[FF/Oneshot/ S/ G/ Key = “Hai, Im KEY. And you’re my LOCK. We will be LOCKEY!!”]

Author  : Sophie Maya

Title       : Key = “Hai, Im KEY. And you’re my LOCK. We will be LOCKEY!!”

Cast       : Mia Narafa (OC), Key SHINee

Support Cast: Minho SHINee, Taemin SHINee.

Genre   : romance/ comedy/?

Rated    : G

Type      : straight

Summary             : Cerita cinta umma kita, Key SHINee.

Disclaimer           : SHINee isnt MINE. But this story is MINE.

Warning               : do you hate the CAST? DONT READ, its simple. And one more, NO BASHING oke? Oh right, one more again I HATE SILENT READERS, so comment this story right? ^^

cek profil pemain disini

Interviewer : “Key, apa yang akan kamu katakan untuk istrimu di masa depan? Bayangkan jika ini adalah sepuluh atau dua puluh tahun yang akan datang.”

Key : “Ngg… pernahkah kamu mempraktekkan sesuatu ketika kamu baru mempelajarinya? Hahaha. Meskipun aku tidak tahu ‘sesuatu’ itu apa. Aku hanya ingin kamu menyelesaikan sesuatu yang ingin kamu lakukan. Karena itu adalah hal yang ingin kamu lakukan. Mari hidup bahagia sampai akhir. Annyeong… gomawo… Yeobo, saranghae…”

*dikutip dari interview shim shim tapa dgn beberapa perubahan ^^*

Key Love Story : “Hai, Im KEY. And you’re my LOCK. We will be LOCKEY!!”

DELAPAN TAHUN KEMUDIAN. . .

“Annyeong… Mia Narafa imnida… hari ini aku bangun pagi. Tepat di jam empat pagi…” Mia menatap cermin di kamarnya sambil mengerjap-erjapkan matanya yang masih terasa ngantuk. Hawa dingin di kamarnya membuat Mia sedikit merapatkan piyamanya. “Hahaha, kenapa aku berbicara sendiri seperti ini? Pabbo nya…” Mia terkikik geli.

Matanya berpendar menatap meja rias di depannya. Ada berbagai peralatan aksesoris miliknya di situ. Bedak, pelembab, parfum, handbody… ngg… PENCUKUR BULU, PELEMBAB MASKULIN….,

Heh?!

Mia membulatkan matanya. Ditatapnya pencukur bulu dan pelembab maskulin itu dengan bingung. Perasaan si Mia itu nggak pernah pake pencukur ataupun pelembab maskulin deh. Tapi kenapaa…

“Chagiya, annyeonghaseo…”

Tiba-tiba Mia merasakan pundaknya dipeluk seseorang.  “Siapa itu?!” teriak Mia ketakutan. Dengan cepat Mia mendorong tubuh orang yang memeluknya itu hingga menabrak dinding. Bruk.

Seorang namja tampak meringis kesakitan sambil memegang punggungnya. Namja itu yang tadi sudah seenaknya memeluk Mia! Siapa dia? Siapa dia?

“Chagi, apa yang kau laku—”

“KYAAAAA!!!! KAU MEMAKAI PIYAMA DI DALAM KAMARKU??!!! MANIAK!!! TOLONGGG!!!!” Mia sontak menjerit-jerit ketakutan. Dia berlari ke arah pintu dan hendak keluar dari kamar. Tapi tiba-tiba namja itu ikut berlari dan menarik Mia cepat. Lalu menyudutkan Mia di tembok kamar.

Mia menelan ludah. Namja ini… apa yang mau dilakukannya? Apa dia maniak? Apa dia akan melakukan sesuatu yang buruk terhadap Mia?

Mia menutup matanya erat-erat. Dia benar-benar merasa ketakutan sekarang.

“Chagiya, ‘amnesia di pagi hari’ kau kumat lagi ya?” namja itu mendekatkan wajahnya ke wajah Mia. Mia sampai bisa merasakan wangi namja itu. Hmm… pagi-pagi sudah wangi, pake parfum apa ya nih namja?

Aishhhh Mia! Apa yang kau pikirkan! Jelas-jelas namja ini sedang berniat buruk padamu! Malah mikir yang aneh-aneh.

“Amnesia?” tanya Mia sambil tetap menutup matanya.

“Kita sudah menikah sejak dua minggu yang lalu, tapi kau selalu saja nggak ingat kalo aku itu nampyeon-mu.” Kata namja itu lagi.

Mia mengernyit heran. Dengan perlahan dibuka matanya. Namja itu semakin mendekatkan wajahnya ke Mia. Seulas senyum manis tersungging di bibir namja itu.

“Nuguseyo?” tanya Mia tolol.

“Aigo! Yeobo, amnesia mu benar-benar kumat! Aku Key… NAMPYEON-mu!!” namja itu—Key—berdecak kesal.

“Ah…” Mia mengerjapkan matanya. “AH, KAU KEY!! AIGO! Aku lupaa!!!” teriak Mia yang mendadak ingatannya sudah pulih kembali.

Hehehe, ternyata namja di depannya ini bukan maniak. Hahaha, Mia jadi malu udah berpikir yang nggak-nggak tadi. Namja itu Key, nampyeon-nya Mia. Mia dan Key udah nikah selama dua minggu ini. Mia sama Key udah pacaran empat tahun lamanya sebelum akhirnya Key mengajak Mia buat nikah. Dan akhirnya mereka tinggal bersama.

Hahaha, tapi pabbo nya, Mia itu memang punya penyakit ‘amnesia di pagi hari’. Penyakit aneh yang sering menyergap Mia yang emang dasarnya pikun itu *ckckck*. Jadi kalo Mia udah terbangun dari tidurnya, Mia tuh bakal lupa sama semua yang dia ingat. Lupa kalo dia sudah nikah sama Key, lupa kalo dia itu tinggal di Korea, lupa kalo dia itu seharusnya mandi dulu sehabis bangun dari tidur *bukannya malah nongkrong di depan meja rias kayak tadi*, yahhh pokoknya lupa segalanya deh. Kayak orang amnesia sesaat gitu.

“Yeobo, kau benar-benar pabbo.” Ujar Key yang langsung membuat Mia tertunduk mengheningkan cipta. “Kau itu apa tidak bisa menghilangkan sifat amnesia mu yang sudah parah itu? Bagaimana bisa kau sampai lupa dengan nampyeon-mu sendiri? Kau ini benar-benar membuatku bingung dengan kebiasaanmu itu. Membuatku kesal, marah, jengkel… bla,bla,bla,bla,bla…” Key memulai ocehannya sepanjang laut seluas samudera setinggi langit di angkasa *hedeh, kayak lagu aja*. Mia cuma menatap Key tanpa berkedip. Antara ketakutan dan bingung dengan apa yang diocehin Key. Otak Mia yang cuma pentium setengah itu kayaknya nggak nyampe buat ngertiin omongannya Key. Hahahaha.

“Mianhae, Nampyeon…” Mia menundukkan kepalanya.

“Hahh… ya sudahlah, aku mau sarapan saja. Aku sudah lapar. Apa kau sudah menyiapkan sarapan?” tanya Key mengakhiri ocehannya dan menjauhkan tubuhnya dari Mia. Kayaknya si Mia udah megap-megap kehabisan napas gara-gara si Key terlalu dekat dengannya. *hahaha, author mah juga mau deket-deket ama Key. XDD*

“Mwo sarapan?” Mia melirik-lirik Key. “Aku… belum buat sarapan… aku lupa kalo harus nyiapin sarapan….” ujar Mia tambah ketakutan.

“BELUM BUAT SARAPAN?! Kau ini bagaimana sih, Chagi! Bukankah sebagai seorang yeobo kau itu seharusnya membuatkan sarapan untuk nampyeon-mu! Kau ini bla bla bla bla dzzzttt plutknszzzsssqq~~~~!!!” aigo! Key kembali memulai acara cerewetnya itu. sampai-sampai Mia jadi pusing ngedengerin nampyeon-nya yang ngoceeehhhhh terus kayak ember bocor kagak pernah ditambal. *ditendang shawol ke jurang*

“Mianhae, mianhae, mianhae, akan kubuatkan segera.” Mia membungkukkan badannya berkali-kali.

“Aissshhh… sudahlah, Chagi. Aku mau mandi saja dulu.” Key beranjak mengambil handuk. “Hei, kau sudah menyiapkan air panas untukku?” tanya Key sebelum masuk ke kamar mandi.

Mia tercekat. WADUH! Dia juga lupa buat nyiapin air panas buat KEY!!

“Ngg… aniyo… mianhae, mianhae, mianhae, akan segera kusiapkan!” Mia kembali membungkukkan badannya berkali-kali.

“Aigo, chagi! Kau… kau… kau ini…..” Key menggeram pelan. “Apa sih yang kau lakukan di rumah ini? Amnesia mu itu sangat parah! Kau itu harus segera memeriksakan hal ini ke dokter. Kali saja ada yang salah dan harus segera diperbaiki. Kurasa kau harus segera menjalani operasi supaya amnesiamu tidak kambuh-kambuh lagi, itu jalan terbaik.” Cerocos Key ngaco. Yaiyalah ngaco, masa iya ORANG AMNESIA MALAH DIOPERASI??? Gak logis banget deh si Key.

“Ya sudah, aku mandi pake air dingin aja.” kata Key akhirnya. Key berjalan ke arah Mia dan mencium kening Mia sekilas. “Kau siapkan sarapan buatku ya, Chagi. Saranghae.” Key tersenyum lembut sebelum akhirnya benar-benar masuk ke kamar mandi.

Mia tersenyum tipis dan mengangguk pelan.

.

.

.

.

“Chagi… apa yang kau… apa yang kau…” Key menatap masakan yang dibuatkan Mia dengan pandangan aneh. Ayam goreng setengah gosong, semangkuk kimchi yang cair banget gara-gara kebanyakan air, dan seporsi kimbab gagal total.

Oh my god. Oh my god. Oh my god. Masakan Mia benar-benar hancur mina. Tak berbentuk. Tidak bisa terdeteksi. UNKNOW! Bahkan dijamin alien pun ogah makan tuh masakan.

“Mianhae, mianhae, mianhae…” Mia membungkukkan badannya berkali-kali.

“Chagi, kau benar-benar pabbo! Aishhh… bagaimana mungkin kau bisa memasak masakan seaneh ini dan menyediakannya untukku?! Apa kau tidak bisa belajar memasak lebih baik?” Key mulai menunjukkan tanda-tanda cerewetnya kumat lagi.

“Mianhae, mianhae, mianhae… aku akan berusaha lebih baik lagi.” Mia tertunduk ketakutan.

“Kurasa kau harus mengikuti kursus memasak. Kau tahu, aku bahkan bisa memasak lebih baik dari kau. Ckckck, apa aku harus mengajarimu memasak? Kau ini payah sekali, Chagi.” Key terus saja mengoceh sambil menyendokkan sepotong ayam goreng setengah gosong itu ke piringnya. Lalu memakannya dengan lahap. “Masakanmu ini sangat parah, kau harus belajar. Meskipun aku ragu kau jadi bisa memasak atau tidak. Bahkan rasanya lima tahun kau belajar memasak pun kau tetap saja tidak akan bisa memasak dengan benar.” Key menghabiskan ayam gorengnya. Dan beranjak memakan kimbab gagal total itu.

Mia melirik Key yang sibuk memakan masakan hancur mina-nya itu. diam-diam Mia terkikik geli melihat tingkah Key. Nampyeon nya itu lucu sekaliii…. dia ngoceh terus mengomentari masakan Mia, tapi masih saja melahap makanan itu hingga habis.

Mia merasa terharu dengan apa yang Key lakukan.

Key tetap saja memakan masakan Mia dengan lahap. Meskipun Mia tahu, selama mereka nikah ini Mia nggak pernah masak yang enak-enak. Semuanya gagal total! Tapi Key tetap saja menghabiskan masakannya Mia. Yahh… meski tetap sambil mengoceeeehhhhhhh sihhhhh. Hahaha.

.

.

.

.

“Mia, apa kabar?” seseorang menepuk bahu Mia lembut saat Mia tengah berjalan-jalan di Mall.

Mia menoleh dan mendapati namja tampan dan sangat tinggi tengah menatapnya sambil tersenyum.

“Nugu…?” tanya Mia bingung.

“Minho. Choi Minho. Kau lupa padaku?” tanya Minho sambil mengacak-acak rambut Mia lembut. “Aku itu sahabatnya Key, member SHINee juga. Kau lupa?”

“Ah, Minho. Aku ingat, mianhae tadi lupa sesaat. Hehehe.” Mia tertawa renyah. Key memang membernya SHINee, boyband yang cukup terkenal di Korea. Dan meskipun sekarang semua member SHINee udah pada kerja, tapi Key dan yang lainnya tetap eksis di dunia musik. *amin, semoga selamanya SHINee eksis ^^*

Tapi kalo disuruh menghapal wajah para member SHINee, Mia nggak ingat! Hahaha, mungkin ingat sih, tapi besoknya lupa lagi. Maklum, lagi-lagi gara-gara penyakit ‘amnesia di pagi hari’ yang dideritanya. Bikin lupa semuanya.

“Kau sedang apa di sini Nyonya Kim?” goda Minho memanggil Mia dengan sebutan ‘Nyonya Kim’, sebutan yang diterima yeoja yang sudah menikah dengan namja bermarga Kim. Dan berhubung Key itu Kim Ki Bum, marganya ‘Kim’, jadi Mia bisa juga tuh dipanggil Nyonya Kim.

Mia menunduk malu. “Aisshhh… Minho. Kau membuatku malu dengan memanggilku ‘Nyonya Kim’.” Kata Mia.

“Hahaha, kenapa malu? Kau cocok dengan sebutan itu.” Minho tertawa lepas. “Key sepertinya sangat mencintaimu, Mia.” Ujar Minho, kali ini dengan raut serius.

“Hahaha, entahlah. Dia tiap hari membuatku stres karena dia terus saja mengoceh memarahiku. Aigo… kenapa aku bisa jatuh cinta dan menikah dengan namja paling cerewet seperti itu?!” Mia tergelak.

Minho mengangguk-angguk. “Key Hyung memang sangat cerewet. Hahaha, untunglah kami tidak tinggal di asrama lagi. Aku tidak perlu mendengar bawelnya Key Hyung.” Minho menatap Mia lembut, “sekarang kau mau kemana? Kebetulan hari ini aku lagi malas kantor. Bisa kutemani kau jalan-jalan?” tawar Minho.

“Ne. Sebenarnya habis ini aku mau mencari tempat kursus memasak yang bagus. Kasihan Key selalu aku kasih makanan gosong…” ujar Mia mengingat masakan-masakan gagal totalnya yang selalu dia sediakan untuk Key.

“Hei, aku tahu tempat kursus yang bagus. Ayo ikut aku, biar kutunjukkan!” Minho menarik Mia untuk mengikuti langkahnya menuju tempat kursus memasak.

.

.

.

.

Beberapa hari terakhir ini Mia sibuk kursus memasak. Tiap hari dia bolak-balik ke tempat kursus untuk membuat makanan yang enak-enak. Mia ingin membuatkan makanan terenak buat Key yang selalu sabar tapi cerewet (?) menghadapi tingkah laku Mia yang suka bikin kacau segala sesuatunya.

Jadilah hari ini Mia mau membuat kejutan kecil buat Key. Mia membuatkan Key steak yang sangat enak. Dia belajar mati-matian untuk memasak steak ini. Dan berharap agar Key pun menyukai masakannya.

Mia melangkahkan kakinya hingga hampir tiba di Hangbok Corp, perusahaan dimana Key bekerja. Ditangannya tergenggam rantang berwarna pink, warna kesukaan nampyeon-nya itu. mia baru saja mau masuk ke dalam kantor itu saat tiba-tiba dilihatnya Key tengah mengobrol akrab dengan seorang yeoja di lobby.

Langkah Mia terhenti.

Key tampaknya sangat menikmati mengobrol dengan yeoja itu. mia nggak bisa lihat jelas wajah yeoja itu, soalnya yaoja itu membelakangi Mia. Jadinya Mia Cuma bisa melihat rambut panjang yeoja itu yang berayun-ayun lembut tertiup angin. Rambut yang sangat indah.

Lalu semua itu terjadi.

Key tiba-tiba memeluk yeoja itu erat. Merangkul pundaknya erat dan mereka berjalan beriringan masuk ke dalam ruang kantor.

…………..

…………………..

Kau tahu tidak rasanya sakit hati?

Tahu tidak rasanya patah hati?

Melihat orang yang kau cintai menunjukkan cintanya BUKAN padamu

Tertawa gembira BUKAN untukmu

Merangkul bahu seorang yeoja yang jelas BUKAN dirimu

Kau tahu tidak perasaan itu?

Mia menghela napas pelan. Dadanya mendadak terasa sakit sekali. Ada beban yang begitu berat menghantam tubuhnya. Membuat kakinya terasa lemas seketika.

Air mata perlahan membasahi pipi Mia. Dia nggak nyangka Key tega melakukan hal itu di depannya. Memeluk dan merangkul seorang yeoja?!

KEY SELINGKUH?!!!

“Nampyeon… mana bukti ‘saranghae’ yang kau ucapkan itu? Nampyeon… Nampyeon…” Mia menutup wajahnya dengan kedua tangan. Bahunya terguncang pelan menahan sakit yang merajai tubuhnya. Kepalanya pusing sekali. Matanya terasa berkunang-kunang.

Mia nggak tahan. Dengan segera dia berbalik dan berlari meninggalkan kantor itu.

.

.

.

.

“Aku pulang~! Chagiya…. kau di mana?” Key meletakkan tas kerjanya di sofa lalu berjalan mencari Mia di sekeliling rumah. “Chagi, kau sedang apa?” tanya Key begitu melihat Mia tengah menyiapkan masakan di dapur.

“Chagi, hari ini aku menyiapkan dua hal istimewa untukmu.” Kata Mia sambil meletakkan sepiring steak lengkap dengan sayur-sayuran. “Hal istimewa yang pertama, aku baru saja belajar bikin steak dan berhasil. Kau harus mencobanya.” Mia menyodorkan piring itu ke Key.

Key langsung saja bersemangat mencoba steak itu. “Chagi, ini enak sekali. Kau sudah bisa memasak rupanya.” Puji Key sambil mengangguk-anggukkan kepalanya. tampak begitu menikmati makanan itu. “Lalu apa hal istimewa yang kedua itu?” tanya Key disela-sela suapan steaknya.

Mia tersenyum tipis. Dikeluarkannya secarik kertas dan disodorkan ke arah Key. “Surat Cerai kita. Aku minta cerai.”

“UHUK!!!” Key langsung tersedak. Buru-buru diambilnya segelas air putih dan diteguknya sampai habis. Lalu ditatapnya Mia dengan pandangan heran. “Apa maksudnya ini, Chagi???”

“Aku minta cerai. Kau bisa mendengar itu dengan jelas kan? Aku tidak bisa hidup bersama dengan orang yang tidak mencintaiku. Memilih yeoja lain dibelakangku.” Ujar Mia dingin.

Key mengerutkan kening. “Aku tidak mengerti maksudmu, Chagiya.”

Mia memalingkan wajahnya yang terasa panas dan ingin menangis lagi. tapi Mia berusaha kuat. “Aku tadi melihatmu memeluk dan merangkul yeoja di kantor. Ternyata kau melakukan hal yang tidak pantas dibelakangku. Aku akan pergi dari hidupmu.” Mia menghapus air mata yang berleleran membasahi pipi. Lalu dia buru-buru melangkahkan kaki keluar rumah.

“Yeobo, Chagiya, tunggu! Hei, aku tidak mengerti maksudmu!”

Key berseru memanggil Mia. Tapi Mia nggak peduli. Hatinya sudah hancur sekarang. Lebih baik dia pergi dari rumah ini dan melupakan Key selama-lamanya. Melupakan cintanya pada Key.

Klek. Mia baru saja membuka pintu gerbang rumah saat dilihatnya seorang yeoja tengah berdiri di balik pintu sambil tersenyum manis.

Hei, sepertinya ini yeoja yang tadi dilihatnya di kantor! Bajunya sama persis! Ya, ya, pasti ini yeoja yang tadi pelukan sama Key!! Mau apa dia di sini??

“Annyeonghaseo, Nyonya Kim… aku—”

“Kau berhasil mendapatkan nampyeon ku sekarang. kuharap kalian bisa hidup berbahagia selamanya. Selamat untukmu kuucapkan!” kata Mia memotong ucapan yeoja itu.

Yeoja itu menatap Mia bingung. “Mianhae, aku tidak mengerti maksudmu.”

“Sekarang kau tidak perlu lagi sembunyi-sembunyi berduaan dengan Key. Mulai saat ini Key sudah bukan nampyeon ku. Jadi kalian berdua bisa hidup bahagia selamanya.” Kata Mia dingin. “Aku melihatmu berpelukan dengan Key di kantor tadi pagi. Kau berselingkuh dengan Key.”

“Hah?” yeoja itu tampak kebingungan.

“SELINGKUH DENGAN DIA?!!!!” tiba-tiba terdengar suara Key. Ternyata Key sudah berada di belakang Mia dari tadi. Dan dia mendengar semua yang diucapkan Mia barusan. “Yeobo, jadi karena ini kau meminta cerai padaku?” tanya Key menarik Mia untuk berhadap-hadapan dengannya.

“Kau selingkuh dibelakangku, Key.” Jawab Mia dingin.

“Oh, Tuhan… yeobo ku yang pabbo~….” Key tersenyum geli. “Kau tidak tahu siapa dia?” tanya Key sambil menunjuk ke arah yeoja yang berdiri di depan gerbang dengan raut bingung. Nggak ngerti apa yang sedang terjadi.

“Nugu?” tanya Mia mengernyitkan dahi.

“Dia Taemin!!! Oh Tuhan, Chagi!!!! DIA ITU NAMJA, BAGAIMANA MUNGKIN AKU SELINGKUH DENGAN SEORANG NAMJA!!”

Hah? Namja???!!!

Nam…. nam… namja? Dia seorang namja, bukan yeoja??

Mia menoleh ke arah Taemin.

“Annyeong, Nyonya Kim. Namaku Lee Taemin. Kau bisa memanggilku Taemin. Kau tidak mengingatku ya? Aku itu salah satu member SHINee juga, Maknae Taemin.” Jelas Taemin panjang lebar.

“Ahh… Taemin! Aku ingat sekarang… aigo~! Kenapa rambutmu seperti yeoja? Aku tadi mengira kau adalah yeoja!” seru Mia yang mulai mengingat member SHINee satu ini.

“Hahaha. Habis aku malas motong rambut. Tadi aku memang datang ke kantor Key Hyung untuk melepas rindu dengannya. Jadi kalau kau melihatku berpelukan dengan Key Hyung, itu bukan berarti aku selingkuh dengan Key. Haha.” Taemin tertawa renyah. “Key Hyung, tadi aku sudah mencarikan apa yang kau minta. Sekarang aku datang membawakan pesananmu itu.” Taemin menoleh ke arah Key seraya memberikan sebuah kotak kecil pada Key.

“Oh, gomawo Taemin. Kau benar-benar membantu.” Kata Key sambil tersenyum manis.

Taemin menganggukkan kepala dan segera pamit pulang.

“Ah… ngg… Key… Mianhae sudah mencurigaimu.” Kata Mia setelah Taemin menghilang dari pandangan. Mia menunduk pelan. Merasa bersalah sudah terlalu berpikiran negatif soal Key.

“Gwenchana, Chagiya. Itulah yang selalu membuatku suka padamu. Kau selalu saja membuatku panik melihat tingkahmu yang pabbo.” Kata Key terkikik geli.

Mia mengerucutkan bibirnya. “Kau ini selalu mengataiku pabbo. Hhh…”

Key tersenyum lembut. Lalu menyodorkan kotak ditangannya ke arah Mia. “Aku memang nampyeon yang cerewet, suka ngatur, suka marah-marahin kamu, suka bikin kamu kesel, bete, dan sebagainya lah…”

“Ck, akhirnya nyadar juga.” Decak Mia. Key langsung membulatkan matanya pura-pura marah.

“Tapi, Chagiya… satu hal yang membuatku seperti itu. Aku ingin kau menjadi yeobo yang lebih berguna…”

“Lho, memangnya selama ini aku nggak berguna ya?” Mia lagi-lagi memotong ucapan Key dan nyeletuk yang nggak jelas banget. Tapi kali ini Key kelihatannya berusaha sabar menghadapi sikap yeobo nya itu. Hahaha.

“Chagiya, apapun yang aku lakukan dan membuatmu kesal, jangan pernah berhenti untuk mencintaiku.” Key membuka kotak itu dan mengeluarkan dua buah kalung dari dalamnya.

Kalung dengan liontin berbentuk kunci dan satunya lagi dengan liontin berbentuk gembok.

“Chagiya, I’m KEY. And you’re my LOCK. Aku adalah kunci dan kamu adalah gembok. We’re LOCKEY. Kunci dan gembok yang tidak akan terpisahkan.” Ujar Key sambil mengenakan kalung berliontin gembok itu di leher Mia. Lalu mengenakan kalung berliontin kunci di lehernya sendiri.

“Key… aku…” Mia nggak bisa berkata apa-apa lagi. Ditatapnya kalung ini penuh keharuan. Ternyata barang yang dipesan Key pada Taemin itu adalah kalung ini. Benar-benar kalung yang indah. “Aku benar-benar minta maaf sudah menyusah—”

“Ssttt…” Key menempelkan telunjuknya ke bibir Mia. “Kau selalu saja meminta maaf padaku, Chagi. Aku bosan mendengar kau selalu berkata ‘mianhae,mianhae,mianhae’. Bisa tidak kau jangan meminta maaf lagi. Minta apa saja deh, asal jangan minta maaf.” Ujar Key kesal.

Mia tertawa kecil. “Aku tidak tahu harus meminta apa lagi selain meminta maaf.”

“Kau bisa meminta cintaku, rasa sayangku, perhatianku, dan semua hal yang kau inginkan padaku, Chagi.” Ujar Key lembut.

Mia menundukkan kepalanya. Wajahnya mulai bersemu-semu.

“Kau tahu tidak, delapan tahun lalu… aku pernah mengucapkan sesuatu yang mungkin akan aku ucapkan pada istriku nanti. Dan karena kau adalah yeobo-ku, maka aku akan mengatakan hal itu lagi…”

“Memang kau mau mengatakan apa?” tanya Mia menengadahkan kepala.

Key tersenyum. wajahnya didekatkan ke arah Mia. “Mari hidup bahagia sampai akhir. Annyeong… gomawo. Yeobo, Saranghae. Saranghae. Saranghae. Sa…rang…hae…”

Mia tersenyum manis. Menatap wajah Key yang teduh itu.

Nampyeon nya yang cerewet itu benar-benar membuatnya jatuh cinta.

Nampyeon nya yang suka ngatur itu membuatnya merasa nyaman.

Nampyeon nya yang selalu memarahinya itu membuatnya selalu bahagia.

Nampyeon nya itu… KEY… membuat Mia merasa seperti LOCK.

Key… my nampyeon… saranghae… sa…rang…hae…

.

.

.

.

-THE END-

Halo Sophie disini

ini adalah FF lama ku. Tepat setahun yang lalu aku membuat FF ini jadi ya beginilah FF ini masih banyak kekurangan. kalau nggak salah, dulu Fans clubnya Key itu namanya masih Lockey, jadilah aku buat judulnya begtu. kalo sekarang nama fans clubnya udah berubah jadi Lockets kan ya?

Dikritik dan dikasih saran ya FF ku ini. kamsahamnida😀

mau lihat FF ini di versi facebooknya? klik disini

28 thoughts on “[FF/Oneshot/ S/ G/ Key = “Hai, Im KEY. And you’re my LOCK. We will be LOCKEY!!”]

  1. ya ampun dari awal ampe akhir ngakak aja baca ff nya, kebayang key ngomel sama taemin yg cantiknya ngalahin kecantikan yeoja manapun, kkkk~

  2. gak kebayang jadi mia.a huah hidupnya ribet tuh kalo lupa tia hari wkwkwkwkwkw
    pasti taeminnya yang di shelock ahahahah ia bener sih caaaaaaaantiiik wajar lah kalo cemburu #loh?

  3. aigo kyeopta!
    bahasanya agak perlu diperbaiki sih..
    ih sumpah si Mia tuh,
    masa cemburuan akut amat lol
    oenni suka bikin ff romance-comedy ya?
    sumpah sama kaya aku dulu jaman awal awal bikin FF!
    entah kenapa sekarang genre ku jadi angst -_-
    anyway, cute story🙂

  4. awwww!!!!
    sweet sweet sweet!!!!
    mia kamu lucu banget deh!!!
    namja seganteng key bisa dilupain tiap bangun tidur
    astaga

    “SELINGKUH DENGAN DIA?!!!!”
    wkwkwkwkwkwk…….
    selalu deh
    tiap ada fic baru dimari saia pasti sukses dibikin ketawa😄

  5. hahahahahahahahahaha😀😀😀
    ceritanya bikin ngakak, ini ff lama? setuju sama komen di atas, bagus kok .
    si Mia Narafa itu amat teramat bodoh ya?
    bisa ya amnesia di pagi hari
    Key juga sabar sekali
    nice FF ~

  6. Eh??? Ndingaren aku pertamax?????😀😀😀😀

    Ini ff lama??? Udah keren lho.. tapi rada muter-muter sih ya?? Bingung sendiri bacanya
    *ato mungkin karena ini udah jam 1 pagi jadi kinerja otak reader satu ini agak trouble??^^*😀

    Ada ya amnesia-di-pagi-hari-saja… ^^

    Yang gokil sih yang mia cemburu sama Taemin itu… Salah Taemin juga sih ya mukanya imut, putih, mulus, porselen kayak cewek.. tinggal suruh pake lipstik dan pake rok…..😀😀😀😀

    • iya tumben ya? hahaha, namanya juga repost, wajar lah kalau jarang komen, ini kan dulu udah byk yang baca pas masih aku taruh di note fb chin~

      ff yang sangat lama, bisa dibilang inilah ff awal mula aku musuhan sama key hahaha

      iya si tetem kasian ya, jangan salahkan bunda mengandung anak secantik dia kekekke

Just talking...

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s