu memang ditujukan untuknya.

BRUK.

“Aduh!!!”

Tiba-tiba sebuah benda menimpa Mia dengan begitu keras. Membuat cewek itu langsung terjatuh di lantai. Mia meringis dan berusaha melihat benda yang menimpanya itu, benda yang cukup keras dan mampu membuat tubuhnya kesakitan.

“Ya ampun benda apa—ARGHHHHHH!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!! MAYAT MANUSIAA??!!”

.

.

.

.

Mia menatap benda itu.

Ralat.

Mayat itu.

Ya, mayat! Mayat manusia!!!!

Mia menatap mayat itu dengan mata berpendar ngeri. Tadi badannya sudah ditimpa mayat itu dengan keras, untungnya akhirnya Mia bisa menyingkirkan mayat itu dan membuat tubuhnya selamat dari himpitan sang mayat.

“Oh, God! Salah apa diriku sampe dapat kiriman mayat manusiaaa??” Mia menggigit bibir bawahnya. Mayat itu sekarang dalam posisi tertelungkup di lantai. Wajahnya mencium lantai sehingga Mia nggak bisa ngelihat dengan jelas wajah mayat itu. Mia cuma bisa ngelihat rambutnya yang berwarna pirang keemasan dan kulitnya yang putih pucat. Mayat itu bahkan masih mengenakan baju piyama kotak-kotak berwarna hijau. Mungkin mayat ini dibunuh pas lagi tidur kali ya.

Mayat seorang yeoja kah?

Atau namja?

Kasihan sekali mayat ini dibuang sembarangan ke rumah Mia.

Ah! Mia tiba-tiba teringat dengan orang yang sudah mengirimkannya paket berisi mayat ini. Dengan segera Mia menghampiri kotak paket itu dan mencari alamat pengirimnya. Tapi saat itu Mia malah menemukan secarik kertas yang tertempel di bagian dalam kotak. Dengan segera Mia menyambar kertas itu dan membukanya.

Selamat!!! Anda salah satu dari lima pemesan yang beruntung mendapatkan produk terbaru perusahaan kami, ‘Lucifer Robotronic’. Ya, produk baru kami adalah sebuah robot berbentuk manusia yang mampu membantu anda menyelesaikan semua permasalahan anda. Juga membuat hidup anda bahagia bersamanya. Anda mendapatkan robot edisi ke lima, dengan perincian sebagai berikut:

Nama Kode : Lee Taemin 005

Kode produksi : sdhjiknfeke

Tanggal pembuatan : 18 Juli 2010

Tanggal setting kelahiran : Seoul, 18 Juli 1993 (robot ini disetting berumur 17 tahun)

Height : 175 cm

Weight : 50 kg

Bloodtype : B

Ucapkan salam anda pada Lee Taemin 005, mulai sekarang robot ini adalah sepenuhnya milik anda!

Cara mengaktifkan Lee Taemin 005 dengan mengucapkan password :

‘Hai, Im Mia Narafa. Im your Lucifer. You are my loverhollic…my robotronic. Kamu sepenuhnya adalah robotku, Lee Taemin 005! Sdhjiknfeke!’

~Terima kasih atas kepercayaan anda membeli produk kami~

WW…WHA…WHAAATTT??!!!

Apa ini?! apa ini? apa ini???

“ROBOT??!!!” Mia membelalakkan matanya lebar. Sontak ditatapnya mayat, eh, robot yang masih tergeletak di lantai.

Jadi dia bukan mayat? Tapi ROBOT?!!

God, ini sangat sangat sangat sangattttt absurd!!

“Bagaimana mungkin aku bisa membeli sebuah robot?! Robot?! Robot berbentuk manusia?! Gimana mungkinnn???” Mia sibuk menggeleng-gelengkan kepalanya. Sibuk mengingat-ngingat bagaimana bisa dia memesan barang ini. Karena seingatnya—meskipun otak Mia itu nggak bisa dipake buat ngingat sesuatu—Mia ngak pernah pesan barang apapun!

.

.

.

.

FLASHBACK DUA HARI YANG LALU…

Jam menunjukkan 24.00 waktu seoul. Mia masih aja asyik nonton film horor di ruang tivi, padahal anggota keluarganya udah pada tepar duluan. Udah berselancar dengan indahnya di alam mimpi. Tapi entah ngapa Mia tetap aja nekat buat nonton film horor.

Ini film yang ditunggu-tunggunya dari dulu. meskipun sekarang mata Mia udah nggak bisa diajak kompromi buat melek, alias udah NGANTUK BERAT, tapi si Mia tetap aja kukuh buat nonton film horor yang katanya hororrrrrr banget sepanjang sejarah dunia per-horor-an!

“Huammm… gila, ngantuk. Ya ampun… filmnya masih lama selesai ya? Mana pake acara iklan lagi. aishhhh… mengganggu ketenangan nonton aja!” umpat Mia nggak karuan. Matanya udah semakin kliyeng-kliyeng nggak jelas nih. *kliyeng-kliyeng? Bahasa apa pulak itu? XDD*

Tiba-tiba sebuah iklan dengan nada intro yang aneh membuat kuping Mia rada denging gitu. Hahaha, habis itu nada aneh banget. Pasti iklan yang aneh.

“Hai, kami dari perusahaan LuciferHollic Inc. Menawarkan sebuah produk yang sangat menarik buat para yeoja di seluruh Korea. Dengan produk ini dijamin semua masalah kamu akan bisa terselesaikan, dan kamu akan mempunyai waktu-waktu yang indah yang dibuat bersama dengan produk kami. Belilah sekarang karena ada diskon 30% untuk lima pembeli pertama. Ayo daftarkan diri anda sekarang juga dan jadilah orang yang takjub akan produk cemerlang kami!”

Mia menyipitkan matanya menatap iklan itu. Seorang yeoja berpakaian norak ala profesor-profesor ilmiah dengan rambut kribo tampak tersenyum lebar.

“Ingat lhoooo.. diskon 30%!!! Hubungi kami sekarang juga di 031-782927394-30474944-37464849372-38362946274!!!” seru yeoja itu seperti seorang salesman handal. *btw, no telponnya panjang amirr yaa? Hahaha*

“Wehhh… enak bener diskon 30 persen?!” insting seorang-cewek-yang-gila-belanja membuat Mia terpaku menatap layar tivi itu. Buat Mia, diskon 30% itu lumayan banget lhooo, jarang-jarang kan ada barang yang diskon segede gitu?

“AKU TELEPON, AH! LUMAYAN BANGET NIH LAGI DISKON!!” dengan mata masih terkantuk-kantuk nggak jelas, Mia nelepon nomor yang disebutin di iklan itu. Dalam keadaan masih sangat ngantuk, si Mia mesen ntuh barang. Meskipun sebenarnya Mia sama sekali nggak tahu barang apa sih yang ditawarkan di iklan itu.

Hedeh, sebodo tuing deh ah. Yang penting ada diskon 30% nya!!

FLASHBACK END.

 .

.

.

.

 

Wajah Mia tertekuk.

Dia ingat kejadian itu sekarang. Kejadian dua hari yang lalu saat dia mesen barang saat dalam keadaan ngantuk berat. Dia nggak tahu barang apa yang ditawarin di iklan itu, tapi maen pesan aja. Pabbo nya~!

Mia menatap robot itu. Apa benar dia robot? Kalo benar, dia benar-benar seperti manusia sungguhan. Dari nama robot ini, kayaknya dia sejenis namja gitu deh. Ya, mungkin dia adalah namja, tapi robot, robot yang seorang namja, namja yang seorang robot. YA AMPUN RIBET BANGET SIH DESKRIPSIINNYA!!

“Tapi gue nggak percaya dia robot…” gumam Mia ragu. Mia kemballi menatap kertas di tangannya. Lalu membaca ulang password yang digunakan untuk mengaktifkan robot ini. Ah, coba aja deh. Kali aja nih benar-benar robot. Atau malah mayat? Hiii…

Mia menghela napas panjang. Menatap robot yang masih saja tertelungkup dan tidak bergerak sama sekali. “Hai, Im Mia Narafa. Im your Lucifer. You are my loverhollic…my robotronic. Kamu sepenuhnya adalah robotku, Lee Taemin 005! Sdhjiknfeke!”

Hening.

Hening sesaat.

Masih hening.

“YA AMPUN, TERNYATA BUKAN ROBOT! TAPI MAYAT!! GIMANA NIHH??!!” seru Mia mulai panik. Tapi sesaat kemudian Mia terpaku menatap sebuah cahaya keluar dari tubuh robot itu.

Tringgggg….

Krekkk…kreekkk…dzinggg…

Perlahan robot itu menggerak-gerakkan jari-jari tangannya dengan kaku. Lalu robot itu mulai bangun dari posisinya dan berdiri menghadap Mia. Robot itu tersenyum manis.

“Noona, Im your loverhollic.. robotronic… loverhollic.. robotronic…” robot itu menggerak-gerakkan kepalanya ke kiri dan ke kanan. Persis kayak robot-robot pada umumnya. “Mia Narafa Noona, Lee Taemin 005 imnida. Kau bisa memanggilku Taemin 005. Mulai saat ini apapun keinginanmu, akan kukabulkan.”

Mia terdiam. Kaget setengah mati melihat apa yang terjadi di depannya. Shock. Shock. Benar-benar shock. Ternyata benar-benar bisa bergerak! Dia benar-benar robot!

BRUK.

Saking kagetnya, sedetik kemudian Mia malah jatuh pingsan. Semuanya mendadak gelap.

.

.

.

.

ChungDam School. Pukul 10.30 pagi waktu seoul.

“Mia, kau bisa membantuku mengurus daftar anggota klub kita?” Jonghyun menyerahkan sebuah kertas persis ke depan wajah Mia. Membuat cewek yang lagi melamun itu buru-buru mengerjapkan matanya.

“Ah, eh, oh…, ne… ne… aku bisa Jjong Oppa.” Kata Mia sambil tersenyum manis.

Jonghyun membalas senyum Mia. “Kau memang bisa diandalkan.” Jonghyun mengacak-acak rambut Mia sekilas. Tapi cukup membuat Mia salah tingkah. Lalu Jonghyun berjalan keluar ruang klub paduan suara.

Mia memang sudah lama suka sama Jonghyun, kakak kelasnya itu. jonghyun namja yang cukup terkenal dan punya prestasi yang sangat bagus, dia juga ketua klub paduan suara. Mia yang memang udah lama suka sama Jonghyun sampe rela masuk ke klub ini, padahal Mia sama sekali nggak bisa nyanyi. Hahaha. Tapi jika Mia mendengar suara Jonghyun, Mia akan merasa sangat senang. Suara Jonghyun benar-benar indah, semua lagu yang dinyanyikan terdengar bagus.

Sayang Jonghyun kayaknya Cuma nganggap Mia sebagai adik kelas, nggak lebih. Itu yang bikin Mia sedih.

“Oh… jadi gitu ceritanya….”

Sebuah suara mengagetkan Mia. Cewek itu langsung menoleh dan shock melihat orang yang membuyarkan lamunannya lagi.

“TAEMIN 005?!!” seru Mia super duper kaget. “Kenapa kau bisa ada di sini?” tanya Mia ketakutan.

Taemin tersenyum-senyum. “Aku itu robot, bisa mendeteksi apapun. Jadi aku bisa tahu ada di mana kau sekarang. Eh, kau menyukai namja yang bernama Jjong itu ya?” tebak Taemin.

“Heh, bagaimana kau bisa tahu?” tanya Mia heran.

Taemin lagi-lagi tersenyum. “Kan aku udah bilang, aku ini robot. Bisa mendeteksi apapun. Aku bisa mendeteksi apa yang sedang kau pikirkan.” Kata Taemin lagi.

Mia bergidik ketakutan. Parah juga nih kalo bisa mendeteksi pikiran orang. Gawat bin gawat!

“Hei, terus kau kenapa menyusulku? Ini kan sekolahan? Dan kau…” Mia menatap pakaian yang dikenakan Taemin. “Aigo, kau masih memakai piyama??!! Hei, apa tadi kau tidak dicegat satpam gara-gara sudah masuk ke sekolah ini tanpa ijin? Pake piyama lagi!” repet Mia. Jelas aja Mia bingung berat. Masalahnya kok bisa si Taemin ini masuk ke sekolahnya masih lengkap dengan piyama kotak-kotak hijaunya. Piyama yang dari kemarin dipake tapi belum diganti-ganti juga. Hahaha, Mia nggak sempet mikirin baju buat Taemin. Dia udah sibuk shock dengan kedatangan robot ini tanpa sempat mikirin apa-apa lagi.

Taemin menggaruk-garuk kepalanya. “Pertanyaan kau banyak sekali. Tapi karena aku pintar mengingat ucapan orang, aku akan menjawab semuanya. Pertama, aku menyusul kau ke sini karena aku bosan di rumah, di dalam kamar dan nggak boleh ke ruangan lain karena kau bilang keluargamu bisa kaget melihatku. Dan piyama ini adalah baju kebangsaan robot, jadi kalo nggak ada sesuatu yang penting, piyama ini nggak boleh diganti. Aku bisa masuk ke sekolah soalnya, aku menggunakan sinar troublefireshoot untuk mengecoh satpam.” Jelas Taemin panjang lebar.

Mia melongo heran plus bingung plus heran lagi plus bingung lagi plus plus plus plus…. plus banyak deh.

Taemin memang Mia larang buat keluar dari kamarnya. Ntar kalo keluarganya shock ngeliat Mia nyembunyiin namja gimana? Bisa dipecat jadi anak nanti si Mia. Tapi yang bikin Mia terbengong-bengong adalah Taemin bilang BAJU KEBANGSAAN ROBOT ITU PIYAMA?? Kagak salah tuhhh??? Kayak nggak ada baju yang lebih bagusan aja.

Terus apa pulak sinar troublefireshoot itu? apakah sejenis dengan sinar lampu teplok?

“Aa…aa… tapi.. tapi… pakaian kau itu mencolok perhatian orang! Ganti sana!” ujar Mia terbata-bata.

“Mia Noona, tapi baju ini kan pakaian kebangsaan ku…” ujar Taemin sambil menundukkan kepalanya, lalu membuat sebuah ekspresi sedih yang kaku. Bikin Mia kagum sama teknologi robot sekarang. Ya, sekarang robot udah bisa di setting buat senyum dan sedih ya? Hebat, hebat, hebat.

Mia menggeleng. “Im your Lucifer! Kau harus mengikuti semua perintahku!” ancam Mia.

Taemin terdiam. “Ne, baiklah.”

Taemin memencet sebuah tombol pada benda berbentuk jam tangan yang tertempel manis di tangan kanannya. Lalu tiba-tiba sebuah sinar menerangi tubuhnya. Dalam sedetik saja Taemin sudah berganti pakaian persis seperti Mia.

Persis seperti Mia.

PERSIS SEPERTI YANG MIA PAKAI!!! Oh, God! Di Taemin malah mengganti bajunya dengan baju seragam sekolah…. model cewek! Gubrak!

“Aigo~… kau benar-benar robot yang pabbo!” decak Mia kesal. “Ganti pakaian itu dengan seragam namja lah! Masa yeoja?!” Mia menunjukkan seorang namja yang sedang berjalan di koridor. “Nah, ubah pakaianmu seperti namja itu. Biar kau tidak dicurigai, cepat!”

.

.

.

.

Kamar Mia. Sepulang sekolah. Pukul 16.00 waktu seoul.

Mia menceritakan semuanya. Semua hal tentang Jonghyun. Bagaimana Mia benar-benar menyukai kakak kelasnya yang satu itu. Betapa indahnya suara Jonghyun sampai bikin Mia jatuh cinta setengah mati sama si Jjong. Everything lah dicurhatin semua ke Taemin.

“Aku rasa kau bisa mengatakannya pada Jonghyun Hyung bahwa kau menyukainya. Kau belum pernah mencobanya, kan?” kata Taemin sambil menatap Mia penuh perhatian.

Mia menggeleng. “Aku takut.”

“Apa yang kau takutkan? Kau kan bukan akan menyatakan cinta dengan hantu, jadi nggak perlu takut.” Kata Taemin yang langsung membuat Mia tertawa kecil.

“Kau ini tidak tahu gimana rasanya jatuh cinta, Taemin 005. Kau robot, tentu tidak mengerti maksudku.” Ujar Mia pelan.

Taemin memiringkan kepalanya. “Aku berusaha mendeteksi perasaanmu, Mia Noona.”

“Jangan di deteksi.” Cegah Mia. “Kau, sebagai robot, tidak akan mengerti.” Mia tertunduk pelan.

Taemin menatapnya bingung. Lalu namja itu memutuskan untuk berjalan-jalan di sekitar kamar Mia hingga pandangannya tertumbuk pada sebuah benda yang menarik perhatian. “Annyeonghaseo, Taemin 005 imnida. Nuguseyo?”

Mia menoleh menatap Taemin dan mengernyit bingung. Apa yang sedang dilakukan namja itu… di depan tivi?

“Hei, apa yang kau lakukan?” tanya Mia bingung.

Taemin menoleh dan memiringkan kepalanya. Dia tersenyum lebar. “Tivi ini saudaraku. Kami sesama barang elektronik harus saling menghormati.” Cengir Taemin. “Oh, annyeonghaseo kipas angin,… Taemin 005 imnida. Ne, kita akan jadi teman yang sangat akrab.” Kali ini Taemin malah menoleh ke arah kipas angin dan mengajak sang kipas angin buat ‘kenalan’. Ckckckck.

“Apa semua robot se-pabbo diaaa?” decak Mia sambil menggeleng-gelengkan kepala menatap Taemin yang sibuk berkenalan dengan semua barang eletronik di kamar Mia.

.

.

.

.

Hari ini Mia akan mengatakan perasaannya kepada Jonghyun. Saran Taemin ternyata boleh juga, lagi pula selama ini Jonghyun bersikap baik padanya. Sebuah nilai plus yang wajib dipertimbangin.

Hujan mulai rintik-rintik saat Mia menunggu Jonghyun di pelataran parkir sekolah. Hari ini Jonghyun ada tambahan kelas kimia, jadi agak telat pulang. Tadi Mia udah kirim sms ke Jonghyun ngajak ketemuan gitu di sini. Semoga aja Jonghyun datang.

“Jonghyun Oppa!” Mia melambai-lambaikan tangannya bersemangat saat dilihatnya sosok Jonghyun. Tapi sesaat kemudian matanya terpaku melihat Jonghyun bergandengan tangan dengan seorang yeoja yang sangat cantik. Mereka terlihat mesra.

“Mia!” Jonghyun membalas lambaian tangan Mia lalu berlari menghampiri Mia, Jonghyun masih menggandeng yeoja itu. “Ada apa hujan-hujan seperti ini masih menungguku?” tanya Jonghyun sambil tersenyum manis. Lalu membersihkan rambutnya yang terkena hujan.

“Jjong Oppa… nugu?” tanya Mia sambil melirik yeoja disamping Jonghyun.

“Ah, ini… Park Hye Jin. Dia yeoja-chingu ku.” Kata Jonghyun tersenyum.

“Annyeonghaseo, aku Park Hye Jin. Jonghyun sudah bercerita banyak tentang kau, Mia.” Kata Hyejin sambil membungkukkan badannya.

Mia terdiam. Mendadak badannya terasa lemas mendengar perkataan Jonghyun. Sudah punya yeoja-chingu? Dan sangat cantik pula. Ya Tuhan… kenapa Mia baru tahu hal ini?

“Kau ada apa memanggilku ke sini?” Jjong mengulang pertanyaannya.

“Ah, itu…” Mia menelan ludah. “Ini, aku sudah mengurus daftar anggota klub yang kau minta, Oppa.” Mia menyodorkan secarik kertas ke Jonghyun.

“Ya Tuhan, Mia… kau hujan-hujan seperti ini ingin bertemu denganku Cuma hanya ingin menyerahkan ini? kau bisa sakit lho… tapi gomawo yah udah di urusin.” Ujar Jonghyun menerima kertas itu.

Mia mengangguk pelan. Rasanya ingin mati saja saat ini. Hatinya sakit ngelihat Jonghyun sama yeoja-chingu nya. Mereka benar-benar serasi. Sangat serasi.

“Mia, kau pulang sendiri? Nggak dijemput?” tanya Hyejin perhatian.

Mia menengadahkan kepalanya dan menggeleng lemas. “Aniyo, aku pulang sendi—”

“Mia, kau kucari kemana-mana ternyata di sini.” Tiba-tiba seseorang merangkul bahu Mia dengan erat.

Mia menoleh dan tersentak. Taemin tengah berdiri di sampingnya. Masih dengan mengenakan baju seragam sekolah dan tampak kehujanan. Rambutnya terlihat basah.

“Kau ada yang menjemput, syukurlah. Kukira kau benar-benar akan pulang hujan-hujan gini sendirian.” Kata Jonghyun. “Ya udah, aku sama Hyejin duluan ya.”

“Annyeonghi kyeseyo.” Kata Hyejin lagi.

Mia mengangguk pelan. Membiarkan Jonghyun dan Hyejin berlalu dihadapannya. Membiarkan orang yang disukainya bertahun-tahun pergi begitu saja.

“Mia Noona… tadi aku mendeteksi keberadaanmu—”

“SUDAH KUBILANG KAU PULANG DULUAN SAJA KE RUMAH! KENAPA MASIH MENGIKUTIKU??!!” teriak Mia marah.

Taemin terdiam. “Mia Noona…”

“Kau benar-benar robot yang menyebalkan!! Aku selalu mau ikut campur urusanku! Pergi!” seru Mia.

“Mia Noona, apa kau patah hati?” tanya Taemin bingung.

“Tahu apa kau tentang patah hati?! Kau cuma seorang robot! Pergi!!” Mia mendorong Taemin sekuat tenaga lalu berlari menembus hujan yang semakin deras.

“Mia Noona! Aku minta maaf atas kelancanganku tadi!!” teriak Taemin yang berlari mengerjar Mia.

“Pabbo! Robot pabbo!!! Aku lagi kesal, biarkan aku sendiri!!” Mia mempercepat larinya. Perlahan air mata mengalir di pipinya. Bercampur dengan derasnya hujan yang menerpa tubuh Mia. Tapi mia nggak peduli. Dia lagi sakit hati dan sekarang Cuma pengin lari, lari, dan lari.

“Mia—” BRUK. Tiba-tiba tubuh Taemin melemas dan seketika jatuh ke tanah.

Mia menghentikan langkahnya dan menoleh ke belakang. Apa yang terjadi dengan Taemin? Kenapa dia jatuh?

Mia langsung berlari ke arah Taemin. Tubuh namja itu terlihat semakin pucat, matanya tertutup rapat dan air hujan membuat tubuhnya terlihat semakin ringkih.

“Ada apa ini? Taemin 005, bangunlah.” Mia berjongkok dan memegang tubuh Taemin. Tapi sebuah sentruman dahsyat membuat tangan Mia kesakitan. “Aduh, kenapa nyentrum?” gumam Mia heran.

Tanpa Mia sadari tiba-tiba sebuah mobil jazz hitam berhenti di depannya. Seorang namja dan yeoja keluar dari dalamnya. “Mia Narafa, kami akan membawa Lee Taemin 005 kembali ke perusahaan.” Kata namja itu mengagetkan Mia.

“Mwo? Kalian siapa?”

“Kami dari perusahaan LuciferHollic Inc. Sepertinya Lee Taemin 005 mengalami kerusakan akibat terkena air hujan. Robot nggak boleh sampai terkena air. Sepertinya dia sudah rusak.” Kata namja itu sambil membopong Taemin ke dalam mobil.

“Rusak? Kena air hujan?” Mia menelan ludah. “Ta-tapi…”

“Kami mohon maaf atas kesalahan ini. Uang anda akan kami kembalikan. Robot ini tidak bisa berfungsi dengan baik.” Kata namja itu lagi.

“Tapi yang membuat Taemin 005 kehujanan adalah aku…” ujar Mia pelan.

“Tidak apa-apa. Lagi pula ada sebuah sistem di tubuh Taemin 005 yang membuat robot ini harus segera ditarik dari anda. Mianhae.” Kata seorang yeoja itu sambil membungkukkan kepalanya.

Mia terdiam. Rasanya kesadarannya belum pulih benar sampai akhirnya Taemin benar-benar dibawa pergi oleh mobil jazz itu.

Taemin 005… rusak?!

.

.

.

.

“Dia namja-chingu mu?” Jonghyun menanyakan soal Taemin yang datang menjemput Mia kemarin.

“Ah…” Mia menghela napas. “Dia… orang yang sangat memperhatikanku.”

“Aku bisa melihat hal itu.” ujar Jonghyun. “Dari sorot matanya, sepertinya dia sangat menyayangimu. Kau menemukan namja yang tepat, Mia.” Jonghyun menepuk-nepuk bahu Mia akrab.

Mia tertunduk lesu. Benarkah perkataan Jjong?

Taemin sangat menyayanginya?

Hah, apa Jjong nggak tahu kalo Taemin itu seorang robot? Mana mungkin mempunyai perasaan.

Mana mungkin dia…

Mia kembali menghela napas. Kenapa dia bisa merasa sangat kehilangan Taemin? Kenapa?

.

.

.

.

Aku akan mengajarkanmu arti tentang suka,

Saat matamu tidak pernah berhenti menatap seseorang.

Aku akan mengajarkanmu arti tentang cinta,

Saat kau ingin seseorang selalu menjadi milikmu.

Aku akan mengajarkanmu arti tentang sayang,

Saat kau memBUTUHkan seseorang di sisi terangmu maupun sisi gelapmu.

“Sudah dua minggu kau pergi, robot yang pabbo.” Ujar Mia sambil tertawa getir. Rasanya dia masih nggak percaya kebersamaannya dengan Taemin bisa secepat ini berakhir. Tanpa sempat dia bersenang-senang lebih lanjut.

Kabar yang Mia tahu, LuciferHollic memutuskan tidak akan memperbaiki Taemin. Robot itu akan dibuang karena ada sebuah kesalahan sistem di dalamnya, meski Mia nggak dikasih tahu sistem apa itu.

Mia rindu Taemin.

Taemin yang selalu berbuat hal konyol. Taemin yang dengan polosnya mengajak seluruh barang eletronik di kamarnya untuk berkenalan. Taemin yang bisa mendeteksi keberadaan Mia. Taemin yang rela hujan-hujanan buat ngejemput Mia, sampe akhirnya si Taemin jadi rusak.

Mia rindu robotnya itu.

Mia rindu sekali.

“Ya Tuhan… kenapa aku nangis??” Mia mengusap air matanya yang mulai beleleran membasahi pipi. Tanpa sadar dia malah menangis.

“Menangis gara-gara Taemin kah aku? Penyebab dia rusak adalah kesalahanku. Aku benar-benar pabbo, terlalu emosi dan memarah-marahinya. Hiks.” Mia mulai menutup wajahnya dengan kedua tangan. Dia nggak tahan. Pengin nangis sekenceng-kencengnya. Benar-benar merasa bersalah. Sangat bersalah.

.

.

.

.

“Mia Narafa?”

Mia tercekat melihat sesosok namja di depannya. Namja berambut pirang keemasan itu tengah tersenyum menatapya. Wajahnya terlihat bercahaya.

“Taemin 005?” ujar Mia ragu. “Aisshhh… akku pasti mimpi.” Mia menepuk-nepuk pipinya. Berusaha menyadarkan dirinya kalo amja di depannya itu cuma khayalan.

“Kau tidak lagi bermimpi. Perkenalkan, aku Profesor Lee Taemin. Aku yang membuat robot Lee Taemin 005.” Kata namja itu lagi.

Hah? Profesor? Mia menatap namja itu. Begitu mirip dengan Taemin. Nggak ada bedanya.

“Kau… yang membuat Taemin 005?” tanya Mia.

Taemin mengangguk. “Ne, aku datang ke sini untuk minta maaf secara khusus padamu karena telah membuat sebuah robot gagal yang membuatmu rugi.”

“Taemin 005 bukan robot gagal!” potong Mia cepat. “Dia sangat baik padaku.”

Taemin tersenyum. “Itulah yang membuatnya gagal. Dia terlalu baik. Makanya perusahaan LuciferHollic tidak bisa memperbaikinya.” Kata Taemin yang membuat Mia bertambah bingung. “Aku memasukkan sebuah pengendali perasaan di dalam tubuh Taemin 005, membuatnya bisa aku kontrol sepenuhnya. Dan itu nggak fair buat sebuah proyek robot. Robot harus bisa berjalan sendiri tanpa kontrol dari pembuatnya.” Jelas Taemin.

Mia memiringkan kepalanya. Bingung.

“Intinya, sebenarnya kemarin yang kau hadapi bukan sebuah robot. Tapi itu adalah sebuah replika diriku, karena punya perasaan dan otak yang bisa diajak berpikir lebih lembut. Makanya itu dianggap robot gagal.” Ujar Taemin sambil tertunduk sedih. “Mianhae sudah membuatmu rugi. Waktu itu.. waktu Taemin 005 menyusulmu hujan-hujanan, itu aku yang mengontrolnya untuk menjemputmu. Waktu itu perasaanku mengatakan pasti kau butuh bantuan.”

“Aku bingung. Sangat bingung.” Mia menggelengkan kepala. “Jadi waktu itu, aku sama saja berhadap-hadapan dengan Profesor Taemin? Bukan dengan Taemin 005?” tanya Mia memastikan.

Taemin mengangguk pelan. “Mianhae.”

“Aishhh kau membuatku kesal. Kau membuatku merasa bersalah pada Taemin 005! Aku pikir Taemin 005 itu datang atas alat pendeteksinya itu. Ternyata atas perintah kau! Kau membuat Taemin 005 rusak!” cerocos Mia sebal.

“Mianhae, makanya aku ke sini datang untuk meminta maaf.” Kata Taemin lagi.

“Aku rugi tahu!” semprot Mia yang sekarang entah kenapa berubah jadi cerewet. “Seharusnya sampai sekarang, aku masih punya robot yang bisa kusuruh-suruh!!”

“Mianhae…” Taemin menundukkan kepalanya.

Mia mendengus kesal. Menatap Profesor Taemin dari atas sampai bawah. Ckckckck, nih namja serius profesinya sebagai profesor? Kok cakep banget sih?

“Kau harus ganti rugi.”

“Aku akan ganti rugi, apapun.” Taemin semakin menundukkan kepalanya. membuat Mia hampir saja tertawa melihat tingkah profesor satu itu. ya ampun ada ya profesor selugu ini??

“Mulai sekarang kau yang menggantikan Taemin 005 buat jadi robotku!” seru Mia yang sontak membuat Taemin terkejut. “Kau, Profesor Lee Taemin, kau mulai hari ini akan jadi Taemin 005. Hai, Im Mia Narafa. Im your Lucifer. You are my loverhollic…my robotronic. Kamu sepenuhnya adalah robotku, Lee Taemin 005! Sdhjiknfeke!” seru Mia sambil mengucapkan password ala produk robotnya.

Taemin terdiam sesaat sebelum akhirnya tersenyum geli. “Hahaha, kau benar-benar pembeli yang aneh. Baiklah, Noona, Im your loverhollic… but not your robotronic…” ucap Taemin sambil mengerling jahil.

“Heh? Mana bisa bukan robotronic? Not my robotronic?” tanya Mia heran.

Taemin mengangguk-angguk. “Noona, Im your loverhollic… just your loverhollic… you’re my lucifer. Mulai hari ini aku akan mengabulkan semua permintaanmu.”

Hah? Mia menatap Taemin dengan salah tingkah. “Maksud profesor apa? Aku nggak ngerti…”

“Hahaha, masa Mia nggak sadar kalo selama ini semua gerak-gerik Taemin 005 itu atas perintahku? Taemin 005 tersenyum manis, tertawa, merangkul Mia, itu sebenarnya… atas kemauanku?”

Mia tercekat.

“Kan udah kubilang… semua gerak-gerik Taemin 005 itu aku yang ngontrol. Dan karena saat pertama kali melihat Mia dari mata seorang Taemin 005, kurasa Mia sangat tepat menjadi orang yang selalu diperhatikan.” Taemin mengacak-acak rambut Mia dengan lembut. “Okay, Mia Narafa… now you’re my Lucifer… you make my heart obsessed just with you. Im your loverhollic…”

Mia tersenyum manis. Menatap wajah sang profesor paling polos sedunia itu.

Oke, Mia rasa dia siap kok jadi Lucifer-nya Profesor Lee Taemin.

Siap sekali!

.

.

.

.

END

Halo Sophie di sini, ini adalah repost FF dari FB, hehehe, pengin aja ngumpulin FF yang ada di FB ke blog . yahhh jadi wajar aja kalau bahasanya masih kacau *emang sekarang FF kamu bahasanya ga kacau, soph?*

FF aslinya di publish tanggal 8 september 2010 di FB ^^

kekekekekk yah buat yang readers baru bisa komen. kamsahamnida😀

mau lihat FF ini versi facebooknya? klik disini

With love,

Sophie

32 thoughts on “[FF/Oneshot/ S/ G/ Taemin = “Noona, Im your loverhollic.. robotronic.. loverhollic.. robotronic..”]

  1. Aku akan mengajarkanmu arti tentang suka,

    Saat matamu tidak pernah berhenti menatap seseorang.

    Aku akan mengajarkanmu arti tentang cinta,

    Saat kau ingin seseorang selalu menjadi milikmu.

    Aku akan mengajarkanmu arti tentang sayang,

    Saat kau memBUTUHkan seseorang di sisi terangmu maupun sisi gelapmu.]
    —-

    suka sama kalimat diatas. ffnya juga ringan dan pnuh kesan. paling kocak pas taeminnya ngajak kenalan sama tv dan kipas angin. suer itu lol😄
    keep writing ya, dan izin ngubek2 librarynya😄

  2. ihhh manis ny mia, endingny jg happy, lam kenal nie thor readr ru……
    tp nie crt ngngtn sm komik yg prnh ku bc dech,,,,,
    mian klu tersngg, g da mksd pa” kok heeee *nyengir gaje

  3. Kereeeeen…^^

    Idenya menarik. Barusan nih dapat karakter BB yang dijadiin robot. Romance komedinya dapet banget…^^. Jadi pengen juga punya robot Taemin 005…hihihi

    Oia, aku reader baru.
    Nurul imnida…^^

  4. huaw..keren thor..daebak bgt! Ceritanya so sweet,keren,lucu..aigo~ reader baru,met knl ya thor.umur nya brapa?aku 93 line kok..ini author ky nya unni saya deh,he2

  5. Eon, bagus nih..
    tapi kok kayanya ada miripnya ama komiknya Watase Yuu ya?
    yg Perfectly Boyfriend a.k.a.Zettai Kareshi??
    mian Eon klo tersinggung..
    bukan brniat mencela..
    hanya penasaran.. coz sama2 robot2an gitu..
    (^___^)V

  6. pertamax!!!!

    ampun tman….emang akhir2 ini aku gak sempet update pageku gara-gara ujian dan tugas.. *bilang aja males! #ditimpuk robot onew* => eh ujiannya beneran ya, tapi gak sempetnya itu yg boong… orang ujian g pernah belajar kok. percuma belajar. udah putus asa saya #jambak dosen

    awalnya agak ngingetin aku sama drama jepang…apa yah?? *ngecek tumpukan dvd, bongkar hdd external=> g inget juga* tapi tnyata ke bawahnya beda :-D:-D

    jadi sebenernya prof lee taemin *ajib dah umur segitu uda prof aku S1 aja gak kelar2* emang udah merhatiin mia sejak awal?? terus dia ngirim tuh taemin005 buat mantau *jiah kaya apaan aja* si mia ituh??? tapi bukannya mia sendiri yg pesen tuh robot?? *mulai g mudeng* => ada yg kelewat kali ya bcanya..???

    • oke its oke say
      iya tapi page mu itu lho sekarang di perbaharui aja
      ngapain belajar
      belajar itu nggak bakal bikin kamu nikah sama kyu, kecuali kamu mau belajar jadi iblis! *lohhhh

      ini byk yg bilng kyk komik2
      dan kebawahnya gaje
      maklumlah, saya g bkat bikin ff cast suami sendiri
      hahaha

Just talking...

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s