[FF/Oneshot/ S/ PG-17/Key of Heaven]

[FF/Oneshot/ S/ PG-17/Key of Heaven]

Author  : Sophie Maya

Title       : Key of Heaven

Cast       : Donghae Super Junior, Yoona SNSD, BoA, Song Jihyo (artist), Junsu DBSK.

Genre   : romance

Rated    : PG-17

Type      : straight

Summary             : ‘Y’ untuk Yo…

Disclaimer           : Super Junior, SNSD,  Boa, DBSK and Jihyo isnt MINE. But this story is MINE.

Warning               : do you hate the CAST? DONT READ, its simple. And one more, NO BASHING oke? Oh right, one more again I HATE SILENT READERS, so comment this story right? ^^

Note: mix and match from Key of Heart by Boa, In Heaven by JYJ, and Y by Super Junior.

cek profil pemain disini

Y….

Aku sempat berpikir kamu adalah malaikat dari surga yang dikirimkan padaku.

Aku selalu bertanya pada sekelilingku, pada semua yang menatapku, pada semua yang berbicara padaku, pada semua yang kutemui: apakah memang kamu adalah malaikatku?

Mereka tertawa, Y…. mereka tertawa…

Mereka mengibaskan tangan mereka padaku dan menggodaku hingga pipi ini terasa sangat panas.

Lalu mereka bilang: ‘Kamu benar-benar jatuh cinta padanya!”

Y… kamu adalah senyumanku, adalah tawaku, adalah udara harum yang selalu kuhirup. Kukira aku akan gila jika melihat kamu marah padaku meski sekali saja.

Y…

Kamu memang malaikatku, kan?

Y…

Aku bukan seorang yang puitis yang bisa memberikan kata-kata romantis untukmu

Y…

Jangan pergi…

Kumohon, jangan… jangan pergi… atau aku akan mati.

.

.

.

.

Namanya Yoona.

Jihyo tahu gadis itu. Dialah pemilik senyuman termanis nomor satu di Korea, itu kata orang-orang. Dialah gadis impian semua orang, gadis dengan mata jernih dan tubuh ringkih membuat semua orang ingin melindunginya. Jihyo yang pertama kali melihat Yoona diacara musik yang ia pandu juga ikut berpikir, ya gadis ini memang sangat sempurna. Cantik, manis, ringkih, dan baik. Semua yang dibutuhkan seorang perempuan ada padanya.

Cantik. Wajah Yoona memang cantik. Putih alami dan sama sekali tidak berubah dari Yoona kecil hingga dewasa. Jihyo cukup iri melihat bagaimana bisa kecantikan terbalut begitu serasi dengan Yoona. Jihyo menatap wajahnya melalui cermin dan langsung menyadari betapa jauhnya dia dari kecantikkan.

Manis. Sikap Yoona memang manis dan baik. Pada semua orang. Tidak memandang usia, tidak memandang apapun, sebuah senyum menawan akan tersungging di bibirnya. Dan Jihyo tahu, hampir semua yang ia temui mengatakan bahwa ia adalah wanita yang cukup galak dan ditakuti.

“Ringkih…” Jihyo menggumamkan sebuah kata lagi, untuk menggambarkan orang yang ada di pikirannya sekarang. Tangan Jihyo bermain-main di di atas kertas dengan ritme yang cepat.

Mata bulatnya berpendar ke sekeliling, menatap buku-buku di depannya, menatap langit-langit, menatap sofa…, menatap….

Jihyo tersenyum.

….menatap Donghae.

“YA!! Kau sedang apa?!” bentak Jihyo dengan mata melotot saat Donghae malah memilih mencorat-coret kertas dengan tak menentu. Jihyo memutar tubuhnya dan menatap Donghae yang duduk di sofa, Jihyo menggeleng-geleng kepala kesal.

.

.

.

.

“YA!! Kau sedang apa?!”

Sial. Donghae menarik napas. Menahan emosi. Menahan rasa kaget setengah mati yang menyerangnya. Kepalanya mendongak menatap gadis yang duduk tak jauh darinya. Donghae memilih memasang wajah semanis mungkin daripada gadis itu semakin meledak dan kemungkinan bisa menimpuknya dengan buku-buku tebal.

“Yo, kenapa?” Donghae tersenyum manis. Gadis yang tadinya memasang wajah galak itu memutar bola matanya sebelum akhirnya ikut tersenyum. Sangat manis. Manis dan membuat Donghae salah tingkah.

“Sedang apa kau, dongsaeng-ku?” Jihyo memutar-mutar penanya ke arah Donghae. Gadis itu menggerak-gerakkan rambutnya dan memasang wajah penasaran.

Donghae menggeleng. “Tidak ada.”

“Bohong.” Tukas Jihyo cepat, kali ini disertai dengan wajah cemberutnya.

Donghae menarik napas panjang. Harus serba sangat sabarkah menghadapi gadis yang satu ini?

“Iya, Yo… nggak ada apa-apa. Ini cuma coretan biasa.” Donghae menunjukkan cengirannya.

“Jangan panggilku aku ‘Yo’! namaku Jihyo, dan aku itu lebih tua darimu, bocah ikan.” Jihyo tertawa kecil.

“Memang kenapa kalau ‘Yo’?” Donghae malah bingung.

Jihyo mengangkat bahunya. “Yo itu… kayak Yoona.”

Donghae menelan ludah. Yoona? Jihyo benar-benar gila membandingkan nama itu dengan seorang Yoona. Ck… apa memang Jihyo segila itu?

.

.

.

.

Kadang Jihyo pengin jadi BoA. Dia sangat dihormati semua orang, suara emasnya benar-benar menyihir semua orang yang mendengarnya. Jihyo selalu mendengar lagu-lagu miliknya saat berjalan menyusuri jalan-jalan di kota Seoul, Jihyo ingin jadi BoA saat gadis itu begitu narsisnya mengikrarkan diri sebagai Hurricane Venus, memiliki Game yang menarik, dan apapun itu… Jihyo bahkan setuju dengan Copy-Paste yang Boa dengungkan.

Satu lagi, Jihyo ingin Donghae memberikan kalung seperti yang ia berikan pada BoA. Bolehkah Jihyo berharap?

.

.

.

.

“Jika Tuhan memberikan waktu tujuh hari untukmu, apa kamu akan menerimanya?”

“Menerima apa?”

“Membahagiakannya. Hanya selama tujuh hari.”

“Maksudnya?”

“Bangunlah.”

“Bangun?”

“Bangunlah dan bahagiakan dia.”

Kadang Donghae sempat berpikir membuat banyak sekali daftar yang akan dia lakukan untuk Jihyo. Tapi selalu saja, selalu saja, selalu saja, gagal! Donghae memang bukan pria yang bisa membuat perencanaan yang baik. Dan bahkan, Donghae bukanlah pria yang baik. Betul kan?

.

.

.

.

“DOR!!”

Donghae menepuk bahu Jihyo keras, mengagetkan gadis itu hingga terlonjak dan memelototkan matanya pada Donghae. Donghae sudah bersiap-siap jika saja Jihyo marah, tapi gadis itu hanya diam saja dan menundukkan kepala.

“Yo, kenapa?” Donghae menundukkan kepalanya dan menatap Jihyo lekat-lekat. Ada yang salahkah dengan tingkahnya barusan? Apa Jihyo sangat marah sampai-sampai tidak ingin menatapnya?

“Pakaianku…” Jihyo mendesah. Bulir-bulir air mata mengalir dipipinya dan membuat Donghae langsung panik. Satu hal yang paling Donghae takuti: membuat Jihyo menangis.

Jadi Donghae meraba-raba kantung bajunya, berusaha mencari sapu tangan untuk mengelap air mata Jihyo. Tapi sayangnya barang yang ia cari tidak ia temukan.

“…pakaianku tidak pantas dengan pakaianmu…” Jihyo menggigit bibir bawahnya takut.

Donghae terdiam. Ia menegakkan kembali kepalanya, menatap pakaian yang ia kenakan lalu menatap pakaian yang Jihyo kenakan. Oh yeah, Donghae bodoh. Kenapa saat-saat seperti ini malah memakai celana baggy dan kaos longgar? Donghae tadi benar-benar bingung mau mengenakan apa sehingga yang terpikir di otaknya hanyalah pakaian yang pertama dia sentuh di lemari. Jadi ya oke, salahkan Donghae untuk kecerobohan ini.

“Jangan menangis, Yo.” Donghae menepuk kepala Jihyo pelan. Lalu merangkul gadis itu erat. Donghae bisa merasakan aroma parfum Jihyo yang wangi, yang menenangkan. Seperti aroma harum yang biasa dia hirup.

.

.

.

.

Jihyo tahu Donghae adalah pria tertampan yang pernah ia temui. Mungkin itu karena tidak ada lagi pria tampan sebodoh Donghae yang mau saja mencintai Jihyo apa adanya. Tidak Heechul yang gila yang sempat menjadi partnernya di acara musik, tidak juga Junsu yang satu agensi dengannya, atau juga Yoochun yang dulu sempat Jihyo kagumi setengah mati. Semua tampak biasa saja saat pria cengeng dan berhati lembut itu datang ke kehidupan Jihyo. Donghae. Lee Donghae.

Jihyo sempat ragu bahwa Donghae mencintainya. Semua orang juga mungkin akan ragu bahwa Donghae mencintai Jihyo. Jihyo itu apa sih? Cantik? Tidak! Manis? Tidak! Galak? Iya! Menyebalkan? SANGAT. Jihyo selalu bertingkah galak pada semua orang yang ia temui, dan anehnya hanya si pendek Donghae itulah yang tahan dengan kegalakan Jihyo.

Jihyo bukan Yoona yang jika berfoto dengan Donghae akan tampak seperti lukisan. Tampak lucu dan serasi.

Jihyo juga bukan BoA yang punya suara benar-benar merdu dan bahkan sangat pantas bersama Donghae.

Jadi Jihyo seharusnya…

“Melupakan Donghae.” Junsu meremas bahu Jihyo lembut saat gadis itu terduduk lemas dengan wajah pucat pasi. Jihyo menundukkan kepala, dan menangis. Sangat keras hingga Junsu harus memeluknya untuk menenangkan tangisan itu.

“Donghae… Dong…Dong—hiks, dia… dia…”

Jihyo meraba nisan di depannya. Lalu menatap Donghae yang berdiri di depannya sambil tersenyum lembut.

“Yo…” panggil Donghae pelan.

“Jangan panggil aku ‘Yo’!”

Donghae tak mengindahkan teriakan marah Jihyo. Ia menatap parau gadis di depannya. Matanya mulai berkaca-kaca. “Aku pergi ya…”

“Jangan pergi.”

“Yo…, aku harus pergi.” Donghae menarik napasnya pelan. “Sudah tujuh hari menemanimu disini Yo, sudah saatnya aku pergi.”

Jihyo menggeleng-geleng keras. Tangisannya semakin deras. Ia tak kuasa menahan semuanya dan terus saja berteriak-teriak. Junsu berusaha menenangkannya meski sedikit kebingungan melihat tingkah Jihyo yang tadi entah sedang berbicara dengan siapa.

“Yo, aku pergi ya…”

Donghae mengelus kepala Jihyo pelan. Dan lalu perlahan menghilang. Meninggalkan Jihyo yang tetap menangis di depan nisan miliknya, milik Donghae.

.

.

.

.

Tujuh hari yang lalu…

“Donghae kecelakaan!”

Junsu berteriak membangunkan Jihyo yang tengah terlelap di apartemen miliknya. Jihyo yang masih setengah mengantuk langsung terlonjak bangun dan berlari keluar apartemen menemui Junsu. Jihyo terkejut dan lebih terkejut lagi saat mengetahui bahwa Donghae kecelakaan ketika mau pergi ke apartemennya sebagai kejutan ulang tahun? Donghae bodoh!

Jihyo tahu ini adalah hari terburuknya, tepat di hari ulang tahunnya, Donghae kecelakaan dan tewas di tempat. Pihak kepolisian mengatakan bahwa Donghae mengendarai motor dengan kecepatan tinggi dan tidak melihat mobil yang melintas dari arah tikungan sebelah kanan. Motornya menabrak mobil dan sukses membuat tubuh Donghae terpelanting sejauh lima meter sebelum akhirnya kepalanya membentur aspal hingga mengalami pendarahan yang cukup parah.

“Donghae…” Jihyo merasa kepalanya pusing dan tubuhnya tidak bertenaga. Lalu semua tampak gelap.

.

.

.

.

“Jika Tuhan memberikan waktu tujuh hari untukmu, apa kamu akan menerimanya?” Donghae mendengar sebuah suara-suara pelan saat matanya terasa sangat lelah untuk terbuka. Donghae bingung dengan perasaaannya yang sangat hampa sekarang, seakan ia tengah hidup diantah berantah.

“Menerima apa?” Donghae mencoba mencari si sumber suara.

“Membahagiakannya. Hanya selama tujuh hari.”

“Maksudnya?”

“Bangunlah.”

“Bangun?”

“Bangunlah dan bahagiakan dia.”

Donghae tersentak. Perlahan dia bangung dan terbengong-bengong heran saat melihat motornya sudah hancur ditabrak mobil. Kebakaran terjadi di sekelilingnya dan suara sirene polisi dari kejauhan mulai terdengar. Donghae masih bingung apa yang terjadi, terlebih saat dilihat tubuhnya sendiri tengah terbaring di aspal!

“Ini ada apa?” Donghae merasakan ada sebuah getaran aneh di sekujur kulitnya. Pemandangan yang sangat absurd terbentang di depan Donghae. “Apa aku sudah…” Donghae menelan ludah berat, “mati?”

“Ada waktu tujuh hari untuk membahagiakan orang yang sangat anda inginkan untuk membahagiakan dia.”

Sebuah suara lagi-lagi menyergap pendengaran Donghae. Membuat pria itu melirik ke kanan dan kekiri mencari siapa yang tengah berbicara padanya.

“Maksudmu aku harus menemui Yo?” tebak Donghae.

.

.

“Aku percaya kamu, Donghae.” Jihyo menyambutnya di depan pintu apartemen saat Donghae tiba. “Tapi aku bingung…”

“Aku juga bingung.” Donghae menggaruk-garuk kepalanya. “Bukankah aku sudah mati, Yo?”

Jihyo mengangkat bahu. “Ya, sudah, masuk saja ke dalam dulu. Kau mau minum apa?” tawar Jihyo.

Donghae tersenyum. Merasa geli dengan Jihyo yang sama sekali tidak takut ia datangi. Hei hei, bukankah notabene Donghae adalah hantu? Dan sekarang gadis galak itu sepertinya tidak terkejut dengan kedatangannya ini.

Donghae duduk di sofa dan mengambil kertas. Mencoret-coretnya kertas itu menjadi daftar apa saja yang harus ia lakukan, dan terakhir… Donghae malah menulis puisi untuk Jihyo. Ck, Donghae memandangi puisi karyanya sambil tertawa.

Y…

Malaikatku dari surga.

Ketika sudah tepat tujuh hari kembali ke hadapanmu, aku ingin kamu tahu tentang surat ini

Y…

Y untuk Yo, untuk Jihyo yang ingin sekali aku jadikan dongsaengku. Semua suatu saat kamu akan memanggilku ‘oppa’. Kurasa itu kewajiban! ^^

Y…

Mungkin para bidadari sedih melihat aku mati dengan cara seperti ini, euh? Haha, sampai membiarkan aku ‘hidup kembali’ untuk menemanimu.

Atau ini karena para bidadari tahu betapa kesepiannya kau jika tanpa aku, Y?

Hahaha, Y… jangan pergi ya.

Jangan pergi dari hatiku.

Meski sekarang aku sudah pergi.

Tapi kamu harus tetap tinggal… di hatiku, Y…

Atau kalau tidak, aku bisa mati, untuk kedua kalinya.

“Ringkih…”

Donghae mendengar gumaman pelan dari Jihyo sebelum akhirnya mata gadis itu berpendar menatapnya. Donghae menyembunyikan surat yang ia buat di bawah sofa dan berpura-pura mencorat-coret kertas asal-asalan. Donghae tidak mau ketahuan tengah menulis surat berisi puisi itu.

“YA!! Kau sedang apa?!” bentak Jihyo dengan mata melotot saat Donghae malah memilih mencorat-coret kertas dengan tak menentu. Jihyo memutar tubuhnya dan menatap Donghae yang duduk di sofa, Jihyo menggeleng-geleng kepala kesal.

.

.

.

.

END

Halo Sophie disini

gimana ceritanya?? jangan protes yaa haha, ini cerita adalah request dari beberapa temen2ku yang minta aku bikinin ff ttg donghae. dan berhubung aku pengin bikin donghae tersiksa *??* jadilah kubuat FF ini. ini FF emang aku campur antara dua MV, Key of Heart sama In Heaven.
aslinya aku mau bikin Jihyo yang mati… tapi aku lebih suka bikin Donghae yang mati u.u *digetok fishy*

anyway typo bertebaran dan bahasanya amburadul. dan aku pake alur flashback , jadi maaf kalo agak bingungin hehe

mianhaeyo.

dikomen ya ayo dikomen, ntar biar aku sumpahin kalian nikah sama ikan mokpo xD

64 thoughts on “[FF/Oneshot/ S/ PG-17/Key of Heaven]

  1. baru aja menemukan FF ini. nggak nyangka ada FF sebagus ini🙂
    aku suka sekali. ceritanya bagus, alurnya aku suka meskipun awalnya sedikit bingung😛
    dan aku juga suka karena Donghae disiksa disini😛
    pokoknya FF ini baguuuuusss sekaliiiii😀

  2. baru baca ni ff , ketemu pas googling nyari ff yang di rekomendasiin… T.O.P banget thor, walaupun bacanya ‘sangat’ telat, tetep pengen banget ngasih tau author kalo ni ff paten banget, side storynya juga ngebuak kadang ketawa sendiri, senyum sendiri, dan endingnya nangis dengan sendirinya… paten banget deh, daebakk 🙂

  3. eonnie~~~
    sebenernya saya ga pengen jadi sider tapii~~ nggak bisa bilang banyak tentang ff eonnie…

    kenapa sekarang gilirannya abang ikan yang daper peran menyedihkan TT.TT
    ini back soundnya Y, In Heaven atau Key of Heart eonn? ._.

    fighting eon for next story~~~

  4. LAAAH YANG INI DIBACANYA MALAH BELAKANGAN HUAHAHAHAHA
    Ada untungnya sih baca yang ini belakangan, karena aku udah baca side story nya duluan aku jadinya udah ngerti sama ceritanya HAHAHAHA
    aku gak nangis baca yang ini._______. soalnya kan udah baca side story nya duluan hahahaha maaf ya eonn hehehe

  5. *gasengaja liat*
    *gamau jadi silent reader*
    .
    .
    .UWAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA……!!!!!!!!!!!!!
    Kenapa Donghae matiiiiii TT
    .
    .
    .
    oiya chingu, gambar” donghae itu tadi di mana ya?
    kok ada kecelakaannya gitu?

  6. *gasengaja liat*
    *gamau jadi silent reader*
    .
    .
    .UWAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA……!!!!!!!!!!!!!
    Kenapa Donghae matiiiiii TT
    .
    .
    .
    oiya chingu, gambar” donghae itu tadi di mana ya?
    kok ada kecelakaannya gitu?

  7. aq dah lyt vid trailer ff ni.br bc ff ny.nangs aq chingu.
    miris bgt donghae jihyo.
    huhu

    daebak
    ff sma vidny sma2 daebak

  8. tuh kan -_-
    sekalinya bikin romance pake angst lagi
    mana castnya mati
    hueee~ sop ini sedih banget kalo beneran kenyataan
    scene2 flashbacknya bikin angstnya makin kerasa
    daebak deh sop,
    keren!
    tapi entah mengapa aku masih merasa Y itu untuk Yoona #plakk
    hahaha😄

    • wuaaa ada reader baru, selamat datang ya di blog aku, ayo sering2 mampir
      oh ff si kunyuk? kekekek, itu ff autis bgt emang

      aku juga gara2 cerita ini suka ama donghae, kok jd sdih gtu ngebayangin nasibnya xD

  9. wah… saya kudu ati2 kalo nulis FF GD. #ada 1 FF GD yang aq bikin sengsara.😦

    Awalnya aq bingung ne gimana sih? #digetok sophie….
    tapi….. aq baru tahu setelah ending….
    ternyata alur flashback….
    itu bikin readers penasaran buat baca sampe ending. ahahahaha

    • IYA DONG HARUS HATI2
      EH TAPI G MASALAH SIH KALO BUAT KAMU
      MAU KM BIKIN GD SENGSARA PA GA DI FF BIKINANMU, TETP AJA KIKWANG SELALU AKU JADIKAN PIHAK TERSENGSARA~ HAHAHA

      *BUAG*

      IYA ALUR FLASHBACK DAN ENDINGNYA GALAU HAHAHA

  10. udah baca eonnn
    ikan mati u,u *hikss hiksss

    kalo inget mv key of heaven Boa, pengen nangis unniee

    liat picture yg trakhir unn, merinding akuu
    jangan sampe si ikan kaya gitu betulan dehhh, aminnn aminn

    Thanksss bangetttt yaaa unnie sophieeee,
    senang banget pas pertama unnie kasih tau kalo udah buattt :)))

    makasih banyaaak ya eonnn ^^

  11. DONGHAEE …
    akhirnyaa soppp .. lu bikin yang romance walopun akhirnya tragis ..

    kenapa milih jihyo?
    kepincut in heaven yah?
    hoaaaaa …

    ini keren campuran antar key of my heart ama in heaven ..
    yang ngebaca jadi bayangin adegan tiap adegan jadi kaya di mv ..
    soalnya aku uda nonton mvnyaaa

    akhirnyaa rada kurang greget nih sopp … overalll ini bagus koo alurnyaaa … sippp bangett

  12. OH GINI, AKHIRNYA KAMU BIKIN JUGA FF PEMBALASAN BUAT SUAMI SAYA YANG POLOS DAN TIDAK BERSALAH GARA-GARA SAYA MATIIN (??) SI JIDI KEMAREN YAKK??
    GITU YA SEKARANG?? GITU YAAA?? FINE!!! *TERIAK ALA SINETRON*

    Oke, oke, sekarang komen FF yang waras. pertama liat castnya Jihyo, aku langsung kepikiran junsu kalo gag joongki, kalo ga ya si gary (??) hahaha… ehhh, ternyata si ikan kesayanganku. Mana mati lagi akhirnya .__.
    aku udah pernah liat tuh MV semua sih ya, jadi aku bisa bayangin jelas gimana gambaran nih FF..
    jadi sedihh u,u
    untung amat ya si jihyo, malaikatnya baik banget yaa mau ngasih donghae waktu 7 hari buat ngebahagiain dia..
    eh, apa perasaanku aja ya, tapi pas end kayanya rada kurang greget gitu deh soph. kalo yang pas kecelakaan mah aku langsung bisa bayangin yang di MV Key Of heart, hiks. T.T
    btw, aku ngerti jalan ceritanya kok meski dibolak-balik kaya gitu, aku kan pinter (??) kaya kyu =P
    nice FF lah soph,
    sekian komen gaje dari saya, baibai😄

Just talking...

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s