[FF/Oneshot/ S/ G /Onew=”Love Like Oxygen?no… no… no… Love Like a CHICKEN!”]

Author  : Sophie Maya

Title       : Onew=”Love Like Oxygen?no… no… no… Love Like a CHICKEN!”

Cast       : Mia Narafa (OC), Onew SHINee, Minho SHINee

Support Cast: Taemin SHINee

Genre   : romance/ comedy/?

Rated    : G

Type      : straight

Summary             : Cerita cinta uri leader, Onew SHINee.

 

 

 

Disclaimer           : SHINee isnt MINE. But this story is MINE.

Warning               : do you hate the CAST? DONT READ, its simple. And one more, NO BASHING oke? Oh right, one more again I HATE SILENT READERS, so comment this story right? ^^

 

cek profil pemain disini

 

Hei.. mau kuberi tahu satu rahasia?

Cara membuat namja tertarik padamu! Berikanlah mereka bekal makanan yang sangat enak, tentu kau bisa membuatnya tersenyum dan ingin lebih mengenalmu~!

Onew Love Story: Love like oxygen? No, no, Love like a CHICKEN!

 

Ottokke…? Ottokke…? Ottokke…?

Mia meremas-remas kedua tangannya yang basah. Raut wajahnya benar-benar terlihat grogi. Beberapa kali diliriknya koridor Konkuk University sambil menghela napas berat.

“Hei, apa dia sudah datang?” bisik Taemin tepat ditelinga Mia. Taemin menggoyang-goyangkan rambut indahnya dan menatap Mia dengan puppy eyes miliknya.

“Aku nggak berani, Taem… takutt…” Mia mengkeret dibalik punggung Taemin. Membuat Taemin berdecak kesal.

“Dasar pabbo! Tinggal memberikan bekal yang kau buat semalaman saja padanya. Nanti kau pasti bisa dekat dengannya!” seru Taemin menyemangati.

“Takut… Choi Minho kan sangat terkenal dan juga tampan… ntar kalo dia nolak bekal buatanku gimana? Kau mau tanggung jawab?!” kata Mia.

“Ck, apa hubungannya terkenal, tampan, dan penolakan bekal?” Taemin terlihat nggak sabar. “Pokoknya nanti kalo Choi Minho lewat ke koridor ini, kau harus buru-buru menghampirinya dan memberikan bekal ini padanya. Kalo kau grogi, sambil tutup mata juga boleh.” Desak Taemin.

Mia mengangguk. Ditatapnya kotak makanan berwarna ungu ditangannya. Bekal ini dibuatnya penuh perasaan selama semalaman. Mia berharap Minho mau memakan bekal ini.

Mia sudah lama suka sama Minho. Suka,suka,suka, sukaaaa banget. Minho adalah namja tertampan se-universitas. Wajar aja kalo banyak yang suka sama Minho, termasuk Mia. Awalnya Mia ragu buat ngasih bekal ini ke Minho, tapi si Taemin, sahabat terbaiknya, selalu menyemangati Mia buat ngasih bekal ke Minho. Supaya Mia bisa lebih dekat dengan Minho.

“Dia datang, dia datang, dia datangg!!” seru Taemin bersemangat. *nih sebenarnya yang ngefans sama Minho itu Mia atau Taemin sih?*. Taemin menarik Mia untuk berjalan ke arah Minho. “Pergilah!” dorong Taemin sekuat tenaga.

Hah?! Mia menatap Minho yang berjalan di kejauhan. Mia ngerasa kayak lagi ada di pilem-pilem Korea gitu, kayak cewek yang lagi ketemu sama cowoknya dan diiringi soundtrak lagu Kuch Kuch Hota Hai *lhoh? Bukannya itu pilem India?*

Ya ampun… liat Minho… liat Minho… cakep banget kayak Wu Chun… *eh ini artis Korea atu Taiwan? Hahaha* Gaya jalannya Minho kayak Daniel Radcliffe *ya ampun Harry Potter dibawa-bawa*. Aishhh… Minho, kenapa kau keren sangat?!

Mendadak rasa nervous Mia kembali muncul. Tangannya yang memegang kotak makanan terlihat berkeringatan. Mia nggak berani buat ngasih bekal ini ke Minho!

“……Kalo kau grogi, sambil tutup mata juga boleh.”

Mia teringat kata-kata Taemin yang tadi diucapkan namja itu padanya. Yap, betul banget! Kalo grogi, tutup mata aja! Mia tinggal nyusulin si Minho, terus ngasih ini bekal dengan mata tertutup. Biar nggak ngelihat kegantengan Minho yang bisa bikin klepek-klepek itu. Beres kan?

Mia mengangguk pelan. Dengan penuh keberanian dia menutup matanya dan berjalan beberapa ke depan, sampai dirasanya ada seseorang yang menghalangi jalannya. Ini pasti Minho, pasti Minho sudah berjalan sampai ke depannya!

“AKU MENCINTAIMU! MAKANLAH BEKALKU INI!” teriak Mia gaje. Gubrak! Taemin yang ngintipin si Mia sampe mukul jidat saking takjubnya ngedenger kata-kata yang keluar dari mulut Mia. Tapi sesaat kemudian Taemin seakan menyadari sesuatu… sesuatu yang berbahaya… yang sampai saat ini belum disadari oleh yeoja pabbo bernama Mia itu. hahaha.

Mia merasakan kotak bekalnya diambil dan terdengar suara tutup kotak dibuka. KLEK.

“CHICKEN!!! AIGO!!! Kau benar-benar tahu kesukaanku!!” sebuah teriakan cempreng nan aneh nan nyaring memecahkan kegugupan Mia. Dengan segera yeoja itu membuka matanya dan terbelalak kaget melihat orang yang berdiri di depannya.

Ya, ampun… siapa orang ini!!! Kenapa malah dia yang mengambil kotak bekalnya Mia???

Mia mengedarkan pandangannya kesekeliling, mencari-cari sosok Minho. Aisshhh sial! Ternyata si Minho malah belok ke kanan tepat sebelum Mia menghampirinya. Hiks, sekarang si Minho sudah menghilang dari pandangan. Ahhh… buyarlah sudah harapan Mia untuk kenalan sama Minho… mana salah ngasih bekal ke orang yang nggak dikenalnya lagi!

“Kau bilang, tadi kau mencintaiku, bukan?” orang yang berdiri di depan Mia sibuk mengunyah ayam goreng. Weit, itu kan ayam yang seharusnya Mia berikan ke Minho! Mia memang bikin bekal nasi uduk (?) plus ayam goreng gitu. Tapi.. tapi… kenapa malah orang ini yang memakannya??

“Mianhae, tapi… aku tidak mencintaimu. Aku bahkan tidak mengenalmu.” Ringis Mia sambil menatap orang itu heran. Ya gimana nggak heran, ini nih lagi di koridor gitu lhooo… eh, malah dengan nyantainya makan ayam goreng! Masih dengan posisi berdiri lagi!

“Aku tahu kau pasti merasa malu.” Cengir namja di depan Mia itu. “Tapi kau tenang saja, aku menerima cintamu kok. Its okey. Tapi tiap hari jangan lupa bikinin aku bekal chicken lagi, ya! Ini sangat enak~!” namja itu mengetuk kepala Mia pelan. Lalu berjalan meninggalkan Mia yang udah terbengong-bengong heran.

What? Apa tadi? Nam… nam…namja itu… menerima cinta Mia?? Hei, Mia aja nggak kenal sama namja itu! waduh, kacau! Kacau! Tahu namanya aja nggak!

Hei!!! Apa ini artinya Mia sekarang udah pacaran dengan namja-yang-nggak-dikenalnya ituuu???

.

.

.

.

“Kau sih, Taemin! Menyuruhku memberikan bekal sambil menutup mataku! Aku malah salah ngasih orang! Aishhh…” Mia menarik-narik rambut keritingnya sampe kusut ngalahin benang kusut yang udah dikusut-kusutin *author nulis apa sihhh, gaje banget*

Taemin sibuk berdecak-decak heran. “Pabbo nya sahabatku satu ini. benar-benar pabbo. Tutup mata sih boleh, tapi ya di cek dulu kalo itu Minho atau bukan!” kata Taemin.

“Aishhh… sial! Sekarang aku malah pacaran sama orang yang bahkan aku gak tahu namanya! Kau harus bertanggung jawab, Taemin! Arghhhh!!!” Mia terlihat frustasi.

“Terus kau mau apa? Masa iya aku yang menggantikanmu pacaran dengan namja itu? hei, aku ini juga namja tauu!!” tolak Taemin mentah-mentah. Membuat Mia semakin frustasi dan berteriak-teriak seperti orang gila.

.

.

.

.

“Chagiya!!! Bagaimana bekal untukku hari ini?” teriakan cempreng seorang namja membuat Mia tersentak dan terbelalak ngeri.

Namja itu! Dia namja aneh yang kemarin dengan seenak jidatnya memakan ayam goreng buatan Mia! Dan… dan.. namja itu tadi memanggilnya ‘chagiya’?! arghhh!!!

“Kau, kau bagaimana bisa tahu kelasku di sini?” bisik Mia heran. Beberapa teman sekelasnya langsung menatap Mia ingin tahu. Biasa, mereka heran aja ngelihat ada namja yang bukan kelas ini tahu-tahu nyelonong masuk.

“ngg… ‘chicken insting’ yang memberitahuku.” Kata namja itu sambil tersenyum-senyum. “Lalu mana bekal untukku? Menunya chicken kan?” tanyanya bersemangat.

“Ne, ini… aku bikinin chicken soup…” Mia mengeluarkan kotak bekalnya yang langsung disambut tatapan berbinar-binar dari namja itu.

“Gomawo, Chagiiiiii!!!” serunya sambil memeluk Mia erat.

“Hei, lepaskan! Aduh,” Mia berusaha melepaskan pelukan namja itu. bisa mati entar dia dipeluk seerat itu.

Namja itu tersenyum-senyum sambil membuka kotak bekal Mia. Lalu menyantapnya penuh semangat. “Chagi, kau pintar membuat masakan.” Puji namja itu.

Mia tersenyum tipis. Ge-er juga sih ada yang muji makanannya. Jarang-jarang ini terjadi. Taemin aja biasanya selalu menghina masakannnya dengan penuh keikhlasan. Ckckck.

Mia sebenarnya pengin nanya siapa nama namja ini didepannya. Tapi rasanya nggak enak aja, masa… nggak tahu nama pacar kita sendiri?

Hahh… pacar ya? Mia jadi teringat Minho lagi. Hiks, seharusnya Mia sama Minho mungkin udah hidup bahagia selamanya di istana kerajaan *ngayal*. Tapi sayangnya hal itu kayaknya nggak bakal terjadi gara-gara kecerobohannya.

.

.

.

.

Sudah seminggu ini Mia nggak ngelihat namja aneh itu setor muka ke Mia *emang muka bisa disetor?*. Padahal biasanya namja itu selalu datang buat nyantap bekal yang udah Mia siapin. Terutama kalo bekalnya chicken! Namja itu kayaknya tergila-gila dengan chicken.

Sebenarnya Mia ngerasa hubungannya dengan si namja tanpa nama itu—Mia sampai saat ini belum tahu namanya—sedikit aneh. Yah, setelah ‘pernyataan cinta salah sasaran’ itu, Mia memang sepertinya pacaran sama namja aneh itu. Habisnya si namja aneh nerima pernyataan cinta Mia sih. Tapi uniknya Mia nggak pernah ngobrol terlalu banyak dengan si namja itu, atau jalan-jalan keluar gitu. Si namja itu cuma datang ke kelasnya Mia buat minta bekal Mia, habis itu udah… si namja itu pergi lagi deh. Gitu terus setiap hari. *emangnya Mia itu penjual makanan ya, masa datang cuma buat makan?*

Tapi entah mengapa hal itu malah ngebuat Mia rindu sama si namja itu sekarang. namja itu menghilang tanpa kabar, tanpa berita, tanpa pemberitahuan di koran-koran lokal, tanpa pengumuman orang hilang *apa hubungannya?!*. pokoknya namja itu raib entah kemana, kayak diculik sama genderuwo aja. dan itu bikin Mia kangen setengah hidup, setengah mati sama si namja. Tingkah konyol namja itu… mata berbinar-binar namja itu… sebutan ‘chagiya’ yang selalu diucapkan namja itu… semuanya bikin Mia pengin nyari keberadaan namja itu. Dimanakah kau????

“Wah, kurasa kau beneran jatuh cinta pada namja itu, Mia!” kata Taemin setelah Mia menceritakan perasaan yang dirasakannya sejak si namja ngilang. Taemin menatap Mia dengan tatapan paling jahil.

“Aniyo. Kau ngaco, Taemin! Mana mungkin aku bisa jatuh cinta pada namja yang tidak aku tahu siapa namanya itu! yang datang ke kelas cuma buat makan ayam. Dia namja paling aneh yang pernah kulihat!” cerocos Mia panjang lebar.

Taemin memasang seringai jahilnya. “Namja aneh… tapi kau menyukainya, bukan? Ayolah ngaku, Mia… cieee… chingu-ku ini akhirnya bisa jatuh cinta juggaaa!!” Taemin merangkul bahu Mia dan membuat Mia menjadi salah tingkah. “Haha, kalau kau benar menyukainya, segera cari dia. Atau mungkin kau tidak akan pernah bertemu lagi dengannya.” Kata Taemin.

Mia terdiam. “Hei, kenapa kau bisa bicara seperti itu? Namja itu… aku tidak tahu namanya, tidak tahu jurusan apa dia. Bagaimana bisa mencarinya di kampus seluas ini?”

“Ya, kau cari saja! Bukankah kau yeoja-chingu nya? Sudah sana cari namja itu sampai dapat!” Taemin mendorong paksa Mia keluar kelas.

“Hei, Taemin! aku—”

“Mungkin saja namja itu tidak akan muncul lagi dihadapanmu. Lihat, dia sudah seminggu menghilang. Mungkin dia akan menghilang untuk selama—”

“Kau jangan berbicara seperti itu, Taemin!” potong Mia cepat-cepat. ditatapnya Taemin dengan sedikit kesal. “Baiklah kalo kau memaksa, aku akan mencari namja itu! Aku nggak mau aja namja aneh itu melepas tanggung jawabnya dan hilang tanpa kabar kayak gini!” Mia akhirnya berjalan menyusuri sudut-sudut kampus untuk mencari namja aneh itu.

.

.

.

.

Ternyata nggak mudah nyari orang di kampus seluas ini. dari tadi Mia muter-muterin semua kelas, laboraturium, toilet, kantin, sampe gudang sekalipun, namja itu nggak juga ditemukannya. Kemana perginya namja itu?

Mia meregangkan ototnya yang mulai lelah. Kakinya terasa sakit gara-gara kebanyakan jalan dari tadi.

“Aishhh… siapa sih nama namja itu? coba kalo aku tahu, tentu aku bakal nanya langsung ke bagian Tata Usaha!” teriak Mia kesal. Mia nggak peduli murid-murid yang lagi jalan pada ngeliatin ke arahnya. Ah, sebodo tuing deh! Lagi sebel ini.

“Mianhae, kau terlihat kelelahan. Sebenarnya ada apa?” tiba-tiba terdengar suara namja di depannya. Mia menengadah dan terkesiap melihat Minho tengah berdiri di depannya sambil tersenyum manis.

“Ah… aku…” Mia menggaruk-garuk kepalanya. ya ampun, kenapa malah Minho yang ditemuinya? Minho datang di saat yang nggak tepat.

“Kamu mau minum?” tanya Minho sambil menyodorkan sebotol air mineral. “Kulihat kau sangat capek.”

“Oh, aniyo. Gomawo. Tapi aku tidak haus.” Mia membungkukkan badannya.

Minho tersenyum tipis. “Namaku Choi Minho. Boleh kenalan nggak? Nama kamu siapa?” tanya Minho sambil mengulurkan tangannya.

Mia tertegun. Ditatapnya Minho tak percaya. Hei, Minho mengajaknya kenalan! Ini sulit dipercaya! Padahal dulu Mia mati-matian buat bisa berhadap-hadapan kayak gini sama Minho. Ini aneh.

“Ah, namaku Mia Narafa. Kau bisa memanggilku Mia.” Mia tersenyum sangat manis. “Mianhae, Minho. Tapi kurasa aku harus pergi sekarang. aku sedang mencari seseorang.” Ujar Mia lagi.

“Oh, mencari temanmu?” tanya Minho tetap tersenyum.

Mia terdiam sesaat sebelum akhirnya menggelengkan kepalanya pelan. “Aniyo. Aku mencari namja-chinguku.”

“Kau sudah punya namja-chingu?” Minho terlihat kaget.

Mia mengangguk. “Ne. Dan sekarang aku sangat kangen padanya sehingga aku rela mencari-carinya sampe ngos-ngosan kayak gini.” Mia menunjukkan cengiran lebarnya. “Dahhh, Minho. Senang berkenalan denganmu.”

Mia membungkukkan badannya lalu berlari meninggalkan Minho. Kali ini dengan senyum kecil tersungging di bibirnya. Mia nggak nyangka bisa ngomong gitu di depan Minho, namja yang dia sukai dari dulu.

Ternyata setelah dicari-cari beberapa jam lamanya, Mia malah nemuin namja aneh itu berdiri di depan kelas Mia! Ckckck, mau ngapain tuh namja berdiri di situ?

“Hei, kau—” Mia baru saja hendak menepuk bahu namja itu saat tiba-tiba si namja malah menoleh ke arah Mia dan berseru gembira.

“Akhirnya kau kutemukan juga, Chagi! Ayo ikut aku!”

Tanpa Mia sempat berkata apa-apa, namja itu langsung menarik tangan Mia dan menyeretnya hingga ke lantai tiga, alias loteng. Aigo, namja ini mau ngapain Mia coba?

“Hei, kenapa kau menarik-narik tanganku?” Mia menarik tangannya hingga lepas dari tarikan namja itu. mia berjalan mundur ketakutan. Bingung kenapa namja ini narik dia sampai ke loteng. Apa Mia mau diculik terus dijadiin TKW di Amerika gitu?

Namja itu cuma tersenyum lebar sambil mengeluarkan sebuah kotak dari dalam tasnya.

“Hei, kenapa kau menghilang seminggu ini?! Begitu ketemu kau malah menarikku sampai ke sini! Mau kau apa sih!!” seru Mia dengan penuh emosi. Gimana nggak emosi? Namja ini berhasil membuatnya rindu setengah mati dengan tingkah anehnya! Membuatnya kangen sampe ingin teriak sekeras mungkin!

Hhh… ya, mungkin Taemin benar. MIA SEPERTINYA SUDAH MULAI MENYUKAI NAMJA INI.

Namja itu tidak menjawab pertanyaan Mia dan malah mengeluarkan seloyang cake strawberry dari dalam kotak dan menyodorkannya ke arah Mia. “Chagiya, kau tahu ini hari apa?” tanya sambil tersenyum sumringah.

Mia mengerucutkan bibirnya. Agak sebel gara-gara pertanyaannya dicuekin namja ini. tapi Mia berusaha tetap sabar, entah mengapa namja ini membuatnya bisa sesabar ini. “Ini hari… Kamis?” kata Mia pelan.

“Chagi… ini tepat sebulan kita jadian.” Namja itu tersenyum lembut. Lalu memotong cake starrawberry dengan pisau kecil dan memberikannya ke Mia. “Buat chagi-ku yang paling aku cinta. Jeongmal saranghae.”

Mia menatap ragu cake di depannya. Ada perasaan haru yang menyelimuti dadanya. Namja ini… dia ingat kapan mereka ‘jadian’. Padahal Mia bahkan udah lupa saking stresnya kenapa bisa pacaran sama namja ini. Hahahaha.

Mia merasa bersalah. Namja ini sangat baik dan benar-benar tulus. Tapi Mia bahkan nggak pernah nganggap mereka pacaran. Mia nggak pernah manggil namja ini ‘chagiya’. Mia bahkan sampai sekarang nggak tahu siapa nama namja ini.

“Mianhae.” Mia tiba-tiba membungkukkan badannya. “Aku rasa aku harus mengatakan sesuatu yang jujur padamu…” ujar Mia sambil menghela napas panjang. Dia harus menceritakan hal yang selama ini dia pendam. “Meskipun kita udah jadian sebulan… tapi jujur, aku… sebenarnya… sebenarnya waktu itu aku bukan mau menyatakan cinta padamu. Waktu itu aku ingin menyatakan cinta pada orang lain, tapi… aku salah orang. Mianhae. Aku benar-benar minta maaf. Bahkan setelah sebulan kita jadian inipun… aku belum tahu namamu.” Ujar Mia sambil menutup matanya. Takut si namja jadi marah padanya dan berniat menerjunkan Mia dari loteng ini.

Namja itu terdiam sebentar. Tapi kemudian malah tersenyum. “Aku juga tidak tahu namamu. Jujur, waktu kau menyatakan cinta, aku sempat kaget. Seorang yeoja yang tidak kukenal bilang ‘cinta’ padaku? Apa aku salah dengar? Tapi aku melihat kau membawa ayam goreng dan itu terasa lezat. Aku langsung jatuh cinta… pada ayam goreng buatanmu.” Ujar namja itu yang langsung membuat Mia menoleh bingung. “Hahaha, akhirnya aku bersedia jadi pacarmu. Dan semakin mencintai masakanmu dari hari ke hari. Tapi ada satu hal yang selalu lupa kutanyakan, siapa namamu sebenarnya? Lucu sekali selama sebulan ini kita jadian, tapi aku tidak mengetahui siapa namamu.” Namja itu tertawa terbahak-bahak.

“Mwo? Jadi kau juga tidak tahu siapa namaku?” tanya Mia bingung.

“Hahaha, iya.” Namja itu menatap Mia lembut. “Tapi lama-lama aku merasa benar-benar jatuh cinta padamu. Bukan cuma jatuh cinta pada masakanmu saja, tapi juga jatuh cinta pada chagi ku inii…”

“Kau ini apa sih.” Mia memalingkan wajahnya yang memerah malu.

“Kau adalah… ngg… yeoja-chingu pertama ku. Aku merasa kau benar-benar sangat cantik, bukan cuma wajah, tapi semua yang ada padamu sangat cantik. Makanya seminggu terakhir aku memikirkan cara untuk membuatmu merasa sangat istimewa. Aku menyiapkan cake ini…, mianhae, gara-gara itulah seminggu ini aku menghilang dari hadapanmu.” Ujar namja itu.

Mia tertegun. Merasa bahwa namja ini berkata tulus.

“Dan meskipun tadi kau bilang bahwa sebenarnya kau salah menyatakan cinta, tapi aku tidak akan menyerah! Aku benar-benar ingin menjadi namja-chingu mu. Jeongmal Saranghae…” namja itu tertunduk pelan. Wajahnya terlihat memerah karena salah tingkah. Hal itu membuat namja itu terlihat imut.

“Kurasa… kau harus berusaha keras untuk membuatku mencintaimu.” Tantang Mia.

“Aku pasti bisa kok.” Kata namja itu sambil mengedipkan matanya. “Hei, tapi kita kan udah jadian sebulan nih… masa kita nggak tahu nama pasangan masing-masing?”

“Mia Narafa. Kau bisa memanggilku Mia.”

“Lee Jin Ki. Tapi kau bisa memanggilku Onew.”

“Onew, haha, kita pasangan pabbo ya. Setelah satu bulan jadian, baru tahu nama masing-masing.” Gelak Mia. “Hei, kau tadi bilang… kau jatuh cinta padaku gara-gara ayam goreng? Jadi kau lebih dulu jatuh cinta sama ayam goreng ketimbang aku?” tanya Mia pura-pura marah.

“Hahaha. Aku itu cinta mati sama chicken. Love like a chicken.” Onew menunjukkan cengiran lebarnya.

“Tapi tadi kau bilang kau mencintaiku? Jadi yang benar yang mana? Kau cinta padaku atau pada ayam goreng?” repet Mia.

Onew menggaruk-garuk kepalanya bingung. “Itu pilihan yang sulit, Mia. Sungguh.”

“Grrr.. dasar kau, Onew!! Ya sudah, aku nggak mau jatuh cinta sama kamu deh.” Ledek Mia pura-pura mau pergi dari loteng.

“Eh, eh, jangan gitu dong, Mia. Pliss… ya ampun jangan ngambek ya, chagi? Pliss…”Onew berusaha menahan tangan Mia.

“Aniyo. Aku nggak mau lagi masakin ayam buat kamu!” seru Mia pura-pura marah. Onew langsung cemberut.

“Mia~ … aduh… jangan dong. Plis ya… jeongmal saranghae, Mia. Besok-besok masakin ayam lagi ya?” bujuk Onew.

“Ah… ogah ahhh…” Mia tertawa-tawa melihat ekspresi konyol Onew. Ya ampun nggak nyangka namja-chingu nya ini benar-benar lucu. Hahaha, Mia rasa dia benar-benar bisa menyukai Onew sepenuhnya. Dan buat Minho? Ngg… sori, Mia udah saranghae banget sama Onew! XDD

-THE END-

Hallo Sophie balik lagi, kali ini deng RE-POST FF. jadi ini bukan FF baru, ini adalah FF yang aku buat SATU TAHUN LALU, pas jaman2 aku baru kenal sama dunia fanfiction, hahaha,. mungkin minggu ini bakal ada beberapa FF yang aku RE-POST dari note facebookku, hitung2 buat para readers baru yang belum baca sekaligus buat reuni readers yang dulu dulu. hehehe. Mungkin masih pada bingung Mia Narafa itu siapa. Dia pure Original Character yang aku ciptain sendiri, yang sempat ngetrend *huek* gara-gara semua FF berbau SHINee buatanku perannya pake nama dia. haha

hope you like this FF

kalau mau baca versi note FB nya klik disini.

kamsahamnida

41 thoughts on “[FF/Oneshot/ S/ G /Onew=”Love Like Oxygen?no… no… no… Love Like a CHICKEN!”]

  1. onew… ini gimana ceritanya nggak tahu nama pacarnya kamu kok ya ‘pintar’ sekali -_-
    okelah selamat bercinta dengan chikinmu😀

  2. love like a chicken lol xD
    Dasar chicken dubu!! pikirannya ayam mulu..
    Haha lucuu cinta yg brawal dr seporsi ayam goreng(?) xD
    Bisa yaa sebulan pacaran tp g tau nama masing2 daebak xD

  3. ‘bisa-bisanya’ ya Onew pacaran tapi gga tau nama pacarnya. kkk
    si mia, lebih ‘bisa-bisanya’ lagi. masa main nutup mata trus langsung tembak, mestinya liat2 dulu.
    tapi pas bagian onew ngasih cake, suer itu manis bangetttttttttttt *gigitjari
    keseluruhan ceritanya gokil, unik dan…manisss.

  4. annyeong saya reader baru😀
    wah lucu nih ff nya un sopie ^^~judul ff nya lucu” yah hrs brp tahun nih br kelar baca smua #lebay😄
    hahahaha suka bgt lah daebak😀 ‘-‘)9

  5. ahaha pasangan yang koplak wkwkwkwk tapi romantis *ceilah
    daebak unn

    unn ff unn bagus bgus bgttt gmana ya jadi ada inspirasi ma pelajarannya tapi sayang ffnya sedikit😦
    perbanyak ya unn
    aku jadi readers dehhh

  6. Hahaha..😀
    Jadi cinta salah sasaran nih, untuk si Onew ga nolak..klo nolak, minho kagak dpt, onew juga kagak,, Ckck..

  7. ya ampun onew
    kau emang penggila ayam sejati
    nanti aq masakin deh ayam spesial buat onew q tercinta kkekekeke

  8. I LIKE THIS FF! *teriak pake toa*

    So far, ini FF comedy romantis yang bisa bikin saya ketawa sekaligus meleleh(?).
    Haaaa…ONEWWW!! Ending-nya so sweeeet…^^
    Bikin lagi yang kayak gini, ya, chingu. Main cast-nya Onew juga, ya, ya, ya…heheh ^^V

    • wuaaahhh seriusan? makasih makasih makasih buat pujiannya jadi malu aku XDDDD
      bikin yang main cast nya onew? wuaahh itu mah cukup banyak disini *sok tau* hahaa cek aja yang love like a chicken, one day with onew… itu bagus juga kok *promosi*

    • ah lupa, kamu lagi baca yang love like a chicken ya? hihihi, coba baca one day with onew dehhh xD mian mian, aku ga liat judul ff ini cobaa… lagi ngebut balas komen readers *author sok baik* hahaha xDDD

  9. ya ampun!😄
    ngakak bcny. It onew dmen amat ya ma ayam. Mia ampe d sma2.in ma ntu mkanan*kaya ipin ga si onew ntu#eh*
    huehehe ff ini suwer
    sukses ngbuat sya ngakak d tgah2 kegalauan*curcol#plak*
    oh ya. Annyeong reader baru mira imnida XDDD

  10. Ampun, eon.
    Onew nya REALLY SOMETHING..
    Something beudddzz..
    Intinya cintanya buat si ayam apa si Mia-yam?
    ehee..
    Masa ni FF lama??
    bagus lho eon.. berhasil bikin saia merasakan “sesuatu”..
    #entah apa sesuatu itu..
    XP

    • sesuatu banget kan yaaaa
      hahahaha
      entah lah dia galau sih
      dasar ayam! hihihi
      ini ff luaaammmaaa banget
      udah bertahun2 lalu dari taun 2009
      hihihi

      sesuatu
      susu campur es batu? hihihi

  11. annyeong,
    aku new reader ^^
    kyaaa, aku ska bgt ff.a apalagi klo cast.a abang onyu. srg” buat ff yang cast.a onyu yaaah..
    gomawo…

  12. Gokiiiilllllllll….ada-ada aja noh si Mia….😀😀 Dubu emang gak bisa jauh-jauh dari ayam…lama-lama aku khawatir dia lebih mentingin ternak ayamnya daripada istrinya kalo dia jadi appa nanti..😀

    • annyeong tea,
      wuahhh new reader
      happy join di sini ya

      sering-sering aja main ke sini nggak apa-apa🙂
      hmmm onew biased? aku taemin biased lhoo

      hihihihihi iya ini ff jaman kapan nih udah lama banget, kamsahamnida udah baca ya.

Just talking...

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s