[FF/chapter/S/PG-19/난 너뿐이라고: Cast, Part 1]

[FF/Continued/ S/ PG-19/ Nan neopponirago : cast, part 1]

Author  : Sophie Maya

Title       : Nan neopponirago

Cast       : Lee Hongki FT.Island, Mir Mblaq, Lizzy After School.

Support cast: Lee Joon Mblaq, Heechul Super Junior, Nana After School, Sunny SNSD etc.

Genre   : romance/?

Rated    : PG-19

Type      : straight

Summary             : Jika aku bilang ini hanya karena kamu, apa kamu merasa senang? Bahkan kamu dan dia… sama, tapi tetap saja punya hati yang jauh berbeda!

Disclaimer          : FT. Island, Mblaq, After School isn’t mine, but this plot is MINE. This story 100% just imagination! No copas!

Warning               : do you hate the CAST? DONT READ, its simple. And one more, NO BASHING oke? And last, i really hate silent readers! So, dont be silent!

Nan neopponirago

Anda tahu saya adalah gadis bodoh

Yang akan berusaha tersenyum dengan wajah sedih

Anda tidak akan pernah menyadari mata saya menari-nari dengan tarian kaku

Ingin agar anda melihat saya lebih lekat

Ingin anda tahu, saya lelah, lelah, benar-benar lelah

.

.

Anda kemana saja?

Nan neopponirago

Saya benci dengan anda!

Karena anda datang lagi, membawa seseorang, yang membuat saya kembali mengingat anda

Anda jahat!

Dan karena anda, saya akan melakukan apa saja untuk anda

…. neorago

nan neopponirago.

.

.

.

.

ïïï

Cast:

1. Lizzy After School as Lizzy.

Lizzy yang kini kuliah semester dua di salah satu universitas di Seoul. Dulunya penggila fotografi, kalau sekarang entahlah. Karena sebuah kejadian di SMA nya dulu, gadis ini bahkan membenci kamera. Membenci fotografi, dan membenci apapun yang berkaitan dengan masa SMA nya.

2. Mir Mblaq as Mir Mblaq

Salah satu member boyband terkenal, Mblaq. Selama tiga tahun terakhir sejak kelulusan SMA nya, Mir hampir tidak pernah muncul di Korea karena sibuk promosi Mblaq yang tengah naik daun. Mir adalah kakak kelas Lizzy semasa SMA dulu, yang setelah lulus sama sekali tidak pernah mengontak gadis itu. Hingga karena sebuah alasan yang sangat penting, Mir kembali untuk menemui Lizzy.

3. Hongki FT.Island as Hongki

Saudara kembar Mir yang awalnya tinggal di Jepang, kuliah di salah satu universitas di sana. Tapi karena suatu alasan, sekarang dia harus berada di Korea.

4. Lee Joon Mblaq and another member mblaq

Lee Joon adalah sahabat dekat Mir, sempat tidak menyukai Lizzy karena selama promosi Mblaq, satu-satunya alasan Mir untuk cepat kembali pulang ke Korea adalah gadis itu.

5. Heechul Super Junior as Heechul

Sahabat dekat Hongki sejak SD. Semua sifat angkuh dan menyebalkan milik Heechul persis sama dengan Hongki. Heechul sempat heran kenapa Hongki bisa kenal dengan Lizzy, yang sama sekali belum pernah ditemui sebelumnya. Bahkan Heechul pun baru tahu kalau Hongki punya saudara kembar. Semasa mereka berteman, Hongki tidak pernah memberitahu bahwa Hongki punya saudara.

6. Nana After School

Salah satu penyebab Lizzy membenci masa SMA nya. Nana adalah orang yang sangat disukai Mir saat mereka masih bergabung di redaksi sekolah, ‘Kacamata’. Nana sekelas dengan Mir.

7. Sunny SNSD as Sunny

Teman sekelas Lizzy di kuliah, sahabat dekatnya, sekaligus satu apartemen dengan Lizzy. Sunny sangat mengagumi Mblaq dan terkejut mengetahui Lizzy mempunyai hubungan dekat dengan salah satu membernya.

.

.

.

.

ïïï

Part 1

Mir memegang tanganku erat saat berjalan menyusuri koridor rumah sakit. Raut wajahnya terlihat cemas dan sedikit lega. Langkah kakinya lebar-lebar membuatku setengah berlari untuk tetap mensejajari langkah Mir. Matanya menjelajahi satu persatu plakat kayu yang tertempel di pintu hingga akhirnya berhenti di sebuah ruangan paling pojok dengan ukuran yang cukup besar.

“Kita sampai.” Mir tersenyum. Ia menoleh padaku dan menepuk pipiku. “Ingat tadi apa yang aku bilang?”

“He-eh.” Aku mengangguk pelan. Rasanya kikuk diperlakukan seperti ini oleh Mir.

“Bagus,” Mir semakin tersenyum. Perlahan dibuka kenop pintu di depannya dan menyuruhku masuk.

“Oppa bagaimana?” tanyaku canggung.

Mir menggeleng. “Aku tunggu diluar.”

Aku kembali mengangguk.

“Ah, Lizzy,” panggil Mir dengan nada berbisik. Aku menoleh. “terimakasih atas bantuanmu.”

Aku tersenyum. Terpaksa tersenyum. “Aku takut, Oppa.”

“Tidak apa-apa.” Mir mengacungkan jempolnya lalu menutup pintu itu rapat.

Setelah yakin Mir benar-benar pergi, aku membalikkan badan. Bau khas obat-obatan santer tercium di hidungku, salah satu faktornya adalah AC yang berhembus cukup kencang melebihi batas dingin AC kebanyakan. Aku mengusap-usap kedua tanganku dan berjalan meyusuri koridor kecil yang berakhir pada ruangan besar diujung sana. Seorang dokter tampak berjalan ke arahku sambil membawa catatan kecil dan nampan kayu ditangan.

“Anda Lizzy?” tanya dokter itu tak percaya. Ada raut senang di wajahnya.

“Ah, iya…” aku membungkuk hormat.

“Saya tidak menyangka anda akan datang. Terima kasih.” Dokter itu tersenyum ramah. Disodorkan nampan kayu ditangannya padaku. “Dia adalah pasien yang bandel, dia bilang, dia tidak akan makan obat sebelum Lizzy datang. Dia bahkan tadi berontak melepas infusnya, membuat kalang kabut suster-suster di sini. Saya lama-lama frustasi menghadapinya. Harap anda membujuknya.”

Aku menerima nampan itu lalu mengangguk pelan.

“Tentu akan sangat merepotkanmu harus berpura-pura seperti ini. Tapi cuma ini jalan terbaik, maaf ya Nona Lizzy. Oh, dan jangan lupa tugasmu. Sudah diberitahu oleh Mir kan?” tanya dokter itu.

“Sudah, Mir Oppa sudah memberitahu semuanya.”

Dokter itu menepuk bahuku akrab. “Kita minta bantuanmu, Nona Lizzy. Kita semua berharap semua saudara kembar Mir itu bisa cepat sembuh. Sehingga anda tidak perlu berpura-pura melakukan hal ini lagi.”

“Ne, seonsangnim. Serahkan semua pada saya. Saya akan berusaha… mengembalikan ingatannya.” Aku tersenyum dan mempersilahkan dokter itu pergi, tapi seakan ingat sesuatu, aku tiba-tiba membalikkan badan. “Dokter, maaf…”

“Iya?” dokter yang tadinya hendak membuka kenop pintu langsung menoleh ke arahku.

“Anda bilang saudara kembar Mir Oppa … bandel?” aku mendadak tercekat.

“Yahh.. dia sangat tidak bisa diatur.” Dokter mengedikkan bahu. “Tapi kuharap kau bisa mengaturnya.”

Klek. Dokter itu membuka kenop dan menghilang dari balik pintu. Bagus. Meninggalkanku yang mulai ketakutan mendengar ucapan sang dokter tadi.

Bandel?

Susah diatur?

Aku belum mendengar yang satu ini dari Mir. Sebandel apakah kembarannya Mir itu? Mengingat Mir adalah sunbae yang cukup taat aturan sewaktu SMA, sama sekali tidak terlintas dibenakku membayangkan ada seseorang yang mirip dengan Mir dan melakukan hal-hal yang menyimpang.

Langkahku terhenti sesaat. Antara ragu untuk melanjutkannya. Nanti di akhir koridor ini, aku akan bertemu dengan seseorang yang sama sekali tak kukenal, yang harus kuakui bahwa aku mengenalnya. Hal yang sulit.

“Siap-siap saja, Lizzy…” gumamku menyemangati diri sendiri. Aku menghela napas sebentar. Mengingat kembali percakapan dengan Mir beberapa waktu lalu. Percakapan yang membuat segalanya serba aneh sekarang.

.

.

“Lizzy…, kau bisa membantuku tidak? Aku benar-benar membutuhkanmu saat ini.”

Mir membantuku merapikan tas dan membopohnya. Tasku itu cukup berat. Jadi wajar saja Mir terlihat kaget begitu meletakkan tasku di punggungnya. Wajahnya pucat sesaat, memandangku dengan tatapan merana, tapi sedetik kemudian pandangannya kembali melembut. “Ah… anak kuliah bawaannya macam-macam euhhh?” candanya sambil mengacak-acak poniku hingga berantakan. Aku mendengus. Cukup susah mengatur poni ini dan dia dengan seenak jidat mengacak-acaknya.

“Kau sepertinya menemuiku hanya agar aku membantumu, Oppa.” Sahutku sinis. Aku masih belum bisa bersikap lembut padanya seperti tiga tahun lalu. Melihat kedatangan Mir secara tiba-tiba ke kampusku, itu hal yang sangat aneh. Mengingat Mblaq sedang dalam jadwal promosi ke negara-negara tetangga. Jadi pertanyaannya, buat apa Mir ke sini? Menemuiku? Sepertinya sangat berharap aku akan membantunya bukan?

Mir menunjukkan cengirannya. Dia menjawab dengan santai, “saudaraku kecelakaan.”

“EH? Kecelakaan?” aku kaget. Tapi lebih kaget lagi melihat ekspresi Mir yang begitu santai.

“Iya.” Mir mengangguk. “Dan dia amnesia.”

“EH? Amnesia?!” aku semakin kaget. Dan kalian tahu? Ekspresi wajah Mir seribu kali lipat membuatku jauh lebih kaget. Mir tetap saja tersenyum dengan manisnya, seakan-akan bukan baru menceritakan berita kecelakaan, melainkan berita pemenang undian.

Mir memimpinku berjalan meninggalkan kampus. Aku menurut. Kampus sudah sepi, jadi tidak ada yang akan menyadari seorang Mir Mblaq ke kampus dan membopoh tas gede milik seorang mahasiswi di punggungnya. Aku berusaha menjaga jarak dengan Mir. Membiarkan namja itu berjalan beberapa langkah di depanku.

“Iya. Dan saudaraku itu melupakan semua hal. Dia lupa siapa dirinya, apa yang dulu sempat dilakukannya. Semuanya, dia melupakan semuanya.” Cerita Mir.

“Tunggu Oppa. Kukira kau anak tunggal. Ternyata kau punya saudara?” tanyaku baru tahu. “Saudara sepupu atau—?”

“Saudara kandung tentunya, Lizzy!”

Kami sudah sampai diparkiran. Mir memasukkan tasku ke dalam mobil van miliknya, eum.. mungkin bukan miliknya, tapi milik mblaq. Mata Mir mengkodekan agar aku masuk ke dalam mobilnya itu.

“Lantas apa hubungannya denganku? Aku bukan mahasiswi fakultas kedokteran! Aku tidak bisa merawat siapapun!” seruku.

Mir tersenyum hangat. “Aku tidak minta kau merawatnya. Aku minta kau mengembalikan ingatannya.”

Aku mengernyit. “Bagaimana caranya?”

Mir menyerahkan sebuah buku padaku. “Ini biodata saudaraku. Catatan pendidikannya, riwayat prestasinya, daftar teman-temannya, hobi, kebiasannya, dan lain-lain. Ini bisa kau jadikan panduan untuk mengembalikan ingatannya. Dia amnesia sekarang, semua hal dia lupakan. Dan yang anehnya, dia hanya mengingat kau saja, Lizzy.”

Aku membaca buku kecil ditanganku sekilas. “Bagaimana bisa dia hanya mengingatku saja tapi tidak mengingat Oppa?” tanyaku.

Mir menarik napas panjang. Menyuruh sopir menjalankan mobil. Lalu kembali menatapku lekat. “Kau tahu album foto yang pernah kau berikan padaku tiga tahun lalu?”

Deg.

Album foto… tiga tahun lalu?

“Album foto hadiah ulang tahun darimu untukku. Yang kau bilang album itu wajib aku isi dengan kenangan kita bersama Majalah Kacamata? Ingat?” Mir menyadarkanku tentang ingatan tiga tahun lalu saat hari dimana aku memberikan album foto murahan karena bingung mau kasih apa dihari ulang tahunnya.

Album foto berwarna cokelat tua degan aroma kayu manis di bagian sampulnya. Sebagai bahan candaan, aku katakan pada Mir untuk wajib mengisinya dengan kenangan kita bedua bersama redaksi Majalah Kacamata, yang saat itu tengah naik daun.

Lucunya Mir menganggap itu serius, setiap hari ada-ada saja foto yang dicetaknya untuk dipajang di album itu. Serta membuat keterangan kecil dibawah foto hingga dia dengan bangganya menunjukkannya padaku.

Huhhh kenangan yang ingin kulupakan itu malah datang lagi kan?? Sekarang siapa yang harus kusalahkan? Susah payah melupakan hal itu, Mir malah mengingatkannya lagi.

“Aku ingat.” Jawabku pendek.

“Ya, saudaraku itu melihat album kita dan berpikir bahwa semua foto yang ada di album itu adalah kenangannya. Foto-fotoku yang terpajang di situ adalah foto dirinya, dan dia…” Mir mengambil jeda beberapa saat. Menatapku yang mulai bingung dengan arah ucapannya. “…dia pikir kau adalah pacarnya, Lizzy.”

“APA?!”

Kaget. Aku benar-benar terlonjak kaget. Badanku sampai meloncat dari jok mobil. Kutatap Mir setajam mungkin, memastikan aku salah dengar. Mungkin aku sedikit berlebihan, tapi aku memang sangat terkejut! Mir pasti bercanda.

“Kok bisa gitu sih? Absurd.” Desisku tak percaya.

Mir menundukkan kepala. Ia menepuk kepalaku pelan. “Iya…soalnya fotoku yang ada di album itu memang mirip sama dia sih. Dan kebanyakan foto di album itu juga bareng-bareng sama kamu kan, Lizzy…”

Aku menggeleng. Mengingkari kebingungan yang merambat di otakku. “Tapi ini aneh, kok bisa dia nyangka kalau dia itu kamu? Ihh… amnesianya kok aneh??”

“Dia saudara kembarku.” Sambar Mir cepat.

Aku terlongo. Mulutku ternganga lebar. Menciptakan ekspresi bodoh yang kentara sekali. Heeehhh? Saudara kembar??

Sejak kapan Mir punya saudara kembar—dan aku tidak mengetahuinya sama sekali?!

“Wajah kita sangat mirip. Dan sialnya dia melihat album fotoku. Dan sekarang mengira kau adalah pacarnya yang pergi meninggalkannya. Dia bilang dia tidak akan mau terapi jika kau tidak datang menemuinya. Dia bilang kau harus datang untuk menjelaskan semuanya, kenapa kau pergi dari hadapannya.”

Cerita Mir membuat kepalaku berputar cepat. Aku pusing. Bingung. Otakku tidak bisa diajak bekerja sama mengartikan semua ucapan Mir. Pacar? Haha, pacar saudara kembarnya Mir? Bahkan aku pun belum pernah bertemu dengan saudara kembarnya itu. Jikapun mereka kembar alias punya wajah mirip, aku tetap tidak kenal dengannya. Hah, lelucon macam apa ini.

“Kau bercanda, Oppa! Aku pergi saja. Turunkan aku sekarang!” teriakku pada sopir di depan. Aku meraih kenop pintu mobil dan membukanya secara paksa.

“Jangan, jangan, Lizzy, kumohon!” Mir buru-buru menarik tanganku. Dan lalu menenggelamkanku dalam pelukannya. Sangat erat.

Deg.

Lagi.

Mir sangat jahat. Sudah berapa kali dalam hari ini dia membuat jantungku hampir copot dengan tingkahnya?

“Aku merasa bersalah pada saudaraku itu…” bisiknya pelan. Masih tetap memelukku.

“Kau tampak tak merasa bersalah.” Ujarku dingin.

“Apa aku harus menangis untuk menunjukkan rasa bersalahku? Aku bukan orang yang cengeng, Lizzy. Kau seperti tak mengenalku saja…” Mir berkata lirih.

Aku terdiam

‘Kau seperti tak mengenalku saja…’. Kata-kata itu begitu menusuk di dadaku. Membuatku kembali berputar-putar antara trauma masa laluku selama tiga tahun lalu dan sosok Mir yang tengah mendekapku erat. Semuanya terasa menyesakkan.

Aku menghela napas. “Lantas… siapa nama saudara kembarmu itu?”

.

.

Hongki.

Itukah namja yang merupakan saudara kembarnya Mir? Aku kembali menghentikan langkahku saat menemukan sebuah ranjang besar terpajang di ujung koridor yang ternyata menyambung ke ruangan yang besar. Seorang namja duduk di atas ranjang itu dengan posisi membelakangiku. Dia tengah menatap jendela besar diluar. Sebelah kakinya terangkat ke atas kasur dan ditekuk lalu dijadikan penopang tangannya. Sosok itu jauh terlihat lebih kurus dibanding Mir. Rambutnya berwarna hitam pekat dan sedikit bergelombang, beda dengan rambut Mir yang lurus.

Ya ampun, kenapa aku jadi membanding-bandingkannya dengan Mir?!

Aku masih belum bisa melihat wajah namja itu karena posisinya yang membelakangiku. Tapi aku yakin, inilah namja yang bernama Hongki, saudara kembarnya Mir. Saudara kembarnya yang amnesia akibat kecelakaan mobil beberapa bulan lalu dan sempat koma berminggu-minggu lamanya sebelum akhirnya tersadar dalam keadaan tidak ingat apa-apa. Itulah kronologis yang diceritakan Mir mengenai kecelakaan yang menimpa saudaranya itu. Awalnya keluarga Mir sudah pasrah dengan nasib Hongki, karena kecelakaan itu hampir mematahkan hampir semua tulang rusuknya. Membuat pendarahan yang cukup banyak dikepalanya. Dan tangannya yang masih harus di gips.

Wajar saja, kata Mir sendiri kecelakaan itu terjadi antara mobilnya Hongki dengan truk besar. Sebuah truk dengan kecepatan tinggi datang dari arah berlawanan dan hendak menyalib kendaraan didepannya, sayang sopir truk tidak melihat ada mobil Hongki dari arah depan. Alhasil tabrakan terjadi. Dengan sangat parah. Bahkan mobilnya Hongki dikabarkan sempat berputar-putar di tengah jalan sebelum akhirnya menabrak pembatas jalan dan hampir jatuh ke jurang. Tuhan sepertinya sangat menyayangi namja bernama Hongki ini sehingga dia diizinkan untuk tetap hidup.

Jika dilihat sekarang, Hongki tidak tampak seperti seorang pasien. Ya mana ada sih pasien duduknya seenak jidat gitu? Seperti orang yang sedang duduk di warung pinggir jalan saja.

“Kau Lizzy?!” tahu-tahu namja itu membalikkan wajahnya dan menatapku tajam.

Deg

Mirip. Sangat mirip dengan Mir. Tapi Mir versi diperban sana-sini dengan wajah yang penuh memar. Cuma saja matanya tetap menyiratkan bahwa namja ini memang saudara kembarnya Mir. Mata yang jernih dan hitam pekat.

“Hei, bodoh! Aku sudah tahu kau datang dari tadi. Tapi kenapa kau tidak menghadapku? Kau merasa bersalah meninggalkanku lama-lama hah? Ck, dasar bodoh!” cerocos namja itu galak.

Aku membulatkan mata. Kaget mendapat pertanyaan dan ocehan seperti itu.

“Mau apa lagi? Ambilkan aku pisang, aku lapar! Lizzy, cepat!!!” namja itu geram melihatku masih berdiri terpaku di belakangnya.

“Ah, iyaa.. iya…” aku buru-buru menghampirinya. Mencari buah pisang di meja kecil yang terletak di samping ranjang. Lalu menyerahkannya pada namja itu. “Ini…”

Namja itu mengambil pisang di tanganku dengan cuek. Lalu membuka kulitnya. Memakannya penuh lahap. “Kau ehmm… lama sekali datang…ehmm…nyam… kau ingin membuatku mati kelaparan heh?” tanya namja itu disela-sela makannya.

“Ah, maaf. Aku lagi sibuk soalnya.” Kuputar bola mataku. Berusaha mengarang cerita selogis mungkin. “Eum… maaf…,” aku menggaruk kepalaku yang tidak gatal. “Namamu Hongki kan?” tanyaku memastikan. Yah hanya memastikan saja. Meski aku tahu betul namja ini tentu bernama Hongki. Wajahnya saja mirip dengan Mir. Tapi ya sudah kubilang, aku ingin memastikan. Rasanya masih tak percaya saja ada namja lain yang mempunyai wajah sama dengan Mir.

“YA! Kau ini pacaran denganku sudah berapa tahun!!” namja itu berteriak dengan mulut penuh pisang. Dia memelototkan matanya lebar. “Kau keterlaluan, Lizzy! Jangan-jangan kau selingkuh ya sama pria lain selama aku koma, hah?!”

Aku menahan napas sekuat mungkin. “Aku nggak mungkin selingkuh…” ujarku pelan. Mana mungkin aku selingkuh, bahkan aku saja bukan pacarnya!

“Baguslah!” namja bernama Hongki itu mengangguk-angguk dengan gaya angkuh. “Awas kau kalau ketahuan selingkuh, kau bisa menyesal seumur hidup!”

“pffft…” aku menutup bibirku. Menahan tawa yang hampir saja meledak keluar. Namja ini benar-benar aneh. Cara berbicaranya, cara makannya, cara matanya menatap, semuanya sangat berbeda dengan Mir.

“Kau sudah melakukan kesalahan terbesar dengan tidak mengunjungiku selama aku sakit!” cerocos Hongki lagi, dengan galak.

Aku mengangguk. Kurendahkan kepalaku hingga mataku menatap tepat di manik matanya yang hitam pekat itu. Hongki menatapku galak. Ck, namja ini memang sangat berbeda dengan Mir yang ramah. Dia sangat tidak ramah.

“Kenapa kau memandangiku seperti itu?!” bentaknya sadis.

Aku mengacuhkannya. Perlahan tanganku mengusap bibirnya sedikit. “Kau ini sudah besar, tapi makan pisang saja sampai belepotan.” Ujarku geli. Hongki terdiam. “Sini, mana sampah kulit pisangnya?” tanyaku hendak mengambil kulit pisang yang masih dipegang Hongki.

Saat aku mengambil kulit pisang itu, Hongki menahan tanganku. Ditatapnya wajahku lekat-lekat. “Kau janji tidak akan meninggalkanku kan, Lizzy? Kau tahu, cuma kau yang aku punya…” ucapnya dengan lirih.

Aku terdiam. Perasaanku luluh mendengar ucapannya.

Hongki tersenyum lebar. Bukan senyuman yang mirip dengan senyuman hangat milik Mir memang, tapi senyuman penuh kegembiraan yang ingin ditahan tapi tetap saja terlihat meluap-luap. Senyuman yang menyenangkan.

“Lizzy bodoh! Weekkk….” tahu-tahu Hongki menjulurkan lidahnya dan menjitak kepalaku pelan. “Ya, kau digituin saja sudah terharu. Hahaha, aku bakat akting rupanya. Hhh… Hongki, Hongki, seharusnya kau jadi artis saja! Hahaha.” Hongki tertawa-tawa keras. Namja itu sekarang sibuk memuji-muji dirinya sendiri.

“Hei, jadi tadi kau berkata bohong? Sialan…” sungutku kesal. Dasar namja aneh. Tingkah lakunya kekanak-kanakkan sekali. Padahal tadi aku sudah sempat terharu mendengar perkataannya. Grrr.

“Siapa yang bohong? Yang itu aku jujur kok, dasar bodoh! Kau ini tidak mengerti saja!” lagi-lagi Hongki mengataiku bodoh. Aku menahan napas. Ingin rasanya melempar Hongki ke jurang nista agar namja ini tidak tertawa dengan gaya menyebalkan seperti itu. Bahkan dia saja sudah berani mengataiku bodoh, aku dan dia baru pertama kali bertemu hei! Sungguh seenaknya sendiri mengatai-ngatai orang.

Dan kalian tahu apa kesimpulanku terhadap Hongki saat pertama kali bertemu? Hongki merupakan namja berkepribadian aneh, sulit ditebak, dan menyebalkan. Dia bisa berubah jadi galak, pendiam, menyenangkan, dan mengesalkan disaat bersamaan. Kepribadian yang absurd sekali bukan? Kurasa golongan darahnya AB, karena hanya orang-orang AB saja yang absurd seperti dia.

.

.

.

.

“Bagaimana pertemuanmu dengan Hongki tadi?”

Malam ini Mir mengajakku makan diluar. Dia merasa berterima kasih karena setidaknya seharian ini aku sudah membantunya menemani Hongki di rumah sakit. Dan setidaknya, Hongki menjadi sedikit lebih patuh pada dokter dan suster yang berkunjung.

“Dia sudah minum obat, makan yang banyak, dan istirahat yang teratur.” Jawabku sekenanya.

“Hahaaha.” Mir tertawa renyah. “Bukan itu maksudku, Lizzy.”

“Lantas?” aku mengunyah sepotong sandwich dengan lahap.

“Ngg…” Mir memutar bola matanya. “bagaimana dengan Hongki? Apa dia memperlakukanmu dengan baik?”

“Dia memperlakukanku dengan tingkahnya yang absurd.” Ujarku lagi.

Mir kembali tertawa. “Kamu itu sudah besar, tapi makan sandwich aja masih belepotan…” tangan Mir perlahan mengelap bibirku seraya tersenyum hangat.

Deg.

Sial, lagi.

Membuat jantung berhenti berdetak lagi.

“Ya begitulah…” aku buru-buru mengambil tissue dan mengelap bibirku.

“Kuharap kau membaca biodata Hongki secara seksama dan berusaha mengingatkannya kembali siapa dia sebenarnya. Karena kau tahu, dia sama sekali tidak mau didekati oleh siapapun kecuali kau.” Ujar Mir. Aku mengangguk mengerti. Wajar saja, Hongki kan sedang amnesia.

“Jadi kuharap aku bisa… nggg…” Mir menghentikan ucapannya. Ia mendadak terlihat salah tingkah. “Aku bisa meminta nomor handphone mu? Ah, ini bukan apa-apa sekedar untuk memantau kondisimu dan Hongki. Eng, nomor lamamu sudah diganti kan? Aku tidak bisa menghubungi kau lagi, dan engg…” Mir berbicara tersendat-sendat. “…kalau tidak boleh juga tidak apa-apa sih.” Sambungnya cepat saat melihat ekspresiku yang datar.

“Oppa…” panggilku pelan.

“Eh, iya?”

Aku tersenyum miris. Neo neopponirago, Oppa. Kau membuatku melakukan segalanya untukmu. Ini menyebalkan.

“Nih, nomor hapeku, Oppa. Dicatat ya…”

Oppa, aku benci ini. Sudah tiga tahun ini aku berusaha melupakanmu, tapi kenapa kau datang lagi dan membuat semuanya kacau? Lagi-lagi, seperti tiga tahun lalu, aku kembali memikirkanmu. Benar-benar mengesalkan.

Oppa, apa Tuhan melarangku untuk melupakanmu kah?

 

-to be continued-

annyeong Sophie Maya balik lagi!! kali ini masih sambungan ceritanya neorago yaaaa, hihi. ini rasanya baru kedua kalinya aku bikin cerita pure romance, hahaha. masih agak canggung , jadi kumohon kritikan dan komen dari kalian. kamsahamnida. ^^

29 thoughts on “[FF/chapter/S/PG-19/난 너뿐이라고: Cast, Part 1]

  1. Yaampun si hongki br ketemu maen langsung bilang lizyy bodoh aja poor lizzy itu si mir mau minta nohp kok gitu coba wkwk lucu bgt next readd duluu

  2. Kasihan Lizzy 8D baru pertama kali ketemu ajah uda dibegituin ama Hongki >< Daebak. Eh mau baca part selanjutnya dulu *kaburrrr*

  3. cengo abis, itu hongkinya… -__-
    wkwk kasian bener si Lijji XDD

    nahloh, kalo akhirnya hongki sama lizzy, pasti mirnya nyesel banget 8D #sotau
    okaaay next chap😄

  4. Nyesek…😦
    kasian ya si lizzy…
    semoga dia jadian ma Hongki!
    Amiin…

    Dan karena Saya mulai baca ff ini dari part 4 *keprok-keprok*, jadi saya tidak salah tebak lagi mana yang hyung, mana yang dongsaeng.😀
    Hebat kan saya??? *abaikan*

    soal kesaltingan si Mire itu… wah, aku juga jadi ikutan salting nungguin si Lizzy ngasi tau nope nya ke Mire.
    mana kalimat ngelesnya panjang banget lagi. jadi ketauan deh saltingnya ma si Lizzy. aturan stay cool aja kan bisa Bang Mir… *reader sotoy*

    suka deh sama csatnya…
    terutam si hongki…

    sukses ya soph…🙂

  5. manaaa ini yang katanya sodara kembarmu sopp ??
    hahaha lizzy .. kekekeke

    ealah castnya si kembar tapi beda , si hongki ama miru .. awalnya uda ngira kalo pasti ada hubungannya ama sodara kembar ,,
    huhuhu tapi aku kira lizzy sukanya ama hongki loh dan yang jadi sunbaenya si hongki ealah tapi ternyata salah oghh .. kekeke

    ciee ff romancee ,, mantapp dahh

    itu mau minta nomer hape kaya mau ngawini ajah malu malu kucing .. hahahaha

    nice story sopp ..
    lanjut next chap ahhh … bubyee

  6. CURANG NIH SI SOPHIE BIKIN TEBAKAN ORANG PADA GAGAL (?)
    GUE KIRAIN YG SUNBAENYA SI HONGKI,
    HAHA😄 GILA TUH SI HONGKI PD BANGET!
    SEJAK KAPAN DIA PACARAN SAMA LIZZY! *NOYOR KEPALA HONGKI*
    HAHA😄
    ADA BEBERAPA KATA YANG RANCU SOPH BUATKU (?)
    DILIAT LAGI DEH
    HALAH SI MIR SOK MALU2 GITU MINTA NO.HAPENYA LIZZY
    MAKANYA PAKE JURUS KEA GINI MIR!
    MIR : EHM, LIZZY PUNYA OBENG GAK?
    LIZZY : EH? AKU GAK PUNYA OPPA😦
    MIR : TAPI KALO NO.HAPE PUNYA KAN? *MUKA IMUT*
    HAHA😄
    HEMM, CINLOK NIH NTAR SI LIZZY AMA HONGKI,
    MENYESALLAH SIH MIR,
    OLEH KARENA ITU GUE JADI AMA MIR (?)
    KKK~
    NICE FF SOPH,
    SUIT SUIT ROMANCE NIYE~ :3

    • YAH BIARIN DONG SALAH NDIRI PAKE NEBAK SEGALA
      SAYA KAN JAGONYA BIKIN TEBAKAN ORANG GAGAL HAHAHAHAHA *PROUD TO THE MAX*

      RANCU? RANCU YANG MANA CHINGU?
      *LIRIK FF*
      AHHH BIARKAN SAJA RANCUUUU
      HAHAHAHA

      IYA SI HONGKI LU AMNESIA ANEH BANGET YA *IKUTAN NOYOR*

      KIRA2 DONG, SEGITUNYA LU NGE JUDGE KEMBARAN GUE (BACA: LIZZY) ITU PACAR ELU,
      CK… LIZZY ITU PACARNYA KYU! KYU! SESAMA MAKNAE!! KYU… HAHAHAHAAHA *BANGGA NGE COUPLE2IN IDOL SEENAK JIDAT*

      BAH ITU MAH NAMANYA IKLAN BANGET CHINGU
      HAHAHAHAHA,
      KORBAN IKLAN INDO TUH SI MIR~

      IYE ROMANCE, KAYAK SAYA… SAYA KAN ORANGNYA ROMANTIS. HIHIHI

    • hahaha iya sunbaenya mir

      hahahaha si mir kalo ketemu ce emang pasti malu2 serigala, huahahaha

      gapapa chingu baru komen, aku juga sekarang bingung nih ama wp agak sedikirt ribet ketimbang yang dulu ya dalam urusan komen meng komen, huhu

  7. ah author maaf baru sempet komen di part ini ><
    ealah, sunbaenya mir toh. ternyata kita persepsi thor /gapen
    si mir unyu2 gitu mau minta nope wkwk
    okedeh, kabur ke part 2 dulu yaw

    • WAH ADA READER UNYUUUU *LIRIK AVA SHAUN DE SHEEP*
      itu ava si domba yang di tpi kan ya??? #pertanyaan yang lebih lebih lebih tidak penting

      iyaaa ternyata semua readerku salah nebak soal pemerannya ya. hahaha, bangga aku (bangga yang tidak penting) xD

      mir emang unyuuu dia kan turunan upin ipin bareng si mir *plak*
      oke kabur aja gihhh *tebar menyan*

      kamsa dah baca ep ep ku yaaa ^^

  8. nyahahahha ~ iaa dong, ak suka dia, smua member.a SNSD ak suka waLopun nda gtu hapaL nma mmber.a nyahahah~
    iaa~, imut+ suara.a >♥<

    jadi yuri?? ehhhhhhhhhhhh?? kkkk…

    cinLok ajah dah, ak nda suka ama si Mir Mir~ jdi cwok kok nda da sensitif2.a =.=
    #pLak-ed by Mir FC~

    eh eh eh~ si nma.a Hongkin yg maen d drama "U're BeautifuL" ternyata?? #apadeh
    ahahah … cocok bgt dah ama karakter dia yg d sni ..!!!

    ahhh ~ bagi THR jg donggg ya #kitty eyes cream

    • AKU PALING SUKA SUNNY SIHH
      hehehe
      tepatnya mungkin cuma suka sunny ama sooyoung di snsd. hahaha
      suaranya iya imut
      wajahnya juga

      hihihi yuri~~~ lalalaa *plak*

      wuah ntar deh diusahain hongki sama aku ya on *plak*
      iya dia yang jadi jeremy di he’s beautifull

      cocok emg , hongki itu emg agak sinting orgnya onn. sahabtan sama heechul sih, mmbw pengaruh buruk jadinya. hahaha

      THR nya dalam mimpi kekekekekekek xD

  9. pertama yang bkin surpriseeeeeed me yaitu SUNNY??!!!
    OH MY SUN >0<~! #out of topic 0.0

    keren keren. aku suka. Let me guess, Hongki ama Lizzy nnti cinLok ya? hemmm~
    pas ak Laid banner km, yg nma.a Hongkin dan Mir ituh emg mrip sih *.*
    dan Lizzy, ak kira dy yg main d dream high ya?? #apadeh =.=

    Betewe ~ si Hongkin Lucu bgt ddeh, manjaaa~ nyahah~
    dan poor Lizzy, do everything for the onLy Love😦

    • hahaha, onn suka sunny juga? omo~~~ dia salah satu alasan saya pengin nyoba jadi yuri *APA???!! BUAGH!*
      abaikannn
      just kidding
      hhaha

      sunny imut sihhh u.u gemes dehhh

      hongki ma lizzy cinlok ga yaa? cinlok ga yaa? kasih tau ga yaaa??? *tampang ala fitri tropica keselek kolang kaling*
      iyaaa hongki ama mir mirppppppppp hihii beda ortu
      lizzy itu maknae nya after school onn , imut dan orangnya itu periang buuaanngeeetttt *lebeh mode on*

      si hongki biarlah manja disitu, dia saya bayar untuk itu #abaikan

      iya poor lizzy gapapa deh, sudah dibilang dia saya bayar utk itu. plus THR lagi haha

  10. sophie… entah dirimu yang nulis emang “membopoh” ato emang kamu salah ketik x ya….
    soalnya aq liat konteks kalimatnya kyak “mengambil” dll. wkwkwkw
    okelah komen gajeeee….

    awalna aq mikir, Mir jadi apa? ternyata jadi sunbae-na Lizzy….
    Hongki emang mirip ama Mir. walau ga 100 %
    kekekeekke

    mesti ini cinta segibanyak. wkwkwkwkw
    akhirnya dirimu mau buat ff romance…..
    soalna kalo authorna bikin ff sarap bin gaje mesti ntar readersna ketularan aneh bin gaje.
    jadi kalo aq ketularan sarap, gaje bin aneh, dirimu salah sau orang yang ikut tanggung jawab. #kabur sebelum ditimpuk Kyu

    • membopoh say emang kutulis begitu. salah ya? membopoh… menggendong.. itu maksudnya.
      entah dimana saya menemukan kosa kata itu. kakakakakakkk xD

      iyup byk yg ngira yg jadi sunbae hongki. but but but no! aku berpikir mir yang manis tapi nyeleneh itu *??* lebih cocok jd sunbae, hahaha

      mereka emang mirip. pertama kli aku tau mblaq, sumpah kukira hongki knp bisa ada di dua BB sekaligus? olala ternyata kembar beda ortu toh, hehehe

      iyap cinta segi banyak.
      dan saya bikin ff romance
      hihi
      aku sampe nge pending beberapa ff gaje ku utk sementara waktu , hahahaha *ditabok*

      eh emg aku se gaje itu kah? u.u
      kbnykn kok org2 blg ff ku gila ya? padahl pan biasa aja lohhh *sok biasa* xD

  11. lagi buka-buka blog, eh ternyata FFnya udah update, langsung capcus baca deh, kok ga dishare sih linknya?
    pas pertama baca, aaaa~ tebakanku salahhh!! ternyata sunbaenya si Mir, bukan si hongki! dan ternyata mir tetep jadi rapper di MBLAQ yah, aku kira jadi penyanyi solo, makanya awalnya aku pikir yang jadi sunbaenya si hongki😄
    baiklah, baiklah, sekarang komen FFnya..
    aku kira si mir mau minta bantuan apa, ternyata minta lizzy buat bantuin ngembaliin ingatannya hongki, ckckck…
    yang sabar ya lizzy, itu hongki rada kurang ajar emang, minta disambit sandal (?)😄
    ih, si mir apa deh, mau minta no hape aja pake malu-malu gitu… itu pasti sebenernya dy juga rda suka kan ama lizzy, hayoo mirr, hayoo *sotoy*
    gimana tuh ntar lanjutannya? lizzy bakal tetep cinta ama mir, ato malah berpaling ke hongki?
    ditunggu lanjutannya ya saii^^
    btw, akhirnya bikin yang romance juga XDD

    • hihi emang belm aku share onn
      ini mau ku share, rencananya *baru rencana* ni ff bakal dipublish 2-3 hari sekali, pake sistem stripping ff. hahaha *sinetron kali*

      iyaaa tebakan anda dan happy salah! hihihi, soalnya di alur ceritaku, kembarannya itu memng orang yang rese
      mir sama hongki emg sma2 rese, tapi saya merasa hongki jauh lima tingkat lebih rese dbnding mir xD

      hm… aku juga masih bingung ini mir aku buat naksir sama lizzy ato ga ya? *author plin plan*

      lanjutannya secepatnya ya.
      iya akhirnya aku bikin romance, dan alhasil muntah dengan tingkat keromantisanku yg gak ada romantis2nyaaaa xD

Just talking...

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s